Anda di halaman 1dari 223

Republik Indonesia

Dokumen Pengadaan
Secara Elektronik

Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi

- Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi -

DOKUMEN PENGADAAN
Nomor : 21/DOK/2015
Tanggal : 13 Januari 2015

untuk
Pengadaan

Pembangunan Groundsill Sungai Sombe Lewara Kota Palu

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan : Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa
Konstruksi Pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan
Pemanfaatan Air Sulawesi III dan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan
Jaringan Sumber Air Sulawesi III.

Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia

Tahun Anggaran : 2015

BAB II
PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI
Nomor : 21/DOK/2015
Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa Konstruksi Pada Satuan Kerja Non Vertikal
Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi III dan Satuan Kerja Non
Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sulawesi III Tahun Anggaran
2015 akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket
pekerjaan konstruksi sebagai berikut:
1. Paket Pekerjaan
Nama paket pekerjaan
: PEMBANGUNAN GROUNDSILL SUNGAI SOMBE
LEWARA KOTA PALU
Lingkup pekerjaan
: Pembangunan Groundsill Sungai
Nilai total HPS
: Rp. 9.676.200.000,- (Sembilan Milyar Enam Ratus
Tujuh Puluh Enam Juta Dua Ratus Ribu Rupiah)
termasuk PPN
Sumber pendanaan
: APBN Tahun Anggaran 2015
2. Persyaratan Peserta
Izin Usaha
: Pekerjaan Konstruksi
Klasifikasi
: Menengah
Kualifikasi
: Menengah
3. Pelaksanaan Pengadaan
Tempat dan alamat : Kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi III
Jln. Abd. Rahman Saleh No. 230 Palu
Website
: www.pu.go.id
4. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan
No

Kegiatan

Hari/Tanggal

a.

Pendaftaran dan Pengambilan


Dokumen Pengadaan
Pemberian Penjelasan
Pemasukan Dokumen Penawaran

13/01/2015 s.d.
22/01/2015
16/01/2015
19/01/2015 s.d.
23/01/2015

b.
c.
d.
e.

Batas Akhir Pemasukan


Dokumen Penawaran
Pembukaan Dokumen
Penawaran

Waktu (jam)
00.00 s.d..24.00
09.00 s.d. selesai
00.00 s.d. 09.00

23/01/2015

09.00

23/01/2015

10.00

5. Peserta dapat melakukan pendaftaran secara elektronik melalui Website


Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat www.pu.go.id
6. Dokumen Pengadaan dapat diambil dalam bentuk softcopy dengan diunduh
melalui website Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat

www.pu.go.id dan jika tidak diunduh oleh peserta, maka penawaran peserta
tidak akan dievaluasi.
7. Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu) perusahaan pada saat proses
pelelangan berlangsung.

Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.

Palu, 13 Januari 2015


Mengetahui :

Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa


Konstruksi Pada Satuan Kerja Non Vertikal
Tertentu Pelaksanaan Jaringan
Pemanfaatan Air Sulawesi III dan Satuan
Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan
Jaringan Sumber Air Sulawesi III.

BAB I
UMUM
A.

Dalam hal pemilihan metode evaluasi apabila ada pertentangan ketentuan yang
tertulis pada Lembar Data Pemilihan (LDP) dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP)
maka yang digunakan adalah ketentuan pada Lembar Data Pemilihan (LDP).

B. Dokumen Pengadaan ini disusun untuk membantu peserta dalam menyiapkan


dokumen penawaran.
C. Dalam dokumen pengadaan digunakan pengertian, istilah, dan singkatan sebagai
berikut:
Pekerjaan
Konstruksi

: adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan


pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan
wujud fisik lainnya;

Kontrak
Harga
Satuan

: adalah kontrak pengadaan


barang/jasa atas
penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu
tertentu, berdasarkan harga satuan yang pasti dan
tetap untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan
spesifikasi teknis tertentu, yang volume pekerjaannya
masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan
pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran
bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar
telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa;

HEA

: adalah Harga Evaluasi Akhir yang merupakan


penyesuaian atau normalisasi harga terhadap harga
penawaran dalam proses pengadaan dimana unsur
preferensi harga telah diperhitungkan berdasarkan
capaian TKDN dan status perusahaan;

LDP

: adalah Lembar Data Pemilihan yang memuat


ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai dengan
jenis pekerjaan antara lain meliputi penyiapan,
penyampaian, pembukaan, kriteria dan tata cara
penilaian dokumen penawaran, pengumuman
pemenang, sanggahan, dan sanggahan banding;

LDK

: adalah Lembar Data Kualifikasi yang memuat


ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai dengan
kualifikasi yang diperlukan penyedia barang/jasa
antara lain dalam menyiapkan, mengisi formulir isian
kualifikasi, dan melengkapi pakta integritas;

APIP

: adalah Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)


yang selanjutnya
disebut
Inspektorat
Kementerian bertugas melakukan pengawasan melalui
audit, review, evaluasi, pemantauan dan kegiatan
pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas
dan fungsi organisasi;

Penyedia
Sub penyedia

: adalah
badan
usaha
yang
melaksanakan Pekerjaan Konstruksi;

menyediakan/

: adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja


dengan penyedia penanggung jawab kontrak, untuk
melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak);

Kemitraan/
Kerja Sama
Operasi (KSO )

: adalah kerja sama usaha antar penyedia baik penyedia


nasional maupun penyedia asing, yang masing-masing
pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung
jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis;

Surat Jaminan

: adalah jaminan tertulis yang selanjutnya disebut


Jaminan, bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional), yang
dikeluarkan oleh Bank
Umum/Perusahaan Penjaminan/ Perusahaan Asuransi
yang diserahkan oleh penyedia kepada PPK/Pokja ULP
untuk menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia;

Hari

: adalah hari kalender untuk proses pemilihan secara


elektronik, pelaksanaan kontrak dan jaminanjaminan, kecuali hari kerja untuk proses sanggahan
banding;

Daftar kuantitas
dan harga

: adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan


dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan
bagian dari penawaran;

Harga
Perkiraan
Sendiri (HPS)

: adalah perhitungan perkiraan biaya seluruh volume


pekerjaan dikalikan dengan Harga Satuan yang
disusun dan ditetapkan oleh PPK, dikalkulasikan
secara keahlian berdasarkan data yang dapat
dipertanggungjawabkan sudah termasuk biaya umum,
keuntungan pekerjaan, dan beban pajak, serta
digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran
penawaran termasuk rinciannya;

Pekerjaan
Utama

Mata
Pembayaran
Utama

: adalah jenis pekerjaan yang secara langsung


menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu
konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan
sebagaimana tercantum dalam Dokumen Pengadaan;
: adalah mata pembayaran yang pokok dan penting
yang nilai bobot kumulatifnya minimal 80% (delapan
puluh per seratus) dari seluruh nilai pekerjaan,
dihitung mulai dari mata pembayaran yang nilai bobot
nya terbesar yang ditetapkan oleh Pokja ULP dalam
Dokumen Pengadaan;

Harga Satuan
Pekerjaan (HSP)

: adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per satu


satuan tertentu;

Harga Satuan
Dasar (HSD)

: adalah harga satuan komponen dari harga satuan


pekerjaan (HSP) per satu satuan tertentu, misalnya:
a. Upah tenaga kerja (per jam, per hari)
b. Bahan (per m, per m2, per m3, per kg, per
ton)
c. Peralatan (per jam, per hari)

Metode
pelaksanaan
pekerjaan

: adalah metode yang menggambarkan penguasaan


penyelesaian pekerjaan yang sistematis dari awal
sampai akhir meliputi tahapan/urutan pekerjaan
(utama) dan uraian/cara kerja dari masing-masing
jenis kegiatan pekerjaan utama dan penunjang
pekerjaan utama yang dapat dipertanggung jawabkan
secara teknis;

Personil inti

: adalah tenaga ahli atau tenaga teknis yang akan


ditempatkan secara penuh, yang di dalam organisasi
pelaksanaan
posisinya
sebagai
manajemen
pelaksanaan pekerjaan;

Bagian
pekerjaan yang
disubkontrakan

: adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama, atau


pekerjaan spesialis yang ditetapkan sebagaimana
tercantum dalam Dokumen Pemilihan, yang
pelaksanaannya
diserahkan
kepada
penyedia
barang/jasa dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK;

Masa
Pelaksanaan
(jangka waktu
pelaksanaan)

: adalah jangka waktu untuk melaksanakan pekerjaan


dihitung berdasarkan SPMK sampai dengan serah
terima pertama pekerjaan;

K/L/D/I

: adalah Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat


Daerah/Institusi yang menggunakan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
: adalah Pengguna Anggaran yang merupakan pejabat
pemegang kewenangan penggunaan anggaran
Kementerian/Lembaga/Satuan
Kerja
Perangkat
Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi
Pengguna APBN.

PA

KPA

: adalah Kuasa Pengguna Anggaran yang merupakan


pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan
APBN.

ULP

: adalah Unit Layanan Pengadaan yang dibentuk oleh

Menteri/Pimpinan
Institusi
yang
berfungsi
melaksanakan pengadaan barang/jasa yang bersifat
permanen. ULP dapat berdiri sendiri atau melekat
pada unit yang sudah ada;
Pokja ULP

: adalah Kelompok Kerja ULP perangkat dari ULP yang


disusun dan ditetapkan oleh Kepala ULP berfungsi
untuk melaksanakan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa.

PPK

: adalah Pejabat Pembuat Komitmen yang bertanggung


jawab atas pelaksanaan pekerjaan;

SPPBJ

: adalah Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa yang


diterbitkan oleh PPK kepada penyedia barang/jasa
untuk melaksanakan pekerjaan;

TKDN

: adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri besarnya


komponen dalam negeri pada barang, jasa, dan
gabungan barang dan jasa;

RK3K

: adalah Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Kontrak, merupakan dokumen lengkap rencana
penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang PU dan
merupakan satu kesatuan dengan dokumen kontrak
suatu pekerjaan konstruksi, yang dibuat oleh Penyedia
Jasa dan disetujui oleh Pengguna Jasa, untuk
selanjutnya dijadikan sebagai sarana interaksi antara
Penyedia Jasa dengan Pengguna Jasa dalam
penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang PU;
Kewajaran Harga : adalah pengklarifikasian atau pengevaluasian harga
dalam penawaran yang nilainya di bawah 80%
(delapan puluh persen) HPS dengan meneliti dan
menilai konsistensi rincian/uraian Analisa Harga
Satuan
Pekerjaan
Utama
terhadap
syarat
teknis/spesifikasi sehingga tidak terjadi penyimpangan
yang
mempengaruhi
lingkup,
kualitas,
dan
hasil/kinerja serta diyakini dapat menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan;

D. Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan


sebagaimana tercantum dalam LDP.
E.

Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang
berbentuk badan usaha tunggal atau kemitraan/KSO.

BAB II
INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)
A. Umum
1. Lingkup
Pekerjaan

2. Sumber Dana
3. Peserta

1.1

Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta


untuk menyampaikan penawaran atas paket
pekerjaan konstruksi sebagaimana tercantum
dalam LDP.

1.2

Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana


tercantum dalam LDP.

1.3

Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk


menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP, berdasarkan
syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan
mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga yang
tercantum dalam kontrak.

Pengadaan ini dibiayai dari sumber


sebagaimana tercantum dalam LDP.
3.1

pendanaan

Pelelangan Umum pekerjaan konstruksi ini


terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta
penyedia pelaksana konstruksi tunggal atau
kemitraan/KSO yang memenuhi kualifikasi.

3.2

Kemitraan/KSO dilakukan sebelum memasukkan


dokumen penawaran, antar badan usaha
pelaksana konstruksi swasta dan/atau milik
pemerintah, dan/atau salah satu pesertanya
BUJKA.

3.3

Dalam hal peserta melakukan kemitraan/KSO,


baik dengan perusahaan nasional maupun asing
maka peserta harus memiliki Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat
persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang
mewakili kemitraan/KSO tersebut.

3.4

Kemitraan/KSO harus terdiri dari perusahaan


nasional untuk nilai pekerjaan di bawah
Rp.100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)

3.5

Peserta kemitraan/KSO dilarang mengubah


Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi selama
proses pelelangan.

4.

Larangan Korupsi,
Kolusi, dan
Nepotisme (KKN),
Penyalahgunaan
Wewenang serta
Penipuan.

4.1

Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan


ini berkewajiban untuk mematuhi etika
pengadaan dengan tidak melakukan tindakan
sebagai berikut :
a. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP
dalam bentuk dan cara apapun, untuk
memenuhi
keinginan
peserta
yang
bertentangan dengan Dokumen Pengadaan,
dan/atau peraturan perundang-undangan.;
b. melakukan persekongkolan dengan peserta
lain untuk mengatur hasil [dipilih Pelelangan
Umum], sehingga mengurangi/ menghambat/
memperkecil/ meniadakan persaingan yang
sehat dan/atau merugikan pihak lain
sebagaimana
diatur
dalam
peraturan
perundang-undangan.
Indikasi persekongkolan antar peserta
memenuhi sekurang-kurangnya 2 (dua)
indikasi di bawah ini:
1) terdapat kesamaan dalam Dokumen
Penawaran, antara lain pada: metode
kerja, bahan, alat, analisa pendekatan
teknis, koefisien, harga satuan dasar
upah, bahan dan alat, harga satuan
pekerjaan, dan/ atau spesifkasi teknis/
barang yang ditawarkan (merk/ tipe/
jenis) dan/ atau dukungan teknis;
2) seluruh
penawaran
mendekati HPS;

dari

peserta

3) adanya keikutsertaan beberapa Penyedia


Barang/Jasa yang berada dalam 1 (satu)
kendali;
4) adanya kesamaan/kesalahan isi dokumen
penawaran, antara lain kesamaan/
kesalahan pengetikan, susunan, dan
format penulisan; atau
5) jaminan penawaran dikeluarkan dari
penjamin yang sama dengan nomor seri
yang berurutan.
c. membuat dan/atau menyampaikan dokumen
dan/atau keterangan lain yang tidak benar
untuk
memenuhi
persyaratan
dalam
Dokumen Pengadaan ini.

4.2

Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP


terbukti melakukan tindakan sebagaimana
dimaksud dalam pasal 4.1 dikenakan sanksi
sebagai berikut :
a. sanksi administratif, seperti digugurkan dari
proses Pelelangan Umum atau pembatalan
penetapan pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. gugatan secara perdata; dan/atau
d. pelaporan secara
berwenang.

5.

Larangan
Pertentangan
Kepentingan

pidana

kepada

pihak

4.3

Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP


kepada PA/KPA.

5.1

Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi


dan perannya, dilarang memiliki/melakukan
peran ganda atau terafiliasi.

5.2

Peran ganda sebagaimana dimaksud pasal 5.1


antara lain meliputi :
a. Seorang anggota Direksi atau Dewan
Komisaris suatu Badan Usaha merangkap
sebagai anggota Direksi atau Dewan
Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang
menjadi peserta pada Pelelangan pekerjaan
yang sama;
b. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai
konsultan manajemen konstruksi berperan
sebagai konsultan perencana dan/atau
konsultan pengawas;
c. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai
konsultan perencana/ pengawas bertindak
sebagai pelaksana Pekerjaan Konstruksi yang
direncanakannya/diawasinya, kecuali dalam
pelaksanaan Kontrak Pengadaan Pekerjaan
Terintegrasi;
d. pengurus koperasi pegawai dalam suatu
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/
Institusi atau anak perusahaan pada
BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan
dan bersaing dengan perusahaan lainnya,
merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau
pejabat
yang
berwenang
menetapkan
pemenang Pelelangan.
e. PPK dan/atau anggota Pokja ULP, baik
langsung
maupun
tidak
langsung
mengendalikan atau menjalankan perusahaan
peserta;

f. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang


dikendalikan, baik langsung maupun tidak
langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih
dari 50% (lima puluh per seratus) pemegang
saham.
6. Pendayagunaan 6.1
Produksi Dalam
Negeri

Peserta berkewajiban untuk menyampaikan


penawaran yang mengutamakan pekerjaan
konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia oleh
tenaga Indonesia (produksi dalam negeri).

6.2

Dalam
pelaksanaan
pekerjaan
konstruksi
dimungkinkan menggunakan bahan baku, tenaga
ahli, dan perangkat lunak yang tidak berasal dari
dalam negeri (impor) dengan ketentuan:
a. pemilahan atau pembagian komponen harus
benar-benar mencerminkan bagian atau
komponen yang telah dapat diproduksi di
dalam negeri dan bagian atau komponen
yang masih harus diimpor;
b. komponen berupa bahan baku belum
diproduksi di dalam negeri dan/atau
spesifikasi teknis bahan baku yang diproduksi
di dalam
negeri
belum
memenuhi
persyaratan;
c. pekerjaan pemasangan, pabrikasi, pengujian
dan lainnya sedapat mungkin dilakukan di
dalam negeri;
d. semaksimal mungkin menggunakan jasa
pelayanan yang ada di dalam negeri, seperti
jasa asuransi, angkutan, ekspedisi, perbankan,
dan pemeliharaan;
e. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan
semata-mata untuk mencukupi kebutuhan
jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di
Indonesia, disusun berdasarkan keperluan
yang nyata, dan diusahakan secara terencana
untuk semaksimal mungkin terjadinya alih
pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing
tersebut ke tenaga Indonesia; dan
f. peserta diwajibkan membuat daftar Barang
yang diimpor yang dilengkapi dengan
spesifikasi teknis, jumlah dan harga yang
dilampirkan pada Dokumen Penawaran.

6.3

Pemberian preferensi harga terhadap penawaran


peserta atas penggunaan produksi dalam negeri
ditetapkan dalam LDP.

7. Satu Penawaran 7.1


Tiap Peserta

Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun


sebagai anggota kemitraan/KSO hanya boleh

memasukkan satu penawaran untuk satu paket


pekerjaan.
7.2

Setiap
peserta
yang
termasuk
dalam
kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta baik
secara sendiri maupun sebagai anggota
kemitraan/KSO yang lain pada paket pekerjaan
yang sama.

B. Dokumen Pengadaan
8. Pengambilan
Dokumen
Pengadaan

9. Isi Dokumen
Pengadaan
Pekerjaan
Konstruksi

8.1

Semua peserta wajib melakukan pendaftaran


sebelum mengambil Dokumen Pengadaan.

8.2

Peserta dapat mengambil Dokumen Pengadaan


sesuai hari, tanggal, waktu dan tempat
pengambilan
yang
ditentukan
dalam
pengumuman.

8.3

Seseorang dilarang mewakili lebih dari 1 (satu)


perusahaan dalam pendaftaran dan pengambilan
dokumen.

9.1

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi terdiri


dari Dokumen Pemilihan dan Dokumen
Kualifikasi.

9.2

Dokumen Pemilihan terdiri atas:


a. Umum
b. Instruksi Kepada Peserta;
c. Lembar Data Pemilihan;
d. Contoh
Bentuk
meliputi:

Dokumen

Penawaran

1) Surat Penawaran;
2) Surat Kuasa;
3) Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi (KSO);
4) Dokumen Penawaran Teknis;
5) Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN;
6) Jaminan Penawaran;
e. Contoh Bentuk Rancangan Kontrak meliputi:
1) Surat Perjanjian/Pokok Perjanjian;
2) Syarat-Syarat Umum Kontrak;
3) Syarat-Syarat Khusus Kontrak;
f. Daftar Kuantitas dan Harga;
g. Formulir RK3K; dan
h. Contoh Bentuk Dokumen Lain meliputi:
1) Pengumuman Pelelangan;

2) SPPBJ;
3) SPMK;
4) Jaminan Sanggahan Banding;
5) Jaminan Pelaksanaan;
6) Jaminan Uang Muka;
7) Jaminan Pemeliharaan;
8) Daftar Barang yang diimpor.
9.3

Isi Dokumen Kualifikasi meliputi :


a. Lembar Data Kualifikasi;
b. Pakta Integritas;
c. Formulir Isian Kualifikasi;
d. Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi;
e. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi.

9.4

Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi


Dokumen Pengadaan. Kelalaian menyampaikan
Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen
Pengadaan sepenuhnya merupakan risiko
peserta.

9.5

Peserta dapat meminta penjelasan secara tertulis


mengenai isi Dokumen Pengadaan kepada Pokja
ULP sebelum batas akhir pemasukan penawaran.

9.6

Pokja ULP wajib menanggapi setiap permintaan


penjelasan yang diajukan peserta secara tertulis.

10. Bahasa
Dokumen
Pengadaan

Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi


tertulis dalam proses Pengadaan menggunakan Bahasa
Indonesia.

11. Pemberian
Penjelasan

11.1

Pemberian penjelasan dilakukan pada waktu dan


tempat sebagaimana tercantum dalam LDP serta
dapat dihadiri oleh peserta yang terdaftar.

11.2 Ketidakhadiran peserta pada saat pemberian


penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk
menolak/menggugurkan penawaran.
11.3 Perwakilan peserta yang hadir pada saat
pemberian penjelasan menunjukkan tanda
pengenal dan surat tugas kepada Pokja ULP.
11.4 Dalam pemberian penjelasan, Pokja
menjelaskan kepada peserta mengenai :
a.
b.
c.
d.

ULP

lingkup pekerjaan;
metode pemilihan [dipilih Pelelangan Umum];
metode pemasukan Dokumen Penawaran;
kelengkapan yang harus dilampirkan bersama

10

Dokumen Penawaran;
e. jadwal batas akhir pemasukan Dokumen
Penawaran dan pembukaan Dokumen
Penawaran;
f. tatacara pembukaan Dokumen Penawaran;
g. metode evaluasi;
h. hal-hal yang menggugurkan penawaran;
i. jenis kontrak yang akan digunakan;
j. ketentuan dan cara evaluasi berkenaan
dengan preferensi harga atas penggunaan
produksi dalam negeri;
k. ketentuan tentang penyesuaian harga;
l. risiko K3 yang mungkin timbul akibat
pekerjaan termasuk kondisi dan bahaya;
m. ketentuan dan cara sub kontrak sebagian
pekerjaan kepada Usaha Mikro dan Usaha
Kecil serta koperasi kecil;
n. besaran, masa berlaku dan penjamin yang
dapat menerbitkan jaminan; dan
o. ketentuan
tentang
asuransi,
asuransi
pekerjaan.
11.5 Apabila diperlukan, Pokja ULP dapat memberikan
penjelasan lanjutan dengan cara melakukan
peninjauan lapangan. Biaya peninjauan lapangan
dan keperluan peserta ditanggung masingmasing.
11.6 Pemberian penjelasan mengenai isi Dokumen
Pengadaan, pertanyaan dari peserta, jawaban
dari Pokja ULP, perubahan substansi dokumen,
hasil peninjauan lapangan, serta keterangan
lainnya harus dituangkan dalam Berita Acara
Pemberian
Penjelasan
(BAPP)
yang
ditandatangani oleh anggota Pokja ULP dan
minimal 1 (satu) wakil dari peserta yang hadir.
11.7

Apabila tidak ada satupun peserta yang hadir


atau yang bersedia menandatangani BAPP, maka
BAPP cukup ditandatangani oleh anggota Pokja
ULP yang hadir.
11.8 Apabila dalam BAPP sebagaimana dimaksud pada
11.6 terdapat hal-hal/ketentuan baru atau
perubahan penting yang perlu ditampung, maka
Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum
Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak
terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.
11.9 Perubahan rancangan kontrak, spesifikasi teknis,
gambar, dan/atau nilai total HPS, harus
mendapatkan
persetujuan
PPK
sebelum
dituangkan
dalam
Adendum
Dokumen
Pemilihan.

11

11.10 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting


tersebut tidak dituangkan dalam Adendum
Dokumen Pengadaan, maka ketentuan baru atau
perubahan tersebut dianggap tidak ada dan
ketentuan yang berlaku adalah ketentuan dalam
Dokumen Pengadaan awal.
11.11 Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk
mengambil salinan BAPP dan/atau Adendum
Dokumen Pengadaan (apabila ada).
11.12 Peserta dapat mengambil salinan BAPP dan/atau
Adendum Dokumen Pengadaan yang disediakan
oleh Pokja ULP atau mengunduh melalui website
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat (www.pu.go.id).
11.13 Sangat dianjurkan kepada peserta untuk
menghadiri pemberian penjelasan pekerjaan di
kantor dan peninjauan lapangan agar dapat
menyiapkan penawarannya dengan baik.
12. Perubahan
Dokumen
Pengadaan

12.1

Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas


akhir pemasukan penawaran, Pokja ULP dapat
menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan,
berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi
ketentuan
pemilihan
maupun
substansi
Dokumen Pengadaan.
12.2 Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen
Pengadaan.
12.3 Peserta diberitahu oleh Pokja ULP untuk
mengambil
salinan
Adendum
Dokumen
Pengadaan.
12.4 Peserta dapat mengambil salinan Adendum
Dokumen Pengadaan yang disediakan oleh Pokja
ULP atau mengunduhnya melalui website
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat (www.pu.go.id).

13. Tambahan
Waktu
Pemasukan
Dokumen
Penawaran

Dalam Adendum Dokumen Pengadaan, Pokja ULP dapat


memberikan tambahan waktu untuk memasukkan
Dokumen Penawaran.

C. Penyiapan Dokumen Penawaran


14. Biaya dalam
Penyiapan
Penawaran

14.1 Peserta menanggung semua biaya


penyiapan dan penyampaian penawaran.

dalam

15. Bahasa
Penawaran

15.1 Semua Dokumen Penawaran harus menggunakan


Bahasa Indonesia.

14.2 Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian


apapun yang ditanggung oleh peserta.

15.2 Dokumen

pendukung

yang

terkait

dengan

12

Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa


Indonesia atau bahasa asing.

16. Dokumen
Penawaran

15.3

Dokumen pendukung yang berbahasa asing perlu


disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia.
Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran, maka
yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa
Indonesia.

16.1

Dokumen Penawaran
kurang terdiri atas:

pokok/utama

paling

a. Penawaran Administrasi;
b. Penawaran Teknis;
c. Penawaran Harga; dan
d. Dokumen Isian Kualifikasi.
16.2 Dokumen Penawaran, meliputi :
a. surat penawaran;
b. Jaminan Penawaran asli;
c. daftar kuantitas dan harga;
d. surat kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan kepada penerima kuasa yang
namanya tercantum dalam akta pendirian
atau perubahannya (apabila dikuasakan);
e. surat perjanjian kemitraan/kerja
operasi (apabila bermitra);
f.

sama

dokumen penawaran teknis.

g. RK3K;
h. rekapitulasi perhitungan TKDN;

17. Harga
Penawaran

i.

dokumen isian kualifikasi; dan

j.

dokumen lain, seperti: Daftar Barang yang


diimpor (apabila impor).

17.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam


angka dan huruf.
17.2

Peserta mencantumkan harga kegiatan/keluaran


dan harga total untuk setiap kegiatan pekerjaan
dalam kebutuhan biaya (daftar kegiatan dan
harga) dapat dalam setiap mata pembayaran yang
pokok (milestone) atau dalam rincian. Jika harga
kegiatan/keluaran ditulis nol atau tidak
dicantumkan, maka pekerjaan tersebut tetap
harus dilaksanakan. Harga penawaran yang
mengikat adalah harga total penawaran
terkoreksi.

17.3

Biaya overhead termasuk untuk penyelenggaraan


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan
keuntungan serta semua pajak, bea, retribusi, dan
13

pungutan lain serta biaya asuransi yang harus


dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket
pekerjaan konstruksi ini telah diperhitungkan
dalam total harga penawaran.
18. Mata Uang
Penawaran
dan Cara
Pembayaran

18.1

19. Masa Berlaku


Penawaran

19.1

Semua harga dalam penawaran harus dalam


bentuk mata uang sebagaimana tercantum dalam
LDP.

18.2 Pembayaran
atas
pelaksanaan
pekerjaan
dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana
tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam
Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.
Masa berlaku penawaran sebagaimana tercantum
dalam LDP.

19.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan,


sebelum akhir masa berlakunya penawaran, Pokja
ULP dapat meminta kepada seluruh peserta secara
tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya
penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu
dan diperhitungkan paling kurang sampai
perkiraan tanggal penandatanganan kontrak.
19.3 Berkaitan dengan 19.2, maka peserta dapat :
a. menyetujui
permintaan
tersebut
mengubah penawaran; atau

tanpa

b. Tidak
bersedia
memperpanjang
sesuai
permintaan
tersebut
dan
dianggap
mengundurkan diri, serta tidak dikenakan
sanksi.
20. Bentuk
Dokumen
Penawaran

Dokumen Penawaran disampaikan secara elektronik, dan


penyerahan dokumen penawaran asli hanya dilakukan
terhadap penawaran yang akan diusulkan sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan (apabila ada).

21. Pakta
Integritas

21.1

Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan


tidak melakukan dan akan melaporkan terjadinya
kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) termasuk
penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan
pekerjaan konstruksi.

21.2 Pakta Integritas dimasukkan dalam Dokumen


Isian Kualifikasi dan menjadi bagian Dokumen
Penawaran.
22.1 Peserta berkewajiban untuk melengkapi dan
22. Pengisian
menandatangani Pakta Integritas serta mengisi
Dokumen Isian
Formulir Isian Kualifikasi.
Kualifikasi
22.2

Pakta Integritas dan Formulir Isian Kualifikasi


ditandatangani oleh:
a. direktur utama/pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akta pendirian atau

14

perubahannya;
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh
kantor pusat yang dibuktikan dengan
dokumen otentik; atau
d. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama
berhak mewakili perusahaan yang bekerja
sama.
23. Jaminan
Penawaran

23.1 Penggunaan jaminan penawaran:


a. Paket
pekerjaan
sampai
dengan
Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus
juta rupiah) tidak diperlukan jaminan
penawaran
dan
tidak
bersyarat
(unconditional).
b. Paket
pekerjaan
di
sampai
Rp
50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah)
menggunakan surat jaminan yang dikeluarkan
oleh Bank Umum/ Perusahaan Penjamin/
Perusahaan Asuransi,
bersifat
mudah
dicairkan
dan
tidak
bersyarat
(unconditional), serta diserahkan oleh
Penyedia Barang/Jasa kepada Kelompok Kerja
ULP.
23.2

Jaminan penawaran asli bagi penyedia jasa yang


mengikuti pengadaan secara elektronik wajib
diterima Pokja ULP sebelum batas waktu
pemasukan penawaran berakhir.

23.3

Peserta menyerahkan Jaminan Penawaran dalam


mata uang penawaran sebagaimana tercantum
dalam LDP.

23.4

Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai


berikut:
a. diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan
penjaminan atau perusahaan asuransi yang
mempunyai program asuransi kerugian
(suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh
Menteri Keuangan;
b. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal
terakhir pemasukan penawaran dan masa
berlakunya tidak kurang dari waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP;
c. nama peserta sama dengan nama yang
tercantum dalam Jaminan Penawaran;
d. besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang
dari nilai nominal sebagaimana tercantum
dalam LDP;

15

e. besaran
nilai
Jaminan
Penawaran
dicantumkan dalam angka dan huruf;
f. nama Pokja ULP yang menerima Jaminan
Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang
mengadakan pelelangan;
g. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan
paket pekerjaan yang dilelangkan;
h. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan
tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai
Jaminan dalam waktu paling lambat
14 (empat belas) hari kerja, setelah surat
pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP
diterima oleh Penerbit Jaminan; dan
i. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan
kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus
ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO
23.5

Jaminan Penawaran dari pemenang lelang dan


pemenang cadangan akan dikembalikan setelah
pemenang
lelang
menyerahkan
Jaminan
Pelaksanaan dan menandatangani kontrak.

23.6 Jaminan Penawaran dari peserta yang tidak


ditetapkan sebagai pemenang lelang dan
pemenang cadangan akan dikembalikan setelah
penandatanganan kontrak.
23.7

Jaminan Penawaran akan disita dan dicairkan


apabila sebagai:
a. peserta terlibat KKN;
b. peserta menarik kembali penawarannya
selama dilaksanakannya pelelangan;
c. tidak bersedia menambah nilai Jaminan
Pelaksanaan dalam hal sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1
dan 2 harga penawarannya di bawah 80%
HPS;
d. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau
verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1
dan 2 dengan alasan yang tidak dapat
diterima; atau
e. calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri atau
gagal tanda tangan kontrak.

D. Dokumen Penawaran
24. Pemasukan
dan Cara
Penyampaian
Dokumen

24.1 Pemasukan
Dokumen
Penawaran
menggunakan metode 1 (satu) sampul.
24.2 Peserta

menyampaikan

dokumen

dengan

penawaran

16

Penawaran

dengan cara mengunggah pada sistem pengadaan


secara elektronik melalui website Kementerian
Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
bersangkutan sesuai ketentuan dalam LDP.

25. Batas Akhir


Pemasukan
Penawaran

Penawaran harus disampaikan kepada Pokja ULP melalui


sistem pengadaan secara elektronik melalui website
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
bersangkutan paling lambat pada waktu yang ditentukan
dalam LDP.

E.

Pembukaan dan Evaluasi Penawaran

26. Pembukaan
Penawaran

26.1

Dokumen Penawaran dibuka di hadapan peserta


pada waktu dan tempat sebagaimana tercantum
dalam LDP yang dihadiri paling kurang 2 (dua)
peserta sebagai saksi.

26.2

Perwakilan peserta yang hadir pada saat pembukaan


Dokumen Penawaran menunjukkan tanda pengenal
dan surat tugas kepada Pokja ULP.

26.3

Apabila tidak ada peserta atau hanya ada 1 (satu)


peserta sebagai saksi, maka Pokja ULP menunda
pembukaan Dokumen Penawaran selama 2 (dua)
jam.

26.4

Apabila setelah ditunda selama 2 (dua) jam, hanya


ada 1 (satu) atau tidak ada peserta sebagai saksi,
maka pembukaan Dokumen Penawaran tetap
dilanjutkan dengan menunjuk saksi tambahan di
luar Pokja ULP yang ditunjuk oleh Pokja ULP.

26.5

Dinyatakan sebagai penawaran yang masuk apabila


dokumen penawaran pokok/utama sebagaimana
dimaksud pada 16.1 terpenuhi. Surat pengunduran
diri (misalnya) tidak termasuk sebagai penawaran.

26.6 Apabila jumlah penawaran yang masuk kurang dari


3 (tiga) maka pelelangan dinyatakan gagal.
26.7 Pokja ULP membuka
dihadapan peserta.
26.8

Dokumen

Penawaran

Pokja ULP memeriksa dan menunjukkan dihadapan


para peserta mengenai kelengkapan/pemenuhan
Dokumen Penawaran yang meliputi :
a. surat penawaran yang didalamnya tercantum
masa berlaku penawaran dan harga penawaran;
b. surat kuasa dari direktur utama/pimpinan
perusahaan kepada penerima kuasa (apabila
dikuasakan);
c. Jaminan Penawaran asli;
d. daftar kuantitas dan harga;
e. surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi
(apabila bermitra);

17

f. dokumen penawaran teknis;


g. formulir rekapitulasi perhitungan TKDN;
h. formulir RK3K;
i. dokumen isian kualifikasi; dan
j. dokumen lain yang dipersyaratkan seperti:
Daftar barang yang diimpor (apabila impor).
26.9 Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran
pada waktu pembukaan penawaran.
26.10 Pokja ULP membuat Berita Acara Pembukaan
Penawaran yang paling kurang memuat :
a. jumlah Dokumen Penawaran yang masuk;
b. jumlah Dokumen Penawaran yang lengkap dan
tidak lengkap;
c. harga penawaran masing-masing peserta;
d. kelainan-kelainan
yang
dijumpai
Dokumen Penawaran (apabila ada);

dalam

e. keterangan
lain
yang
dijumpai
dalam
pembukaan Dokumen Penawaran (apabila ada);
f. tanggal pembuatan Berita Acara; dan
g. tanda tangan anggota Pokja ULP dan wakil
peserta yang hadir atau saksi yang ditunjuk oleh
Pokja ULP apabila tidak ada saksi dari peserta.
26.11 Dalam hal terjadi penundaan waktu pembukaan
penawaran, maka penyebab penundaan tersebut
harus dimuat dengan jelas dalam Berita Acara.
26.12 Setelah dibacakan dengan jelas, Berita Acara
ditandatangani oleh anggota Pokja ULP yang hadir
dan 2 (dua) orang saksi.
26.13 Berita Acara dilampiri Dokumen Penawaran.
26.14 Salinan Berita Acara dibagikan kepada peserta yang
hadir tanpa dilampiri Dokumen Penawaran dan
Pokja ULP dapat mengunggah salinan tersebut
melalui website Kementerian Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat sebagaimana tercantum dalam
LDP yang dapat diunduh oleh masing-masing
peserta.
27. Klarifikasi Dan
Konfirmasi
Penawaran

27.1

Dalam mengevaluasi dokumen penawaran, Pokja


ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal
yang tidak jelas dalam dokumen penawaran. Peserta
harus memberikan tanggapan atas klarifikasi.
Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi dan
harga penawaran. Klarifikasi dan tanggapan atas
klarifikasi harus dilakukan secara tertulis.

27.2

Terhadap hal-hal yang diragukan berkaitan dengan


dokumen penawaran, Pokja ULP dapat melakukan
konfirmasi kebenarannya termasuk peninjauan
18

lapangan kepada pihak-pihak/instansi terkait.


27.3

Hasil klarifikasi/konfirmasi dapat menggugurkan


penawaran.

Dalam keadaan khusus, Pokja ULP berhak membatalkan


28. Hak Menolak
atau Menerima proses pelelangan, menerima atau menolak penawaran
atau
semua
penawaran
setiap
saat
sebelum
Penawaran
penandatanganan kontrak, dan tidak dapat diminta
bertanggung jawab apapun kepada penawar atau
berkewajiban untuk menginformasikan kepada penawar
alasan dari tindakan tersebut. Dalam hal pembatalan,
semua penawaran khususnya jaminan penawaran segera
dikembalikan kepada penawar.
29. Evaluasi
Penawaran

29.1 Evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem gugur.


29.2

Data yang digunakan Pokja ULP dalam evaluasi


dokumen penawaran adalah data yang diunggah
(upload) pada sistem pengadaan secara elektronik,
sesuai dengan data syarat-syarat yang tertulis dalam
dokumen pengadaan.

29.3

Dalam hal terdapat lebih dari satu data dokumen


elektronik berbeda isi dan tidak saling melengkapi
serta tidak ada keterangan penarikan, penggantian,
pengubahan, atau penambahan dokumen, maka
dokumen yang digunakan untuk evaluasi adalah
dokumen yang diupload paling akhir. Tetapi jika
waktu uploadnya sama maka yang digunakan
adalah dokumen yang waktu modifikasinya paling
akhir.

29.4 Data dokumen elektronik yang rusak (sesudah


mendapat klarifikasi dari LPSE)/Kementerian
Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat akibat
kesalahan pengiriman dokumen oleh Penyedia Jasa,
yang mengakibatkan dokumen
tersebut
tidak
dapat dilakukan evaluasi oleh Pokja ULP, maka
dokumen elektronik tersebut dinyatakan tidak
memenuhi syarat.
29.5 Sebelum evaluasi penawaran, dilakukan koreksi
aritmatik dengan ketentuan :
a. volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar
kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang
tercantum dalam Dokumen Pengadaan;
b. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara
volume dengan harga satuan pekerjaan, maka
dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga
satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh
diubah;
c. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan
dianggap sudah termasuk dalam harga satuan

19

pekerjaan yang lain dan harga satuan pada


daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan
kosong;
d. Jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan
jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen
Pemilihan dan harga satuan pekerjaan dimaksud
dianggap nol serta sudah termasuk dalam harga
satuan pekerjaan yang lain serta dilakukan
klarifikasi.
29.6 Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai
penawaran sehingga urutan peringkat dapat
menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan
peringkat semula.
29.7

Penawaran setelah koreksi aritmatik yang melebihi


nilai total HPS dinyatakan gugur.

29.8 Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja ULP


menyusun urutan dimulai dari nilai penawaran
terendah terkoreksi.
29.9

Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui website


Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat sebagaimana tercantum dalam LDP.

