Anda di halaman 1dari 17

PERIODISASI LATIHAN

OLEH:
YUNYUN YUDIANA

KONSEP DASAR
PERIODISASI PROGRAM LATIHAN
Suatu perencanaan latihan dan
pertandingan yang disusun sedemikian
rupa sehingga kondisi puncak dicapai
pada waktu yang direncanakan
sebelumnya
Dalam periodisasi dikenal periodisasi
dengan satu puncak dan periodisasi
dengan dua puncak
Kondisi puncak dicapai dengan
memanipulasi volume dan intensitas
latihan

MACAM-MACAM PERIODISASI
PROGRAM LATIHAN
1. Periode Persiapan
a. Persiapan Umum
b. Persiapan Khusus
2. Periode Pertandingan
a. Pra Pertandingan
b. Pertandingan Utama
3. Periode Pemulihan (transisi)

PERIODE PERSIAPAN
Dikembangkan kerangka umum fisik, teknik, taktik, dan persiapan
mentalnya dalam menghadapi tahap pertandingan yang akan
datang
Tujuan dari tahap ini adalah untuk membangun dan menciptakan
kondisi umum atlet.
Berlangsung antara 6 sampai 6,5 bulan
Volume latihan meningkat dan intensitas rendah
tujuan dari tahap persiapan ini adalah : (1) Menguasai dan
memperbaiki persiapan fisik umum, (2) Memperbaiki kemampuan
biomotorik yang dituntut dalam cabang olahraga, (3)
Menumbuhkan ciri-ciri psikologis yang khusus dalam cabang
olahraga, (4) Mengembangkan atau menyempurnakan teknik, (5)
Memperkenalkan dasar-dasar taktik yang akan diterapkan pada
tahap berikutnya, (6) Mengajarkan pengetahuan teoritis tentang
teori dan metodologi latihan yang khusus untuk cabang olahraga
yang bersangkutan.
Tahap persiapan terbagi atas 2 (dua) tahap, yaitu (1) Tahap
Persiapan Umum (TPU), dan (2) Tahap Persiapan Khusus (TPK).

Tahap Persiapan Umum


Lama latihannya sekitar 2 4 bulan.
Tujuan :
Meningkatkan kondisi fisik dasar (daya tahan
kardiovaskuler, kelentukan, dan kekuatan otot).
Memperbaiki elemen-elemen teknik dan taktik cabang
olahraga.
Memperkenalkan dasar-dasar taktik.
Melatih mental seperti : disiplin, loyalitas dan kerjasama
antar anggota tim, sportivitas. Namun tujuan yang
paling utama adalah untuk mengembangkan kondisi
fisik ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga memudahkan
untuk latihan berikutnya dan berlaku untuk semua
cabang olahraga.

Tahap Persiapan Umum


Karakteristik latihan :
Latihan kondisi fisik sekitar 60-70 %, dengan penekanan
pada komponen-komponen fisik dasar, yaitu daya tahan
kardiovaskuler, kelentukan, dan kekuatan otot.
Volume latihan tinggi sekitar 70-80 %, tujuannya untuk
semakin meningkatkan kapasitas kerja atlet serta aspekaspek psikologis, seperti ketekunan, tahan uji, disiplin, dan
semangat berlatih, karena latihan dengan volume tinggi
banyak menuntut stres fisik maupun mental dari atlet.
Volume latihan fisik sekitar 60 70 % (kira-kira 3 minggu
terakhir dari tahap ini titik berat latihan fisiknya pada
stamina, power, agilitas, speed, daya tahan otot).
Volume latihan teknik dan taktik sekitar 30-40 %.
Intensitas latihan rendah sekitar 60-70 %.

Tahap Persiapan Khusus


Lama latihannya 2 4 bulan
Tujuan :

Meningkatkan kondisi fisik menjadi lebih spesifik


sesuai dengan karakteristik cabang olahraganya.
Penyempurnaan teknik dan taktik.

Karakteristik latihan :

Volume latihan masih tinggi sekitar 75 %.


Intensitas latihan masih medium sekitar 70 %.
Pada akhir tahap ini (TPK) volume latihan mulai
menurun, namun intensitas latihan mulai merangkak
naik.

PERIODE PERTANDINGAN
Tujuan umum pada tahap pertandingan adalah :
Semakin mengembangkan kemampuan biomotor
dan ciri psikologis sesuai dengan kekhasan
cabang olahraga yang bersangkutan.
Tetap melakukan latihan-latihan untuk
penyempurnaan fisik.
Menyempurnakan dan memantapkan teknik.
Menyempurnakan taktik.
Mencari pengalaman bertanding (banyak
bertanding, namun jangan terlalu banyak).
Memperbaiki tingkat pengetahuan teoritis
mengenai cabang olahraga, termasuk pertauran
serta strategi pertandingan.

PERIODE PERTANDINGAN
Karakteristik latihan :
Beban latihan yang diberikan pada kekhasan
cabang olahraga relatif akan semakin meningkat.
Hal ini bertujuan agar konsistensi perkembangan
prestasi dapat lebih terjamin.
Berlangsung antara 5 6 bulan
Intensitas latihan meningkat.
Volume latihan menurun.
Untuk memudahkan perencanaan dan untuk
alasan metodologis, maka tahap pertandingan
dibagi menjadi 2 (dua) sub-phase, yaitu :
Tahap Pra Pertandingan,
Tahap Pertandingan Utama.

Tahap Pra-Pertandingan
Lama latihannya sekitar 2 bulan
Tujuan : Untuk melibatkan atlet dalam
berbagai jenis pertandingan atau eksibishi
tidak resmi, sehingga pelatih dapat
mengevaluasi secara obyektif dan
mengamati serta menilai sampai seberapa
jauh tingkat kemampuan atletnya di
segala aspek latihan (fisik, teknik, taktik,
dan mental). Menang atau kalah bukan
merupakan tujuan utama dari tahap ini.

