Anda di halaman 1dari 27

PEMBUATAN NITROBENZENE

I.

JUDUL PERCOBAAN : PEMBUATAN NITROBENZENE

II.

PRINSIP PERCOBAAN
Nitrasi adalah suatu reaksi subtitusi gugus nitro (NO 2) kedalam molekul senyawa
benzene.

III.

IV.

MAKSUD DAN TUJUAN


- Untuk mengetahui cara kerja pada pembuatan Nitrobenzene, sifat-sifat,
-

mekanisme reaksi dan kegunaan.


Untuk mengetahui cara pembuatan Nitrobenzene dari benzene dan asam nitrat

dengan katalis H2SO4.


Untuk memurnukan Nitrobenzene dengan distilasi.
Untuk mengetahui sifat fisik dan kimia dari Nitrobenzene.
Untuk mengetahui refraksi Nitrobenzene praktis.

REAKSI
Reaksi Utama
Insektivitas (penghilangan air) untuk menghindari pengenceran dari HNO3
walaupun RX irreversible.
C6H6 + HNO3 C6H5NO2 + H2O

+ HNO3

NO2
H2SO

+ H2O

4
50+60
V.

LANDASAN TEORI
1. BAHAN BAKU UTAMA
a. Benzene
Benzene merupakan bahan baku utama pembuatan Nitrobenzene. Benzene
sering disebut petroleum atau bensol.
Benzene memiliki struktur yang merupakan suatu hybrid resonansi yang
digambarkan struktur kekule.

1 |NITROBENZENE

Rumus molekul benzene memperhatikan ketidakjenuhan sifat adisi seperti


halnya alkena atau alkuna. Dengan larutan alkalis (KMnO4) maka benzene
tidak mengadisi gugus OH, sedang etena mengadisinya. Jelaslah sudah
bahwa sifat-sifat benzene berbeda dengan alifatik tak jenuh.
Benzene merupakan senyawa aromatik paling sederhana yang pertama
kali diisolasi oleh Michael Faraday pada tahun 1825 dari residu minyak
yang tertimbun dalam pipa induk gas di London. Benzen merupakan suatu
zat cair yang membiaskan cahaya bersifat nonpolar, tidak larut dalam air
tapi larut dalam pelarut organik, seperti : dietil eter, karbon tetraklorida
(CCl4), dan heksan.
Benzene digunakan sebagai pelarut, sifat benzene yang lain yaitu
membentuk azeotrof dengan air Azeotrof adalah campuran yang tersuling
pada susunan konstan terdiri dari 91% benzene, 9% air dan mendidih pada
suhu 69,4oC. Senyawa yang larut dengan benzene mudah dikeringkan
dengan menyuling azeotrof itu. Kegunaan benzene selain sebagai pelarut
juga digunakan untuk pembuatan nitrobenzene teluensilena, dan lain-lain.
Molekul benzene berstruktur datar dan keenam atom C membentuk
heksagol beraturan (segi enam beraturan) masing-masing atom C baru
menggunakan 3 elektron valensi untuk mengadakan ikatan. Seperti
diketahui orbital yang lain di atas atau di bawah bidang cincin benzene dan
orbital ini ditempati oleh suatu elektron. Seperti pada radikal alil
(CH2=CHCH2CH=CH2).
Benzene agak bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker oleh
karena itu penggunaan dalam laboratorium hanya bila diperlukan saja,
dalam hal ini toluen dapat digunakan sebagai pengganti. Benzen dapat
dibuat dari gas batu bara dan eter, tidak bisa dioksidasi dengan
permanganat biasa yang disebabkan karena benzen adalah senyawa
aromatik yang paling sederhana, tidak dapat menghilangkan warna air
brom, biarpun dalam mengadisi 6 atom klor atau brom.
Pembuktian rumus Benzene adalah karena dari benzene hanya dikenal
sebuah hasil monosubtitusi, jadi hanya ada sebuah C6H5Cl, sebuah
C6H5OH
seharga

2 |NITROBENZENE

dan sebagainya, maka semua atom H dari benzene adalah

Reaksi khas kimia benzene bukanlah reaksi adisi pada ikatan rangkap,
tetapi atom hydrogen ditukar pada cincin dengan atom/gugus lainnya
(reaksi subtitusi) dan dinyatatakan sebagai segienam beraturan yang
didalamnya ada lingkaran. Rumus bangun benzene :

Jika dilihat pada gambar maka dapat bahwa benzene mudah disubtitusi
tetapi tidak mudah diadisi, ikatan benzene dapat berpindah tempat
(resonansi). Hal ini dijelaskan bahwa ikatan rangkap ini berpindah-pindah
sehingga akan mempunyai struktur yang sama dengan pada saar electron
berpindah.
Dapat disimpulkan bahwa struktur benzene lebih stabil jika dilihat dari
struktur resonansi. Benzene tidak mengandung ikatan rangkap atau tunggal
dari karbon-karbon tetapi keenam electron terbagi rata pada tiap-tiap
karbonnya hingga panjang ikatan karbonnya sama.
Cara pembuatan benzene :
Memanaskan kalsium benzoat bersama kalsium hidroksida (C6H5COO)2Ca
1.
+ Ca(OH)2
2.

2C6H6 + CaCO3

Dehidrogenasi berkatalis dari alkana-alkana yang mempunyai rantai tak


bercabang 6 atom C C6H14 + C6H12 + H2

3.

3H2 + C6H6

Memanaskan etuna pada suhu 100oC 750oC 3C2H2

Sifat-sifat benzene :
1. Berwujud cair, berwarna kuning.
3 |NITROBENZENE

C6H6

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mudah menguap dan terbakar.


