Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH PROVINSI RIAU

DINAS PEKERJAAN UMUM


KEGIATAN PENGHIJAUAN KAWASAN KOTA PEKANBARU
Jl. Riau No. 1 Telp. (0761) 23608 - 23881 28075 - 46215 Fax. (0761) 23881

PE KAN BAR U
KODE POS : 28155

KEGIATAN
PEKERJAAN
LOKASI
TAHUN ANGGARAN

:
:
:
:

PENGHIJAUAN KAWASAN KOTA PEKANBARU


FISIK PENGHIJAUAN KAWASAN KOTA PEKANBARU
KOTA PEKANBARU
2013

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)

SUMBER DANA APBD PROVINSI RIAU


TAHUN ANGGARAN 2013

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)
KEGIATAN
PEKERJAAN
LOKASI

: PENGHIJAUAN KAWASAN KOTA PEKANBARU


: FISIK PENGHIJAUAN KAWASAN KOTA PEKANBARU
: PEKANBARU

LATAR BELAKANG
PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara
konseptual dalam menangani krisis lingkungan. Begitu pentingnya sehingga
penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seturuh
Indonesia. Termasuk kota Pekanbaru dan sekitarnya Penghijauan dalam arti luas
adalah segala daya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi
lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur
tata air atau pelindung lingkungan. Ada pula yang mengatakan bahwa
penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan
melaksanakan pengelolaan Taman-taman kota, taman-taman Iingkungan, jalur
hijau dan sebagainya. Dalam hal mi penghijauan perkotaan merupakan kegiatan
pengisian ruang terbuka di perkotaan. Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau
mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H1206 serta peranan O2 yang sangat
dibutuhkan makhluk hidup.
Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2
dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme
tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk
hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan. Begitu peritingnya peranan
tumbuhan di bumi ini dalarn menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan,
sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam
pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.
Peran dan fungsi penghijauan
Penghijauan berperan dan berfungsi swbagai berikut:
1. Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya
menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk
pernapasan;
2. Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa
lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar;
3. Pencipta lingkungan hidup (ekologis);
4. Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat
hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya;
5. Perlindungan (protektif), terbadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin
kencang, terik matahari, gas atau debu-debu);
6. Keindahan (estetika);
7. Kesehatan (hygiene);
8. Rekreasi dan pendidikan (edukatif)
9. Sosial politik ekonomi.
10. Ciptakan hutan kota ,fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan
hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi
iklim. Jika hut:an tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan
antara lain menciptakan ikIim mikro, engineering, arsitektural, estetika,
modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara,
pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan
sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan,
mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan

cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi. Dengan demikian


penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara
konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan
mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional.
Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan
harus dilakukan secara terus-menerus.
II

DASAR HUKUM
Pekerjaan Fisik penghijauan Kawasan Kota Pekanbaru memiliki beberapa
dasar hukum dan acuan normatif sebagai berikut :
1.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05 / PRT/M/ 2008
tentang Pedoman Penyediaan dan pemamfaatan ruang terbuka hijau di
kawasan Perkotaan;
2.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 05 / PRT/M/ 2012
tentang Pedoman Penanaman pohon pada sistem jaringan jalan;
3.
Undang-undang RI No. 26 Tahun 2007, tentang penataan ruang;
4.
Peraturan Pemerintah RI No.63 tahun 2002, tentang hutan kota;
5.
Peraturan Pemerintah RI No. 34 Tahun 2006, tentang jalan ;
6.
SNI 03-1733-2004, Tata cara perencanaan lingkungan perumahan
di perkotaan.

III MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud :
Membangun infrastruktur PenghijauanKawasan Kota Pekanbaru yang
menerapkan prinsip-prinsip yang dapat mengatasi permasalahan pemanasan
global di Kota Pekanbaru
Tujuan :
Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa
lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar, Penyeimbangan alam
(adaphis) , dan keindahan kota Pekanbaru serta mengajak masyarakat untuk
melakukan pemeliharaan dan menjaga kelestarian lingkungan;
IV SASARAN
Program
Kegiatan
Pekerjaan
Lokasi
Capaian program
Keluaran
Hasil

:
:
:
:
:
:

Lingkungan Sehat Perumahan


Penghijauan Kawasan Kota Pekanbaru
Fisik Penghijauan Kawasan Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru
Penghijauan kawasan kota Pekanbaru
Terlaksananya Pembangunan Penghijauan kawasan dan
struktur penunjang di sekitar kawasan jembatan Siak IV
kota Pekanbaru
: Terlaksananya Pembangunan Penghijauansekitar dan
struktur penunjang di sekitar kawasan jembatan Siak IV
Pekanbaru.

V NAMA ORGANISASI PENGADAAN BARANG/ JASA


Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan/jasa Fisik
Penghijauan Kawasan Kota Pekanbaru;
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau Bidang Cipta karya.
Jalan Riau No. 01 Pekanbaru.
VI

SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA


1. Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai pekerjaan fisikPenghijauan
kawasan kota Pekanbaru dengan nilai Pagu Rp.2.272.000.000,-Sumber
dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013.