29.10 Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur dilakukan


oleh Pokja ULP untuk mendapatkan 3 (tiga)
penawaran yang memenuhi syarat yang dimulai
dari penawaran terendah setelah koreksi aritmatik.
29.11 Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang
dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga di
bawah HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan
dengan melakukan evaluasi penawaran.
29.12 Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yang
meliputi :
a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis; dan
c. evaluasi harga.
29.13 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai
berikut :
a. Pokja ULP dilarang menambah, mengurangi,
mengganti dan/atau mengubah kriteria dan
persyaratan yang telah ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan;
b. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah,
mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah isi
Dokumen Penawaran;
c. penawaran yang memenuhi syarat adalah
penawaran yang sesuai dengan ketentuan antara
lain disampaikan oleh penawar yang berhak,
pada waktu yang telah ditentukan, untuk paket

20

pekerjaan yang dilelangkan, memenuhi syaratsyarat yang ditetapkan meliputi syarat


administrasi, syarat teknis dalam menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang
ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan dan
harga yang wajar dapat dipertanggung jawabkan
tanpa ada penyimpangan yang bersifat
penting/pokok atau penawaran bersyarat;
d. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau
penawaran bersyarat adalah:
1) penyimpangan dari Dokumen Pengadaan
yang mempengaruhi lingkup, kualitas dan
hasil/kinerja pekerjaan; dan/atau
2) penawaran dari peserta dengan persyaratan
tambahan
yang
akan
menimbulkan
persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak
adil diantara peserta yang memenuhi syarat.
e. para pihak dilarang mempengaruhi atau
melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama
proses evaluasi;
f. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya
persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau
terjadi
pengaturan
bersama
(kolusi/persekongkolan) antara peserta, Pokja
ULP dan/atau PPK, dengan tujuan untuk
memenangkan salah satu peserta, maka:
1) peserta yang ditunjuk sebagai calon
pemenang dan peserta lain yang terlibat
dimasukkan ke dalam Daftar Hitam;
2) anggota Pokja ULP dan/atau PPK yang
terlibat persekongkolan diganti, dikenakan
sanksi administrasi dan/atau pidana;
3) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan
menetapkan peserta lainnya yang tidak
terlibat (apabila ada); dan
4) apabila tidak ada peserta lain sebagaimana
dimaksud pada angka 3), maka pelelangan
dinyatakan gagal.
29.14 Evaluasi Administrasi :
a. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan
administrasi, apabila :
1) syarat-syarat substansial yang diminta
berdasarkan
Dokumen
Pengadaan
dipenuhi/dilengkapi:
a)

surat penawaran;

b) surat
kuasa
dari
direktur
utama/pimpinan perusahaan kepada
penerima kuasa (apabila dikuasakan);

21

c)

Jaminan Penawaran asli;

d)

Daftar Kuantitas dan Harga;

e)

surat perjanjian kemitraan/kerja sama


operasi (apabila bermitra);

f)

rekapitulasi
perhitungan TKDN
(khusus untuk peserta yang tidak
menyampaikan TKDN, penawarannya
tidak digugurkan dan nilai TKDNnya
dianggap nol);

g) dokumen lainnya (apabila dipersyaratkan, dicantumkan dalam LDP


seperti, daftar barang yang diimpor
(apabila impor); dan
h) dokumen penawaran teknis.
2) memenuhi kriteria sebagai berikut:
a) surat penawaran memenuhi ketentuan
sebagai berikut :
(1) ditandatangani oleh :
(a) direktur utama
perusahaan;

/ pimpinan

(b) penerima kuasa dari direktur


utama/ pimpinan perusahaan/
pengurus koperasi yang nama
penerima kuasanya tercantum
dalam
akta
pendirian/Anggaran Dasar;
(c) kepala cabang perusahaan
yang diangkat oleh kantor
pusat yang dibuktikan dengan
dokumen otentik; atau
(d) pejabat
yang
menurut
perjanjian kerja sama berhak
mewakili perusahaan yang
bekerja sama.
(2) jangka waktu berlakunya surat
penawaran tidak kurang dari
waktu sebagaimana
tercantum
dalam LDP, dengan ketentuan:
(a) apabila ada perbedaan nilai
penulisan antara angka dan
huruf maka yang diakui adalah
tulisan huruf;
(b) apabila nilai yang tertulis
dalam angka jelas sedangkan

22

nilai dalam huruf tidak jelas,


maka nilai yang diakui adalah
nilai yang tertulis dalam
angka; atau
(c) apabila nilai dalam angka dan
nilai yang tertulis dalam huruf
tidak jelas, maka penawaran
dinyatakan gugur.
(3) Bertanggal.
b) Jaminan Penawaran asli memenuhi
ketentuan sebagai berikut :
(1) diterbitkan oleh Bank Umum,
perusahaan
penjaminan
atau
perusahaan
asuransi
yang
mempunyai
program
asuransi
kerugian (suretyship) sebagaimana
ditetapkan oleh Menteri Keuangan;
(2) Jaminan Penawaran dimulai sejak
tanggal
terakhir
pemasukan
penawaran dan masa berlakunya
tidak
kurang
dari
waktu
sebagaimana tercantum dalam
LDP;
(3) nama peserta sama dengan nama
yang tercantum dalam Jaminan
Penawaran;
(4) besaran nilai Jaminan Penawaran
tidak
kurang
dari
nilai
sebagaimana tercantum dalam
LDP;
(5) besaran nilai Jaminan Penawaran
dicantumkan dalam angka dan
huruf;
(6) nama Pokja ULP yang menerima
Jaminan Penawaran sama dengan
nama Pokja ULP yang mengadakan
pelelangan;
(7) paket pekerjaan yang dijamin sama
dengan paket pekerjaan yang
dilelangkan;
(8) Jaminan Penawaran harus dapat
dicairkan
tanpa
syarat
(unconditional)
sebesar
nilai
Jaminan dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja,
setelah
surat
pernyataan
wanprestasi dari Pokja
ULP
diterima oleh Penerbit Jaminan;
(9) Jaminan Penawaran atas nama

23

perusahaan kemitraan (Kerja Sama


Operasi/KSO) harus ditulis atas
nama perusahaan kemitraan/KSO;
(10) Kriteria
pencairan
penawaran
sesuai
persyaratan yaitu:

jaminan
dengan

(a) peserta terlibat KKN ;


(b) peserta
menarik
kembali
penawarannya
selama
dilaksanakannya pelelangan;
(c) tidak bersedia menambah nilai
Jaminan Pelaksanaan dalam
hal sebagai calon pemenang
dan calon pemenang cadangan
1 dan 2 harga penawarannya
di bawah 80% HPS;
(d) tidak hadir dalam klarifikasi
dan/atau verifikasi kualifikasi
dalam hal sebagai calon
pemenang
dan
calon
pemenang cadangan 1 dan 2
dengan alasan yang tidak
dapat diterima; atau
(e) mengundurkan diri atau gagal
tanda tangan kontrak.
(11) substansi dan keabsahan/keaslian
Jaminan
Penawaran
telah
diklarifikasi
dan
dikonfirmasi
tertulis oleh Pokja ULP kepada
penerbit jaminan.
c)

surat kuasa (apabila dikuasakan):


(1) Harus
ditandatangani
direktur
utama / pimpinan perusahaan;
(2) Nama penerima kuasa tercantum
dalam akte pendirian/anggaran
dasar ;
(3) Dalam hal kemitraan, surat kuasa
ditandatangani
oleh
anggota
kemitraan yang diwakili menurut
perjanjian kerja sama.

d) surat perjanjian kemitraan/kerja sama


operasi (apabila bermitra) memenuhi
persyaratan antara lain sebagai berikut:
(1) mencantumkan nama kemitraan
sesuai dengan dokumen isian
kualifikasi

24

(2) mencantumkan
mitra/anggota;

lead

(3) mencantumkan modal


dari setiap perusahaan;

firm

dan

(sharing)

(4) mencantumkan nama pihak yang


mewakili kemitraan/KSO;
(5) ditandatangani para calon peserta
kemitraan/KSO.
e)

dokumen lain seperti daftar barang


yang diimpor (apabila impor).

f)

dokumen penawaran teknis.

b. Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi secara


tertulis terhadap hal-hal yang kurang jelas dan
meragukan namun tidak boleh mengubah
substansi;
c. peserta yang memenuhi persyaratan administrasi
dilanjutkan dengan evaluasi teknis;
d. apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah ada
yang tidak memenuhi persyaratan administrasi,
Kelompok Kerja ULP melakukan evaluasi
administrasi
terhadap
penawar
terendah
berikutnya (apabila ada);
e. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta
yang memenuhi persyaratan administrasi, maka
evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis;
dan
f. apabila tidak ada peserta yang memenuhi
persyaratan administrasi, maka pelelangan
dinyatakan gagal.
29.15 Evaluasi Teknis:
a. evaluasi teknis dilakukan terhadap peserta yang
memenuhi persyaratan administrasi;
b. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai
dengan yang ditetapkan dalam dokumen
pengadaan ini;
c. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur
dengan ketentuan:
1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis
minimal yang harus dipenuhi dengan
membandingkan pemenuhan persyaratan
teknis sebagaimana tercantum dalam LDP
dan khusus personil inti serta peralatan

25

utama minimal tercantum dalam LDK;


2) penilaian persyaratan
dilakukan terhadap:

teknis,

minimal

a) metode
pelaksanaan
pekerjaan
memenuhi persyaratan substantif yang
meliputi tahapan/urutan pekerjaan dari
awal sampai akhir secara garis besar
dan uraian/cara kerja dari masingmasing jenis pekerjaan utama dan
pekerjaan penunjang/sementara yang
ikut
menentukan
keberhasilan
pelaksanaan pekerjaan utama yang
dapat dipertanggung jawabkan secara
teknis dan diyakini menggambarkan
penguasaan
dalam
penyelesaian
pekerjaan.
Penilaian
metode
pelaksanaan tidak mengevaluasi jobmix/ rincian/ campuran/ komposisi
material dari jenis pekerjaan;
Jenis-jenis pekerjaan utama dan
pekerjaan penunjang/ sementara yang
ikut
menentukan
keberhasilan
pelaksanaan
pekerjaan
utama
ditetapkan dalam LDP. Pekerjaan
penunjang/
sementara
dimaksud,
misalnya:
(1) Pembuatan
saluran
(diversion channel);

pengelak

(2) Pengeringan
tempat
pekerjaan
(dewatering/unwatering)
skala
besar;
(3) Pembuatan konstruksi pengaman
(protection construction);
(4) Pengaturan lalu lintas (traffic
management) pekerjaan
skala
besar; atau
(5) Jalan
pengalihan/
sementara.

jembatan

b) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan


yang ditawarkan tidak melampaui batas
waktu (yaitu sampai dengan serah
terima pertama/Provision Hand Over
(PHO)) sebagaimana tercantum dalam
LDP.
c) Peralatan
utama
minimal:
jenis,
kapasitas, komposisi dan jumlah yang
disediakan
untuk
pelaksanaan
pekerjaan menggunakan data peralatan

26

yang tercantum pada isian kualifikasi.


d) personil inti Tenaga ahli : tingkat
pendidikan, jabatan dalam pekerjaan
yang
diusulkan, pengalaman kerja,
keahlian, yang ditempatkan secara
penuh, menggunakan data personil inti
yang tercantum pada isian kualifikasi;
e)

RK3K memenuhi persyaratan yaitu


adanya sasaran dan program K3 yang
secara
umum
menggambarkan
penguasaan
dalam
mengendalikan
risiko bahaya K3 terhadap pekerjaan
utama.

3) Pokja
ULP
dapat
meminta
uji
mutu/teknis/fungsi
untuk
bahan/alat
tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP;
d. apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal
yang kurang jelas atau meragukan, Pokja ULP
melakukan klarifikasi dengan peserta. Hasil
klarifikasi dapat menggugurkan penawaran;
e. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis
dilanjutkan ke tahap evaluasi harga;
f. apabila dari 3 (tiga) penawaran terendah setelah
koreksi aritmatik ada yang tidak memenuhi
persyaratan teknis, Pokja ULP dapat melakukan
evaluasi penawaran terhadap penawar terendah
berikutnya (apabila ada);
g. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta
yang lulus evaluasi teknis, maka evaluasi tetap
dilanjutkan dengan evaluasi harga;
h. apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi
teknis maka pelelangan dinyatakan gagal.

27

29.16 Evaluasi Harga :


i. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah halhal yang pokok atau penting, dengan ketentuan :
1) total
harga
penawaran
dibandingkan nilai total HPS:

terkoreksi

a)

apabila
total
harga
penawaran
terkoreksi melebihi nilai total HPS,
dinyatakan gugur; dan

b)

apabila semua harga penawaran


terkoreksi di atas nilai total HPS,
pelelangan dinyatakan gagal;

2) harga satuan penawaran yang nilainya lebih


besar
dari 110% (seratus
sepuluh
perseratus) dari harga satuan yang
tercantum dalam HPS, dilakukan klarifikasi.
Apabila
setelah
dilakukan
klarifikasi
ternyata harga satuan penawaran tersebut
timpang, maka harga satuan penawaran
timpang hanya berlaku untuk volume sesuai
dengan Daftar Kuantitas dan Harga.
Selanjutnya daftar jenis/item pekerjaan
timpang tersebut dimasukkan ke dalam
Kontrak
3) mata pembayaran yang harga satuannya nol
atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan
kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan.
Harganya dianggap termasuk dalam harga
satuan pekerjaan lainnya;
j. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan
ketentuan sebagai berikut :
1) Klarifikasi dalam hal penawaran Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN) berbeda
dibandingkan dengan perkiraan Pokja ULP;
2) Klarifikasi/Evaluasi kewajaran harga dalam
hal harga penawaran nilainya di bawah
80% (delapan puluh perseratus) HPS,
dengan ketentuan:
a) Meneliti dan menilai kewajaran harga
satuan dasar meliputi harga upah,
bahan, dan peralatan dari harga satuan
penawaran, sekurang-kurangnya pada
setiap mata pembayaran utama;
b) Meneliti
dan
menilai
kewajaran
kuantitas/koefisien dari unsur upah,
bahan, dan peralatan dalam Analisa
Harga Satuan;
c) Hasil penelitian butir a) dan butir b)
digunakan untuk menghitung harga
28

satuan yang dinilai wajar


memperhitungkan keuntungan
ditawarkan; dan

tanpa
yang

d) Harga satuan yang dinilai wajar


digunakan untuk menghitung total harga
penawaran yang dinilai wajar dan dapat
dipertanggungjawabkan.
e) Total harga sebagaimana dimaksud pada
huruf d. dihitung berdasarkan volume
yang ada dalam daftar kuantitas dan
harga.
Apabila total harga penawaran yang
diusulkan lebih kecil dari hasil evaluasi
sebagaimana tersebut diatas, maka harga
penawaran dinyatakan tidak wajar dan
gugur harga.
Apabila total harga penawaran lebih besar
dari hasil evaluasi sebagaimana tersebut
diatas, maka harga penawaran dinyatakan
wajar dan apabila peserta tersebut ditunjuk
sebagai pemenang pelelangan, harus
bersedia
untuk
menaikkan
Jaminan
Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus)
dari nilai total HPS.
Apabila peserta yang bersangkutan tidak
bersedia
menaikkan
nilai
Jaminan
Pelaksanaan menjadi sebesar 5% HPS,
penawarannya digugurkan dan Jaminan
Penawaran dicairkan dan disetorkan ke kas
Negara, serta dimasukkan dalam Daftar
Hitam.
k. Memperhitungkan
preferensi
harga
atas
penggunaan produksi dalam negeri (apabila
memenuhi
persyaratan
diberlakukannya
preferensi harga) dengan ketentuan Perhitungan
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang
disampaikan oleh peserta berdasarkan penilaian
sendiri (self assessment), digunakan dalam
evaluasi penawaran harga apabila pelelangan
pekerjaan tersebut diberlakukan preferensi harga
yaitu apabila memenuhi ketentuan:
1) Preferensi Harga untuk Barang/Jasa dalam
negeri diberlakukan pada Pengadaan
Barang/ Jasa yang dibiayai rupiah murni
tetapi hanya berlaku untuk Pengadaan
Barang/
Jasa
bernilai
diatas
Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)
sampai dengan 31 Desember 2013 dan
mulai 1 Januari 2014 untuk Pengadaan
Barang/
Jasa
bernilai
diatas
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah);

29

dan
2) Preferensi Harga hanya diberikan kepada
Barang/Jasa dalam negeri dengan TKDN
lebih besar atau sama dengan 25%
(dua puluh lima perseratus).
Apabila peserta tidak menyampaikan
formulir perhitungan TKDN maka peserta
dianggap tidak menginginkan diberlakukan
preferensi harga bagi penawarannya dan
tidak menggugurkan.
Ketentuan dan tata cara penghitungan TKDN
merujuk pada ketentuan yang ditetapkan
oleh Menteri yang membidangi urusan
perindustrian dengan tetap berpedoman
pada tata nilai Pengadaan Barang/Jasa
sebagaimana diatur
dalam Peraturan
Presiden Nomor 54 Tahun 2010 yang
terakhir diubah dengan Peraturan Presiden
No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk
teknisnya.
3) rumus penghitungan sebagai berikut:
1
HEA
HP
1 KP
HEA = Harga Evaluasi Akhir.
KP
= Koefisien
Preferensi
(Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN)
dikali
Preferensi
tertinggi
Barang/Jasa).
HP = Harga Penawaran (Harga
Penawaran/
terkoreksi
yang
memenuhi persyaratan lelang dan
telah dievaluasi).
4) dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih
penawaran dengan HEA yang sama,
penawar dengan TKDN terbesar adalah
sebagai pemenang;
5) pemberian Preferensi Harga tidak mengubah
Harga Penawaran dan hanya digunakan
oleh Pokja
ULP
untuk
keperluan
perhitungan
HEA
guna
menetapkan
peringkat pemenang.
l. Apabila terdapat 2 (dua) calon pemenang
memiliki harga penawaran yang sama dalam hal
tidak diperhitungkan TKDN, maka Pokja ULP
memilih peserta yang mempunyai kemampuan
teknis lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita
Acara Hasil Pelelangan.
m. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga
tidak wajar akibat terjadinya persaingan usaha

30

tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama


(kolusi/persekongkolan) sebagaimana ketentuan
peraturan dan perundang-undangan, maka
pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang
terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam.
29.17 Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga) penawaran
sebagai calon pemenang dan calon pemenang
cadangan 1 dan 2 (apabila ada).
30. Evaluasi
Kualifikasi

30.1
30.2
30.3

30.4
30.5
31. Pembuktian
Kualifikasi

Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang


dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
ada).
Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan
metode penilaian sistem gugur.
Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh
peserta sebelum pemasukan penawaran, apabila
tidak ditandatangani maka tidak dievaluasi lebih
lanjut.
Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai
dengan ketentuan dalam Dokumen Kualifikasi.
Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus
evaluasi kualifikasi, maka lelang dinyatakan gagal.

31.1 Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang


memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah
evaluasi kualifikasi.
31.2 Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara
melihat keaslian dokumen dari dokumen asli atau
salinan dokumen yang sudah dilegalisir oleh pejabat
yang berwenang dan meminta salinan dokumen
tersebut. Dalam pembuktian kualifikasi harus
dihadiri oleh penanggung jawab penawaran atau
yang
menerima
kuasa
dari
direktur
utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima
kuasanya tercantum dalam akta pendirian atau
perubahannya, atau kepala cabang perusahaan yang
diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan
dokumen otentik, atau pejabat yang menurut
perjanjian kerja sama berhak mewakili perusahaan
yang bekerja sama.
31.3 Apabila peserta tidak hadir dalam pembuktian
kualifikasi dan telah diberikan kesempatan serta
tenggang waktu yang cukup, maka peserta
digugurkan dan dimasukkan dalam daftar hitam,
Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan
dan disetorkan ke kas Negara.
31.4 Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi
kepada penerbit dokumen, apabila dokumen yang
digunakan dalam pembuktian kualifikasi masih
diragukan kebenarannya.
31.5 Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan data
tidak
benar/pemalsuan
data/tidak
dapat
menunjukan dokumen asli atau salinan dokumen
yang sudah dilegalisir, maka peserta digugurkan,
badan usaha dan/atau pengurusnya dimasukkan

31

F.

dalam Daftar Hitam, Jaminan Penawaran yang


bersangkutan dicairkan dan disetorkan ke kas
Negara.
31.6 Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus
pembuktian kualifikasi, maka lelang dinyatakan
gagal.
Penetapan Pemenang

32. Penetapan
Pemenang

32.1

Pokja ULP membuat Surat Penetapan Pemenang


untuk nilai sampai dengan Rp100.000.000.000,00
(seratus miliar rupiah) berdasarkan Berita Acara
Hasil Pelelangan (BAHP).
32.2 Dalam hal peserta mengikuti beberapa paket
pekerjaan yang dilelangkan oleh Pokja ULP, dan
beberapa penawarannya terendah serta berdasarkan
sisa kemampuan menangani paket (SKP), akan
ditetapkan sebagai calon pemenang oleh Pokja ULP
pada paket berdasarkan pilihan penyedia jasa setelah
mempertimbangkan ketersediaan peralatan dan
personil setelah dilakukan klarifikasi.
32.3 Dalam hal peserta mengikuti pelelangan beberapa
paket pekerjaan konstruksi dalam waktu bersamaan:
a. menawarkan peralatan yang sama pada masingmasing paket pekerjaan, maka hanya dapat
ditetapkan sebagai pemenang pada 1 (satu)
paket pekerjaan setelah dilakukan klarifikasi
untuk menentukan peralatan tersebut akan
ditempatkan, sedangkan untuk paket pekerjaan
lainnya dinyatakan peralatan tidak ada dan
dinyatakan gugur.
b. Ketentuan hanya dapat ditetapkan sebagai
pemenang pada 1 (satu) paket pekerjaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat
dikecualikan dengan syarat kapasitas dan
produktifitas peralatan secara teknis dapat

32

menyelesaikan pekerjaan lebih dari


paket.

1 (satu)

c. menawarkan personil yang sama pada masingmasing paket pekerjaan, maka hanya dapat
ditetapkan sebagai pemenang pada 1 (satu)
paket pekerjaan setelah dilakukan klarifikasi
untuk menentukan personil tersebut akan
ditempatkan, sedangkan untuk paket pekerjaan
lainnya dinyatakan personil tidak ada dan
dinyatakan gugur.
d. menawarkan personil yang sedang bekerja di
paket lain, maka pada saat akan ditetapkan
sebagai pemenang dipastikan sudah tidak terikat
pada paket lain.
32.6 Penetapan pemenang disusun sesuai dengan
urutannya dan harus memuat:
a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
b. nama dan alamat Penyedia serta harga
penawaran atau harga penawaran terkoreksi;
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
d. hasil evaluasi penawaran administrasi, teknis,
harga; dan
e. evaluasi kualifikasi.
32.7 Data
pendukung
yang
diperlukan
untuk
menetapkan pemenang adalah:
f. Dokumen Pengadaan beserta adendum (apabila
ada);
g. BAPP;
h. BAHP; dan
i. Dokumen Penawaran dari pemenang dan
pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) yang
telah diparaf anggota Pokja ULP dan 2 (dua)
wakil peserta/saksi.
32.8

Apabila terjadi keterlambatan dalam menetapkan


pemenang dan mengakibatkan surat penawaran dan
Jaminan Penawaran habis masa berlakunya,
dilakukan konfirmasi kepada calon pemenang, calon
pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) untuk
memperpanjang masa berlaku surat penawaran dan
Jaminan Penawaran sampai dengan perkiraan
jadwal penandatanganan kontrak. Calon pemenang,
calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada)
yang tidak bersedia memperpanjang
surat
penawaran dan Jaminan Penawaran dapat
mengundurkan diri tanpa dikenakan sanksi.

33

33. Pengumuman
Pemenang

Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang


cadangan 1 dan 2 (apabila ada) kepada masyarakat di
website Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan
pengumuman resmi yang memuat sekurang-kurangnya :
a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;
b. nama dan alamat penyedia;
c. harga penawaran;
d. harga penawaran terkoreksi;
e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP); dan
f. hasil evaluasi penawaran administrasi, teknis, harga, dan
kualifikasi untuk seluruh peserta yang dievaluasi
dilengkapi dengan penjelasan untuk setiap penawaran
yang dinyatakan gugur dari substansi yang dievaluasi
(alasan gugur administrasi/teknis/harga/ kualifikasi).

34. Sanggahan

34.1 Peserta yang memasukkan penawaran dapat


menyampaikan sanggahan secara elektronik atas
penetapan pemenang kepada Pokja ULP disertai
bukti terjadinya penyimpangan melalui website,
dengan tembusan kepada PPK, PA/KPA dan APIP
Kementerian sebagaimana tercantum dalam LDP,
dengan ketentuan:
a. Pelelangan Umum paling lambat 5 (lima) hari
kalender setelah pengumuman pemenang; atau
b. Pemilihan Langsung paling lambat 3 (tiga) hari
kalender setelah pengumuman pemenang.
34.2

Sanggahan diajukan oleh peserta yang memasukkan


penawaran baik secara sendiri-sendiri maupun
bersama-sama dengan peserta lain, ditandatangani
oleh :
a. direktur utama/ pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/ pimpinan
perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum
dalam
akte
pendirian
atau
perubahannya;
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh
kantor
pusat yang dibuktikan dengan bukti
otentik; atau
d. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama
berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama.

34.3

Sanggahan diajukan apabila terjadi penyimpangan


prosedur meliputi:
a. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur
yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 54
Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta
petunjuk teknisnya dan yang telah ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan;

34

b. rekayasa
tertentu
sehingga
terjadinya persaingan usaha
dan/atau

menghalangi
yang sehat;

c. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP


dan/atau pejabat yang berwenang lainnya.
34.4 Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja
ULP menyatakan pelelangan gagal.
34.5 Sanggahan yang diajukan bukan dari peserta dan
tidak ditandatangani sebagaimana dimaksud pada
36.2. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus
ditindaklanjuti serta tidak menghentikan proses
pelelangan.

35. Sanggahan
Banding

34.6

Sanggahan yang disampaikan kepada PA/KPA, PPK


atau disampaikan dan diterima diluar masa sanggah,
dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus
ditindaklanjuti serta tidak menghentikan proses
pelelangan.

35.1

Peserta sebagaimana dimaksud pada 34 apabila tidak


sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja
ULP, dapat mengajukan sanggahan banding secara
tertulis kepada Menteri Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat yang menjawab sanggahan
banding, dengan tembusan APIP Kementerian
sebagaimana tercantum dalam LDP, dengan
ketentuan:
a. Pelelangan Umum, paling lambat 5 (lima) hari
kerja setelah menerima jawaban sanggahan; atau
b. Pemilihan Langsung, paling lambat 3 (tiga) hari
kerja setelah menerima jawaban sanggahan.

35.2

Peserta yang akan melakukan sanggahan banding


harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding
kepada Pokja ULP sebesar 1% (satu perseratus) dari
HPS sebagaimana tercantum dalam LDP dengan
masa berlaku 15 (lima belas) hari kerja sejak
tanggal pengajuan sanggahan banding.

35.3 Penggunaan jaminan sanggahan banding:


a. Paket pekerjaan sampai Rp 50.000.000.000,00
(Lima Puluh Miliar Rupiah) menggunakan surat
jaminan yang dikeluarkan oleh Bank
Umum/ Perusahaan Penjaminan/Perusahaan
Asuransi, bersifat mudah dicairkan dan tidak
bersyarat (unconditional), serta diserahkan oleh
Penyedia Barang/Jasa kepada Kelompok Kerja
ULP.

35

35.4 Sanggahan
pelelangan.

banding

menghentikan

proses

35.5 Sanggahan banding yang diajukan bukan dari


peserta yang tidak sependapat dengan jawaban
sanggahan sebagaimana dimaksud pada 35.1 atau
tidak ditandatangani seperti halnya sanggahan
sebagaimana dimaksud pada 34.2, dianggap sebagai
pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti serta
tidak menghentikan proses pelelangan.
35.6 Sanggahan banding yang disampaikan bukan
kepada Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat yang menjawab sanggahan banding atau
disampaikan dan diterima di luar masa sanggah
banding, dianggap sebagai pengaduan dan tetap
harus ditindaklanjuti serta tidak menghentikan
proses pelelangan.
35.7 Dalam hal jawaban sanggahan banding berupa
evaluasi ulang, maka terhadap penetapan pemenang
tidak dapat dilakukan sanggahan dan sanggahan
banding lagi.
G. Penunjukan Pemenang Pengadaan
36. Penunjukan
Penyedia
Barang/Jasa

36.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil


Pelelangan (BAHP) kepada PPK dengan tembusan
kepada Kepala ULP sebagai dasar untuk menerbitkan
Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
36.2 PPK menerbitkan SPPBJ, dengan ketentuan apabila:
a. pernyataan peserta pada formulir isian kualifikasi
masih berlaku;
b. tidak ada sanggahan dari peserta;
c. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti
tidak benar; atau
d. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding
berakhir.
36.3

Penyedia yang ditunjuk wajib menerima keputusan


tersebut, dengan ketentuan:
a. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri
dan masa penawarannya masih berlaku dengan
alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh
Pokja ULP, maka Jaminan Penawaran yang
bersangkutan
dicairkan
dan
disetorkan
sebagaimana tercantum dalam LDP;
b. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri
dan masa penawarannya masih berlaku dengan

36

alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif


oleh Pokja ULP, maka Jaminan Penawaran yang
bersangkutan
dicairkan
dan
disetorkan
sebagaimana tercantum dalam LDP serta
dimasukkan dalam Daftar Hitam /Black List; atau
c. apabila yang bersangkutan tidak bersedia
ditunjuk karena masa
penawarannya sudah
tidak berlaku, maka tidak dikenakan sanksi dan
Jaminan Penawaran yang bersangkutan tidak
boleh dicairkan.
36.4

Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan


diri, maka penunjukan pemenang dapat dilakukan
kepada pemenang cadangan sesuai dengan urutan
peringkat, selama masa surat penawaran dan
Jaminan Penawaran pemenang cadangan masih
berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya.

36.5 Apabila
semua
pemenang
yang
ditunjuk
mengundurkan diri, maka pelelangan dinyatakan
gagal oleh PA/KPA setelah mendapat laporan dari
PPK.
36.6 SPPBJ harus diterbitkan, dengan ketentuan:
a. pada Pelelangan Umum, paling lambat 6 (enam)
hari kerja setelah pengumuman penetapan
pemenang, apabila tidak ada sanggahan;
b. pada Pemilihan Langsung, paling lambat 4
(empat)
hari
kerja setelah
pengumuman
penetapan pemenang, apabila tidak ada
sanggahan; atau
c. Dalam
hal
Pelelangan
Umum/Pemilihan
Langsung, paling lambat 2 (dua) hari kerja
setelah semua sanggahan dan sanggahan banding
dijawab.

37. Kerahasiaan
Proses

36.7

Di dalam SPPBJ disebutkan/ditegaskan/ditulis bahwa


penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan
sebelum penandatanganan kontrak.

37.1

Proses evaluasi Dokumen Penawaran bersifat rahasia


dan dilaksanakan oleh pokja ULP secara independen.

37.2 Informasi yang berhubungan dengan penelitian,


evaluasi, klarifikasi, konfirmasi, dan usulan calon
pemenang tidak boleh diberitahukan kepada peserta,
atau orang lain yang tidak berkepentingan sampai
keputusan pemenang diumumkan.
37.3 Setiap usaha peserta lelang mencampuri proses
evaluasi dokumen penawaran atau keputusan
pemenang
akan
mengakibatkan
ditolaknya
penawaran yang bersangkutan.
37.4

Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita


Acara Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP
bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman

37

pemenang.
H. Pelelangan Gagal
38. Pelelangan
Gagal

38.1 Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal, apabila :


a. jumlah peserta yang memasukkan Dokumen
Penawaran kurang dari 3 (tiga) peserta;
b. tidak ada penawaran
penawaran;

yang

lulus

evaluasi

c. dalam
evaluasi
penawaran
ditemukan
bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat;
d. harga penawaran terendah terkoreksi lebih tinggi
dari HPS;
e. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan
pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 yang
terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No.
70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya dan
Dokumen Pengadaan ternyata benar;
f. sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi
Dokumen Pengadaan ternyata benar; atau
g. calon pemenang dan calon pemenang cadangan
1 dan 2, setelah dilakukan evaluasi dengan
sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau
pembuktian kualifikasi.
38.2 PA/KPA sebagaimana tercantum dalam
menyatakan pelelangan gagal, apabila :

LDP

a. PA/KPA sebagaimana tercantum dalam LDP


sependapat dengan PPK yang tidak bersedia
menandatangani SPPBJ karena proses Pelelangan
tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 54
Tahun 2010 yang terakhir diubah dengan
Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta
petunjuk teknisnya;
b. pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang
melibatkan Pokja ULP dan/atau PPK ternyata
benar;
c. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan
sehat dalam pelaksanaan Pelelangan dinyatakan
benar oleh pihak berwenang;
d. sanggahan dari Penyedia Barang/Jasa atas
kesalahan prosedur yang tercantum dalam
Dokumen Pengadaan ternyata benar;
e. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 yang
terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No.
70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya;

38

f. pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai


menyimpang dari Dokumen Pengadaan;

atau

g. calon pemenang dan calon pemenang cadangan


1 dan 2 mengundurkan diri; atau
h. pelaksanaan Pelelangan melanggar Peraturan
Presiden No. 54 Tahun 2010 yang terakhir
diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun
2012 beserta petunjuk teknisnya.
38.3 Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
menyatakan pelelangan gagal, apabila :
a. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya
pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan
pelelangan yang melibatkan KPA, PPK dan/atau
Pokja ULP, ternyata benar; atau
b. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang
melibatkan KPA, ternyata benar.
38.4 Setelah pelelangan dinyatakan gagal, maka Pokja ULP
memberitahukan kepada seluruh peserta.
38.5

Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal,


Pokja ULP atau Pokja ULP pengganti (apabila diganti)
meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya
pelelangan gagal, untuk menentukan langkah
selanjutnya, yaitu melakukan:
a. evaluasi ulang;
b. penyampaian ulang Dokumen Penawaran;
c. pelelangan ulang; atau
d. penghentian proses pelelangan.

I.

Surat Jaminan Pelaksanaan

39. Surat Jaminan


Pelaksanaan

39.1 Surat Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan


sebagai berikut :
a. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk
bank
perkreditan
rakyat),
perusahaan
penjaminan atau perusahaan asuransi yang
mempunyai
program
asuransi
kerugian
(suretyship) sebagaimana yang ditetapkan oleh
Menteri Keuangan;

39

b. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal


penandatanganan Kontrak sampai dengan serah
terima pertama pekerjaan berdasarkan Kontrak
(PHO) sebagaimana tercantum dalam LDP;
c. nama penyedia sama dengan nama yang
tercantum dalam surat Jaminan Pelaksanaan;
d. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang
dari nilai jaminan yang ditetapkan;
e. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan
dalam angka dan huruf;
f. nama PPK yang menerima Jaminan Pelaksanaan
sama dengan nama PPK yang menandatangani
kontrak;
g. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan
paket pekerjaan yang tercantum dalam SPPBJ;
h. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan
tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai
jaminan dalam jangka waktu paling lambat 14
(empat belas) hari kerja setelah surat pernyataan
wanprestasi dari PPK diterima oleh penerbit
Jaminan;
i. Jaminan Pelaksanaan atas nama Kemitraan/KSO
harus ditulis atas nama Kemitraan/KSO; dan
j. memuat nama, alamat dan tanda tangan pihak
penjamin.
39.2 Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk
menyerahkan
Surat
Jaminan
Pelaksanaan
dipersamakan
dengan
menolak
untuk
menandatangani Kontrak atau tidak menerima
keputusan
penunjukan
sebagai
penyedia
barang/jasa, maka akan dikenakan sanksi.
39.3

J.

Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Surat


Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat
Umum Kontrak.

Penandatanganan Kontrak

40. Penandatanganan
Kontrak

40.1

Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa


dilakukan setelah DIPA/DPA ditetapkan.

40.2 Sebelum penandatanganan kontrak PPK wajib


memastikan Isian Kualifikasi masih berlaku/valid.
Apabila terdapat data isian kualifikasi tidak valid,
maka kontrak tidak ditandatangani.
40.3 Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat
14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ
dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan
Pelaksanaan, dengan ketentuan :
a. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga
penawaran terkoreksi antara 80% (delapan puluh

40

perseratus) sampai dengan 100% (seratus


perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5%
(lima perseratus) dari nilai Kontrak;
b. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga
penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan
puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar
5% (lima perseratus) dari nilai total HPS.
40.4

PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah


substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan
penandatanganan Kontrak, kecuali mempersingkat
waktu pelaksanaan pekerjaan dikarenakan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebelumnya
akan melewati batas tahun anggaran.

40.5

Dalam hal perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan


melewati batas tahun anggaran, penandatanganan
kontrak dilakukan setelah mendapat persetujuan
kontrak tahun jamak.

40.6

PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak


meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan
huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar
Dokumen Kontrak.

40.7

Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen


Kontrak dalam Surat Perjanjian, dengan maksud
apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian
satu dengan bagian yang lain, maka berlaku urutan
sebagai berikut :
a. adendum Surat Perjanjian (apabila ada);
b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan
harga;
d. syarat-syarat khusus kontrak;
e. syarat-syarat umum kontrak;
f. spesifikasi khusus;
g. spesifikasi umum;
h. gambar-gambar; dan
i. dokumen lainnya
SPPBJ, BAHP, BAPP.

40.8 Banyaknya
rangkap
kebutuhan, yaitu :

seperti:
kontrak

jaminan-jaminan,
dibuat

sesuai

j. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri


dari:
1) kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi
materai pada bagian yang ditandatangani
oleh penyedia; dan
2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi
materai pada bagian yang ditandatangani

41

oleh PPK;
k. rangkap kontrak lainnya (apabila diperlukan)
tanpa dibubuhi materai.
40.9 Penandatanganan
Kontrak
bernilai
diatas
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)
dilakukan setelah memperoleh pendapat ahli hukum
Kontrak.
40.10 Pihak yang berwenang menandatangani kontrak atas
nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan
namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar,
yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.

42

BAB III
LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)
A. Penerapan IKP
dan LDP

B. Lingkup
Pekerjaan

Apabila ada pertentangan ketentuan yang tertulis


pada Lembar Data Pemilihan (LDP) dengan
Instruksi Kepada Peserta (IKP) maka yang
digunakan adalah ketentuan pada Lembar Data
Pemilihan (LDP).
1.

2.

a. Pokja ULP:
Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa
Konstruksi Pada Satuan Kerja Non Vertikal
Tertentu Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air
Sulawesi III dan Satuan Kerja Non Vertikal
Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Sulawesi III Tahun Anggaran 2015
b. Alamat Pokja ULP:
Kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi III
Jln. Abd Rahman Saleh No 230 Palu

Website: www.pu.go.id
3.

4.

C. Sumber Dana

a. Nama paket pekerjaan:


PEMBANGUNAN GROUNDSILL SUNGAI SOMBE
LEWARA KOTA PALU
b. Uraian singkat pekerjaan:
Pembangunan Groundsill Sungai
Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 240
(Dua Ratus Empat Puluh) hari kalender.
Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan:
APBN Tahun Anggaran 2015

D. Pendayagunaan
Produksi Dalam
Negeri

Preferensi harga diberikan terhadap penawaran


peserta.

43

E. Pemberian
Penjelasan
Dokumen
Pengadaan dan
Peninjauan
Lapangan

F. Dokumen
Penawaran

1.

Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan akan


dilaksanakan pada:
Hari
: Jumat
Tanggal : 16 Januari 2015.
Pukul
: 09.00 s.d.selesai.
Tempat
: Kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi III
Jln. Abd Rahman Saleh No. 230.

2.

Peninjauan lapangan akan dilaksanakan pada:


Hari
: Sabtu
Tanggal : 17 Januari 2015.
Pukul
: 09.00 s.d.selesai
Tempat
: Sesuai Lokasi Pekerjaan (Kota Palu)

1.

[Daftar Personil Inti dan Peralatan Utama Minimal


yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan adalah
daftar yang ada di dalam LDK (Lembar Data
Kualifikasi)].

44

3.

Pekerjaan utama adalah:


No.
1.

4.

Pekerjaan penunjang/sementara sebagai


pendukung pekerjaan utama adalah:
No.
1.

5.

Jenis Pekerjaan Penunjang/Sementara


Dewatering

Identifikasi bahaya
Jenis/Tipe
Pekerjaan

No.
1.

Jenis Pekerjaan Utama


Pasangan Batu Kali

Pasangan Batu Kali

Identifikasi Jenis
Bahaya & Risiko K3
Pekerja jatuh ke sungai > luka ringan,
tenggelam, meninggal
Tertimbun material > luka berat, masuk RS
Pekerja jatuh ke sungai > luka ringan,
tenggela,, mmeninggal

6.

