Anda di halaman 1dari 7

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

1.3

Jenis Penelitian
Jenis

penelitian

menggunakan

metode

yang

dilakukan

retrospektif

adalah

dengan

penilitian

mengumpulkan

deskriptif
data

dengan

berdasarkan

karakteristik usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, waktu insiden, dan jenis
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang paling sering ditangani di Rumah Sakit
Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan pada tahun 2013.

3.1

Lokasi dan Waktu Penelitian

3.1.1 Lokasi Penelitian


Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Kesdan I Bukit Barisan Putri Hijau
Medan. Adapun pertimbangan dalam memilih lokasi ini adalah karena tingkat kejadian
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada rumah sakit ini masih tinggi dan data
yang diperlukan untuk penelitian ini juga tersedia.
3.1.2 Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April 2014 dengan mengambil data
dari rekam medik Rumah Sakit Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan. Data
tersebut merupakan data tanggal 1 Januari 2013 - 31 Desember 2013.

57

3.2

Populasi dan Sampel Penelitian

3.2.1 Populasi
Populasi yang digunakan adalah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut di
Rumah Sakit Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan pada tahun 2013.
3.2.2 Sampel
Besar sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Snedecor
dan Cochran (Budiarto, 2003) :
nk

n
1+n/N
1/d2

1+(1/d2)/N
1/d2

1+(1/0,12)/522
=

100
1+100/522

100
1+0,1915709

83,922828 di genapkan menjadi 84 orang.

Keterangan :
d

= Tingkat kepercayaan yang diinginkan (0,1)

= Besar sampel yang belum dikoreksi


= 1/d2 = 1/(0,1)2 = 100

58

nk

= Besar sampel setelah dikoreksi

= Besar populasi

Dengan tingkat kepercayaan yang dikehendaki sebesar 90% dan tingkat


ketepatan instrurmen adalah 10%, maka jumlah sampel yang diperoleh dengan
memakai rumus tersebut setelah digenapkan adalah 84 orang.

3.3

Kriteria Inklusi dan Eksklusi

Kriteria Inklusi
Data rekam medik yang mencantumkan diagnosis Infeksi Saluran
Pernafasan Akut di Rumah Sakit Kesdan I Bukit Barisan Putri Hijau
Medan pada tahun 2013.

Kriteria Eksklusi
Data rekam medik yang mencantumkan diagnosis Infeksi Saluran
Pernafasan Akut yang kurang lengkap penulisannya di Rumah Sakit
Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan pada tahun 2013.

3.4

Rancangan (design) Penelitian


Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data dengan menggunakan

data sekunder pasien yang terdiagnosis infeksi saluran pernafasan akut di Rumah Sakit
Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan pada tahun 2013.

59

Pengambilan sampel ini dilakukan secara Acak Sistematis (Systematic Random


Sampling). Teknik ini merupakan modifikasi dari sampel random sampling. Caranya
adalah membagi jumlah atau anggota populasi dengan perkiraan jumlah sampel yang
diinginkan, hasilnya adalah interval sampel. Sampel diambil dengan membuat daftar
elemen atau anggota populasi secara acak antara 1 sampai dengan banyaknya anggota
populasi. Kemudian membagi dengan jumlah sampel yang diinginkan, hasilnya
sebagai interval adalah X, maka yang terkena sampel adalah setiap kelipatan dari X
tersebut (Notoadmodjo, 2010).
N (jumlah populasi)

: 522 orang

n (sampel)

: 84

I (intervalnya)

: 522 : 84 = 6

Maka anggota populasi yang terkena sampel adalah setiap elemen (nama orang)
yang mempunyai nomor kelipatan 6, misalnya no 6, 12, 18, 24, dan seterusnya sampai
mencapai jumlah 84 anggota sampel (Notoadmodjo, 2010).

