Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PRAKTIKUM

MASERASI

A. Tujuan
Agar mahasiswa mampu melakukan cara ekstraksi dingin yaitu
dengan metode maserasi serta mengetahui perbedaan cara- cara
ekstraksi dari suatu simplisia.
B. Dasar teori
Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi
dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan
penyari. Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk
kedalam rongga sel yang mengandung zat aktif akan larut dan karena
adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di ndalam sel
denganyang di luar sel, maka larutan yang pekat terdesak keluar.
Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi
antara diluar sel denga larutan didalam sel.
Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung
zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung
benzoin,stirak dan lain-lain.
Cairan penyari yang digunakan dapt berupa air,etanol,air-etanol, atau
pelarut lain. Bila cairan penyari digunakan air maka untuk mencegah
timbulnya kapang, dapat ditambahkan bahan pengawet, yang
diberikan pada awal penyaringan.
Maserasi dapat dilakukan modifikasi misalnya :
Digesti
Maserasi dengan mesin pengaduk
Remaserasi
Maserasi melingkar
Maserasi melingkar bertingkat
Kelebihan cara maserasi :
Alat dan cara yang digunakan sederhana
Dapat digunakan untuk zat yang tahan dan tidak tahan
pemanasan.
Kelemahan cara maserasi

Banyak pelarut yang terpakai


Waktu yang dibutuhkan cukup lama

Prinsip kerja metode maserasi


Prinsip maserasi adalah ekstraksi zat aktif yang dilakukan dengan cara
merendam serbuk dalam pelarut yang sesuai selama beberapa hari pada
tempetature kamar terlindung dari cahaya, pelarut akan masuk kedalam sel
tanaman melewati didinding sel. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan
konsentrasi antara larutan didalam dengan diluar sel. Larutan yang
konsentrasinya tinggi akan terdeak keluar dan diganti oleh pelarutdengan
konsentrasi rendah (proses difusi) . peristiwa tersebut akan berulang sampai
terjadi keseimbangan antara larutan didalam sel dan diluar sel. (Ansel,

1989)