Berbau harum.
Berat jenis 0,87 g/mL.
Berat molekul 78,1 g/mol.
Larut dalam eter, etanol, dan pelarut organik lainnya.
Tahan terhadap oksidasi, pada oksidasi sempurna terbentuk CO2 dan H2O.
Berbahaya jika mengenai kulit mata

2. BAHAN TAMBAHAN
a. Asam Sulfat (H2SO4)
Asam sulfat komponennya umumnya adalah belerang, belerang adalah zat
padat pada suhu kamar dan melebur pada suhu 119 C. Berwarna kuning dan
rapuh, Kristal berbentuk rombik dengan rumus S.
Sifat Fisika :
Rumus molekul H2SO4
Massa Molar 98,08 gr/mol
Penampilan Cairan bening, tak berwarna, berbau belerang
Densitas 1,84 gr/mol
Keasaman (pH) -3
Viskositas 26,7 cPa (20 C)
Titik nyala tak dinyalakna
Korosif dan higroskopis
Sifat Kimia :
H2SO4 encer, tidak bereaksi dengan Hg, Bi, Cu, dan logam mulia.
H2SO4(encer) + Fe FeSO4 + H2
H2S04 bersifat pekat, dalam keadaan panas akan mengoksidasi logam-

logam sedang asam sulfat direduksi dengan SO2


2H2SO4 + Cu CuSO4 + SO2 +2H2O\

Kegunaan Asam Sulfat


1. Bahan pembuat pupuk Ammonium Sulfat dan Asam Posfat
2. Memurnikan minyak tanah
3. Industri obat
4. Menghilangkan karat besi sebelum baja dilapisi seng
5. Untuk air aki/accu
6. Pada industri organik: insektisida, selofan, zat warna
b. Asam Nitrat (HNO3)
Asam nitrat adalah larutan NO2 dalam air , yang dalam perdagangan
terdapat berbagai macam konsentrasi. Banyak digunakan dalam industri pupuk,
produksi berbagai macam bahan kimia, zat warna, bahan farmasi, serta dipakai
dalam reagen laboratorium. Asam nitrat adalah bahan kimia yang korosif dan
merupakan oksidator kuat.
4 |NITROBENZENE

Senyawa kimia asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak
berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar.
Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai
asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat
berasap putih dan asam nitrat berasap merah. Asam Nitrat memiliki nama lain
yaitu Nitric Acid, Asam Sendawa, Aqua Fortis, Azotic Acid, Hydrogen Nitrate,
Nitryl Hidroxides.
Proses modern untuk menghasilkan asam nitrat HNO 3 adalah okidasi
amonia di udara. Dalam proses ini, amonia dicampur dengan udara berlebih, dan
campurannya dipanaskan sampai temperatur tinggi dengan katalis platina. Amonia
akan diubah menjadi nitrogen oksida NO, yang kemudian dioksidasi lebih lanjut
di udara menjadi nitrogen dioksida NO2. Nitrogen dioksida direaksikan dengan air
menghasilkan asam nitrat. Metoda ini dikembangkan oleh Ostwald, kimiawan
yang banyak memberikan kimia katalis, dan disebut proses Ostwald.
Sifat Fisika
-

Wujud zat : cairan, jernih - kuning


Titik leleh : - 42oc
Titik didih : 86oc
pH (200C) : <1
Densitas (200C) : 1,51 g/cm3
Densitas uap relatif : 2, 04
BM : 63,0129 g/mol
Tekanan Uap (200C) : 56 hPa
Suhu penyalaan : tidak tersedia
Batas Ledakan - lebih rendah : tidak tersedia - lebih tinggi : tidak tersedia
Kelarutan dalam air (200C) : dapat larut ( pembentukan panas)

Sifat Kimia
-

Pada suhu biasa akan terurai oleh cahaya / sinar :


4HNO3 2H2O + 4NO2 + O2
Dapat bereaksi dengan amoniak membentuk garam amonium nitrat:
HNO3 + NH4OH NH4NO3 + H2O
Dapat bereaksi dengan unsur unsur logam serta dapat melarutkan semua
logam kecuali emas (Au) dan platina (Pt).
Reaksi oksidasi utamanya terjadi dengan asam pekat, memfavoritkan
pembentukan nitrogen dioksida (NO2).
Cu + 4H+ + 2NO3- Cu+2 + 2NO2 + 2H2O

Pembuatan Asam Nitrat (HNO3)


5 |NITROBENZENE

1. Metode Valentiner:
NaNO3(s) + H2SO4(l) NaHSO4 + HNO3(g) (berasap)
2. Metode Oswald
Oksidasi amoniak dengan Pt sebagai katalis
4 NH3 + 5 O2 4 NO + 6 H2O
4 NO + 2 O2 4 NO2
4 NO2 + 2 H2O 2 HNO2 + 2 HNO3 (pada suhu rendah)
2 HNO2 NO2 + NO + H2O
3. Metode Birkeland & Eyde
Nitrogen direaksikan dengan oksigen pada suhu 3.000 oC melalui busur listrik
N2 + O2 2 NO
2 NO + O2 2 NO2 (pada suhu 600 oC)
3 NO2 + H2O 2 HNO3 + NO (pada suhu tinggi)
Kegunaan Asam Nitrat:
1. Di laboratorium digunakan sebagai pelarut bijih mineral atau sebagai
pengoksidasi (pengabuan basah).
Contoh :
Air Raja (HCl(p)) + HNO3(p)
2. Dalam aneka industri, misalnya:
HNO3 encer untuk membuat pupuk buatan {NaNO3, Ca(NO3)2}
HNO3 pekat untuk membuat bahan peledak (nitro selulosa, nitro gliserin, TNT),
serta untuk membuat zat warna azo, anilin, nitril, sianida, dan lain-lain.
3. Sebagai oksidator dalam pembuatan asam sulfat (cara bilik-asam Glover).
3. PRODUK
Nitrobenzene (C6H5NO2)
Nitrobenzene adalah suatu campuran organik dengan rumusan kimia
C6H5NO2. Nitrobenzene ini sangat beracun, sebagian besar digunakan sebagai
bahan dasar anilin dan sebagai pelarut. Aplikasi yang lebih khusus, nitrobenzen
digunakan sebagai bahan kimia karet, peptisida dan segala macam hal yang
berkenaan dengan farmasi. Nitrobenzen juga digunakan sebagai bahan sepatu,
semir lantai, pakaian kulit, mengecat bahan pelarut dan material lain yang
berfungsi menyembunyikan bau yang tak sedap.
Aromatik yang terbanyak dilakukan dengan menggunakan campuran asam
nitrat dan asam sulfat peka pada suhu 50oC 55oC. Nitrobenzene adalah racun
yang jika masuk ke dalam tubuh baik melalui penguapan maupun melalui adsorbsi
6 |NITROBENZENE

