Anda di halaman 1dari 8

SENYAWA HALOGEN ORGANIK

1. Pengertian Senyawa Halogen Organik


Senyawa halogen organik adalah tiap senyawa yang mengandung ikatan ntara
karbon dan halogen. Biasanya ditemukan dari hasil sumber daya laut seperti
ganggang (rumput laut).
Senyawa halogen organik ini dalam kehidupan sehari-hari dipakai dalam
anestesi hisap, pelarut dalam pencucian tanpa air, pestisida, penghilang lemak, dan
zat pendingin. Rumus umum dari senyawa halogen organik :
1.Alkil Halida (R3 C X)R X
2.Vinilik Halida ( C = C ) R R
3.Aril Halida XR CH2X
4.Alilik Halida ( C = C ) R R
5.Benzilik Halida CH2X
Senyawa halogen organik dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
(a) alkil halida,
(b) halida tidak jenuh,
(c) aril halida, dan
(d) polihalogen, yang masing-masing mempunyai ciri struktur khas.
2. Struktur Dari Senyawa Halogen Organik
Haloalkana (Alkil Halida)
CH3CH2Cl
1-kloro etana

Vinil Halida
CH2 = CH Cl
1-kloro etena
Aril Halida
Br
Alilik dan Benzilik Halida
CH2 = CHCH2Cl CH3Cl
3-kloropropena
3. TataNama
Dalam sistem iupac, substituent halogen diberi nama dengan awalan seperti
pada gugus alkil. Awalannya sangat menjurus misalnya : fluoro (-F), kloro (-Cl),
bromo (-Br), dan iodo (-I).
Dalam memberi senyawa halogen, pemberian nomor untuk rantai terpanjang
dimulai dari C-nya ynag paling dekat pada substituent. Nama senyawa merupakan
kesimpulan dari nomor tempat substituent, nama substituent, dan nama induk.
Contoh
CH3CHCH2CH3
Cl
2-kloro butane
Untuk pemberian nama trivial senyawa halogen umumnya terdiri dari nama
gugus organik, disusul oleh halida.

Contoh
CH3CH2Br
Etil bromide

4. Klasifikasi Dari Alkil Halida


Alkil halida (RX) dapat diklasifikasikan oleh jumlah atom karbon yang terikat
pada atom karbon yang menggantung halogen. Sebuah metil halida (CH3X) tidak
mengandung atom karbon lain yang terikat pada karbon C X , alkil halida primer
(1o) mengandung sebuah karbon yang terikat pada karbon C X. Alkil halida
sekunder (2o) mengandung dua karbon yang terikat karbon C X. Alkil halida
tersier (3o) mengandung tiga atom karbon terikat karbon C X.
5. Sifat-Sifat Fisik Dari Senyawa Halogen Organik
a.Alkil halida
Sifat fisik alkil halida sangat beragam, tetapi masih dapat digeneralisasi, yaitu
Titik alkil halida > alkil bromida > alkil klorida
Semua alkil halida tidak larut dalam air , tetapi dapat larut dalam pelarut
pelarut organik
Massa jenis alkil halida < massa jenis air, sedangkan berat jenis alkil bromide
dan alkil iodida > massa jenis air
b.Aril halida

Sifat fisik aril halida adalah wujud fisikanya ditentukan oleh jumlah atom
halogen yang dikandungnya, hanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik
danb berat jenisnya serta titik didihnya meningkat mengikuti urutan F Cl BrI
Alkil halida mempunyai rumus umum CnH2n+1X (X umumnya berupa Cl/ Br/
I). Bila ditinjau dari jenis atom C yang mengikat X, alkil halida dibedakan
menjadi alkil halida primer/ sekunder/ tersier. Bila X diikat oleh atom C primer
maka alkil halida tersebut dinamakan alkil halida primer. Ketentuan serupa itu
berlaku pula untuk alkil halida sekunder dan tersier.
Tatanama dalam alkil halida ada dua macam, yaitu tatanama IUPAC dan
tatanama trivial. Dalam tatanama IUPAC, alkil halida dianggap sebagai derivat
alkana, dan dalam pemberian namanya digunakan awalan halo. Kedudukan atom
halogen dalam rantai atom C alkana induknya ditunjukkan sesuai dengan nomor
atom C yang mengikatnya. Dalam tatanama trivial, nama alkil halida terdiri dari
nama gugus alkil diikuti dengan nama halidanya.
Sifat-sifat fisika alkil halida sangat beragam, tetapi masih dapat
digeneralisasi, yaitu: (a) titik didih alkil halida > alkil bromida > alkil klorida, (b)
semua alkil halida tidak larut dalam air, tetapi dapat larut dalam pelarut-pelarut
organik, (c) massa jenis alkil klorida < massa jenis air, sedangkan berat jenis alkil
bromida dan alkil iodida > massa jenis air.

