Anda di halaman 1dari 13

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.

1. Evaluasi pada pasien dengan meningitis bakterial akut


Komponen sel bakteri
Sel endotelial
syok endotoxin

CNS-makrofag

Trombosis

CSF pleositosis

Infark

Hidrosefalus

Merusak BBB
perfusi

Edema

ICP
sirkulasi mikro

CBF

kegagalan

A. Ringan
- Kepekaan abnormal thd rangsangan
- Lesu
Lumbal pungsi,
ICP
CT, MRI,
- Sakit kepala
Mulai antibiotik
terapi
- Muntah
dan steroid
NL ICP
observasi
- Kekakuan nurchal (kaku kuduk)
B. Sedang
- Serangan tiba-tiba
- Defisit focal
- Pingsan
- Edema papil
Mulai antibiotik
ICP
CT
C. Berat
dan steroid
Lumbal
MRI
- Status epileptikus
dan lakukan CT, MRI
pungsi
Terapi
- Defisit terus-menerus
NL ICP
observasi
- Koma
- Herniasi

2. Pedoman nilai CSF yang dapat diterima pada akhir terapi

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A


A. Presentasi dari plimorfonuklear leukosit (PMNs) pada CSF lebih penting
dari jumlah pasti sel darah putih (WBC) dan biasanya 5 % tetapi tidak
harus melebihi 25-30 % dari total WBC.
B. Konsentrasi glukosa CSF harus > 20 mg/dl dan lebih dari 20 %
didapatkan dari glukosa serum.
3.

AAP 1997 : Vancomisin ditambah dengan Cofotaxim atau Ceftriaxon harus


awal diberikan pada semua anak > 1 bulan dengan meningitis bakterial
pasti atau dugaan.

4. Gram (+) ditemukan pada 90-100 % dari spesimen CSF. Antigen


Pneumococcus dapat diidentifikasi dengan latex aglutinasi dengan
sensitivitas 60-67 %.
5. Meningitis dapat ditetapkan dari Streptococcus Penumonia yang ada di
CSF atau dari darah dengan CSF Pleositosis (CSF white cell count (WCC) >
10 sel per mm). Jika lumbal pungsi tidak menunjukkan gambaran,
meningitis dapat dipastikan dengan isolasi dari Streptococcus.
6.

NA = not avilable

Tidak tersedia

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

7. Kejadian dan angka kematian pada meningitis bakterial akut


Anak (%)
Komplikasi
-

Serangan akut
Kelumpuhan saraf
cranial
Tuli
Defisit neurologis focal
Hidrosefalus
Cerebrovaskular
involvement
Edema cerebral
Perdarahan sistem
saraf sentral
Herniasi
Retardasi mental
Epilepsi

31
3-5
10
4-15
2-20
2-12
2-8
2
2-6
4-6
4-7

Hasil
8.

Perbaikannya
bagus/cacat ringan
Berat/cacat sedang
Terus-menerus
Kematian

84-88
8-14
1-2
2-5

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

CSF = Cerebrospinal fluid; NL = normal

0
0.7
0.1

inson K, Wenger JD, et al. Bacterial


5. N Engl J Med 1997;337;970

15.7
6.6
0.5

0
4.5
1.1

Of BACTERIA

Routine testMENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A


Grams stain
Bacterial culture and sensitivities
Cell count and differential
Glucose
Protein
Bacterial antigen
Special test
Culture for tuberculosis, fungus, virus
Additional bacterial antigen studies
Serology
Cryptococcus antigen
India ink
Coccidioidomycosis antibody
Polymerase chain reaction
CHOICE OF ANTIBIOTIC

ms staining

ram-positive
ram-negative

Vancomycinplus broad-spectrum cep


PenicilinG +

ram-positive
ram-negative

Ampicillin (or penicillin G) plus amino


Broad-spectrum cephalosporin plus

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

CHOICE OF ANTIBIOTIC

BACTERIA

ture

eumoniae
fluenzae
eningitidis
onocytogenes
alactiae

bacteriaceae

domonas aeruosa, acineto-

Vancomycin plus broad-spectrum ce


Cetriaxone
Penicillin G
Ampicillin plus gentamicin
Penicillin Gl
Broad-spectrum cephalosporin plus
Ceftazidime plus aminoglycoside **

bacter

9. Tanda
-

dan Gejala Meningitis bacterial


Demam
Penurunan kesadaran
Full fontanela (fontanela cekung)
Kepekaan abnormal thd rangsangan
Kaku leher/kuduk
Serangan tiba-tiba(seizure)
Sakit kepala
Defisit neurologis focal
Ruam kulit (peteki)