2. Total perkiraan biaya yang diperlukan dengan nilai HPS


Rp.
2.268.867.000,-(dua milyar dua ratus enam puluh delapan juta delapan
ratus enam puluh tujuh ribu rupiah).
VII RUANG LINGKUP KEGIATAN.
Lingkup kegiatan Penghijauan Kawasan Kota Pekanbaruterbagi dalam 2
jenis pekerjaan yang saling berhubungan yaitu :
a. pekerjaan struktur pendukung.
b. Pekerjaan Penanaman pohon dan rumput.
A. Pekerjaan Struktur pendukung yaitu :
1.
Pekerjaan pasang cerucuk pondasi trotoar
Pemasangan kayu cerucuk sebagai pondasi pendukung trotoar agar tidak
terjadi penurunan pondasi trotoar, mengingat dengan kondisi tanah tempat
pembuatan trotoar dilokasi timbunan dengan kondisi tanah asli yang lunak/
gambut
2.

Pekerjaan struktur balok beton bertulang trotoar


Pekerjaan Struktur Cor beton balok dengan menggunakan beton mutu K-175,
untuk mencapai hasil pekerjaan pondasi trotoar yang kokoh dan sesuai
dengan kondisi tanah yang di sekitar pembuatan trotoar yang di syaratkan
dalam spesifikasi teknis.

3.

Pekejaan pemasangan koral sikat


Pekerjaan pemasangan koral sikat untuk menambah ke indahan dan
keserasian landscape tempat penanaman pohon dan rumput penghijauan
dengan motif koral sikat yang sudah ditentukan.

4.

Pekerjaan pemasangan kanstin


Pekerjaan kanstin menggunakan beton mutu K-300, yang berguna sebagai
pembatas antara trotoar dengan jalan dan dipersiapkan bentuk kanstin untuk
pembuangan air jalan setiap setiap jarak 8 m. Finishing kanstin harus dicat
jenis scothlight sesuai dengan yang di syaratkan;

5.

Pekerjaan Pagar pengaman


Pekerjaan pagar pengaman menggunakan cor beton bertulang mutu K-175
dengan finishing acian ditambah dengan tempelan asesories motif melayu
yang terbuat dari bahan GRC. Adapun fungsi pagar pengaman ini untuk
memperindah trotoar dan penanaman pohon dan rumput yang ditanam.

6.

Pekerjaan Pemasangan pipa PVC dia 6 inch


Pemasangan pipa berfungsi sebagai saluran buangan air jalan, agar tidak
terjadi genangan air di pinggir jalan yang dapat merusak jalan yang sudah
diaspal hot mix.Pipa pembuangan menggunakan pipa PVC dia 6 inch dibawah
cor beton trotoar dengan kemiringan 1%

7.

Pekerjaan penanaman.
Jenis tanaman pohon pelindung menggunakan jenis pohonTrembesidengan
pola penanaman jarak 8 M yang ditanam di tengah-tengah trotoar sebagai
bangunan pendukungnya, yang berfungsi sebagai peneduh dan penghijauan
sekitar bangunan pendukung terutama trotoar agar terlihat indah dan tertata
dengan baik, yang sesuai dengan yang di syaratkan dan spesifikasi teknis.

8.

Pekerjaan Penanaman rumput

Pekerjaan penanaman rumput menggunakan jenis rumput Paitan yang


ditanam dilereng pembatas trotoar dengan saluran drainase yang berfungsi
untuk menghindari terjadi longsoran tanah timbunan kedalam saluran
drainase.
VIII JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 120 (Seratus Dua Puluh) Hari
kalenderSejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
IX PROGRAM KERJA
Penyedia Jasa Konstruksi harus menyusun program kerja yang meliputi :
1) Jadwal pelaksanaan kegiatan secara terperinci.
2) Metoda pelaksanaan pekerjaan termasuk didalamnya penerapan program
K3. Metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan menggambarkan
penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan, sekurang-kurangnya memuat :
a.
Rencana persiapan penanganan pekerjaan
b.
Rencana penanganan pekerjaan utama
c.
Rencana penanganan masa pemeliharaan
3) Tenaga yang lengkap (disiplin dan jumlahnya), tenaga yang diusulkan
kontraktor pelaksana harus dapat persetujuan dari pemberi tugas.
4) Uraian konsepsi Penyedia Jasa Konstruksi atas pekerjaan konsultan
pengawas tersebut.
5) Setelah ketiga hal tersebut diatas mendapatkan persetujuan /persepakatan
dari Pemberi Tugas, maka akan menjadi pedoman penugasan dalam
pelaksanaan tugas bagi kontraktor pelaksana dalam melaksanakan
tugasnya.
X TENAGA AHLI
Untuk mencapai hasil yang diharapkan, pihak pelaksana konstruksi harus
menyediakan tenaga-tenaga ahli dalam suatu struktur organisasi untuk
menjalankan kewajibannya sesuai dengan lingkup jasa yang tercantum dalam
KAK ini yang bersertifikat dan disetujui oleh pemberi tugas.
Struktur organisasi serta daftar tenaga ahli beserta kualifikasinya, minimal
sebagai berikut :
NO

JABATAN

KUALIFIKASI
PENDIDIKAN

1.

