Anda di halaman 1dari 64

sabda,

Jikalau aku mengetahui apa yang akan terjadi pada diriku maka aku tidak akan membawa
hewan hadyu dan aku akan jadikan ihramku ini umrah, maka barangsiapa dari kalian yang
tidak bersamanya hewan hadyu maka hendaklah dia bertahallul dan menjadikannya sebagai
umrah. (HR. Muslim no. 1218). Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan para
sahabat untuk memilih tamattu dan berkeinginan dirinya sendiri melakukannya. Tidaklah beliau
memerintahkan dan berkeinginan kecuali menunjukkan tamattu itu afdhol (lebih utama) (Fiqhus
Sunnah, 1: 447-448). Selain itu, manasik dengan tamattu itu lebih banyak amalannya dan lebih
mudah secara umum (Syarhul Mumthi, 7: 76-77)
Catatan: Dam yang dikeluarkan untuk manasik qiron dan tamattu adalah dalam rangka syukur
dan bukan dalam rangka menutup kekurangan saat manasik (Ar Rafiq fil Hajj, 35).
Problem: Dalam tata cara manasik tamattu telah disebutkan bahwa umroh dilakukan terlebih
dahulu sebelum haji. Artinya ia melakukan ritual umrah dahulu yang di dalamnya terdapat
thowaf umrah dan sai umrah. Setelah itu ia bertahallul dengan sebelumnya memendekkan
rambut. Lantas bagaimana jika sebelum wukuf di Arafah, seseorang terhalangi tidak bisa
melakukan umrah? Pilihannya adalah mengganti niat hajinya dari tamattu menjadi qiran. Contoh
dalam kasus ini adalah wanita yang telah berihram dari miqot dengan niat tamattu. Lantas ia
mengalami haidh atau nifas sebelum ia melakukan thowaf umrah. Ia barulah suci ketika datang
waktu wukuf di Arafah. Artinya, ia belum sempat melakukan umrah pada haji tamattunya. Pada
saat itu, ia mengganti niatnya menjadi niatan qiron, dan ia terus dalam keadaan berihram. Ia tetap
melakukan rukun dan kewajiban haji lainnya selain thowaf di Kabah. Karena ia baru dibolehkan
thowaf jika ia telah suci dan telah mandi (Al Minhaj li Muriidil Hajj wal Umroh, 31-34).
-bersambung insya Allah\

14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
.
Latar Belakang Masalah
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan
oleh umat Islam yang memenuhi kriteria
istithaah
, antara lain mampu

secara materi, fisik, dan menta


l. Bagi bangsa Indonesia, penyelenggaraan
haji adalah tugas nasional karena di samping menyangkut kesejahteraan
lahir
batin jamaah Haji, juga menyangkut nama baik dan martabat bangsa
indonesia di luar negeri, khususnya di Arab saudi mengingat pelaksanaany
a
bersifat massal dan berlangsung dalam jangka waktu yang terbatas,
penyelenggaraan ibadah haji memerlukan manajemen yang baik agar tertib,
aman dan lancar.
Peningkatan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap
jamaah haji diupayakan melalui penyemp
urnaan sistem dan manajemen
penyelenggaraan ibadah haji. Penyempurnaan sistem manajemen tersebut
agar calon jamaah haji lebih siap dan mandiri dalam menunaikan ibadah
haji sesuai dengan tuntunan agama, sehingga diperoleh haji mabrur. Upaya
peningkatan dal
am penyempurnaan tersebut dilaksanakan dari tahun ke
tahun agar tidak terulang kembali kesalahan dan/ atau kekurangan yang
terjadi pada masa
masa sebelumnya.
Untuk tercapainya maksud tersebut, diperlukan suasana yang
kondusif bagi warga yang akan melaksan
akan ibadah haji. Suasana kondusif
1
2
tersebut dapat dicapai apabila pihak penyelenggara ibadah haji
mampu memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada calon
jamaah haji dan pembinaan jamaah haji meliputi pembimbingan,
penyuluhan, dan penerangan
, pelayanan meliputi pelayan administrasi,
transportasi, kesehatan, dan akomodasi perlindungan meliputi perlindungan
keselamatan dan keamanan, perlindungan memperoleh kesempatan untuk
menunaikan ibadah haji.
Mengingat penyelenggaraan ibadah haji merupakan
tugas nasional
dan menyangkut martabat serta nama baik bangsa dan merupakan tanggung
jawab pemerintah, maka karena dibutuhkan sebuah fungsi
fungsi
manajemen yang salah satunya adalah perencanaan dan manajemen yang
baik (Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umra
h, 2010: 11). Salah satu fungsi

manajemen yang perlu mendapatkan perhatian adalah fungsi perencanaan.


Hal ini penting karena perencanaan merupakan langkah awal yang akan
menjadi acuan dan pedoman suatu lembaga penyelenggara ibadah haji.
Sebab dalam perenca
naan terkandung tujuan
tujuan yang ingin dicapai yang
disandarkan pada realita organisasi serta ramalan
ramalan keadaan sekaligus
evaluasi pertimbangan tindakan yang diusulkan (Terry, 2000: 11).
Hampir seluruh lembaga yang mengurusi pengelolaan haji harus
memiliki perencanaan yang matang. Dengan adanya perencanaan yang
matang diharapkan pengelolaan haji akan dapat berjalan lebih lancar dan
sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Dalam perencanaan, tidak jarang
sebuah lembaga pengelolaan haji memiliki dua atau
lebih dari satu rencana.
3
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi setiap keadaan yang tidak
diperkirakan yang mungkin terjadi. Hal ini sebagaimana telah dilakukan
oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang yang senantiasa
menyiapkan perencanaan cada
ngan dalam setiap pengelolaan haji.
Perencanaan cadangan tersebut seperti perencanaan apabila terjadi
bencana alam yang dapat menghambat penyelenggaraan ibadah haji maupun
perubahan peraturan atau kebijakan yang berkaitan dengan penyelenggaraan
haji. Dua h
al ini sangat penting dan memerlukan perhatian khusus dalam
perencanaan penyelenggaraan haji. Terkait dengan kebijakan, tidak jarang
terjadi perubahan kebijakan penyelenggaraan haji secara mendadak dan
dalam waktu yang tidak menentu. Apabila tidak ada pere
ncanaan matang
dalam mengantisipasi kedua hal tersebut, maka penyelenggaraan haji tidak
akan dapat berjalan secara lancar.
Salah satu contoh dari rencana cadangan yang dilakukan oleh
Kementerian Agama Kabupaten Rembang adalah berkaitan dengan
pelaksanaan p
embinaan ibadah haji pra pemberangkatan pada tahun 2011.
Umumnya, pembinaan manasik haji dilakukan setelah turunnya Keputusan
Presiden (Keppres) yang mengatur tentang biaya haji. Terkait dengan
Keppres tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Rembang telah me
miliki
rencana cadangan dengan memberikan batas waktu dari Keppres tersebut.
Konsekuensinya adalah manakala Keppres belum turun sebelum tenggang
waktu yang telah ditetapkan, maka Kemenag Kabupaten Rembang

menetapkan kegiatan manasik haji tanpa menunggu tur


unnya Keppres.
4
Pada tahun 2011, bimbingan (manasik) haji dilaksanakan antara
tanggal 5
8 Juli (Mahmudi, 2012, wawancara). Perencanaan tersebut
tentunya rentan terhadap resiko. Sebab apabila kemudian dalam Keppres
ditetapkan biaya haji lebih mahal dari per
kiraan kemampuan rata
rata
jamaah (misalnya perkiraan biaya Rp. 2.500.000,00 [dua juta lima ratus
ribu rupiah] kemudian menjadi Rp. 3.000.000,00 [tiga jutarupiah]) maka
akan dapat menimbulkan permasalahan bagi para calon jamaah haji.
Contoh berikutnya ad
alah adanya perencanaan cadangan yang
dilaksanakan oleh Kemenag Rembang apabila terjadi keterlambatan
pemberangkatan jamaah haji. Hal ini seperti terjadi pada tahun 2010 di
mana terdapat dua orang jamaah haji di wilayah Kemenag Kabupaten
Rembang yang ter
lambat pemberangkatannya karena sakit. Adanya
perencanaan yang matang terkait dengan keadaan jamaah yang dapat
menyebabkan tertundanya keberangkatan

tidak bersama kloter yang


seharusnya

telah mampu menyelesaikan permasalahan tersebut. Sekilas


permasal
ahan ini terlihat mudah dengan jalan mengikutsertakan jamaah
yang terlambat di kloter berikutnya atau kloter wilayah lain. Namun jika
tidak direncanakan dan diatur sebelum pembinaan dan pemberangkatan haji,
maka hal itu akan dapat mengacaukan dan bahkan m
engecewakan jamaah
haji (Mahmudi, 2012, Wawancara).
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis bermaksud untuk
melakukan penelitian terhadap perencanaan penyelenggaraan haji di
Kementerian Agama di Kabupaten Rembang. Penelitian ini akan diberi
5
judul
Implementasi Perencanaan Penyelenggaraan Ibadah Haji Di
Kementerian Agama (KEMENAG) Kabupaten Rembang Tahun 2011.
1.2
.

Rumusan Masalah
1
.
Bagaimanakah perencanaan penyelenggaraan ibadah haji di
Kementerian Agama Kabupaten Rembang tahun 2011?
2
.
Bagaimanakah implem
entasi perencanaan penyelenggaraan ibadah haji
di Kementerian Agama Kabupaten Rembang tahun 2011?
1.3
.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1
.
Untuk mengetahui rencana penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian
Agama Kabupate
n Rembang tahun 2011
2
.
Untuk mengetahui implementasi perencanaan penyelenggaraan ibadah
haji di Kementerian Agama Kabupaten Rembang tahun 2011
Sedangkan manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1
.
Secara teoritis
Hasil penelitian ini dapat menjadi salah s
atu media untuk memperluas
wacana keilmuan Manajemen Dakwah yang berhubungan dengan
penyelenggaraan ibadah haji, khususnya yang berkaitan dengan
perencanaan penyelenggaraan.
2
.
Secara praktis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu tolok ukur
dari
kinerja perencanaan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian
Agama Kabupaten Rembang, khususnya pada tahun 2011.
6
1.4
.
Kajian Pustaka
Beberapa hasil penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan dengan
penelitian yang penulis akan laksanakan. Sebagai beriku

t:
Penelitian yang dilakukan oleh Jamaludin dengan judul Manajemen
Pelayanan Jamaah Haji Kantor Departemen Agama Kabupaten Brebes
(Tahun 2006
2007)
Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah, yakni: 1. Bagaimana
bentuk pelayanan jama'ah haji Kantor Dep
artemen Agama Kabupaten
Brebes. 2. Bagaimana penerapan fungsi
fungsi manajemen pelayanan
jama'ah haji Kantor Departemen agama Kabupaten Brebes.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif karena penelitian
ini tidak mengadakan perhitungan dan lebi
h mudah bila dihadapkan dengan
kenyataan ganda, metode yang menyajikan secara langsung hakekat
hubungan antar peneliti dan responden, lebih peka dan lebih dapat
menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dengan
pola
pola nilai yang dihadapi
. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
teknik interview atau wawancara dengan petugas
petugas haji yaitu kepala
Seksi Penyelenggaraan Ibadah Haji, dan dokumentasi berupa buku, jurnal
atau tulisan yang mendukung penelitian ini. Sedangkan teknik analisi
s
dengan menggunakan analisis SWOT, variabel yang digunakan adalah
manajemen pelayanan jama'ah haji.
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat mengetahui proses
manajemen pelayananan jama'ah haji di Kantor Departemen Agama
7
Kabupaten Brebes. Adapun bentuk
dan fungsi
fungsi manajemen pelayanan
ini dapat dilihat dari pelayanan yang diberikan oleh Seksi Penyelenggaraan
Ibadah Haji.
Penelitian yang dilakukan oleh Siti Suhartatik dengan Judul
Manajemen Manasik Haji Departemen Agama 2003
2005 (Studi Tentang
Pene

rapan Fungsi
Fungsi Manajemen Dakwah)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang berkaitan dengan
sejauhmana penerapan fungsi
fungsi manajemen dakwah pada Departemen
Agama Kota Semarang terhadap proses penyelenggaraan bimbingan
manasik haji tahun 2
003
2005, serta untuk mengetahui kendala atau
hambatan yang dihadapinya. penulis perlu mengkaji lebih dalam mengenai
penerapan fungsi
fungsi manajemen dakwah serta faktor penghambat dan
pendukung dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji di Depertemen
Agama
Kota Semarang, dikarenakan bimbingan manasik haji diperlukan
pengelolaan yang baik agar dapat berjalan efektif dan efisien, dan hal itu
dapat terwujud dengan menerapkan fungsi
fungsi manajemen yaitu
planning, organizing, actuating, controlling. untuk mene
liti sejauhmana
pemanfaatan fungsi
fungsi dakwah dan faktor
faktor penghambat dan
pendukungnya dalam departemen agama kota semarang, penulis
menggunakan metode analisis kualitatif diskriptif sebagai teknik analisa
data, yang beracuan pada pola pikir dedukt
if dan induktif. pada depertemen
agama kota semarang seksi penyelenggaraan haji dan umrah telah
menerapkan fungsi
fungsi manajemen dakwah, untuk menjalankan
8
bimbingan manasik haji dalam setiap proses penyelenggaraannya, sehingga
dapat berjalan efektif dan
efisien. namun setiap proses penyelenggaraan
bimbingan manasik haji terdapat kendala diantaranya disebabkan karena
intensitas bimbingan manasik yang kurang, materi yang kurang sistematis,
kedisiplinan yang kurang dari jamaah calon haji dan lain

lain, dis
amping
itu terdapat pula faktor pendukung diantaranya; para pejabat di gara haji
yang sudah profesional, pembimbing yang berpengalaman, tersedianya
transit asrama haji islamic center dan lain
lain.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada Departemen Aga
ma
Kota Semarang Dalam penyelenggaraan Bimbingan Manasik Haji Tahun
2003
2005 bertujuan untuk meningkatkan kualitas jamaah haji agar lebih
mandiri dan dalam pelaksanaanya sudah menerapkan fungsi
fungsi
Manajemen Dakwah yaitu: planning, organizing, actuati
ng, controlling,
meskipun masih kurang optimal yang disebabkan oleh banyaknya faktor
kendala yang ada. Seharusnya Depag Kota Semarang lebih mengoptimalkan
aspek
aspek pelayanan yang mencakup optimalisasi sistem pendaftaran,
sistem pembinaan dan lain
lain s
erta meningkatkan kualitas tenaga
pelaksananya
Penelitian yang dilakukan oleh Adnin Mufattahah dengan judul
Manajemen Penyelenggaraan Ibadah Haji Pada Kelompok Bimbingan
Ibadah Haji (KBIH) Nahdlatul Ulama Kota Semarang
Penelitian ini mengangkat masalah t
entang bagaimana manajemen
penyelenggaraan bimbingan ibadah haji yang dilakukan oleh KBIH NU
9
Kota Semarang. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian
kualitatif, dengan pendekatan manajemen dakwah, sedangkan spesifikasi
penelitian yang digunakan
adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan oleh penulis dalam penyusunan skripsi ini adalah: metode
observasi, metode interview (wawancara) dan metode dokumentasi. Adapun
metode analisis yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah anal
isis
deskriptif kualitatif, yang bertujuan melukhiskan secara sistematis fakta dan

karakteristik bidang
bidang tertentu secara faktual dan cermat dengan
menggambarkan keadaan atau status fenomena.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Bimbingan Ibada
h
Haji (KBIH) Nahdlatul Ulama Kota Semarang dalam penyelenggaraan
bimbingan ibadah haji baik bimbingan selama di tanah air sampai di tanah
suci hingga bimbingan di tanah air pasca ibadah haji selalu menerapkan
fungsi
fungsi manajemen di dalam pengelolaanny
a. Hal itu terbukti, KBIH
NU Kota Semarang selalu membuat perencanan di setiap kegiatan, baik
bimbingan di tanah air maupun bimbingan di tanah suci. Perencanaan yang
telah dibuat, tidak hanya sekedar perencanaan saja tetapi juga
diaplikasikan/diimplementas
ikan oleh panitia, sebagaimana terlihat adanya
susunan panitia atau pejabat penyelenggaraan kegiatan dengan dilengkapi
pembagian kerja disetiap kegiatan. Fungsi pengawasan juga sudah
diterapkan oleh panitia, hal itu terbukti adanya penilaian dan evaluasi d
i
setiap pasca kegiatan terhadap program yang direncanakan dan
diimplementasikan. Salah satu bentuk adanya evaluasi yang dilakukan oleh
10
KBIH NU Kota Semarang adalah KBIH NU Kota Semarang selalu
membuat laporan kegiatan kepada Departemen Agama Wilayah Jawa
Tengah setelah ibadah haji selesai.
Ketiga penelitian yang telah dilakukan

sebagaimana telah
dipaparkan di atas

berhubungan dengan proses manajemen


penyelenggaraan haji secara utuh, yakni dari proses perencanaan hingga
evaluasi. Kesamaan ketiga penelit
ian terdahulu dengan penelitian yang akan
penulis laksanakan terletak pada adanya kesamaan dengan menjadikan
perencanaan sebagai obyek kajian dalam penelitian. Sedangkan
perbedaannya selain ketiga aspek di luar perencanaan

yang tidak menjadi


obyek peneli
tian yang akan dilaksanakan

juga mencakup tempat yang


dijadikan sebagai lokasi penelitian. Dari ketiga penelitian terdahulu tidak
ada yang menjadikan Kemenag Kabupaten Rembang sebagai lokasi
penelitian, sehingga penulis merasa yakin untuk tetap melaksana
kan
penelitian ini.
1.5
.
Metodologi Penelitian
1
.
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis Penelitian ini merupakan penelitian lapangan kualitatif.
Maksud dari penelitian lapangan adalah penelitian yang datanya
dikumpulkan dari informasi
informasi lapangan yang dilak
ukan dengan
metode pengumpulan data lapangan.
Maksud dari kualitatif adalah bahwa proses analisa data dalam
penelitian ini tidak menggunakan kaidah
kaidah statistik. Sedangkan
11
data yang diperoleh dapat berupa data kualitatif maupun kuantitatif.
Jadi, batas
an kualitatif hanya terpusat pada proses analisanya semata.
Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan manajemen. Maksudnya adalah dalam melakukan
analisa data penelitian ini, kaidah
kaidah manajemen khususnya fungsi
dari perencanaan sebagai pembanding data lapangan. Dengan adanya
pendekatan ini maka akan dapat diperoleh hasil analisa yang lebih
obyektif dan ilmiah.
2
.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini terbagi ke dalam dua jenis sumber
data dengan penjelasan
sebagai berikut:
a
.
Data primer, yakni informasi yang memiliki hubungan dengan
masalah pokok penelitian sebagai bahan informasi yang dicari

