Anda di halaman 1dari 30

Presenter : Nurul Qomariah T

(2008730100)
Nirwan fathur R (2010730079)
Pembimbing : dr.Erie Dharma Irawan, Sp.KJ.MARS

Gangguan neurotik
Gangguan Anxietas
Gangguan panik
Gangguan cemas menyeluruh
Gangguan fobik
Gangguan obsesif konfulsif
Gangguan Somatoform ( dibahas lebih lanjut ...)

Anxietas ( Kecemasan )
Defenisi

Ketegangan rasa tak aman atau kekhawatiran


yang timbul karena dirasakan akan terjadi
sesuatu yang tidak menyenangkan, sebagian
besar sumbernya tidak diketahui.
Kecemasan patologis tidak sesuai dengan
proporsi ancaman sesungguhnya dan bersifat
maladaptif

Gejala
Perasaan takut & khawatir tentang sejumlah

peristiwa,hal atau aktivitas.


Sukar mengendalikan rasa khawatir tersebut.
Gejala pada point 1 disertai 3 atau > gejala :
Gelisah
Mudah lelah
Sukar kosentrasi
Mudah marah
Otot tegang
Tidur terganggu

Manifestasi perifer
Diarhe
Pusing kepala ringan
Hiperhidrosis
Hipertensi
Palpitasi
Mydriasis
Gelisah
Syncop
Tachycardi
Rasa kesemutan pada

ekstremitas
Tremor

Lambung terganggu
Poly uri (miksi rekuren)
Telapak tangan

berkeringat atau
dingin
Perut kembung,
naucea
Nafas pendek
Otot tegang
Mulut kering
Sulit masuk tidur atau
mempertahankan tidur

Gangguan cemas
menyeluruh
Perasaan khawatir ( berat & menyeluruh,
menetap/ bertahan lama, disertai gejala
somatik ( motorik & otonomik ) ,emyebabkan
gangguan fungsi sosial & pekerjaan atau
perasaan nyeri hebat, perasaan tidak enak.

Manifestasi kinis
Anamnesis
Cemas berkepanjangan, gemetaran,

ketegangan otot, berkeringat, kepala terasa


ringan, palpitasi, pusing kepala, keluhan
epigastrik.
Takut diri & keluarganya akan sakit atau
mengalami kecelakaan dalam waktu dekat, ada
firasat lain.

Pemeriksaan
Mood cemas, gelisah, ketegangan motorik,

pembicaraan pasien didominasi rasa cemasnya


terhadap hal-hal kecil dalam kehidupan sehari
hari yang irasional (bila anaknya terlambat
sekolah ia khawatir bahwa anaknya diculik, dll)

Kriteria diagnosis
Kecemasan tentang masa depan (khawatir

akan nasib buruk, gelisah seperti diujung


tanduk, sulit kosentrasi )
Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala,
gemetaran, tak dapat santai, dll)
Aktivitas otonom berlebihan (kepala terasa
ringan, berkeringat, takikardi, takipne, keluhan
epigastrik, pusing kepala, mulut kering, dll)

Tatalaksana
Psikofarmaka ( Benzodiasepin : klobazam

2x10mg atau buspiron 2x(5-10)mg )


Psikoterapi

Terapi relaksasi atau hypnoterapi (diajarkan

autohypnosis)

Pencegahan & edukasi


Pencegahan primer : tidak ada
Pencegahan sekunder : latihan relaksasi atau
autohypnosis, mengeliminasi pikiran irasional bila
timbul,
Edukasi : mematuhi anjuran&latihan dalam terapi

Gangguan anxietas Fobik


Adalah gangguan ansietas yang dicetuskan

hanya atau secara predominan oleh situasi


atau objek yang jelas yang secara umum tidak
berbahaya.
Terdiri atas :
Agrofobia (tanpa dan dengan serangan panik)
Fobia Sosial
Fobia khas

Agrofobia (tanpa atau dengan


serangan panik)
Anamnesis :
Takut terhadap ruang terbuka, orang banyak,
takut meninggalkan rumah&bepergian sendiri.
Bila kecemasan meningkat disertai gejalagejala otonom&sekunder (takut mati&takut
menjadi gila) ada serangan panik.
Pemeriksaan : Cemas bila dipaparkan pada

objek.

Pemeriksaan :
Kriteria diagnostik :
Gejala psikologi atau otonomik harus manifestasi
primer dari ansietas&bukan sekunder dari gejala
lain (waham atau pikiran obsesif)
Ansietas harus terbatas minimal dua dari situasi
berikut : banyak orang, tempat umum, bepergian
keluar rumah, bepergian sendiri.
Menghindar dari situasi fobik harus atau
merupakan gambaran yang menonjol.

Fobia sosial
Anamnesis
Rasa takut diperhatikan orang lain dalam

kelompok yang relatif kecil (makan, berbicara


ditempat umum, situasi sosial dikeluarga),
muntah ditempat umum.

Pemeriksaan :
Ansietas
Gejala sekunder ( malu, muka merah, tangan
gemetar, mual, ingin BAK ) bila menjadi
masalah utama dapat berkembang menjadi
serangan panik.

