Anda di halaman 1dari 21

Model Kompartemen

Ela Julisni Molita Sari


1201087

7/1/15

Leon Shargel

Model Kompartemen
Tubuh dapat dinyatakan sebagai suatu susunan, atau sistem dari
kompartemen-kompartemen yang berhubungan secara timbal
balik satu dengan yang lainnya.
Suatu kompartemen bukan suatu daerah fisiologik atau anatomik
yang nyata, tetapi dianggap sebagai suatu jaringan atau
kelompok jaringan yang mempunyai aliran darah dan afinitas obat
yang sama. Dalam masing masing kompartemen, obat dianggap
didistribusi secara merata. Model kompartemen didasarkan atas
anggapan linier yang menggunakan persamaan diferensial linier.

Secara konseptual, obat bergerak masuk dan keluar


kompartemen secara dinamik. Tetapan laju reaksi diperlukan
untuk menyatakan semua proses laju obat masuk dan keluar dari
kompartemen. Model kompartemen kemudian diuji kebenarannya
dan
selanjutnya
diperoleh
parameter

parameter
farmakokinetiknya.
7/1/15

Leon Shargel

Model-Model
Kompartemen
1. Model Mammilliary
. Model kompartemen satu
terbuka
. Model kompartemen dua
terbuka
2. Model Caternary
3. Model Fisiologik (aliran)
7/1/15

Leon Shargel

1.Model Mammillary
Model mammillary merupakan model
kompartemen
yang
paling
umum
digunakan
dalam
farmakokinetika.
Model mammillary dapat dianggap
sebagai
suatu
sistem
yang
berhubungan
sangat erat, karena
jumlah obat dalam setiap kompartemen
dalam
sistem
tersebut
dapat
diperkirakan setelah obat dimasukkan
ke dalam suatu kompartemen tertentu.

7/1/15

Leon Shargel

Bila suatu obat diberikan secara iv,


obat secara langsung masuk ke
dalam
kompartemen
sentral.
Eliminasi obat dari kompartemen
sentral terjadi oleh karena organorgan yang terlibat dalam eliminasi
obat terutama ginjal dan hati,
merupakan jaringan yang di perfusi
secara baik.
7/1/15

Leon Shargel

7/1/15

Leon Shargel

Keterangan gambar :
K

=
Tetapan
laju
farmakokinetika
1 = plassma (kompartemen
sentra)
2 = kompartrmen jaringan

7/1/15

Leon Shargel

Model Mammillary Terbagi Atas :


Model
satuterbuka

kompartemen

Perubahan kadar obat dalam plasma


mencerminkan perubahan yang sebanding
dengan kadar obat dalam jaringan.
DB tidak dapat ditentukan secara langsung,
tetapi dapat ditentukan konsentrasi obatnya
dengan menggunakan darah.
Volume distribusi, Vd adalah volume dalam
tubuh dimana obat tersebut larut.
7/1/15

Leon Shargel

Pemberian obat secara intravena


Jika suatu obat diberikan dalam bentuk
injeksi intravena cepat (iv bolus), seluruh
dosis obat masuk tubuh dengan segera.
Laju absorpsi obat dapat diabaikan.
Tidak terjadi absorpsi obat, dimana obat
akan didistribusikan bersama sistem
sirkulasi sistemik dan secara cepat
berkesetimbangan di dalam tubuh.
Berbagai perubahan kadar obat dalam
plasma mencerminkan perubahan yang
sebanding dengan kadar obat dalam
jaringan.
Tidak menganggap bahwa konsentrasi
obat dalam tiap jaringan tersebut adalah
sama pada berbagai waktu.
Jumlah obat di dalam tubuh tidak dapat
ditentukan secara langsung, melainkan
dapat
ditentukan konsentrasiLeon obatnya
7/1/15
Shargel
dengan menggunakan cuplikan cairan

Tetapan Laju Eliminasi


Laju eliminasi untuk sebagian besar obat
merupakan suatu proses orde ke satu.
Tetapan laju eliminasai (K) adalah tetapan laju
eliminasi orde kesatu dengan satuan waktu.
Umumnya hanya obat umum dan obat aktif
yang
ditentukan
dalam
kompartemen
vaskuler.
Pemindahan atau eliminasi obat secara total
dari kompartemen ini dipengaruhi oleh proses
metabolisme dan ekskresi.
7/1/15

Leon Shargel

10

Volume Distribusi
Volume distribusi merupakan suatu faktor yang
harus diperhitungkan dalam memperkirakan
jumlah obat dalam tubuh dari konsentrasi obat
yang ditemukan dalam kompartemen cuplikan.
Sebagian besar obat mempunyai volume
distribusi lebih kecil atau sama dengan massa
tubuh.
Obat dengan volume distribusi yang besar
lebih terpusat dalam jaringan ekstravaskuler
dan sedikit dalam intravaskuler.