(Azwar, 1998: 91). Dalam penelitian ini yang masuk ke dalam data
primer adalah data yang berkaitan dengan perencanaan
pengelolaan
haji di Kementerian Agama Kabupaten Rembang. Data primer ini
akan diperoleh dari sumber data primer yakni para panitia atau
pejabat penyelenggaraan kegiatan haji di Kementerian Agama
Kabupaten Rembang, yakni Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah.
b
.
Data sekunder, yakni bahan penunjang dan pelengkap dalam
melakukan suatu analisis, selanjutnya data ini disebut juga data tidak
langsung atau data tidak asli (Azwar, 1998: 92). Sumber data
sekunder dalam penelitian ini adalah sumber yang dapat
12
memberikan in
formasi terkait dengan data sekunder yang meliputi
dokumen yang berhubungan dengan perencanaan pengelolaan haji.
3
.
Metode Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode
metode sebagai berikut:
a
.
Metode Wawancara
Metode wawancara ada
lah suatu metode pengumpulan data
yang dilakukan dengan melakukan percakapan dengan sumber
informasi secara langsung (tatap muka) untuk memperoleh
keterangan yang relevan dengan penelitian (Arikunto, 1998: 145).
Obyek wawancara penelitian ini panitia atau
pejabat
penyelenggaraan kegiatan Kementerian Agama Kabupaten
Rembang.
Jenis wawancara yang akan penulis gunakan adalah jenis
wawancara semi struktural. Wawancara semi struktural adalah
wawancara yang daftar pertanyaannya dapat dikembangkan dan
tidak hanya
terpaku pada daftar pertanyaan yang dibawa oleh
penulis. Dengan adanya fleksibilitas dalam bertanya akan
memudahkan penulis untuk mengembangkan pertanyaan (Arikunto,
1998: 145).
Pihak
-

pihak yang menjadi responden wawancara dalam


penelitian ini adalah:
13
1
)
Peng
urus Garahajum Kemenag Kabupaten Rembang Tahun
2011.
2
)
Jamaah haji Kemenag Kabupaten Rembang tahun 2011.
b
.
Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data
berupa sumber data tertulis, yang berbentuk tulisan yang diarsipkan
atau di kumpulka
n. Sumber data tertulis dapat dibedakan menjadi
dokumen resmi, buku, ,majalah, arsip ataupun dokumen pribadi dan
juga foto (Arikunto, 1998: 145).
Data yang akan dikumpulkan melalui metode dokumentasi
meliputi profil Kementerian Agama Kabupaten Rembang dan
dokumentasi proses perencanaan pengelolaan dan pelaksanaan haji
di Kementerian Agama Kabupaten Rembang Tahun 2011.
4
.
Analisa Data
Proses analisa data merupakan suatu proses penelaahan data
secara mendalam. Menurut Lexy J. Moloeng proses analisa dapat
dilakuk
an pada saat yang bersamaan dengan pelaksanaan pengumpulan
data meskipun pada umumnya dilakukan setelah data terkumpul
(Moleong, 2002: 103). Guna memperoleh gambaran yang jelas dalam
memberikan, menyajikan, dan menyimpulkan data, maka dalam
penelitian ini
digunakan metode analisa deskriptif kualitatif, yakni suatu
analisa penelitian yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan suatu
14
situasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat
(Danim, 2002: 41).
Dalam sebagian besar pendekatan kualitatif, a
nalisis data tidak
hanya dilakukan dalam satu tahap saja namun merupakan proses yang
berkelanjutan (Daymon dan Holloway, 2008: 367). Langkah
-

langkah
analisis data kualitatif meliputi tiga langkah yang dapat dijelaskan
sebagai berikut (Muninjaya, 2003: 26;
Daymon dan Holloway, 2008:
369):
a
.
Melakukan pemilahan dan pemilihan data dengan jalan mengedit
(editing)
Langkah ini berhubungan dengan pemilihan data
data yang
telah diperoleh. Data
data tersebut kemudian diedit hingga dapat
menjadi data yang bisa dipahami
.
b
.
Memberikan kode pada data yang telah dipilih dengan memberikan
kode (
coding
) (Daymon dan Holloway, 2008: 369).
Setelah data lapangan diedit sehingga menjadi data yang
dapat dipahami, maka kemudian data tersebut dikelompokkan sesuai
dengan kategori
katego
ri data yang telah ditentukan. Dari
kategorisasi ini data akan lebih dapat disusun secara sistematis
berdasarkan sistematika penulisan ilmiah.
c
.
Memberikan tafsiran makna terhadap data yang telah dipilih
(Daymon dan Holloway, 2008: 369).

1911 (100 tahun yang lalu)


Sarekat Islam didirikan oleh Hadji Samanhudi (1868-1956) di Surakarta. Meskipun
tiga tahun lebih muda dari Budi Utomo, organisasi Sarekat Islam inilah yang layak
disebut sebagai Pelopor Kebangkitan Nasional. Jika Budi Utomo bersifat lokal
kejawaan dan dianggap anak manis oleh pemerintah kolonial Belanda, maka
Sarekat Islam dengan semboyan kerso, kuwoso, mardiko dalam kongresnya di
Bandung tahun 1916 telah menyuarakan kemerdekaan Hindia dan para aktivisnya
berasal dari berbagai suku di Nusantara, seperti Hadji Omar Said Tjokroaminoto
(Jawa), Hadji Agus Salim (Minangkabau), Arudji Kartawinata (Sunda), dan Abdul
Muttalib Sangadji (Maluku).
Revolusi di Cina mengakhiri Dinasti Manchu (1644-1911), dan Cina untuk pertama
kalinya menjadi Republik, setelah sejak zaman purba berbagai dinasti silih berganti
menegakkan monarki di Daratan Cina. Dr. Sun Yat-sen (1866-1925) yang terpilih
sebagai presiden pertama Republik Cina mengajarkan doktrin San Min Chu I (Tiga
Asas Rakyat): Min Tsu (kebangsaan), Min Chuan (demokrasi), dan Min Sheng
(kesejahteraan sosial), yang ikut mempengaruhi pemikiran Bung Karno dalam
merumuskan Pancasila pada tahun 1945.
Roald Amundsen (1872-1928) dari Norwegia (beserta empat kawannya dan 17
anjingnya) merupakan manusia pertama yang mencapai Kutub Selatan di Benua
Antartika.
Ernest Rutherford (1871-1937), orang Selandia Baru yang berhijrah ke Inggris,
mengemukakan Teori Atom Modern: Atom tersusun dari inti atom yang bermuatan
positif dan dikelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif. Dua tahun
kemudian, teori ini disempurnakan oleh Niels Henrik David Bohr (1885-1962) dari
Denmark yang menerangkan tingkat-tingkat energi dalam atom.
Marie Sklodowska Curie (1867-1934), orang Polandia yang berhijrah ke Perancis,
memperoleh Hadiah Nobel bidang kimia untuk penemuan unsur polonium (Po) dan
radium (Ra), setelah pada tahun 1903 bersama suaminya Pierre Curie (1859-1906)
dan Antoine Henri Becquerel (1852-1908) memperoleh Hadiah Nobel bidang fisika
untuk penemuan keradioaktifan. Luar biasa Marie Curie ini: mendapat Nobel dua
kali !

1811 (200 tahun yang lalu)

Inggris mulai menguasai Indonesia meskipun hanya lima tahun (1811-1816),


dengan Thomas Stamford Raffles (1781-1826) sebagai Letnan-Gubernur (dia tidak
memakai istilah Gubernur Jenderal). Peninggalan Raffles yang patut dikenang
adalah penemuan kembali Candi Borobudur, pembangunan Kebun Raya di Bogor,
pembakuan sistem lalu lintas jalur kiri (padahal di Belanda jalur kanan), dan buku
karya Raffles yang menjadi klasik, The History of Java (2 vols).
Amedeo Avogadro (1776-1856) dari Italia menemukan bahwa pada suhu dan
tekanan yang sama gas-gas yang bervolume sama ternyata mengandung jumlah
molekul yang sama. Inilah yang dikenal sebagai Hipotesis Avogadro.

1711 (300 tahun yang lalu)


Suku-suku bangsa Persia yang bermazhab Sunni menyatakan identitas sendiri
dengan nama AFGHANI dan negeri mereka Afghanistan (bahasa Persia: stan =
negeri), supaya dibedakan dari suku-suku bangsa Persia yang bermazhab Syiah,
yang pada tahun 1935 menyatakan diri dengan nama Iran. Jadi Iran dan
Afghanistan adalah sesama bangsa Persia, seperti Indonesia dan Malaysia yang
sesama bangsa Melayu.

1611 (400 tahun yang lalu)


Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam (bertahta 1607-1636) dari Aceh mulai
mengadakan ekspansi wilayah ke Semenanjung Malaka, dengan menaklukkan
kesultanan Kedah, Pahang dan Johor. Pada awal abad ke-17, Kesultanan Aceh
muncul sebagai kekuatan besar, kekuasaannya meliputi separoh Sumatera (Aceh,
Sumut, Sumbar dan Riau sekarang). Augustin de Beaulieu, musafir Perancis tahun
1664, melaporkan bahwa Aceh mempelajari pembuatan meriam dan pengolahan
mesiu dari Turki serta armada Aceh meliputi ratusan kapal besar, sepertiganya lebih
besar dari kapal-kapal Eropa!
VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), persatuan kompeni Belanda di Hindia
Timur yang berpusat di Ambon, memperoleh izin dari penguasa Jayakarta (Jakarta),
Pangeran Wijayakrama, untuk mendirikan benteng di pelabuhan Jayakarta. Sultan
Abulmafakhir Mahmud Abdulkadir dari Banten, sebagai atasan Wijayakrama, tidak
menyetujui hal ini, sehingga timbul ketegangan antara Banten dan Jakarta. Situasi
ini dimanfaatkan oleh Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal VOC, untuk merebut
Jayakarta (Jakarta)pada tanggal 30 Mei 1619 dan mengubah nama kota itu menjadi
Batavia (oleh lidah pribumi disebut Betawi). Nama Batavia ini eksis selama 323
tahun, dan baru lenyap pada tanggal 9 Desember 1942 ketika Pemerintah

Pendudukan Jepang mengembalikan lagi nama asli Jakarta. Tapi anehnya,


masyarakat Jakarta sekarang senang sekali mengaku anak Betawi, padahal Betawi
(Batavia) adalah nama kolonial.
Alkitab (The Bible) King James Version resmi diterbitkan oleh Kerajaan Inggris
setelah tujuh tahun digarap dan disempurnakan terjemahannya oleh para ahli
bahasa, termasuk William Shakespeare. Alkitab KJV ini merupakan rujukan standar
bagi terjemahan Alkitab di seluruh dunia, termasuk Alkitab terbitan LAI (Lembaga
Alkitab Indonesia).

1511 (500 tahun yang lalu)


Armada Portugis dipimpin Afonso de Albuquerque menaklukkan pelabuhan
Malaka, pusat perdagangan Asia Tenggara masa itu. Berakhirlah riwayat Kesultanan
Malaka setelah eksis sejak tahun 1400. Malaka direbut oleh Belanda dari Portugis
tahun 1641, lalu pada tahun 1818 Malaka ditukarkan dengan Bengkulu oleh Belanda
kepada Inggris.

1311 (700 tahun yang lalu)


Pemberontakan demi pemberontakan mulai terjadi di Kerajaan Majapahit terhadap
Raja Jayanagara (bertahta 1309-1328), sebab para pembesar Jawa banyak yang
tidak rela anak wong sabrang menjadi raja. Jayanagara adalah putra Kertarajasa
Jayawardhana (Raden Wijaya) dari Dara Petak putri Malayu. Istri-istri Raden Wijaya
yang lain, yaitu putri-putri Kertanagara raja terakhir Singhasari, berputra
perempuan atau tidak berputra. Pemberontakan Ranggalawe (1311), Sora (1313)
dan Nambi (1316) dapat ditumpas, tapi pemberontakan Kuti (1319) sempat
membuat Jayanagara mengungsi. Di sinilah mulai bersinar karier Kepala
Bhayangkari (pengawal raja) yang bernama Gajah Mada (1300-1364).
Katedral Notre Dame di Perancis yang termasyhur diresmikan pemakaiannya
setelah 99 tahun pembangunan (mulai 1212).

1211 (800 tahun yang lalu)


Jenghiz Khan (bertahta 1206-1227) pemimpin Mongol mulai mengadakan ekspansi
wilayah ke empat penjuru, dimulai dengan penaklukan Cina (1211-1215). Cucunya
Jenghiz Khan yang bernama Kubilai Khan (bertahta 1260-1294) menegakkan Dinasti

Yuan di Cina (1260-1368), kemudian digantikan Dinasti Ming (1368-1644). Kubilai


Khan mengirimkan utusan Meng Ki ke Singhasari tahun 1276, meminta agar Raja
Kertanagara (bertahta 1268-1292) mengakui kedaulatan Mongol. Sudah tentu
permohonan ini ditolak Kartanagara, bahkan Meng Ki diberi tanda pada dahinya dan
disuruh pulang ke Cina.
Giovanni Francesco yang lebih dikenal dengan nama Francis of Assisi (1182-1226)
mulai mempraktekkan bernyanyi di gereja sebagai bagian dari ibadah di samping
khutbah, misa, sakramen, dsb. Pada mulanya kegiatan bernyanyi di gereja ini
banyak yang menentang, sebab dianggap mencampuradukkan ibadah dengan
hiburan.

1111 (900 tahun yang lalu)


Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali (1058-1111), ulama dan ahli filsafat
termasyhur, meninggal dunia. Di Eropa dia dikenal dengan nama Algazel. Bukubukunya banyak yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia, misalnya Ihya
`Ulumuddin (Menghidupkan Ilmu-Ilmu Agama), Al-Munqid min al-Dhalal (Penyelamat
dari Kesesatan), Ya Ayyuha l-Walad (Wahai Anak), Kimiya` as-Sa`adah (Kimia
Kebahagiaan), Misykat al-Anwar (Lentera Cahaya), dsb.

1011 (1000 tahun yang lalu)


Wales ditaklukkan dan dipersatukan dengan England. Perlu diketahui bahwa Pulau
Great Britain dihuni tiga etnis: England, Scotland, Wales, dengan bahasa dan adatistiadat berbeda-beda. Great Britain dengan Irlandia Utara membentuk United
Kingdom. (Bahasa Indonesia rancu dalam hal ini: England = Inggris; Britain =
Inggris; United Kingdom = Inggris). Untuk menegaskan bahwa Wales adalah milik
England, sejak saat itu putra mahkota England selalu disebut Prince(ss) of Wales.

911 (1100 tahun yang lalu)


Abdurrahman III (bertahta 911-961) dari Dinasti Bani Umayyah di Cordova
(Spanyol) memproklamasikan dirinya sebagai Khalifah, menyaingi Khalifah AlMuqtadir (bertahta 908-932) dari Dinasti Bani Abbas di Baghdad (Irak). Dengan
demikian terdapat dua kekhalifahan di Dunia Islam: Kekhalifahan Barat (West
Caliphate) di Cordova dan Kekhalifahan Timur (East Caliphate) di Baghdad.

811 (1200 tahun yang lalu)


Charlemagne atau Charles The Great (bertahta 771-814), raja Frank, menaklukkan
Jerman dan mendirikan kota Hamburg.

711 (1300 tahun yang lalu)


Thariq ibn Ziyad, panglima Islam, diperintahkan Khalifah Walid ibn Abdil-Malik
(bertahta 705-715) dari Dinasti Bani Umayyah di Damaskus untuk menaklukkan
Spanyol. Hanya empat tahun (711-715) waktu yang diperlukan untuk menguasai
seluruh Semenanjung Iberia itu. Bukit tempat Thariq mendarat diberi nama Jabal
Thariq (Bukit Thariq), yang oleh lidah Eropa diucapkan Gibraltar. Delapan abad
lamanya (711-1492) Spanyol di bawah kekuasaan Islam, di mana kota-kota
Qurthubah (Cordova), Isybiliyah (Sevilla), Gharnathah (Granada), Barsyalunah
(Barcelona), dsb. menjadi tempat para mahasiswa Eropa menuntut berbagai macam
ilmu pengetahuan. Berkat pembelajaran dari universitas-universitas Islam di
Spanyol, Eropa bangkit dari masa kegelapan (Dark Ages) menuju masa Kelahiran
Kembali (Renaissance).

611 (1400 tahun yang lalu)


Nabi Muhammad s.a.w. (571-632) belum setahun menjadi Nabi dan Rasul (beliau
menerima wahyu yang pertama pada 6 Agustus 610). Pada tahun 611, beliau baru
memperoleh pengikut empat orang. Di samping Rasulullah s.a.w. sendiri, yang
memeluk agama Islam adalah Khadijah (istri Nabi), Ali ibn Abi Thalib (sepupu Nabi),
Zaid ibn Haritsah (anak angkat Nabi), dan Abu Bakar Shiddiq (teman akrab Nabi).
Sekarang, tahun 2011, umat Islam menempati peringkat kedua terbanyak di muka
bumi sesudah umat Nasrani. Ada baiknya kita simak baik-baik analisis dari majalah
terkemuka The Economist edisi 19 December 2007, dalam artikel berjudul The
Bible v the Quran: The Battle of the Books :
The Christians entered the 21st century with a big head start. There are 2 billion of
them in the world compared with 1.5 billion Muslims. But Islam had a better 20th
century than Christianity. The world's Muslim population grew from 200m in 1900 to
its current levels. Christianity has shrivelled in Christendom's European heart. Islam
is resurgent across the Muslim world. Many Christian scholars predict that Islam will
overtake Christianity as the world's largest religion by 2050.