Project Manager

S1 Teknik
Arsitektur

2.

Site Manager

S1 Teknik sipil

3.

Pelaksana K3

S1 Teknik Sipil

4.

Pelaksana Juru
hitung Kuantitas

STM Sederajat

5.

Pelaksana
Lapangan. 1

STM Sederajat

6.

Pelaksana

STM Sederajat

JUMLAH
(Orang)

PENGALAMA
N

SKA Ahli
madyaTeknik
Arsitektur
SKA Ahli muda
Pelaksana
Struktur/ Sipil
Sertifikat K3
konstruksi
SKT Juru Hitung
Kuantitas

6Tahun

4 Tahun

4 Tahun

3Tahun

SKT Tukang
Taman/Landscap
e
SKT Tukang Cor

3Tahun

3Tahun

SKA/ SKT

NO
7.
8.

JABATAN
Lapangan. 2
Drafter
Logistik

KUALIFIKASI
PENDIDIKAN

SKA/ SKT
Beton
-

STM Sederajat
D3/S1 T.Sipil

JUMLAH
(Orang)

PENGALAMA
N

1
1

3Tahun
3 Tahun

KETERANGAN :
Untuk No. 1 dan 3melampirkan :
a) KTP yang masih berlaku
b) Ijazah
c) Curriculum Vitae
d) SPT Tahunan 2012
e) NPWP
f) SKA yang masih berlaku
Untuk
a)
b)
c)
d)

No. 4 s/d 5Melampirkan :


KTP yang masih berlaku
Ijazah
Curiculum Vitae
SKT yang masih berlaku

Untuk
a)
b)
c)

No. 6 s/d 7 Melampirkan :


KTP yang masih berlaku
Ijazah
Curiculum Vitae

IX. PERALATAN
Adapun peralatan minimal yang wajib disediakan pelaksana konstruksi antara lain :
NO
.
1.
2.
3.
4.

JENIS PERALATAN
Concrete Vibrator
Mobil Pick UP
Stamper
Concrete mixer/ Molen

VOLUME
1
2
1
3

Unit
Unit
Unit
Unit

KAPASITASMINIMAL
5,5 HP
1 Ton
5 Ton
500 L

Catatan :
Melampirkan kepemilikan alat (Milik sendiri/Sewa)
X. PERSYARATAN PESERTA.
a. Badan Usaha.
1. Sertifikat badan usaha (SBU) Bidang Arsitektur (22000) dengan Sub bidang
Pertamanan (22007) yang masih berlaku;
2. Memiliki Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang masih berlaku;
3. TDP yang masih berlaku;
4. SITU/ Domisili/ HO yang masih berlaku.
b. Personil

Disesuaikan dengan Tabel yang dilampirkan dalam KAK.

c. Peralatan.
- Disesuaikan dengan tabel yang dilampirkan dalam KAK
d. Penyedia Jasa wajib melampirkan/mengupload Surat Dukungan Ketersediaan
Tanaman.Apabila dianggap perlu, akan dilakukan klarifikasi dan verifikasi
ketersediaan tanaman di lapangan.
XI.

PELAPORAN.
Adapun jenis laporan yang harus diserahkan Pelaksana Konstruksi ke
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/ Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
antara lain :
1. Laporan Harian
2. Laporan Mingguan
3. Hasil Test Mutu beton.

XII.

RANCANGAN KONTRAK
Jenis kontrak yang dipergunakan pada pekerjaan ini adalah Kontrak
Harga Satuan.

XIII.

PENUTUP
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan pedoman dalam
melaksanakan pekerjaannya sehingga dicapai suatu hasil pekerjaan yang baik
sesuai dengan rencana. Hal lain yang belum diatur dalam KAK ini termasuk
perubahan-perubahan yang dipandang perlu akan diatur lebih lanjut dalam
surat perjanjian (kontrak).
Pekanbaru, 22 Juli 2013
PENGENDALI KEGIATAN
PENGHIJAUAN KAWASAN KOTA
PEKANBARU
TAHUN ANGGARAN 2013

PPK/PPTK KEGIATAN PENGHIJAUAN


KAWASAN KOTA PEKANBARU
TAHUN ANGGARAN 2013

ERI IKHSAN, ST.,MT


NIP. 19740331 200801 1 003

ARIEF BUDIMAN, ST
NIP. 19820202 201102 1 002