tubuh. Dalam senyawa nitrobenzen tak ada atom hidrogen yang dapat diganti oleh
logam-logam seperti pada senyawa-senyawa nitro alifatik primer dan sekunder,
karena gugus nitro terikat secara tersier, artinya pada atom C yang mengikat gugus
nitro tidak ada hidrogen. Senyawa nitrobenzen dapat disuling tanpa terjadi
penguraian karena gugus nitronya kuat sekali terikat.
Pada sintesis nitrobenzen ini, prinsip utamanya adalah:
1. Nitrasi, yaitu menerapkan suatu reaksi yang melibatkan pemasukan gugus nitro
kedalam sebuah molekul.
2. Subtitusi, yaitu penggantian salah satu atom atau gugus atom dalam sebuah
molekul oleh atom atau gugus atom lain.
Dalam proses nitrasi yaitu proses penambahan nitrogen pada suatu senyawa
karbon. Umumnya untuk membentuk suatu turunan senyawa nitro (penambahan
gugus nitro), H2SO4 berfungsi sebagai katalis asam.
H2SO4
C6H6 + HNO3
C6H5NO2 + H2O
Sifat-sifat fisika nitrobenzen :
1. Zat cair berwarna kuning.
2. Titik didih 210,8oC.
3. Titik cair 5,7oC.
4. Indeks bias 1,5530.
5. Berat jenis 1,2037 g/mL.
6. Berat molekul 123 g/mol.
Sifat-sifat kimia nitrobenzene :
1. Nonpolar.
2. Tidak larut dalam air.
3. Mudah menguap dan terbakar.
4. Larut dalam eter.
5. Bersifat karsinogen terutama dalam keadaan uap.
6. Jika direduksi membentuk anilin.
7. Tidak dapat dioksidasi dalam larutan KMnO4 seperti alkena.
8. Tidak dapat diadisi oleh Br2, H2O dan KMnO4 bisa terjadi bila ada UV.
9. Mengalami reasi alkilasi dengan katalisator AlCl3.
Kegunaan nitrobenzen :
1. Pembuat anilin.
2. Pembuat parfum dan sabun.
3. Pembuatan semir sepatu.
4. Pembuatan piroksilin.
5. Bahan kimia karet dan peptisida.
Proses Pembuatan Nitrobenzene meliputi dua tahap:
1. Tahap pertama (tahap lambat) adalah serangkaian elektrofilik Elektrofilik
NO2+ . Hasil serangan ini adalah suatu ion benzenium.
2. Tahap kedua (tahap lambat) pelepasan H+ dengan cepat H bergabung dengan
H2SO4 untuk menghasilkan kembali katalis. Dengan adanya gugus NO 2+
menyebabkan cincin kurang reaktif bila di
7 |NITROBENZENE

3. bandingkan dengan gugus metil dan halogen. Hal ini disebabkan oleh gugus
NO2+ bersifat penarik elektron. Reaksi ini bersifat eksoterm dan irreversible.
Dengan adanya gugus nitro menyebabkan cincin kurang reaktif, jika dibandingkan
dengan gugus metil dan hidrogen karena gugus nitro bersifat menarik elektron.
Pembuatan nitrobenzene ini adalah melalui proses nitrasi yaitu substitusi yang
mudah dari hidrogen pada benzen dengan menambahkan asam nitrat pekat dan
asam sulfat pekat. Nitrobenzene jika dipanaskan pada suhu 200oC tidak akan
mengalami perubahan apapun. Pada pembuatan nitrobenzene ini, pada saat
merefluk suhunya harus tetap dipertahankan antara 50-60oC. Hal ini harus benarbenar diperhatikan. Sebab jika suhunya lebih dari 60oC maka yang akan terbentuk
adalah dinitrobenzene dan trinitrobenzene. Namun jika suhunya terlalu kecil,
maka nitrobenzen tidak akan terbentuk. Sifat benzen yaitu membentuk azeotrop
dengan air, disamping sebagai bahan dasar pembentukan nitrobenzene. Dalam
senyawa nitrobenzene, tidak ada atom nitrogen yang dapat diganti oleh logamlogam seperti pada senyawa-senyawa nitriolifatik primer dan sekunder, karena
disini gugus nitro terikat secara tersier.
METODE PROSES
Destilasi
Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan
titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran
homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan
dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau
padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat
pemanas dan alat pendingin.
Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih
lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu
pendingin, proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam
dinding (bagian luar condenser), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair.
Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh
senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut.
Macam-Macam Destilasi :

8 |NITROBENZENE

1. Distilasi Sederhana, prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen cairan


berdasarkan perbedaan titik didih yang jauh berbeda.
2. Distilasi Fraksionasi (Bertingkat), sama prinsipnya dengan distilasi sederhana,
hanya distilasi bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih
baik, sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan
titik didih yang berdekatan.
3. Distilasi Azeotrop : memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih
komponen yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan
senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tersebut, atau dengan
menggunakan tekanan tinggi.
4. Distilasi Kering : memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap
dan cairnya. Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari
kayu atau batu bata.
5. Distilasi Vakum: memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi,
motede yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih
rendah dari 1 atm, sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam
prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak perlu terlalu
tinggi (Van Winkel, 1967).
Kelebihan Destilasi :

Tuang 30cc HNo3 dan

1. Dapat memisahkan
didih yang
tinggi. di air dingin
didinginkan
42 cc H2SO4 zat dengan perbedaan titikCampuran
2. Produk yang dihasilkan
benar-benar murni
kedalamtabung 500cc

Kekurangan Destilasi :

Campuran di panaskan di atas

Masukan 30ml Benzen sambil terus di

1.waterbath
Hanya dapat
didih
yang
besar.
aduk akantitik
timbul
warna
coklat
selamamemisahkan
30 menit sambilzat yang memiliki perbedaan
2. Biaya penggunaan
alat
ini
relatif
mahal.
terus di kocok
Didinginkan, setelah dingin
ditambahkan 1500cc air
akan terbentuk 2 lapisan yang
berbeda dalam air

DIAGRAM
ALIR PROSES
Kedalam nitrobenzen yang keruh
dimasukkan CaCl2 exicatus (kocok
hingga cairan jernih)

Kemudian nitrobenzen dipisahkan


dari CaCl2 lalu di suling tanpa
memakai mantel air

Pisahkan kedua lapisan dengan corong


pemisah

Cairan yang seperti minyak di cuci


dengan air, cairan seperti itulah
nitrobenzen

Pertama yang keluar sebagai destilat


adalah air kemudian nitrobenzene pada
suhu 205-207oC

9 |NITROBENZENE
Perhitungan Hasil
Rendaman Praktis

Destilat dihentikan setelah zat yang di


destilasi berwarna coklat tua

VI.

ALAT DAN BAHAN


A. ALAT :
- Labu 250 ml
- Water Batch
- Pipa kaca
- Corong pemisah
- Styg buis
- Labu erlenmeyer
- Termometer & pendingin udara
- Labu destilasi
B. BAHAN :
Benzene
H2SO4 (P)
HNO3
Air dingin
CaCl2
-

VII.