posted by irfan anshory at 7:07 PM 3 Comments

Tuesday, December 28, 2010


Mengapa Sepekan Tujuh Hari ?
NAMA-NAMA HARI DALAM SEPEKAN
oleh
IRFAN ANSHORY

PADA ZAMAN PURBA, sebelum ilmu astronomi modern berkembang, ada tujuh
benda langit yang dianggap beredar mengelilingi bumi. Posisi ketujuh benda langit
ini selalu berpindah-pindah, berbeda dengan bintang-bintang yang dianggap tetap
tempatnya (fixed stars). Ketujuh benda langit tersebut adalah Matahari, Bulan, dan
lima planet yang namanya diambil dari nama dewa-dewa.
Orang Romawi menamai lima planet itu Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, dan
Saturnus. Orang Yunani memberi nama Ares, Hermes, Zeus, Aphrodite, dan Cronus.
Orang Jerman menamai mereka Diens, Woden, Donner, Frigg, dan Saturne. Orang
Anglo-Saxon seperti Inggris memakai nama Tiw, Woden, Thor, Frigg, dan Saturne.
Ketujuh benda langit di atas sudah diamati oleh masyarakat purba sejak zaman
Mesopotamia, antara lain untuk mengetahui perhitungan waktu dan musim yang
sangat diperlukan para petani. Karena kehadiran benda-benda langit itu dirasakan
berpengaruh kepada keadaan di bumi dan kehidupan manusia, maka tujuh benda
langit itu mengesankan kemahakuasaan, dan lalu dianggap sebagai tuhan yang
disembah dan dipuja.
Dari situlah muncul konsep tujuh hari dalam satu pekan (week), sebagai akibat
praktek menyembah satu tuhan satu hari. Nama-nama hari yang tujuh langsung
diambil dari nama tujuh benda langit: Hari Matahari (Dies Solis), Hari Bulan (Dies
Lunae), Hari Mars (Dies Martis), Hari Merkurius (Dies Mercurii), Hari Jupiter (Dies
Jovis), Hari Venus (Dies Veneris), dan Hari Saturnus (Dies Saturni).
Mari kita perhatikan nama-nama hari dalam beberapa bahasa Eropa, yang
tercantum dalam tabel di bawah.
Inggris: Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday.
Belanda: Zondag, Maandag, Dinsdag, Woensdag, Donderdag, Vrijdag, Zaterdag.
Jerman: Sonntag, Montag, Dienstag, Mittwoch, Donnerstag, Freitag, Samstag.
Perancis: dimanche, lundi, mardi, mercredi, jeudi, vendredi, samedi.
Italia: domenica, lunedi, martedi, mercoledi, giovedi, venerdi, sabato.
Spanyol: domingo, lunes, martes, miercoles, jueves, viernes, sabado.
Portugis: deominggo, segundafeira, terafeira, quartafeira, qiuntafeira, sextafeira,

sabado.
Benda langit yang paling dominan tentu matahari. Itulah sebabnya penyembahan
matahari paling utama, sehingga nama hari pertama selalu berarti Hari Matahari
atau Hari Tuhan (dari nama Sunday sampai nama deominggo), dan hari
pertama ini dianggap sakral oleh masyarakat Eropa. Kata orientation dalam
bahasa Inggris bermakna menghadap ke timur yang dulunya berhubungan
dengan upacara penyembahan matahari.
Sejak zaman purba, peribadatan orang-orang Eropa kepada Tuhan mereka selalu
dilaksanakan pada hari pertama. Ketika bangsa-bangsa Eropa memeluk agama
Kristen, ibadah pada hari pertama ini mereka lestarikan. Demikian juga tanggal 25
Desember, yang diyakini sebagai hari lahir Mithra dewa matahari Romawi, dijadikan
hari lahir Nabi Isa Al-Masih a.s.
Bangsa Ibrani dan bangsa Arab juga menganut sistem tujuh hari sepekan (sebab
mereka keturunan Nabi Ibrahim a.s. orang Mesopotamia), tetapi mereka menamai
hari dengan angka-angka tanpa dikaitkan dengan benda langit. Dalam bahasa
Ibrani, nama-nama hari adalah Yom Rishon (hari pemula), Yom Sheni (hari ke-2),
Yom Silishi (hari ke-3), Yom Rebii (hari ke-4), Yom Hamishi (hari ke-5), Yom Shishi
(hari ke-6), dan Yom Shabbat (hari istirahat). Bahasa Arab yang serumpun dengan
bahasa Ibrani memiliki nama-nama yang mirip: Yaum Ahad (hari pertama), Yaum
Itsnain (hari ke-2), Yaum Tsulatsa (hari ke-3), Yaum Arbi`a (hari ke-4), Yaum Khamis
(hari ke-5), Yaum Jumu`ah (hari berkumpul), dan Yaum Sabt (hari ke-7).
Bangsa Indonesia sebelum Islam memakai nama-nama hari dalam bahasa
Sansekerta: Raditya, Soma, Anggara, Budha, Brehaspati, Sukra, Sanaiscara. Tetapi
setelah Islam datang, nama-nama hari kita ambil dari bahasa Arab: Ahad, Senin,
Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu. Hari Ahad mempunyai sinonim Minggu, yang
berasal dari bahasa Portugis deominggo.
Istilah Hari Minggu sebenarnya redundant, sebab minggu artinya hari. Tapi
karena terlanjur populer, apa boleh buat. Sama seperti Gurun Sahara dan Danau
Ranau yang juga redundant. Dalam bahasa Arab sahara artinya gurun, dan
dalam bahasa Lampung ranau artinya danau. Kita tidak usah mempersoalkan
mana yang lebih tepat: Ahad atau Minggu, sebab kedua-duanya sinonim dan
merupakan kekayaan bahasa kita.***

posted by irfan anshory at 7:35 PM 2 Comments


Tuesday, November 23, 2010
Asian Games

ASIAN GAMES DARI MASA KE MASA


(Peringkat 1-5, perolehan medali dan posisi Indonesia)

ASIAN GAMES I (New Delhi, 1951)


1.
2.
3.
4.
5.
7.

Jepang (24-20-16)
India (15-16-21)
I r a n (8-7-1)
Singapura (5-6-2)
Filipina (4-6-8)
Indonesia (0-0-5)

ASIAN GAMES II (Manila, 1954)


1. Jepang (38-34-23)
2. Filipina (14-11-12)
3. Korsel (8-5-5)
4. Pakistan (5-6-2)
5. India (5-4-8)
11. Indonesia (0-0-3)

ASIAN GAMES III (Tokyo, 1958)


1. Jepang (67-41-30)
2. Filipina (8-19-22)
3. Korsel (8-7-12)
4. I r a n (7-14-11)
5. Taiwan (6-11-17)
14. Indonesia (0-0-6)

ASIAN GAMES IV (Jakarta, 1962)


1.
2.
3.
4.
5.

Jepang (73-55-24)
Indonesia (11-12-28)
India (10-13-11)
Pakistan (8-11-8)
Filipina (7-6-25)

ASIAN GAMES V (Bangkok, 1966)

1.
2.
3.
4.
5.
7.

Jepang (78-53-33)
Korsel (12-18-21)
Thailand (12-14-11)
Malaysia (7-5-6)
India (7-3-11)
Indonesia (5-5-11)

ASIAN GAMES VI (Bangkok, 1970)


1.
2.
3.
4.
5.
9.

Jepang (74-47-23)
Korsel (18-13-23)
Thailand (9-17-13)
I r a n (9-7-7)
India (6-9-10)
Indonesia (2-5-13)

ASIAN GAMES VII (Tehran, 1974)


1.
2.
3.
4.
5.
9.

Jepang (75-50-51)
I r a n (36-28-17)
C i n a (33-45-28)
Korsel (16-26-15)
Korut (15-14-17)
Indonesia (3-4-4)

ASIAN GAMES VIII (Bangkok, 1978)


1.
2.
3.
4.
5.
7.

Jepang (70-59-49)
C i n a (51-54-46)
Korsel (18-20-31)
Korut (15-13-15)
Thailand (11-12-19)
Indonesia (8-7-9)

ASIAN GAMES IX (New Delhi, 1982)


1. C i n a (61-51-41)
2. Jepang (57-52-44)
3. Korsel (28-28-37)

4. Korut (17-19-20)
5. India (13-19-25)
6. Indonesia (4-4-7)

ASIAN GAMES X (Seoul, 1986)


1.
2.
3.
4.
5.
9.

C i n a (94-82-46)
Korsel (93-55-76)
Jepang (58-76-77)
I r a n (6-6-10)
India (5-9-23)
Indonesia (1-5-14)

ASIAN GAMES XI (Beijing, 1990)


1.
2.
3.
4.
5.
7.

C i n a (175-103-51)
Korsel (52-51-72)
Jepang (38-59-75)
Korut (12-30-38)
Pakistan (4-1-7)
Indonesia (3-5-21)

ASIAN GAMES XII (Hiroshima, 1994)


1. C i n a (137-92-60)
2. Korsel (63-53-63)
3. Jepang (59-68-80)
4. Kazakhstan (25-26-26)
5. Uzbekistan (10-11-19)
11. Indonesia (3-12-11)

ASIAN GAMES XIII (Bangkok, 1998)


1. C i n a (129-77-68)
2. Korsel (65-47-52)
3. Jepang (52-61-68)
4. Thailand (24-26-40)
5. Kazakhstan (24-24-30)
11. Indonesia (6-10-11)

ASIAN GAMES XIV (Busan, 2002)


1. C i n a (150-84-74)
2. Korsel (96-80-84)
3. Jepang (44-74-72)
4. Kazakhstan (20-26-30)
5. Uzbekistan (15-12-24)
14. Indonesia (4-7-12)

ASIAN GAMES XV (Doha, 2006)


1. C i n a (165-88-63)
2. Korsel (58-53-82)
3. Jepang (50-71-77)
4. Kazakhstan (23-19-43)
5. Thailand (13-15-26)
22. Indonesia (2-3-15)

ASIAN GAMES XVI (Guangzhou, 2010)

posted by irfan anshory at 8:31 PM 0 Comments


Saturday, October 30, 2010
Modernisasi dan Integrasi Nusantara
MODERNISASI DAN INTEGRASI NUSANTARA
oleh
Irfan Anshory

MESKIPUN agama Islam telah datang ke Indonesia sejak abad ke-7 atau ke-8,
penyebaran Islam di tanah air kita yang sangat luas ini berlangsung secara
berangsur-angsur. Dalam naskah Suma Oriental (Catatan Dunia Timur) yang ditulis
Tome Pires, musafir Portugis yang berdiam di Malaka tahun 1512-1515, terdapat
keterangan bahwa pada masa itu Islam baru tersebar di daerah jalur niaga:
Semenanjung Malaka, pantai timur Sumatera dari Aceh sampai Palembang, pantai
utara Jawa dari Cirebon sampai Surabaya, pantai utara Kalimantan di sekitar Brunai,

dan Kepulauan Maluku. Dijelaskan oleh Tome Pires bahwa nama Maluku berasal dari
Jazirat al-Muluk (Kepulauan Raja-Raja), istilah yang digunakan para pedagang
Muslim. Daerah-daerah Nusantara selebihnya, kata Tome Pires, belum mengenal
Islam, meskipun terdengar berita bahwa penduduk Minangkabau di Sumatera serta
penduduk Sunda di Jawa sudah banyak yang tertarik kepada agama Muhammad.
Lihat: Armando Cortesao (Ed.), The Suma Oriental of Tome Pires. An Account of the
East, written in Malacca 1512-1515, translated from Portuguese, The Hakluyt
Society, London, 1944.
Uraian Tome Pires di atas menunjukkan bahwa sampai akhir abad ke-15 penyebaran
Islam di Nusantara sebagian besar berkaitan erat dengan kegiatan perdagangan.
Sejak abad ke-16 peranan para ulama menjadi lebih dominan dalam penyebaran
Islam, dengan ditunjang kekuasaan politik dari kesultanan-kesultanan Demak (14811561), Banten (1552-1812), dan Aceh (1514-1910). Dari pusat-pusat Islam di Jawa
dan Sumatera, Islam disebarkan ke seluruh Nusantara. Abad ke-16 boleh dikatakan
sebagai Era Islamisasi Paripurna, sehingga pada abad ke-17 Islam telah menjadi
kekuatan yang sangat dominan di tanah air kita. Lihat: Merle Calvin Ricklefs, A
History of Modern Indonesia, Palgrave, London, 2001.

Modernisasi Nusantara
Tersebarnya Islam di Nusantara membawa getaran dinamika baru yang belum
pernah ada pada masa pra-Islam. Daerah-daerah yang pada zaman Hindu-Buddha
masih merupakan terra incognita (wilayah tak dikenal) kini mulai memasuki era
peradaban dan budaya modern dengan munculnya kota-kota Muslim yang
kosmopolitan. Dinamika kota-kota Muslim di Nusantara digambarkan oleh Prof.Dr.
Anthony Reid dari Australia dalam buku (kumpulan karangan) Indonesia: Australian
Perspectives, Australian National University, Canberra, 1980.
Kota-kota Aceh, Banten dan Makassar pada awal abad ke-17 merupakan pusat
perdagangan yang ramai dengan memiliki sekitar 100.000 penduduk, sementara
penduduk London, Amsterdam dan Lissabon kurang dari 50.000. Di antara kota-kota
di Eropa saat itu, hanya Paris dan Napoli yang berpenduduk di atas 100.000 jiwa.
Kesultanan-kesultanan di Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan
kesultanan-kesultanan Usmani (Turki), Safawi (Persia) dan Mughal (India). Aceh dan
Ternate mempelajari cara pembuatan meriam dan pengolahan mesiu dari Turki.
Augustin de Beaulieu, musafir Perancis tahun 1664, melaporkan bahwa armada
Aceh meliputi ratusan kapal besar, sepertiganya lebih besar dari kapal-kapal Eropa,
sehingga Aceh dipandang sebagai ancaman terus-menerus bagi Portugis. Sir Francis
Drake, orang Inggris pertama mengelilingi bumi yang singgah di Ternate tahun
1579, bercerita bahwa semua kapal Ternate dilengkapi mesiu produksi dalam
negeri. Ludovico Varthema, pengembara Venesia akhir abad ke-16, juga menulis

tentang pelayarannya dari Banjarmasin ke Tuban menumpang kapal Banten yang


sudah menggunakan kompas.
Alexander de Rhodes yang berkunjung ke Makassar tahun 1658 menceritakan
bahwa penguasa Makassar Karaeng Pattingaloang (mertua Sultan Hasanuddin)
ternyata ahli matematika, memiliki peta dunia (mappa mundi) dengan deskripsi
bahasa Latin, mengoleksi buku-buku berbahasa Spanyol, dan mahir berbahasa
Portugis sefasih orang Lissabon sendiri. Sebuah teleskop yang diimpor dari Italia
tiba di Makassar tahun 1654, hanya 45 tahun sesudah Galileo mengembangkan
teropong jauh itu.
Fakta-fakta di atas membuktikan bahwa Islam membawa masyarakat Nusantara
memasuki era modernisasi dan globalisasi. Akan tetapi yang paling signifikan
adalah penanaman benih-benih integrasi di kalangan suku-suku di Nusantara, yang
buahnya kita nikmati hari ini berupa Persatuan Indonesia yang sering kita
banggakan. Setelah Islam tersebar di Nusantara, mulailah berlangsung
persaudaraan dan pembauran antar suku yang belum pernah ada sebelumnya.

Integrasi Nusantara
Baru pada zaman Islam, seseorang dari suatu daerah tertentu dapat menjadi tokoh
penting di daerah yang lain, dengan tidak memandang dari suku apa dia berasal,
karena telah diperekatkan oleh ajaran suci Al-Quran bahwa sesungguhnya orangorang beriman itu bersaudara. Fatahillah dari Pasai menjadi panglima balatentara
Demak, lalu mendirikan kota Jakarta. Ki Geding Suro dari Demak mendirikan
Kesultanan Palembang. Syaikh Yusuf dari Makassar menjadi mufti Kesultanan
Banten. Beberapa sultan Aceh adalah orang suku Melayu dan suku Bugis, bahkan
ada yang keturunan Arab! Masih banyak lagi contoh yang lain. Pada zaman sebelum
Islam hal ini belum pernah terjadi, sebab belum ada rasa persaudaraan antar suku.
Itulah sebabnya mengapa di Bandung ada Jalan Diponegoro dan Jalan Sultan Agung,
tapi tidak kita jumpai Jalan Gajah Mada!
Berabad-abad sebelum lahir faham nasionalisme, jiwa dan rasa satu bangsa
pertama kali ditanamkan oleh Islam! Perhatikan saja nama ulama-ulama termasyhur
kita zaman dahulu: Syaikh Abdurrauf al-Jawi al-Fansuri (Pansur), Syaikh
Abdussamad al-Jawi al-Falimbani (Palembang), Syaikh Nawawi al-Jawi al-Bantani
(Banten), Syaikh Arsyad al-Jawi al-Banjari (Banjar), Syaikh Syamsuddin al-Jawi asSumbawi (Sumbawa), Syaikh Yusuf al-Jawi al-Maqashshari (Makassar), Syaikh
Abdulkamil al-Jawi at-Tiduri (Tidore), dan lain-lain. Semua mengaku Jawi (bangsa
Jawa), dari suku mana pun dia berasal.
Berabad-abad sebelum istilah Indonesia diciptakan oleh ahli geografi James

Richardson Logan tahun 1850, nenek moyang kita menamakan diri bangsa Jawa,
sebab orang Arab sejak zaman purba menyebut kepulauan kita Jazair al-Jawa
(Kepulauan Jawa). Sampai hari ini, jemaah haji kita masing sering dipanggil Jawa
oleh orang Arab. Samathrah, Sundah, Sholibis, kulluh Jawi! demikian kata seorang
pedagang di Pasar Seng, Makkah. Sumatera, Sunda, Sulawesi, semuanya Jawa!
Sangat menarik apa yang pernah dikemukakan Prof.Dr. Hamka sebagai berikut:
Sudah beratus-ratus tahun lebih dahulu sebelum gerakan kebangsaan, orang Islam
yang naik haji ke Mekkah, seketika ditanyai siapa nama dan apa bangsa, mereka
telah menjawab nama saya si Fulan dan saya bangsa Jawa! Terus datang
pertanyaan lagi: Jawa apa? Baru dijawab Jawa Padang, Jawa Sunda, Jawa Bugis,
Jawa Banjar, dan suku Jawa sendiri disebut Jawa Meriki. Padahal orang-orang
berpendidikan Belanda, kalau datang ke Negeri Belanda, tidaklah dapat
memberikan jawaban setegas itu. Sampai Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang
ada baru Jong Java, Jong Sumatra, Jong Celebes, dan berbagai macam Jong. Marilah
kita bersaksi kepada sejarah, mari kita buka kartu sekarang: siapakah yang terlebih
dahulu menyadari rasa kebangsaan, kalau bukan bangsa Indonesia yang beragama
Islam? (Rubrik Dari Hati ke Hati, majalah Pandji Masjarakat, No.4, 20 November
1966).
Sebelum Islam datang ke Indonesia, bahasa Melayu hanya dipakai di Sumatera dan
Semenanjung Malaka. Bahasa Melayu baru tersebar di Nusantara bersamaan
dengan penyebaran Islam. Para ulama, di samping memperkenalkan agama baru,
juga memperkenalkan bahasa baru sebagai bahasa persatuan. Sebagai huruf
persatuan digunakan Huruf Arab-Melayu, yang dilengkapi tanda-tanda bunyi yang
tidak ada dalam huruf Arab aslinya. Huruf `ain diberi tiga titik menjadi nga; huruf
nun diberi tiga titik menjadi nya; huruf jim diberi tiga titik menjadi ca; dan huruf kaf
diberi satu titik menjadi ga. Alhasil, masyarakat dari Aceh sampai Ternate
berkomunikasi dengan bahasa dan aksara yang sama.
Bahasa Melayu juga dipakai dalam berkomunikasi dengan bangsa asing. Surat
Sultan Baabullah dari Ternate kepada raja Portugal tahun 1570, surat Sultan
Alauddin Riayat Syah dari Aceh kepada Ratu Elizabeth I di Inggris tahun 1601, dan
surat Pangeran Aria Ranamanggala dari Banten kepada Gubernur-Jenderal VOC Jan
Pieterszoon Coen tahun 1619, semuanya memakai bahasa Melayu. Itulah sebabnya
Jan Huygen van Linschoten, dalam bukunya Itinerario tahun 1595, wanti-wanti
berpesan agar orang Eropa yang ingin datang ke Kepulauan Hindia harus tahu
bahasa Melayu, sebab di setiap pelabuhan bahasa itu yang dipakai. Kata van
Linschoten, seseorang yang tidak berbahasa Melayu tidak akan diterima oleh
penduduk Hindia sebagai bagian dari komunitas mereka.
Dari seluruh data dan fakta yang telah kita bahas, jelas sekali betapa besar peranan
Islam dalam melahirkan dan memupuk integrasi bangsa Indonesia. Ketika pada
awal abad ke-20 muncul faham nasionalisme yang berkulminasi pada Sumpah

Pemuda 28 Oktober 1928, gagasan satu nusa, satu bangsa, satu bahasa
persatuan itu segera memperoleh respons positif dari masyarakat di seluruh
Nusantara. Hal itu disebabkan kenyataan bahwa benih-benih persatuan dan
kesatuan nasional memang telah ditanam dan disemaikan oleh ajaran Islam
berabad-abad sebelumnya di seantero penjuru kepulauan tanah air kita.***

DISKUSI / TANYA JAWAB DI MASJID SALMAN ITB

Pertanyaan/Sanggahan (dari tiga hadirin)


(1) Saudara mengatakan di zaman Hindu/Buddha belum ada benih-benih persatuan
Indonesia. Bukankah Majapahit pernah mempersatukan Nusantara?
(2) Istilah Nusantara dan Bhinneka Tunggal Ika yang sekarang kita pakai adalah
warisan Majapahit.
(3) Adityawarman panglima Majapahit berasal dari Sumatera. Jadi Majapahit pun
sudah menanamkan benih persatuan Indonesia.