Uji mutu/teknis/fungsi dalam kondisi tertentu


diperlukan untuk:
a. Bahan konstruksi permanen: Tidak Ada
b. Alat yang menjadi
permanen: tidak ada

bagian

konstruksi

45

G. Mata Uang
Penawaran dan
Cara
Pembayaran

1.
2.

H. Masa
Berlakunya
Penawaran

I. Jaminan
Penawaran

Mata uang yang digunakan Rupiah


Pembayaran dilakukan dengan cara Angsuran
(Termin) didasarkan pada hasil pengukuran
bersama atas volume pekerjaan yang telah
dilaksanakan
Masa berlaku penawaran selama 90 (Sembilan
Puluh) hari kalender sejak batas akhir pemasukan
penawaran

1.

Besarnya Jaminan Penawaran adalah :


Rp. 193.524.000,- ( Seratus Sembilan Puluh Tiga
Juta Lima Ratus Dua Puluh empat Ribu Rupiah,-)

2.

Jaminan penawaran berlaku selama 118 (Seratus


Delapan Belas) hari kalender.

J. Penyampaian
Dokumen
Penawaran

Hari
: Senin s.d Jumat
Tanggal : 19/01/2015 s.d. 23/01/2015
Pukul
: 00.00 s.d. 09.00

K. Batas Akhir
Waktu
Pemasukan
Penawaran

Hari
: Jumat
Tanggal : 23/01/2015
Pukul
: 09.00

L. Pembukaan
Penawaran

M. Ambang Batas

Hari
Tanggal
Pukul
Tempat

: Jumat
: 23/01/2015
: 10.00
: Kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi III

Tidak Ada

46

N. Sanggahan, Dan
Sanggahan
Banding

1.

Sanggahan ditujukan kepada


Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa Konstruksi
Pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi III dan Satuan
Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan
Sumber Air Sulawesi III Tahun Anggaran 2015

2.

Tembusan sanggahan ditujukan kepada :


a. PPK SUNGAI DAN PANTAI II
b. Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Sulawesi III
c. Inspektorat Kementerian Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat

3.

Sanggahan banding ditujukan kepada Menteri

Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat


4.

O. Jaminan
Sanggahan
Banding

Tembusan sanggahan banding ditujukan kepada :


a. PPKSUNGAI DAN PANTAI II
b. Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Sulawesi III
c. Inspektorat Kementerian Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat

1. Jaminan Sanggah Banding ditujukan kepada


Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa Konstruksi
Pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi III dan Satuan
Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan
Sumber Air Sulawesi III Tahun Anggaran 2015
2.

Besarnya
jaminan
sanggahan
banding:
Rp. 96.762.000,- ( Sembilan Puluh Enam Juta Tujuh
Ratus Enam Puluh Dua Ribu Rupiah,-)

47

BAB IV
LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)
A. Lingkup
Kualifikasi

Nama Pokja ULP :


Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Jasa Konstruksi Pada
Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan
Jaringan Pemanfaatan Air Sulawesi III dan Satuan Kerja
Non Vertikal Tertentu Pelaksanaan Jaringan Sumber Air
Sulawesi III Tahun Anggaran 2015
Alamat Pokja ULP :
Jln. Abd. Rahman Saleh No. 230 Palu
Nama Paket Pekerjaan :
PEMBANGUNAN GROUNDSILL SUNGAI SOMBE
LEWARA KOTA PALU

B. Persyaratan
Kualifikasi

1. Peserta Kualifikasi badan usaha harus memiliki


surat izin usaha jasa konstruksi;
2. Peserta Kualifikasi Badan Usaha Jasa Konstruksi
Asing harus memiliki bukti Izin Perwakilan Jasa
Konstruksi Asing dan melakukan kerja sama
usaha dengan perusahaan nasional dalam bentuk
kemitraan, subkontrak dan lain-lain, dalam hal
terdapat perusahaan nasional yang memiliki
kemampuan dibidang yang bersangkutan.
3. memiliki pengalaman pengadaan pekerjaan
konstruksi paling kurang 1 (satu) pekerjaan
sebagai Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu
4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan
pemerintah
maupun
swasta,
termasuk
pengalaman subkontrak, dikecualikan bagi
Penyedia Barang/Jasa yang baru berdiri kurang
dari 3 (tiga) tahun.
4. Paket pekerjaan konstruksi dengan nilai di atas Rp.
2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta
rupiah) sampai dengan Rp. 30.000.000.000,00
(tiga puluh miliar rupiah) dapat dipersyaratan
hanya untuk pelaksanaan konstruksi dengan
kualifikasi Usaha Menengah yang Kemampuan
Dasar (KD) yang sejenis/sesuai subklasifikasi SI001
dengan paket pekerjaan yang dilelangkan
sekurang-kurangnya sebesar Rp. 9.676.200.000,(Sembilan Milyar Enam Ratus Tujuh Puluh Enam
Juta Dua Ratus Ribu Rupiah)
5. memiliki kemampuan menyediakan Personil9
yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan
sebagai berikut:
a. Tenaga Ahli

48

No

Tingkat
Pendidikan

1
1

2
S1Teknik Sipil

S1Teknik Sipil

Jabatan
Profesi/ Keahlian
Pengalama
dalam
n
pekerjaan
Kerja
yang
(tahun)
3
4
5
diusulkan
Kepala Proyek
5 Tahun
Ahli
Madya
Tehnik
Sungai / Ahli Madya SDA
Pelaksana

3 Tahun

Ahli Muda Teknik Sungai/


Ahli Madya SDA

49

6. memiliki surat keterangan dukungan keuangan


dari bank pemerintah/swasta sebesar Rp.
967.620.000,- ( Sembilan Ratus Enam Puluh
Tujuh Juta Enam Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah,-)
7. memiliki kemampuan untuk menyediakan
peralatan
untuk
melaksanakan
pekerjaan
konstruksi ini, yaitu:
No.
1
2
3
4
5.
6
7

Jenis
Excavator
Drump Truck
Hand Compactor
Concrete Mixer
Concrete Vibrator
Alat Ukur Theodolit
Alat Ukur Water Pas

Kapasitas
PC 200 atau setara
Minimal 3 M3
5 HP
350 liter
38 mm

Jumlah
1 Unit
6 Unit
1 Unit
6 Unit
2 Unit
1 Unit
1 Set

8. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban


perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan)
serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh
Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal
29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling
kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun
berjalan. Peserta dapat mengganti persyaratan ini
dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal
(SKF).
SPT Tahunan yang diminta untuk tahun 2014.
Laporan pajak untuk 3 (tiga) bulan terakhir mulai
bulan Oktober s.d. Desember 2014

50

BAB V
BENTUK DOKUMEN PENAWARAN
A.

BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN


(KSO)
CONTOH

[Kop Surat Badan Usaha/Kemitraan (KSO)]


Nomor
:
Lampiran :

................, .................. 20....

Kepada Yth.:
Pokja .................. ULP .................. [Satker/Balai]
[diisi oleh Pokja ULP]
di
......................................................
Perihal

: Penawaran Pekerjaan .................................... [nama pekerjaan diisi


oleh Pokja ULP]

Sehubungan dengan pengumuman pendaftaran dan pengambilan


Dokumen Pengadaan nomor: ................................... tanggal ...................... dan
setelah kami pelajari dengan seksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara
Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan, apabila ada], dengan
ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan .................. .................. [diisi
oleh Pokja ULP] sebesar Rp.................. (...............dalam huruf.....................)
termasuk PPN.
Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang
tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut
di atas.
Penawaran ini berlaku selama ........ (..........dalam huruf...........)
hari kalender sejak batas akhir pemasukan penawaran.
Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini kami
lampirkan :
1. Jaminan Penawaran;
2. Daftar Kuantitas dan Harga;
3. [Surat Kuasa, apabila ada];
4. [Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila bermitra];
5. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Metoda Pelaksanaan;
b. Jangka Waktu Pelaksanaan;
c. Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan; dan
6. rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN);
7. RK3K;
8. Dokumen isian kualifikasi;

51

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan


sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam
Dokumen Pengadaan serta Pokja ULP tidak terikat untuk menetapkan
penawaran terendah sebagai pemenang. Apabila dana dalam dokumen
anggaran yang telah disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam
DIPA/DPA Tahun Anggaran, maka Pengadaan Barang/Jasa dapat dibatalkan
dan kami tidak akan menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun.
PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) .........................
[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

..........................
Jabatan

52

B.

BENTUK SURAT KUASA


CONTOH-1

[Kop Surat Badan Usaha]


SURAT KUASA
Nomor : ..................
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: .................. ..................
Alamat Perusahaan
: .................. ..................
[Direktur
Utama/Pimpinan
Jabatan
: .....................................
Perusahaan] .................. [nama PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Pendirian
No. ........ [No. Akta Notaris] tanggal .................. [tanggal penerbitan Akta] Notaris
.................. [nama Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya (apabila ada), yang
selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada :
Nama : ...................................10
Alamat : ....................................
Jabatan : ....................................
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

............. [Menandatangani Surat Penawaran,]


............. [Menandatangani Pakta Integritas,]
............. [Menandatangani Surat Perjanjian,]
............. [Menandatangani Surat Sanggahan,]
............. [Menandatangani Surat Sanggahan Banding.]
............. [Dst. sesuai keperluan]

Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
.................., .................. 20.....
Penerima Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

Pemberi Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

10

Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya atau pejabat yang menurut perjanjian
kerja sama berhak mewakili perusahaan yang bekerja sama.

53

CONTOH-2

[Kop Surat Badan Usaha KSO]


SURAT KUASA
Nomor : ..................
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: ....................................
Alamat Perusahaan
: ....................................
Jabatan
: ....................................

[Direktur
Utama/Pimpinan
Perusahaan/Kepala Cabang/wakil kemitraan (KSO)]
.................. [nama PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [perusahaan/kemitraan (KSO)]
berdasarkan [Akta Notaris No. ...... [No. Akta Notaris] tanggal .................. [tanggal
penerbitan Akta] Notaris .................. [nama Notaris penerbit Akta] beserta
perubahannya (apabila ada) atau Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO)
No ......... tanggal ..................], yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada:11
Nama : ....................................
Alamat : ....................................
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

.............. [Menandatangani Surat Penawaran,]


............. [Menandatangani Pakta Integritas,]
............. [Menandatangani Surat Perjanjian,]
............. [Menandatangani Surat Sanggahan,]
............. [Menandatangani Surat Sanggahan Banding.]
............. [Dst. sesuai keperluan]

Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
.................., .................. 20....
Penerima Kuasa
....................................
(nama)

Pemberi Kuasa
...................................
(nama dan jabatan)

11

Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya
tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya.
Dalam hal KSO surat kuasa penandatanganan kontrak dapat diberlakukan apabila perjanjian
KSO sudah disahkan oleh notaris.

54

C.

BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO)


CONTOH
SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/
KERJA SAMA OPERASI (KSO)

Sehubungan dengan pengumuman pelelangan pekerjaan .................................. yang


pembukaan penawarannya akan dilakukan di .................................. pada tanggal
.................... 20....., maka kami:
.................................................................... [nama peserta 1]
.................................................................... [nama peserta 2]
.................................................................... [nama peserta 3]
.................................................................... [dan seterusnya]
bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama
dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO).
Kami menyetujui dan memutuskan bahwa :
1. Secara bersama-sama :
a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah
..................................
b. Menunjuk .................................. [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama
(leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan
atas nama kemitraan/KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab
baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai
ketentuan dokumen kontrak.
2.

Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah :


............................... [nama peserta 1] sebesar ...% (.. persen)
............................... [nama peserta 2] sebesar .. % (.. persen)
............................... [nama peserta 3] sebesar ...% (.. persen)
............................... [dan seterusnya] sebesar ...% (.. persen)

3.

Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO, akan mengambil bagian sesuai


sharing tersebut pada butir 2. dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian
dari kemitraan/KSO.

4.

Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama masa
penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan persetujuan bersama
secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan/KSO.

5.

Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing anggota


kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek
pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa keuangan,
perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja, perjanjian
subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain.

55

6.

Wewenang menandatangani penawaran untuk dan atas nama kemitraan/KSO


diberikan kepada .................................. [nama wakil peserta] dalam kedudukannya
sebagai direktur utama/direktur pelaksana .................................. [nama peserta 1]
berdasarkan persetujuan tertulis (surat kuasa untuk menandatangani penawaran)
dari seluruh anggota kemitraan /KSO.

7.

Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.

8.

Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan
tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO.

9.

Perjanjian ini dibuat dalam rangkap () yang masing-masing


mempunyai kekuatan hukum yang sama.

DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda


tangan di .. pada hari .. tanggal .. bulan
.., tahun ..

[Peserta 1]

(....)

[Peserta 3]

(....)

[Peserta 2]

(....)

[dst]

(....)

56

CONTOH

[Kop Surat Badan Usaha]


SURAT KUASA12
(untuk menandatangani penawaran atas nama kemitraan)
Nomor : ..................
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: .................. ..................
Alamat Perusahaan : .................. ..................
Jabatan
: .....................................
[Direktur
Utama/Pimpinan
Perusahaan] .................. [nama PT/CV/Firma]
dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta
Pendirian No. ........ [No. Akta Notaris] tanggal .................. [tanggal penerbitan Akta]
Notaris .................. [nama Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya (apabila
ada), yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada :
Nama
: ....................................
Alamat
: ....................................
Jabatan
: ....................................
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk menandatangani Surat
Penawaran atas nama kemitraan.. untuk pekerjaan
Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
.................., .................. 20.....
Penerima Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

Pemberi Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

12

Surat Kuasa diberikan dari masing-masing penyedia/badan usaha anggota kemitraan kepada
yang mewakili kemitraan

57

D.

BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS


Dokumen Penawaran Teknis

[Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika diperlukan, keterangan
dapat dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan]

1. metoda pelaksanaan pekerjaan [memberikan metoda pelaksanaan yang layak,


realistik dan tahapannya dapat dilaksanakan untuk penyelesaian pekerjaan utama

2.
3.
4.
5.

dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan, tahapan


dan cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal
sampai dengan akhir dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis];
jangka waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas waktu
sebagaimana tercantum dalam LDP];
spesifikasi teknis [apabila mengajukan spesifikasi yang berbeda dari yang
ditetapkan];
bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan persyaratan
sebagaimana tercantum dalam LDP]; dan
[Hal-hal lain yang dipersyaratkan].

Catatan :
Peralatan dan personil yang disampaikan dalam penawaran hanya untuk 1 (satu) paket
pekerjaan yang dilelangkan, apabila memerlukan peralatan dan personil untuk paket
pekerjaan lain harus dari peralatan (dapat sewa, kontrak, atau lainnya) dan personil
yang berbeda.

58

E.

BENTUK
FORMULIR
REKAPITULASI
KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN)

PERHITUNGAN

NIlai Gabungan Barang dan Jasa


(Rp)

TINGKAT

TKDN

Uraian Pekerjaan
KDN

KLN

Total

Barang
/Jasa

Gabungan

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(1A)

(1B)

(1C)

(1D)

(2A)

(2B)

(2C)

(2D)

(3A)

(3B)

(3C)

(3D)

(4A)

(4B)

(4C)

(4D)

(5A)

(5B)

(5C)

(5D)

(6A)

(6B)

(6C)

(6D)

(7A)

(7B)

(7C)

(7D)

B. Sub Total Jasa

(8A)

(8B)

(8C)

(8D)

C. Total Biasa (A+B)

(9A)

(9B)

(9C)

(9D)

(1)
Barang13
I. Material
langsung (Bahan
Baku)
II. Peralatan (Barang
Jadi)
A. Sub Total Barang
Jasa14
III. Manajemen
Proyek dan
Perekayasaan
IV. Alat
Kerja/Fasilitas
Kerja
V. Konstruksi dan
Fabrikasi
VI. Jasa Umum

(9E)

1. Biaya Komponen Dalam Negeri (KDN) adalah biaya Material Langsung


(Bahan Baku), Peralatan (Barang Jadi), Manajemen Proyek dan
Perekayasaan, Alat Kerja/Fasilitas Kerja, Konstruksi dan Fabrikasi, dan Jasa
lainnya dari dalam negeri.

13
14

diambil dari daftar inventarisasi barang yang diterbitkan Kementerian Perindustrian.


dilakukan perhitungan sendiri (self assessment)

59

2. Biaya Komponen Luar Negeri (KLN) adalah biaya Material Langsung


(Bahan Baku), Peralatan (Barang Jadi), Manajemen Proyek dan
Perekayasaan, Alat Kerja/Fasilitas Kerja, Konstruksi dan Fabrikasi, dan Jasa
lainnya dari luar negeri.
3. Formulasi perhitungan :
% TKDN Gabungan
Barang & Jasa (9E)

Biaya Gabungan (9C) Biaya Gabungan LN (9B)


X 100%

=
Biaya Gabungan (9C)

60

F.

BENTUK DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR


CONTOH
DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR15

NO

NAMA
BARANG/URAIAN

SPESIFIKASI

SATUAN

JUMLAH

HARGA

NEGARA
ASAL

TOTAL HARGA

15

diisi dan dilampirkan dalam penawaran apabila ada barang yang diimpor.

61

G.

BENTUK RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK


(RK3K)
CONTOH
I. BENTUK RK3K USULAN PENAWARAN

.................

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONTRAK (RK3K)

[Logo & Nama


Perusahaan]

[digunakan untuk usulan penawaran]

DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3
B. Perencanaan K3
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3, Program
K3, dan Biaya K3
B.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
C. Pengendalian Operasional K3
A. KEBIJAKAN K3
................................................................................................................................................
[diisi oleh penyedia jasa berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk
menerapkan K3 berdasarkan skala risiko dan peraturan perundang-undangan K3
yang dilaksanakan secara konsisten]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
A.2. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.
B. PERENCANAAN K3
Di dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi awal dan
penyedia jasa harus menyampaikan pengendalian risiko pada saat
penawaran berdasarkan identifikasi awal tersebut.
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3,
Program K3, Dan Biaya
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian
Risiko K3, Program K3, dan Biaya K3 sesuai dengan format pada Tabel
1.

62

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENGENDALIAN RISIKO K3, PROGRAM K3, DAN BIAYA
[digunakan untuk usulan penawaran]
Nama Perusahaan
Kegiatan

NO

URAIAN PEKERJAAN

(1)
1

(2)
Pekerjaan
galian
pada
basement bangunan gedung
dengan kondisi tanah labil

: ..................
: ..................

IDENTIFIKASI BAHAYA

(3)
Tertimbun

halaman : .. / ..

SASARAN K3 PROYEK

(4)
Nihil kecelakaan fatal

PENGENDALIAN RISIKO K3

PROGRAM SUMBER DAYA

BIAYA (Rp)

(5)
1.1 Penggunaan turap

(6)
1. Bahan (Turap, peralatan kerja,
dll)
2. SDM (diisi dengan jumlah
SDM yang diperlukan dan
kualifikasi sesuai dengan yang
dibutuhkan)

(7)
Diisi dengan biaya untuk
pengadaan bahan dan
rekruitmen SDM

1.2 Menyusun instruksi kerja

1. SDM menyusun instruksi kerja


2. Sosialisasi instruksi kerja (.....
kali)

Diisi dengan biaya untuk


penyusunan
instruksi
kerja, pencetakan bahan,
dan sosialisasi dokumen
Diisi dengan kebutuhan
biaya untuk pengadaan
Diisi dengan biaya untuk
instruktur
dan
pencetakan
materi/modul
serta
penyelenggaraan
pelatihan

1.3 Menggunakan rambu


Pengadaan rambu dan barikade
peringatan dan barikade
1.4 Melakukan pelatihan kepada 1. Instruktur
pekerja
2. Materi/modul

Ketentuan Pengisian Tabel 1:


1. Kolom (1), (2) dan (3) diisi oleh PPK di dalam dokumen pengadaan;
2. Kolom (4) sampai dengan (7) diisi oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran;

62

B.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya


Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang
digunakan sebagai acuan
dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi
Bidang PU antara lain sebagai berikut:
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3;
3. ............. [diisi Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 lainnya
yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi
Bidang PU]

PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) .........................


[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]

..........................
Jabatan

63

II. BENTUK RK3K PELAKSANAAN PEKERJAAN


Dibuat oleh penyedia jasa pada saat pelaksanaan kontrak, dibahas dan
ditetapkan oleh PPK pada saat rapat persiapan pelaksanaan.

.................

RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONTRAK (RK3K)

[Logo & Nama


Perusahaan]

[digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan]

DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3
B. Organisasi K3
C. Perencanaan K3
C.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko
K3, Penanggung Jawab
C.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya
C.3. Sasaran dan Program K3
D. Pengendalian Operasional K3
E. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3
F. Tinjauan Ulang Kinerja K3
A. KEBIJAKAN K3
[Berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk menerapkan K3
berdasarkan skala risiko dan peraturan perundang-undangan K3 yang
dilaksanakan secara konsisten dan harus ditandatangani oleh manajer
proyek/kepala proyek]
A.1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
A.2. kepala proyek/project manager harus mengesahkan Kebijakan K3
A.3. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
2. Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundangundangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
3. Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.

64

B. ORGANISASI K3
Contoh:
Penanggung Jawab K3

Emergency/

P3K

Kebakaran

kedaruratan

C. PERENCANAAN K3
Penyedia jasa wajib membuat Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab untuk diserahkan,
dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksanaan
Kontrak/Pre Construction Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang
akan dilaksanakan.
C.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko
K3, dan Penanggung Jawab
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas,
Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab sesuai dengan format
pada Tabel 1.

65

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, SKALA PRIORITAS, PENGENDALIAN RISIKO K3, DAN PENANGGUNG
JAWAB
Nama Perusahaan
Kegiatan
Lokasi
Tanggal dibuat

: ..................
: ..................
: ..................
: ..................

halaman : .. / ..
PENILAIAN RISIKO

NO
(1)
1

URAIAN PEKERJAAN
(2)
Pekerjaan galian pada
basement bangunan gedung
dengan kondisi tanah labil

IDENTIFIKASI BAHAYA
(3)
Tertimbun

KEKERAPAN

KEPARAHAN

(4)
3

(5)
3

TINGKAT
RISIKO
(6)
9
(Tinggi)

SKALA
PRIORITAS
(7)
1

PENGENDALIAN
RISIKO K3
(8)
1.1. Penggunaan
turap
1.2. Menggunakan
metode
pemancangan
1.3. Menyusun
instruksi kerja
pekerjaan galian
1.4. Menggunakan
rambu peringatan
dan barikade

PENANGGUNG
JAWAB
(Nama Petugas)
(9)
Pengawas
lapangan/
quality engineer

1.5. Melakukan
pelatihan kepada
pekerja
1.6 Pengunaan APD
yang sesuai
Dst.

66

Ketentuan Pengisian Tabel 1:


Kolom (1) : Nomor urut uraian pekerjaan.
Kolom (2) : Diisi seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3
yang tertuang di dalam dokumen pelelangan.
Kolom (3) : Diisi dengan identifikasi bahaya yang akan timbul dari
seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3.
Kolom (4) : Diisi dengan nilai (angka) kekerapan terjadinya
kecelakaan.
Kolom (5) : Diisi dengan nilai (angka) keparahan.
Kolom (6) : Perhitungan tingkat risiko K3 adalah nilai kekerapan x
keparahan.
Kolom (7) : Penetapan skala prioritas ditetapkan berdasarkan item
pekerjaan yang mempunyai tingkat risiko K3 tinggi,
sedang dan kecil, dengan penjelasan: prioritas 1 (risiko
tinggi), prioritas 2 (risiko sedang), dan prioritas 3 (risiko
kecil). Apabila tingkat risiko dinyatakan tinggi, maka item
pekerjaan tersebut menjadi prioritas utama (peringkat 1)
dalam upaya pengendalian.
Kolom (8) : Diisi bentuk pengendalian risiko K3. Bentuk pengendalian
risiko menggunakan hirarki pengendalian risiko
(Eliminasi, Substitusi, Rekayasa, Administrasi, APD), diisi
oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran (belum
memperhitungkan penilaian risiko dan skala prioritas.
Keterangan :
1. Eliminasi adalah mendesain ulang pekerjaan atau
mengganti material/ bahan sehingga bahaya dapat
dihilangkan atau dieliminasi.
Contoh: seorang pekerja harus menghindari bekerja
di ketinggian namun pekerjaan tetap dilakukan
dengan menggunakan alat bantu.
2. Substitusi adalah mengganti dengan metode yang
lebih aman dan/ atau material yang
tingkat
bahayanya lebih rendah.
Contoh: penggunaan tangga diganti dengan alat
angkat mekanik kecil untuk bekerja di ketinggian.
3. Rekayasa teknik adalah melakukan modifikasi
teknologi atau peralatan guna menghindari terjadinya
kecelakaan.
Contoh: menggunakan perlengkapan kerja atau
peralatan lainnya untuk menghindari terjatuh pada
saat bekerja di ketinggian .
4. Administrasi
adalah
pengendalian
melalui
pelaksanaan prosedur untuk bekerja secara aman.
Contoh: pengaturan waktu kerja (rotasi tempat kerja)
untuk mengurangi terpaparnya/ tereksposnya pekerja
terhadap sumber bahaya, larangan menggunakan

67

telepon seluler di tempat tertentu, pemasangan


rambu-rambu keselamatan .
5. APD adalah alat pelindung diri yang memenuhi
standard dan harus dipakai oleh pekerja pada semua
pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Contoh: Pemakaian kacamata las dan sarung tangan
kulit pada pekerjaan pengelasan.
Kolom (9) : Diisi penanggung jawab (nama petugas) pengendali risiko
K3.
C.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya
Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang
digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang
PU antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3;
3. ............. [diisi Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 lainnya
yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi
Bidang PU]
C.3. Sasaran dan Program K3
C.3.1. Sasaran
1. Sasaran Umum:
Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal (Zero Fatal Accidents) pada
pekerjaan konstruksi.
2. Sasaran Khusus:
Sasaran khusus adalah sasaran rinci dari setiap pengendalian
risiko yang disusun guna tercapainya Sasaran Umum, contoh
sebagaimana Tabel 2. Penyusunan Sasaran dan Program K3.
C.3.2. Program K3
Program K3 meliputi sumber daya, jangka waktu, indikator pencapaian,
monitoring, dan penanggung jawab, contoh sebagaimana Tabel 2.
Penyusunan Sasaran dan Program K3.

68

TABEL 2. TABEL PENYUSUNAN SASARAN DAN PROGRAM K3


Nama Perusahaan
Kegiatan
Lokasi
Tanggal dibuat

: ..................
: ..................
: ..................
: ..................

SASARAN KHUSUS
NO

URAIAN PEKERJAAN

(1)
1

(2)
Pekerjaan galian
pada basement
bangunan gedung
dengan kondisi tanah
labil

PENGENDALIAN
RISIKO

PROGRAM
SUMBER
DAYA

JANGKA
WAKTU

(5)
Penggunaan
turap
memenuhi
spesifikasi
(ditetapkan
quality
enginering)

(6)
- Bahan
(Turap,
peralatan
kerja, dll yang
terkait)
- SDM sesuai
dengan
kebutuhan

Tersedianya
metode

Sesuai dengan
metode yang
telah ditetapkan

Tersedianya
instruksi kerja

Sesuai dengan
instruksi kerja

URAIAN

TOLOK UKUR

(3)
1.1. Penggunaan
turap

(4)
Seluruh
pekerjaan
galian
dipastikan
memenuhi
prinsip
keselamatan

1.2. Menggunakan
metode
pemancangan

1.3. Menyusun
instruksi kerja
pekerjaan galian

INDIKATOR
PENCAPAIAN

MONITORIN
G

PENANGGUN
G JAWAB

(7)
Sebelum
bekerja harus
sudah lengkap

(8)
Turap
terpasang
sesuai gambar
dan spesifikasi

(9)
Checklist

(10)
Pengawas
/petugas
terkait

Dokumen
(manual
instruction/pe
tunjuk kerja

Sesuai jadwal
pelaksanaan

Tertib
melaksanakan
sesuai metode

Checklist

Quality
Enginering

Dokumen
petunjuk kerja

Sesuai jadwal
pelaksanaan

Tertib
melaksanakan
petunjuk kerja

Checklist

Quality
Enginering

BIAYA (Rp)

(11)

69

SASARAN KHUSUS
NO

URAIAN PEKERJAAN

(1)

(2)

PENGENDALIAN
RISIKO

PROGRAM
SUMBER
DAYA

URAIAN

TOLOK UKUR

(3)
1.4. Menggunakan
rambu peringatan
dan barikade

(4)
Seluruh lokasi
galian diberikan
rambu dan
barikade
standar

(5)
Rambu dan
barikade
standar (Dicari
contor dari jasa
marga, NFPA)

(6)
- Rambu dan
barikade
- SDM sesuai
dengan
kebutuhan

1.5. Melakukan
pelatihan kepada
pekerja

Seluruh pekerja
terkait telah
mengikuti
pelatihan dan
penyuluhan

Lulus tes dan


paham
mengenai
sistem
keselamatan
galian

1.6 Pengunaan
APD yang sesuai

Seluruh pekerja
menggunakan
APD standar

- SNI helm,
masker &
sepatu (Dicari)
- Jumlah
pekerja

JANGKA
WAKTU

INDIKATOR
PENCAPAIAN

MONITORIN
G

PENANGGUN
G JAWAB

(7)
Sebelum
bekerja harus
sudah lengkap

(8)
100% sesuai
standar

(9)
Checklist

(10)
Petugas K3

Instruktur,
program,
materi/modul
, tes
pemahaman,
dan peserta.

Sebelum
bekerja harus
sudah terlatih

100% lulus
dan paham

Evaluasi hasil
penyuluhan/p
elatihan

Petugas K3,
unit
pelatihan/HR
D

Masker,
sepatu
keselamatan,
pelindung
kepala

Sebelum
bekerja harus
sudah lengkap

100% sesuai
standar

Disediakan
petugas yang
melakukan
pengawasan
selama
pekerjaan
galian
berlangsung

Inspektor
K3/petugas
pengawas
pelaksanaan
pekerjaan

BIAYA (Rp)

(11)

70

Ketentuan Pengisian Tabel 2.:


Kolom (1)
: Nomor urut kegiatan.
Kolom (2)
: Diisi seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko K3
yang tertuang di dalam dokumen pelelangan.
Kolom (3)
: Diisi pengendalian risiko merujuk pada Tabel 1. kolom
(8).
Kolom (4)
: Diisi uraian dari sasaran khusus yang ingin dicapai
terhadap pengendalian risiko pada kolom (3).
Kolom (5)
: Tolok ukur merupakan ukuran yang bersifat kualitatif
ataupun kuantitatif terhadap pencapaian sasaran pada
kolom (4)
Kolom (6)
: Diisi sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran yang hendak dicapai dari
kolom (5)
Kolom (7)
: Diisi jangka waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran khusus yang hendak dicapai.
Kolom (8)
: Indikator pencapaian adalah ukuran keberhasilan
pelaksanaan program.
Kolom (9)
: Diisi bentuk-bentuk monitoring yang dilaksanakan dalam
rangka memastikan bahwa pencapaian sasaran dipenuhi
sepanjang waktu pelaksanaan
Kolom (10) : Penanggung jawab pelaksana program
Kolom (11) : Diisi biaya kebutuhan pelaksanaan program
D. Pengendalian Operasional
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang harus
mencakup seluruh upaya pengendalian pada Tabel 2., diantaranya :
1. Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 yang dituangkan dalam
Struktur Organisasi K3 beserta Uraian Tugas.
2. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai pada contoh
Tabel 2.;
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja;
4. Program-program detail pelatihan sesuai pengendalian risiko pada
contoh Tabel 2.;
5. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan;
6. Disesuaikan kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3 seperti yang
tertera pada contoh Tabel 1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala
Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung Jawab.
E. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3
Kegiatan pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada
kegiatan yang dilaksanakan pada bagian D. (Pengendalian Operasional)
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian C (Perencanaan K3) sesuai
dengan uraian Tabel 2. (sasaran dan program K3).

71

F. Tinjauan Ulang K3
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. diklasifikasikan
dengan kategori sesuai dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana ditetapkan
pada tabel 2. Sasaran dan Program K3.
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja
dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakan perbaikan.
Dibuat oleh, [Penanggung Jawab

Lapangan/Team
Leader]
( )
Penyedia Jasa

72

H.

BENTUK RINCIAN/URAIAN HARGA SATUAN PEKERJAAN (HSP)


CONTOH

Jenis pekerjaan
Satuan/Unit
Nomor Pembayaran

No.
(1)
I

Uraian

: ....................
: ....................

Satuan

(2)
(3)
Upah/Tenaga Kerja
Sub jumlah I
II
Bahan/Material
Sub jumlah II
III
Peralatan
Sub jumlah III
Sub jumlah (I+II+III)
IV
Lain-lain
- Biaya umum16
- Keuntungan
Sub Jumlah IV
Jumlah Harga = I+II+III+IV
Harga satuan pekerjaan .......... (dibulatkan)

Kuantitas/
Koefisien
(4)

Harga
Satuan
Dasar
(Rp)
(5)

Harga
(Rp)
(6)

.........

.........

.........
.........
.....% x Sub jumlah (I+II+III)
.....% x Sub jumlah (I+II+III)
.........
.........

Catatan:
Hanya diperlukan untuk klarifikasi kewajaran harga, apabila harga penawaran di
bawah 80% dari HPS

16

Biaya umum termasuk biaya keperluan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

73

I.

BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK


CONTOH

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PENAWARAN
No. ....

Yang bertanda tangan dibawah ini: ........


dalam jabatan selaku ........ dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama .......... [nama bank] berkedudukan di
............ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
: ........ [Pokja ULP]
Alamat
: ........
selanjutnya disebut:
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp ........
(terbilang ................)
sebagai Jaminan Penawaran dalam mengajukan penawaran untuk pelelangan
pekerjaan .......... dengan bentuk garansi bank, apabila:
Nama
: ........ [peserta pelelangan]
Alamat
: ........
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, tidak memenuhi ketentuan yaitu :
a. terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN);
b. menarik kembali penawaran selama dilaksanakannya pelelangan;
c. tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaan dalam hal sebagai calon
pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 harga penawarannya di
bawah 80% HPS;
d. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal sebagai
calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 dengan alasan yang
tidak dapat diterima; atau
e. mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang
Dijamin.

74

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :


1. Garansi Bank berlaku selama (.) hari kalender, dan efektif mulai dari tanggal .... [diisi sesuai dengan tanggal
batas akhir pemasukan penawaran]
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi
Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan
tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari
Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera
janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya bendabenda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk
melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri .....
Dikeluarkan di
Pada tanggal

: ....
: ....

[Bank]

Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke ...........[bank]

....
[Nama dan Jabatan]

75

J.

BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN


PENJAMINAN (Hanya Untuk Badan Usaha Kecil)
CONTOH

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN PENAWARAN
Nomor Jaminan : ....

Nilai : ....

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : .... [nama],


.... [alamat] sebagai Peserta, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan .... [nama penerbit jaminan], ....
[alamat], sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada ....
[nama Pokja ULP],
........ [alamat]
sebagai pelaksana pelelangan pekerjaan .........., selanjutnya disebut
PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp .... (terbilang
.................)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi ketentuan yaitu:
a.
b.
c.
d.

menarik kembali penawaran selama dilaksanakannya pelelangan;


tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaan dalam hal sebagai
calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 harga
penawarannya di bawah 80% HPS;
tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dalam hal
sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2
dengan alasan yang tidak dapat diterima; atau
mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak.

3. Surat Jaminan ini berlaku selama . (..) hari kalender dan


efektif mulai tanggal [diisi sesuai dengan tanggal batas akhir
pemasukan penawaran]
4. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan penagihan
secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA
JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera
janji/wanprestasi.
5. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya

76

harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
6. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus
sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di
pada tanggal ...
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke ....[Penerbit Jaminan]

77

K.

BENTUK PAKTA INTEGRITAS

[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Tanpa Kemitraan/KSO]

PAKTA INTEGRITAS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan

Bertindak
untuk
dan atas nama

: PT/CV/Firma/ atau lainnya [pilih yang sesuai


dan cantumkan nama]

dalam rangka pengadaan [isi nama paket] pada .


[isi sesuai dengan nama Pokja ULP] dengan ini menyatakan bahwa:
1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
2. akan melaporkan kepada APIP [isi sesuai dengan
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi] dan/atau LKPP apabila
mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini;
3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan
profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan;
4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini,
bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman
dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara
pidana.
[tempat], . [tanggal] [bulan] 20. [tahun]
[Nama Penyedia]
[tanda tangan] ,
[nama lengkap]

78

[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO]

PAKTA INTEGRITAS
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
1. Nama
: [nama wakil sah badan usaha]
Jabatan

Bertindak
: PT/CV/Firma/ atau lainnya [pilih yang sesuai
dan cantumkan nama]
untuk dan
atas nama
2. Nama
Jabatan

: [nama wakil sah badan usaha]


:

Bertindak
: PT/CV/Firma/ atau lainnya [pilih yang sesuai
dan cantumkan nama]
untuk dan
atas nama
3. ......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO]

dalam rangka pengadaan [isi nama paket] pada


[isi sesuai dengan nama Pokja ULP] dengan ini menyatakan bahwa:
1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
2. akan melaporkan kepada APIP [isi sesuai dengan
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi] dan/atau LKPP apabila
mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini;
3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan
profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan;
4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini,
bersedia menerima sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman
dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara
pidana.
[tempat], .. [tanggal] [bulan] 20. [tahun]
[Nama Penyedia]

[Nama Penyedia]

[Nama Penyedia]

[tanda tangan] ,
[nama lengkap]

[tanda tangan] ,
[nama lengkap]

[tanda tangan] ,
[nama lengkap]

[cantumkan tanda tangan dan nama setiap anggota Kemitraan /KSO]

79

L.

BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI


FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI
UNTUK BADAN USAHA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

: [nama wakil sah badan usaha]

Jabatan

: ..[diisi sesuai jabatan dalam akta pendirian


perusahaan dan perubahannya]

Bertindak
untuk
dan atas nama

: PT/CV/Firma/Koperasi [pilih yang sesuai dan


cantumkan nama badan usaha]

Alamat

No. Telepon

No. Fax

: ...............

E-mail

...............

: ...............

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:


1. saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak
berdasarkan
Akte Notaris
[sesuai akta
pendirian/perubahannya/surat kuasa, disebutkan secara jelas nomor dan
tanggal akta pendirian/perubahan/surat kuasa. Jika kemitraan/KSO maka
dicantumkan tambahan Surat Perjanjian Kemitraan/KSO];
2. saya bukan sebagai pegawai Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/
Institusi [bagi pegawai Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi
yang sedang cuti diluar tanggungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah/Institusi ditulis sebagai berikut : Saya merupakan pegawai
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi yang sedang cuti diluar
tanggungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi ];
3. saya tidak sedang menjalani sanksi pidana;
4. saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan
dengan para pihak yang terkait, langsung maupun tidak langsung dalam
proses pengadaan ini;
5. badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam, tidak
dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan;
6. salah satu dan/atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili tidak
masuk dalam Daftar Hitam;
7. data-data saya/badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut:

80

A. Data Administrasi
1.

Nama
(PT/CV/Firma/
:
atau lainnya)

2. Status

3. Alamat Kantor yang


mendaftar
(Pusat/Cabang)

Pusat

Cabang

No. Telepon

No. Fax

E-mail

4. Alamat Kantor Pusat

No. Telepon

No. Fax

E-mail

B. Izin Usaha
1. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi
2. Masa berlaku izin usaha
3. Instansi pemberi izin usaha

: a. Nomor.
b. Tanggal
:
:

C. Sertifikat Badan Usaha

2. Masa berlaku

: a. Nomor
b. Tanggal
:

3. Instansi pemberi

1. Sertifikat Badan Usaha

D. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan, yang sesuai dengan pekerjaan yang


dilelangkan)

5. Masa berlaku izin

: c. Nomor
d. Tanggal
:

6. Instansi pemberi izin

4. Surat Izin .........

81

E. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha


1. Akta Pendirian PT/CV/Firma/ atau lainnya
a. Nomor Akta
:
b. Tanggal
:
c. Nama Notaris
:
2. Akta Perubahan Terakhir
a. Nomor Akta
:
b. Tanggal
:
c. Nama Notaris
:
F. Pengelola Badan Usaha
1. Komisaris/Pengawas untuk Perseroan Terbatas (PT)
No.

Nama

No. KTP

Jabatan dalam Badan Usaha

2. Direksi/Pengurus Badan Usaha


No.