PROSEDUR
1. Tuangkan 42 cc H2SO4 kedalam tabung 500 cc, kemudian perlahan-lahan
masukan HNO3 sedikit demi sedikit sebanyak 37 cc, campuran didinginkan di
air dingin

10 | N I T R O B E N Z E N E

2. Setelah dingin dimasukkan sedikit demi sedikit Benzene sambil terus diaduk,
pada saat Benzene dimasukkan akan timbul warna coklat yang akan hilang,
jika suhu sudah tinggi masukan ke dalam air dingin.
3. Untuk menyempurnakan reaksi, campuran tadi dipanaskan diatas water bath
selama 30 menit, selama pemanasan berlangsung campuran harus selalu
dikocok agar tercampur sempurna.
4. Dinginkan labu yang berisi campuran tadi, setelah dingin ditambahkan
kedalamnya 1500 cc air, akan terbentuk 2 lapisan yang berbeda di dalam air,
kemudian pisahkan kedua lapisan dengan corong pemisah.
5. Cairan yang seperti minyak dicuci dengan air menggunakan corong pemisah,
cairan seperti minyak itulah Nitrobenzene.
6. Kedalam Nitrobenzene yang masih keruh dimasukkan CaCl2 exicatus, biarkan
beberapa saat (kocoklah sampai cairan menjadi jernih).
7. Untuk mempercepat reaksi juga dapat dilakukan dengan cara memanaskannya
diatas water bath.
8. Kemudian Nitrobenzene dipisahkan dari CaCl2 lalu disuling tanpa memakai
mantel air.
9. Pertama yang keluar sebagai distilat adalah air kemudian Nitrobenzene pada
suhu 205-207 oC.
10. Distilasi dihentikan setelah zat yang didistilasi berwarna coklat tua yang di
dalamnya terdapat senyawa-senyawa dinitro yang pemanasan kuat yang dapat

VIII.

menimbulkan ledakan (juga dijaga supaya isi labu destilasi jangan kering).
11. Hitung hasil rendeman praktis 27 gram dan teoritis, dengan titik 209 0C.
GAMBAR RANGKAIAN ALAT

Gambar : Pembuatan Nitrobenzene


Keterangan gambar :
1. Labu destilasi
2. Termometer
3. Klem
4. Es

11 | N I T R O B E N Z E N E

5. Asam Sulfat (H2SO4)


6. Statif
7. Pipa kaca

VIII.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gambar : distilasi akhir


Keterangan gambar
1. Statip
7. Bunsen
2. Klem
8. Condenser
3. Tutup gabus
9. Erlenmeyer
4. Labu didih
10. Lab. jack
5. Kasa
6. Kaki tiga
DATA PENGAMATAN
Mr C6H6
= 78 gr/mol
Mr HNO3
= 63 gr/mol
Mr C6H5NO2
= 123 gr/mol
Berat erlenmeyer kosong = 105,41 gr
Berat erlenmeyer + nitrobenzene = 114, 506 gr
Mengisi labu bundar dengan 37 cc HNO3, 42 cc H2SO4 maka perubahan suhu menjadi
panas (larutan panas) rendam dalam air dingin. Lalu menambahkan benzene sedikit
demi sedikit hingga terbentuk warna coklat yang kemudian hilang. Lalu larutan
dipanaskan dalam water bath hingga terbentuk 2 lapisan, pada lapisan atas kuning
pekat dan lapisan bawah kuning muda (panas). Setelah itu merefluks selama 30 menit
terjadi perubahan lapisan warna, pada lapisan atas kuning muda dan lapisan bawah
kuning tua. Memasukkan hasil refluks ke dalam corong pisah yang berisi 300 ml air
sehingga terbentuk dua lapisan , lapisan atas berwarna kuning keruh dan lapisan
bawah berwarna kuning pekat. Setelah itu mencuci lapisan bawah dengan air (H2O)
300 ml maka terbentuk dua lapisan, lapisan atas kuning jernih dan lapisan bawah
kuning keruh. Kemudian mengeringkan dengan CaCL2 1 sepatula anhidrat ke
erlenmeyer, sehingga terbentuk lapisan yang agak kental, kemudian di distilasi tanpa
mantel air. Pada suhu 209 C terbentuk nitrobenzene.

IX.

PERHITUNGAN

12 | N I T R O B E N Z E N E

Diketahui:
Mr C6H6
= 78 gr/mol
Mr HNO3
= 63 gr/mol
Mr C6H5NO2
= 122 gr/mol
Berat erlenmeyer kosong = 116,24 gr
Berat erlenmeyer + nitrobenzene = 126,78 gr
C6H6 = 30 ml x 0.894 gr/mol
= 26.82 gr
HNO3 = 42 ml x 1.522 gr/mol
= 63,924 gr
Ditanya:
% Rendemen?
Penyelesaian:
Reaksi :
C6H6 + HNO3 C6H5NO2 + H2O
Mula-mula 0.34
1,0146
Bereaksi 0.34
0.34
0.34
0.34
Sisa
0
0.6746
0.34
0.34
gr C6H5NO2 teoritis = mol x BM
= 0.34 ml x 122 gr/mol
= 41.82 gr
gr C6H5NO2 praktis = Erlenmeyer isi Erlenmeyer kosong
= 126,78 gr 116,24 gr
= 10,54 gr
% rendeman =
=

x 100%
x 100%

= 25,4 %

X. PEMBAHASAN
13 | N I T R O B E N Z E N E

Dalam percobaan ini dilakukan beberapa perlakuan diantaranya berupa


pemanasan, penggoyangan dalam air, pemberian katalis, dan penambahan katalis
asam. HNO3 yang dicampurkan dengan H2SO4 bertujuan untuk membentuk
elektrofilik NO3+. Direaksikan dalam labu didih dasar bulat yang di rendam dalam
air. Asam sulfat berfungsi untuk mengubah asam nitrat yang merupakan elektrofil
lemah menjadi elektrofil kuat.Campuran sulfat dengan asam nitrat ditambah
dengan benzene. Pencampuran masih dilakukan sambil didinginkan di dalam air.
Campuran digoyangkan sempurna agar campuran tercampur tercampur rata dan
terbentuk produk secara maksimal. Campuran kemudian dipanaskan di atas
penangas air untuk menyempurnakan reaksi. Sambil tetap digoyang dan
disambungkan dengan pendingin refluks. Temperatur di set pada suhu 60 C
karena jika suhu terlalu tinggi kemungkinan NO2+ tersubstitusi ke cincin
bertambah