Jawab
(1) Berita bahwa Majapahit pernah mempersatukan Indonesia hanya ada pada
naskah Nagarakretagama karangan pujangga Prapanca, yang menulis dengan
maksud memuji-muji rajanya, Hayam Wuruk. Itulah sebabnya para ahli sejarah
banyak yang meragukan, apa betul keterangan Prapanca bahwa Majapahit pernah
mempersatukan Indonesia. Faktanya, tidak ada satu prasasti pun atau sumber
sejarah lain mengatakan begitu. Prasasti-prasasti zaman Majapahit serta naskah
Pararaton yang sezaman dengan Nagarakretagama mengatakan bahwa kekuasaan
Majapahit hanya meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali. Jawa Barat (Sunda)
tidak disebut-sebut sebagai wilayah Majapahit, apalagi luar Jawa.

(2) Istilah Nusantara di zaman Majapahit berbeda sekali artinya dengan


Nusantara yang kita pakai sekarang. Yang disebut Nusantara oleh orang-orang
Majapahit adalah pulau-pulau di luar Jawa. Bahasa Sansekerta: nusa = pulau;
antara = luar, seberang. Jadi pada zaman Majapahit, Pulau Jawa bukan Nusantara!
Nusantara adalah daerah seberang yang ingin dikalahkan oleh Majapahit. Kita
tentu ingat ucapan Gajah Mada dalam kitab Pararaton: Lamun huwus kalah
Nusantara, isun amukti palapa (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, saya baru
akan istirahat).
Pada tahun 1920-an Ernest Douwes Dekker atau Dr. Setiabudi mempopulerkan kata
Nusantara sebagai alternatif dari istilah Hindia-Belanda (Nederlandsch-Indie). Istilah

Nusantara itu diberi arti baru, yaitu nusa di antara dua benua dan dua samudera,
yang berbeda artinya dengan Nusantara zaman Majapahit. Jadi yang kita pakai
sekarang "antara" bahasa Melayu, bukan "antara" bahasa Sansekerta.
Istilah Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda itu, satu itu) memang kita ambil dari
Majapahit, tapi pengertiannya jauh berbeda. Pada masa Majapahit, istilah itu berarti
persatuan Hindu dan Buddha (sinkretisme agama), sedangkan kita sekarang
mengartikannya persatuan suku bangsa. Istilah-istilah sembahyang, puasa, surga,
neraka, pahala, dosa, dsb. juga kita warisi dari masa pra-Islam, tapi sekarang kita
beri pengertian baru yang islami dan tentu sangat jauh berbeda. Sekali lagi, yang
kita pinjam hanya kata-katanya, sedangkan konsepnya sudah tidak lagi sama.
(3) Menurut Pararaton, Adiyawarman adalah sepupu Jayanagara raja Majapahit.
Ibunya Adiyawarman bernama Dara Jingga, saudara kandung Dara Petak, ibunya
Jayanagara. Kalau tidak ada hubungan famili, jangan harap orang seberang
menjadi pejabat di Majapahit! Memang kita-kita ini bersaudara setelah memeluk
agama Islam.***

posted by irfan anshory at 6:47 PM 0 Comments


Sunday, September 26, 2010
Tafsir Surat Ath-Thariq
AIR MEMANG TURUN DARI LANGIT
(TAFSIR SURAT ATH-THAARIQ)
oleh
IRFAN ANSHORY

SURAT ATH-THAARIQ, yang dalam mushaf Al-Quran merupakan Surat ke-86 dan
terdiri dari 17 ayat, diwahyukan di Makkah pada tahun kedelapan masa kenabian,
yaitu sekitar tahun 618 Masehi, sesudah Surat Qaaf dan Surat al-Balad. Pada saat
itu kaum musyrikin sedang frustrasi melihat perkembangan Islam yang makin
pesat. Berbagai teror dan intimidasi tidaklah menggoyahkan iman kaum Muslimin
yang dari hari ke hari makin banyak jumlahnya. Maka orang-orang Quraisy di
Makkah merancang rekayasa jahat terhadap Nabi Muhammad s.a.w. beserta para
shahabat beliau berupa pengucilan dan pemboikotan dari segala aktivitas. Para
pembesar Quraisy melarang penduduk Makkah untuk melakukan transaksi apapun
dengan kaum Muslimin, termasuk kegiatan jual beli dan pernikahan. Dalam situasi
demikian inilah Surat ath-Thaariq diwahyukan oleh Allah SWT.
Salah satu perbedaan antara Surat-surat Makkiyah (yang diwahyukan di Makkah)

dan Surat-surat Madaniyah (yang diwahyukan di Madinah) adalah bahwa pada


Surat-surat Makkiyah Allah sering bersumpah dengan berbagai fenomena alam
ciptaan-Nya, agar manusia benar-benar memperhatikan atau menalari secara serius
hal-hal yang disumpahkan Allah itu. Kalimat sumpah itu diawali oleh kata wa
(demi) yang terdapat pada 17 Surat (37, 51, 52, 53, 68, 74, 77, 79, 85, 86, 89, 91,
92, 93, 95, 100, 103), dan kata laa uqsimu (tidak, Aku bersumpah) yang terdapat
pada tujuh Surat (56, 69, 70, 75, 81, 84, 90). Selain dengan fenomena alam, Allah
juga bersumpah dengan Kitab Al-Quran pada lima Surat (36, 38, 43, 44, 50).

Wa s-samaai wa th-thaariq (ayat 1). Terjemahan harfiahnya: Demi langit, demi


ath-thaariq. Allah SWT bersumpah dengan langit (as-samaa) serta dengan suatu
benda langit yang disebut ath-thaariq. Istilah ini berasal dari kata kerja tharaqa
yang artinya mengetuk, satu akar kata dengan thariiq (jalan; tempat kaki
mengetuk) dan mithraq (palu; alat pengetuk). Dalam bahasa Arab sehari-hari,
istilah thaariq digunakan untuk menyebut tamu yang jarang muncul dan tiba-tiba
datang di malam hari, atau seperti kata Prof. Dr. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar Juz
30, orang yang mengetuk pintu tengah malam agak keras, supaya yang empunya
rumah lekas bangun, karena dia membawa berita penting, atau seperti penjelasan
Prof. Dr. Muhammad Asad dari Austria dalam buku tafsirnya The Message of the
Quran (Pesan Al-Quran), a person who comes to a house by night to knock at
the door.
Dengan demikian jelaslah bahwa ath-thaariq dalam ayat ini adalah benda langit
yang langka kehadirannya. Tidak setiap malam kita dapat menyaksikannya di
langit, sebab dia datang sewaktu-waktu atau secara periodik. Benda langit yang
seperti itu tiada lain adalah komet, yang oleh nenek moyang kita disebut bintang
berekor.
Mohammed Marmaduke Pickthall, ulama Muslim berkebangsaan Inggris, dalam
terjemahan Al-Quran The Meaning of the Glorious Koran, ketika membahas Surat
at-Thaariq mengatakan: Some have thought that it refers to a comet which alarmed
the East about the time of the Prophets call. Others believe that this and other
introductory verses, hard to elucidate, hide scientific facts unimagined at the period
of revelation (Beberapa penafsir berpendapat bahwa at-thaariq merujuk kepada
sebuah komet yang menggemparkan Dunia Timur semasa dakwah Nabi. Para
penafsir lain meyakini bahwa ayat ini dan beberapa ayat pembuka dalam Surat
lainnya, yang sukar untuk dijelaskan, menyembunyikan fakta-fakta ilmiah yang
tidak terbayangkan pada periode turunnya wahyu).

Wa maa adraaka maa th-thaariq? (ayat 2). Terjemahan harfiahnya: Dan apakah
yang membuatmu tahu tentang ath-thaariq?. Sering juga diterjemahkan secara
bebas: Tahukah kamu apakah ath-thaariq itu? Allah menggunakan kalimat wa

maa adraaka (tahukah kamu) hanya dalam 10 Surat (69, 74, 77, 82, 83, 86, 90,
97, 101, 104) untuk mempertegas istilah-istilah yang unik. Biasanya wa maa
adraaka digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan hari
kiamat (yaumud-diin, yaumul-fashl, haqqah, qaari`ah) atau azab neraka (saqar,
sijjiin, haawiyah, huthamah) atau sesuatu yang misteri seperti lailatul-qadr. Satusatunya benda langit yang dijelaskan dengan wa maa adraaka hanyalah thaariq.
Hal ini memperkuat penalaran kita bahwa thaariq adalah benda langit yang tidak
biasa atau jarang datang, yaitu komet yang muncul sekali dalam puluhan atau
ratusan tahun. Benda-benda langit yang lain, seperti matahari (syams), bulan
(qamar), bintang (najm), gugus bintang (buruuj) dan planet (kaukab), tidak pernah
diterangkan dengan wa maa adraaka sebab istilah-istilah itu memang sudah jelas
maknanya dan bendanya dapat kita saksikan setiap waktu.
Identifikasi benda langit thaariq dengan "komet" ditunjang oleh data astronomi.
Ketika Surat ath-Thaariq diwahyukan Allah pada tahun kedelapan kenabian atau
tahun 618 Masehi, pada tahun itu muncul komet besar yang termasyhur dalam
sejarah, yaitu apa yang sekarang kita namakan Komet Halley. Periode kedatangan
komet ini pertama kali diteliti oleh ahli astronomi Inggris, Edmond Halley (1656
1742). Komet Halley datang rata-rata 76 tahun sekali, dan tahun kedatangannya
ternyata dicatat oleh berbagai bangsa sepanjang zaman. Data astronomi telah
merekam kehadirannya mulai tahun 390 sampai 1986 Masehi. Inilah tahun-tahun
kedatangan Komet Halley: 390, 467, 542, 618 (zaman Nabi), 695, 772, 847, 923,
998, 1074, 1151, 1226, 1302, 1379, 1456, 1531, 1607, 1682 (zaman Halley), 1758,
1835, 1910, 1986 (mungkin Anda menyaksikannya), dan Insya Allah kelak akan
muncul kembali tahun 2061 atau 2062.

An-najmu ts-tsaaqib (ayat 3). Terjemahan harfiahnya: Benda langit yang


melubangi. Benda-benda langit selain matahari dan bulan dalam bahasa Arab
disebut dengan istilah umum najm (jamak atau pluralnya nujuum), berasal dari kata
kerja najama yang artinya muncul kecil-kecil secara berserakan. Itulah sebabnya
istilah najm dapat juga berarti rerumputan yang berserakan di permukaan bumi,
seperti pada Surat ar-Rahmaan ayat 6: wa n-najmu wa sy-syajaru yasjudaan
(Rerumputan dan pepohonan kedua-duanya bersujud kepada Allah). Dalam
kebanyakan ayat-ayat Al-Quran, kata najm tepat diterjemahkan bintang, tetapi
dalam Surat ath-Thaariq ini kita terjemahkan dengan istilah umum benda langit.
Adapun kata tsaaqib berasal dari kata kerja tsaqaba yang artinya melubangi, satu
akar kata dengan tsuqbah (lubang), mitsqab (bor, alat melubangi) dan
tsaaqibaat (hewan pelubang atau ordo Rodentia dalam biologi). Jadi tsaaqib
berarti sesuatu yang melubangi.
Informasi Allah dalam ayat 3 ini makin memperkuat penafsiran kita bahwa aththaariq memang ternyata komet. Sebagaimana dipelajari dalam ilmu astronomi,

komet adalah benda langit yang diameternya puluhan kilometer, tersusun dari
campuran es (air padat) yang meliputi lima perenam bagian dan sisanya kotoran
debu. Itulah sebabnya komet-komet dijuluki dirty snowballs. Mereka mengelilingi
matahari seperti planet-planet tetapi orbitnya berbentuk ellips yang sangat jauh,
sehingga komet-komet ini muncul sekali dalam puluhan atau ratusan tahun. Ketika
sebuah komet mendekati matahari, panas matahari mencairkan dan menguapkan
material es, membentuk ekor atau rambut berukuran ribuan kilometer yang
tampak dari bumi. Itulah sebabnya benda langit ini dinamai komet, berasal dari
kata Yunani, koma, yang berarti rambut. (Tanda baca koma adalah titik yang
diberi rambut). Kini diketahui bahwa pada tapal batas tatasurya di seberang planet
Pluto terdapat sarang komet yang disebut Oort Cloud, dari nama astronom
Belanda Jan Hendrik Oort (19001992), dan diperkirakan mengandung ribuan
komet.
Pada proses pembentukan tatasurya (solar system), komet-komet membombardir
atau melubangi permukaan planet-planet bertanah (terrestrial planets) yang dekat
dengan matahari, termasuk bumi, menyumbangkan air yang merupakan syarat
mutlak adanya kehidupan. Di antara planet-planet penerima air itu, hanya planet
bumi yang mampu menjaga air dalam wujud cairan. Venus terlalu panas sehingga
air menguap, sedangkan Mars terlalu dingin sehingga air membeku. Tanpa proses
pelubangan dari komet-komet, bumi kita tidak mempunyai air! Sungguh Maha
Benar Allah yang berulangkali menegaskan dalam Al-Quran nazzalnaa mina ssamaai maa (Kami telah menurunkan air dari langit), sebab air di bumi ini
memang berasal dari langit, yaitu sumbangan dari komet (thaariq) yang merupakan
benda langit yang melubangi (an-najmu ts-tsaaqib).
Penelitian terhadap spektrum-spektrum yang dipancarkan oleh Komet Halley
(1986), Komet Shoemaker-Levy (1994), Komet Hyakutake (1996), Komet Hale-Bopp
(1997) Komet Wild-2 (2000) dan Komet Borrelly (2001) menunjukkan bahwa
perbandingan isotop hidrogen dan deuterium pada H2O air laut ternyata sama
persis dengan pada H2O komet-komet tersebut. Fakta ini merupakan bukti kimiawi
bahwa air di bumi memang berasal dari komet! Jadi komet-komet dikirimkan Allah
SWT untuk membawa materi paling berharga sebagai syarat kehidupan kepada
planet bumi, yaitu air. Adanya air menyebabkan bumi merupakan satu-satunya
komponen tatasurya yang layak untuk tempat berkembangnya makhluk hidup.
Tanpa adanya air, kehidupan di muka bumi mustahil terjadi.
Dr.Molly Bloomfield, dalam bukunya Chemistry and the Living Organism (John Wiley
& Sons, New York, 1996, hal. 270), menerangkan: Over 100,000 comets had
collided with the Earth during its first billion years, brought water to the Earths
surface. (Lebih dari 100.000 komet telah berbenturan dengan Bumi selama
semiliar tahun pertamanya, membawa air ke permukaan Bumi).
Dr. Isaac Asimov, dalam bukunya Frontiers: New Discoveries about Man and His

Planet, Outer Space and the Universe (Mandarin Paperbacks, London, 1991,
hal.219), mengatakan: In the early times of the solar system, there were a large
number of collisions between comets and the planetary bodies. The Earth was hot
and dry to begin with, and cometary collisions have supplied us with much of our
ocean and atmosphere. All this we can now reason out as a result of the close study
of Halleys comet in 1986. (Pada masa-masa dini tatasurya, terdapat sejumlah
besar perbenturan antara komet-komet dan planet-planet. Bumi panas dan kering
pada mulanya, dan perbenturan-perbenturan dengan komet telah menyuplai kita
dengan sebagian besar samudera dan atmosfer. Semua ini baru sekarang dapat kita
kemukakan sebagai hasil dari studi jarak dekat terhadap komet Halley pada tahun
1986).
Dr. Timothy Ferris, dalam bukunya The Whole Shebang: A State-of-the-Universe
Report (Simon and Schuster, New York, 1997, hal.176 dan 179), menegaskan: We
owe our existence to Earths bombardment by the icy comets abounded in the
infant solar system. Primordial comets have formed the oceans and rained down
the amino acids from which life originated here. Evidence for cometary cornucopias
of life-brewing water and amino acids may be found in the spectra of modern
comets .... Had comets not ferried ice to Earth, we might have had no oceans. And
without organic molecules contributed by the comets, Earth might have remained
devoid of life. (Kita berhutang eksistensi kita kepada pembombardiran Bumi oleh
komet-komet es yang berlimpah ketika tatasurya masih dalam usia muda. Kometkomet purba telah membentuk samudera-samudera dan mencurahkan asam-asam
amino yang mengawali kehidupan di sini. Bukti bahwa air dan asam-asam amino
pembuat kehidupan bersumber pada komet dapat ditemukan pada berbagai
spektrum komet-komet modern . Seandainya komet-komet tidak mengangkut es
ke Bumi, mungkin kita tidak mempunyai samudera. Dan tanpa molekul-molekul
organik yang disumbangkan komet-komet, Bumi mungkin tetap kosong dari
kehidupan).

In kullu nafsin lammaa `alaihaa haafizh (ayat 4). Terjemahan harfiahnya:


Tiada setiap jiwa tanpa ada atasnya pemelihara. Setiap makhluk hidup (kullu
nafsin) tanpa kecuali memperoleh pemeliharaan dari Allah SWT, dengan
tersedianya air di bumi yang membentuk kehidupan serta membuat bumi ini
nyaman sentosa bagi berlangsungnya kehidupan. Allah menegaskan bahwa setiap
makhluk hidup tercipta dari air, sebagaimana tercantum dalam Surat al-Anbiyaa
ayat 30: wa ja`alnaa mina l-maai kulla syaiin hayy (Dan Kami menjadikan dari air
segala sesuatu yang hidup), serta Surat an-Nahl ayat 65: wa l-Laahu anzala mina
s-samaai maaan fa ahyaa bihi l-ardha ba`da mautihaa (Dan Allah menurunkan
dari langit air, maka hiduplah dengan air itu bumi sesudah matinya).
Banyak makhluk hidup yang tidak memerlukan oksigen atau udara, tetapi tidak ada
kehidupan yang bisa survive tanpa air. Sekitar 70% berat tubuh kita tersusun dari

air, dan tanpa adanya air metabolisme pada tubuh makhluk hidup tidak mungkin
berlangsung. Tidak ada benda lain yang lebih berharga dari air. Di samping untuk
metabolisme tubuh, kita memerlukan air untuk mandi, bersuci, memasak, mencuci,
menyirami tanaman, dan mengairi lahan pertanian. Air juga berfungsi sebagai
sarana olah raga dan rekreasi, serta merupakan salah satu sumber energi baik
energi uap maupun energi listrik.
Struktur molekul air yang unik, dengan atom pusat oksigen yang mengikat dua
atom hidrogen, menyebabkan keistimewaan sifat-sifat fisika dan kimia yang tidak
dimiliki oleh materi yang lain. Perbedaan keelektronegatifan (kemampuan menarik
elektron) yang sangat besar antara hidrogen dan oksigen menyebabkan ikatan O
H pada molekul air sangat polar, sehingga air merupakan pelarut yang sangat baik
untuk berbagai jenis zat padat, cairan, dan gas. Hal ini menyebabkan air mampu
membawa zat-zat makanan melalui jaringan dan organ makhluk hidup serta
menjadi zat pembersih yang ampuh. Air mempunyai viskositas yang sangat rendah,
sehingga air mudah mengalir, cepat meluncur turun, dan mudah dipompa ke atas.
Dengan demikian air sangat mudah diambil dan segera dapat dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan.
Air mempunyai kalor penguapan yang sangat tinggi. Hal ini sangat penting bagi
tubuh kita, sebab sejumlah besar dari panas tubuh dapat dihilangkan dengan
penguapan hanya sejumlah kecil air melalui kulit. Dengan demikian suhu tubuh kita
selalu terjaga secara optimal. Penyerapan energi ketika air diuapkan oleh sinar
matahari serta pembebasan energi itu ketika uap air berkondensasi menjadi hujan
yang kembali ke bumi sangat berperan dalam mendistribusikan energi dari
matahari ke seluruh permukaan bumi. Air juga mempunyai kapasitas kalor
(kemampuan menyimpan panas) yang sangat tinggi, sehingga air memanas dan
mendingin lebih lambat daripada kebanyakan zat lain. Hal ini akan melindungi
makhluk hidup dari malapetaka apabila suhu mendadak berubah. Jumlah air yang
berlimpah di permukaan bumi bertindak sebagai termostat raksasa yang mengatur
suhu bumi sehari-hari.
Ikatan hidrogen yang ada di antara molekul-molekul air menyebabkan air
berekspansi atau membesar volumenya ketika membeku (padahal zat-zat lain
ketika membeku justru menyusut), sehingga es memiliki kerapatan yang lebih kecil
dari air. Akibatnya es mengambang di atas permukaan air. Hal ini menyebabkan
ikan dan hewan air lainnya dapat bertahan hidup pada musim salju. Sungguh
beraneka ragam pemeliharaan yang dianugerahkan Allah SWT terhadap makhluk
hidup melalui kegunaan dan sifat-sifat air.