Kriteria diagnostik :
Gejala psikologi, prilaku atau otonomik
merupakan manifestasi primer ansietas&bukan
sekunder dari gejala lain.
Ansietas terbatas hanya pada situasi sosial saja
Penghindaran situasi fobik (gambaran
menonjol)

Fobia khas
Kriteria diagnostik :
Gejala psikologikatau otonomik merupakan
ansietas primer, bukan dari gejala sekunder
gejala lain.
Ansietas terbatas pada objek atau situasi
tertentu.
Situasi fobik tersebut sedapat mungkin
dihindari oleh ybs.

Tatalaksana
Psikofarmaka : Benzodiasepin dosis kecil

(clobazam 2x5mg).
Psikoterapi : merupakan terapi utama
Terapi prilakudesensitasi sistemik terhadap

objek&terapi relaksasi.
Terapi kognitif prilaku

Pencegahan :
Pencegahan primer : tidak ada,
Pencegahan sekunder&edukasi
Setelah sembuh tetap melakukan latihan
relaksasi, bila sering kambuh sebaiknya
menjalani psikoterapi psikodinamik.

Gangguan obsesif
kompulsif
Obsesi

Unsur pemikiran yg berulang ulang, dalam


kesadaran meskipun tidak menghendaki
memikirkannya, ia tidak sanggup
mengeluarkan dari kesadarannya atas
kemauan sendiri, seolah dipaksa
memikirkan atau mengingat atau
membayangkan .

Kompulsi Dorongan melakukan perbuatan

atau rangkaian tertentu, bila tidak


dilaksanakan menimbulkan keteganganyg
sangat .
Seolah dipaksa melakukan perbuatan,
sekalipun tidak menyukainya&tidak
memperoleh kepuasan dari perbuatan
tersebut.
Merupakan ansietas yang paling sulit diterapi
(tidak responsif terhadap terapi)

Kriteria diagnosis
Adanya gejala obsesional dan atau tindakkan
kompulsif (berulang selama 2 mggsumber
distres/gangguan aktifitas :
Pikiran atau impuls berasal dari diri sendiri
Sedikitnya satu pikiran atau tindakkan yg masih
tidak berhasil dilawan, meskipun ada lainnya yg
tidak lagi dilawan pasien.
Bukan hal yg memberikan kepuasan/kesenangan.
Pikiran, bayangan, atau impuls tsb harus
merupakan pengulangan yg tak menyenangkan.

Tatalaksana
Psikofarmaka :
Selective Serotonin Reuptake Inhibitor ( ex :
sertralin, fluoksetin, fluvoksamin )
Derivat trisiklik (ex : klomipramin 3x25mg)
Antipsikotik dosis kecil ditambahkan bila gejala berat
(ex : haloperidol 2x 0,5-1 mg, risperidon 2x 0,5-1
mg)
Psikoterapi : terapi kognitif &prilaku

mengajak pasien
kooperatif dlm terapi, bersedia menjalankan
pekerjaan rumah yang diberikan terapis.

Pencegahan&edukasi :

Gangguan Panik
Ditandai serangan panik yang spontan & tidak

diperkirakan disertai gejala somatik


( palpitasi, takhipneu )
Peiode kecemasan atau ketakutan yang kuat
& relatif singkat ( biasanya kurang dari 1
tahun )
Seringkali disertai agrofobia ( ketakutan
sendirian ditempat umum ( supermarket,
dalam keramaian ).

Manifestasi klinik
Anamnesis
Gejala dominan bervariasi tetapi awitan

mendadak dalam bentuk palpitasi, nyeri dada,


rasa tercekik, pusing kepala, perasaan tidak
nyata (depersonalisasi atau derealisasi)
Gejala sekunder : takut mati, kehilangan
kendali atau menjadi gila
Setiap serangan beberapa menitkadang >
lama

Pemeriksaan :
Saat tidak serangan : tidak ditemukan gejala
Saat serangan : biasanya pasien ke UGD dg gejala
otonom yg berat
Kriteria diagnosis : adanya beberapaserangan

beratansietas otonomik yang terjadi dlm + 1


bln :
Pada keadaan yg secara objektif tidak berbahaya
Tidak terbatas hanya pada situasi yg tidak telah

diketahui
Diluar serangan, pasien bebas gejala

Perjalanan dan prognosis


Cenderung kambuh setiap hari 2-3x
Kronik dengan remisi &eksaserbasi
Prognosis sangat baik dengan terapi

Tatalaksana
Farmakoterapi :
Diazepam, alprazolam (xanax)
Imipramin(tofranil)
Buspiron (buspar)
Propanolol (inderal)
Psikoterapi :
Terapi relaksasi atau hypnoterapi (pasien

diajarkan melakukan autohypnosis)


Terapi kognitif perilaku

Pencegahan & edukasi


Pencegahan primer : tidak ada
Pencegahan sekunder : setelah sembuh, pasien
tetap latihan relaksasi & self talk,
mempertahankan pola pikir dan prilaku sesuai
terapi.
Edukasi : yakinkan bahwa gangguan yg
dialaminya murni psikologi, bukan penyakit
yang mengancam jiwa. Ia mampu
mengendalikan tingkat kecemasannya.

Daftar pustaka
Kaplan, Harold. Sinopsis psikiatri. Edisi : 7 jilid

dua.
Panduan pelayanan medis departemen
psikiatri. RSCM. Jakarta : Tahun 2005.
Buku saku psikiatri. EGC
Modul kuliah psikiatri. FK UMJ. Jakarta : 2003.

Terima kasih
Atas
perhatiannya