sehingga

kemungkinan

dapat

terbentuk

dinitrobenzene

atau

trinitrobenzene.
Sebaliknya jika suhu terlalu kecil kemungkinan campuran tidak akan
bereaksi sempurna sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal. Kemudian
campuran dimasukkan ke dalam corong pemisah yang telah berisi air sebanyak
300 cc. Penambahan air berfungsi untuk mengikat pengotor yang mungkin masih
terikat dalam pereaksi atau pelarut. Larutan dikocok dengan sempurna dan hatihati sambil sekali tutupnya dibuka agar uapnya hilang. Campuran kemudian
didiamkan beberapa saat hingga terbentuk dua lapisan. Lapisan atas adalah
nitrobenzene kotor berwarna kuning lebih pekat daripada lapisan bawah sisa
asam. Lapisan sisa asam di buang kemudian lapisan atas di cuci lagi dengan 300
cc air. Lakukan perlakuan yang sama seperti sebelumnya dimana perlakuan
tersebut dilakukan sebanyak 5 kali.
Kemudian Nitrobenzene ditambahkan CaCl2 untuk menghilangkan air
yang masih terkandung dalam Nitrobenzene. Lalu di destilasi dengan heater.
Destilasi ini merupakan destilasi sederhana karena perbedaan titik didih
komponen-komponennya

berbeda

jauh

yaitu

antara

air

100 C

dengan

Nitrobenzene (205 C-210 C) . Destilasi menggunakan cooler karena titik didih


Nitrobenzene tinggi.

14 | N I T R O B E N Z E N E

XI. KESIMPULAN
Nitrobenzene merupakan larutan berwarna kuning, berwujud cair, dan beracun.
Pada pembuatan Nitrobenzene terjadi reaksi eksotermis, karena menimbulkan
panas.
Pada penambahan CaCl2 exicatus adalah untuk memurnikan senyawa
Nitrobenzene dan menyerap air.
Berdasarkan hasil praktikum bahwa Nitrobenzene yang didapat adalah 2,972
gram dan rendemennya adalah 7,1 %.

XII. TUGAS
1. Analisa kesalahan minimal 5.
Jawab:
Masih terdapat larutan nitrobenzene yang tertinggal pada lapisan atas di

corong pemisah, dikarenakan proses pemisahan yang kurang sempurna.


Larutan Dinitro yang ikut terdestilasi kedalam larutan nitrobenzene, karena

thermometer tidak dapat menyentuh larutan pada labu alas bulat.


Larutan nitrobenzen yang merembes pada keran corong pisah.
Tidak menggunakan thermometer pada saat penambahan benzene, sehingga

tidak tahu apakah suhunya melebihi 60oC.


Tidak ditambahkannya Natriumcarbonat pada pencucian nitrobenzene
sehingga masih ada nitrobenzene yang terikat sama kotoran yang mana jika di
distilasi terikat sehinga bereaksi dengan benzene sehingga menghasilkan

dinitrobenzene
Distilasi yang kurang sempurna yang disebabkan terhentinya distilasi untuk

berapa saat
Dinitrobenzene banyak yang terbuang karena alat yang bocor.
Terjadi penguapan benzene pada saat menambahkan benzene pada campuran
HNO3 dan H2SO4, dikarenakan larutan masih panas sehingga benzene yang
bereaksi tidak seperti yang seharusnya.

2. Bahan baku pembuatan nitrobenzene selain anilin.


Jawab:

15 | N I T R O B E N Z E N E

Dari setiap praktikum bahan baku hampir semua bahan baku yang digunakan
adalah anilin karena sifat fisis maupun kimianya yang cocok dalam pembuatan
nitrobenzene.
Namun selain anilin dapat juga digunakan asam nitrat (HNO3) sebagai bahan baku
pembuatan nitrobenzene. Asam nitrat yang ditambahkan katalis pada proses
pembuatan nitrobenzene maka akan membentuk elektrofilik NO 3+. Lalu apabila
campuran tersebut ditambahkan dengan benzene maka akan terbentuk
nitrobenzene setelah dilakukan percobaan sesuai prosedur.
3. Katalis selain H2SO4 untuk nitrobenzene.
Jawab:
Selain H2SO4, katalis yang digunakan adalah Nickel tetapi reaksi berjalan kurang
sempurna dan kurang mempercepat laju reaksi, oleh karena itu digunakan H2SO4
sebagai katalis untuk pembuatan Nitrobenzen ini karena H2SO4 yang paling baik
dibanding katalis lainnya.
4. Jenis-jenis destilasi minimal 3.
Jawab:
1.
Destilasi sederhana
Prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan
2.

perbedaan titik didih yang jauh berbeda.


Destilasi fraksionasi (bertingkat)
Sama prinsipnya dengan distilasi sederhana, hanya distilasi bertingkat ini
memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik, sehingga mampu
memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang

3.

berdekatan.
Destilasi azeotrop
Memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang
sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang
dapat memecah ikatan azeotrop tersebut, atau dengan menggunakan tekanan
tinggi.

4.

Destilasi kering
Memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap dan cairnya.
Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari kayu atau batu
bata.

5.

Destilasi vakum
Memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi, motede yang
digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1
atm, sehingga titik didihnya juga menjadi rendah, dalam prosesnya suhu yang
digunakan untuk mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi (Van Winkel, 1967).

16 | N I T R O B E N Z E N E

6.

Destilasi uap
Destilasi ini digunakan untuk pemurnian suatu zat dari campurannya dimana
zat campurannya itu tidak larut dalam air dan bersifat labil didalam uap,
sehingga pemurniannya dilakukan dengan cara mengalirkan uap yang
terbentuk pada steam destilasi.

5. Pelarut yang baik untuk destilasi.


Jawab:
Pelarut yang baik untuk proses destilasi, yaitu:
Pelarut aprotik
Pelarut ini tidak menerima maupun memberi proton dan dalam keadaan ini
bersifat netral, tidak bereaksi, tetapan dielektriknya rendah, tidak terurai
menjadi ion-ion dalam sistem pelarut, hingga ia tidak bereaksi baik dengan
asam maupun basa.
Contohnya: kloroform, toluen, CCl4, hidrokarbon.
Pelarut aprotik berguna unutuk mempelajari reaksi asam dan basa yang bebas

dari pengaruh pelarut.


Pelarut protofilik
Pelarut yang bersifat dapat menerima proton dari zat terlarut, disebut juga
pelarut basa , dengan reaksi sebagai berikut:
HB + pelarut pelarut H+ + BContohnya: NH4OH, amine, ketone, aseton, dan eter.
Asam lemah bila dilarutkan dalam pelarut protofilik maka keasamannya akan

meningkat yang disebut efek levelling.