Falyanzhuri l-insaanu mimma khuliq. Khuliqa min maain daafiq. Yakhruju


min baini sh-shulbi wa t-taraaib (ayat 57). Terjemahan harfiahnya: Maka
hendaklah manusia menalari dari apa dia tercipta. Tercipta dari air yang memancar.

Keluar dari antara shulb dan taraaib. Para penafsir umumnya berpendapat air
yang memancar itu adalah sperma laki-laki. Seandainya yang dimaksudkan
sperma, tentu Allah SWT menggunakan kata madfuuq (bentuk pasif yang berarti
terpancar), sebab sperma tidak dapat memancar dengan sendirinya.
Kenyataannya Allah memakai kata daafiq (bentuk aktif memancar) yang biasanya
digunakan untuk air yang keluar dari sumbernya dalam tanah. Sudah tentu ayat 5
7 ini merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari ayat-ayat sebelumnya. Oleh
karena komet (thaariq) bertindak sebagai benda langit yang melubangi permukaan
bumi (an-najmu ts-tsaaqib), air yang dibawanya terperangkap dalam lapisan kulit
bumi, lalu air itu memancar kembali ke permukaan untuk menjadi sarana reaksireaksi kimia pembentuk kehidupan, yang harus melibatkan air baik sebagai bahan
baku (reaksi-reaksi hidrolisis) maupun sebagai pelarut.
Kulit bumi tempat air memancar itu tersusun dari bebatuan yang keras (shulb) dan
tanah atau debu yang lembut (taraaib). Kata shulb berarti sesuatu yang keras,
berasal dari kata kerja shaluba (mengeras), dan satu akar kata dengan shaliib
(kayu yang keras) dan tashallub (kekerasan benda atau hardness). Kata taraaib
berarti sesuatu yang berdebu, dari kata kerja tariba (menjadi debu), dan satu
akar kata dengan turab (debu tanah) dan matrabah (tunawisma yang tidur di
tanah). Dalam masyarakat Arab dahulu, anak-anak sebaya sering bermain debu
padang pasir, sehingga teman sebaya disebut tirb (jamak atau pluralnya atraab).
Tafsir para ulama abad pertengahan bahwa ayat-ayat ini menerangkan sperma
yang keluar dari antara tulang punggung dan tulang dada sudah saatnya kita
tinggalkan, sebab sperma tidak dikeluarkan dari sana! Allah SWT menakdirkan
bahwa benih dari laki-laki itu diproduksi pada dua butir testis yang terdapat dalam
skrotum (kantong di sela-sela paha). Sel-sel sperma berukuran 5 mikrometer
(0,005 milimeter), terdiri dari kepala dan ekor, diproduksi dalam jumlah sekitar 10
juta butir setiap hari setelah seorang laki-laki memasuki masa pubertas. Sel-sel
sperma ini dikeluarkan dari testis melalui epididimis, masuk ke saluran vas deferens
untuk dibawa menuju kelenjar prostat. Kelenjar prostat memproduksi cairan kental
semen yang memberi sel-sel sperma energi agar tetap lincah bergerak. Dari
kelenjar prostat sel-sel sperma, melalui saluran uretra pada penis, dipancarkan
keluar tubuh pada saat ejakulasi.
Sejak pembentukannya sampai pengeluarannya, sperma tidak berhubungan
dengan tulang punggung dan tulang dada. Jelas sekali bahwa ayat 57 Surat atThaariq bukanlah bercerita tentang sperma, tulang punggung dan tulang dada
seperti penafsiran ulama-ulama zaman pra-modern, melainkan bercerita tentang air
yang memancar dari antara bebatuan keras (shulb) dan tanah lembut (taraaib)
pada kulit bumi. Penafsiran ayat-ayat ini tidak boleh kita lepaskan dari konteks ayatayat sebelumnya.

Innahuu `alaa raj`ihii la qaadir. Yauma tublaa s-saraair. Fa maa lahuu min
quwwatin wa laa naashir (ayat 810). Terjemahan harfiahnya: Sesungguhnya
atas pengembaliannya Dia benar-benar kuasa. Pada Hari diverifikasi segala rahasia.
Maka tiada baginya kekuatan dan tiada pembela. Ketika Rasulullah s.a.w.
mendakwahkan bahwa manusia akan dihidupkan kembali pada Hari Akhirat untuk
dimintai pertanggungjawaban dan menerima ganjaran, orang-orang musyrik di
Makkah menertawakan dan mengejek beliau. Dalam Surat Qaaf yang diwahyukan
sebelum Surat at-Thaariq, Allah SWT merekam ejekan tersebut: A idzaa mitnaa wa
kunnaa turaaban? Dzaalika raj`un ba`iid (Apakah ketika kami telah mati dan kami
telah jadi debu? Itu adalah pengembalian yang jauh). Maka Allah menegaskan
bahwa Dia benar-benar kuasa untuk mengembalikan manusia hidup di Hari Akhirat
nanti, lalu manusia yang tiada kekuatan dan tiada pembela itu akan menghadapi
Pengadilan Agung, di mana segala rahasia kejahatan manusia (yang mungkin tidak
sempat terbongkar di dunia fana) akan mengalami verifikasi dan balasan yang
setimpal.
Jika ayat 810 ini kita hubungkan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka hanya
orang-orang tidak berilmu yang meragukan kekuasaan Allah untuk menghidupkan
kembali manusia. Orang-orang berilmu akan menjadi saksi bahwa bumi ini asalnya
memang tidak mempunyai kehidupan, lalu Allah mengirimkan air melalui kometkomet ke Bumi untuk memungkinkan terciptanya makhluk-makhluk hidup termasuk
manusia. Bagi Allah yang memiliki sifat yubdiu wa yu`iid (Maha Memulai dan Maha
Mengembalikan) seperti tercantum dalam Surat al-Buruuj ayat 13, mengembalikan
manusia kepada kehidupan di Akhirat nanti sama mudahnya dengan
mengembalikan komet-komet mengunjungi Bumi. Maha Benar Allah dalam firmanNya pada Surat Aali `Imraan ayat 18: syahida l-Laahu annahuu laa ilaaha illaa huwa
wa l-malaaikatu wa ulu l-`ilmi (Bersaksi Allah bahwa tiada Tuhan melainkan Dia,
serta juga bersaksi para malaikat dan orang-orang yang mempunyai ilmu).

Wa s-samaai dzaati r-raj`i (ayat 11). Terjemahan harfiahnya: Demi langit yang
mempunyai sesuatu yang kembali. Berdasarkan konteks ayat-ayat awal dari Surat
ath-Thaariq ini, ada dua kemungkinan tafsiran mengenai ar-raj`i (sesuatu yang
kembali). Mungkin dia adalah komet (thaariq), yang memang selalu kembali
mengunjungi bumi dalam periode tertentu. Mungkin pula dia adalah air (maa),
yang selalu pergi dan kembali dalam siklus hidrologi.
Air menutupi 70% permukaan bumi, dan 97% dari seluruh air di bumi berada pada
samudera. Setiap hari sekitar sepertiga dari jumlah energi sinar matahari yang
sampai ke bumi dipergunakan untuk menguapkan kira-kira 1000 km kubik (satu
triliun meter kubik) air samudera, sungai, danau dan telaga. Uap air lalu menyebar
di lapisan atmosfer untuk mengatur kelembaban dan suhu. Kemudian uap air itu
mengalami kondensasi dan turun ke permukaan bumi berupa hujan atau salju.
Akhirnya air yang terkumpul di darat mengalir dalam bentuk sungai-sungai untuk

kembali menuju samudera.

Wa l-ardhi dzaati sh-shad`i (ayat 12). Terjemahan harfiahnya: Demi bumi yang
mempunyai belahan. Di lingkungan tatasurya kita, Bumi merupakan planet
bertanah (terrestrial planet) yang paling besar. Empat planet yang lebih besar dari
bumi (Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus), dan juga matahari, tersusun dari
gas-gas hidrogen dan helium. Sebagai dunia non-gas yang terbesar, Bumi
memiliki suhu internal paling tinggi dibandingkan dengan planet-planet lain,
sehingga Bumi mempunyai kulit yang paling tipis dengan kedalaman cuma sekitar
50 km. Suhu internal yang tinggi menyebabkan kulit tipis itu terbelah menjadi enam
atau tujuh belahan besar (dan beberapa belahan lebih kecil) yang disebut lempeng
(plate). Lempeng-lempeng ini menyetel secara pas seakan-akan dilekatkan oleh
seorang tukang kayu yang piawai. Itulah sebabnya mereka dinamai lempenglempeng tektonik (bahasa Yunani, tektones, berarti tukang kayu).
Lapisan di bawah kulit bumi memiliki suhu cukup panas sehingga mampu bergerak,
dan gerakan ini mendorong lempeng-lempeng kesana kemari. Akibatnya terjadilah
pembentukan benua dan pulau-pulau serta pembentukan palung (basin) yang
merupakan wadah bagi samudera. Meskipun pergeseran lempeng-lempeng tektonik
yang dinamis ini sering menimbulkan gempa bumi, bahkan mungkin gelombang
tsunami, janganlah kita melupakan kenyataan bahwa lempeng-lempeng itu
merupakan kurnia Allah yang patut kita syukuri! Seandainya bumi tidak mempunyai
belahan berupa lempeng-lempeng tektonik, tentu ocean basin tidak terbentuk
sehingga air akan menutupi seluruh permukaan bumi, dan makhluk yang hidup di
darat termasuk manusia tidaklah terbayangkan adanya. Sungguh Maha Pengasih
Allah yang telah menyediakan segala fasilitas untuk manusia, meskipun manusia
terlalu sering tidak tahu diri (kanuud) kepada Khaliqnya.

Innahuu la qaulun fashl, wa maa huwa bi l-hazl (ayat 1314). Terjemahan


harfiahnya: Sesungguhnya dia benar-benar kata keputusan, dan bukanlah dia
sesuatu yang main-main. Segala yang difirmankan oleh Allah, mulai dari komet
(thaariq) yang mengirimkan air (maa) sampai kepada belahan (shada`) yang
dimiliki bumi untuk menampung air sebagai sumber kehidupan, serta kehidupan
kita di dunia fana ini akan dikembalikan Allah kepada kehidupan akhirat yang abadi,
semuanya itu merupakan kata keputusan (qaulun fashl) yang tegas-tandas dan
sama sekali bukanlah sesuatu yang hazl, kalimat senda gurau atau main-main.
Ejekan dan rongrongan dari kaum musyrikin kepada kaum Muslimin hanyalah ibarat
gonggongan anjing kepada kafilah yang sedang berlalu.

Innahum yakiiduuna kaidaa, wa akiidu kaidaa. Fa mahhili l-kaafiriina


amhilhum ruwaidaa (ayat 1517). Terjemahan harfiahnya: Sesungguhnya

mereka merencanakan suatu rencana, dan Aku pun merencanakan suatu rencana.
Maka beri tangguhlah orang-orang kafir itu, penangguhan mereka sebentar saja.
Inilah gong akhir dari seluruh rangkaian firman Allah dalam Surat ath-Thaariq.
Seperti telah kita bahas pada bagian awal, Surat ini diwahyukan ketika kaum
Muslimin sedang mengalami pemboikotan oleh kaum musyrikin Quraisy. Allah
menegaskan bahwa rencana jahat mereka akan sia-sia, karena Allah sendiri
mempunyai Rencana Agung untuk menyempurnakan cahaya agama ini sampai
akhir zaman. Penangguhan kekalahan kaum musyrikin itu ternyata memang cuma
sebentar saja.
Empat tahun sesudah Surat ath-Thaariq turun, Rasulullah s.a.w. beserta para
shahabat hijrah ke Madinah (622 M), dan delapan tahun kemudian (630 M) kota
Makkah ditaklukkan Rasulullah s.a.w. tanpa pertumpahan darah. Ketika Rasulullah
s.a.w. wafat tahun 632, seluruh penduduk Semenanjung Arabia telah memeluk
Islam. Hanya satu abad sesudah Rasulullah wafat, kekuasaan Islam membentang
dari Spanyol sampai Xinjiang.
Pusat khalifah Islam di Baghdad dihancurkan oleh bangsa Mongol tahun 1258,
tetapi siapa menyangka bahwa laskar penakluk itu berduyun-duyun masuk Islam
dan menyebarkan agama Allah di kawasan Kaukasus dan Laut Kaspia, lalu anak
cucu mereka menegakkan kesultanan Mongol (Moghul) di India dari abad ke-16
sampai abad ke-19. Kekuasaan Islam selama delapan abad di Spanyol (7111492)
memang hilang, tetapi sebagai gantinya muncul kesultanan Turki Usmani yang
tahun 1453 menaklukkan Konstantinopel, ibukota kekaisaran Romawi, lalu
menguasai seluruh Semenanjung Balkan sampai awal abad ke-20. Bahkan ketika
hegemoni politik kaum Muslimin mulai redup pada abad ke-17, Islam melalui jalur
perdagangan tersebar luas di Asia Tenggara dan Afrika Timur. Sejarah telah
membuktikan kebenaran Rencana Allah!

Dr.Lothrop Stoddard, seorang orientalis terkemuka dari Universitas Harvard, dalam


bukunya, The Rising Tide of Color, London, 1926, hal.65, mengomentari
perkembangan Islam sebagai berikut: The proselyting power of Islam is
extraordinary, and its hold upon its votaries is even more remarkable. Throughout
history there has been no single instance where a people, once become Muslim, has
abandoned the faith. Extirpated they may have been, but extirpation is not
apostacy. This extreme tenacity of Islam, this ability to keep its hold once it has got
a footing, must be borne in mind when considering the future of regions where
Islam is today advancing (Kekuatan Islam dalam mengubah kepercayaan manusia
sungguh luar biasa, dan daya ikatnya di kalangan pemeluk-pemeluknya bahkan
lebih hebat lagi. Sepanjang sejarah tidak pernah ada satu contoh pun di mana suatu
masyarakat, sekali menjadi Muslim, telah meninggalkan agama ini. Mereka mungkin
pernah dimusnahkan, tetapi pemusnahan bukanlah kemurtadan. Keteguhan Islam
yang berlebihan ini, kemampuan untuk menjaga daya ikatnya sekali ia memperoleh

tempat berpijak, haruslah diperhatikan sungguh-sungguh ketika mewacanakan


masa depan kawasan-kawasan di mana Islam sekarang berkembang.)
Majalah Islamic Horizons edisi Juli-Agustus 1990, yang diterbitkan oleh Islamic
Society of North America (ISNA) di Amerika Serikat, mengutip hasil penelitian dari
Worldwide Church of God, badan misionari Nasrani yang berpusat di California,
terhadap tiga Abrahamic religions (agama-agama Ibrahim) yang dipublikasikan
oleh majalah mereka, The Plain Truth. Menurut hasil penelitian itu, dalam kurun
waktu 50 tahun (1934-1984) pemeluk agama Yahudi hanya meningkat 4 persen,
sementara pemeluk Nasrani meningkat 47 persen, sedangkan pemeluk Islam
meningkat 235 persen!
Meskipun Islam merupakan agama universal yang paling muda usianya, kini Islam
menempati peringkat kedua terbanyak jumlah pemeluknya sesudah Nasrani. Dari
seluruh penduduk bumi yang pada tahun 2005 mencapai 6,300 miliar, umat Islam
berjumlah 1,550 miliar (24 %), di bawah umat Nasrani (Katolik, Protestan, Ortodoks,
Anglikan, Kibti, Maroni, Advent, Mormon, dll.) yang berjumlah 2,220 miliar (35 %). Di
benua Asia dan benua Afrika, Islam menempati peringkat pertama, masing-masing
1,058 miliar (27 %) dan 422 juta (52 %). Angka-angka ini tercantum dalam buku
TIME Almanac 2005 with Information Please (Houghton Mifflin, Massachusetts).
Di benua Eropa, Islam merupakan agama kedua terbesar meskipun pemeluknya
hanya 50 juta. Sekitar 16 juta umat Islam berdiam di Rusia, 21 juta di Eropa Timur,
sedangkan 13 juta lagi berdiam di Eropa Barat, terutama di Perancis, Jerman, dan
Inggris. Majalah Newsweek, 29 Mei 1995, dengan artikel berjudul "Muslim Europe,
melaporkan bahwa Muslims outnumbered both Protestants and Jews in the
predominantly Roman Catholic countries of Belgium, France, Italy and Spain.
(Jumlah umat Islam melampaui umat Protestan dan Yahudi pada negara-negara
yang umat Katoliknya sangat dominan, yaitu Belgia, Perancis, Italia dan Spanyol).
Di benua Amerika, umat Islam masih sedikit, sekitar delapan juta jiwa, sebab Islam
di kawasan ini merupakan agama yang relatif baru. Menurut buku The World
Almanac 2005, terdapat enam juta umat Islam di Amerika Serikat, 600 ribu di
Kanada, 200 ribu di Meksiko, dan satu juta di kawasan Amerika Selatan: Brazil,
Suriname, Trinidad-Tobago dan Guyana. Demikian pula di Australia dan kawasan
Pasifik, jumlah umat Islam baru berkisar antara 500 ribu sampai satu juta.
Dr.John L.Esposito, editor buku The Oxford History of Islam (Oxford University Press,
London, 1999), dalam Bab Introduction, mengatakan: Although Islam is the
youngest of the major world religion, Islam is the second largest and fastestgrowing religion in the world. To speak of the world of Islam today is to refer not
only to countries that stretch from North Africa to Southeast Asia but also to Muslim
communities that exist across the globe (Meskipun Islam termuda di antara agama
besar dunia, Islam merupakan agama terbesar kedua dan paling cepat

pertumbuhannya di dunia. Pembicaraan tentang Dunia Islam hari ini merujuk bukan
hanya kepada negeri-negeri yang membentang dari Afrika Utara ke Asia Tenggara
tetapi juga kepada komunitas-komunitas Muslim yang ada di seluruh penjuru
bumi).
Majalah National Geographic bulan Januari 2002, dalam artikel The World of Islam,
mengemukakan: Some 1.3 billion human beings, a fifth of mankind, embracing
Islam that make it the fastest growing on Earth, with 80 percent of believers now
outside the Arab world (Sekitar 1,3 miliar jiwa, seperlima umat manusia, memeluk
Islam yang menjadikannya agama yang paling cepat pertumbuhannya di Bumi,
dengan 80 persen orang-orang beriman sekarang berada di luar dunia Arab).
Majalah termasyhur itu juga melaporkan bahwa umat Islam di Amerika Serikat pada
tahun 2001 mencapai enam juta jiwa.
Dalam majalah The Economist, edisi 13 September 2003, terdapat hasil survei
Islam and the West yang menyatakan bahwa umat Islam di muka bumi berjumlah
1,5 miliar jiwa (Around one in four of the people in the world are Muslims), antara
lain 196,3 juta di Indonesia (the worlds most populous Muslim country), 133,1
juta di Cina, 26,7 juta di Rusia, dan 10,4 juta di belahan benua Amerika. It is
indeed the worlds fastest-growing religion, demikian komentar The Economist.
Majalah Time, edisi 23 Mei 1988, dengan artikel berjudul American Facing Toward
Mecca, mencatat jumlah 4.644.000 umat Islam pada saat itu serta lebih dari 600
buah Islamic Center di seluruh Amerika Serikat. Lalu majalah terkemuka itu
memperkirakan: US Muslim are expected to surpass Jews in number and, in less
than 30 years, become the countrys second largest religious community after
Christians (Muslim Amerika Serikat diperkirakan akan melampaui umat Yahudi
dalam jumlah penganut dan, dalam waktu kurang dari 30 tahun, menjadi komunitas
agama terbesar kedua di negeri ini sesudah umat Nasrani).
Perkiraan majalah Time di atas kini makin mendekati kenyataan. Hal ini diakui oleh
majalah Nasrani terbesar di Amerika Serikat, Christianity Today, edisi bulan Maret
2005: Words unfamiliar to most Americans are now heard daily on the evening
news: jihad, Islam, Allah, Quran, fatwa, imam, ummah, Ramadan. Today, there are
approximately seven million Muslims and more than 13000 mosques in North
America. Now the Muslims are our neighbors (Kata-kata yang asing bagi
kebanyakan orang Amerika kini terdengar setiap hari pada berita petang: jihad,
Islam, Allah, Quran, fatwa, imam, ummah, Ramadhan. Hari ini, terdapat sekitar
tujuh juta Muslim dan lebih dari 13000 masjid di Amerika Utara. Sekarang orangorang Muslim merupakan para tetangga kita).
Shadaqa l-Laahu l-`azhiim.
Maha Benar Allah Yang Maha Agung dengan segala firman-Nya.***

posted by irfan anshory at 9:45 PM 0 Comments


Thursday, August 26, 2010
Mengenal Al-Qur'an
MENGENAL AL-QURAN
oleh
IRFAN ANSHORY