3.5

Definisi Operasional
1. Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang
saluran pernafasan yang berlangsung kurang dari 14 hari, dan disebabkan
oleh bakteri, virus, maupun riketsia.
2. Penderita ISPA adalah penderita yang berobat dan didiagnosa ISPA di
Rumah Sakit Kesdam 1 Bukit Barisan Putri Hijau Medan yang terdapat di
rekam medik dan ditetapkan oleh dokter.

60

3. Usia adalah umur penderita ISPA pada saat penelitian dan usia dinyatakan
dalam tahun. Berikut ini daftar usia biologis menurut DEPKES RI (2009).
Tabel 3.1 Usia Biologis (Depkes, 2009)
Kategori

Tahun

Balita

0 5 tahun

Kanak-kanak

6 11 tahun

Remaja

12 25 tahun

Dewasa

26 45 tahun

Lansia

46 65 tahun

Manula

> 65 tahun

4. Jenis kelamin adalah identitas responden individu sesuai biologis atau


fisiknya.
5. Pekerjaan yang dimaksud merupakan pekerjaan yang dimiliki oleh penderita
ISPA pada saat penelitian dilaksanakan. Kategori pekerjaan terdiri dari: tidak
bekerja, Pelajar, TNI-AD/TNI-AL, PNS, Pensiunan, Wiraswasta, dan Buruh.
6. Pendidikan merupakan taraf untuk mengukur tingkat pendidikan tertinggi
yang telah dilewati seseorang pada lembaga lembaga pendidikan formal.
Kategori pendidikan terdiri dari: tidak sekolah, Sekolah Dasar (SD), Sekolah
Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah
Kejuruan (SMA/SMK), dan Perguruan Tinggi (S1, S2, dan S3).

61

7. Waktu yang dimaksud dalam penelitian ini adalah terkhusus pada bulan
berapa ISPA terjadi. Kategori waktu terdiri dari: Januari, Februari, Maret,
April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember.
8. Jenis ISPA yang dimaksud pada penelitian ini adalah klasifikasi ISPA yakni
ISPA atas, dan ISPA bawah (Rahajoe, 2010).
3.6

Prosedur Penelitian
1. Persiapan peneliti mengajukan surat permohonan penelitian kepada Komite
Etik Penelitian Fakultas Kokteran Universitas Methodist Indonesia.
2. Setelah peneliti memperoleh surat izin penelitian dari Komite Etik Penelitian
Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia, peneliti memberikan
surat permohonan penelitian kepada ketua bagian rekam medik Rumah Sakit
Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan.
3. Setelah mendapatkan izin penelitian dari ketua bagian rekam medik Rumah
Sakit Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan, peneliti melakukan
pengambilan data pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut di bagian rekam
medik Rumah Sakit Kesdam I Bukit Barisan Putri Hijau Medan.
4. Setelah mendapat data, peneliti mengamati catatan rekam medik untuk
mendapatkan data yang diperlukan.
5. Untuk menjaga kerahasiaan identitas

responden,

peneliti

tidak

mencantumkan nama responden dalam lembar pengumpulan (Anonimity).


6. Kerahasiaan informasi dijamin oleh peneliti.
7. Setelah data terkumpul peneliti menganalisa data menggunakan teknik
analisis data yang telah dipilih.
3.7

Pengolahan dan Analisis Data


1. Pengolahan data
Proses pengolahan data meliputi :
a. Editing

62

Memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh. Editing dapat


dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul.
b. Coding
Memberikan kode dalam bentuk angka (numerik) pada setiap data
sehingga

mempermudah

dalam

pengolahan

data

dan

menjaga

kerahasiaan identitas pasien.


c. Entry
Memasukkan data yang telah dikumpulkan dalam tabel atau data base
komputer.
d. Tabulasi
Memasukkan data dalam tabel dan menarasikannya.
2. Analisa Data
Analisa data dilakukan untuk mengetahui masing-masing gambaran
penderita yaitu (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, waktu insidens,
dan jenis ISPA) dalam bentuk persen (%) (Notoadmodjo, 2010).

63