Pelarut protogenik
Pelarut yang bersifat memberi proton (donor proton). Jika basa lemah
dilarutkan dalam pelarut protogenik maka kebasaannya akan meningkat.
Contohnya: HF, Asam Sulfat, asam acetat, asam format, dan HCl.

Pelarut amfiprotik
Pelarut ini bekerja sebagai penerima proton, dan pemberi proton.
Contoh untuk pelarut ini adalah golongan alkohol, air, asam acetat glasial.
Asam acetat bisa bersifat asam dengan reaksi :
CH3COOH CH3COO- + H+
Tetapi bila asam asetat dilarutkan dalam asam yang lebih kuat misalnya
HClO4, asam asetat bersifat basa dengan reaksi:
CH3COOH + HClO4 CH3COOH2+ + ClO4Ion CH3COOH2+ dapat bereaksi dengan basa dengan cara memberikan proton.
Maka zat yang bersifat basa lemah akan berubah sifatnya menjadi basa yang
lebih kuat, sehingga titrasi antara basa lemah oleh HClO4 dapat dilangsungkan
bila zat tersebut dilarutkan dalam asam asetat glasial.

17 | N I T R O B E N Z E N E

6. Cara kerja Heat Exchanger.


Jawab:
Panas adalah salah satu bentuk energi yang dapat dipindahkan dari suatu tempat
ke tempat lain, tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan sama sekali. Dalam
suatu proses, panas dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan suhu suatu zat dan
atau perubahan tekanan, reaksi kimia dan kelistrikan. Proses terjadinya
perpindahan panas dapat dilakukan secara langsung, yaitu fluida yang panas akan
bercampur secara langsung dengan fluida dingin tanpa adanya pemisah dan secara
tidak langsung, yaitu bila diantara fluida panas dan fluida dingin tidak
berhubungan langsung tetapi dipisahkan oleh sekat-sekat pemisah.

Perpindahan Panas Secara Konduksi


Merupakan perpindahan panas antara molekul-molekul yang saling berdekatan
antar yang satu dengan yang lainnya dan tidak diikuti oleh perpindahan
molekul-molekul tersebut secara fisik. Molekul-molekul benda yang panas
bergetar lebih cepat dibandingkan molekul-molekul benda yang berada dalam
keadaan dingin. Getaran-getaran yang cepat ini, tenaganya dilimpahkan
kepada molekul di sekelilingnya sehingga menyebabkan getaran yang lebih

cepat maka akan memberikan panas.


Perpindahan Panas Secara Konveksi
Perpindahan panas dari suatu zat ke zat yang lain disertai dengan gerakan

partikel atau zat tersebut secara fisik.


Perpindahan Panas Secara Radiasi
Perpindahan panas tanpa melalui media (tanpa melalui molekul). Suatu energi
dapat dihantarkan dari suatu tempat ke tempat lainnya (dari benda panas ke
benda yang dingin) dengan pancaran gelombang elektromagnetik dimana
tenaga elektromagnetik ini akan berubah menjadi panas jika terserap oleh
benda yang lain.

Pada Dasarnya prinsip kerja dari alat penukar kalor yaitu memindahkan panas dari
dua fluida pada temperatur berbeda di mana transfer panas dapat dilakukan secara
langsung ataupun tidak langsung.
a. Secara kontak langsung
Panas yang dipindahkan antara fluida panas dan dingin melalui permukaan
kontak langsung berarti tidak ada dinding antara kedua fluida.Transfer panas
yang terjadi yaitu melalui interfase / penghubung antara kedua fluida.
Contoh: aliran steam pada kontak langsung yaitu 2 zat cair yang immiscible
(tidak dapat bercampur), gas-liquid, dan partikel pada-kombinasi fluida.
18 | N I T R O B E N Z E N E

b. Secara kontak tak langsung


Perpindahan panas terjadi antara fluida panas dan dingin melalui dinding
pemisah. Dalam sistem ini, kedua fluida akan mengalir.
7. Cara kerja pompa dan kompresor.
Jawab:
Pompa
Pompa menurut prinsip dan cara kerjanya, yaitu:
1) Pompa rotari
Prinsip:
Menggerakkan fluida dengan menggunakan prinsip rotasi. Vakum
terbentuk oleh rotasi dari pompa dan selanjutnya menghisap fluida

masuk.
Cara kerja:
Cairan masuk sisi isap antara rotor dan idler.
Cairan bergerak diantara celah antar gigi, bagian berbentuk bulan
sabit berfungsi sebagai pemisah antara sisi isap dan sisi buang.
Setelah rumah pompa hampir dipenuhi cairan, roda gigi
membentuk susunan sedemikian sehingga daerah isap dan daerah
buang terpisah.
Setelah daerah isap dan buang sepenuhnya terpisah cairan mulai

keluar pada sisi buang.


2) Pompa sentrifugal
Prinsip:
Salah satu jenis pompa pemindah non positip yang kerjanya mengubah
energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis)
melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Pompa sentrifugal
bekerja berdasarkan prinsip gaya sentrifugal yaitu bahwa benda yang
bergerak secara melengkung akan mengalami gaya yang arahnya
keluar dari titik pusat lintasan yang melengkung tersebut. Besarnya
gaya sentrifugal yang timbul tergantung dari masa benda, kecepatan

gerak benda, dan jari-jari lengkung lintasannya.


Cara kerja:
Cairan masuk ke impeler dengan arah aksial melalui mata impeler
(impeller eye) dan bergerak ke arah radial diantara sudu-sudu impeler
(impeller vanes) hingga cairan tersebut keluar dari diameter luar
impeler. Ketika cairan tersebut. meninggalkan impeler, cairan tersebut
dikumpulkan didalam rumah pompa (casing).

19 | N I T R O B E N Z E N E

Salah satu desain casing dibentuk seperti spiral yang mengumpulkan


cairan dari impeler dan mengarahkannya ke discharge nozzle.
Discharge nozzledibentuk seperti suatu kerucut sehingga kecepatan
aliran yang tinggi dari impeler secara bertahap turun. Kerucut ini
disebut difuser (diffuser). Pada waktu penurunan kecepatan di
dalam diffuser, energi kecepatan pada aliran cairan diubah menjadi
energi tekanan.