Nama

No. KTP

Jabatan dalam Badan Usaha

G. Data Keuangan
1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Pesero (untuk
CV/Firma)
No.
Nama
No. KTP
Persentase

2. Pajak
a. Nomor Pokok Wajib Pajak
:
b. Bukti Laporan Pajak Tahun
terakhir (SPT Tahunan)
: No. Tanggal
c. Bukti Laporan Bulanan
(tiga bulan terakhir):
1) PPh Pasal 21
: No. Tanggal
2) PPh Pasal 23 (bila ada
transaksi
: No. Tanggal
3) PPh Pasal 25/Pasal 29
: No. Tanggal
4) PPN
: No. Tanggal
d. Surat Keterangan Fiskal*)
: No. Tanggal
*) apabila digunakan oleh penyedia sebagai pengganti huruf b dan c

82

H. Data Personil Inti (Tenaga ahli/teknis badan usaha)

No

Nama

Tgl/bln/thn
lahir

Tingkat
Pendidikan
4

Jabatan
dalam
pekerjaan
(posisi)
5

Pengalaman
Kerja
(tahun) 17

Profesi/
keahlian

Tahun
Sertifikat/
Ijazah

I. Data Peralatan
No.

Jenis
Peralatan

Jumlah

Kapasitas
atau output
pada saat
ini
4

Merk
dan
tipe

Tahun
pembuatan

Kondisi
(%)

Lokasi
Sekarang

Status Kepemilikan
(Millik/Sewa/Lainnya)

J. Data Pengalaman Perusahaan (nilai paket tertinggi pengalaman sesuai


klasifikasi/subklasifikasi yang dipersyaratkan dalam kurun waktu 10 tahun
terakhir)

No.

Pemberi Tugas /
Pejabat Pembuat
Komitmen

Nama
Paket
Pekerjaan

Klasifikasi/Sub
klasifikasi
Pekerjaan

Lokasi

Tanggal Selesai
Menurut

Kontrak

Nama

Alamat
dan
Telepon

Nomor
dan
Tanggal

Nilai
(Rp)

Kontrak

BA
Serah
Terima
(PHO)

10

K. Data Pengalaman Perusahaan dalam 5 tahun terakhir (digunakan untuk


penilaian SKP = 6 atau SKP = 1,2 N bagi paket pekerjaan non kecil)
Pemberi Tugas /
Pejabat Pembuat
Komitmen
Nama Paket
Pekerjaan

No.

Lokasi

Kontrak/Subkontrak

Tanggal Selesai
Menurut

Nama

Alamat
dan
Telepon

Nomor
dan
Tanggal

Nilai
(Rp)

Kontrak

BA Serah
Terima
(PHO)

17

pengalaman dihitung per tahun tanpa memperhatikan lamanya pelaksanaan konstruksi


(dihitung berdasarkan Tahun Anggaran)

83

L. Data Pekerjaan yang Sedang Dilaksanakan


SKP = KP - jumlah paket yang sedang dikerjakan)

(untuk

Pemberi Tugas/Pejabat
Pembuat Komitmen
No.

Nama Paket
Pekerjaan

perhitungan

Kontrak

Nama

Alamat
/Telepon

Nomor dan
Tanggal

Nilai
(Rp)

Rencana
tanggal
kontrak
berakhir

Lokasi

M. Modal Kerja
Surat dukungan keuangan dari Bank:
Nomor
Tanggal
Nama Bank
Nilai

:
:
:
: Rp . ( .... dalam huruf..)

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa
tanggung jawab. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya
sampaikan tidak benar dan/atau ada pemalsuan, maka saya dan badan usaha
yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif, sanksi
pencantuman dalam Daftar Hitam, gugatan secara perdata, dan/atau pelaporan
secara pidana kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
[tempat], .. [tanggal] [bulan] 20. [tahun]

PT/CV/Firma/ atau lainnya


[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]
[rekatkan meterai Rp 6.000,dan tanda tangan]

(nama lengkap wakil sah badan usaha )

[jabatan pada badan usaha]

84

BAB VI
PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI

A. Data Administrasi
1. Diisi dengan nama badan usaha peserta.
2. Pilih status badan usaha (Pusat/Cabang).
3. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan e-mail badan
usaha yang didaftar sebagai peserta.
4. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan e-mail kantor
pusat yang dapat dihubungi, apabila peserta berstatus kantor cabang.
B. Izin Usaha
1. Diisi dengan jenis surat izin usaha, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku izin usaha.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin usaha.
C. Sertifikat Badan Usaha
1. Diisi nomor dan tanggal penerbitan.
2. Diisi dengan masa berlaku.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit.
D. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan, yang sesuai dengan pekerjaan yang
dilelangkan)
1. Diisi dengan jenis surat izin, nomor dan tanggal penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku izin.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin.
E.

Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha


1. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta pendirian
badan usaha.
2. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit akta perubahan
terakhir badan usaha, apabila ada.

F.

Pengelola Badan Usaha (Pengawas/Pengurus)


1. Diisi dengan nama, nomor KTP dan jabatan dalam badan usaha, apabila
berbentuk Perseroan Terbatas.
2. Diisi dengan nama, nomor KTP dan jabatan dalam badan usaha.

G. Data Keuangan
1. Diisi dengan nama, nomor KTP dan persentase kepemilikan
saham/pesero.
2. Pajak:
a. Diisi dengan NPWP badan usaha.
b. Diisi dengan nomor dan tanggal bukti laporan pajak tahun terakhir
berupa SPT Tahunan.
c. Diisi dengan nomor dan tanggal bukti laporan bulanan (tiga bulan
terakhir):
1) PPh pasal 21;

85

2) PPh pasal 23 (bila ada transaksi);


3) PPh pasal 25/pasal 29;
4) PPN.
Persyaratan pemenuhan kewajiban pajak tahun terakhir dengan
penyampaian SPT Tahunan dan SPT Masa dapat diganti oleh peserta
dengan penyampaian Surat Keterangan Fiskal (SKF) yang dikeluarkan
oleh Kantor Pelayanan Pajak.
H. Data Personil Inti
Diisi dengan nama, tanggal/ bulan/ tahun lahir, tingkat pendidikan (SLTP/
SLTA/ S1/ S2/ S3), jabatan dalam pekerjaan yang pernah dilaksanakan,
lama pengalaman kerja, profesi/ keahlian sesuai dengan Surat Keterangan
Ahli/ Surat Keterangan Terampil dan tahun penerbitan sertifikat/ ijazah
dari setiap tenaga ahli/teknis sesuai dengan yang diperlukan untuk
pekerjaan yang dilelangkan.
I.

Data Peralatan
Diisi dengan jenis, jumlah, kapasitas atau output yang dapat dicapai pada
saat ini, merek dan tipe, tahun pembuatan, kondisi (dalam persentase),
lokasi keberadaan saat ini dan status kepemilikan/ dukungan sewa (dapat
diisi sebagai milik sendiri/ sewa beli/ sewa/ kontrak atau lainnya yang
tidak sedang digunakan dalam pelaksanaan) dari masing-masing fasilitas/
peralatan/ perlengkapan sesuai dengan yang diperlukan untuk pekerjaan
utama yang dilelangkan sesuai ketentuan Dokumen Pengadaan. Pokja
apabila diperlukan dapat membuktikan keberadaan alat dan bukti status
kepemilikan harus dapat ditunjukkan pada waktu Pembuktian Kualifikasi.

J.

Data Pengalaman Perusahaan


Diisi dengan nama paket-paket pekerjaan yang dipilih mulai dari nilai
paket tertinggi, Klasifikasi/Sub klasifikasi pekerjaan yang dipersyaratkan,
lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari
pemberi tugas/Pejabat Pembuat Komitmen, nomor/tanggal dan nilai
kontrak, tanggal selesai paket pekerjaan menurut kontrak, dan tanggal
Berita Acara serah terima (PHO), untuk masing-masing paket pekerjaan
selama 10 (sepuluh) tahun terakhir.

K. Data Pengalaman Perusahaan dalam 5 tahun terakhir


Diisi dengan nama paket-paket pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan
pekerjaan, nama dan alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat Pembuat
Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak, tanggal selesai paket
pekerjaan menurut kontrak, dan tanggal Berita Acara serah terima (PHO),
untuk masing-masing paket pekerjaan selama 5 (lima) tahun terakhir.
L.

Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan


Diisi dengan nama paket pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan,
nama dan alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat Pembuat Komitmen,
nomor/tanggal dan nilai kontrak, dan rencana tanggal kontrak berakhir.

86

M. Modal Kerja
Diisi dengan nomor, tanggal, dan nama bank yang mengeluarkan surat
dukungan keuangan serta nilai dukungan paling kurang 10% (sepuluh
perseratus) dari nilai total HPS.
N. Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing-masing anggota
kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi untuk masingmasing kualifikasi badan usahanya.

87

BAB VII
TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI
A.

Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan


sebagai berikut :
1. formulir isian kualifikasi ditandatangani oleh:
a. direktur utama/pimpinan perusahaan;
b. penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang
nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian atau
perubahannya;
c. kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang
dibuktikan dengan dokumen otentik pada saat pembuktian
kualifikasi; atau
d. pejabat yang menurut perjanjian kerja sama berhak mewakili
perusahaan yang bekerja sama.
2. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan,
seperti Izin Usaha Jasa Konstruksi;
3. menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa perusahaan
yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan
dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan,
tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana;
4. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya tidak
masuk dalam Daftar Hitam;
5. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun
pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan
PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal 29
dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan
terakhir dalam tahun berjalan.
Peserta dapat mengganti laporan perpajakan tersebut dengan Surat
Keterangan Fiskal (SKF);
6. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan
pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak,
kecuali bagi Penyedia Usaha Kecil yang baru berdiri kurang dari
3 (tiga) tahun;
7. Memiliki kemampuan pada klasifikasi/sub klasifikasi pekerjaan yang
sesuai/sejenis untuk badan usaha non kecil;
8. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta
personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan;

88

9. menyampaikan/mengisi daftar perolehan pekerjaan yang sedang


dikerjakan;
10. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank
pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan pekerjaan konstruksi
paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS. Dalam
hal kemitraan yang menyampaikan surat dukungan keuangan hanya
lead firm;
11. untuk usaha non-kecil (paket di atas Rp 2.500.000.000,00) memiliki
Kemampuan Dasar (KD) pada sub klasifikasi pekerjaan yang sejenis/
kompleksitas yang setara, dengan ketentuan :
a. KD
= 3 NPt
NPt
= Nilai pengalaman tertinggi pada sub klasifikasi
pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun
terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari
perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO;
c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;
d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub klasifikasi pekerjaan,
nilai kontrak dan status peserta pada saat menyelesaikan kontrak
sebelumnya;
e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai
pekerjaan sekarang (present value) menggunakan perhitungan
sebagai berikut:
NPs
Npo

=
=

Nilai pekerjaan sekarang


Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi
(apabila ada) saat serah terima pertama
Io
= Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan
serah terima pertama
Is
= Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi
(apabila belum ada, dapat dihitung dengan regresi
linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya)
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan
komponen terbesar dari pekerjaan;
12. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan :
a. SKP
= KP jumlah paket yang sedang dikerjakan
KP
= Kemampuan menangani paket pekerjaan
untuk usaha kecil KP = 5
untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N
N
= Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat
ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu
5 (lima) tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari
masing-masing perusahaan yang bermitra/KSO;
c. untuk paket pekerjaan non kecil perhitungan SKP dipilih yang
nilainya terbesar dari cara sesuai butir a.

89

13. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO :


a. peserta
wajib
mempunyai
perjanjian
Kerja
Sama
Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan/KSO dan
perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut;
b. evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 7, dan 9,
dan 13 dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan
kemitraan/KSO. Khusus untuk angka 8 evaluasi persyaratan
digabungkan sebagai evaluasi kemitraan/KSO, sedangkan
dukungan keuangan (angka 10) hanya atas nama
kemitraan/KSO;
B.

Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode penilaian


sistem gugur. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan
data isian peserta dalam Dokumen Isian Kualifikasi dalam hal :
1. kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan
2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.

C.

Formulir Isian Kualifikasi yang tidak dibubuhi materai tidak digugurkan,


peserta diminta untuk membubuhi materai senilai Rp.12.000,00
(dua belas ribu rupiah).

D.

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja
ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis
namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi termasuk
dapat melakukan peninjauan lapangan pada pihak-pihak/instansi terkait.

E.

Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum


pemasukan penawaran.

F.

Evaluasi kualifikasi (pascakualifikasi) sudah merupakan kompetisi, maka


data yang kurang tidak dapat dilengkapi.

90

BAB VIII
BENTUK RANCANGAN KONTRAK
CONTOH 1 PENYEDIA TUNGGAL

SURAT PERJANJIAN
Paket Pekerjaan Konstruksi:
............................................
Nomor : ........................
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah kontrak kerja
konstruksi harga satuan, yang selanjutnya disebut Kontrak dibuat dan
ditandatangani di ........................ pada hari ...................... tanggal . bulan
...................... tahun ...................... [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan
huruf], berdasarkan Surat Penetapan Pemenang No. tanggal . dan
Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No . tanggal ., antara:
Nama
: ...................... [nama PPK]
NIP
: ...................... [NIP PPK]
Jabatan
: PPK............... [sesuai SK Pengangkatan]
Berkedudukan di
: ...................... [alamat PPK]
yang bertindak untuk dan atas nama ....................... [nama satuan kerja PPK]
selanjutnya disebut PPK, dengan:
Nama
Jabatan
Berkedudukan di
Akta Notaris
Nomor
Tanggal
Notaris

: ...................... [nama wakil penyedia]


:....................... [sesuai akta notaris]
: ...................... [alamat penyedia]
:...................... [sesuai akta notaris]
:...................... [tanggal penerbitan akta]
: ...................... [nama Notaris penerbit akta]

yang bertindak untuk dan atas nama ...................... [nama Badan Usaha]
selanjutnya disebut Penyedia
Dan dengan memperhatikan :
1. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang jasa Konstruksi;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang perikatan);
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 59
Tahun 2010;
4. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun
2012 beserta petunjuk teknisnya;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor
14/PRT/M/2013 Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Dan Perumahan Rakyat Nomor 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Konstruksi.
91

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:


(a) telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan
Dokumen Pemilihan;
(b) PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam kontrak ini melalui
suatu Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan
Pekerjaan .............. sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum
Kontrak yang merupakan satu kesatuan dalam Kontrak ini selanjutnya
disebut Pekerjaan Konstruksi;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional,
personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk
melaksanakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan
menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

untuk

(e) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan
penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh
advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua
fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui
hal-hal sebagai berikut :
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna
yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup utama pekerjaan terdiri atas:
1. ................
2. ................
3. Dst.

92

Pasal 3
NILAI KONTRAK DAN PEMBAYARAN
(1) Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh
berdasarkan total harga penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp......................
(.........dalam huruf ............. rupiah).
(2) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke rekening nomor: ............. atas
nama penyedia : ...............;
[Catatan: untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan untuk
masing-masing Tahun Anggarannya]
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang
tidak terpisahkan dari Kontrak ini :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

adendum Surat Perjanjian (apabila ada);


pokok perjanjian;
surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga;
syarat-syarat khusus Kontrak;
syarat-syarat umum Kontrak;
spesifikasi khusus;
spesifikasi umum;
gambar-gambar; dan
dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.

(2) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika
terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan
ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan
dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki sebagaimana
dimaksud pada ayat (1);
Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak
yang meliputi khususnya :
a.

PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk :


1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia;
3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan
oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan Kontrak;
4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam
Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia;

93

b.

Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk :


1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam Kontrak;
2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
4) melaporkan pelaksanaan penggunaan produksi dalam negeri/TKDN
secara periodik kepada PPK;
5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal
pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
6) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat
dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan,
angkutan
ke atau dari lapangan, dan segala
pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk
pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam
Kontrak;
7) memberikan
keterangan-keterangan
yang
diperlukan
untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
8) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
9) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti menerapkan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi
lingkungan tempat kerja, serta membatasi perusakan dan gangguan
kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia.
[Catatan: Hak dan Kewajiban kontraktor disesuaikan dengan lingkup pekerjaan
yang harus dilaksanakan sesuai kontrak]

Pasal 6
MASA KONTRAK
(1) Masa kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak
tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan
berakhir;
(2) Masa pelaksanaan kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal
yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak dan penyelesaian
keseluruhan pekerjaan selama ......... (.......dalam huruf......) hari kalender;
(3) Masa pemeliharaan ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak,
dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan
tanggal penyerahan akhir pekerjaan selama ......... (.......dalam huruf......) hari
kalender.
Dengan demikian PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani
Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan
dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak,
rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi materai.

94

Untuk dan atas nama ......................


Penyedia

Untuk dan atas nama ......................


PPK

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini
untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp
6.000,- )]

untuk satuan kerja PPK maka rekatkan


materai Rp 6.000,- )]

[nama lengkap]
[jabatan]

[nama lengkap]
[jabatan]

95

CONTOH 2 PENYEDIA BERMITRA/KSO

SURAT PERJANJIAN
Paket Pekerjaan Konstruksi:
..........................
Nomor : ........................
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya adalah kontrak kerja
konstruksi harga satuan, yang selanjutnya disebut Kontrak dibuat dan
ditandatangani di ...................... pada hari ...................... tanggal . bulan
...................... tahun ...................... [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf],
berdasarkan Surat Penetapan Pemenang No. tanggal . dan Surat
Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No . tanggal ., antara :
Nama
NIP
Jabatan
Berkedudukan di

: ...................... [nama PPK]


: ...................... [NIP PPK]
: PPK............... [sesuai SK Pengangkatan]
: ...................... [alamat PPK]

yang bertindak untuk dan atas nama ....................... [nama satuan kerja PPK]
selanjutnya disebut PPK, dengan kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai
berikut :
1. ...................... [nama Penyedia 1];
2. ...................... [nama Penyedia 2];
..... dst
yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan
tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini
dan telah menunjuk ...................... [nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai
wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan
di ...................... [alamat Penyedia wakil kemitraan], berdasarkan surat Perjanjian
kemitraan/KSO No. ...................... tanggal ...................... selanjutnya disebut
Penyedia.
Dan dengan memperhatikan :
1. Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang jasa Konstruksi;
2. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang perikatan);
3. Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi. Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 59
Tahun 2010;
4. Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun
2012 beserta petunjuk teknisnya ;
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan
Rakyat Nomor : ..............

96

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA:


(a) telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan
Dokumen Pemilihan;
(b) PPK telah menunjuk Penyedia menjadi pihak dalam kontrak ini melalui
suatu Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) untuk melaksanakan
Pekerjaan .............. sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum
Kontrak yang merupakan satu kesatuan dalam Kontrak ini selanjutnya
disebut Pekerjaan Konstruksi;
(c) Penyedia telah menyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional,
personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk
melaksanakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan dalam Kontrak ini;
(d) PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan
menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

untuk

(e) PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan
penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak :
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh
advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua
fakta dan kondisi yang terkait.
Maka oleh karena itu, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui
hal-hal sebagai berikut :
Pasal 1
ISTILAH DAN UNGKAPAN
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna
yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
Pasal 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup utama pekerjaan terdiri atas :
1. ................
2. ................
Dst.
Pasal 3
NILAI KONTRAK DAN PEMBAYARAN
(1) Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh
berdasarkan total harga penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp......................
(.........dalam huruf ............. rupiah).

97

(2) Pembayaran untuk kontrak ini dilakukan ke rekening nomor : ............. atas
nama penyedia : ...............;
[Catatan: untuk kontrak tahun jamak agar dicantumkan rincian pendanaan untuk
masing-masing Tahun Anggarannya]
Pasal 4
DOKUMEN KONTRAK
(1) Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang
tidak terpisahkan dari Kontrak ini :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

adendum Surat Perjanjian [apabila ada];


pokok perjanjian;
surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga;
syarat-syarat khusus Kontrak;
syarat-syarat umum Kontrak;
spesifikasi khusus;
spesifikasi umum;
gambar-gambar; dan
dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP, BAPP.

(2) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika
terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan
ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan
dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki sebagaimana
dimaksud pada ayat (1);
Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK
Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak
yang meliputi khususnya :
a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk :
1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia;
3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh
Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan
Kontrak;
4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam
Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia;
b.

Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk :


1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
harga yang telah ditentukan dalam Kontrak;
2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK;
4) melaporkan pelaksanaan penggunaan produksi dalam negeri/TKDN
secara periodik kepada PPK;

98

5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal


pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
6) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan
penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala
pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk
pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam
Kontrak;
7) memberikan
keterangan-keterangan
yang
diperlukan
untuk
pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK;
8) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak;
9) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti menerapkan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi
lingkungan tempat kerja, serta membatasi perusakan dan gangguan
kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia.
[Catatan: Hak dan Kewajiban kontraktor disesuaikan dengan lingkup pekerjaan
yang harus dilaksanakan sesuai kontrak]

Pasal 6
MASA KONTRAK
(1) Masa kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak
tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan
berakhir;
(2) Masa pelaksanaan kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal
yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Khusus Kontrak dan penyelesaian
keseluruhan pekerjaan selama ......... (.......dalam huruf......) hari kalender;
(3) Masa pemeliharaan ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak,
dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan
tanggal penyerahan akhir pekerjaan selama ........ (.......dalam huruf......) hari
kalender.

Dengan demikian, PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani


Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan
dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan materai,
mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak,
rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi
materai..

99

Untuk dan atas nama ......................


Penyedia/Kemitraan (KSO)

Untuk dan atas nama....................


PPK

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini


untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp
6.000,- )]

[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini


untuk satuan kerja PPK maka rekatkan
materai Rp 6.000,- )]

[nama lengkap]
[jabatan]

[nama lengkap]
[jabatan]

100

BAB IX
SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK
A. Ketentuan Umum
1. Definisi

Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat


Umum Kontrak selanjutnya disebut SSUK harus
mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan
sebagai berikut :
1.1

1.2

1.3

1.4

1.5

1.6

1.7

Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan


yang
berhubungan
dengan
pelaksanaan
konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik
lainnya.
Kontrak Harga Satuan adalah kontrak pengadaan
barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan
dalam batas waktu tertentu, berdasarkan harga
satuan yang pasti dan tetap untuk setiap
satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis
tertentu, yang volume pekerjaannya masih bersifat
perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya
didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas
volume pekerjaan yang benar-benar telah
dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa.
Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA
adalah
pejabat
pemegang
kewenangan
penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/
Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang
disamakan pada Institusi Pengguna APBN/APBD.
Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya
disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh
PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan
oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.
Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya
disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung
jawab atas pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan
Konstruksi.
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah
panitia/pejabat yang ditetapkan oleh KPA yang
bertugas memeriksa dan menerima hasil
pekerjaan.
Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau
pengawas intern pada Institusi lain yang
selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang
melakukan pengawasan melalui audit, reviu,
evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan
lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi
organisasi.

101

1.8

Penyedia adalah badan usaha yang menyediakan/


melaksanakan Pekerjaan Konstruksi.

1.9

Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan


perjanjian kerja dengan penyedia penanggung
jawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian
pekerjaan (subkontrak).

1.10

Kemitraan/KSO adalah kerja sama usaha antar


penyedia baik penyedia nasional maupun
penyedia asing, yang masing-masing pihak
mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab
yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.

1.11

Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan,


adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah
dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional),
yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan
Penjaminan/
Perusahaan
Asuransi
yang
diserahkan oleh penyedia kepada PPK/Pokja ULP
untuk
menjamin
terpenuhinya
kewajiban
penyedia.

1.12

Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya


disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara
PPK dengan penyedia yang mencakup SyaratSyarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan SyaratSyarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain
yang merupakan bagian dari kontrak.

1.13 Nilai Kontrak adalah total harga pelaksanaan


pekerjaan yang tercantum dalam Kontrak.
1.14 Hari adalah hari kalender.
1.15

Direksi lapangan adalah tim pendukung yang


dibentuk/ditetapkan oleh PPK (dapat dijabat oleh
PPK atau pejabat lain dan diberitahukan secara
tertulis kepada Penyedia), terdiri dari 1 (satu)
orang atau lebih, yang ditentukan dalam syaratsyarat khusus kontrak untuk mengelola
administrasi
kontrak
dan
mengendalikan
pelaksanaan pekerjaan.

1.16 Direksi teknis adalah tim pendukung yang


ditunjuk/ditetapkan oleh PPK yang bertugas untuk
mengawasi pelaksanaan pekerjaan.
1.17 Daftar kuantitas dan Harga adalah daftar
kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah
biaya keseluruhannya yang merupakan bagian
dari penawaran.
1.18

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan


perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh PPK,
dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data
102

yang
dapat
dipertanggungjawabkan
serta
digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai
kewajaran penawaran termasuk rinciannya.
1.19

Pekerjaan Utama adalah jenis pekerjaan yang


secara langsung menunjang terwujudnya dan
berfungsinya
suatu
konstruksi
sesuai
peruntukannya yang ditetapkan sebagaimana
tercantum dalam LDP.

1.20 Mata
Pembayaran
Utama
adalah
Mata
pembayaran yang pokok dan penting yang nilai
bobot kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh
per seratus) dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung
mulai dari mata pembayaran yang nilai bobotnya
terbesar yang ditetapkan oleh Pokja ULP dalam
Dokumen Pengadaan.
1.21 Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga
satuan jenis pekerjaan tertentu per satu satuan
tertentu.
1.22 Metoda
Pelaksanaan
Pekerjaan
adalah
metode/cara kerja yang layak, realistik dan dapat
dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan
dan
diyakini
menggambarkan
penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dengan
tahap pelaksanaan yang sistimatis dari awal
sampai akhir dan dapat dipertanggung jawabkan
secara teknis berdasarkan sumber daya yang
dimiliki penawar.
1.23

Personil Inti adalah tenaga ahli atau tenaga teknis


yang akan ditempatkan secara penuh sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana
tercantum dalam penawaran serta posisinya
dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan
untuk melaksanakan pekerjaan.

1.24

Bagian Pekerjaan yang Disubkontrakkan adalah


pekerjaan spesialis atau bagian pekerjaan bukan
pekerjaan utama yang ditetapkan sebagaimana
tercantum
dalam
penawaran,
yang
pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain
dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.

1.25

SPMK adalah Surat Perintah Mulai Kerja yang


diterbitkan oleh PPK kepada penyedia barang/jasa
untuk memulai melaksanakan pekerjaan

1.26

Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya


Kontrak
ini
terhitung
sejak
tanggal
penandatanganan kontrak sampai dengan masa

103

pemeliharaan berakhir.
1.27

Masa Pelaksanaan (jangka waktu pelaksanaan)


adalah jangka waktu untuk melaksanakan
pekerjaan dihitung berdasarkan SPMK sampai
dengan serah terima pertama pekerjaan.

1.28

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan adalah kerangka


waktu yang sudah terinci berdasarkan masa
pelaksanaan, setelah dilaksanakan pemeriksaan
lapangan bersama dan disepakati dalam rapat
persiapan pelaksanaan Kontrak.

1.29 Tanggal Mulai Kerja adalah tanggal yang


dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK) yang diterbitkan oleh PPK untuk memulai
melaksanakan pekerjaan.

2. Penerapan

1.30

Tanggal Penyelesaian Pekerjaan adalah tanggal


penyerahan pertama pekerjaan selesai (Provisional
Hand Over/PHO), dinyatakan dalam Berita Acara
penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan
oleh Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.

1.31

Masa Pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak


yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus
kontrak, dihitung sejak tanggal penyerahan
pertama pekerjaan sampai dengan tanggal
penyerahan akhir pekerjaan.

1.32

Kegagalan Konstruksi adalah adalah keadaan hasil


pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi
pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak
baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat
kesalahan pengguna atau penyedia dalam periode
pelaksanaan kontrak.

1.33

Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan,


yang setelah diserahterimakan oleh penyedia
kepada PPK dan terlebih dahulu diperiksa serta
diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan, menjadi tidak berfungsi, baik secara
keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak
sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam
kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan
dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum
sebagai akibat kesalahan Penyedia atau Pengguna
Jasa.

SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan


Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat bertentangan
dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak
yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki dalam Surat
Perjanjian.

104

3. Bahasa dan
Hukum

4. Larangan
Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme
(KKN),
Penyalahgunaan
Wewenang serta
Penipuan

3.1

Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia


kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar
negeri
menggunakan
Bahasa Indonesia dan
bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut
dan/atau bahasa Inggris.

3.2

Hukum yang digunakan adalah hukum yang


berlaku di Indonesia.

3.3

Apabila sumber dana berasal dari pinjaman/hibah


luar negeri, menggunakan hukum yang berlaku di
Indonesia atau hukum yang berlaku di negara
pemberi pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan
antara Pemerintah dan negara
pemberi
pinjaman/hibah), pilihan hukum yang digunakan
agar dicantumkan dalam Syarat-syarat Khusus
Kontrak yang selanjutnya disebut SSKK.

4.1

Berdasarkan
etika
pengadaan
pemerintah, dilarang untuk:

barang/jasa

a. menawarkan, menerima atau menjanjikan


untuk memberi atau menerima hadiah atau
imbalan berupa apa saja atau melakukan
tindakan lainnya untuk mempengaruhi
siapapun yang diketahui atau patut dapat
diduga berkaitan dengan pengadaan ini;
b. mendorong terjadinya persaingan tidak sehat;
c. membuat dan/atau menyampaikan secara
tidak benar dokumen dan/atau keterangan
lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan
pelaksanaan Kontrak ini.
4.2

Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan


(termasuk semua anggota Kemitraan/KSO apabila
berbentuk Kemitraan/KSO) dan Sub penyedianya
(jika ada) tidak pernah dan tidak akan melakukan
tindakan yang dilarang di atas.

4.3

Penyedia yang menurut penilaian PPK terbukti


melakukan larangan-larangan di atas dapat
dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh PPK
sebagai berikut:
a. Pemutusan Kontrak;
b. Jaminan
Pelaksanaan
dicairkan
dan
disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam
SSKK;
c. Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia;
dan/atau
d. Sanksi pengenaan daftar hitam.
[catatan: Sanksi pengenaan daftar

hitam,

105

diterbitkan oleh KPA atas usulan PPK.


KPA mengirimkan dokumen penetapan sanksi
daftar hitam kepada:
1) Penyedia yang dikenakan Daftar Hitam; dan
2) Kepala LKPP]

5. Asal Material/
Bahan

6. Korespondensi

4.4

Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan


oleh
PPK/KPA
kepada
Menteri/Kepala
Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi.

4.5

PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan


dikenakan
sanksi
berdasarkan
ketentuan
peraturan perundang-undangan.

5.1

Penyedia
harus
menyampaikan
asal
material/bahan yang terdiri dari rincian
komponen dalam negeri dan komponen impor.

5.2

Asal
material/bahan
merupakan
tempat
material/bahan diperoleh, antara lain tempat
material/bahan
ditambang,
tumbuh,
atau
diproduksi.

6.1

Semua korespondensi dapat berbentuk surat,


e-mail dan/atau faksimili dengan alamat tujuan
para pihak yang tercantum dalam SSKK.

6.2

Semua
pemberitahuan,
permohonan,
atau
persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat
secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan
dianggap telah diberitahukan jika telah
disampaikan secara langsung kepada wakil sah
Para Pihak dalam SSUK, atau jika disampaikan
melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan
ke alamat yang tercantum dalam SSKK.

7. Wakil Sah Para


Pihak

Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan


untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang disyaratkan
atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak
ini oleh PPK atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau
dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.

8. Pembukuan

Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan


keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar
akuntansi yang berlaku.

9. Perpajakan

Penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan Personil yang


bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua
pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan
oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini.
Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah
termasuk dalam Nilai Kontrak.

10. Pengalihan

10.1 Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian

106

dan/atau
Subkontrak

atau seluruh Kontrak ini. Pengalihan seluruh


Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal
pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat
peleburan (merger) maupun akibat lainnya.
10.2 Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan
sebagian/seluruh pekerjaan utama dalam Kontrak
ini.
10.3 Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya
diperbolehkan kepada Penyedia spesialis setelah
mendapat persetujuan tertulis dari PPK. Penyedia
tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan
yang disubkontrakkan.
10.4

Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak


diputuskan dan Penyedia dikenakan sanksi
sebagaimana diatur dalam SSKK.

11. Pengabaian

Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap


pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang
lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian
yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika
menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan
yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat
dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh Wakil
Sah Pihak yang melakukan pengabaian.

12. Penyedia Mandiri

Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab


penuh terhadap personil dan subpenyedianya (jika ada)
serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.

13. Kemitraan/ KSO

Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu


anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk
bertindak atas nama Kemitraan/KSO dalam pelaksanaan
hak dan kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak
ini.

14. Pengawasan
Pelaksanaan
Pekerjaan

14.1

Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan,


PPK jika dipandang perlu dapat mengangkat
Pengawas Pekerjaan (Direksi Pekerjaan/Direksi
Teknis) yang berasal dari personil PPK atau
konsultan
pengawas.
Pengawas
Pekerjaan
berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan
pekerjaan.

14.2 Dalam melaksanakan kewajibannya, Pengawas


Pekerjaan selalu bertindak untuk kepentingan
PPK. Jika tercantum dalam SSKK, Pengawas
Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah PPK.
15. Persetujuan Atau
Pernyataan Tidak
Berkeberatan
Dari Pengawas

15.1

Semua gambar yang digunakan melaksanakan


pekerjaan sesuai kontrak, untuk pekerjaan
permanen maupun pekerjaan sementara harus
mendapatkan
persetujuan
dari
Pengawas

107

Pekerjaan

Pekerjaan.
15.2

Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan


terlebih dahulu ada pekerjaan sementara yang
tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
di dalam kontrak maka penyedia berkewajiban
untuk menyerahkan spesifikasi dan gambar
usulan pekerjaan sementara tersebut untuk
mendapatkan pernyataan tidak berkeberatan
(no objection) untuk dilaksanakan dari Pengawas
Pekerjaan.
Pernyataan tidak berkeberatan atas rencana
pekerjaan sementara ini tidak melepaskan
penyedia dari tanggung jawabnya sesuai kontrak.

16. Perintah

Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua


perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai dengan
kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini.

17. Penemuanpenemuan

Penyedia wajib memberitahukan kepada PPK dan kepada


pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang
yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan
di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan perundangundangan dikuasai oleh negara.

18. Akses ke Lokasi


Kerja

18.1

Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses


PPK, Wakil Sah PPK, Pengawas Pekerjaan dan/atau
pihak yang mendapat izin dari PPK ke lokasi kerja
dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini sedang
atau akan dilaksanakan.

18.2 Penyedia harus dianggap telah menerima


kelayakan dan ketersediaan jalur akses menuju
lapangan. Penyedia harus berupaya menjaga
setiap jalan atau jembatan dari kerusakan akibat
penggunaan/lalu lintas penyedia atau akibat
personil penyedia. Kecuali ditentukan lain maka:
a. Penyedia harus bertanggung jawab atas
pemeliharaan yang mungkin diperlukan akibat
pengunaan jalur akses.
b. Penyedia harus menyediakan rambu atau
petunjuk
sepanjang jalur
akses,
dan
mendapatkan perizinan yang mungkin
disyaratkan oleh otoritas terkait untuk
penggunaan jalur, rambu, dan petunjuk.
c. Biaya karena ketidak layakan atau tidak
tersedianya jalur akses untuk digunakan oleh
penyedia, harus ditanggung penyedia.
d. PPK tidak bertanggung jawab atas klaim yang
mungkin timbul akibat penggunaan jalur

108

akses.
18.3

PPK tidak bertanggung jawab atas klaim yang


mungkin timbul selain penggunaan jalur akses
tersebut.

B. Pelaksanaan, Penyelesaian, Adendum dan Pemutusan Kontrak


19. Masa
Pelaksanaan
(Jangka Waktu
Pelaksanaan)
Pekerjaan

19.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal


penandatanganan Surat Perjanjian oleh Para Pihak
atau yang ditetapkan dalam SSKK.
19.2

Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu


yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus
kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja yang
tercantum dalam SPMK.

19.3

Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai


dengan masa pelaksanaan yang ditentukan dalam
SSKK.

19.4 Apabila penyedia berpendapat tidak dapat


menyelesaikan pekerjaan sesuai masa pelaksanaan
karena keadaan diluar pengendaliannya yang
dapat dibuktikan demikian, dan penyedia telah
melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, dengan
disertai bukti-bukti yang dapat disetujui PPK,
maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali
pelaksanaan tugas penyedia dengan membuat
adendum kontrak.
19.5

Jadwal pelaksanaan pekerjaan disepakati bersama


dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak,
jadwal pelaksanaan pekerjaan tidak boleh
melebihi dari masa pelaksanaan.

B.1 Pelaksanaan Pekerjaan


20. Penyerahan
Lokasi Kerja

20.1

PPK berkewajiban untuk menyerahkan lokasi kerja


sesuai dengan kebutuhan penyedia yang
tercantum dalam rencana kerja yang telah
disepakati oleh para pihak untuk melaksanakan
pekerjaan tanpa ada hambatan kepada penyedia
sebelum SPMK diterbitkan. Penyerahan dilakukan
setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan
lapangan bersama. Hasil pemeriksaan dan
penyerahan dituangkan dalam berita acara
penyerahan lokasi kerja.

20.2 Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama


ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan
perubahan isi Kontrak maka perubahan tersebut
harus dituangkan dalam adendum Kontrak.
20.3

Jika PPK tidak dapat menyerahkan lokasi kerja


sesuai kebutuhan penyedia yang tercantum dalam

109

rencana kerja (sesuai angka 20.1) untuk


melaksanakan pekerjaan dan terbukti merupakan
suatu hambatan, maka kondisi ini ditetapkan
sebagai Peristiwa Kompensasi.
21. Surat Perintah
Mulai Kerja
(SPMK)

21.1 PPK menerbitkan SPMK selambat-lambatnya


14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan kontrak.
21.2 Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat
dimulainya pelaksanaan kontrak oleh penyedia.

22. Program Mutu

22.1 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan


program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan
kontrak untuk disetujui oleh PPK.
22.2 Program mutu disusun paling sedikit berisi:
a. informasi mengenai pekerjaan yang akan
dilaksanakan;
b. organisasi kerja penyedia;
c. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d. prosedur pelaksanaan pekerjaan;
e. prosedur instruksi kerja; dan
f. pelaksana kerja.
22.3 Program mutu dapat direvisi sesuai dengan
kondisi lokasi pekerjaan.
22.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan
program mutu jika terjadi adendum Kontrak dan
Peristiwa Kompensasi.

23. Rencana
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Konstruksi
(RK3K)

22.5

Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan


perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan
dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan,
termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan.
Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan
persetujuan PPK.

22.6

Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak


mengubah kewajiban kontraktual penyedia.

23.1

Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan RK3K


pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk
disetujui oleh PPK.

23.2 RK3K disusun paling sedikit berisi:


a.
b.
c.
d.

Kebijakan K3 Proyek;
Organisasi K3;
Perencanaan K3;
Pengendalian dan Program K3;

110

e. Pemeriksaan dan Evaluasi Kinerja K3;


f. Tinjauan Ulang Kinerja K3.
23.3

RK3K dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi


pekerjaan.

23.4 Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan


RK3K jika terjadi addendum kontrak dan peristiwa
kompensasi.
23.5 Pemutakhiran
RK3K
persetujuan PPK.
23.6
24. Rapat Persiapan
Pelaksanaan
Kontrak

harus

mendapatkan

Persetujuan PPK terhadap RK3K tidak mengubah


kewajiban kontraktual penyedia.

24.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak


diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan
pekerjaan, PPK bersama dengan penyedia, unsur
perencanaan, dan unsur pengawasan, harus
sudah
menyelenggarakan
rapat
persiapan
pelaksanaan kontrak.
24.2

Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam


rapat persiapan pelaksanaan kontrak meliputi :
a. program mutu;
b. rencana K3 Kontrak;
c. organisasi kerja;
d. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
e. jadwal pelaksanaan pekerjaan, yang diikuti
uraian
tentang
metode
kerja
yang
memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan
Kerja;
f. jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi
peralatan dan personil;
g. penyusunan
rencana
dan
pemeriksaan lokasi pekerjaan.

25. Mobilisasi

pelaksanaan

25.1 Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai


dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
sejak diterbitkan SPMK.
25.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup
pekerjaan, yaitu :
a. mendatangkan peralatan-peralatan terkait
yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan;
b. mempersiapkan fasilitas seperti kantor, rumah,
gedung laboratorium, bengkel, gudang, dan
sebagainya; dan/atau

111

c. mendatangkan personil-personil.
25.3
26. Pemeriksaan
Bersama

Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan


secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.