Istilah Al-Quran berarti bacaan (dari kata qaraa, membaca) dan juga berarti
kumpulan (dari kata qarana, mengumpulkan).
Jadi Al-Quran adalah bacaan atau kumpulan wahyu Allah SWT kepada Nabi
Muhammad s.a.w. melalui malaikat Jibril.
Al-Quran tersusun dari 30 juz, 114 surat, 554 ruku` (`ain), 6236 ayat, 77.439 kata,
325.345 huruf.
Huruf terbanyak: alif dan nun; huruf paling sedikit: zha dan ghin.
Surat terpanjang: Al-Baqarah (286 ayat).
Ayat terpanjang: Al-Baqarah 282 (128 kata).
Kata terpanjang: fasqaynaakumuuh pada Al-Hijr 22 (10 huruf).
Ada tiga fungsi Al-Quran (2:185):
(a) Hudan li n-Naas (petunjuk hidup bagi manusia)
(b) Bayyinaat (keterangan, sumber informasi)
(c) Furqaan (pembeda, alat identifikasi benar dan salah).
Wahyu pertama: Surat al-`Alaq 1 5, diturunkan di Gua Hira pada malam Senin 17
Ramadhan 13 SH (Sebelum Hijrah) atau 6 Agustus 610 M.
Wahyu terakhir: Surat al-Maidah 3, diturunkan di Arafah pada hari Jumat 9
Dzulhijjah 10 H atau 6 Maret 632 M.
Al-Quran turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari menurut
tarikh qamariyah.
Dari 6236 ayat Al-Quran, 4780 merupakan ayat-ayat Makkiyah (turun di Makkah),
dan 1456 ayat-ayat Madaniyah (turun di Madinah).
Dari 114 Surat dalam Al-Quran, 90 Surat turun di Makkah, dan hanya 24 Surat
turun di Madinah yaitu Surat 2-5, 8, 9, 22, 24, 33, 47-49, 57-66, 98, 110.
Ayat-ayat yang paling awal adalah: Al-`Alaq 1-5; Al-Qalam 1-4; Al-Mudatstsir 1-7; AlMuzammil 1-5; Al-Fatihah (pertama turun lengkap satu Surat); Adh-Dhuha; Alam
Nasyrah; Al-Fil; Quraisy; Wal-`Ashri. Inilah urutan sepuluh wahyu yang pertama

turun.
Ciri khas Surat-Surat Makkiyah: pendek, sangat berirama, berisikan ajaran tauhid
dan akhlaq, memakai seruan Yaa Ayyuhan-naas (Wahai manusia).
Surat-surat yang mengandung ayat-ayat sumpah Allah, ayat-ayat sajdah, ayat-ayat
wa maa adraaka serta kallaa, semuanya Makkiyah.
Hampir semua Surat yang diawali huruf muqatta`ah diwahyukan di Makkah kecuali
Al-Baqarah dan Ali Imran.
Ciri khas Surat-Surat Madaniyah: panjang, menjurus ke prosa, berisikan ajaran
syariah (hukum dan peraturan), memakai seruan Yaa Ayyuhal-ladziina aamanuu
(Wahai orang-orang yang beriman).
Surat-surat yang menceritakan puasa, haji, pernikahan, warisan, peperangan, kaum
munafiq dan ahlul-kitab (Yahudi dan Nasrani), semuanya Madaniyah.
Seluruh ayat Al-Quran yang diwahyukan Allah dihafalkan oleh para shahabat dan
dicatat (dituliskan) pada kulit hewan, pelepah kurma, tulang, batu tipis, serta papan
kayu. Dengan demikian, ayat-ayat Al-Quran tidak ada yang terlupa atau hilang, dan
tidak mungkin dipalsukan.
Ketika Nabi Muhammad s.a.w. wafat tahun 632, Al-Quran masih tersebar dalam
hafalan dan catatan para shahabat. Baru pada tahun berikutnya, di masa
pemerintahan Khalifah Abu Bakar Shiddiq (632-634), Al-Quran mulai dikumpulkan
dalam satu bundel (mus-haf). Lalu pada tahun 650, di masa Khalifah Utsman ibn
Affan (644-656), penulisan Al-Quran dibakukan (termasuk cara membacanya dalam
logat Quraisy berupa tajwid) dan dikenal sebagai Mus-haf Utsmani.
Pemberian tanda syakal (pembeda vokal dan huruf mati) kepada tulisan Al-Quran
dilakukan oleh Abul-Aswad ad-Duali pada tahun 675 atas perintah gubernur Basrah,
Ziyad ibn Samiyah, di masa Khalifah Mu`awiyah ibn Abi Sufyan (661-680).
Pemberian tanda ijam (titik pembeda huruf) dilakukan oleh Nashir ibn Ashim pada
tahun 696 atas perintah gubernur Irak, Hajjaj ibn Yusuf, di masa Khalifah AbdulMalik ibn Marwan (685-705).
Kemudian pada tahun 718 (100 H) Al-Quran dibagi menjadi 30 Juz atas perintah
Khalifah Umar ibn Abdil-Aziz (717-721), agar dapat ditamatkan pembacaannya pas
satu bulan selama Ramadhan.
Al-Quran yang digunakan mayoritas umat Islam, termasuk kita di Indonesia,
memakai qiraat HAFSH ibn Sulaiman al-Kufi (709-796) dari Ashim ibn Abunnujud alAsadi (671-745), yang memperoleh bacaan itu dari 80-an tabi`in (generasi sesudah
shahabat) yang belajar kepada para shahabat, antara lain Utsman ibn Affan, Ali ibn
Abi Thalib, Abdullah ibn Mas`ud, dan Zaid ibn Tsabit.
Umat Islam di kawasan Afrika Utara dan Afrika Barat memakai qiraat WARSY ibn
Sa`id al-Mishri (727-812) dari Nafi` ibn Abdurrahman al-Madani (689-785), yang

memperoleh bacaan itu dari 70-an tabi`in yang belajar kepada para shahabat,
antara lain Umar ibn Khattab, Abdullah ibn Abbas, Abu Hurairah, dan Ubayy ibn
Ka`b.***

posted by irfan anshory at 11:35 PM 0 Comments


Friday, July 30, 2010
Hisab dan Ru'yah
MEMAHAMI METODE HISAB DAN RUYAH

oleh
IRFAN ANSHORY

ADA DUA MACAM METODE yang dipakai umat Islam dalam penetapan awal
Ramadhan (memulai ibadah puasa) dan awal Syawwal (merayakan Idulfitri).
Pertama, metode hisab, yaitu menghitung munculnya hilal secara ilmiah
(perhitungan astronomis), dan menetapkan tanggal satu ketika hilal sudah di atas
ufuk meskipun belum dapat terlihat oleh mata.
Kedua, metode ruyah, yaitu melihat langsung hilal dengan mata, dan menetapkan
tanggal satu ketika hilal sudah dapat terlihat oleh mata. Jika hilal belum terlihat,
meskipun sudah di atas ufuk, bulan yang sedang berjalan digenapkan 30 hari.
Meskipun berbeda metode, umat Islam pada umumnya memulai ibadah puasa dan
merayakan Idulfitri pada hari yang sama, sebab biasanya hilal sudah di atas ufuk
dan juga sudah terlihat oleh mata. Akan tetapi, ada masa-masa tertentu di mana
hilal menurut perhitungan ilmiah sudah di atas ufuk, tetapi posisinya masih rendah
sehingga belum dapat terlihat oleh mata. Jika terjadi keadaan seperti ini, maka para
pengguna metoda hisab akan memulai ibadah puasa atau merayakan Idulfitri
sehari lebih dahulu dari saudara-saudaranya para pengguna metode ruyah.
Pada zaman modern sekarang di mana pengetahuan astronomi sudah sangat maju
sehingga peredaran bumi, bulan dan matahari dapat dihitung secara ilmiah dan
sampai hitungan detik tidak mungkin salah, sudah sewajarnya kita menggunakan
metode hisab!
Memang benar bahwa Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: Shuumuu li
ruyatihi wa afthiruu li ruyatih. Fa in ghubiya `alaikum, fa akmiluu `iddata
sya`baana tsalaatsiin (Berpuasalah kamu karena melihat bulan dan berbukalah
kamu karena melihatnya. Jika tertutup bagi kamu, sempurnakanlah bilangan
Sya`ban 30 hari). Tetapi `illat (alasan) beliau menyuruh demikian adalah karena

ruyah itulah sarana yang mudah dan praktis pada saat itu. Ilmu astronomi pada
zaman Rasulullah s.a.w. belum secanggih sekarang.
Jika kita sekarang menentukan awal Ramadhan dan awal Syawwal dengan metode
hisab, bukan berarti kita tidak mengikuti Hadits Nabi. Kita tetap melaksanakan
ruyah, cuma bukan ruyah dengan mata melainkan ruyah dengan ilmu! Kata
kerja raaa, yaraa dalam bahasa Arab bukan hanya berarti melihat, tetapi juga
dapat berarti memperhatikan, menyelidiki, meneliti. Selain menurunkan kata
ruyah, kata kerja raaa juga menurunkan kata rayu yang berarti pemikiran, opini.
Metode hisab merupakan aplikasi Firman Allah dalam Al-Quran:
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia
menetapkan tahap peredaran bagi bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan
tahun dan hisab (perhitungan). Allah tidak menciptakan yang demikian itu
melainkan dengan kebenaran. Dia menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kaum yang
berpengetahuan (Yunus 5).
Tidaklah mungkin matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat
mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (Yasin 40).
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan (Ar-Rahman 5).
Kenyataannya, metode ruyah hanya dipakai untuk menentukan awal Ramadhan
dan awal Syawwal saja. Dalam penentuan awal bulan-bulan yang lain (Muharram,
Shafar, dst.), tidak pernah ada yang mengintip hilal. Jika konsekuen memakai
metode ruyah, mustahil kita membuat kalender, sebab setiap menjelang awal
bulan harus melihat hilal terlebih dahulu.
Kalender Hijriyah yang kita pakai setiap tahun dibuat dengan metode hisab! Menteri
Agama tidak pernah mengundang para ulama mengadakan sidang itsbat
(konfirmasi) untuk membahas kapan waktunya Tahun Baru Hijriyah, sebab tanggal 1
Muharram (juga 1 Shafar, 1 Rabi`ul-Awwal, dst.) dapat dihitung secara ilmiah jauhjauh hari sebelumnya tanpa harus melihat hilal. Demikian pula waktu sholat kita
setiap hari (awal zhuhur, asar, magrib, isya, shubuh) ditentukan dengan metode
hisab dan dibuat untuk jadwal sholat satu tahun tanpa harus melihat matahari.
Menurut metode hisab, konjungsi (ijtima`) terjadi Selasa 10 Agustus 2010 pukul
10.09 WIB. Saat matahari terbenam hilal sudah lebih dari dua derajat di atas ufuk,
sehingga dapat terlihat jelas oleh mata. Jadi baik menurut metode hisab maupun
metode ruyah, 1 Ramadhan jatuh pada Rabu 11 Agustus 2010. Jadi malam
Rabu sudah mulai shalat tarawih sebab sudah masuk bulan Ramadhan.
Konjungsi berikutnya terjadi Rabu 8 September 2010 pukul 17.31 WIB. Saat

matahari terbenam hilal belum wujud (masih di bawah ufuk), sehingga Kamis 9
September merupakan hari terakhir bulan Ramadhan. Posisi hilal pada Kamis
petang sudah cukup tinggi, sehingga terlihat mata. Jadi 1 Syawwal (Idulfitri)
jatuh pada Jumat 10 September 2010 baik menurut metode hisab maupun
metode ruyah.***

BULAN, APA BETUL KAU SULIT DILIHAT?

oleh
TAUFIQ ISMAIL
(dibacakan di Masjid Salman ITB pada Ramadhan 1429)

Kelihatan tak kelihatan


Bulan terus meluncur di garis pelayangan
Berabad-abad dalam peredaran
Sangat patuhnya tak ada penyimpangan
Berlayar di angkasa berdua dengan matahari
Jadwal tanpa selisih sepersepuluh detik pun selama ini
Yang satu menyiramkan cahaya, yang lain membuat indah bumi
Bergilir siang dan malam tanpa saling mendahului
Berlayar di angkasa berziliun dengan bintang galaksi raya
Lihat mereka tawaf sangat teratur di alam semesta
Beredar amat cantiknya dengan logika matematika
Dalam disiplin dingin dan jelasnya ritma
Seorang anak tiga belas tahun di bulan Sya`ban
Menjelang suatu magrib berseru kepada bulan
Rembulan, adakah lagi teka-teki yang akan kau suguhkan
Tentang hari apa gerangan, awal dan akhir Ramadhan?
Anak itu memasang teleskop ketika rembulan melihat ke bumi
Di kalbunya sedang tumbuh iman, di otaknya ilmu astronomi
Anak muda, saya tak pernah suka berteka-teki
Saya dapat perintah berlayar, arah sampai detikku sangat pasti.

Kelihatan tak kelihatan


Bulan terus meluncur di garis pelayangan
Berpuluh abad dalam peredaran
Sangat patuhnya tak ada penyimpangan
Anak itu mengatur lensa lalu mengintip bintang-gemintang
Kemudian dengan bulan terus berdiskusi
Rembulan, kenapa ketika harus terbit sebagai sabit
Kamu sesekali tak nampak, apakah bersembunyi?
Bulan tertawa di atas sana, hampir saja nampak giginya
Di langit kok sembunyi, bagaimana ini
Setiap tanggal satu saya selalu melapor tepat di tempat
Dan swear, melanggar perintah saya takut sekali.
Kelihatan tak kelihatan
Bulan terus meluncur di garis pelayangan
Beratus abad dalam peredaran
Sangat patuhnya tak ada penyimpangan
Sang anak mengamati catatannya, angka-angka astronomi
Melalui lensa ruang angkasa malam hari dia amati
Tapi kenapa terkadang bentuk sabitmu tak kelihatan
Wahai rembulan yang dinanti-nantikan?
Kecil sekali bentukku sebagai sabit, terbit di kaki langit
Sudutnya sangat rendah dan bila langit tak cerah
Misalkan ada kabut selayang dan awan secercah
Wajah sabitku saat itu jadi tertutuplah.
Kelihatan tak kelihatan
Bulan terus meluncur di garis pelayangan
Beribu abad dalam peredaran
Sangat patuhnya tak ada penyimpangan
Sang Al-Biruni kecil tetap saja penasaran
Dia masih juga mengajukan pertanyaan
Apakah terdapat perbedaan situasi
Cakrawala empat belas abad lalu dengan kini?
Tentu saja keadaannya berbeda sekali
Dahulu langit sangat jernih tak ada cemar polusi
Seimbang luar biasa secara fisika dan kimiawi
Paling-paling sesekali awan dan kabut tebal melapisi

Kini berjuta pabrik dan kendaraan memuntahkan emisi


Ratusan jenis gas limbah jadi tabir menghalangi
Terapung-apung di atas kulit bumi
Kaki langit tidak sebersih dahulu lagi
Seperti ada selaput tipis menabiri
Sehingga terhalang pandang bulan sabit pertama hari
Itulah yang kamu kira saya tak menampakkan diri.
Kelihatan tak kelihatan
Bulan terus meluncur di garis pelayangan
Berpuluh ribu abad dalam peredaran
Sangat patuhnya tak ada penyimpangan

Terima kasih rembulan, menarik benar diskusi ini,


Ujar sang cendekia muda di ujung teropong bintangnya
Banyak soal jadi jelas sekarang bagi saya, makasih ya
Sekarang apa rencanamu, wahai rembulanku?
Rembulan yang bijak itu tersenyum kini
Wah, kamu meledek saya, anak bumi
Tentu saja saya terus melayang tak henti-henti
Berdua dengan sejoli saya sang matahari
Berziliun dengan gemintang raya di galaksi
Di garis edar yang ditentukan Maha Pencipta Semesta ini
Di setiap titik ruang angkasa jadwal kami sudah pasti
Bermilyar kilometer berjuta tahun cahaya kami jalani
Tidak ada kosakata berhenti bagi kami
Kecuali bila datang perintah dari Yang Maha Tinggi
Berhenti!
Dan kiamat pun jadi.
Rembulan! Tunggu!
Jadi kalau kiamat nanti
Kamu tidak ada lagi?
Tidak ada, anak bumi, tidak ada lagi
Masa dinas saya selesai sudah, kita tak ketemu lagi
Karena itu, puas-puaskan melihat wajah saya ini
Tulislah agak sebaris puisi
Dah-daah, anak bumi!