Gambar 7.1. Pompa Sentrigugal

3) Pompa ejector
Prinsip:
Mampu merubah energi statis cairan menjadi energi kinetis atau
kebalikannya.
Kondisi vacuum yang terjadi pada ruang inlet pompa jet diperlukan
untuk menarik cairan yang dipompa kedalam ruang inlet tersebut.
Kevacuuman dihasilkan oleh aliran searah dari fluida penggerak

(actuating fluid).
Cara kerja:
Dalam pompa ejektor jet, cairan melewati nosel vebturi (lihat tabung
venturi) dan mengembangkan hisap yang menyebabkan aliran kedua
fluida akan entrained. Dalam pompa aspirator, air mengalir melalui
nosel venturi dan mengembangkan hisap untuk menggambar di udara.
Ejektor uap banyak digunakan untuk memompa volume besar uap dan

gas pada tekanan rendah.


4) Pompa impuls
Prinsip:
Pompa hydram atau pompa impuls adalah suatu alat untuk mengalirkan
air dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi secara
kontinyu dengan menggunakan energi potensial sumber air yang akan
dialirkan sebagai daya drive, tanpa menggunakan sumber energi luar.
20 | N I T R O B E N Z E N E

Pompa hydram disebut dengan motorless pump yaitu pompa yang


tidak menggunkan energi listrik, yang bekerja secara otomatis dengan
memanfaatkan energi aliran air ke tempat penampungan air kemudian
dikuatkan dengan terjadinya efek palu air (water hammer).

Cara kerja:
Mekanisme pada pompa hydram adalah dengan melipat-gandakan
kekuatan pukulan air pada tabung udara dimana terjadi perubahan
energi kinetik air menjadi tekanan dinamika yang menimbulkan water
hammer. Tekanan dinamika ini diteruskan ke dalam tabung udara yang
berfungsi sebagai penguat akan tetapi pompa ini tidak dapat memompa
semua air yang masuk jadi sebagian air terpompa dan sebagian lagi
terbuang melalui katup limbah. Pompa hydram membutuhkan energi
terjunan air dengan ketinggian lebih besar atau sama dengan 0,7 meter
yang masuk ke dalam pompa. Air mengalir melalui katup limbah yang
terbuka. Pada kecepatan yang mencukupi katup ini akan menutup
dengan sangat cepat. Akibatnya, tekanan yang tinggi akan terjadi di
dalam pompa, yang mana air hanya dapat keluar lewat katup tekan ke
dalam tabung udara, yang selanjutnya mengkompres udara yang ada
dalam tabung sampai kecepatan aliran menjadi nol. Udara dalam
tabung udara yang telah dikompresi tadi akan menekan air dalam
tabung tersebut kemudian megalir melalui pip delivery. Dalam
mekanisme kerja tabung udara terjadi perubahan energi kinetik
menjadi tekanan dinamis, yang berfungsi mengurangi akselerasi dan
gesekan yang terjadi pada pompa hydram dan sebagai penguat
tekanan, sehingga mampu mengangkat air ke pipa delivery secara
kontinu pada kecepatan yang seragam. Dari studi literatur yang telah
dilakukan, belum terdapat kajian yang mendasar tentang pengaruh

tabung udara terhadap unjuk kerja pompa hydram.


5) Pompa piston (torak)
Prinsip:
Prinsip kerjanya dapat diuraikan sebagai berikut:
Piston bergerak mundur / kekiri
- Katup tekan kanan tertutup rapat, katup tekan kiri terbuka
sehingga fluidabagian kiri piston masuk ke ruang outlet dan
keluar melalui pipa penyalur.
21 | N I T R O B E N Z E N E

Katup isap kiri tertutup rapat, tekanan ruang selinder kanan


menurun sehingga terjadi isapan membuat katup isap terbuka

dan fluida masuk ke-ruang selinder bagian kanan piston.


Piston bergerak maju / kekanan
- Katup tekan kiri tertutup rapat, tekanan ruang kanan meningkat
membuatkatup tekan kanan terbuka sehingga fluida mengalir ke
-

ruang outlet dankeluar pompa melalui pipa penyalur.


Katup isap kanan tertutup rapat, tekanan ruang selinder kiri
menurun se-hingga terjadi isapan membuat katup isap kiri
terbuka dan fluida masuk ke-ruang selinder bagian kiri piston,
dan selanjutnya kembali piston bergerakmundur maju secara

berkelanjutan.
Cara kerja:
Menurut cara kerjanya pompa torak terbagi 2, yaitu:
Pompa torak kerja tunggal (Single acting), dimana hanya terjadi
discharge karena 1 stroking dalam 1 arah saja.
Dengan menarik keatas dan menekan kebawah engkolnya, maka
batang torak dan torak bergerak naik turun, bila torak bergerak
keatas, zat cair terisap oleh katup yang paling bawah (katup isap),
jika torak bergerak ke bawah katup isap akan tertutup dan pompa
mengeluarkan cairan. Secara bersamaan katup isap membuka
kembali dan zat cair di isap lagi untuk penyerahan berikutnya.
Pompa torak kerja ganda (Double acting), liquid masuk pada kedua
bagian dari liquid pistonnya sehingga terjadi discharge pada 2
stroking dalam 2 arah.
Bila torak bergerak ke kanan, maka katup isap Z1 akan menutup
dan katup pompa P2 akan membuka. Zat cair yang berada di
sebelah sisi kanan torak di tempatkan ke saluran kompa melalui
katup pompa P2. Di sebelah kiri katup pompa P1 akan menutup
dan katup isap Z1 akan membuka. Zat cair di isap ke dalam silinder
melalui katup isap Z1. Bila sesudah itu torak akan bergerak ke kiri
maka katupkatup yang tadinya membuka akan menutup dan yang
tadinya menutup akan membuka dengan demikian pompa ini akan

bekerja ganda.
6) Positive displacement pumps (pompa desak)S
Perpindahan zat cair dalam pompa desak didasarkan pada pembesaran
(kerja isap) dan kemudian pengecilan (kerja kempa) kembali ruang dalam
22 | N I T R O B E N Z E N E