26.1 Pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK


bersama-sama dengan penyedia melakukan
pemeriksaan lokasi pekerjaan dengan melakukan
pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lokasi
pekerjaan untuk setiap rencana mata pembayaran
(Mutual Check 0%).
26.2 Untuk pemeriksaan bersama ini, KPA dapat
membentuk Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak
atas usul PPK.
26.3

Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam


Berita Acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama
mengakibatkan perubahan isi Kontrak, maka
harus dituangkan dalam adendum Kontrak (Berita
Acara Mutual Check 0%).

26.4 Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa


Personil dan/atau Peralatan ternyata belum
memenuhi persyaratan Kontrak maka penyedia
tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat
Personil dan/atau Peralatan yang belum
memenuhi syarat harus segera diganti dalam
jangka waktu yang disepakati bersama.
27. Penggunaan
Produksi Dalam
Negeri

27.1 Penggunaan produk dalam negeri dilakukan


sesuai besaran komponen dalam negeri pada
setiap Barang/Jasa yang ditunjukkan dengan nilai
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada
saat penawaran.
27.2 Penyedia wajib membuat laporan penggunaan
produksi dalam negeri secara periodik.
27.3

Apabila di dalam penggunaan produksi dalam


negeri berbeda dengan yang ditunjukkan dengan
nilai TKDN pada saat penawaran akan dikenakan
sanksi sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun
2010 yang terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk
teknisnya, dan ditetapkan dalam SSKK.

B.2 Pengendalian Waktu


28. Waktu
Penyelesaian
Pekerjaan

28.1

Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, penyedia


berkewajiban untuk memulai pelaksanaan
pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja, dan
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program
mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambat-

112

lambatnya pada Tanggal


ditetapkan dalam SPMK.

Penyelesaian

yang

28.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal


Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau
Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau
kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan
denda.
28.3 Jika
keterlambatan
tersebut
semata-mata
disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK
dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi.
Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika
Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak
untuk diperpanjang.
28.4
29. Perpanjangan
Waktu

Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal


ini adalah tanggal penyelesaian seluruh pekerjaan.

29.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga


penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal
Penyelesaian maka penyedia berhak untuk
meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian
berdasarkan data penunjang. PPK berdasarkan
pertimbangan
Pengawas
Pekerjaan
memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan
secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian
harus dilakukan melalui Adendum Kontrak.
29.2 PPK
berdasarkan
pertimbangan
Pengawas
Pekerjaan harus telah menetapkan ada tidaknya
perpanjangan dan untuk berapa lama, dalam
jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari setelah
penyedia meminta perpanjangan. Jika penyedia
lalai untuk memberikan peringatan dini atas
keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama
untuk
mencegah
keterlambatan
sesegera
mungkin, maka keterlambatan seperti ini tidak
dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang
Tanggal Penyelesaian.

30. Penundaan oleh


Pengawas
Pekerjaan

Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis


penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap
perintah penundaan ini harus segera ditembuskan
kepada PPK.

31. Rapat
Pemantauan

31.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat


menyelenggarakan rapat pemantauan, dan
meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat
tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan
untuk membahas perkembangan pekerjaan dan
perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk
menindaklanjuti peringatan dini.
31.2 Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh
113

Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan


rekamannya diserahkan kepada PPK dan pihakpihak yang menghadiri rapat.
31.3 Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu
diputuskan,
Pengawas
Pekerjaan
dapat
memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat
melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak
yang menghadiri rapat.
32. Peringatan Dini

32.1 Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan


sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas peristiwa
atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi
mutu pekerjaan, menaikkan Nilai Kontrak atau
menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas
Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk
menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak
peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap
Nilai Kontrak dan Tanggal Penyelesaian.
Pernyataan perkiraan ini harus sesegera mungkin
disampaikan oleh penyedia.
32.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama
dengan Pengawas Pekerjaan untuk mencegah atau
mengurangi dampak peristiwa atau kondisi
tersebut.

B.3 Penyelesaian Kontrak


33. Serah Terima
Pekerjaan

33.1 Setelah
pekerjaan
selesai
100%
(seratus
perseratus), penyedia mengajukan permintaan
secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan
pekerjaan.
33.2 Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK
menugaskan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.
Apabila memerlukan keahlian teknis khusus dapat
dibantu oleh tim/tenaga ahli untuk membantu
pelaksanaan tugas Panitia Penerima Hasil
Pekerjaan.
33.3 Panitia Penerima Hasil Pekerjaan melakukan
penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah
diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat
kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil
pekerjaan,
penyedia
wajib
memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah
PPK.
33.4 PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan
setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan Kontrak sejak tanggal
berita acara penyerahan pekerjaan dan telah
diterima oleh Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.

114

33.5

Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan


puluh lima perseratus) dari nilai kontrak,
sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan
retensi selama masa pemeliharaan, atau
pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus
perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia harus
menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5%
(lima perseratus) dari nilai kontrak.

33.6

Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama


masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti
pada saat penyerahan pertama pekerjaan.

33.7

Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia


mengajukan permintaan secara tertulis kepada
PPK untuk penyerahan akhir pekerjaan.

33.8 PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan


setelah
penyedia
melaksanakan
semua
kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan
baik. PPK wajib melakukan pembayaran sisa nilai
kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan
Jaminan Pemeliharaan.
33.9

Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban


pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka PPK
berhak menggunakan uang retensi untuk
membiayai
perbaikan/pemeliharaan
atau
mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

33.10 Serah terima pekerjaan dapat dilakukan perbagian


pekerjaan (secara parsial) yang ketentuannya
ditetapkan dalam SSKK.
33.11 Dalam hal dilakukan serah terima pekerjaan
secara parsial, maka cara pembayaran dan
kewajiban pemeliharaan tersebut di atas
disesuaikan.
33.12 Kewajiban pemeliharaan diperhitungkan setelah
penyerahan
bagian
pekerjaan
tersebut
dilaksanakan pertama kali.
33.13 Umur konstruksi bangunan hasil dari pelaksanaan
pekerjaan ditetapkan dalam SSKK.
34. Pengambilalihan

PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan


dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat
keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan.

35. Pedoman
Pengoperasian
dan Perawatan/
Pemeliharaan

35.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk


kepada PPK tentang pedoman pengoperasian dan
perawatan/pemeliharaan sesuai dengan SSKK.
35.2 Apabila penyedia tidak memberikan pedoman
pengoperasian dan perawatan/pemeliharaan, PPK

115

berhak menahan uang retensi atau Jaminan


Pemeliharaan.
B.4 Adendum
36. Perubahan
Kontrak

36.1

Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum


kontrak.

36.2

Perubahan Kontrak dapat dilaksanakan apabila


disetujui oleh para pihak, meliputi:
a. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu
hal yang dilakukan oleh para pihak dalam
kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan
dalam kontrak;
b. perubahan harga kontrak akibat
perubahan pekerjaan dan/atau
perubahan pelaksanaan pekerjaan.

adanya
karena

c. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan


akibat adanya perubahan pekerjaan
d. Perubahan harga kontrak akibat adanya
penyesuaian harga (eskalasi/de-eskalasi).
36.3 Untuk kepentingan perubahan kontrak, PPK
menugaskan Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
37. Perubahan
Lingkup
Pekerjaan

37.1

Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara


kondisi lokasi pekerjaan pada saat pelaksanaan
dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan
dalam Dokumen Kontrak, maka PPK bersama
penyedia dapat melakukan perubahan kontrak
yang meliputi antara lain:
a. menambah
atau
mengurangi
volume
pekerjaan yang tercantum dalam kontrak;
b. menambah atau mengurangi jenis pekerjaan;
c. mengubah spesifikasi teknis dan gambar
pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi
pekerjaan; dan/atau
d. melaksanakan pekerjaan tambah yang belum
tercantum dalam kontrak yang diperlukan
untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai
lingkup kontrak awal.

37.2 Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan


tersedianya anggaran dan paling tinggi 10%
(sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal.
37.3

Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh PPK


secara tertulis kepada penyedia kemudian
dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga
dengan tetap mengacu pada ketentuan yang

116

tercantum dalam kontrak awal.


37.4

38. Perubahan
Kuantitas dan
Harga

39. Perubahan
Jadwal
Pelaksanaan
Pekerjaan

Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita


Acara sebagai dasar penyusunan adendum
kontrak.

38.1 Harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga


digunakan untuk membayar prestasi pekerjaan.
38.2

Apabila kuantitas mata pembayaran utama yang


akan dilaksanakan berubah lebih dari 10%
(sepuluh perseratus) dari kuantitas awal, maka
pembayaran
volume
selanjutnya
dengan
menggunakan harga satuan yang disesuaikan
dengan negosiasi.

38.3

Apabila dari hasil evaluasi penawaran terdapat


harga satuan timpang, maka harga satuan
timpang tersebut hanya berlaku untuk kuantitas
pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen
Pengadaan. Untuk kuantitas pekerjaan tambahan
digunakan harga satuan berdasarkan hasil
negosiasi.
Apabila ada daftar item pekerjaan yang masuk
kategori
harga
satuan
timpang,
maka
dicantumkan dalam lampiran A SSKK.

38.4

Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka


penyedia jasa harus menyerahkan rincian harga
satuannya kepada PPK. Penentuan harga satuan
mata pembayaran baru dilakukan dengan
negosiasi.

39.1

Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan


oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar
untuk hal-hal sebagai berikut :
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan disain;
c. keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;
d. masalah yang timbul di luar kendali penyedia;
dan/atau
e. keadaan kahar.

39.2

Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang


sekurang-kurangnya
sama
dengan
waktu
terhentinya kontrak akibat keadaan kahar atau
waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan pada 39.1.

39.3 PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu


pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan
penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan

117

oleh penyedia.
39.4 PPK
dapat
menugaskan
Panitia
Peneliti
Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan
usulan perpanjangan waktu pelaksanaan.
39.5 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan
dituangkan dalam adendum kontrak.
40. Penyesuaian
Harga
(Eskalasi/Deeskalasi)

40.1 Ketentuan penggunaan rumusan Penyesuaian


Harga (Price Adjustment) adalah sebagai berikut:
a) Harga yang tercantum dalam kontrak dapat
berubah akibat adanya penyesuaian harga
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
b) Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak
Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih
dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan
mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak
pelaksanaan pekerjaan.
c) Penyesuaian harga berlaku bagi seluruh
kegiatan/mata pembayaran, kecuali mata
pembayaran Lump Sum serta pekerjaan
dengan Harga Satuan timpang.
d) Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi
seluruh komponen harga satuan (upah, bahan,
peralatan, dan bahan bakar), tidak termasuk
komponen keuntungan dan biaya operasional
sebagaimana tercantum dalam penawaran.
e) Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai
dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum
dalam kontrak awal/adendum kontrak.
f) Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen
pekerjaan yang berasal dari luar negeri,
menggunakan indeks penyesuaian harga dari
negara asal barang tersebut.
g) Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan
baru sebagai akibat adanya adendum kontrak
dapat diberikan penyesuaian harga mulai
bulan ke-13 (tiga belas) sejak adendum
kontrak tersebut ditandatangani.
h) Jenis
pekerjaan
yang
terlambat
pelaksanaannya disebabkan oleh kesalahan
Penyedia diberlakukan penyesuaian harga
berdasarkan indeks harga terendah antara
indeks harga jadwal awal dengan indeks harga
jadwal pelaksanaan pekerjaan.
i) Jenis
pekerjaan
yang
lebih
cepat
pelaksanaannya diberlakukan penyesuaian

118

harga berdasarkan indeks harga pada saat


pelaksanaan.
40.2 Ketentuan lebih lanjut sebagaimana diatur dalam
SSKK.
B.5 Keadaan Kahar
41. Keadaan Kahar

41.1 suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para


pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya,
sehingga kewajiban yang ditentukan dalam
Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.
41.2 Yang digolongkan Keadaan Kahar meliputi :
a. bencana alam;
b. bencana non alam;
c. bencana sosial;
d. pemogokan;
e. kebakaran; dan/atau
f. gangguan industri lainnya sebagaimana
dinyatakan melalui keputusan bersama
Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.
41.3

Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka penyedia


memberitahukan kepada PPK paling lambat
14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan
Kahar, dengan menyertakan pernyataan Keadaan
Kahar dari pejabat yang berwenang.

41.4

Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak


untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa
Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurangkurangnya
sama
dengan
jangka
waktu
terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar.

41.5 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat


Keadaan Kahar yang dilaporkan paling lambat
14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan
Kahar, tidak dikenakan sanksi.
41.6

Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini


akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar
berakhir dengan ketentuan, Penyedia berhak
untuk menerima pembayaran sesuai dengan
prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan
yang telah dicapai. Jika selama masa Keadaan
Kahar PPK memerintahkan secara tertulis kepada
Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat
mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima
pembayaran sebagaimana ditentukan dalam
Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang

119

wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk


bekerja dalam situasi demikian. Penggantian biaya
ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak.
B.6 Penghentian dan Pemutusan Kontrak
42. Penghentian dan
Pemutusan
Kontrak

42.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena


pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan
Kahar.
42.2

Dalam hal kontrak dihentikan, maka PPK wajib


membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi
pekerjaan yang telah dicapai, termasuk:
a. biaya langsung pengadaan Bahan dan
Perlengkapan untuk pekerjaan ini. Bahan dan
Perlengkapan ini harus diserahkan oleh
Penyedia kepada PPK, dan selanjutnya menjadi
hak milik PPK;
b. biaya
langsung
pembongkaran
dan
demobilisasi Hasil Pekerjaan Sementara dan
Peralatan;
c. biaya langsung demobilisasi Personil.

42.3

Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak


penyedia atau pihak PPK.

42.4

Mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab


Undang-Undang Hukum Perdata, pemutusan
Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat
dilakukan apabila :
a. penyedia
lalai/cidera
janji
dalam
melaksanakan
kewajibannya
dan
tidak
memperbaiki kelalaiannya dalam jangka
waktu yang telah ditetapkan;
b. penyedia
tanpa
persetujuan
Pengawas
Pekerjaan,
tidak
memulai
pelaksanaan
pekerjaan;
c. penyedia menghentikan pekerjaan selama 28
(dua puluh delapan) hari dan penghentian ini
tidak tercantum dalam program mutu serta
tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan;
d. penyedia berada dalam keadaan pailit;
e. penyedia selama Masa Kontrak gagal
memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu
yang ditetapkan oleh PPK;
f. penyedia tidak mempertahankan keberlakuan
Jaminan Pelaksanaan;

120

g. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan


akibat kesalahan penyedia sudah melampaui
5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak dan
PPK menilai bahwa Penyedia tidak akan
sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan;
h. Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia
untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan
pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik
selama 28 (dua puluh delapan) hari;
i. PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran
tagihan angsuran sesuai dengan yang
disepakati sebagaimana tercantum dalam
SSKK;
j. penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan
dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan
yang
diputuskan
oleh
instansi
yang
berwenang; dan/atau
k. pengaduan tentang penyimpangan prosedur,
dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan
sehat
dalam
pelaksanaan
pengadaan
dinyatakan benar oleh instansi yang
berwenang.
42.5 Dalam hal pemutusan Kontrak pada masa
pelaksanaan
dilakukan
karena
kesalahan
penyedia, maka:
a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan;
b. Sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia
atau Jaminan Uang Muka dicairkan;
c. Penyedia
membayar
denda
(apabila
pelaksanaan pekerjaannya terlambat); dan
d. Penyedia dimasukkan ke dalam Daftar Hitam.
42.6 Dalam hal pemutusan Kontrak pada masa
pemeliharaan dilakukan karena kesalahan
penyedia, maka:
a. Jaminan
Pemeliharaan
dicairkan untuk
membiayai perbaikan/pemeliharaan; dan
b. Penyedia dimasukkan ke dalam Daftar Hitam.
42.7

Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena


PPK terlibat penyimpangan prosedur, melakukan
KKN dan/atau pelanggaran persaingan usaha di
dalam pelaksanaan pengadaan yang sudah
diputuskan oleh instansi berwenang, maka PPK
dikenakan
sanksi
berdasarkan
peraturan
perundang-undangan.

121

43. Keterlambatan
Pelaksanaan
Pekerjaan dan
Kontrak Kritis

43.1 Apabila
penyedia
terlambat
melaksanakan
pekerjaan sesuai jadwal, maka PPK harus
memberikan peringatan secara tertulis atau
dikenakan ketentuan tentang kontrak kritis.
43.2 Kontrak dinyatakan kritis apabila:
a. Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0%
70% dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan
terlambat lebih besar 10% dari rencana;
b. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan
70% - 100% dari kontrak), realisasi fisik
pelaksanaan terlambat lebih besar 5% dari
rencana;
c. Rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari
kontrak, realisasi fisik pelaksanaan terlambat
kurang dari 5% dari rencana dan akan
melampaui tahun anggaran berjalan.
43.3 Penanganan kontrak kritis.
a. Dalam hal keterlambatan pada 43.1 dan
penanganan kontrak pada 43.2, penanganan
kontrak kritis dilakukan dengan Rapat
pembuktian (show cause meeting/SCM)
1) Pada saat kontrak dinyatakan kritis direksi
pekerjaan menerbitkan surat peringatan
kepada
penyedia
dan
selanjutnya
menyelenggarakan SCM.
2) Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi
teknis dan penyedia membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai oleh penyedia dalam
periode waktu tertentu (uji coba pertama)
yang dituangkan dalam berita acara SCM
tingkat Tahap I
3) Apabila penyedia gagal pada uji coba
pertama, maka harus diselenggarakan
SCM Tahap II yang membahas dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai oleh penyedia dalam
periode waktu tertentu (uji coba kedua)
yang dituangkan dalam berita acara SCM
Tahap II
4) Apabila penyedia gagal pada uji coba
kedua, maka harus diselenggarakan SCM
Tahap
III
yang
membahas
dan
menyepakati besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai oleh penyedia dalam
periode waktu tertentu (uji coba ketiga)
122

yang dituangkan dalam berita acara SCM.


Tahap III
5) Pada setiap uji coba yang gagal, PPK harus
menerbitkan surat peringatan kepada
penyedia atas keterlambatan realisasi fisik
pelaksanaan pekerjaan.
b. Dalam hal terjadi keterlambatan dan akan
melampaui tahun anggaran berjalan akibat
kesalahan Penyedia Pekerjaan Konstruksi,
sebelum dilakukan pemutusan kontrak
Penyedia Pekerjaan Konstruksi dapat diberi
kesempatan menyelesaikan pekerjaan sampai
dengan 50 (lima puluh) hari kalender sejak
masa berakhirnya pelaksanaan pekerjaan
dengan diberlakukan denda sebesar 1/1000
(satu perseribu) dari nilai Kontrak atau nilai
bagian Kontrak apabila ditetapkan serah
terima pekerjaan secara parsial untuk setiap
hari
keterlambatan.
Kesempatan
menyelesaikan pekerjaan selama 50 (lima
puluh) hari tersebut dapat melampaui tahun
anggaran berjalan.
c. Dalam hal penyelesaian pekerjaan akibat
keterlambatan melampaui tahun anggaran
berjalan,
diterbitkan
adendum
untuk
mencantumkan sumber dana tahun anggaran
berikutnya atas sisa pekerjaan yang akan
diselesaikan dan memperpanjang masa berlaku
jaminan pelaksanaan.
d. Dalam hal keterlambatan pada 42.2 a atau
42.2 b, setelah dilakukan penanganan kontrak
kritis sesuai 42.3 a, PPK dapat langsung
memutuskan kontrak secara sepihak dengan
mengesampingkan Pasal 1266 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
PPK dapat memutuskan
sepihak, apabila:

Kontrak

secara

1) kebutuhan barang/jasa tidak dapat


ditunda melebihi batas berakhirnya
kontrak;
2) berdasarkan penelitian PPK, Penyedia
Barang/Jasa
tidak
akan
mampu
menyelesaikan keseluruhan pekerjaan
walaupun diberikan kesempatan sampai
dengan 50 (lima puluh) hari kalender
sejak masa berakhirnya pelaksanaan
pekerjaan
untuk
menyelesaikan

123

pekerjaan; dan/atau
3) setelah
diberikan
kesempatan
menyelesaikan pekerjaan sampai dengan
50 (lima puluh) hari kalender sejak masa
berakhirnya
pelaksanaan
pekerjaan,
Penyedia
Barang/Jasa
tidak
dapat
menyelesaikan pekerjaan.
44. Peninggalan

Semua Bahan, Perlengkapan, Peralatan, Hasil Pekerjaan


Sementara yang masih berada di lokasi kerja setelah
pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan
penyedia, dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh PPK
tanpa kewajiban perawatan/pemeliharaan. Pengambilan
kembali semua peninggalan tersebut oleh penyedia
hanya dapat dilakukan setelah mempertimbangkan
kepentingan PPK.

C. Hak dan Kewajiban Para Pihak


45. Hak dan
Kewajiban Para
Pihak

Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang


harus dilaksanakan oleh PPK dan penyedia dalam
melaksanakan kontrak, meliputi :
45.1 Hak dan kewajiban PPK :
a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang
dilaksanakan oleh penyedia;
b. meminta laporan-laporan secara periodik
mengenai pelaksanaan
pekerjaan
yang
dilakukan oleh penyedia;
c. membayar pekerjaan sesuai dengan harga
yang tercantum dalam kontrak yang telah
ditetapkan kepada penyedia; dan
d. memberikan fasilitas berupa sarana dan
prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
sesuai ketentuan kontrak.
45.2 Hak dan kewajiban penyedia :
a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan harga yang telah
ditentukan dalam kontrak;
b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk
sarana dan prasarana dari PPK untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai
ketentuan kontrak;
c. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara

124

periodik kepada PPK;


d. melaporkan
pelaksanaan
penggunaan
produksi dalam negeri/TKDN secara periodik
kepada PPK;
e. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan
sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan
yang telah ditetapkan dalam kontrak;
f. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan
secara cermat, akurat dan penuh tanggung
jawab dengan menyediakan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau
dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen
maupun sementara yang diperlukan untuk
pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan
pekerjaan yang dirinci dalam kontrak;
g. memberikan
keterangan-keterangan
yang
diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan
yang dilakukan PPK;
h. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan
jadwal penyerahan pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam kontrak; dan
i. mengambil langkah-langkah yang memadai
dalam rangka memberi perlindungan kepada
setiap orang yang berada di tempat kerja
maupun masyarakat dan lingkungan sekitar
yang berhubungan dengan pemindahan bahan
baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi
dan proses produksi.

[Catatan: Hak dan Kewajiban kontraktor


disesuaikan dengan lingkup pekerjaan yang harus
dilaksanakan sesuai kontrak]
46. Penggunaan
DokumenDokumen
Kontrak dan
Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan


menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen
lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk
kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis
dan/atau gambar-gambar, kecuali dengan izin tertulis
dari PPK sesuai ketentuan peraturan perundangundangan.

47. Hak Kekayaan


Intelektual

Penyedia wajib melindungi PPK dari segala tuntutan atau


klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan
atau atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
oleh penyedia.

48. Penanggungan
dan Risiko

48.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi,


membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK

125

beserta instansinya terhadap semua bentuk


tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan,
kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum,
proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang
dikenakan terhadap PPK beserta instansinya
(kecuali kerugian yang mendasari tuntutan
tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat
PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari
hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai
Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan
berita acara penyerahan akhir :
a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta
benda penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan
Personil;
b. cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan
cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga;
48.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai
dengan tanggal penandatanganan berita acara
penyerahan awal, semua risiko kehilangan atau
kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan
Perlengkapan merupakan risiko penyedia, kecuali
kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh
kesalahan atau kelalaian PPK.
48.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh
penyedia
tidak
membatasi
kewajiban
penanggungan dalam Pasal ini.
48.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil
Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil
Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas
akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau
diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya
sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut
terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia.
49. Perlindungan
Tenaga Kerja

49.1 Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas


biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personilnya
pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan.
49.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan
memerintahkan Personilnya untuk mematuhi
peraturan keselamatan kerja. Pada waktu
pelaksanaan
pekerjaan,
penyedia
beserta
Personilnya dianggap telah membaca dan
memahami peraturan keselamatan kerja tersebut.
49.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk

126

menyediakan kepada setiap Personilnya (termasuk


Personil Subpenyedia, jika ada) perlengkapan
keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.
49.4 Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk
melaporkan kecelakaan berdasarkan hukum yang
berlaku, penyedia wajib melaporkan kepada PPK
mengenai setiap kecelakaan yang timbul
sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini
dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah
kejadian.
50. Pemeliharaan
Lingkungan

51. Asuransi

Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi lingkungan
baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan
membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga
dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan
Kontrak ini.
51.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK
sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan
untuk :
a. semua barang dan peralatan yang mempunyai
risiko
tinggi
terjadinya
kecelakaan,
pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk
pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko
terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan,
serta risiko lain yang tidak dapat diduga;
b. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di
tempat kerjanya; dan
c. perlindungan terhadap kegagalan bangunan.
51.2 Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam
penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak.

52. Tindakan
Penyedia yang
Mensyaratkan
Persetujuan PPK
atau Pengawas
Pekerjaan

52.1

Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih


dahulu persetujuan tertulis PPK sebelum
melakukan tindakan-tindakan berikut:
a. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan dalam
Lampiran A SSKK;
b. menunjuk Personil Inti yang namanya tidak
tercantum dalam Lampiran A SSKK;
c. mengubah atau memutakhirkan program
mutu;
d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.

52.2

Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih


dahulu persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan
sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut:

127

a. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam


Pasal 15 SSUK;
b. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi;
c. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan;
d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.
53. Laporan Hasil
Pekerjaan

53.1 Pemeriksaan
pekerjaan
dilakukan
selama
pelaksanaan kontrak untuk menetapkan volume
pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan
guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil
pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan
kemajuan hasil pekerjaan.
53.2

Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan


pelaksanaan pekerjaan, seluruh aktivitas kegiatan
pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku
harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan
yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan
harian.

53.3 Laporan harian berisi:


a. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi
pekerjaan;
b. penempatan tenaga kerja untuk tiap macam
tugasnya;
c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
d. jenis
dan
kuantitas
pekerjaan
yang
dilaksanakan;
e. keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan
peristiwa alam lainnya yang berpengaruh
terhadap kelancaran pekerjaan; dan
f. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan
pelaksanaan.
53.4 Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila
diperlukan diperiksa oleh konsultan, dan disetujui
oleh wakil PPK.
53.5 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman
laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik
pekerjaan dalam periode satu minggu, serta halhal penting yang perlu ditonjolkan.
53.6

Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan


mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik
pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal
penting yang perlu ditonjolkan.

53.7

Untuk merekam kegiatan pelaksanaan pekerjaan


konstruksi, PPK dan penyedia membuat foto-foto
dokumentasi dan video pelaksanaan pekerjaan di
128

lokasi pekerjaan sesuai kebutuhan.


54. Kepemilikan
Dokumen

Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan,


dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang
dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan Kontrak ini
sepenuhnya merupakan hak milik PPK. Penyedia paling
lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak
berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen dan
piranti lunak tersebut beserta daftar rinciannya kepada
PPK. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan
tiap dokumen dan piranti lunak tersebut. Pembatasan
(jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti
lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam
SSKK.

55. Kerjasama Antara 55.1 Penyedia yang mempunyai harga Kontrak di atas
Penyedia dan Sub
Rp25.000.000.000,00 (dua puluh lima miliar
Penyedia
rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia
Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil,
yaitu dengan
mensubkontrakkan
sebagian
pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.
55.2

Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut


harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih
dahulu oleh PPK.

55.3

Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian


pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut.

55.4 Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus


mengacu kepada Kontrak serta menganut prinsip
kesetaraan.
56. Usaha Mikro,
Usaha Kecil dan
Koperasi Kecil

56.1

Apabila penyedia yang ditunjuk sebagai pelaksana


konstruksi adalah penyedia Usaha Mikro, Usaha
Kecil dan Koperasi Kecil, maka pekerjaan tersebut
harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang
ditunjuk
dan
dilarang
diserahkan
atau
disubkontrakkan kepada pihak lain.

56.2

Apabila penyedia yang ditunjuk sebagai pelaksana


konstruksi adalah penyedia bukan Usaha Mikro,
Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka:
a. penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia
Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil,
antara
lain
dengan mensubkontrakkan
sebagian pekerjaannya;
b. dalam melaksanakan kewajiban di atas
penyedia terpilih tetap bertanggungjawab
penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut;
c. bentuk

kerjasama

tersebut

hanya

untuk

129

sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan


utama; dan
d. membuat
laporan
periodik
pelaksanaan ketetapan di atas.
56.3

mengenai

Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka


penyedia dikenakan sanksi yang diatur dalam
SSKK.

57. Penyedia Lain

Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan


menggunakan lokasi kerja termasuk jalan akses bersamasama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan pihakpihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika
dipandang perlu, PPK dapat memberikan jadwal kerja
penyedia yang lain di lokasi kerja.

58. Keselamatan dan


Kesehatan Kerja

Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan dan


kesehatan semua pihak di lokasi kerja. Penyedia setiap
saat harus mengambil langkah-langkah yang patut
diambil untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para
personilnya. Penyedia harus memastikan bahwa staf
kesehatan, fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan,
dan layanan ambulance dapat disediakan setiap saat di
lapangan bagi personil penyedia termasuk subpenyedia
maupun personil PPK dan telah dibuat perencanaan yang
sesuai dengan semua persyaratan kesehatan dan
kebersihan untuk mencegah timbulnya wabah penyakit.
Penyedia harus menunjuk petugas keselamatan kerja yang
bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan dan
mencegah terjadinya kecelakaan. Petugas yang
bersangkutan
harus
memenuhi
aturan
dan
persyaratan K3. Petugas K3 dipersyaratkan berdasarkan
tingkat risiko pekerjaan: diperlukan Ahli K3 untuk
pekerjaan berisiko tinggi dan diperlukan Petugas K3
untuk pekerjaan berisiko sedang atau kecil sebagaimana
ditetapkan dalam SSKK.

59. Pembayaran
Denda

Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial


berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera
janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam
Kontrak ini. PPK mengenakan Denda dengan memotong
angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia.
Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab
kontraktual penyedia.

60. Jaminan

60.1 Penggunaan jaminan:


a. Paket
pekerjaan
sampai
dengan
Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus
juta rupiah) menggunakan surat jaminan yang
dikeluarkan oleh Bank Umum/ Perusahaan
Penjaminan/ Perusahaan Asuransi; atau
b. Paket pekerjaan di atas Rp 2.500.000.000,00
130

(dua miliar lima ratus juta rupiah)


menggunakan surat jaminan yang dikeluarkan
oleh Bank Umum.
60.2 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK
selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja
setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa
(SPPBJ)
sebelum
dilakukan
penandatanganan kontrak dengan besaran/nilai:
a. 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak; atau
b. 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga
Perkiraan Sendiri (HPS) bagi penawaran yang
lebih kecil dari 80% (delapan puluh
perseratus) HPS.
60.3

Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurangkurangnya sejak tanggal penanda-tanganan


kontrak sampai dengan serah terima pertama
pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).

60.4 Jaminan Pelaksanaan


dikembalikan setelah
pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus
perseratus) dan diganti dengan Jaminan
Pemeliharaan atau dengan menahan uang retensi
sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak;
60.5

Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam


rangka pengambilan uang muka sekurangkurangnya sama dengan besarnya uang muka;

60.6

Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara


proporsional sesuai dengan pencapaian prestasi
pekerjaan;

60.7

Masa berlakunya Jaminan Uang Muka sekurangkurangnya sejak tanggal persetujuan pemberian
uang muka sampai dengan tanggal penyerahan
pertama pekerjaan (PHO).

60.8 Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK


setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100%
(seratus perseratus).
60.9 Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan
paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah
masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima
dengan baik sesuai dengan ketentuan kontrak;
60.10 Masa
berlakunya
Jaminan
Pemeliharaan
sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima
pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal
penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand
Over/FHO);

131

D. Personil Inti dan/atau Peralatan Penyedia


61. Personil Inti
dan/atau
Peralatan

61.1

Personil inti dan/atau peralatan yang ditempatkan


harus sesuai dengan yang tercantum dalam
Dokumen Penawaran.

61.2

Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak


boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis
PPK.

61.3

Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia


dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu
kepada PPK dengan melampirkan riwayat
hidup/pengalaman kerja personil inti yang
diusulkan beserta alasan penggantian.

61.4 PPK
dapat
menilai
dan
menyetujui
penempatan/penggantian personil inti dan/atau
peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan.
61.5 Jika PPK menilai bahwa personil inti :
a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan
pekerjaan dengan baik;
b. berkelakuan tidak baik; atau
c. mengabaikan
tugasnya,

pekerjaan

yang

menjadi

maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan


pengganti dan menjamin personil inti tersebut
meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh)
hari sejak diminta oleh PPK.
61.6

Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan


perlu dilakukan, maka penyedia berkewajiban
untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi
yang setara atau lebih baik dari personil inti
dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya
tambahan apapun.

61.7 Personil inti berkewajiban untuk


menjaga
kerahasiaan pekerjaannya. Jika diperlukan oleh
PPK, Personil
inti
dapat
sewaktu-waktu
disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan
di bawah sumpah.
E.

Kewajiban PPK

132

62. Fasilitas

PPK dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan


prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang
tercantum dalam SSKK untuk kelancaran pelaksanan
pekerjaan ini.

63. Peristiwa
Kompensasi

63.1 Peristiwa Kompensasi


kepada penyedia yaitu :

yang

dapat

diberikan

a. PPK
mengubah
jadwal
yang
mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;

dapat

b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia;


c. PPK tidak memberikan gambar-gambar,
spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal
yang dibutuhkan;
d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai
jadwal dalam kontrak;
e. PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia
untuk melakukan pengujian tambahan yang
setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak
ditemukan
kerusakan/
kegagalan/
penyimpangan;
f. PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan
pekerjaan;
g. PPK memerintahkan untuk mengatasi kondisi
tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya
dan disebabkan oleh PPK;
h. ketentuan lain dalam SSKK.
63.2 Jika
Peristiwa
Kompensasi
mengakibatkan
pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan
penyelesaian pekerjaan maka PPK berkewajiban
untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan
perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
63.3 Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika
berdasarkan data penunjang dan perhitungan
kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada
PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat
Peristiwa Kompensasi.
63.4 Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan
hanya dapat diberikan jika berdasarkan data
penunjang dan perhitungan kompensasi yang
diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat
dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat
Peristiwa Kompensasi.
63.5

Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau


perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika

133

penyedia gagal atau lalai untuk memberikan


peringatan dini dalam mengantisipasi atau
mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.
F.

Pembayaran Kepada Penyedia

64. Harga Kontrak

64.1 PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan


pekerjaan dalam kontrak sebesar harga kontrak.
64.2 Harga
kontrak
telah
memperhitungkan
keuntungan, beban pajak dan biaya overhead
termasuk penyelenggaraan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dan semua pajak, bea,
retribusi, dan pungutan lain serta biaya asuransi
yang harus dibayar oleh penyedia untuk
pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi.
64.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang
tercantum dalam daftar kuantitas dan harga.

65. Pembayaran

65.1 Uang muka


a. uang muka dibayar untuk membiayai
mobilisasi peralatan, personil, pembayaran
uang
tanda
jadi
kepada
pemasok
bahan/material dan persiapan teknis lain;
b. untuk usaha kecil, uang muka dapat diberikan
paling tinggi 30% (tiga puluh perseratus) dari
nilai Kontrak Pengadaan Barang/Jasa;
c. untuk usaha non kecil, uang muka dapat
diberikan paling tinggi 20% (dua puluh
perseratus) dari nilai Kontrak Pengadaan
Barang/Jasa;
d. untuk Kontrak Tahun Jamak, uang muka dapat
diberikan:
1) 20% (dua puluh perseratus) dari Kontrak
tahun pertama; atau
2) 15% (lima belas perseratus) dari nilai
Kontrak.
e. Besaran uang muka ditentukan dalam SSKK
dan dibayar setelah penyedia menyerahkan
Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang
diterima;
f. penyedia harus mengajukan permohonan
pengambilan uang muka secara tertulis kepada
PPK disertai dengan rencana penggunaan uang
muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai
Kontrak;
g. PPK harus mengajukan surat permintaan

134

pembayaran untuk permohonan tersebut pada


huruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja
setelah Jaminan Uang Muka diterima;
h. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank
umum,
perusahaan
penjaminan,
atau
Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki
izin untuk
menjual
produk
jaminan
(suretyship) yang ditetapkan oleh Menteri
Keuangan;
i. pengembalian
uang
muka
harus
diperhitungkan
berangsur-angsur
secara
proporsional pada setiap pembayaran prestasi
pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada
saat pekerjaan mencapai prestasi 100%
(seratus perseratus).
65.2 Prestasi pekerjaan
a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang
disepakati dilakukan oleh PPK, dengan
ketentuan :
1) Penyedia telah mengajukan tagihan
disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan;
2) Pembayaran dilakukan dengan sistem
bulanan, sistem termin atau pembayaran
secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam
SSKK;
3) Pembayaran dilakukan senilai pekerjaan
yang telah terpasang, termasuk peralatan
dan/ atau bahan yang menjadi bagian
permanen dari hasil pekerjaan yang akan
diserahterimakan,
sesuai
dengan
ketentuan yang tercantum di dalam SSKK.
Peralatan dan/atau bahan yang menjadi
bagian dari hasil pekerjaan adalah:
a) Peralatan dan/atau bahan yang
merupakan bagian dari pekerjaan
utama namun belum dilakukan uji
fungsi
(commisioning) harus
memenuhi
persyaratan
sebagai
berikut:
(1) Berada
di
lokasi
pekerjaan
sebagaimana
tercantum
dalam
Kontrak dan perubahannya;
(2) Memiliki sertifikat uji mutu dari
pabrikan/produsen;
(3) Bersertifikat
garansi
dari
produsen/agen resmi yang ditunjuk

135

oleh produsen;
(4) Disetujui oleh PPK sesuai dengan
capaian fisik yang diterima;
(5) Dilarang dipindahkan dari area
lokasi
pekerjaan
dan/atau
dipindahtangankan
oleh
pihak
manapun; dan
(6) Keamanan penyimpanan dan risiko
kerusakan
sebelum
diserahterimakan
secara
satu
kesatuan
fungsi
merupakan
tanggung
jawab
Penyedia
Barang/Jasa.
b) Sertifikat uji mutu dan sertifikat
garansi tidak diperlukan dalam hal
peralatan
dan/atau
bahan
dibuat/dirakit
oleh
Penyedia
Barang/Jasa;
Besaran yang akan dibayarkan dari
material on site (berkisar antara 50%
sampai dengan 70%). Besaran nilai
pembayaran dicantumkan di dalam SSKK;
4) Pembayaran harus memperhitungkan
angsuran uang muka, peralatan dan/atau
bahan yang menjadi bagian permanen
dari
hasil
pekerjaan
yang
akan
diserahterimakan (material on site) yang
sudah dibayar sebelumnya, denda (apabila
ada), pajak dan/atau uang retensi;
5) Untuk kontrak yang mempunyai sub
kontrak, permintaan pembayaran harus
dilengkapi bukti pembayaran kepada
seluruh sub penyedia sesuai dengan
prestasi pekerjaan. Pembayaran kepada
sub penyedia dilakukan sesuai prestasi
pekerjaan yang selesai dilaksanakan oleh
sub penyedia tanpa harus menunggu
pembayaran terlebih dahulu dari PPK.
b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah
pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus)
dan Berita Acara Penyerahan Pertama
Pekerjaan diterbitkan;
c. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja
setelah pengajuan permintaan pembayaran
dari penyedia harus sudah mengajukan surat
permintaan pembayaran kepada Pejabat
Penandatangan Surat Perintah Membayar

136

(PPSPM);
d. apabila
terdapat ketidaksesuaian dalam
perhitungan angsuran, tidak akan menjadi
alasan untuk menunda pembayaran. PPK dapat
meminta penyedia untuk menyampaikan
perhitungan prestasi sementara dengan
mengesampingkan hal-hal yang sedang
menjadi perselisihan.
65.3 Denda dan ganti rugi
a. denda merupakan sanksi finansial yang
dikenakan kepada penyedia;
b. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang
dikenakan kepada PPK karena terjadinya
cidera janji/wanprestasi;
c. besarnya denda yang dikenakan kepada
penyedia atas keterlambatan penyelesaian
pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan
adalah :
1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga
bagian kontrak yang belum dikerjakan
(sebelum PPN), apabila bagian pekerjaan
yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi;
atau
2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga
kontrak (sebelum PPN), apabila bagian
pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum
berfungsi;
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK;
d. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas
keterlambatan pembayaran adalah sebesar
bunga dari nilai tagihan yang terlambat
dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang
berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank
Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi;
e. pembayaran denda dan/atau ganti rugi
diperhitungkan dalam pembayaran prestasi
pekerjaan;
f. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta
dituangkan dalam adendum kontrak;
g. pembayaran ganti rugi dan kompensasi
dilakukan oleh PPK, apabila penyedia telah
mengajukan tagihan disertai perhitungan dan
data-data.
66. Hari Kerja

66.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan


datanya disimpan oleh penyedia. Daftar
pembayaran ditandatangani oleh masing-masing

137

pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK.