Tahap Pra-Pertandingan
Karakteristik latihan :
Volume latihan menurun, yaitu sekitar 60 %.
Intensitas latihan naik menjadi sekitar 80 %.
Latihan fisik, yaitu dalam bentuk
mempertahankan kondisi fisik yang telah
dikembangkan pada tahap sebelumnya.
Latihan teknik, berupa keterampilan teknik
harus sudah mendekati sempurna.
Penekanan latihan pada taktik pola pertahanan
dan penyerangan, baik pada olahraga
perorangan maupun beregu, serta pola dan
formasi-formasi dalam permainan harus
diketahui oleh atlet.

Tahap Pra-Pertandingan
Bobot volume latihan :

Taktik
Fisik
Teknik
Lain-lain

:
:
:
:

sekitar 50 %
sekitar 20 %
sekitar 20 %
sekitar 10 %.

Mempersiapkan secara khusus mengenai perkembangan


mental dan emosional atlet.
Pertandingan uji coba dapat diberikan sebanyak mungkin
disesuaikan dengan kebutuhan.
Hindarkan hal-hal yang dapat menimbulkan cedera, karena
pada tahap ini rawan akan terjadinya cedera.
Masa ini merupakan masa yang paling berat, karena
kelesuan serta kejenuhan sering timbul pada diri atlet,
sehingga stres sering mempengaruhi atlet.

Tahap Pertandingan Utama


Lama latihannya sekitar 3 bulan
Tujuan :

Menggali potensi atlet untuk berkembang


seoptimal mungkin, baik potensi fisik, teknik,
taktik, dan mental, karena aspek ini
merupakan komponen utama untuk meraih
kemenangan, sehingga prestasi atlet dapat
mencapai puncaknya pada pertandingan
utama yang dijadikan target selama ini (Hari
H).
Atlet sudah dalam kondisi siap tempur,
sehingga lebih percaya diri dan memiliki
motivasi yang tinggi untuk mencapai
kemenangan.

Tahap Pertandingan Utama


Karakteristik latihan :
Intensitas latihan naik tajam yaitu mencapai 90 100 %.
Volume latihan menurun tajam.
Tes-tes uji coba / try out, bertahap dari pertandingan yang
kurang berat meningkat ke yang lebih berat, atau selang-seling
antara pertandingan berat dan ringan supaya ada
keseimbangan antara menang dan kalah. Try out boleh
banyak, namun jangan terlalu banyak.
Bobot volume latihan :

Taktik
Teknik
Mental
Fisik

: sekitar 70 %.
: sekitar 10 %
: sekitar 15 %
: sekitar 5 %.

Sekitar 1 minggu sebelum Hari H adalah tahap unloading


(pengurangan beban latihan).
2 hari menjelang Hari H latihan ringan, waktu singkat, dan
intensitas rendah.

Tahap Penurunan Beban


(Unloading Phase)
Lamanya sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum Hari H (jangan
lebih dari 2 minggu).
Tujuan : Untuk regenerasi seluruh fungsi organisme tubuh dan
regenerasi psikologis, terutama sistem pusat syaraf dan mental
atlet menjelang dia terjun dalam pertandingan utama.

Karakteristik latihan :

Minggu I (2 minggu sebelum Hari H), intensitas latihan turun


sanpai
50 60 % , dan latihan beban dikurangi.
Minggu II (1 minggu sebelum Hari H), program latihan beban
dihapus, intensitas dan volume latihan makin diturunkan, dengan
demikian atlet dapat menyimpan semua energi yang akan
digunakan dalam pertandingan yang akan dihadapinya, dan atlet
akan merasa segar dan siap untuk diterjunkan dengan usaha
maksimal di pertandingan utama. Untuk 2 (dua) hari sebelum Hari
H latihan dengan intensitas rendah dan waktunya singkat, suasana
harus rileks dan menyenangkan.

Tahap Penurunan Beban


(Unloading Phase)
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan
dipersiapkan yang menyangkut masalah psikologis sebelum
pertandingan, yaitu :
Melakukan rutinitas kehidupan sehari-hari, misalnya makan
pada jam yang sama, lari pagi, istirahat cukup.
Jika sehari sebelum pertandingan anda ingin berlatih maka
latihanlah sesuai dengan waktu pertandingan besok, dan
berlatihlah di lokasi pertandingan. Ingat ! jangan terlalu
lelah.
Jika anda merasa tegang itu hal yang wajar, usahakan
perkecil ketegangan itu dengan berpikir positiv (ingat
kemampuan yang anda miliki dan lupakan kelemahan).
Berdoa memohon kekuatan pada Tuhan Yang Maha Esa,
dan bertekad untuk main sebaik mungkin.

TAHAP TRANSISI
(PERALIHAN)
Setelah berakhirnya pertandingan bukan berarti atlet harus
istirahat total, tetapi atlet harus tetap memperhatikan
kondisi fisiknya (istirahat aktif).
Aktivitas untuk mempertahankan kondisi fisik sampai
sekitar 50 % sehingga pada permulaan program latihan
berikutnya kondisi fisik atlet tetap dalam kondisi terjaga
dengan baik
Aktivitas yang dilakukan harus dengan intensitas rendah
berupa olahraga rekreatif tanpa target tertentu
Tahap ini bertujuan untuk mengistirahatkan psikologis
dan regenerasi biologis
Waktu yang diperlukan pada tahap ini sekitar 1 2 bulan.
Pada tahap ini harus ada evaluasi hasil prestasi serta
program dan proses latihan selama ini dengan cara
memutar hasil rekaman video, foto-foto, selanjutnya
dilakukan analisa denagn cermat