rumah pompa.Kecepatan aliran volum (kapasitas) pada pompa desak


berbanding lurus dengan jumlah pembesaran dan pengecilan ruang dalam
rumah pompa tiap satuan waktu. Kapasitas pompa desak secara umum
dapat dikatakan tidak dipengaruhi oleh tekanan yang dibangkitkan (head)
dalam pompa.
Pada ejektor, fluida dialirkan melalui nosel dimana arus mengecil karena
perubahan penam- pang nosel, difuser yang membesar secara per lahan
ditempatkan didekat mulut nosel dalam ruang isap, karena kecepatan arus
yang meninggalkan mulut nosel bertambah besar maka tekanan dalam arus
akan turun, demikian pula didalam ruang isap. Pada difuser kecepatan
berkurang sehingga tekanan naik kira-kira mendekati tekanan atmosfer
(apabila fluida dibuang menuju atmosfer). Akibat kejadian tersebut maka
tekanan dalam ruang isap juga menurun dibawah tekanan atmosfer,
istilahnya terbentuk sedikit vakum yang menyebabkan zat cair dari bejana
bawah tersedot naik kedalam ruang isap dan terjebak oleh arus fluida yang
menyemprot dari mulut nosel.
Kompresor
Kompressor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Secara umum
biasanya mengisap udara dari atmosfer, yang secara fisika merupakan
campuran beberapa gas dengan susunan 78% Nitrogren, 21% Oksigen dan 1%
Campuran Argon, Carbon Dioksida, Uap Air, Minyak, dan lainnya. Namun
ada juga kompressor yang mengisap udara/ gas dengan tekanan lebih tinggi
dari tekanan atmosfer dan biasa disebut penguat (booster). Sebaliknya ada
pula kompressor yang menghisap udara/ gas bertekanan lebih rendah dari
tekanan atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum.
Jika suatu gas / udara didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil volumenya,
maka gas / udara tersebut akan mengalami kompresi. Kompressor yang
menggunakan azas ini disebut kompressor jenis displacement dan prinsip
kerjanya dapat dilukiskan seperti pada gambar dibawah ini :

23 | N I T R O B E N Z E N E

Gambar 7.2. Kompresi Fluida


Disini digunakan torak yang bergerak bolak balik oleh sebuah penggerak mula
(prime mover) didalam sebuah silinder untuk menghisap, menekan dan
mengeluarkan udara secara berulang-ulang. Dalam hal ini udara tidak boleh
bocor melalui celah antara dinding torak dengan dinding silinder yang saling
bergesekan. Untuk itu digunakan cincin torak sebagai perapat.
Jika torak ditarik keatas, tekanan dalam silinder dibawah torak akan menjadi
negatif (kecil dari tekanan atmosfer) sehingga udara akan masuk melalui celah
katup isap.
Kemudian bila torak ditekan kebawah, volume udara yang terkurung dibawah
torak akan mengecil sehingga tekanan akan naik.
Berdasarkan prinsip kerjanya, kompressor terdiri dari 2 (dua) jenis
yaitu Displacement (torak) seperti dijelaskan diatas dan Dynamic (rotary) yang
mengalirkan udara melalui putaran sudu berkecepatan tinggi.

PROSES KOMPRESI UDARA


Proses kompresi udara yang terjadi pada kompressor torak dapat dijelaskan
dengan menggunakan pendekatan seperti terlihat pada gambar 7.2.
Torak memulai langkah kompresinya pada titik (1) diagram P-V, kemudian
bergerak ke kiri dan udara dimampatkan hingga tekanan naik ke titik (2).
Pada titik ini tekanan dalam silinder mencapai harga tekanan Pd yang lebih
tinggi dari pada tekanan dalam pipa keluar (atau tangki tekan) sehingga
katup keluar pada kepala silinder akan terbuka. Jika torak terus bergerak ke
kiri, udara akan didorong keluar silinder pada tekanan tetap sebesar Pd. Di
titik (3) torak mencapai titik mati atas, yaitu titik akhir gerakan torak pada
langkah kompresi dan pengeluaran.

Gambar 7.3. Diagram P-V dari Kompressor


Pada Gambar 7.3. terlihat bentuk dan susunan konstruksi kompressor yang
menjelaskan secara visual bahwa udara masuk melalui air intake filter
24 | N I T R O B E N Z E N E

diisap oleh torak sampai ke titik maksimum bawah. Sebelum masuk ke


torak udara didalam kartel bersamaan diisap melalui pipa vacum, sehingga
tidak terjadinya vacum di dalam kartel. Kemudian udara yang vacum di
silinder keluar melalui pipa vacum.

Gambar 7.4. Potongan Melintang Kompressor Torak

KONDENSASI UAP AIR


Udara yang dihisap dan dimampatkan didalam kompressor akan
mengandung uap air dalam jumlah cukup besar. Jika uap ini didinginkan
udara yang keluar dari kompressor maka uap akan mengembun menjadi
air. Air ini akan terbawa ke mesin/ peralatan yang menggunakannya dan
mengakibatkan gangguan pada pelumasan, korosi dan peristiwa water
hammer pada piping system.
Aftercooler adalah heat-exchanger yang berguna untuk mendinginkan
udara/ gas keluaran kompresor untuk membuang uap air yang tidak
diinginkan sebelum dikirim ke alat lain. Uap air dipisahkan dari udara
dengan cara pendinginan dengan air atau oli pendingin. Sumber IngersollRand [--]. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

25 | N I T R O B E N Z E N E

Gambar 7.5. Aftercooler Kompressor Multi Stage

CONDENSATE DRAIN VALVE


Condensate drain valve ialah bagian dari kompressor yang berfungsi
membuang kondensat (uap air) yang terjadi saat kompressor bekerja
dengan mengambil udara dari luar, sehingga udara yang masuk ke dalam
sistem udara tekan menjadi bersih dan tidak menimbulkanadanya endapan
air. Manfaat lainnya pada sistem hidrolik adalah, oli tetap bersih karena
kontaminasi dari air telah dibuang melalui Condensate Drain Valve.

26 | N I T R O B E N Z E N E

Gambar 7.6. Condensate Drain Valve


Prinsip

kerja

kondensor

adalah

uap

panas

yang

masuk

ke

kondensor dengan temperatur yang tinggi dan bertekanan yang merupakan


hasil proses dari turbin. Kemudian uap panas masuk ke dalam Suction
Pipe dan kemudian mengalir dalam tube. Dalam tube, uap panas
didinginkan dengan media pendingin air yang dialirkan melewati sisi luar
tube, kemudian keluar melalui Discharge Pipe dengan temperatur yang
sudah turun.

XIII. DAFTAR PUSTAKA


2014.Buku

penuntunpraktikum

Teknik

Kimia

III.Jakarta:

Universitas

Muhammadiyah Jakarta.
2014.Ilmu Kimia Organik 2 Sekolah Menengah Farmasi,Jakarta.Anshory
Irfan.2000.Kimia 2 SMU.Jakarta: Erlangga
Fesenden.Kimia Organik Jilid I.
Http ://belajar menulis. Info/benzene dan nitro benzen.html

27 | N I T R O B E N Z E N E