67. Perhitungan
Akhir

66.2

Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada


tenaga
kerjanya
setelah
formulir
upah
ditandatangani.

66.3

Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus


dilampirkan.

67.1

Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir


dilakukan berdasarkan setelah pekerjaan selesai
100% (seratus perseratus) dan berita acara
penyerahan awal telah ditandatangani oleh kedua
belah Pihak berdasarkan Berita Acara Pekerjaan
Selesai dari Panitia Penerima Hasil Pekerjaan
(PPHP).

67.2 Sebelum
pembayaran
terakhir
dilakukan,
penyedia berkewajiban untuk menyerahkan
kepada Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan
nilai tagihan terakhir yang jatuh tempo. PPK
berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh
Pengawas
Pekerjaan
berkewajiban
untuk
menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan
angsuran terakhir selambat-lambatnya 7 (tujuh)
hari kerja terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan dokumen penunjang diterima oleh
Pengawas Pekerjaan.
68. Penangguhan

68.1 PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap


angsuran prestasi pekerjaan jika penyedia gagal
atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya,
termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai
dengan waktu yang telah ditetapkan.
68.2 PPK secara tertulis memberitahukan kepada
penyedia tentang penangguhan hak pembayaran,
disertai alasan-alasan yang jelas mengenai
penangguhan
tersebut.
Penyedia
diberi
kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka
waktu tertentu.
68.3 Pembayaran
yang
ditangguhkan
harus
disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau
kelalaian penyedia.
68.4 Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan
pembayaran akibat keterlambatan penyerahan
pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan
pengenaan denda kepada penyedia.

G. Pengawasan Mutu
69. Pengawasan dan
Pemeriksaan

PPK
berwenang
melakukan
pengawasan
dan
pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang

138

dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, PPK


dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk
melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua
pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.
70. Penilaian
Pekerjaan
Sementara oleh
PPK
71. Cacat Mutu

70.1

PPK dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat


melakukan penilaian sementara atas hasil
pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.
70.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap
mutu dan kemajuan fisik pekerjaan
PPK atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap
Hasil Pekerjaan dan memberitahukan penyedia secara
tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. PPK atau
Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia
untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu,
serta menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh PPK
atau Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat Mutu.
Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu
selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan.

72. Pengujian

Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan


penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang
tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar,
dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu
maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya
pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat
Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa
Kompensasi.

73. Perbaikan Cacat


Mutu

73.1 PPK
atau
Pengawas
Pekerjaan
akan
menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu
kepada penyedia segera setelah ditemukan Cacat
Mutu tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas
cacat mutu selama Masa Pelaksanaan dan Masa
Pemeliharaan.
73.2

Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut,


penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat
Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam
pemberitahuan.

73.3

Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu


dalam jangka waktu yang ditentukan maka PPK,
berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan,
berhak untuk secara langsung atau melalui pihak
ketiga yang ditunjuk oleh PPK melakukan
perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah
menerima permintaan penggantian biaya/klaim
dari PPK secara tertulis berkewajiban untuk
mengganti biaya perbaikan tersebut. PPK dapat
memperoleh penggantian biaya dengan memotong
pembayaran atas tagihan penyedia yang jatuh

139

tempo (jika ada) atau uang retensi atau pencairan


Surat Jaminan Pemeliharaan atau jika tidak ada
maka biaya penggantian akan diperhitungkan
sebagai utang penyedia kepada PPK yang telah
jatuh tempo.
73.4 PPK dapat mengenakan Denda Keterlambatan
untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat
Mutu, dan mengenakan sanksi daftar hitam
kepada penyedia jika tidak melaksanakan
perbaikan
Cacat
Mutu.
Besaran
denda
keterlambatan akibat cacat mutu ini ditentukan
dalam SSKK.
74. Kegagalan
Konstruksi dan
Kegagalan
Bangunan

74.1 Apabila terjadi kegagalan konstruksi pada


pelaksanaan pekerjaan, maka PPK dan/atau
penyedia bertanggung jawab atas kegagalan
konstruksi sesuai dengan kesalahan masingmasing.
74.2

Apabila terjadi kegagalan bangunan maka PPK


dan/atau penyedia terhitung sejak tanggal
penandatanganan berita acara penyerahan akhir
bertanggung jawab atas kegagalan bangunan
sesuai dengan kesalahan masing-masing selama
umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK
tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun, dan
dalam SSKK pada umur konstruksi agar
dicantumkan lama pertanggungan terhadap
kegagalan bangunan yang ditetapkan apabila
rencana umur konstruksi kurang dari 10
(sepuluh) tahun.

74.3 Penyedia
berkewajiban
untuk
melindungi,
membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK
beserta instansinya terhadap semua bentuk
tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan,
kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum,
proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang
dikenakan terhadap PPK beserta instansinya
(kecuali kerugian yang mendasari tuntutan
tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian PPK)
sehubungan dengan klaim kehilangan atau
kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit
atau kematian pihak ketiga yang timbul dari
kegagalan
konstruksi
dan/atau
kegagalan
bangunan.
74.4 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh
penyedia
tidak
membatasi
kewajiban
penanggungan penyedia dalam Pasal ini.
74.5 PPK

maupun

Penyedia

berkewajiban

untuk

140

menyimpan dan memelihara semua dokumen


yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan
ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam
SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.
H. Penyelesaian Perselisihan
75. Penyelesaian
Perselisihan

75.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya


sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai
semua perselisihan yang timbul dari atau
berhubungan
dengan
Kontrak
ini
atau
interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan
pekerjaan ini.
75.2

76. Itikad Baik

Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara


para pihak dalam Kontrak dapat dilakukan
melalui musyawarah, arbitrase, mediasi, konsiliasi
atau pengadilan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. Penyelesaian
perselisihan atau sengketa yang dipilih ditetapkan
dalam SSKK.

76.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling


percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang
terdapat dalam kontrak.
76.2

Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian


dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan
masing-masing pihak. Apabila selama kontrak,
salah satu pihak merasa dirugikan, maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk
mengatasi keadaan tersebut.

141

BAB X
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)
A. Korespondensi

Alamat Para Pihak sebagai berikut:


Satuan Kerja PPK:
Nama:
....................
Alamat:
....................
Website:
....................
E-mail:
....................
Faksimili:
....................
Penyedia:
Nama:
Alamat:
E-mail:
Faksimili:

B. Wakil Sah Para


Pihak

....................
....................
....................
....................

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:


Untuk PPK:

....................

Untuk Penyedia:

....................

C. Jenis Kontrak

Merupakan kontrak harga satuan

D. Tanggal Berlaku
Kontrak

Kontrak mulai berlaku sejak: ................. s.d. ..................


[termasuk masa pemeliharaan]

E.

Masa
Pelaksanaan

Masa Pelaksanaan selama: .................... [diisi jumlah hari


kalender] terhitung sejak tanggal mulai kerja yang
tercantum dalam SPMK.

F.

Masa
Pemeliharaan

Masa Pemeliharaan berlaku selama: .................... [diisi


jumlah hari kalender] terhitung sejak tanggal
penyerahan pertama (PHO) pekerjaan; atau
Masa Pemeliharaan berlaku selama: .................... [diisi
jumlah hari kalender] terhitung sejak tanggal
penyerahan pertama (PHO) bagian pekerjaan yang
sudah bisa berfungsi apabila ada serah terima parsial.

G. Perbaikan Cacat
Mutu

Denda keterlambatan akibat cacat mutu untuk setiap


hari keterlambatan adalah sebesar 1/1000 (satu
perseribu) dari biaya perbaikan cacat mutu. Jangka
waktu perbaikan cacat mutu sesuai dengan perkiraan
waktu yang diperlukan untuk perbaikan dan ditetapkan
oleh PPK.

142

H. Umur Konstruksi

a. Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur


konstruksi: . (.........dalam huruf...........) tahun
sejak tanggal penanda-tanganan Berita Acara
penyerahan akhir.

Catatan: ketentuan umur konstruksi ini diisi apabila


perencanaan
konstruksi
yang
ditetapkan
diperkirakan hanya dapat mencapai umur kurang
dari 10 (sepuluh) tahun.
b. Pertanggungan terhadap kegagalan bangunan
ditetapkan selama ......... (.............) tahun sejak
tanggal penyerahan akhir.
I.

Pedoman
Pengoperasian
dan Perawatan/
Pemeliharaan

Gambar As built dan/atau pedoman pengoperasian


dan perawatan/pemeliharaan harus diserahkan
selambat-lambatnya: .(......dalam huruf.........) hari
kalender/bulan/tahun setelah tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan awal.

J.

Pembayaran
Tagihan

Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan


SPP oleh PPK untuk pembayaran tagihan angsuran
adalah ...........(......dalam huruf.........) hari kalender
terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen
penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh
PPK.

K. Pencairan
Jaminan

Jaminan dicairkan dan disetorkan pada .....................


[diisi nama kantor Kas Negara]

L.

Tindakan lain oleh Penyedia yang


persetujuan PPK adalah: ....................

Tindakan
Penyedia yang
Mensyaratkan
Persetujuan PPK
atau Pengawas
Pekerjaan

memerlukan

Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan


persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah: ....................

M. Kepemilikan
Dokumen

Penyedia
diperbolehkan
menggunakan
salinan
dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari
Pekerjaan Konstruksi ini dengan pembatasan sebagai
berikut: ....................

N. Fasilitas

PPK akan memberikan fasilitas berupa :


....................

143

O. Peristiwa
Kompensasi

Termasuk peristiwa kompensasi yang dapat diberikan


ganti rugi adalah.....................

P.

Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini dibiayai


dari .................... [diisi dengan memilih APBN]

Sumber
Pembiayaan

Q. Pembayaran
Uang Muka

Uang
muka
diberikan
sebesar
(.....dalam huruf........) dari Nilai Kontrak

R. Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

Personil K3 yang dipersyaratkan:.............. [diisi Petugas


K3 untuk risiko sedang]

S.

Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara:


.......... [diisi dengan memilih Termin]

Pembayaran
Prestasi
Pekerjaan

.....%

Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk


mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan:
....................
Penentuan dan besaran pembayaran untuk item
peralatan dan/atau bahan yang menjadi bagian
permanen dari pekerjaan utama (material on site),
ditetapkan sebagai berikut:
1. ....[diisi item peralatan/bahan].... dibayar .......% dari
harga Kontrak
2. ....[diisi item peralatan/bahan].... dibayar .......% dari
harga Kontrak
3. ................... dst
[contoh peralatan: eskalator, lift, pompa air stationer, turbin,
peralatan elektromekanik; contoh bahan fabrikasi: sheet pile,
geosintetik, konduktor, tower, insulator; contoh bahan jadi:
beton pracetak]
T. Serah Terima
sebagian
pekerjaan

Dalam kontrak ini diberlakukan serah terima pekerjaan


sebagian atau secara parsial untuk bagian sebagai
berikut:
1. ...................
2. ...................
3. Dst..
[diisi bagian pekerjaan yang berfungsi dan segera
dimanfaatkan (apabila ada)]

U. Penyesuaian
Harga
(Eskalasi/Deeskalasi)

Penyesuaian harga .. [dipilih: diberikan/


tidak diberikan] dalam hal diberikan maka rumusannya
sebagai berikut:
Hn = Ho (a+b.Bn/Bo+c.Cn/Co+d.Dn/Do+.....)
Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan;

144

Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran;


a

= Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead;


Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran
komponen keuntungan dan overhead maka a = 0,15.

b, c, d= Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja, bahan,


alat kerja, dsb;
Penjumlahan a+b+c+d+....dst adalah 1,00.
Bn, Cn, Dn= Indeks harga komponen pada saat pekerjaan
dilaksanakan (mulai bulan ke-13 setelah
penandatanganan kontrak).
Bo, Co, Do= Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah
penanda-tanganan kontrak.
Rumusan tersebut diatas memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a) Penetapan koefisien bahan, tenaga kerja, alat kerja, bahan bakar, dan
sebagainya ditetapkan seperti contoh sebagai berikut:
Pekerjaan
Timbunan
Galian
Galian dengan alat
Beton
Beton bertulang

Koefisien Komponen

a.
0,15
0,15
0,15
0,15
0,15

b.
.
.
.
.
.

c.
.
.
.
.
.

d.
.
.
.
.
.

a+b+c+d
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00

b) Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS.


c) Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS,
digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis.
d) Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut:
Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+.... dst
Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan;
Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah
dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan
penyesuaian Harga Satuan;
V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan.
e) Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh PPK, apabila penyedia
telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data;
f) Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-lambatnya setiap
6 (enam) bulan.

V. Denda

1. Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan


untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000
(satu perseribu) dari ................... [total nilai kontrak
secara parsial]
2. Sanksi finansial terhadap realisasi pelaksanaan
yang tidak sesuai dengan nilai TKDN Penawaran
dikenakan berdasarkan perbedaan antara nilai
TKDN Penawaran dengan nilai TKDN realisasi
pelaksanaan dikalikan dengan Harga Penawaran,
dengan perbedaan nilai TKDN maksimal sebesar
15% (lima belas persen).

145

W. Usaha Mikro,
Usaha Kecil dan
Koperasi Kecil

Sanksi kepada penyedia apabila melanggar ketentuan


mengenai subkontrak :
a. Apabila sebagai pelaksana konstruksi, Penyedia
Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil
mensubkontrakkan
pekerjaan,
maka
akan
dikenakan denda ..
b. Apabila sebagai pelaksana konstruksi, Penyedia
bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil
yang tidak mensubkontrakkan pekerjaan, maka
akan dikenakan denda ..
c. Apabila sebagai pelaksana konstruksi, Penyedia
bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil
yang mensubkontrakkan pekerjaan utama, maka
akan dikenakan denda

X. Penyelesaian
Perselisihan
/Sengketa

Dalam hal terjadi perselisihan/sengketa diantara para


pihak, para pihak terlebih dahulu menyelesaikan
perselisihan tersebut melalui musyawarah untuk
mufakat.
Dalam hal musyawarah untuk mufakat tidak tercapai,
maka
para
pihak
sepakat
menyelesaikan
perselisihan/sengketa melalui .......... [arbitrase]

146

Lampiran A Syarat-Syarat Khusus Kontrak


Daftar Harga Satuan Timpang, Subpenyedia, Personil Inti, dan Peralatan
- Daftar jenis/item pekerjaan yang masuk kategori harga satuan timpang
[dicantumkan apabila ada]
- Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut
uraian personilnya seperti uraian detil tanggung jawab kerja, minimum kualifikasi,
dan jumlah orang bulan]
- Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama, uraian detil tanggung jawab
kerja, minimum kualifikasi, dan jumlah orang bulan]
- Peralatan khusus yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang
disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan]

147

BAB XI
SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR
Perhatian:
Pokja ULP menguraikan spesifikasi teknis dan gambar yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan yang dilelangkan sebagai bagian dari dokumen pengadaan ini.

A. Uraian Spesifikasi Teknis


Uraian spesifikasi teknis disusun berdasarkan spesifikasi teknis yang
ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai jenis pekerjaan
yang akan dilelangkan, dengan ketentuan :
1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup
kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri;
2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional (SNI);
3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan;
4. Jangka waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan;
5. Mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama
minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan;
6. Mencantumkan syarat-syarat
pelaksanaan pekerjaan;

bahan

yang

dipergunakan

dalam

7. Mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk;


8. Mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang
diinginkan;
9. Mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.
10. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi :
a. Pokja ULP harus mengidentifikasi bahaya setiap jenis bahan
bangunan konstruksi yang akan digunakan untuk pekerjaan
permanen maupun untuk pekerjaan sementara atau penunjang, dan
menetapkan spesifikasi teknis setiap jenis bahan yang boleh
digunakan;
b. Setiap jenis bahan bangunan konstruksi yang digunakan sedapat
mungkin dipilih yang paling kecil bahaya dan risikonya, dan diberi
penjelasan cara penggunaan yang benar dan selamat;
c. Setiap jenis bahan bangunan konstruksi yang tergolong sebagai
bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti cat, thinner, gas
acetylene, BBM, BBG, bahan peledak, dll, harus diberi penjelasan
bahayanya, cara pengangkutan, penyimpanan, penggunaan,
pengendalian risiko dan cara pembuangan limbahnya sesuai dengan
prosedur dan/atau peraturan perundangan yang berlaku;

148

d. Informasi tentang penanganan B3 dapat diperoleh dari Lembar Data


Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet) yang diterbitkan
oleh pabrik pembuatnya, atau dari sumber-sumber yang
berkompeten dan/ atau berwenang.
11. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan :
a. Pokja ULP harus mengidentifikasi bahaya setiap jenis alat dan
perkakas yang akan digunakan untuk pelaksanaan konstruksi,
maupun peralatan permanen kelengkapan bangunan konstruksi dan
menetapkan spesifikasi teknis setiap jenis alat yang harus digunakan
tersebut;
b. Setiap jenis alat dan perkakas yang digunakan sedapat mungkin
dipilih yang paling kecil bahaya dan risikonya serta lebih mudah
penggunaan dan perawatannya, dan diberi penjelasan singkat cara
penggunaan dan pemeliharaannya;
c. Alat dan perkakas yang digunakan harus dipastikan telah diberi
sistem perlindungan atau kelengkapan pengaman untuk mencegah
paparan (expose) bahaya secara langsung terhadap tubuh pekerja;
d. Informasi tentang jenis, cara penggunaan/ pemeliharaan/
pengamanannya alat dan perkakas dapat diperoleh dari manual
produk dari pabrik pembuatnya, ataupun dari pedoman/peraturan
pihak yang kompeten.
12. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
a. Pokja ULP dan/atau Ahli K3/Petugas K3 harus mengidentifikasi
bahaya dari setiap jenis proses atau tahapan kegiatan pekerjaan
konstruksi, dan menetapkan spesifikasi proses/kegiatan yang harus
dilakukan oleh penyedia;
b. Setiap jenis proses/kegiatan sedapat mungkin dipilih yang paling
kecil bahaya dan risikonya, dan diberi penjelasan prosedur kerja
yang lebih aman dan selamat;
c. Setiap proses/kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja,
sistem perlindungan terhadap pekerja, perlengkapan pengaman, dan
rambu-rambu peringatan dan kewajiban pekerja menggunakan alat
pelindung diri (APD) yang sesuai dengan potensi bahaya pada proses
tersebut;
d. Setiap jenis proses/kegiatan pekerjaan yang baru, atau pada keadaan
yang berbeda, harus lebih dulu dilakukan analisis bahaya dan
risikonya (Job Safety Analysis) dan harus dilakukan tindakan
pengendaliannya;
e. Setiap proses/kegiatan yang berbahaya harus melalui prosedur izin
kerja lebih dulu dari penanggung-jawab proses dan Ahli K3
Konstruksi;

149

f. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh


tenaga kerja dan/atau operator yang telah terlatih dan telah
mempunyai
kompetensi
untuk
melaksanakan
jenis
pekerjaan/tugasnya, termasuk kompetensi melaksanakan prosedur
keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai pada jenis
pekerjaan/tugasnya tersebut.
13. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode Kerja
a. Identifikasi bahaya harus dilakukan terhadap setiap metode
konstruksi/ metode pelaksanaan pekerjaan, dan persyaratan teknis
untuk mencegah terjadinya kegagalan konstruksi dan kecelakaan
kerja;
b. Metode kerja harus disusun secara logis, realistik dan dapat
dilaksanakan dengan menggunakan peralatan, perkakas, material
dan konstruksi sementara, yang sesuai dengan kondisi
lokasi/tanah/cuaca, dan dapat dikerjakan oleh pekerja dan oprator
yang terlatih;
c. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun
dan menggunakan metoda kerja dapat meliputi penggunaan alat
utama dan alat bantu, perkakas, material dan konstruksi sementara
dengan urutan kerja yang sistematis, guna mempermudah pekerja
dan operator bekerja dan dapat melindungi pekerja, alat dan
material dari bahaya dan risiko kegagalan konstruksi dan kecelakaan
kerja;
d. Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus
diidentifikasi bahayanya, diuji efektifitas pelaksanaannya dan
efisiensi biayanya. Jika semua faktor kondisi lokasi/tanah/cuaca,
alat, perkakas, material, urutan kerja dan kompetensi
pekerja/operator telah ditinjau dan dianalisis, serta dipastikan dapat
menjamin keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan
pekerja/operator, maka metode kerja dapat disetujui, setelah
dilengkapi dengan gambar dan prosedur kerja yang sistematis
dan/atau mudah dipahami oleh pekerja/operator;
e. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama yang mempunyai
potensi bahaya harus dilengkapi dengan metode kerja, yang selamat
dan aman. Misalnya untuk pekerjaan di ketinggian, mutlak harus
digunakan perancah, lantai kerja (platform), papan tepi, tangga
kerja, pagar pelindung tepi, serta alat pelindung diri (APD) yang
sesuai antara lain helm dan sabuk keselamatan agar pekerja
terlindung dari bahaya jatuh. Untuk pekerjaan saluran galian tanah
berpasir yang mudah longsor dengan kedalaman 1,5 meter atau
lebih, mutlak harus menggunakan turap dan tangga akses bagi
pekerja untuk naik/turun;
f. Setiap metoda kerja harus melalui analisis dan perhitungan yang
diperlukan berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggungjawabkan, baik dari standar yang berlaku, atau melalui penyelidikan
teknis dan analisis laboratorium maupun pendapat ahli terkait yang
independen.

150

14. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi


a. Setiap kegiatan/pekerjaan perancangan, perencanaan, perhitungan
dan gambar-gambar konstruksi, penetapan spesifikasi dan prosedur
teknis serta metode pelaksanaan/ konstruksi/kerja harus dilakukan
oleh tenaga ahli yang mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan,
baik pekerjaan arsitektur, struktur/sipil, mekanikal, elektrikal,
plumbing dan penataan lingkungan maupun interior dan jenis
pekerjaan lain yang terkait;
b. Setiap tenaga ahli tersebut pada butir a. di atas harus mempunyai
kemampuan untuk melakukan proses manajemen risiko (identifikasi
bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko) yang terkait
dengan disiplin ilmu dan pengalaman profesionalnya, dan dapat
memastikan bahwa semua potensi bahaya dan risiko yang terkait
pada bentuk rancangan, spesifikasi teknis dan metode
kerja/konstruksi tersebut telah diidentifikasi dan telah dikendalikan
pada tingkat yang dapat diterima sesuai dengan standar teknik dan
standar K3 yang berlaku;
c. Setiap
kegiatan/pekerjaan
pelaksanaan,
pemasangan,
pembongkaran,
pemindahan,
pengangkutan,
pengangkatan,
penyimpanan,
perletakan,
pengambilan,
pembuangan,
pembongkaran dsb, harus dilakukan oleh tenaga ahli dan tenaga
terampil yang berkompeten berdasarkan gambar gambar, spesifikasi
teknis, manual, pedoman dan standar serta rujukan yang benar dan
sah atau telah disetujui oleh tenaga ahli yang terkait;
d. Setiap tenaga ahli dan tenaga terampil di bidang K3 di atas harus
mempunyai kemampuan melakukan analisis keselamatan pekerjaan
(job safety analysis) setiap sebelum memulai pekerjaannya, untuk
memastikan bahwa potensi bahaya dan risiko telah diidentifikasi dan
diberikan tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja dan/atau
penyakit di tempat kerja;
e. Setiap identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko,
sebelum diterapkan harus ditinjau dan dievaluasi keandalan dan
ketepatannya oleh Petugas/Ahli K3 Konstruksi;
f. Dalam melaksanakan identifikasi bahaya harus dilaksanakan oleh
Petugas/Ahli K3 Konstruksi/berkonsultansi dengan Ahli K3
Konstruksi.
B. Keterangan Gambar
Gambar-gambar untuk pelaksanaan pekerjaan harus ditetapkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) secara terinci, lengkap dan jelas, antara lain :
1. Peta Lokasi
2. Lay out
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi

151

BAB XII
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

Keterangan
1.

Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada
Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat
Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi Teknis dan Gambar.

2.

Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan


kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana
diukur oleh Penyedia dan diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK), serta dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.

3.

Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga harus diisi lengkap yang telah
mencakup semua biaya pekerjaan, personil, pengawasan, bahan-bahan,
perawatan, pajak, keuntungan, overhead (termasuk biaya K3) dan yang
diatur dalam Kontrak.

4.

Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran. Jika Penyedia


lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan
tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain
dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

5.

Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak


harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika
mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap
telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang lain.

6.

Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik


penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut :

atas

kesalahan

a. jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan


huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf;
b. jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume (perkalian antara
satuan dengan kuantitas) dengan harga satuan pekerjaan maka
dilakukan pembetulan, dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai
dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga
satuan tidak boleh diubah; dan
c. jika terjadi jenis pekerjaan tidak ditulis dengan lengkap maka akan
dilakukan klarifikasi dan penilaian untuk dilanjutkan atau tidak
dilanjutkan pada evaluasi penawaran.

152

Daftar 1: Mata Pembayaran Umum18

No.

Uraian Pekerjaan

Satuan
Ukuran

Kuantitas

CONTOH

Harga
Satuan

Total
Harga
19

Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

18

Mata Pembayaran Umum memuat rincian komponen pekerjaan yang bersifat umum.
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga merupakan harga
sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

19

153

Daftar 2: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama: ....................20


CONTOH

No.

Uraian Pekerjaan

Satuan
Ukuran

Kuantitas

Harga
Satuan

Total
Harga
21

Total Daftar 2
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

20
21

Cantumkan Mata Pembayaran Pekerjaan Utama yang menjadi pokok dari paket Pekerjaan
Konstruksi ini di antara bagian-bagian pekerjaan lain.
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga merupakan harga
sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

154

Daftar 3: Mata Pembayaran ..................... 22

No.

Uraian Pekerjaan

Satuan
Ukuran

Kuantitas

CONTOH

Harga
Satuan

Total
Harga
23

Total Daftar 3
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

22
23

Cantumkan Mata Pembayaran Jenis Pekerjaan selain yang sudah diuraikan dalam Mata
Pembayaran Pekerjaan Utama jika terdapat lebih dari satu jenis pekerjaan.
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga merupakan harga
sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

155

Daftar Rekapitulasi

Mata Pembayaran
Daftar No. 1: Mata Pembayaran Umum
Daftar No. 2: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama
Daftar No. 3: Mata Pembayaran ...................
dll.
Jumlah (Daftar 1+2+3+.........)
PPN 10%
TOTAL NILAI

CONTOH

Harga

156

BAB XIII
BENTUK DOKUMEN LAIN
A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ)

[kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen ]


Nomor
: ....................
Lampiran : ....................

...................., . .................... 20....

Kepada Yth.:
....................
di ....................
Perihal

: Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan ....................


.................... .................... .................... .................... .................... ................

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor .................... tanggal
.................... perihal .................... dengan penawaran terkoreksi sebesar Rp....................
(.........dalam huruf...........) telah ditetapkan oleh Pokja ULP/Menteri/Kepala
Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi berdasarkan surat penetapan nomor
.................... tanggal .................... dan kami menyatakan menerima hasil penetapan
tersebut.
Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara
diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat
Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.
Penunjukan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi terhadap penawaran Saudara
tersebut diatas, apabila Saudara tidak bersedia menerima penunjukan ini akan
dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
tentang Pengadaan Barang/Jasa yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No.
70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya.
Satuan Kerja ....................
Pejabat Pembuat Komitmen
....................

[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. ....................
Tembusan Yth. :
Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi
APIP ............... [Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi]
Unit Eselon 1
Unit Eselon 2. /Kepala Satuan kerja..
.................... [Pokja ULP]
......... dst

157

B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)

[kop surat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]


SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
Nomor : ....................
Paket Pekerjaan : ....................

Yang bertanda tangan di bawah ini :


........................................ [nama Pejabat Pembuat Komitmen]
........................................ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
........................................ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;
berdasarkan Surat Perjanjian ....................
...................., bersama ini memerintahkan :

nomor

....................

tanggal

........................................ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi]


........................................ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
yang dalam hal ini diwakili oleh : ....................
selanjutnya disebut sebagai Penyedia;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Lingkup pekerjaan : ....................;
2. Tanggal mulai kerja : .................... [hari/bulan/tahun];
3. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak;
4. Waktu penyelesaian : selama (.........dalam huruf...........) hari kalender
dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal ....................
[hari/bulan/tahun];

158

5. Denda : Terhadap setiap hari keterlambatan penyelesaian pekerjaan


Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar ........ [1/1000 (satu
per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak sebelum PPN
sesuai dengan Syarat-Syarat Umum Kontrak].
...................., . .................... 20.....
Untuk dan atas nama ....................
Pejabat Pembuat Komitmen

[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: ....................
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas nama ....................
[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan usaha]
[jabatan]

159

C. BENTUK SURAT JAMINAN


Jaminan Sanggahan Banding dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN SANGGAHAN BANDING
No. ........................................
Yang bertanda tangan dibawah ini : ........................................................................
dalam jabatan selaku ....................................................... dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama .................................................. [nama bank] berkedudukan
di ....................................................... [alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama
: ....................................................... [Pokja ULP]
Alamat
: .......................................................
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp .......................................................


(terbilang
.........................................................................................................)
sebagai Jaminan Sanggahan Banding dalam mengajukan sanggahan banding
hasil pelelangan pekerjaan .......... dengan bentuk garansi bank, apabila:
Nama
: ....................................................... [peserta pelelangan]
Alamat
: .......................................................
selanjutnya disebut:

YANG DIJAMIN

ternyata Sanggahan Banding yang diajukan tidak benar.


Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
Garansi Bank berlaku selama .................. (........dalam huruf..........) hari
kalender, dari tanggal .................. s.d. .................. (masa laku jaminan
sanggahan banding 15 (lima belas) hari kerja sejak pengajuan sanggahan
banding)
2.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Sanggahan Banding tidak benar dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah
tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3.
Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima
Jaminan berdasar Surat Pernyataan Sanggahan Banding tidak benar dari

160

4.

5.
6.

Penerima Jaminan dan pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang


diajukan Yang Dijamin tidak benar.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri ...................
Dikeluarkan di
Pada tanggal

: ..................
: ..................

[Bank]

Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi ini
ke .[bank]

161

Jaminan Sanggahan Banding dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


(Hanya Untuk Badan Usaha Kecil)

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN SANGGAHAN BANDING
Nomor Jaminan :

Nilai :

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: [nama],


[alamat] sebagai Peserta, selanjutnya disebut TERJAMIN,
dan [nama penerbit jaminan],
[alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN,
bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
[nama Pokja ULP],
[alamat] sebagai Pelaksana
Pelelangan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah
Rp (terbilang )
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
berkaitan dengan sanggahan banding terhadap hasil pelelangan pekerjaan
................. yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama . (dalam huruf) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal sampai dengan
tanggal [masa laku jaminan sanggahan banding 15 (lima
belas)hari kerja sejak pengajuan sanggahan banding]
4. Jaminan ini dicairkan apabila:
Sanggahan Banding yang diajukan TERJAMIN dinyatakan tidak benar.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari
PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan TERJAMIN
tidak benar.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya
harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus
sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di
pada tanggal ...
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

......................................

......................................

162

Jaminan Pelaksanaan dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PELAKSANAAN
No. ........................................
Yang bertanda tangan dibawah ini : ...................................................................
dalam jabatan selaku ................................................. dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ............................................... [nama bank] berkedudukan di
................................................. [alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada :


Nama
: ................................................. [nama PPK]
Alamat
: .................................................
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp .................................................


(terbilang ..............................................dalam huruf..................................................)
sebagai Jaminan Pelaksanaan untuk pekerjaan ............ dalam bentuk garansi
bank, apabila:
Nama
: ................................................. [nama penyedia]
Alamat
: .................................................
selanjutnya disebut :

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya
kepada Penerima Jaminan berupa :
a. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan
baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti oleh Yang
Dijamin.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
Garansi Bank berlaku selama ................. (........dalam huruf.........)
hari kalender, dari tanggal .................................. s.d. ..................................
2.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo
Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.

163

3.

4.

5.
6.

Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai


jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima
Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan
mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak
memenuhi kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri .....................
Dikeluarkan di
Pada tanggal

Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke ..[bank]

: .....................
: .....................

[Bank]

Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]

164

Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


( Hanya Untuk Badan Usaha Kecil )

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN PELAKSANAAN
Nomor Jaminan : ...................................

Nilai : ...................................

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ................................... [nama],


................................... [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut
TERJAMIN, dan
................................... [nama penerbit jaminan],
................................... [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai
PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
................................... [nama PPK], ...................................... [alamat] sebagai
Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah Rp ................................... (terbilang ...................................)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan
pekerjaan ................. yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar Surat
Penunjukan
Pemenang Barang/Jasa (SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN
No. ................................... tanggal ...................................
3. Surat Jaminan ini berlaku selama .. (dalam huruf) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal sampai dengan tanggal

4. Jaminan ini dicairkan apabila :


a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya
dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari
PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya

165

harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus
sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di
pada tanggal
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke [Penerbit

166

Jaminan Uang Muka dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ........................................

Yang bertanda tangan dibawah ini : ..........................................................................


dalam jabatan selaku ........................................................ dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ........................................ [nama bank] berkedudukan di
........................................ [alamat]
untuk selanjutnya disebut :

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada :


Nama
: ........................................ [nama PPK]
Alamat
: ........................................
selanjutnya disebut :

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp ................................................................................


(terbilang ................................................................................ ...................................)
sebagai Jaminan Uang Muka untuk pekerjaan ........... dalam bentuk garansi
bank, apabila :
Nama
: ........................................ [nama penyedia]
Alamat
: ........................................ selanjutnya
disebut:

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya
kepada Penerima Jaminan berupa :
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali
Uang Muka yang sudah diterima Yang Dijamin kepada Penerima Jaminan
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
Garansi Bank berlaku selama . (.dalam huruf....)
hari kalender, dari tanggal . s.d. .
2.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo
Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.

167

3.

4.

5.
6.

Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai


jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan
Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja
tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai
pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi
kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri ..
Dikeluarkan di
Pada tanggal

: .
: .

[Bank]

Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke ..[bank]

168

Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


( Hanya Untuk Badan Usaha Kecil )

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN UANG MUKA
Nomor Jaminan : ........................................

Nilai : ..................................

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ........................................ [nama],


........................................ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut
TERJAMIN, dan
........................................ [nama penerbit jaminan],
........................................ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut
sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
...................................... [nama PPK], ........................................ [alamat] sebagai
Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah
Rp
..................................................................
(terbilang
................................. )
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan
pekerjaan .................. yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar Surat
Penunjukan Pemenang Barang/Jasa (SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN No.
................... tanggal .................................
3. Surat Jaminan ini berlaku selama .. (............dalam huruf.................)
hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ................... sampai dengan
tanggal ........................................
4. Jaminan ini dicairkan apabila :
TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali
kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar
menurut Dokumen Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan
TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa
syarat setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA
JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan
sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya

169

harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus
sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di ..........................
pada tanggal .............................
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

......................................

......................................

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini
ke [Penerbit Jaminan]

170

Jaminan Pemeliharaan dari Bank

[Kop Bank Penerbit Jaminan]


GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PEMELIHARAAN
No. ........................................

Yang bertanda tangan dibawah ini : ..........................................................................


dalam jabatan selaku ................................................. dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama ........................................ [nama bank] berkedudukan di
........................................ [alamat]
untuk selanjutnya disebu t:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama
: ........................................ [nama PPK]
Alamat
: ........................................
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp ................................................................................


(terbilang
.........................................................................................................)
sebagai Jaminan Pemeliharaan untuk pekerjaan ................ dalam bentuk garansi
bank, apabila:
Nama
: ........................................ [nama penyedia]
Alamat
: ........................................ selanjutnya
disebut :

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal
batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/tidak memenuhi kewajibannya
kepada Penerima Jaminan berupa :
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
Garansi Bank berlaku selama .. (dalam huruf) hari kalender, dari tanggal ........................................ s.d. ........................................
2.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan
melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling
lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo
Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.

171

3.

4.

5.
6.

Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai


jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima
Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan
mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak
memenuhi kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya
benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual
untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal
1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini,
masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di
Kantor Pengadilan Negeri ..................
Dikeluarkan di
Pada tanggal

: ..........................
: ..........................

[Bank]

Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke .[bank]

172

Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


( Hanya Untuk Badan Usaha Kecil )

[Kop Penerbit Jaminan]


JAMINAN PEMELIHARAAN
Nomor Jaminan : ........................................

Nilai : ..............................

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : ........................................ [nama],


........................................ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut
TERJAMIN, dan
........................................ [nama penerbit jaminan],
........................................ [alamat] sebagai Penjamin, selanjutnya disebut
sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
........................................ [nama PPK], ........................................ [alamat] sebagai
Pemilik Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah Rp ...................................................(terbilang .....................................)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk
melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan
pekerjaan ....................... yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar
Surat Penunjukan
Pemenang Barang/Jasa (SPPBJ) dari PENERIMA
JAMINAN No. ......................... tanggal .............................
3. Surat Jaminan ini berlaku selama .. (........dalam huruf.........)
hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ......................... sampai dengan
tanggal ..........................
4. Jaminan ini dicairkan apabila :
TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai
jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari
PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali
bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya
harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi
hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.

173

7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus


sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari
kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.
Dikeluarkan di ..........................
pada tanggal .............................
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

......................................

......................................

Untuk keyakinan, pemegang


Jaminan disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan ini
ke .[Penerbit Jaminan]

174

D. BENTUK SURAT KETERANGAN DUKUNGAN KEUANGAN DARI BANK

[Kop Bank Penerbit Dukungan Keuangan]


SURAT KETERANGAN DUKUNGAN KEUANGAN
No. ........................................
Yang bertanda tangan dibawah ini : ........................................................................
dalam jabatan selaku ....................................................... dalam hal ini bertindak
untuk dan atas nama .................................................. [nama bank] berkedudukan
di ....................................................... [alamat]
Dalam
rangka
memenuhi
persyaratan
kualifikasi
pengadaan
pekerjaan................................... pada ......................................
dengan ini menerangkan kesediaan memberikan dukungan keuangan kepada :
Nama Perusahaan
Alamat
Nomor Rekening
Nama Penanggung Jawab

: .......................................................
: .......................................................
: .......................................................
: .......................................................

Apabila Perusahaan tersebut diatas dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai


Pemenang, maka Bank .................. bersedia mendukung pelaksanaan pekerjaan
dengan dana paling kurang Rp. .................. (terbilang ..................).
Demikian Surat Keterangan
dipergunakan semestinya.

Dukungan

Keuangan

Dikeluarkan di
Pada tanggal

diberikan

untuk

: ..................
: ..................

[Bank]

Materai Rp.6000,00
......................................
[Nama dan Jabatan]

Untuk keyakinan,
pemegang Dukungan
Keuangan Dari Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi ke
.[bank]

175

E. PENGUMUMAN [PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG] DENGAN


PASCAKUALIFIKASI
E.1

Pengumuman pelelangan umum/pemilihan langsung secara elektronik


mengikuti petunjuk/pedoman sistem pengadaan secara elektronik pada
website Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah/ Institusi
bersangkutan.
E.2 Pengumuman pelelangan umum/pemilihan langsung secara elektronik di
lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum diatur dengan mekanisme
sesuai yang tercantum di dalam portal LPSE PU full e-procurement dengan
langkah-langkah antara lain:
1. No Pengumuman :

[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]


2. Nama Pokja

[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]


3. Paket Pekerjaan

[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]


4. Persyaratan Peserta

[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]


5. Pelaksanaan Pengadaan

[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]


6. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan *)

[Sesuai yang tercantum dalam portal LPSE full e-procurement]

176

A. BENTUK SURAT PERNYATAAN TIDAK MENUNTUT


LAMPIRAN
KOP PERUSAHAAN

SURAT PERNYATAAN TIDAK MENUNTUT


Nomor : ...............................................................
Saya yang Bertanda tangan dibawah ini :
Nama Pimpinan
: ......................................................................
Jabatan
: .......................................................................
Nama Perusahaan
:.........................................................................
Alamat
: ........................................................................

