Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

MATA KULIAH PMM_B


PEMERIKSAAN CHROMIUM PADA IKAN

DISUSUN OLEH :
NUNIK NURZANAH

L0A005005

RINI HARTATI

L0A005017

DODY ROMADHANA

L0A005033

HARI HERMAWAN

L0A005033

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


PROGRAM DIII KESEHATAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2006

BAB I
PENDAHULUAN
A. Acara
Pemeriksaan Chromium pada ikan
B. Tujuan
Untuk mengetahui tingkat Chromium pada ikan.
C. Tinjauan teori
Salah satu logam transisi yang penting ialah kromium. Sepuhan kromium
(chrome plating) banyak digunakan pada peralatan sehari-hari, pada mobil dan
sebagainya, karena lapisan kromium ini sangat indah, keras dan melindungi
logam lain dari korosi
Kromium juga penting dalam paduan logam dan digunakan dalam
pembuatan stainless steel. Senyawa kromium mempunyai warna yang
sangat menarik dan digunakan sebagai pigmen seperti kuning krom (timbale
(II) kromat) dan hijau krom (kromium (III) oksida).
Suatu senyawa kromium yang indah sekali adalah jamrud (emerald). Batu
pertama ini terbentuk jika sebagian ion alumunium dalam mineral beril,
Be3Al2 (Si6O18) diganti oleh ion kromium (III).
Sifat kromium
Kromium

mempunyai

konfigurasi

electron

3d54s1,

sangat

keras,

mempunyai titik leleh dan titik didih tinggi di atas titik leleh dan titik didih
unsur-usur transisi deret pertama lainya. Bilangan oksidasi yang terpenting
adalah +2, +3, dan +6. jika dalam keadaan murni melarut dengan lambat
sekali dalam asam encer membentuk garam kromium (II).
Penggunaan Kromium
Penggunaan kromium sangat terkenal karena penyepuhan kromium yang
memberikan dua sifat, yaitu dekoratif dan sifat kekerasan.

Ferokrom adalah nama aliasi dengan kadar kromium yang tinggi. Ferokrom
ini dibuat dengan cara mereduksi kromit dengan karbon dalam tungku listrik
yang biasanya digunakan untuk membuat baja kromium.
Larutan K2Cr2O7 atau kromium (III) oksida CrO3 dalam asam sulfat pekat,
adalah oksidator kuat yang biasanya digunakan untuk mencuci alat
laboratorium.
Na2Cr2O7.2H2O dalam jumlah yang tidak sedikit digunakan dalam
penyamakan kulit, menghasilkan kulit samakan kromium. Dalam hal ini
kromium membentuk senyawa yang tidak melarut dengan protein dalam kulit.
Senyawa kromium dapat juga digunakan sebagai pigmen, yaitu PbCrO 4
(kuning kromium) dan Cr2O3 (hijau kromium).
Kromium ini digunakan dalam alat penganalisa napas. Alat ini digunakan
untuk menangkap peminum alcohol yang mengemudi mobil.

BAB II
PELAKSANAAN
A. Alat
1. Tabung blanko (blank tube)
2. Tabung sample (sample tube)
3. Pipet tetes
4. Tmbangan analitik
5. Spektrofotometer Orbeco Hellige
6. Pipet ukur filler
7. Kertas saring
8. Corong glass
B. Bahan
1. Aquadest
2. H2SO4
3. Sample (ikan)
4. Serbuk Dipeny / Carbazide
C. Cara kerja
1. Tabung blanko (blank tube)
Isilah tabung blanko dengan 10 ml air (tepat pada garis pembatas).
2. Tabung sample (sample tube)
a) Isilah tabung sample dengan 10ml air (tepat pada garis pembatas)
b) Tambahkan 12 tetes H2SO4 1,0 N
c) Tambahkan 1 takar serbuk Dipeny / Carbazide.
d) Tutup tabung, kocok dengan membolak-balik tabung beberapa kali.
e) Diamkan 5-9 menit hingga terbentuk warna
f) Periksa dengan Spektrofotometer Orbeco Hellige Model-975 MP
dengan pilihan No test 03 dan = 535
g) Hasil pembacaan alat dalam satuan mg/l (ppm sebagai Cr/mg/l sebagai
CrO4 jika dikalikan dengan 2,23

Perlakuan sample
1. Haluskan sample, timbang 10 gr.
2. Ekstraksi sample dengan 90 ml aquadest kemudian aduk
3. Saring suspensi
4. Periksa kadar kromium

BAB III
PEMBAHASAN

Setelah diadakan pemeriksaan kadar kromium dengan sample ikan diperoleh


hasil:
Kandungan kromiumnya 0.04 mg/l

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Hasil pemeriksaan Kromium yang telah kelompok kami lakukan dengan
sample ikan kandungan Kromium sebesar 0.04 mg/l.
Kandungan Kromium pada ikan tersebut telah melebihi nilai ambang batas.
Berdasarkan baku mutu air sungai di DKI menurut kep. Gub kepala DKI
Jakarta tanggal 26 september no. 1608 tahun 1988 gol.B: Perikanan. kadar
Kromium yang diperbolehkan sebesar 0,02 mg/l
Karena ikan tersebut mengandung kadar Kromiumnya tinggi sehingga
ikan tersebut tidak layak di konsumsi

B. Saran
Kita harus berhati-hati terhadap bahan makanan dari laut (sea food) karena
laut di Indonesia sebagian besar telah tercemar bahan kimia yang sangat
berbahaya bagi tubuh

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Hisca Ahmad, 1992, Penuntun Belajar Kimia Kimia Unsur & Radio kimia,
Penerbit PT. Citra Aditya Bakti BAndung.