7/1/15

Leon Shargel

11

Model kompartemen dua terbuka


Obat terdistribusi ke dalam dua kompartemen, yaitu
Kompartemen kesatu
Dikenal sebagai kompartemen sentral, yaitu darah, cairan
ekstra-selular dan jaringan-jaringan dengan perfusi tinggi,
kompartemen-kompartemen ini secara cepat terdifusi oleh
obat. Obat dielimnasi pada kompartemen sentral.
Kompartemen kedua
Merupakan kompartemen jaringan, yang berisi jaringanjaringan yang berkesetimbangan secara lebih lambat
dengan obat. Model ini dieliminasi dari kompartemen
sentral.
7/1/15

Leon Shargel

12

Volume distribusi
Model kompartemen kedua ada beberapa volume
distribusi yang harus diperhatikan :
Volume kompartemen sentral
Berguna
untuk
menggambarkan
perubahan
konsentrasi obat dan klirens obat.
Volume distribusi pada keadaan tunak
Pada keadaan tunak laju obat masuk kedalam
kompartemen jaringan dari kompartemen sentral
adalah sama dengan laju obat yang keluar dari
kompartemen jaringan kedalam kompartemen
sentral.
7/1/15

Leon Shargel

13

Tetapan laju eliminasi


Dalam model kompartemen
dua (pemberian IV) tetapan
laju eliminasi K menyatakan
eliminasi
obat
dari
kompartemen sentral.

7/1/15

Leon Shargel

14

Model Kompartemen Tiga Terbuka


Merupakan
perluasan
dari
model
kompartemen
dua,
dengan
suatu
tambahan kompartemen jaringan dalam.
Obat didistribusi sangat cepat dalam
kompartemen sentral dengan prefusi
tinggi,
kurang
cepat
kedalam
kompartemen dua atau jaringan, dan
sangat lambat dalam kompartemen tiga
atau jaringan dalam.

7/1/15

Leon Shargel

15

2. Model Catenary
Terdiri atas kompartemen-kompartemen
yang digabung dengan yang lain
menjadi satu deretan kompartemen.
Tidak dapat dipakai pada sebagian
besar organ yang fungsional dalam
tubuh
yang
secara
langsung
berhubungan dengan plasma, model ini
digunakan tidak sesering model model
mammilary.

7/1/15

Leon Shargel

16

Contoh model cartenary

7/1/15

Leon Shargel

17

3. Model Fisiologik (Model


Aliran)
Model ini juga dikenal sebagai
model aliran darah atau model
perfusi,
merupakan
model
farmakokinetika
yang
didasarkan atas data anatomik
dan fisiologik yang diketahui.
7/1/15

Leon Shargel

18

Perbedaan utama antara model perfusi


dan model kompartemen lain ialah :
Tidak dibutuhkan data yang tepat dalam model
perfusi.
Konsentrasi obat dalam berbagai jaringan
diperkirakan melalui ukuran jaringan organ, aliran
darah.
Aliran darah, ukuran jaringan dan perbandingan
obat dalam jaringan darah dapat berbeda
sehubungan
dengan
kondisi
patofisiologik
tertentu.
Dapat diterapkan pada beberapa spesies, dan
dengan beberapa data obat pada pada manusia
dapat diekstrapolasikan.
Contoh : digoksin, lidokain, metotreksat, tiopental.
7/1/15

Leon Shargel

19

Makna yang nyata dari model fisiologik adalah dapat


digunakannya model ini dalam memprakirakan
farmakokinetika pada manusia dari data hewan.
Besarnya berbagai organ tubuh atau jaringan, tingkat
ikatan protein, kapasitas metabolisme obat, dan
aliran darah pada manusia dan spesies lain seringkali
telah diketahui atau dapat ditentukan.
Jadi, parameter, fisiologik dan anatomik dapat
digunakan untuk mmpraktikan efek obat pada
manusia berdasarkan efek obat pada hewan, dalam
hal percobaan pada manusia sulit dilakukan atau
dilarang.

7/1/15

Leon Shargel

20

TERIMA KASIH

7/1/15

Leon Shargel

21