10.Komplikasi selama meningitis bacterial akut


A. Biasa
- Peningkatan tekanan intrakranial
- SIADH
- Ventricolumegali
- Serangan tiba-tiba(seizure)
- Kumpulan cairan ekstra aksial
- Infark dan nekrosis
- Cranial nervus involvment (tuli)
- Penyebaran koagulasi intravaskular
B. Tidak biasa
- Empiema subdural

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A


-

Abses otak
Defisit saraf cranial lebih dari VIII

11.Terapi serius pada pasien dengan meningitis


Hasil Scan
Normal
Edema

Ventriculomegaly akut, hidrosefalus


atau pembesaran ruang subarachnoid

Efusi subdural
Infark

onths

Ukuran tekanan intracranial


Peningkatan
Hiperventilasi untuk megurangi
peningkatan volume darah cerebral
Jangan lakukan hiperventilasi, gunakan
furosemide atau manitol dan batasi
cairan
Keluarkan CSF dengan ventricular tap
atau saluran, turunkan produksi CSF
(Diamox atau digoxin), naikkan
penyerapan CSF (steroid)
Drainase subdural
Steroid untuk menurunkan peri-infark
edema

Ampicilin 200-400 mg/kg/d divided dose e


6 hours IV AND
Cefotaxime 200 mg/kg/d divided dose ever
hours IV or
Cetriaxone 100 mg/kg/d divided dose every
hours IV or 80 mg/kg daily IV/IM;
Add vancomycin 60 mg/k/d IV divided dos
penicillin-resistant S pneumococcus suspec

Devided : bagi

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

months

Cefotaxime 200 mg/kg/d divided dose ev


6-8 hours IV OR
Ceftriaxone 100 mg/kg/d divided dose e
12 hours IV or 80 mg/kg IV/IM every day
Ampicillin 200 mg/kg/d divided dose eve
hours IV PLUS
Chloramphenicol 100 mg/kg/d divided d
every 6 hours IV;
Add vancomycin 60 mg/kg/d divided d
every 6 hours IV if penicillin-resistant S p
mococcus suspected

Fig. 27.2 Distribution of the most common causes of neonatal meningitis


(data from Table 27.1]

pi

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

LIKELY PATHOGEN

S. agalactiae, E. coli, or
L. monocytogenes
N. meningitidis, S. pneumoniae
H. influenzae
L. monocytogenes or gramnegative bacilli
Staphylococci, gram-negative
bacilli, or S pneumoniae

Impaired : kerusakan

CHO

Ampic

Broad

Ampic

Vanco

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

Sources : Infectious Disease in Emergency Medicine. 1998. Judith C. Brillman


& Ronald

Fair : sedang, lumayan

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

Poor
Fair
Fair

Good
Poor
Good
Poor

12.Patofisiologi meningitis bakterial


Kerusakan Sel
Bakteri peptidoglikan teichoic
Acid endotoksin
permeabilitas BBB

Peningkatan

Imunmodulator

Edema

Penurunan Glukosa
Peningkatan tekanan intrakranial

Laktat

Aliran darah

Hipoksia
13.Tanda klinis meningitis bakterial
Gejala
Kesadaran

%
50

Gejala
Kepekaan

%
32

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A


menurun
Hilangnya nafsu
makan
Muntah
Diare
Kejang
Henti napas
Diselingi
perubahan pola
tidur
Tangisan keras
Demam atau
penurunan suhu
Sulit bernapas

abnormal thd
rangsangan
Kuning
49

40
7

61

Fontanella
cekung
Kaku leher/kuduk
Tonus otot
menurun
Peteki
Hipotensi

28
28
15

Shock
Bradikardi

47

14.Komplikasi meningitis bakterial kronis


- Tuli
- Buta
- Kebiasaan yang kacau
- Polyarteritis
- Retardasi mental
- Myelitis transverse
- Disfungsi neuropsikiatri
Diabetes
insipidus
- Serangan mendadak (kambuh)
- Disfungsi pendengaran
- Kejang, gangguan fungsi motorik ringan (paresis)
Polyarteritis : lesi inflamatorik dan destruktif pada beberapa tempat
dalam sistem arterial

MENINGITIS (IKA) Prof. DR. Dr. Ruslan Muhyi Sp.A

CMH, Cipto Mangunkusumo Hospital; TH, Tangerang Hospital