Dengan ini menyatakan bahwa :


Dengan ini kami menyatakan tidak akan menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun
apabila dibelakang hari terhadap pihak penyedia jasa jika Paket Pekerjaan : PEMBANGUNAN

GROUNDSILL SUNGAI SOMBE LEWARA KOTA PALU dibatalkan karena anggaran tidak ada.
Kami siap menanggung seluruh resiko dan biaya yang telah kami keluarkan terhadap paket
pekerjaan tersebut.
Demikian Surat Pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

...........,.........................
PT/CV............................

MATERAI

Nama Jelas
Jabatan

177

DAFTAR ISI
BAB I.................................................................................................................................................. 1
UMUM .............................................................................................................................................. 1
BAB II ................................................................................................................................................ 5
INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP).................................................................................................. 5
A. UMUM ........................................................................................................................................ 5
1.
LINGKUP PEKERJAAN .....................................................................................................................5
2.
SUMBER DANA .............................................................................................................................5
3.
PESERTA .......................................................................................................................................5
4.
LARANGAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME (KKN), PENYALAHGUNAAN WEWENANG SERTA
PENIPUAN.....................................................................................................................................6
5.
LARANGAN PERTENTANGAN KEPENTINGAN .....................................................................................7
6.
PENDAYAGUNAAN PRODUKSI DALAM N EGERI ................................................................................8
7.
SATU PENAWARAN TIAP PESERTA ...................................................................................................8
B. DOKUMEN PENGADAAN ........................................................................................................... 9
8.
PENGAMBILAN DOKUMEN PENGADAAN .........................................................................................9
9.
ISI DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI ......................................................................9
10. BAHASA DOKUMEN PENGADAAN ................................................................................................ 10
11. PEMBERIAN PENJELASAN ............................................................................................................. 10
12. PERUBAHAN DOKUMEN PENGADAAN .......................................................................................... 12
13. TAMBAHAN WAKTU PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN .......................................................... 12
C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN ....................................................................................12
14. BIAYA DALAM PENYIAPAN PENAWARAN ...................................................................................... 12
15. BAHASA PENAWARAN ................................................................................................................ 12
16. DOKUMEN PENAWARAN ............................................................................................................ 13
17. HARGA PENAWARAN .................................................................................................................. 13
18. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN ................................................................... 14
19. MASA BERLAKU PENAWARAN ..................................................................................................... 14
20. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN ............................................................................................... 14
21. PAKTA INTEGRITAS ..................................................................................................................... 14
22. PENGISIAN DOKUMEN ISIAN KUALIFIKASI .................................................................................... 14
23. JAMINAN PENAWARAN ............................................................................................................... 15
D. DOKUMEN PENAWARAN.........................................................................................................16
24. PEMASUKAN DAN CARA PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN .................................................. 16
25. BATAS AKHIR PEMASUKAN PENAWARAN ..................................................................................... 17
E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN ...........................................................................17
26. PEMBUKAAN PENAWARAN .......................................................................................................... 17
27. KLARIFIKASI DAN KONFIRMASI PENAWARAN ............................................................................... 18
28. HAK MENOLAK ATAU MENERIMA PENAWARAN ........................................................................... 19
29. EVALUASI PENAWARAN .............................................................................................................. 19
30. EVALUASI KUALIFIKASI ............................................................................................................... 31
31. PEMBUKTIAN KUALIFIKASI .......................................................................................................... 31
F. PENETAPAN PEMENANG ..........................................................................................................32
32. PENETAPAN PEMENANG .............................................................................................................. 32
33. PENGUMUMAN PEMENANG ........................................................................................................ 34
34. SANGGAHAN ............................................................................................................................. 34
35. SANGGAHAN BANDING .............................................................................................................. 35
G. PENUNJUKAN PEMENANG PENGADAAN ................................................................................36
36. PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA ....................................................................................... 36
37. KERAHASIAAN PROSES ................................................................................................................ 37
H. PELELANGAN GAGAL................................................................................................................38
38. PELELANGAN GAGAL .................................................................................................................. 38
I. SURAT JAMINAN PELAKSANAAN .............................................................................................39
39. SURAT JAMINAN PELAKSANAAN .................................................................................................. 39
J. PENANDATANGANAN KONTRAK ............................................................................................40

40.

PENANDA-TANGANAN KONTRAK ................................................................................................ 40

BAB III .............................................................................................................................................43


LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) .................................................................................................43
A.
LINGKUP PEKERJAAN .................................................................................................................. 43
B.
SUMBER DANA .......................................................................................................................... 43
C.
PENDAYAGUNAAN PRODUKSI DALAM N EGERI ............................................................................. 43
D.
PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PENGADAAN DAN PENINJAUAN LAPANGAN ............................ 44
E.
DOKUMEN PENAWARAN ............................................................................................................ 44
F.
MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN ................................................................... 46
G.
MASA BERLAKUNYA PENAWARAN ............................................................................................... 46
H.
JAMINAN PENAWARAN ............................................................................................................... 46
I.
PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN ...................................................................................... 46
J.
BATAS AKHIR WAKTU PEMASUKAN PENAWARAN ........................................................................ 46
K.
PEMBUKAAN PENAWARAN .......................................................................................................... 46
L.
AMBANG BATAS ........................................................................................................................ 46
M. SANGGAHAN, DAN SANGGAHAN BANDING ................................................................................. 47
N.
JAMINAN SANGGAHAN BANDING ................................................................................................ 47
BAB IV .............................................................................................................................................48
LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) ...............................................................................................48
A.
LINGKUP KUALIFIKASI ................................................................................................................ 48
B.
PERSYARATAN KUALIFIKASI ......................................................................................................... 48
BAB V ..............................................................................................................................................50
BENTUK DOKUMEN PENAWARAN................................................................................................50
A.
BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN (KSO) ............... 50
B.
BENTUK SURAT KUASA......................................................................................................... 52
C.
BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO) ................................... 54
D.
BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS........................................................................ 57
E.
BENTUK FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM
NEGERI (TKDN) ..................................................................................................................... 58
F.
BENTUK DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR ...................................................................... 60
G.
BENTUK RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (RK3K) .......... 61
H.
BENTUK RINCIAN/URAIAN HARGA SATUAN PEKERJAAN (HSP) ..................................... 73
I.
BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK ................................................................... 74
J.
BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN ( HANYA
UNTUK BADAN USAHA KECIL )................................................................................................... 76
K.
BENTUK PAKTA INTEGRITAS................................................................................................ 78
L.
BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI............................................................................. 80
BAB VI .............................................................................................................................................85
PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI ..........................................................................85
A.
DATA ADMINISTRASI ................................................................................................................. 85
B.
IZIN USAHA............................................................................................................................... 85
C.
SERTIFIKAT BADAN USAHA ......................................................................................................... 85
D.
IZIN LAINNYA (APABILA DIPERSYARATKAN, YANG SESUAI DENGAN PEKERJAAN YANG DILELANGKAN) 85
E.
LANDASAN HUKUM PENDIRIAN BADAN USAHA ........................................................................... 85
F.
PENGELOLA BADAN USAHA (PENGAWAS/PENGURUS) ................................................................. 85
G.
DATA KEUANGAN ...................................................................................................................... 85
H.
DATA PERSONIL INTI .................................................................................................................. 86
I.
DATA PERALATAN ...................................................................................................................... 86
J.
DATA PENGALAMAN PERUSAHAAN.............................................................................................. 86
K.
DATA PENGALAMAN PERUSAHAAN DALAM 5 TAHUN TERAKHIR .................................................... 86
L.
DATA PEKERJAAN YANG SEDANG DILAKSANAKAN ........................................................................ 86
M. MODAL KERJA ........................................................................................................................... 87
N.
KEMITRAAN/KSO ..................................................................................................................... 87

ii

BAB VII ............................................................................................................................................88


TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI .............................................................................................88
BAB VIII...........................................................................................................................................91
BENTUK RANCANGAN KONTRAK .................................................................................................91
BAB IX .......................................................................................................................................... 101
SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK .......................................................................................... 101
A. KETENTUAN UMUM.............................................................................................................. 101
1.
DEFINISI .................................................................................................................................. 101
2.
PENERAPAN ............................................................................................................................. 104
3.
BAHASA DAN HUKUM .............................................................................................................. 105
4.
LARANGAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME (KKN), PENYALAHGUNAAN WEWENANG SERTA
PENIPUAN ................................................................................................................................ 105
5.
ASAL MATERIAL/ BAHAN ......................................................................................................... 106
6.
KORESPONDENSI ...................................................................................................................... 106
7.
WAKIL SAH PARA PIHAK .......................................................................................................... 106
8.
PEMBUKUAN ........................................................................................................................... 106
9.
PERPAJAKAN ............................................................................................................................ 106
10. PENGALIHAN DAN/ ATAU SUBKONTRAK ..................................................................................... 106
11. PENGABAIAN ........................................................................................................................... 107
12. PENYEDIA MANDIRI ................................................................................................................. 107
13. KEMITRAAN/ KSO .................................................................................................................. 107
14. PENGAWASAN PELAKSANAAN PEKERJAAN .................................................................................. 107
15. PERSETUJUAN ATAU PERNYATAAN TIDAK BERKEBERATAN DARI PENGAWAS PEKERJAAN ................ 107
16. PERINTAH ................................................................................................................................ 108
17. PENEMUAN-PENEMUAN ........................................................................................................... 108
18. AKSES KE LOKASI KERJA ............................................................................................................ 108
B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, ADENDUM DAN PEMUTUSAN KONTRAK ...................... 109
19. MASA PELAKSANAAN (JANGKA WAKTU PELAKSANAAN) PEKERJAAN ............................................ 109
B.1 PELAKSANAAN PEKERJAAN ................................................................................................... 109
20. PENYERAHAN LOKASI KERJA ..................................................................................................... 109
21. SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)................................................................................... 110
22. PROGRAM MUTU..................................................................................................................... 110
23. RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI (RK3K) ..................................... 110
24. RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN KONTRAK ............................................................................... 111
25. MOBILISASI ............................................................................................................................. 111
26. PEMERIKSAAN BERSAMA ........................................................................................................... 112
27. PENGGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI ................................................................................. 112
B.2 PENGENDALIAN WAKTU ...................................................................................................... 112
28. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN ........................................................................................... 112
29. PERPANJANGAN WAKTU ........................................................................................................... 113
30. PENUNDAAN OLEH PENGAWAS PEKERJAAN ................................................................................ 113
31. RAPAT PEMANTAUAN ............................................................................................................... 113
32. PERINGATAN DINI.................................................................................................................... 114
B.3 PENYELESAIAN KONTRAK ..................................................................................................... 114
33. SERAH TERIMA PEKERJAAN ........................................................................................................ 114
34. PENGAMBILALIHAN .................................................................................................................. 115
35. PEDOMAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN/ PEMELIHARAAN ................................................. 115
B.4 ADENDUM ............................................................................................................................. 116
36. PERUBAHAN KONTRAK ............................................................................................................. 116
37. PERUBAHAN LINGKUP PEKERJAAN ............................................................................................. 116
38. PERUBAHAN KUANTITAS DAN HARGA ....................................................................................... 117
39. PERUBAHAN JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN ........................................................................ 117
40. PENYESUAIAN HARGA (ESKALASI/D E- ESKALASI)........................................................................ 118

iii

B.5 KEADAAN KAHAR .................................................................................................................. 119


41. KEADAAN KAHAR .................................................................................................................... 119
B.6 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK...................................................................... 120
42. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK ............................................................................... 120
43. KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN DAN KONTRAK KRITIS ............................................. 122
44. PENINGGALAN ......................................................................................................................... 124
C. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK ..................................................................................... 124
45. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK .......................................................................................... 124
46. PENGGUNAAN DOKUMEN-DOKUMEN KONTRAK DAN INFORMASI .............................................. 125
47. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL .................................................................................................. 125
48. PENANGGUNGAN DAN RISIKO................................................................................................... 125
49. PERLINDUNGAN TENAGA KERJA ................................................................................................ 126
50. PEMELIHARAAN LINGKUNGAN .................................................................................................. 127
51. ASURANSI ................................................................................................................................ 127
52. TINDAKAN PENYEDIA YANG MENSYARATKAN PERSETUJUAN PPK ATAU PENGAWAS PEKERJAAN .... 127
53. LAPORAN HASIL PEKERJAAN ...................................................................................................... 128
54. KEPEMILIKAN DOKUMEN ......................................................................................................... 129
55. KERJASAMA ANTARA PENYEDIA DAN SUB PENYEDIA................................................................... 129
56. USAHA MIKRO, USAHA KECIL DAN KOPERASI KECIL .................................................................. 129
57. PENYEDIA LAIN ........................................................................................................................ 130
58. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ..................................................................................... 130
59. PEMBAYARAN DENDA .............................................................................................................. 130
60. JAMINAN ................................................................................................................................. 130
D. PERSONIL INTI DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA ............................................................ 132
61. PERSONIL INTI DAN/ATAU PERALATAN ...................................................................................... 132
E. KEWAJIBAN PPK..................................................................................................................... 132
62. FASILITAS ................................................................................................................................ 133
63. PERISTIWA KOMPENSASI........................................................................................................... 133
F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA ....................................................................................... 134
64. HARGA KONTRAK .................................................................................................................... 134
65. PEMBAYARAN .......................................................................................................................... 134
66. HARI KERJA ............................................................................................................................. 137
67. PERHITUNGAN AKHIR ............................................................................................................... 138
68. PENANGGUHAN ....................................................................................................................... 138
G. PENGAWASAN MUTU ........................................................................................................... 138
69. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN ............................................................................................ 138
70. PENILAIAN PEKERJAAN SEMENTARA OLEH PPK ........................................................................... 139
71. CACAT MUTU ......................................................................................................................... 139
72. PENGUJIAN .............................................................................................................................. 139
73. PERBAIKAN CACAT MUTU ........................................................................................................ 139
74. KEGAGALAN KONSTRUKSI DAN KEGAGALAN BANGUNAN............................................................ 140
H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN .............................................................................................. 141
75. PENYELESAIAN PERSELISIHAN .................................................................................................... 141
76. ITIKAD BAIK ............................................................................................................................ 141
SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) ............................................................................. 142
A.
KORESPONDENSI ...................................................................................................................... 142
B.
WAKIL SAH PARA PIHAK .......................................................................................................... 142
C.
JENIS KONTRAK........................................................................................................................ 142
D.
TANGGAL BERLAKU KONTRAK .................................................................................................. 142
E.
MASA PELAKSANAAN ............................................................................................................... 142
F.
MASA PEMELIHARAAN ............................................................................................................. 142
G.
PERBAIKAN CACAT MUTU ........................................................................................................ 142
H.
UMUR KONSTRUKSI ................................................................................................................. 143
I.
PEDOMAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN/......................................................................... 143
J.
PEMBAYARAN TAGIHAN ........................................................................................................... 143
K.
PENCAIRAN JAMINAN ............................................................................................................... 143
L.
TINDAKAN PENYEDIA YANG MENSYARATKAN PERSETUJUAN PPK ATAU PENGAWAS PEKERJAAN .... 143
M. KEPEMILIKAN DOKUMEN ......................................................................................................... 143

iv

N.
O.
P.
Q.
R.
S.
T.
U.
V.
W.
X.

FASILITAS ................................................................................................................................ 143


PERISTIWA KOMPENSASI........................................................................................................... 144
SUMBER PEMBIAYAAN .............................................................................................................. 144
PEMBAYARAN UANG MUKA ..................................................................................................... 144
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ..................................................................................... 144
PEMBAYARAN PRESTASI PEKERJAAN ........................................................................................... 144
SERAH TERIMA SEBAGIAN PEKERJAAN ......................................................................................... 144
PENYESUAIAN HARGA (ESKALASI/DE- ESKALASI)........................................................................ 144
DENDA ................................................................................................................................... 145
USAHA MIKRO, USAHA KECIL DAN KOPERASI KECIL .................................................................. 146
PENYELESAIAN PERSELISIHAN /SENGKETA .................................................................................. 146

BAB XI .......................................................................................................................................... 148


SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR ............................................................................................ 148
A.
URAIAN SPESIFIKASI TEKNIS ...................................................................................................... 148
B.
KETERANGAN GAMBAR ............................................................................................................ 151
BAB XII ......................................................................................................................................... 152
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA ............................................................................................. 152
BAB XIII ........................................................................................................................................ 157
BENTUK DOKUMEN LAIN ........................................................................................................... 157
A.
BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) ................................ 157
B.
BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) ........................................................... 158
C.
BENTUK SURAT JAMINAN .................................................................................................. 160
D.
BENTUK SURAT KETERANGAN DUKUNGAN KEUANGAN DARI BANK ......................... 175
E.
PENGUMUMAN [PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG] DENGAN
PASCAKUALIFIKASI ............................................................................................................. 176

BILL OF QUANTITY (BOQ)


SNVT
PPK

:
:
:
:
:

PEKERJAAN
SUMBER DANA
TAHUN ANGGARAN

PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR SULAWESI III PROVINSI SULAWESI TENGAH


SUNGAI DAN PANTAI - II
PEMBANGUNAN GROUNDSILL SUNGAI SOMBE LEWARA KOTA PALU
APBN
2015

NO

URAIAN PEKERJAAN

SATUAN

VOLUME

HARGA
SATUAN
(Rp)

JUMLAH
HARGA
(Rp)

PEKERJAAN PERSIAPAN
1,1 MOBILISASI dan DEMOBILISASI

LS

1,00

16.170.000,00

1,2 DEWATERING

LS

1,00

50.000.000,00

16.170.000,00
50.000.000,00
66.170.000,00

II

PEKERJAAN TANAH
2,1 GALIAN TANAH PASIR BERBATU (TENAGA ALAT)

M3

12.361,68

25.860,00

319.673.044,80

2,2 TIMBUNAN TANAH KEMBALI

M3

3.132,55

14.261,00

44.673.295,55

2,3 TIMBUNAN TANAH SETEMPAT

2.225,02

25.332,00

56.364.206,64
420.710.546,99

III

PEKERJAAN PASANGAN
3,1 PASANGAN BATU KALI 1 : 4

M3

6.248,35

698.318,00

4.363.335.275,30

3,2 BETON K-175

M3

2.690,13

1.088.951,00

2.929.419.753,63

3,3 PLESTERAN 1 : 3

1.158,88

75.301,00

87.264.822,88

3,4 DRAIN HOLE 2"

204,00

33.893,00

6.914.172,00

3,5 DRAIN HOLE 6"

118,52

131.526,00

15.588.461,52

3,6 PEMBESIAN 12 MM

Kg

28.008,67

23.017,00

644.675.557,39

3,7 PASANGAN RIPRAP DIA. > 50 M

M3

1.046,40

250.829,00

262.467.465,60
8.309.665.508,32

PPN

TERBILANG :

JUMLAH
( 10 % )

8.796.546.055,31
879.654.605,53

TOTAL

9.676.200.660,84

DIBULATKAN

9.676.200.000,00

SEMBILAN MILYAR ENAM RATUS TUJUH PULUH ENAM JUTA DUA RATUS RIBU RUPIAH

Palu,.................................................................
P.T./C.V. ...........................................................

DIREKTUR UTAMA / DIREKTUR / DIREKTRIS

BILL OF QUANTITY (BOQ)


SNVT

: PELAKSANAAN JARINGAN SUMBER AIR SULAWESI III PROVINSI SULAWESI TENGAH

PPK

: SUNGAI DAN PANTAI - II

PEKERJAAN

: PEMBANGUNAN GROUNDSILL SUNGAI SOMBE LEWARA KOTA PALU

SUMBER DANA

: APBN

TAHUN ANGGARAN

: 2015

NO

URAIAN PEKERJAAN

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN

II.

PEKERJAAN TANAH

III.

PEKERJAAN PASANGAN
JUMLAH

66.170.000,00
420.710.546,99
8.309.665.508,32
8.796.546.055,31

PPN

TERBILANG :

JUMLAH
HARGA
(Rp)

( 10 % )

879.654.605,53

TOTAL

9.676.200.660,84

DIBULATKAN

9.676.200.000,00

SEMBILAN MILYAR ENAM RATUS TUJUH PULUH ENAM JUTA DUA RATUS RIBU RUPIAH

Palu,.................................................................
P.T./C.V. ...........................................................

DIREKTUR UTAMA / DIREKTUR / DIREKTRIS

BAGIAN I
SPESIFIKASI UMUM
I.

UMUM
1.

Uraian Pekerjaan
Paket Pembangunan Groundsill Sungai Sombe Lewara Kota Palu ini meliputi pekerjaan Galian
Tanah, Pasangan Batu Kali 1 : 4, Beton K -175, Plesteran (jenis-jenis pekerjaan utama yang akan
dikerjakan).

2.

Lokasi dan Uraian Singkat Pekerjaan


Lokasi pekerjaan dapat dilihat dalam album gambar. Uraian singkat dari pekerjaan diberikan pada
spesifikasi khusus.
Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh penyedia jasa dalam kontrak ini adalah :
1. Galian Tanah
2. Pasangan Batu Kali 1 : 4
3. Plesteran
4. Beton K - 175

3.

Jalan Masuk Daerah Kerja


Jalan keluar masuk menuju lokasi kerja adalah menggunakan jalan-jalan setempat yang ada, dimana
penyedia jasa bertanggung jawab terhadap kerusakan akibat penggunaan jalan tersebut.
Penyedia jasa harus memperbaiki jalan tersebut dan apabila penyedia jasa hendak membuat jalan
masuk tambahan dapat menggunakan tanah yang telah dibebaskan oleh pejabat pembuat komitmen.
Apabila penyedia jasa membutuhkan jalan lain yang tidak ditentukan oleh direksi pekerjaan, jalan
tersebut dikerjakan oleh penyedia jasa atas bebannya sendiri, dan harga semua pekerjaan tersebut
sudah termasuk dalam harga kontrak.

4.

Gambar-gambar
4.1. Gambar yang dipakai pada pelelangan tercantum dalam Bab VII dokumen lelang.
4.2. Gambar-gambar yang disiapkan kontraktor antara lain.
4.2.1. Gambar-gambar Pekerjaan Tetap.
(1). Umum
Semua gambar yang disiapkan oleh kontraktor seperti yang tersebut di bawah ini, harus
merupakan gambar yang telah ditandatangani direksi. Apabila ada perubahan pada
gambar tersebut maka perubahan yang telah dilakukan, kembali harus diperiksa dan
mendapat persetujuan dari Direksi.
(2). Gambar-gambar pelaksanaan
Kontraktor harus menggunakan gambar kontrak sebagai dasar mempersiapkan gambar
pelaksanaan. Gambar dibuat secara lebih detail dan dapat memperlihatkan penampang
melintang dan memanjang dari pekerjaan.
4.2.2. Gambar-gambar Pekerjaan Sementara
(1). Umum
Semua gambar yang disiapkan oleh penyedia jasa harus terinci. Gambar-gambar yang
harus disiapkan antara lain adalah letak dan detail yang diusulkan penyedia jasa untuk
dilaksanakan di lapangan.
(2). Gambar-gambar untuk pekerjaan sementara yang ditinggalkan
Kontraktor hendaknya mengusulkan pekerjaan sementara yang berkaitan dengan
pekerjaan tetap, secara lebih mendetail dan diserahkan kepada direksi pekerjaan sebelum
pekerjaan dimulai.
4.2.3.

Gambar-gambar yang dilaksanakan (as built drawing) selama pelaksanaan


1
Spesifikasi Teknis

Kontraktor harus memelihara satu set gambar yang dilaksanakan paling akhir untuk tiap-tiap
pekerjaan. Gambar tersebut memperlihatkan perubahan yang sudah dikerjakan sesuai
dengan kontrak.
5.

Program Pelaksanaan dan Laporan


5.1.
Program Pelaksanaan
penyedia jasa harus melaksanakan program dan jadual pelaksanaan sesuai dengan syaratsyarat dokumen lelang dengan menggunakan bar chart dan kurva S.
Aktifitas yang terlihat pada program harus sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan sementara
dan tetap.
5.2.
Laporan Bulanan Kemajuan Pelaksanaan
Setiap bulannya kontraktor harus membuat dua kali laporan yaitu pada pertengahan bulan
dan akhir bulan, yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan. Laporan sekurangkurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut:
(a). Prosentase kemajuan pekerjaan bedasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan
laporan dan prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya;
(b). Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana
pekerjaan harus sesuai dengan yang dicapai pada laporan;
(c). Rencana kegiatan untuk bulan berikutnya.
5.3.
Laporan Harian
Kontraktor harus membuat laporan harian atas setiap kegiatan yang dilaksanakan, persiapan
pekerjaan dan peralatan serta data-data lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.
5.4. Foto Kemajuan Pekerjaan
penyedia jasa harus menyerahkan photo kemajuan pekerjaan kepada direksi pekerjaan
mengenai kemajuan pekerjaan pada lokasi pekerjaan selama masa kontrak.
foto diambil pada waktu:
a. Sebelum pekerjaan dimulai atau pada waktu pemasangan bouwplank;
b. Kemajuan pekerjaan mencapai 50 % (sedang dilaksanakan);
c. Kemajuan pelaksanaan 100 %;
d. Selesai masa pemeliharaan.

6.

Spesifikasi Dasar
Kecuali ditentukan lain bahan dan hasil pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku 30
hari sebelum tanggal pemasukan surat penawaran. Spesifikasi lain dapat disubstitusikan atas
ketetapan direksi pekerjaan.
Penyedia jasa harus menyediakan sekurang-kurangnya satu salinan : Standar Nasional Indonesia
yang ditentukan dalam spesifikasi atau standar lainnya yang disetujui untuk bahan yang disuply atau
hasil pekerjaan yang sedang dalam pelaksanaan pada pekerjaan.
Standar tersebut harus tersedia setiap saat untuk keperluan pemeriksaan dan penggunaan oleh
direksi pekerjaan.
Bahan dan hasil pekerjaan yang tidak sepenuhnya dirinci atau tidak dicakup dalam standar nasional
atau standar lain yang telah disetujui haruslah bahan dan hasil pekerjaan semacam pekerjaan untuk
kelas satu. Direksi pekerjaan akan menetapkan apakah semua atau sebagian bahan yang dipesan
yang akan digunakan untuk pekerjaan tersebut dapat/cocok untuk digunakan.

7.

Data Ketinggian
Ketinggian yang tertera dalam gambar didasarkan pada titik tetap utama, yang letak dan angkanya
terdapat pada spesifikasi khusus. Selanjutnya detail dari penjelasan tentang titik tetap tersebut dapat
diperoleh dengan mengajukan permintaan secara tertulis kepada direksi pekerjaan.

8.

Pengukuran dan Pematokan


Dari data ketinggian yang tercantum pada uraian di atas, kontrakor harus memeriksa semua titik tetap
2
Spesifikasi Teknis

lainnya yang akan dipakainya dalam pengukuran pekerjaan dan harus membuat titik tetap tambahan
lainnya sehingga jarak antara 2 titik tetap tidak boleh lebih dari 1 km. Titik tetap di atas dibangun pada
tanah milik proyek atas persetujuan direksi pekerjaan. penyedia jasa harus memberikan kepada
direksi pekerjaan, dalam rangkap dua data dalam form usulan yang memberi detail lokasi dan elevasi
tiap-tiap titik tetap yang dipakai atau dibangun oleh penyedia jasa.
Ketinggian harus dicocokkan kembali pada titik tetap dengan ketelitian 10 VL, dengan penjelasan L
adalah jarak dari titik-titik (circuit) yang diambil ketinggiannya (dalam km).
Ketelitian pengukuran harus selalu dalam batas-batas keseksamaan sebagai berikut:
a. Titik-titik untuk tampang lintang, boleh terletak kurang dari 20 mm dari posisi yang ditentukan,
baik dalam arah vertikal maupun horizontal;
b. Pengukuran titik tinggi harus diselesaikan pada sebuah titik tetap atau dibawa kembali ke titik
pertama. Kesalahan penutupan harus kurang dari 10 VL mm, dimana L adalah Panjang atau
jarak circuit pengukuran (dalam Km);
c. Patok-patok yang menunjukkan tinggi akhir dari pekerjaan tanah harus dipasang dengan tidak
melewati 2,5 mm dari titik tinggi yang benar;
d. Garis singgung dan lengkung, perbedaannya dengan yang benar harus kurang 20 mm terhadap
posisi yang benar. Titik untuk bangunan harus terletak tidak lebih 2,5 mm dari kedudukan yang
sebenarnya kecuali pada pemasangan pekerjaan baja dan peralatannya memerlukan ketelitian
yang lebih tinggi.
9.

Tindakan Pengamanan bagi Keselamatan


Penyedia jasa harus menyelenggarakan, membangun dan memelihara rintangan-rintangan, lampu
peringatan yang sesuai dan cukup, tanda-tanda bahaya dan isyarat-isyarat, serta harus mengambil
tindakan pencegahan yang perlu untuk perlindungan pekerjaan dan keselamatan umum.

10. Pemberitahuan Pelaksanaan


Penyedia jasa harus memberitahukan kepada direksi pekerjaan sebelum suatu pekerjaan dimulai,
untuk mengukur ketinggian tanah asal dan ukuran dari bangunan-bangunan yang ada. Tidak boleh
ada suatu pekerjaan baru yang boleh dimulai sebelum penyedia jasa menerima instruksi direksi
pekerjaan atas persetujuan bersama, atas semua ketinggian dan ukuran-ukuran dari dasar saluran
dan bangunan untuk ketepatan pengukuran dari pekerjaan.
11. Pengukuran
Pengukuran saluran/bangunan yang telah dilakukan selama periode desain akan disediakan untuk
keperluan penyedia jasa dan dapat dipakai sebagai dasar untuk perhitungan dan penetapan volume
pekerjaan untuk pembayaran. Apabila menurut pendapat direksi pekerjaan keadaan lapangan telah
banyak berubah sejak pengukuran yang telah dilakukan, maka direksi pekerjaan dapat memerintahkan
kepada penyedia jasa untuk mengukur ulang sebagian atau seluruh saluran/bangunan yang ada.
12. Jalan Umum, Listrik dan Telepon
Pada jalan-jalan umum, air untuk kepentingan umum dan tiang-tiang listrik dan telepon yang
memotong atau berhubungan dengan tempat pekerjaan, penyedia jasa harus mendapat persetujuan
secara tertulis dari yang berwenang, terhadap usulan pekerjaan sementara atau pekerjaan tetap yang
akan mempengaruhi pekerjaan untuk kepentingan umum tersebut.
Bangunan kepentingan umum tersebut, baik terlihat atau tidak terlihat di dalam gambar, tetapi
penyedia jasa harus bertanggung jawab demi keamanan dan kelangsungan fungsi dari jalan dan tiang
listrik dan telepon diatas selama pelaksanaan pekerjaan.
13. Papan Nama Proyek
a. Kontraktor wajib membuat dan memasang papan nam proyek minimun 2(dua) buah dan
ditempatkan pada lokasi-lokasi dan ditentukan Direksi, selambat-lambatanya 30 (tiga puluh) hari
setelah terbitnya Surat Keputusan Pemenang Lelang.
b. Papan nama proyek tersebut dengan ketentuan :
Ukuran papan nama proyek 150 x 100 cm ,terbuat dari papan kayu klas II dilapisi seng BJLS
18;
3
Spesifikasi Teknis

Tiang penyangga dan penyokong dibuat dari kayu klas I ukuran 5 x 7 cm;
Pemasangan papan nama sedemikian rupa sehingga tepi bawah papan terletak setinggi 2 m
dari permukaan tanah, bagian bawah tiang penyangga dan penyokong kemudian dicor beton
tumbuk campuran 1 PC : 3 PS : 5 Kr, sedalam 40 cm didalam tanah dan 10 cm diatas tanah.
Tulisan-Tulisan dan ketentuan lain yang belum jelas harus dilaksanakan sesuai petunjuk
Direksi.
c. Kontraktor wajib memelihara dan merawat papan nama serta menjaga agar tetap dalam keadaan
baik sampai pada masa menyerahkan perkerjaan terakhir kepada Direksi.
d. Segala biaya yang timbul akibat pekerjaan tersebut sudah larut dalam harga satuan pekerjaan
lainnya.

4
Spesifikasi Teknis

BAGIAN - II
SPESIFIKASI KHUSUS

I.

BAHAN-BAHAN UMUM
1.

PORTLAND CEMENT
1.1.

Semen
Semen yang akan dipakai adalah semen portland sesuai dengan Standard Indonesia N.I.8,
AST, Model C.150 atau Standard Inggris Model BS.12.

1.2.

Pengujian dan Pemeriksaan


a. Sampling, pemeriksaan dan pengujian semen-semen bila diperlukan akan dilakukan oleh
Direksi dan bahwa sampling, pengujian dan pemeriksaan harus sesuai dengan Standard
Indonesia N.I.8 atau ASTM, Model C.150 atau test yang equivalent dengan Standard
Inggris. Kontraktor harus menyampaikan keterangan kepada Direksi, waktu dan tempat
semen dikeluarkan dari pabrik. Direksi setiap saat mempunyai wewenang untuk meneliti
dan memeriksa material, laporan analisa laboratorium, dan pengambilan sample semen
untuk diperiksa. Kontraktor harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam
pengambilan contoh atau (sample) tersebut.
b. Direksi dapat memeriksa semen yang disimpan dalam gudang setiap waktu sebelum
semen tersebut dipergunakan. Semen yang tidak memenuhi syarat tidak akan dapat
dipakai. Jika ternyata ada semen yang tidak memuaskan dan telah terpasang maka
bagian yang telah menjadi campuran beton dan grout tersebut harus dibongkar dan
diganti dengan semen yang baru, dengan biaya dari Kontraktor. Pengetesan silinder,
kubus beton atau campuran semen yang akan digunakan, dapat diperintahkan oleh
Direksi pada setiap waktu untuk maksud keperluan testing dan Kontraktor harus
melaksanakan dan mempersiapkan semen dan campuran semen/beton yang diminta
untuk ditest tanpa pungutan bayaran dari pada Direksi.
c. Semen boleh saja tidak dapat dipakai sebagai kebijaksanaan dari Direksi, seandainya
tidak memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan. Semen dapat diterima setelah 7 (tujuh)
hari hasil test sesuai dengan kriteria mengenai kwalitas dari pabrik semen yang telah
ditetapkan 12 (dua belas) bulan atau sebagai hasil dari 28 (dua puluh delapan) hari
pengetesan pada nilai testing normal harus disetujui sebelum pengiriman dari pabrik.

1.3.

Gudang/Penyimpanan
a. Kontraktor harus menyediakan suatu tempat menyimpan (gudang) yang memenuhi syarat
untuk penyimpanan semen-semen tersebut, dari setiap waktu semen tersebut harus
terlindung dari kelembaban dan pembekuan. Tempat/rumah penyimpanan semen-semen
tersebut benar-benar rapat/ tertutup, mempunyai jarak di atas lantai dengan ukuran
minimum 30 cm yang luasnya juga harus cukup untuk menyimpan semen yang
didatangkan. Selain itu untuk menghindari adanya penundaan-penundaan gangguangangguan pekerjaan harus mempunyai suatu tempat yang luas agar dapat menampung
truck yang mengangkut semen tersebut secara terpisah, sehingga masih ada jalan untuk
menarik/mengambil (sampling) semen tersebut, menghitung semen yang akan disimpan
atau-pun semen yang akan dipindahkan. Tumpukan semen pada kantong atau zak,
jangan melebihi 2 m.
b. Untuk menghindari penyimpanan yang terlalu lama atas semen - semen yang telah dikirim
tersebut, Kontraktor harus mengatur penggunaan semen-semen yang ada dalam zak-zak
tersebut secara berturut-turut sesuai dengan urutan waktu pengiriman (cronological order)
sampai di lokasi. Setiap pengiriman dari semen tersebut harus langsung disimpan dan
dengan mudah dapat dibedakan antara zak-zak yang baru dengan yang lama, begitu juga
zak-zak bekas yang sudah kosong segera dikumpulkan dan tandai sedemikian
5
Spesifikasi Teknis

c.

d.

2.

rupa atas persetujuan Direksi, sebelum dibuang.


Kontraktor harus menyediakan alat timbang yang baik, teliti dalam skala yang memenuhi
syarat untuk pengetesan berat semen yang disimpan pada setiap tempat yang
berhubungan dengan pekerjaan bila diminta oleh Direksi.
Kontraktor harus memperkerjakan penjaga gudang yang baik dan mampu menata
pergudangan (tempat penyimpanan semen tersebut), menyimpan dan mencatat dengan
baik semua pengiriman dan pemakaian semen. Copy/salinan dari catatan tersebut juga
harus diberikan/ diperlihatkan kepada Direksi, bila diminta, dan juga memperlihatkan
secara detail jumlah zak semen yang telah digunakan selama pelaksanaan untuk tiap-tiap
bagian pekerjaan.

PASIR, AGREGAT DAN BAHAN-BAHAN PERKUATAN


2.1.

Ruang Lingkup Kerja


Semua pasir, agregate dan bahan perkuatan yang akan dipakai untuk semua
struktur/bangunan dan pekerjaan atas dasar Dokumen Kontrak dan untuk semua hal yang ada
hubungannya, yang mungkin diminta/diperlukan oleh Direksi terdiri dari material, dirinci sesuai
dengan kebutuhan-kebutuhan. Segala ketentuan dan kebutuhan-kebutuhan harus
dilaksanakan kecuali segala ketentuan dan kebutuhan-kebutuhan yang sudah dirubah oleh
Direksi untuk/ bagi pekerjaan tertentu.

2.2.

Handling dan Stockpiling


a. Kontraktor harus mengangkut dan membongkar semua pasir, agregate dan bahan
perkuatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan bangunanbangunan yang terinci. Semua cara-cara yang dikerjakan oleh Kontraktor seperti
membongkar, memuat dan menumpuk pasir, agregate dan bahan perkuatan setiap waktu
harus disetujui oleh Direksi.
b. Lokasi dan pengaturan semua daerah stockpille (penimbunan) harus disetujui oleh
Direksi. Kontraktor harus membersihkan dan mengatur drainase semua tempat yang
dipersiapkan untuk stockpiling dan harus mengatur stockpiling pasir, agregate dan bahan
perkuatan sehingga adanya kerusakan ataupun pemisahan/hilang dapat dikurangi
seminimal mungkin dan stockpille material tidak akan berkontaminasi dengan tanah atau
bahan-bahan lain sehubungan dengan permukaan air banjir dan air tanah.
c. Kontraktor menyediakan biaya untuk pemrosesan kembali pasir, agregate atau bahan
perkuatan yang mungkin akan menjadi rusak atau berkontaminasi sehubungan dengan
strockpiling yang tidak memadai/perlindungan yang kurang baik. Kontraktor juga harus
melakukan semua pelaksanaan stock piling dengan cara menyimpan langsung semua
material pada stockpiles secara berlapis. Pasir, agregate dan bahan perkuatan jangan
dipindah-pindah dari suatu tempat ke tempat stockpiles yang lain kecuali pada suatu
keadaan tertentu yang memerlukan penyediaan jalan untuk truck dalam penempatan
material secara berlapis yang cukup. Kontraktor harus dapat membuat sesuatu untuk
menghindari adanya kerusakan-kerusakan dari agregate dan bahan perkuatan yang
mungkin terjadi karena operasi truck yang melewati stockpiles.
d. Penimbunan pada bagian sisi ujung stockpile tidak diizinkan.

2.3.