Berikut pembahasan manasik haji dan umrah secara ringkas dan praktis sesuai sunnah untuk
memudahkan para calon Jamaah Haji dan umroh
Manasik Haji & Umroh
Manasik haji yang afdhol dan utama adalah tamattu, yaitu seorang melakukan umrah pada
bulan-bulan haji (Syawwal, Dzulqodah, dan awal bulan Dzulhijjah) yang diakhiri tahallul.
Kemudian dilanjutkan kegiatan haji pada tanggal 8 Dzulhijjah dengan memakai ihram menuju
Mina.Intinya, dimulai dengan umrah, lalu dilanjutkan dengan haji.
A.Tata Cara Umrah (bagi haji tamattu)
Ihram:
1. Sebelum pakai ihram, maka mandilah, pakailah minyak wangi pada badan , bukan pada
pakaian.Lalu pakailah ihram bagi pria. Wanita tetap memakai jilbab panjang/kerudung.
2. Ketika di miqot ,menghadaplah ke kiblat sambil membaca doa masuk ihram:

Ya Allah aku penuhi panggilanmu melaksanakan umrah.
3. Setelah itu, perbanyak membaca talbiyah yang berbunyi:
, ,
Talbiyah ini dibaca hingga tiba di Makkah.
4. Jika seorang sudah ihram dan baca doa ihram di miqot, maka telah diharamkan baginya
melakukan perkara berikut: Jima'(bersetubuh) beserta pengantarnya,melakukan dosa, debat
dalam perkara sia-sia,memakai pakaian biasa yang berjahit, tutup kepala bagi pria, pakai parfum,
memotong/cabut rambut dan bulu, memotong kuku, berburu, melamar, dan akad nikah.
5. Namun dibolehkan perkara berikut: Mandi, garuk badan, menyisiri kepala, bekam, cium bau
harum, menggunting kuku yang hampir patah,melepas gigi palsu, bernaung pada sesuatu yang
tak menyentuh kepala-seperti, payung, mobil, pohon, bangunan, dll-, memakai ikat pinggang,
memakai sandal, cincing, jam dan kaca mata.
Tawaf
a. Putuskan talbiyah, jika tiba di Makkah.
b. Masuk masjidil Haram sambil baca doa masuk masjid:

c. Tawaflah dari Hajar Aswad sambil menampakkan lengan kanan


d. Jika tiba di Hajar Aswad , bacalah doa: Bismillahi wallahu akbar sambil cium Hajar Aswad
atau jika tak bisa diisyaratkan dengan tangan kanan. Lalu mulailah berputar dengan perbanyak
doa dan dzikir.
e. Tiba di Rukun Yamani, maka usap Rukun Yamani. Setelah itu baca doa ini:

Baca doa ini dari Rukun Yamani Sampai ke Hajar Aswad.
f. Demikianlah seterusnya sampai selesai 7 putaran yang diakhiri di Hajar Aswad atau garis lurus
ke Hajar Aswad.
g. Usai tawaf, sholat sunnatlah dua rakaat di belakang maqom Ibrahim menghadap kiblat
dengan membaca Al-Fatihah dan Al-Kafirun dalam rakaat pertama.Lalu Al-Fatihah dan AlIkhlash dalam rakaat.
h. Belakangilah kiblat untuk menuju ke kran-kran air Zam-Zam. Minum air Zam-Zam
sebanyaknya, lalu siram kepala, tapi jangan mandi atau wudhu disitu!!
i. Usai minum, datanglah ke Hajar Aswad/garis lurus HajarAswad untuk mencium atau isyarat
kepadanya sambil baca: Bismillahi wallahu akbar.
j. Setelah itu, belakangi kiblat. Maka disana anda temukan bukit Shofa untuk melaksanakan sai.
Sai
1. Mendakilah ke shofa sambil berdoa:
,



2. Jika telah berada di atas Shofa, menghadap ke kiblat , maka bacalah Allahu akbar (3X), dan
Laa ilaaha illallah (3X) sambil angkat tangan berdoa:

,
,
Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan
doanya bebas. Tak ada doa khusus. Silakan pilih doa sendiri.
3. Setelah itu berjalanlah dengan pelan menuju bukit Marwah. Jika tiba dibatas/isyarat lampu
hijau, berlarilah semampunya hingga diisyarat berikutnya yang juga warna hijau.
4. Jika telah lewat isyarat tsb, jalanlah pelan hingga tiba di Marwah.
5. Kalau sudah di atas Marwah, baca lagi Allahu akbar (3X), dan Laa ilaaha illallah (3X) sambil
angkat tangan berdoa
,
,
Ini dilakukan tiga kali. Setiap kali selesai membaca doa ini, maka dianjurkan berdoa banyak dan
doanya bebas. Tak ada doa khusus. Silakan pilih doa sendiri.
6. Dari Shofa ke Marwah, terhitung satu putaran. Lalu dari Marwah ke Shofa, itu sudah dua
putaran. Intinya: bilangan genap selalu di Shofa, dan ganjil di Marwah. Jadi, 7 putaran yang akan
kita lakukan berakhir di Marwah
7. Jika selesai 7 putaran yang tetap diakhiri doa di atas, maka keluarlah dari Marwah ke tukang
cukur dan lakukan tahallul. Bagi pria rambut dicukur rata-tanpa digundul-, dan bagi wanita
potong ujung rambut seukuran 1 ruas jari.Wanita usahakan bawa gunting sendiri sehingga bisa

potong sendiri.
8. Nah, selesailah umrah kita dengan tahallul tsb. Sekarang boleh pakai baju biasa dan
melakukan beberapa hal yang dilarang dalam umrah, selain mashiyat. Boleh jimak dengan istri,
pakai parfum, potong kuku,dll.
B.Tata Cara Haji
Adapun tata haji secara ringkas dan sesuai sunnah, maka silakan ikuti petunjuk dan amalanamalan berikut ini:
Ihram
1.Usai melaksanakan umrah, kita tunggu tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut Hari
Tarwiyah.Maka mulailah ihram di hotel masing-masing di Makkah yang diawali dengan mandi,
dan pakai parfum di badan, bukan di pakaian ihram.
2. Setelah pakai ihram, bacalah doa ihram:

Mabit/Bermalam di Mina
1. Lalu berangkatlah ke Mina pada pagi hari setelah terbit matahari, tanggal 8 Dzulhijjah tsb.
2. Sesampai di Mina, qoshor ,tanpa di jama antara sholat Zhuhur dan Ashar. Artinya: Kerjakan
sholat Zhuhur 2 rakaat pada waktunya dan Ashar dua rakaat pada waktunya.
3. Demikian pula Sholat Maghrib dan Isya diqoshor, tanpa dijama.
4. Bermalamlah di Mina agar bisa sholat Shubuh disana sebagaimana sunnah Nabi Shollallahu
alaihi wasallam.
Wuquf/Berdiam Diri di Arafah
1. Usai sholat Shubuh di Mina, berangkatlah ke Arafah setelah terbit matahari.Waktu itu sudah
tanggal 9 Dzulhijjah.Sambil bertalbiyah.
2. Tiba di Arafah lakukan sholat Zhuhur dan Ashar dua-dua rakaat, yaitu dijamataqdim dan
qoshor.
3. Jika anda sudah jelas berada dalam batas Arafah, berdolah sambil angkat tangan.Disini tak ada
doa yang diwajibkan, bebas berdoa. Namun jika mau berdoa, maka pakailah doa Nabi
Shollallahu alaih wasallam dan perbanyak baca:
,
4. Tetaplah berdoa sampai tenggelam matahari. Ingat jangan sampai waktu kalian habis bicara
dan jalan. Gunakan baik-baik untuk berdoa karena Allah Taala mendekat ke langit dunia di hari
Arafah.
5. Ingat jangan sampai tinggalkan Arafah sebelum matahari terbenam !!
Mabit/Bermalam di Muzdalifah
1. Tinggalkanlah Arafah setelah matahari terbenam menuju Muzdalifah.
2.Setiba di Muzdalifah, langsung kerjakan sholat Maghrib dan Isya dengan jamatakhir dan
qoshor.Artinya: Maghrib dikerjakan di waktu Isya tetap 3 rakaat, dan Isya 2 rakaat.
3. Usai sholat, istirahat dan tidurlah, jangan ada kegiatan karena besok ada kegiatan berat. Jika

mau, berwitir sebelum tidur seperti kebiasaan anda sehari-hari. Tak usah pungut batu di malam
itu seperti sebagian orang karena itu juga tak ada sunnahnya !
4. Bermalamlah di Muzdalifah sampai shubuh agar bisa kerjakan sholat shubuh disana.
5. Usai sholat shubuh, duduklah banyak berdzikir dan berdoa sambil angkat tangan atau
bertalbiyah. Hindari dzikir jamaah karena tak ada tuntunannya dalam agama kita.
6. Jangan tinggalkan Muzdalifah selain orang-orang lemah, seperti orang tua lansia, wanita, anak
kecil, dan petugas haji. Orang ini boleh pergi setelah pertengahan malam.
Melempar Jumrah Aqobah/Kubro
1. Tinggalkan Muzdalifah sebelum terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah hari ied , sambil
bertakbir, dan bertalbiyah menuju Mina melempar.
2. Boleh pungut batu yang seukuran antara biji coklat dan biji kacang dimana saja, baik di
perjalanan menuju Mina atau di Mina sendiri ataupun dimana saja.
3. Lemparlah Jumrah Aqobah setelah terbitnya matahari sebanyak 7 lemaparan batu kecil yang
anda pungut tadi. Ketika melempar menghadap Jumrah, maka jadikan Makkah sebelah kirimu,
dan Mina (lokasi perkemahan) sebelah kananmu.
4. Setiap kali melemparkan batu kecil tsb, ucapkanlah Allahu akbar dan usahakan masuk ke
dalam kolam. Jika meleset dari kolam, ulangi.Dan Seusai melempar, putuskan talbiyah.
Mencukur Rambut/Tahallul Pertama
A. Seusai melempar, maka gundullah rambut kalian atau pendekkan/cukur rata. Adapun wanita,
maka potong rambut sendiri dengan gunting yang dibawa seukuran 1 ruas jari.
B. Dengan ini berarti anda telah melakukan tahallul awal. Maka anda sekarang boleh pakaian
biasa, gunakan parfum, gunting kuku dan bulu, dll. Namun Jimak dengan istri belum boleh !!
Menyembelih Kambing
1. Sembelihlah kambing pada tanggal 10 Dzulhijjah atau setelahnya pada hari-hari tasyriq
(tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah).
2. Dilarang keras menyembelih kambing sebelum tanggal 10 Dzulhijjah. Barangsiapa yang
menyembelih sebelum tgl tsb, maka sembelihannya tidak sah, harus diganti, atau puasa 3 hari
pada hari-hari tasyriq, dan 7 hari di Indonesia.
3. Bagi petugas pembeli dan penyembelih kambing yang biasanya dijabat oleh ketua kloter atau
pembimbing, maka kami nasihatkan agar takut kepada Allah jangan sampai menyembelih
hadyu/kambingnya sebelum tgl 10 -nya. Jika kalian lakukan itu, maka kalian telah berdosa
karena membuat ibadah orang kurang pahalanya. Jika pengurus ambil keuntungan dari kambing
yang disembelih sebelum tgl 10 tersebut, maka ia telah memakan harta orang dengan cara yang
haram dan batil. Bertaqwalah kepada Allah dan takut pada hari kalian akan diadili di padang
Mahsyar !!
4. Menyembelih hewan korban bagi jamaah haji tidaklah wajib, yang wajib hari itu adalah
menyembelih kambing yang memang wajib dilakukan oleh haji tamattu atau qiron. Kambing ini
disebut hadyu. Jangan sampai tertipu dengan sebagian orang yang tidak takut kepada Allah

yang mewajibkan potong hewan korban di waktu itu, padahal tidak wajib karena hanya sematamata ingin meraih keuntungan yang banyak !!
Tawaf Ifadhoh
1. Setelah cukur dan memakai baju biasa, berangkatlah menuju Makkah untuk tawaf ifadhoh.
2. Lakukan tawaf sebagaimana waktu umrah sebanyak 7 putaran, lalu sholat sunnat 2 rakaat di
belakang maqom Ibrahim.Kemudian mengarahlah ke kran-kran air Zamzam untuk minum
sebanyak-banyak dan siram kepala. Setelah itu kembali ke Hajar Aswad cium atau lambaikan
tangan pada garis lurus dengan Hajar Aswad.
Sai
1. Berikutnya anda menuju ke shofa dan lakukan amalan-amalan sebagaimana telah dijelaskan
pada Tata Cara Umrah, tadi di atas.
2. Usai 7 Putaran, maka anda dianggap telah bertahallul kedua, namun tanpa bercukur lagi. Maka
dengan ini anda dibolehkan melakukan jimak dengan istri.
3. Tawaf Ifadhoh dan saI boleh dilakukan hari-hari tasyriq atau sisa hari-hari haji lainnya selama
Anda disana. Tapi lebih cepat lebih bagus. Namun ingat, jangan sampai jimak sebelum lakukan 2
hal ini.
Mabit/Bermalam di Mina
1. Selesai tawaf Ifadhoh dan saI di Makkah,maka kembalilah ke Mina untuk bermalam selama 2
atau 3 hari. Bermalam disana wajib.
2. Selama 3 hari di Mina, sholat Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya dikerjakan secara qoshor.
Artinya dikerjakan Zhuhur dua rakaat pada waktunya, Ashar 2 rakaat pada waktunya, dan
Maghrib tetap pada waktunya, serta Isya 2 rakaat pada waktunya.
3. Siang harinya tgl 11 setelah shalat zhuhur, berangkatlah ke 3 jumrah untuk melempar, dan
ambil batu dimana saja sebanyak 21 biji.
4. Berikut anda berangkat ke tempat pelemparan, dan lemparlah 3 jumrah tsb, yang dimulai
dengan Jumrah Shughra dekat Masjid Khoif sebanyak 7 lemparan.
5. Di Jumrah Shughra ini, lakukan beberapa amalan berikut: 1- Ketika melempar disini
menghadaplah ke arah Jumrah dengan menjadikan Makkah sebelah kirimu & Mina (lokasi
perkemahan) sebelah kananmu, 2- Lemparlah Jumrah shughra dengan batu kecil sambil ucapkan
Allahu akbar setiap kali melempar, 3-Carilah tempat sunyi untuk berdoa disini menghadap
kiblat sambil angkat tangan.
6. Lalu anda menuju ke Jumrah Wustho (tengah) dan lakukanlah 3 amalan yang anda lakukan
tadi di Jumrah Wustho.
7. Selanjutnya menuju ke Jumrah Kubro yg biasa disebut Jumrah Aqobah, dan lakukan juga
amalan disini yang anda lakukan di Jumrah Shughro dan Wustho. Cuma disini anda tak
dianjurkan berdoa. Tapi lansung pergi !! Inilah yang dilakukan pada tgl 11.
8. Pada tgl 12 & 13 Dzulhijjah, lakukanlah saat itu apa yang anda lakukan pada tgl 11 tadi di
atas.

9. Jika anda tergesa-gesa karena ada hajat, anda boleh tinggalkan Mina pada tgl 12 Dzulhijjah.
Ingat jangan sampai kedapatan waktu maghrib. Jika kedapatan maghrib sementara masih di
Mina, maka anda harus bermalam lagi.
10. Jika anda selesai melempar tgl 13 Dzulhijjah-dan inilah yg afdhol-, maka anda dianggap
telah menyelesaikan ibadah haji. Semoga ibadah hajinya ikhlash dan mabrur.
Tawaf Wada/Tawaf Perpisahan
1. Tawaf wada hukumnya wajib dilakukan jika seseorang sudah hendak bersafar meninggalkan
Makkah. Kota kenangan dalam beribadah dan taat kepada Allah. Semoga Allah masih
perkenankan kita kembali lagi ke Makkah.
2. Lakukanlah tawaf wada sebagaimana halnya tawaf ifadhoh dan tawaf umrah. Tapi dengan
memakai pakaian biasa.
3. Jika anda ingin-sebelum keluar dari Masjidil, berdoalah di Multazam, yaitu suatu tempat
antara Hajar Aswad dan pintu Kabah. Berdoaalah disini banyak-banyak tanpa harus angkat
tangan. Doa dengan sungguh-sungguh sambil menempelkan dada, wajah, kedua lengan dan
tangan untuk mengingat akan kondisi kita di padang Mahsyar dan menunjukkan di hadapan
Allah akan kelemahan kita dan butuhnya kita kepada-Nya. Ini merupakan sunnah. Namun jangan
diyakini bahwa kita tempelkan badan kita disitu karena ada berkahnya. Itu hanya sekedar
menunjukkan perasaan butuh dan rendah diri kita kepada Allah,serta sekedar ikuti sunnah.
4. Sebelum kembali, berilah kabar gembira keluarga di Indonesia. Lalu sesampai di Indonesia,
jangan langsung ke rumah, tapi ke masjid dulu sholat sebagaimana sunnah Nabi Shollallahu
alaihi wasallam.

Urutan, Tata Cara dan Tempat-Tempat Manasik Haji

Pengertian haji, secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa Haji adalah
berkunjung ke Baitullah, untuk melakukan Thawaf, Sai, Wukuf di Arafah dan

melakukan amalan amalan yang lain dalam waktu tertentu (antara 1 syawal
sampai 13 Dzul Hijjah) untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.
Manasik. Manasik haji adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji] sesuai dengan
rukun-rukunnya.[1] Dalam kegiatan ibadah haji, calon jamaah haji akan dilatih
tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang akan dilaksanakannya, misalnya
rukun haji, persyaratan, wajib, sunah, maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan
selama pelaksanaan ibadah haji. Selain itu, para calon jamaah haji juga akan
belajar bagaimana cara melakukan praktik tawaf, sai, wukuf, lempar jumrah, dan
prosesi ibadah lainnya dengan kondisi yang dibuat mirip dengan keadaan di tanah
suci.
Rukun Haji (Sesuatu yang harus dilaksanakan bila ada salah satu atau lebih tidak
dilaksanakan, maka tidak dapat diganti dengan dam (denda), dan hajinya batal
(tidak sah).
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ihram
Wukuf

di

Arafah

Thawaf Ifadlah
Memotong

rambut

Sai
Tahallul

Tertib

Wajib Haji (Sesuatu yang harus dilaksanakan dan apabila salah satu ada yang
ditinggalkan, maka hajinya sah tapi harus membayar dam (denda).
1.
2.
3.
4.
5.

Ihram dari Miqat


Mabit
Mabit

di
di
Melempar

Muzdalifah
Mina
Jumrah

Thawaf Wada

1. Urutan kegiatan dalam Ibadah Haji :


Dalam kegiatan dan pelaksanaan Ibadah Haji, terdapat urutan rukun dan wajib Haji
yang harus dilaksanakan oleh setiap jamaah Haji. urutan kegiatan tersebut sebagai
berikut :

1. Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk


melaksanakan Thawwaf Qudum di Masjid Al Haram, Makkah. Calon jamaah
haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian
haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan
Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika
laka labbaik. Innal hamda wan nimata laka wal mulk laa syarika laka..
2. Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke
padang Arafah

Wukuf di Arafah.
3. untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah
Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib
datang. Sebagaimana Sabda Nabi, Al-hajju Arafah, maksudnya adalah inti
dan puncak haji adalah melaksanakan wukuf di Arafah. Arafah berarti
mengenal, mengetahui, dan menyadari. Sedangkan makna wukuf adalah
berdiam diri.
4. Dengan demikian, makna wukuf di Arafah adalah berdiam diri untuk meditasi
dan menengadah guna merenungkan eksistensi diri di hadapan Allah swt.
dan dihadapan makhluk alam semesta kemudian melakukan transformasi
ruhaniah secara besar-besaran.
5. Dengan wukuf di Arafah tersebut, orang-orang yang melaksanakan haji
diharapkan menjadi arif dan sadar akan eksistensi dirinya, dari mana ia
berasal dan ke mana ia akan pergi, sadar akan tugas dan tanggung
jawabnya, serta memanifestasikan dan mengaplikasikan kesadaran tersebut
dalam bentuk tindakan konkret dalam kehidupan pribadi dan kehidupan
masyarakatnya.

6. Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit


(bermalam) dan

Mabit di Musdzalifah.
7. mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya. Mabit di Muzdalifah
artinya bermalam atau berhenti sejenak atau menginap di Muzdalifah pada
malam 10 Dzul Hijjah selepas wukuf di Arafah. Dibagian sebelah barat dari
Muzdalifah ini terletak Masy'aril Haram, yaitu gunung Quzah.. Mufassir lain
mengatakan, Masy'aril Haram adalah Muzdalifah seluruhnya. Di tempat itu
jama'ah Haji melakukan mabit atau wukuf, minimal telah melewati tengah
malam. Memang, yang lebih utama mabit dilakukan sampai selesai shalat
Subuh sebelum berangkat ke Mina untuk melakukan Jumroh Aqobah.

8. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah

meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar


Jumroh. Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5
kilometer sebelah Timur kota Mekkah, Arab Saudi. Ia terletak di antara
Mekkah dan Muzdalifah. Mina mendapat julukan kota tenda, karena berisi
tenda-tenda untuk jutaan jamaah haji seluruh dunia. Tenda-tenda itu tetap
berdiri meski musim haji tidak berlangsung. Mina paling dikenal sebagai
tempat dilaksanakannya kegiatan lempar jumrah dalam ibadah haji
Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari
sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal di sini sehari semalam
sehingga dapat melakukan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh.

Kemudian setelah sholat Subuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat


ke Arafah.
Jamaah haji datang lagi ke Mina setelah selesai melaksanakan wukuf di
Arafah. Jamaah haji ke Mina lagi karena para jamaah haji akan melempar
jumrah. Tempat atau lokasi melempar jumrah ada 3 yaitu Jumrah Aqabah,
Jumrah Wusta dan Jumrah Ula. Di Mina jama'ah haji wajib melaksanakan
mabit (bermalam) yaitu malam tanggal 11,12 Dzulhijah bagi jamaah haji
yang melaksanakan Nafar Awal atau malam tanggal 11,12,13 dzulhijah bagi
jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani.
Mina juga merupakan tempat atau lokasi penyembelihanbinatang kurban. Di
Mina ada mesjid Khaif, merupakan masjid dimana Nabi Muhammad saw.
melakukan shalat dan khutbah ketika berada di Mina saat melaksanakan
ibadah haji.

9. Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar

Jumrah sebanyak tujuh kali ke Jumrah Aqobah sebagai simbolisasi mengusir


setan. Melempar jumrah adalah simbol perlawanan manusia terhadap setan.
Manusia harus melakukan perlawanan kepada setan karena mereka selalu
berupaya menyesatkan manusia dari jalan kebenaran dan menjauhkan
mereka dari jalan Allah swt. Melempar jumrah adalah simbol keteladanan
Hajar yang menunjukkan sikap permusuhan terhadap setan.
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa sewaktu Ibrahim membawa Ismail
untuk disembelih, setan membujuk Hajar agar menghentikan langkah
suaminya itu. Sebagi seorang ibu, menurut setan, Hajar tidak akan sampai
hati mengetahui buah hatinya dikorbankan. Perkiraan setan ternyata
meleset. Bukannya menuruti bisikan setan, Hajar malah mengambil batu dan
melemparinya berkali-kali.
Dalam ibadah haji, melempar jumrah tidak hanya dilakukan dalam satu hari
melainkan tiga atau empat hari. Ini menunjukkan perintah Allah yang sangat

tegas agar manusia benar-benar memusuhi setan dan tidak bersekutu


dengannya. Panji-panji harus terus dikibarkan dan genderang perang
melawan setan harus terus ditabuh. Dilanjutkan dengan tahallul yaitu
mencukur rambut atau sebagian rambut.
10.

Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan


ke

Masjidil Haram untuk Thawwad ifadhah/Thawaf Haji (menyelesaikan Haji).


Sedangkan jika mengambil nafar akhir jama'ah tetap tinggal di Mina dan
dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).Thawaf
artinya:
Mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali di mana posisi Kabah berada di
sebelah kiri jamaah. Diawali dan diakhiri sejajar dan searah dengan Hajar
Aswad.
Macam-macam
thawwaf:
1. Thawaf Qudum ialah: thawaf selamat datang, yang dikerjakan ketika baru
datang di kota Mekah bilamana tidak dikerjakan hajinya tetap sah, karana
hukumnya sunnah.
2. Tawaf Ifadhah ialah: thawaf yang termasuk rukun haji, bilamana tidak
dikerjakan maka hajinya tidak sah karana hukumnya wajib.
3. Tawaf sunah ialah, tawaf yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila
tidak
dikerjakan
tidak
berdosa.
4. Thawaf Nadzar ialah, Thawaf yang dilakukan karena punya nadzar
5. Tawaf wada' ialah: sebagai tawaf pamitan, (tawaf selamat tinggal ) tawaf
yang dikerjakan ketika akan meninggalkan kota Mekah, sedangkan
hukumnya wajib, jika tidak mengerjakan maka harus membayar Dam.

11.

Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan


(Ula) di

tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.Melontar pertama kali adalah
melontar Jumrah 'Aqabah pada hari Ied. Tetapi jika seseorang melakukannya
pada tengah malam bagian kedua dari malam Ied, maka demikian itu cukup
baginya. Sedangkan yang utama adalah melontar Jumrah 'Aqabah antara
waktu dhuha sampai terbenam matahari pada hari Ied. Tapi jika terlewatkan
dari waktu itu, maka dapat melontar setelah terbenamnya matahari pada
hari Ied. Caranya adalah dgn 7 kali melontar dgn membaca takbir setiap kali
melontar.
Adapun melontar pada hari-hari tasyriq adalah dilakukan setelah matahari
condong ke barat (setelah dzuhur). Yaitu memulai dgn melontar Jumrah Ula
yang dekat dgn masjid Al-Khaif sebanyak 7 kali lontaran disertai takbir setiap
melontar. Lalu Jumrah Wustha dgn 7 kali melontar disertai takbir setiap kali
melontar. Kemudian melontar di Jumrah 'Aqabah sebanyak 7 kali lontaran
disertai takbir setiap kali melontar. Dan demikian itu dilakukan pada tanggal
11,12, & 13 Dzulhijjah bagi orang yang tak hendak mempercepat pulang
dari Mina. Tapi bagi orang yang ingin mempercepat pulang dari Mina, maka
hanya sampai tanggal 12 Dzulhijjah.
Dan disunnahkan setelah melontar Jumrah Ula & Jumrah Wustha berhenti di
samping tempat melontar. Di mana setelah melontar Jumrah Ula disunahkan
berdiri di arah kanan tempat melontar dgn menghadap kiblat seraya berdo'a
panjang kepada Allah. Sedang sehabis melontar Jumrah Wustha disunnahkan
berdiri disamping kiri tempat melontar dgn menghadap kiblat seraya berdo'a
panjang kepada Allah. Tapi sehabis melontar Jumrah 'Aqabah tak
disunnahkan berdiri di sampingnya karena Nabi saw. setelah melontar
Jumrah Aqabah tak berdiri disampingnya.

12.

Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf

Thawwaf Wada'

13. Wada (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masingmasing. Dilakukan pada saat akan meninggalkan Mekah yang biasanya
dilakukan
untuk
menghormati Baitullah karena
akan
berpisah.
Hukum Thawaf Wada' adalah wajib, sehingga kalau tidak dikerjakan
wajib membayar dam (menyembelih kambing). Thawaf ini di sebut juga
Thawaf Perpisahan. Thawaf wada merupakan penutup dari kewajiban
kewajiban haji yang seorang haji wajib melakukannya sebelum pergi menuju
negerinya atau meninggalkan kota Mekkah.
Rasulullah saw yang bersabda :
Janganlah seseorang diantara kalian itu pergi (meninggalkan Mekkah) sampai
penutupannya itu di kabah.
Tiada ampunan meninggalkan thawaf wada kecuali bagi yang sedang haid maupu
nifas.

2. 10 Tips Tetap Sehat Saat Berhaji


Pertemuan besar para jamaah dari berbagai bangsa di dunia yang membuat
kondisi Tanah Suci menjadi luar biasa padat, juga bisa menjadi faktor mudahnya
penularan langsung atau tidak langsung berbagai penyakit menular. Apalagi jamaah
haji juga harus membiasakan diri dengan makanan lokal yang belum tentu cocok di
perut, sebab urusan konsumsi, sudah diatur oleh penyelenggara perjalanan haji.
Untuk itu perlu adanya tindakan pencegahan yang direkomendasikan dan harus
dilakukan para jamaah guna memperkecil resiko-resiko yang mungkin akan
menghinggapi selama perjalanan ibadah di Sudi Arabia. Langkah-langkah persiapan
yang
perlu
dilakukan
diantaranya:
1.Kebersihan Makanan dan Minuman. Tidak direkomendasikan jamaah haji untuk
meminum air kran, sebab air kran berbahaya untuk dikonsumsi, karena berupa air
mentah yang masih banyak mengandung mikroorganisme. Perjalanan panjang
selama 10 jam antara Madinah dan Mekah dalam cuaca panas terik pastilah akan
membuat para jamaah haji lelah dan kehausan. Padahal di sepanjang perjalanan
tidak bisa dipastikan akan menemukan makanan, air minum bersih atau toilet.
2.Membawa Bekal Air Minum. jika ingin yang natural bisa dipilih air Zam zam. Air
Zam Zam aman diminum walau mentah karena mengandung flouride tinggi yang

mampu membunuh kuman. Sehingga resiko dehidrasi selama dalam perjalanan


tidak
akan
terjadi.
3.Kebersihan Tempat Makan. Para jamaah haji pun harus memeriksa dengan teliti
kebersihan tempat makan yang akan dipilih. Misalnya di distrik Haram, sebaiknya
jamaah haji menghindari untuk makan di restauran yang kelihatan kurang bersih.
Mengintip kebersihan restoran sebelum memesan makanan dan mencuci tangan
dengan sabun sebelum makan adalah hal yang mutlak dilakukan.
4.Membawa Sabun Mandi Sendiri. Saat menerima jatah makanan, hendaknya juga
diperiksa apakah masih hangat atau sudah basi. Sebab pengolahan makanan dalam
jumlah besar sehingga kadang diolah jauh sebelum jam makan tiba. Jika sudah
dalam
kondisi
tidak
baik,
sebaiknya
tidak
dikonsumsi.
6.Membekali Obat Untuk Berjaga-jaga. Memerhatikan penyakit yang telah diidap
sedari di tanah air. Seyogyanya sebelum keberangkatan, memeriksakan diri dan
berkonsultasi pada dokter keluarga, sehingga dokter bisa memberikan saran
bagaimana menjaga diri supaya kemungkinan komplikasi bisa dihindari.
7.Memberitahu Kepala Kelompok Tentang Penyakit Anggotanya. Agar selalu
tanggap dan waspada. Sebagian besar kaum lanjut usia mengalami resiko
pembengkakan pembuluh darah yang mengakibatkan gagal vena atau masalah
jantung. Bagi yang memiliki tekanan darah tinggi juga harus berhati-hati. Terutama
pada beberapa obat yang bisa meningkatkan tekanan jantung, seperti obat flu dan
pelega
tenggorokan.
8.Selalu berkonsultasi dengan dokter kelompok. Bagi yang mengidap diabetes,
tidak berarti harus berhenti makan karena takut gula darah naik. Sebaiknya tetap
makan makanan diet seperti salad buah dan makanan kecil rendah gula, serta tidak
tidur di siang hari dan lebih memperhatikan penanganan luka-luka kecil akibat
terinjak
atau
terdorong.
9.Cukup beristirahat. jamaah haji Butuh stamina yang baik untuk bisa mengikuti
rangkaian Ibadah Haji. Untuk itu, cukup istirahat mutlak diperlukan. Jangan sampai
gara-gara terlalu banyak jalan-jalan dan belanja, kondisi fisik menjadi drop dan
menjadi
tak
cukup
fit
untuk
mengikuti
ibadah.
10.Menyediakan krim. Bagi jamaah haji yang berkulit sensitif, ada baiknya
menggunakan krim anti jamur. Krim anti nyamuk juga dianjurkan untuk melindungi
diri dari gigitan serangga. Krim untuk menjaga kelembaban kulit dan melindungi
kulit dari sengatan matahari juga dianjurkan.

Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan
melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Macam-macam tawaf

Tawaf terdiri dari 4 ( empat ) macam yaitu Tawaf Ifadah, Tawaf Qudum, Tawaf Wada dan Tawaf
sunat.
Tawaf Ifadah
Tawaf ifadah adalah salah satu dari beberapa rukun haji, yang harus dilaksanakan sendiri jika
tidakhajinya batal. tawaf ini disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Sebagaimana Firman
Allah dalam surat Al-Hajj ayat 29 :
Tsummal yaqdhuu tafatsahum wal yuufuu nudzuurahum wal yaththawwafuu bilbaitil atiiq
Artinya :
Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran-kotoran mereka, memotong rambut,
mengerat kuku dan memenuhi nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf di
rumah yang tua itu.
Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah
Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai
wewangian setelah jamaah tidak Ihram. Hal ini diterangkan dalam hadis Aisyah :
Artinya : Aku pernah meminyaki Rasulullah SAW ketika (hendak) ihram, sebelum ia berihram,
dan ketika sudah Tahallul
sebelum ia melakukan tawaf di Kabah.
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
Sesudah Tawaf Ifadah jamaah langsung dapat melakukan Tahalllul Akbar, serta telah dihalalkan
dari segala apa yang diharamkan ketika masih Ihram.
Waktu Pelaksanaan Tawaf Ifadah.
Para ulama sepakat bahwa Tawaf Ifadah adalah merupakan rukub Haji yang harus dilaksanakan
oleh setiap orang yang melakukan Ibadah Haji. Berikut ini pendapat para imam tentang waktu
Tawaf Ifadah :
HANAFIYAH : Waktu Tawaf Ifadah dimulai dari fajar hari Nahr (10 Zulhizah) sampai akhir
bulan sesudah seseorang melakukan wukuf di Arafah.
MALIKIYAH : Waktu Tawaf Ifadah dimulai dari fajar hari Nahr (10 Zulhizah) sampai akhir
bulan Zulhijah, sehingga apabila ada jamaah haji meninggalkan (mengakhiri) dari waktu
tersebut maka terkena Dam
SYAFIIYAH : Waktu Tawaf Ifadah dimulai sejak setelah pertengahan kedua malam hari Nahr
(10 Zulhizah) dan berakhir sampai jamaah haji mengerjakannya (kapan saja) selama hidupnya.
sedang waktu afdhal (utama) untuk mengerjakannya ialah pada hari Nasr (10 Zulhijah).

Tawaf Qudum
Disebut juga Tawaf Dukhul, yaitu tawaf pembukaan atau tawaf selamat datang yang dilakukuan
pada waktu jamaah baru tiba di Mekah.
Nabi Muhammad SAW setiap kali masuk Masjidil Haram lebih dulu melakukan tawaf sebagai
ganti shalat Tahiyyatul Masjid. Maka tawaf inipun disebut juga Tawaf Masjidil Haram.
Hukum untuk tawaf Qudum adalah Sunat. maka jika tidak melaksanakan tawaf Qudum tidak
membatalkan Ibadah haji ataupun Umrah. Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang
melakukan Tawaf Qudum. Bagi wanita yang melaksanakannya tidak perlu lari-lari kecil cukup
berjalan biasa.
Tawaf Qudum ini boleh tidak disambung dengan Sai, tetapi bila disambung maka Sainya sudah
termasuk Sai haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jamaah tidak perlu lagi melakukan Sai.
Disunatkan menyelendangkan pakaian atas Ihram di bawah ketiak lengan kanan dan ujungnya
diatas pundak kiri. kalau mungkin sempatkanlah mengusap dan mengecup Hajar Aswad. atau
cukup dengan memberi isyarat dari jauh sambil membaca :
Allahumma Imaanan Bika Wa Tashdieqan Bikitaabika Wa Wafaaan Biahdika Wattibaaan
Lisunnati nabiyika Sayydinaa Muhammadin Shallalahu Alaihi Wasallam.
Artinya :
Ya Allah ku ! aku beriman kepada Mu dan membenarkan kitab Mu, dan memenuhi janji Mu
serta mengikuti sunnah nabi Mu, yaitu penghulu kami Muhammad SAW
ditengah-tengah melakukan tawaf itu jamaah haji diperkenankan membaca doa :
Subhaanallah Wal hamdulillah Walaailaaha Illallah, Wallaahu Akbar Walaa Haula Walaa
Quwwata Illaabillah. Allahumma Innie Aamantu Bikitaabikalladzi Anzalta Wa Nabiyya Kalladzi
Arsalta Faqhfir lie Maaqaddamtu Wama Akh khartu.
Artinya :
Maha suci Allah, Segala puji bagi Allah tidak ada Allah yang patut disembah kecuali Allah,
Allah Maha besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allahku !
Sesungguhnya aku beriman kepada kitab Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi Mu
yang telah Engkau utus, Oleh karena itu ampunilah dosa dosaku yang telah lalu dan yang akan
datang.
Dan ketika sudah sampai di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad supaya membaca :

Rabbanaa Aatinaa Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah Waqinaa Azaabannar wa


Adkhilnaa Ijannata Maal Abrar.
Artinya :
Ya Tuhan kami ! berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan
api neraka, dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang baik.
Tawaf Wada
Wada artinya perpisahan, Tawaf Wada atau tawaf perpisahan adalah salah satu ibadah wajib
untuk dilaksanakansebagai pernyataan perpisahan dan penghormatan kepada Baitullah dan
Masjidil Haram. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Tawaf Wada disebut juga
Tawaf Shadar ( Tawaf Kembali ) karena setelah itu jamaahakan meninggalkan Mekah untuk
ketempat masing-masing. Dalam pelaksanaannya sama dengan tawaf yang lainnya, akan tetapi
doa yang dibaca berbeda untuk semua putaran.
Tawaf Wada adalah tugas terakhir dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah. Bagi
jamaah yang belum melakukannya belum boleh meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib.
Bila tidak dikerjakan maka wajib membayar Dam, dan bila sudah mengerjakan maka tidak
dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jamaah sudah keluar Masjid, maka hendaklah
segera pergi sebab kalau jamaah masih kembali kemasjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada
Ini. Wanita yang sedang Haid dibebaskan dari Tawaf wada dan ia boleh langsung meninggalkan
Mekah. Hal ini dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas yang artinya :
Manusia diperintahkan supaya akhir perjumpaan ( dengan Baitullah ) itu dengan menjalankan
Tawaf di Baitullah, akan tetapi hal ini diringankan bagi perempuan-perempuan yang sedang
Haid. (HR. Bukhari dan Muslim)
Tawaf Sunat
Adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil
Haram, Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Tawaf sunat inilah yang
dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.