Reaksi yang penting dalam alkil halida adalah reaksi substitusi nukleofilik.
Dalam reaksi ini nukleofil yang menyerang dapat berupa anion (OH -, CN-, dan
sebagainya) dan dapat pula berupa molekul polar yang netral (NH 3, CH3OH dan
sebagainya). Dengan basa kuat, alkil halida mengalami eliminasi. Dengan logam
Na, alkil halida menghasilkan alkana (reaksi Wurtz), dengan logam Mg
menghasilkan pereaksi Grignard (RMgX) dan dengan logam Li menghasilkan
alkil litium.
Untuk membuat alkil halida dapat dilakukan cara-cara: (a) mereaksikan
alkohol dan asam halogen, (b) adisi asam halogen pada alkena. Di samping
kedua cara tersebut dapat pula ditempuh cara yang berlaku terbatas, yaitu
halogenasi alkana dengan katalis panas/ cahaya dan reaksi Hunsdiecker.
Kelompok senyawa halida tidak jenuh ada beberapa macam, di antaranya:
CH=CH-Cl(vinil klorida), CH=CH-CH2Br (alil bromida), dan CHCl=CCl2
(trikloroetena). Masing-masing contoh tersebut berbeda sifat, cara pembuatan,
dan kegunaannya.
Pada kelompok senyawa aril halida, atom halogennya terikat pada inti
aromatik. Bila atom halogennya terikat pada rantai samping, dinamakan aril
halida tidak sejati atau aralkil halida. Salah satu contoh aril halida adalah:
(bromobenzena) dan salah satu contoh aril halida tidak sejati adalah:
(benzilbromida)

Dalam hal sifat-sifat fisika dapat dinyatakan bahwa aril halida: wujud
fisikanya ditentukan oleh jumlah atom halogen yang dikandungnya, hanya dapat
larut dalam pelarut-pelarut organik dan berat jenisnya serta titik didihnya
meningkat mengikuti urutan F-Cl-Br-I.
Aril halida tidak reaktif terhadap nukleofil. Reaksi nukleofil dengan aril halida
hanya dapat berlangsung dalam kondisi reaksi yang istimewa, misalnya dengan
suhu atau tekanan yang tinggi. Bila aril halida direaksikan dengan elektrofil
maka terjadi substitusi pada inti, dengan posisi orto dan/ atau para terhadap
halogen. Pembuatan pereaksi Grignard hanya mungkin terjadi bila bromobenzena
atau iodobenzena direaksikan dengan logam Mg dalam pelarut eter kering.
Cara-cara pembuatan klorobenzena/ bromobenzena:
(a) Klorobenzena dan bromobenzena dibuat dengan reaksi langsung klor
atau bromo dengan benzena, disertai katalis asam Lewis FeCl 3/ FeBr3/
AlBr3 yang berfungsi sebagai halogen carrier.
(b) Klorobenzena dapat dibuat dengan proses Raschig, yaitu mereaksikan
benzena dengan HCl dan oksigen pada 2500C dan katalis CuCl2.
(c) Mereaksikan fenol dengan fosfortrihalida/ fosforpentahalida (Catatan:
cara ini hanya memberikan hasil sedikit).

Senyawa yang termasuk kelompok polihalogen antara lain CH2I2, CH2Cl2,


CHCl3, CCl4, CHI3, CCl2F2, CH2Cl-CH2Cl, CCl2=CCl2, CH2Br-CH2Br. Masingmasing senyawa tersebut berbeda dalam cara pembuatannya, sifat-sifatnya, dan
kegunaannya.

Tugas Kimia Organik

SENYAWA HALOGEN ORGANIK

OLEH

Nama : Melviana Humalanggi


Nim

: 821411003

Kelas : A

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS ILMU-LIMU KESEHATAN DAN KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2012