Pasir (Sand)
a. Sesuai dengan ketentuan-ketentuan type dan jenis pasir yang dibutuhkan dalam
pekerjaan konstruksi adalah sebagai berikut:
PASIR BUATAN
: (Manufacture sand) pasir yang dihasilkan dari
batuan-batuan).
PASIR ALAM
: (Natural sand) pasir yang diambil dari sungaisungai ataupun pasir alam yang didapat dari lain
6
Spesifikasi Teknis

b.
c.

d.

e.

f.

g.

sumber, dan ini semua harus telah disetujui oleh


Pemberi Tugas.
PASIR CAMPURAN
: (Blended Sand) campuran antara pasir alam dan
pasir buatan yang dibuat dengan ukuran yang
tepat, yang dijelaskan pada sub-clouse (g).
Semua pasir alam yang diperlukan dalam pekerjaan konstruksi harus diusahakan dan
mendapatkannya dari sungai ataupun sumber alam yang lainnya yang telah disetujui.
Apabila pasir alam itu diperoleh dari sumber-sumber yang tidak dikuasai oleh Pemerintah
maka Kontraktor harus membuat suatu peraturan/pembicaraan khusus dengan pemilik
usaha pasir tersebut, dan Kontraktor harus membayar semua biaya-biayanya.
Persetujuan tentang pasir yang diperoleh dari sumber-sumber alam jangan ditafsirkan
sebagai suatu persetujuan yang sah untuk semua material yang diperoleh dari sumbersumber alam lainnya, Kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas semua kwalitas
dari semua material yang digunakan dalam pekerjaan. Kontraktor harus menyerahkan
kepada Direksi tentang persiapan dan persetujuan test dengan contoh sebanyak 15 kg
sebagai sample dari pasir alam tersebut yang selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari
sebelum pemakaian bahan-bahan tersebut.
Deposit pasir alam harus dibersihkan dari vegetasi, bahan-bahan lain yang mengotori dan
yang dapat menimbulkan pasir menjadi jelek.
Deposit harus sedemikian rupa sehingga mutu tidak berkurang. Material-material tersebut
harus diangin-anginkan (screened) dan dicuci bila memang perlu untuk memperoleh pasir
yang sesuai kebutuhan.
Pasir atau agregate halus (fine agregate) harus benar-benar bersih dan bebas dari clay
lumps, soft, flaki particle, sckale alkali, organik matra, loam, mica dan injurious amounts
yang menimbulkan pasir menjadi tidak sesuai. Jumlah persentase dari semua material
tersebut beratnya tidak akan melebihi 50%. Agregate yang baik adalah yang berbentuk
tajam atau sharp, cubical, keras, tebal dana tahan lama.
Semua pasir yang digunakan untuk pekerjaan beton seperti yang telah ditentukan harus
dari pasir campuran dalam perbandingan yang sesuai. Pasir-pasir tersebut harus
mempunyai modulus antara 2/3,2 atau pengetesan dengan saringan sesuai dengan
Standard Indonesia. Untuk beton PBI.1971 atau sebagai berikut:
No Saringan
(Screen No.)
4
8
16
30
50
100
PAN

h.

Persentase Bagian Yang


Tinggal Dalam Berat
05
6 15
10 25
10 30
15 35
12 20
37

Kalau persentase yang tinggal (tertahan) dari saringan No. 16 20 % atau kurang, maka
batas maksimum untuk persentase yang tertahan dari saringan No. 8 boleh naik menjadi
20 %.
Pasir yang digunakan untuk adukan bagi pekerjaan pasangan batu atau batu bata untuk
lining, untuk permukaan atau tubuh pekerjaan, harus berupa pasir alam dan bila ditest
harus memenuhi standar seperti berikut:
Screen No. Passing

Percent Bay Weight Screen

7
Spesifikasi Teknis

8
100

100
15 (max)

Dengan nilai tersebut di atas harus dengan gradasi baik (well graded) sehingga sesuai
dengan pekerjaan adukan yang diperlukan.
i.

3.

Pasir alam dan pasir campuran dapat diminta untuk ditest oleh Direksi untuk menentukan
apakah pasir-pasir tersebut sesuai dengan apa yang telah ditentukan dan dibutuhkan.
Kontraktor harus menyiapkan dan melaksanakan pengambilan contoh yang diperintahkan
oleh Direksi tanpa pungutan bayaran yang meliputi tenaga, material dan operasinya.

2.4.

Agregate Kasar
a. Coarse agregate harus didapat dari sumber-sumber yang telah disetujui yang terdiri dari
kerikil, batu gunung atau batu pecah (crushed stone) atau campuran dari semuanya itu.
b. Coarse agregate harus bersih bebas dari partikel lunak, satuan tebal dan memanjang,
alkali, organik dan bahan lain yang tidak sesuai ini tidak lebih dari 3%.
c. Coarse agregate harus dengan gradasi yang baik dengan ukuran butir antara 5 mm - 50
mm atau dengan ukuran yang dibatasi untuk pekerjaan-pekerjaan khusus seperti yang
ditentukan. Coarse agregate mempunyai modulus yang baik (fitness modules) antara 6 7.5 atau bila dengan pengetesan berarti sesuai dengan Standard Indonesia (PBI 1971).
d. Coarse agregate harus sesuai dengan spesifikasi yang ada. Apabila ditest oleh Direksi
tidak memenuhi spesifikasi, Kontraktor harus mengayak kembali atau memproses
material-material tersebut dengan biaya sendiri. Kontraktor harus meningkatkan mutu
produksi agregate sehingga memenuhi syarat seperti yang disetujui oleh Direksi.

2.5.

Bahan-bahan Perkuatan atau Batu


a. Batu diperoleh dari suatu pengambilan yang telah disetujui. Batu-batu yang
dipakai/digunakan adalah boulder atau batu gunung, mempunyai berat jenis (spesificgracity) minimum 2.4. Compression Strenght (tegangan kompressi) tidak boleh kurang
dari 400 kg/cm2.
b. Untuk penggunaan pada pekerjaan pasangan batu, pasangan batu kosong dan agregate
jalan maka batu-batu tersebut harus keras, kasar, padat dan tahan lama serta bebas dari
retak ataupun pecah. Pasangan batu kosong beratnya antara 10 - 25 kg/buah dan harus
dibelah sedikitnya satu sisi.
c. Batu untuk pasangan harus dibentuk/dibuat dengan ukuran seperti pada gambar atau
sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Direksi.

TULANGAN
3.1.

Bahan-Bahan dan Ukuran Tulangan


a. Semen tulangan beton harus baru dan dari tingkatan dan ukuran yang sesuai dengan
Indonesia Standard for Concrete N.I.2, PBI 1971 atau ASTM Design Nation A.15 dan
harus disetujui oleh Direksi.
b. Kontraktor dapat diminta untuk menyediakan sertifikat pengetesan tulangan beton
terhadap adukan yang akan dipakai untuk mendapat persetujuan Direksi.

3.2.

Pembuatan dan Pembersihan


a. Tulangan beton, sebelum dipasang harus bebas dari kotoran-kotoran, karat, minyak, oli
8
Spesifikasi Teknis

b.

c.

4.

dan lapisan yang akan merusak atau mengurangi mutu. Bilamana terdapat penundaan di
dalam pengecoran beton, tulangan harus diperiksa kembali dan dibersihkan bilamana
perlu.
Tulangan harus dilekukkan dengan tepat menurut ukuran yang ditunjukkan pada gambargambar yang dilampirkan atau gambar konstruksi yang harus diselesaikan oleh
Kontraktor.
Tulangan janganlah diluruskan atau dilekukkan kembali dengan cara yang akan merusak
bahan. Batangan dengan putaran/tekukan atau lekukan-lekukan yang tidak ditunjukkan
pada gambar, janganlah digunakan. Semua batangan harus dilekukkan dalam keadaan
dingin. Pemanasan hanya diperbolehkan bila seluruh operasi disetujui oleh Direksi.

3.3.

Pemasangan
a. Tulangan harus ditempatkan secara tepat dan dijamin terhadap penggesekan dengan
menggunakan ikatan kawat besi atau klip-klip yang cocok pada persilangan, dan harus
diganjal dengan kepingan beton atau logam sesuai dengan keperluan konstruksi. Di
dalam semua hal pengganjal yang cukup untuk tulangan mendatar harus digunakan
sehingga tidak akan ada pelenturan dari pada batangan atau ikatan. Bilamana pengganjal
tersebut akan digunakan untuk permukaan licin, pengganjal-nya harus dibuat dari logam
yang tidak berkarat.
b. Tulangan di dalam plat beton di atas tanah harus ditopang dengan beton yang dicor
sebelumnya. Kepingan beton harus mempunyai permukaan datar dengan ukuran 5 - 7.5
cm kali 5 - 7.5 cm. Tulangan di dalam semua ukuran plat lainnya dan di dalam balok harus
ditopang dengan logam.
c. Jarak minimum antara batang yang sejajar harus sama dengan diameter batang, tetapi
jarak bersih antara batang tidak kurang dari 1.2 x diameter maksimum dari pada agregate
yang kasar. Pada permukaan pondasi, plat, dinding dan konstruksi pokok lainnya dimana
beton dicor secara langsung terhadap dasar, tulangan harus mempunyai lapisan penutup
beton min. 7.5 cm.

3.4.

Sambungan
Bila diperlukan menyambung tulangan pada suatu titik selain dari yang ditunjuk pada gambar,
ciri sambungan harus ditentukan oleh Direksi. Panjang penyambungan di dalam dinding
tulangan dan harus min. 30 x diameter tulangan dan harus disetujui oleh Direksi.
Setelah rencana tersebut disetujui atau diminta untuk memperbaiki oleh Direksi, pekerjaan
pengalihan tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disetujui.
Pembayaran untuk pekerjaan sementara tersebut ditanggung dalam item Prop. Sum sesuai
dengan permintaan Kontraktor yang dilampiri dengan penjelasan penggunaannya secara detail
sesuai dengan perintah Direksi.

3.5.

Pengukuran dan Pembayaran


a. Harga satuan penawaran di dalam daftar kuantitas dan harga akan meliputi harga yang
tepat dimana tulangan digunakan, pembongkaran, penyimpanan, penanganan dan
pemasangan di tempat-tempat pemakaian akhir di dalam konstruksi beton bertulang dan
pekerjaan-pekerjaan lainnya.
b. Tidak ada pembayaran tersendiri untuk tulangan yang tertuang, hilang atau tidak
diperhitungkan sebagai akibat penanganan yang tidak tepat, serta tulangan yang
digunakan sebagai pengganti tulangan beton yang rusak atau yang digunakan oleh
kontraktor dengan tujuan memungkinkan atau memudahkan pelaksanaan konstruksinya.
c. Semua biaya penyediaan tulangan sedemikian rupa harus sudah termasuk ke dalam
harga satuan penawaran seperti di dalam Daftar Kwantitas dan Harga untuk uraian yang
tepat dimana tulangan akan digunakan.

AIR
9
Spesifikasi Teknis

Semua air yang digunakan untuk pekerjaan beton, adukan dan grout harus bebas dari lumpur yang
dapat mengganggu, bahan organik, alkali, garam dan hal-hal lain yang tidak baik. Air yang dapat
digunakan di dalam semua beton, adukan dan grout akan ditest oleh Direksi untuk menentukan
kecocokannya terhadap keperluan-keperluan.
5.

BAHAN-BAHAN LAIN
5.1.

Bahan Tambahan (Admixture/additif)


a. Kontraktor akan melengkapi dan memakai bahan tambahan campuran beton (admixture)
untuk memperbaiki mutu dan mempermudah pekerjaan beton dan mortar.
Bahan tambahan lain untuk perbaikan pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan yang
mungkin dipakai harus mendapat persetujuan Direksi. Bahan tambahan harus disertai
dengan sertifikasi pabrik yang sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Direksi akan menolak usulan pemakaian bahan tambahan yang diajukan kontraktor
bila dianggap bahan tambahan tersebut kurang baik dipakai untuk menghasilkan
homogenitas tinggi pada pekerjaan yang bersangkutan.
Kontraktor harus siap bila Direksi menganggap perlu untuk mengajukan contoh dan
melakukan test untuk contoh bahan dan test tambahan setelah bahan sampai ke
lokasi pekerjaan.
Kontraktor harus bertanggung jawab pada kesulitan yang timbul atau kerusakan yang
terjadi akibat pemilikan dan pemakaian bahan tambahan, seperti penundaan, kesulitan
pengecoran beton atau kerusakan beton atau kerusakan beton waktu pembukaan
bekesting
Bahan tambahan lainnya bila dipakai harus memenuhi spesikasi yang dibutuhkan seperti:
Bahan Tambahan
Spesifikasi
Pengurangan Volume Udara
ASTM C260-77
Pengurangan Kadar Air
ASTM C 494-82, type A
Perlambatan Pengerasan Awal
ASTM C 494-82, type B & D
b.
c.

Kecocokan pemakaian bahan tambahan, dua macam atau lebih yang dapat dipakai pada
campuran beton, harus ditest dengan cara yang disetujui oleh Direksi.
Penyimpanan cairan atau bubuk bahan tambahan untuk beton harus ditempatkan pada
gudang tahan air. Tempat penyimpanan harus direncanakan di tempat dimana akan
digunakan bahan tersebut.

5.2.

Kayu
Kayu harus diperoleh dari sumber yang disetujui. Kayu harus dari mutu yang baik dan harus
diawetkan dengan baik. Kayu harus bertekstur seragam, berserat lurus bebas dari mata kayu,
lobang-lobang bor, serangan humus, pembusukan, titik-titik, pembongkokan, belitan atau retakretak serta kekurangan-kekurangan dan noda-noda lainnya. Semua persyaratan lain harus
dipenuhi seperti kekuatan tekan, tarikan, penyimpanan, penyusunan dan kelas harus sesuai
dengan tuntutan Standard Indonesia untuk kayu NI.5 atau seperti yang ditentukan oleh Direksi.

5.3.

Drain Hole
Drain hole terbuat dari bahan pipa PVC berdiameter 2, dengan panjang 50 cm dan terdiri dari
bahan ijuk, kerikil. Pemakaian pipa PVC, ijuk dan kerikil harus terlebih dahulu mendapat
persetujuan dari Direksi.

10
Spesifikasi Teknis

BAGIAN - III
PELAKSANAAN PEKERJAAN

I.

PEKERJAAN PERSIAPAN
1.

PEKERJAAN PEMBERSIHAN LAPANGAN


a. Pekerjaan pembersihan adalah pada lokasi/lapangan pekerjaan maupun lokasi untuk jalan
masuk peralatan agar dapat ditempuh langsung dengan mudah. Semua daerah yang ditempati
bangunan atau yang dilewati jalur bangunan dibersihkan sesuai petunjuk Direksi. Pembersihan
meliputi pembersihan pohon-pohon, sampah dan bahan lain yang mengganggu pelaksanaan
pekerjaan. Hasil pembersihan itu harus ditempatkan diluar tempat kerja atau dibuang, kecuali
ada ketentuan lain sesuai petunjuk Direksi.
b. Pekerjaan tebas tebang dilakukan pada lokasi pekerjaan yang banyak ditumbuhi pepohonan
dengan diameter lebih besar 30 cm, yang bertujuan untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan
tersebut dipotong-potong dan kemudian ditumpuk pada suatu lokasi/ tempat dengan syarat tidak
menggangu lingkungan atau dibuang kelokasi lainnya sesuai dengan persetujuan Direksi
c. Pekerjaan cabut tunggul dilaksanakan pada lokasi dimana akan dibangun suatu bangunan
tanggul yang banyak terdapat pepohonan, apabila tidak dilaksanakan pekerjaan cabut tunggul
dibuang keluar lokasi pekerjaan dengan syarat tidak merusak lingkungan atau dibuang kelokasi
lainnya atas persetujuan dari Direksi.
d. Kontraktor diminta untuk memulai pekerjaan pembersihan ini sebelum pekerjaan utama dimulai.
e. Semua kerusakan yang timbul akibat pekerjaan tersebut terhadap milik umum atau perseorangan
yang dilaksanakan untuk kontraktor, hal tersebut harus diperbaiki atau diganti atas biaya
kontraktor.

2.

PEKERJAAN UITZET/PENGUKURAN UNTUK M.C. NOL DAN PEMASANGAN PROFIL


a. Untuk mendukung pelaksanaan pekerjan konstruksi, Kontraktor harus melakukan pengukuran
terlebih dahulu. Pelaksanaan pekerjaan pengukuran tersebut harus disaksikan oleh
pengawas/pihak Direksi yang akan menunjukkan titik referensi.
b. Patok-patok sementara yang terpasang dibuat dari kayu, dipasang pada setiap jarak antara 25
sampai 50 meter atau ditentukan dalam jarak lain, menurut pertimbangan teknis oleh Direksi.
Patok-patok ini dipasang sedemikian rupa sehingga tidak mudah goyang atau hilang dan patok
ini dipakai sebagai titik uitzet, dimana ketinggian patok tersebut dapat diketahui dari hasil
pengukuran. Agar mudah terlihat, patok dicat warna merah.
c. Kontraktor diwajibkan menjaga titik uitzet ini sebagai titik bantu dalam pelaksanaan pekerjaan
baik oleh Direksi pekerjaan ataupun oleh Tim Pemeriksa Serah terima Pekerjaan. Apabila
patok/titik uitzet tersebut hilang/rusak maka Kontraktor diwajibkan mengganti patok baru dengan
persetujuan Direksi atas biaya Kontraktor.
d. Pengukuran M.C.-0, untuk mutual chek nol yang akan menghasilkan:
Data Ukur
Gambar situasi
Gambar profil memanjang
Construction drawing (CD)
e. Setiap hasil pengukuran baik yang data ukur dan gambar harus diketahui dan diparaf dan
ditandatangani oleh Pihak Kontraktor serta Pihak Direksi. Data dan gambar yang disajikan harus
dibuat pada kertas reproduksi yang berkualitas baik, sehingga hasilnya dapat dibaca dengan
jelas dan dijilid rapi.

12
Spesifikasi Teknis

f.

g.
h.

Kontraktor harus telah menyerahkan gambar-gambar Contruction Drawing (CD) dari pengukuran
M.C.-Nol, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah diterbitkannya Surat Perintah
Mulai Kerja untuk diperiksa oleh Direksi sebelum dilakukan persetujuan.
Setiap ada terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus dituangkan dalam gambar dan
tulisan dan boleh dilaksanakan setelah mendapat persetujuan pihak Direksi.
Segala biaya yang timbul akibat pekerjaan tersebut sudah larut dalam harga satuan pekerjaan.

3.

PEKERJAAN MOBILISASI DAN DEMOBILISASI


a. Sesuai persyaratan dalam Kontrak, maka Kontraktor harus mengadakan Mobilisasi peralatan
yang akan dipakai dalam melaksanakan pekerjaan.
b. Biaya mobilisasi tersebut adalah biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan alat berat ke dan
dari lokasi pekerjaan.
c. Pembayaran untuk pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi dilakukan lamp sump dalam 2 (dua)
tahap yaitu :
Tahap kesatu sebesar 50% (lima puluh persen) pada tahap akhir mobilisasi (mendatangkan
alat), dan alat siap dioperasikan.
Tahap kedua sebesar 50% (lima puluh persen) pada saat pekerjaan konstruksi siap 100%
(seratus persen), dan alat sudah dipulangkan.

4.

DIREKSI KEET, BARAK KERJA/GUDANG DAN LAIN-LAIN


a. Kantor Direksi Lapangan yang disiapkan oleh kontraktor adalah merupakan bagian dari
persiapan kontraktor dalam pekerjaan sementara sesuai dengan yang tertuang dalam spesifikasi
umum.
b. Barak kerja untuk pemondokan pekerja maupun bangunan gudang, bengkel sebagai
penyimpanan bahan/material ataupun peralatan kerja harus sesuai dengan spesifikasi umum.
c. Apabila tidak disebutkan dalam RAB atau dalam ketentuan lain, biaya yang timbul akibat kegiatan
ini dianggap larut dalam harga satuan pekerjaan lainnya.

5.

PEMBUATAN /PEMELIHARAAN JALAN MASUK


a. Untuk kelancaran mendatangkan bahan/material maupun alat-alat berat ke dan dari lokasi
proyek, Kontraktor dapat memanfaatkan jalan desa, jalan inspeksi yang sudah ada.
b. Apabila jalan masuk tersebut rusak yang diakibatkan lalu lalangnya alat-alat berat dan lainlainnya ke dan dari lokasi proyek kontraktor harus memperbaikinya.
Biaya yang timbul akibat kegiatan ini dianggap larut dalam harga satuan pekerjaan lainnya.

6.

DEWATERING
Pekerjaan pengeringan (Dewatering) harus dilakukan untuk pekerjaan yang mempunyai elevasi
dibawah permukaan air dan dilakukan secara terus menerus hingga konstruksi pasangan maupun
beton bertulang sudah mengering dengan sempurna. Tidak dibenarkan melakukan pasangan batu
maupun beton dalam keadaan tergenang air .
6.1. Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan Dewatering (pengeringan) dilakukan menurut harga
satuan lump sump, pekerjaan yang dilaksanakan menurut kebutuhan dalam pekerjaan konstruksi
seperti yang tercantum dalam Daftar kuantitas dan Harga atau sesuai yang ditentukan oleh
Direksi.

7.

QUALITY CONTROL
Kontraktor berkewajiban untuk melakukan quality control terhadap semua pekerjaan yang
dilaksanakan di lapangan.
Apabila dipandang perlu oleh Direksi, maka Kontraktor berkewajiban untuk melaksanakan
test/pengujian tambahan sebagaimana diminta oleh Direksi dan Kontraktor tidak berhak untuk
13
Spesifikasi Teknis

meminta biaya tambahan berkenaan dengan hal tersebut. Apapun hasil test, tidak membebaskan
Kontraktor terhadap kewajiban dan tanggung-jawabnya terhadap keamanan dan stabilitas konstruksi.

II.

PEKERJAAN TANAH
1.

Ruang Lingkup Pekerjaan


Semua pekerjaan tanah yang diminta untuk dilaksanakan pada dokumen-dokumen kontrak untuk
semua tujuan yang bersangkutan, dan seperti yang diminta oleh direksi, akan dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang diajukan disini akan berlaku kecuali bila untuk
suatu item pekerjaan tertentu. Tempat pengambilan dan pembuangan tanah menjadi tanggung jawab
penyedia jasa.

2.

Pembersihan
a. Semua tanah yang perlu dikerjakan harus diadakan pembersihan seperti ditentukan oleh direksi.
Tanah harus dibersihkan dari semua pohon-pohon, semak dan bahan yang mengganggu lainnya
dan bahan tersebut akan dibuang ketempat yang disetujui oleh direksi.
b. Sisa-sisa bongkaran bangunan harus dibuang ketempat sesuai persetujuan direksi.
c. Penyedia jasa akan diminta untuk melakukan pembersihan sebelum pekerjaan konstruksi
dimulai.
d. Kerusakan terhadap pekerjaan-pekerjaan atau bangunan masyarakat atau pemerintah yang
disebabkan pelaksanaan kontraktor di dalam pembersihan akan diperbaiki atau diganti atas biaya
kontraktor.
e. Ukuran dan Pembayaran.
Pembersihan lapangan dalam spesifikasi ini dibuat atas dasar harga satuan dalam rencana
anggaran biaya yang meliputi pecabutan pohon-pohon, pembersihan akar-akar pohon dan
bangunan yang dibongkar (dimana tidak termasuk pembersihan gulma, rumput dan semak) dan
sayarat-syarat lain yang sesuai dengan spesifikasi.

3.

Galian Umum
a. Semua galian akan dilaksanakan sesuai dengan syarat bab ini dan dengan profil dan elevasi
yang ditunjukkan gambar-gambar atau ditentukan oleh direksi.
b. Selama berlangsungnya pekerjaan, mungkin perlu atau diminta oleh direksi untuk merubah
kemiringan-kemiringan ataupun dimensi-dimensi galian dengan mengadakan revisi kemiringan
ataupun dimensi gambar dengan spesifikasi ini.
c. Jika galian tidak ditutup oleh konstruksi maka galian harus dibuat dengan dimensi penuh yang
diminta yang disempurnakan menurut profil dan elevasi yang diberikan. Semua tindakan yang
perlu harus diambil untuk menjaga agar material dibawah dan diatas profil dalam kondisi sebaik
mungkin. Setiap galian yang dibuat untuk memudahkan kontraktor dengan suatu alasan atau
tujuan kecuali bila ditentukan lain, harus ditimbun kembali bila diminta atas biaya sendiri.
d. Penyedia jasa harus menjaga dan mengontrol kecepatan dan penambahan dan penurunan muka
air terhadap galian sehingga tidak membahayakan stabilitas lereng-lereng atau bangunanbangunan, pondasi-pondasi, konstruksi-konstruksi dan lainnya.
e. Semua galian harus dilaksanakan sedemikian rupa untuk menjaga stabilitas jalan-jalan dan
konstruksi berdekatan lainnya.

4.

Ukuran dan Pembayaran


Galian tanah harus pada ketentuan yang ditunjukkan dalam gambar yang telah disetujui oleh direksi,
termasuk pemindahan ketentuan pembuangan atau penimbunan apabila galian tersebut digunakan
kembali. Apabila tidak ditunjukkan pada gambar, galian tanah harus diukur untuk mendapatkan
gambaran pasti atau menggunakan ketentuan lain yang paling baik tingkat dan ukurannya dan
disetujui direksi.
14
Spesifikasi Teknis

5.

Bahan-bahan yang Digali


a. Semua hasil bahan galian yang cocok dengan spesifikasi yang diminta akan digunakan dan akan
ditempatkan pada lokasi tertentu langsung dari tempat penggalian, kecuali bahan galian yang
akan dipakai untuk penimbunan kembali sesuai dengan petunjuk direksi harus ditempatkan
disekitar tempat-tempat dimana penimbunan kembali akan dilaksanakan. Bahan galian yang
akan digunakan untuk penimbunan tanggul harus dipadatkan dengan kadar air yang optimum
yang dapat diperoleh dengan penyiraman atau dengan cara lain yang cocok sebelum dan selama
penggalian.
b. Semua timbunan dan timbunan kembali disekitar bangunan pada lereng-lereng dan garis batas
bangunan sampai dengan permukaan tanah asli harus diapadatkan dengan alat pemadat,
sedangkan timbunan atau timbunan kembali diatas permukaan tanah asli harus diperlakukan
sebagai pemadatan tanggul, kecuali bila ditentukan lain pada gambar.
c. Apabila hasil galian yang cocok tidak mencukupi untuk penimbunan tanggul, kisdam, timbunan
kembali pada bangunan dan pekerjaan timbunan lainnya yang ditunjuk dalam gambar atau
sesuai perintah direksi, maka dapat dipakai timbunan tanah didatangkan untuk mencukupi
volume pekerjaan tersebut sesuai dengan gambar rencana.
d. Bahan-bahan yang berisikan kayu, akar, humus dan lainnya yang tidak berguna dan bahan
galian yang tidak dibutuhkan untuk timbunan kembali pada bangunan, tanggul-tanggul dan
konstrusi permanen lainnya, harus ditempatkan pada tempat pembuangan yang telah ditentukan
oleh direksi.

6.

Timbunan Umum
a. Timbunan harus ditempatkan pada garis-garis dan profil-profil yang ditunjukkan pada gambar
atau diperintahkan oleh direksi sesuai dengan spesifikasi.
b. Semua bahan timbunan dan timbunan kembali harus terdiri dari hasil galian yang baik dan
disetujui oleh direksi yang dihamparkan dalam lapisan-lapisan dan dipadatkan sebagaimana
ditentukan dalam syarat teknik atau sesuai atas garis-garis elevasi yang ditunjukkan pada
gambar.
c. Bilamana timbunan lokal yang sesuai tidak cukup, maka kekurangan didatangkan yang harus
diusahakan oleh kontraktor dan dibawa kelokasi.

7. Timbunan Tanah Setempat dan Dipadatkan


Lokasi pengambilan timbunan tanah setempat harus mendapat persetujian dari direksi. Lokasi dapat
diambil pada daerah alur sungai, bantaran atau sempadan sungai. Tata cara pengambilan adalah :
a. Tanah digali oleh excavator pada lokasi yang telah disetujui oleh direksi, kemudian ditempatkan
pada lokasi (areal) yang berdekatan dengan lokasi rencana penimbunan untuk menyaring air
yang masih terkandung dan kotoran-kotoran yang tidak dapat digunakan sebagai bahan
timbunan.
b. Kemudian tumpukan tanah tersebut selanjutnya dipilih dan diangkut kembali oleh excavator
menuju ke lokasi akhir penimbunan, baik timbunan tanggul ataupun timbunan tanah dibelakang
konstruksi pasangan bronjong, tanah dipadatkan dengan menggunakan hand compactor atau
stamper.
8.

Timbunan Tanah Didatangkan dan Dipadatkan


15
Spesifikasi Teknis

Borrow area harus mendapat persetujuan dari direksi. Tanah diangkut oleh Dump Truck menuju lokasi
penimbunan, kemudian diratakan dan dipadatkan secara manual dengan menggunakan hand
compactor atau stamper.
9.

Galian di Tempat Pengambilan Tanah


Penyedia jasa harus memperoleh tanah yang cocok untuk pemadatan timbunan, jalan inspeksi dan
pekerjaan lainnya. Daerah tempat pengambilan tanah, kedalaman dan kemiringan harus mendapat
persetujuan dari direksi. Bilamana menurut direksi bahan-bahan yang diperlukan tidak cocok, maka
kontraktor tidak boleh menggunakan tanah tersebut dan mengganti dengan tanah yang ain.

10. Pemadatan
a. Timbunan tanah dan timbunan kembali yang direncanakan pada gambar atau oleh direksi harus
dipadatkan pada suatu garis lurus (jalur), tersusun padat dan berlereng seperti yang ditunjukkan
pada gambar atau seperti yang ditetapkan oleh direksi.
b. Material yang dipadatkan harus ditimbun (dikumpulkan) dalam lapisan horizontal dengan tebal
tidak boleh lebih dari 25 cm sesudah dipadatkan dan pendistribusian material akan homogen dan
bebas dari bentuk pengelupasan berkantong, retakan atau ketidaksempurnaan.
c. Penggalian dan pelaksanaan pemadatan dilaksanakan sehingga material yamg dipadatkan
tercampur dan dijamin pemedatannya dapat mencapai tingkat terbaik. Bila menggunaka tamping
roller kaki tamping roller harus dijaga tetap bersih dari material yang merugikan keefektifan kerja
dari tamping roller.
d. Untuk beberapa bagian dari timbunan tanah atau timbunan kembali yang berdekatan dengan
bangunan termasuk pipa-pipa beton dimana pemadatan timbunan tanah atau timbunan kembali
dibutuhkan, dalam hal tersebut tidak memungkinkan mencapai pemadatan yang memadai
dengan pemadatan rolling, timbunan tanah atau timbunan kembali harus dipadatkan dengan
tempers mekanis pada tingkatan yang sama pada pemadatan mendekati timbunan tanah atau
timbunan kembali dipadatkan.
e. Pemadatan dengan tenaga manusia.
Material yang akan dipadatkan harus dihamparkan dan lapisan-lapisan horizontal yang tebal
tidak lebih dari 15 cm. Alat stemper tangan mempunyai berat tidak lebih dari 15 kg, dan tinggi
jatuh untuk menyelesaikan pekerjaan adalah 30 cm. Material dipadatkan harus mencapai density
yang dimaksud. Metode pemadatan harus disetujui oleh direksi.
f. Dalam menempatkan alat pemadat dalam hal pekerjaan timbunan kembali atau timbunan tanah
yang berhubungan dengan pipa beton, kedua sisi pipa dipukul dan dipadatkan sehingga menjadi
perletakan pipa yang kuat. Material kemudian harus ditempatkan dan dipadatkan dalam lajuran
seperti yang ditetapkan.
g. Percobaan pemadatan. Sebelum dimulai pekerjaan timbunan, penyedia jasa harus menunjukkan
kepada direksi, peralatan dan cara-cara penempatan material timbunan dan pemadatannya
paling tidak tiga lapisan percobaan timbunan.
9.

Galian Tanah Pasir Berbatu Atau Galian Tanah Berbatu


a. Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan menggali tanah berpasir untuk perapihan tanah asli
guna meletakkan batu.
b. Lokasi penggalian yang akan dilaksanakan adalah sepanjang jalur rencana Revetment.
c. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai harus terlebih dahulu dilakukan pengukuran memanjang
dan melintang sehingga diperoleh titik-titik elevasi dasar yang akurat. Setelah penggalian selesai
harus dilakukan pengukuran kembali untuk mendapatkan besarnya volume galian yang
diratakan.
d. Untuk menentukan titik-titik elevasi, dipasang patok-patok yang berjarak antara 20 meter hingga
50 meter atau sesuai arahan Direksi.
e. Galian menggunakan Excavator.
16
Spesifikasi Teknis

f.
g.

h.

Hasil galian dibuang pada lokasi tempat pembuangan yang aman terhadap dampak lingkungan
atas persetujuan Direksi.
Tempat pembuangan diupayakan agar tidak berdampak terhadap lingkungan disekitar lokasi
yaitu dengan membuat benteng atau urugan tanah sesuai petunjuk Direksi yang biayanya sudah
larut dan sudah diperhitungkan pada biaya penggalian.
Volume yang dibayar adalah volume galian dihitung dalam satuan meter kubik (M3) sesuai
dengan tampang hasil penggaian terakhir.

10. Galian Tanah (Tenaga Alat)


a. Semua galian menggunakan alat berat, galian ini harus dilakukan sesuai dengan Gambar yang
ditentukan dan Syarat-Syarat Teknik ini atau seperti diperintahkan oleh Direksi. Selama
pekerjaan berlangsung Direksi mungkin mengubah lereng, kemiringan atau dimensi galian
karena sesuatu sebab.
b. Kontraktor tidak akan mendapatkan biaya tambahan akibat perubahan semacam itu. Galian lain
yang dilakukan oleh Kontraktor untuk keperluannya sendiri seperti untuk jalan masuk atau untuk
mengangkut bahan hasil galian harus mendapat persetujuan Direksi dan atas biaya Kontraktor
dan tidak dapat dibebankan kepada Pimpinan Proyek.
c. Kontraktor harus selalu berusaha agar batuan di bawah galian berada dalam kondisi tidak
terganggu. Semua penggalian yang melebihi batas yang ditentukan oleh Direksi dianggap tidak
sah dan tidak dapat dibebankan kepada Pimpinan Proyek.
d. Kecuali kalau Direksi memerintahkan lain, semua galian-lebih harus ditimbun kembali dengan
tanah, tanah dipadatkan, beton atau bahan lain yang ditentukan oleh Direksi atas biaya
Kontraktor. Namun demikian apabila galian lebih terjadi akibat keadaan geologi yang tidak
menguntungkan dan bukan karena kelalaian Kontraktor maka Kontraktor berhak atas suatu
pembayaran untuk mengisi kembali galian-lebih tersebut.
e. Pembayarannya berdasarkan harga satuan yang sesuai dengan bahan yang digunakan dan
harga satuannya sudah ada dalam Kontrak. Semua galian untuk pondasi bangunan harus
merupakan galian dalam keadaan kering. Tidak ada biaya tambahan untuk galian dalam keadaan
basah.
f. Kontraktor harus mengambil semua tindakan guna melindungi lereng galian terhadap erosi atau
degradasi selama pekerjaan berlangsung. Biaya untuk pekerjaan ini harus dimasukkan dalam
harga satuan pekerjaan yang berkaitan dengan penggalian.
g. Golongan bahan yang digali ditentukan oleh Direksi berdasar klasifikasi yang berlaku dalam
Spesifikasi Teknis ini.
h. Sebelum pekerjaan dimulai dan segera setelah pekerjaan selesai harus dilakukan pengukuran
volume galian. Kontraktor harus memasang tanda-tanda di lapangan sehingga kondisi sebelum
dan setelah penggalian dapat diketahui guna menghitung volume galian. Kemudian hasil
pengukuran Kontraktor akan diperiksa ulang oleh Direksi.
i. Paling lambat 7 hari sebelum mulai pekerjaan pengukuran Kontraktor harus menyerahkan
kepada Direksi suatu rencana yang menunjukkan tata-letak semua patok, garis referensi, profil
dan rincian metode pengukuran yang akan digunakan untuk menghitung volume.
j. Garis referensi dan patok harus dipasang di lapangan paling lambat 24 jam sebelum pengukuran
dimulai dan memberitahukan hal itu kepada Direksi.
k. Semua jenis referensi dan patok harus tetap berada di tempatnya dalam kondisi baik sampai
waktu yang ditentukan oleh Direksi untuk memungkinkan Direksi dapat melakukan pengukuran
ulang.
l. Semua catatan lapangan pengukuran dan penghitungan volume galian harus diserahkan kepada
Direksi.
m. Semua pengukuran untuk menghitung volume yang akan dipakai dasar untuk mengajukan
pembayaran tambahan harus dilakukan dengan kehadiran Direksi. Kontraktor harus

17
Spesifikasi Teknis

memberitahukan Direksi sebelumnya sehingga pengukuran bersama bisa dilakukan tanpa


mempengaruhi kemajuan pekerjaan penggalian.
11. Pengukuran dan Pembayaran
a. Hargaharga satuan yang ditenderkan didalam rencana anggaran biaya untuk berbagai pos
pekerjaan tanah meliputi biaya pemakaian semua tenaga kerja, perlengkapan dan bahan-bahan
yang digunakan di dalam menggali, menimbun, termasuk pelaksanaan semua kebutuhan
pengeringan dan pengadukan. Untuk pemadatan yang tepat bila dibutuhkan pada pengangkutan
semua material galian dari borrow area ketempat penimbunan untuk timbunan kembali.
b. Pengukuran untuk pembayaran material timbunan adalah dalam meter kubik pada timbunan
terpasang sesuai garis, ukuran dan level seperti ditunjukkan dalam Gambar atau sesuai
perubahan oleh Direksi tidak tergantung pada toleransi yang diijinkan pada konstruksi.
c. Pembayaran material timbunan sesuai harga satuan per meter kubik yang disetujui sebelumnya
untuk item pekerjaan bersangkutan dalam Daftar Kuantitas Pekerjaan.

III. PEKERJAAN BETON


1.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN


Semua "beton" yang akan digunakan pada bagian konstruksi harus sesuai spesifikasi dan yang
diminta oleh Direksi. Beton harus terdiri dari bahan yang disetujui oleh Direksi. Beton harus terdiri dari
bahan yang telah ditentukan dan harus secara proporsi sesuai dengan yang ditentukan menurut
ketentuan-ketentuan dan kebutuhan seperti tersebut di atas. Konstruksi harus dilaksanakan kecuali
bila mana ada ketentuan-ketentuan yang tidak diperinci disini harus sesuai dengan Standard Beton
Indonesia yaitu NI. 2 PBI 1971.

18
Spesifikasi Teknis

2.

BAHAN
Seluruh material untuk beton, termasuk semen, pasir , agregat kasar dan air akan disesuaikan dengan
Bagian I, yaitu bahan-bahan umum.

3.

MUTU BETON
3.1.

Mutu Beton
Mutu beton harus disesuaikan dengan Standard Indonesia untuk beton NI. 2 PBI 1971 seperti
tabel berikut ini:
Us Grade

Tbk

Tbm
With S = 46
(Kg/cm2)

Category of
(Kg/cm2)

Non
Structural

B1

Structural

K-125

125

200

Structural

K-175

175

250

Structural

K-225

225

300

Structural

Supervision

Control

Agregate Structure

Crushing

Visual
Inspection
Stric
Inspection
Detailed
Examination
by Dation
Detailed
Examination
by Dation
Detailed
Examination
by Dation

No Test
No Test
No Test
Test To
be Carried
Out
Test To
be Carried
Out

Dimana T'bk adalah karakteristik "Crushing Strength" yang diperoleh dari beberapa percobaan
sample crushing, dengan penyimpangan maksimum 5 % di bawah yang disyaratkan.
T'bm adalah nilai crusing stregth rata-rata.
Jika tidak ditentukan lain, nilai crushing strength selalu diambil nilai compresive strength dari
kubus ukuran 15 (0.06) cm per sisi, diuji pada umur 28 hari.
Formula untuk menghitung adalah :
T ' bk T ' bm 1.64S

(T ' b T ' bm ) 2
N 1

Dimana:
N
T'b
T'bm
S
3.2.

=
=
=
=

Jumlah sample yang diuji (minimum 20 buah sample)


Crushing Strength untuk tiap sample (kg/cm2)
Nilai Crushing rata-rata
Standard Crushing Deviasi (kg/cm2)

Kriteria
Secara umum USBR dapat diterima dengan ketentuan bahwa strength 80% dari hasil test
specemen harus lebih besar dari design strength. Design strength klasifikasi seperti:
Class I = 160 kg/cm2 dengan uji silinder 15 x 30 cm selama 28 hari;
Class II = 200 kg/cm2 dengan uji silinder 15 x 30 cm selama 21 hari;
Class III = 225 kg/cm2 dengan uji silinder 15 x 30 cm selama 28 hari.

4. CAMPURAN BETON

19
Spesifikasi Teknis

a.
b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.
i.

Beton terdiri dari semen portland, pasir, agregat kasar, air seperti yang telah tercantum pada
spesifikasi, semua dicampur secara baik dan membawa konsistensi yang layak.
Untuk beton mutu grade "B" campuran biasanya untuk "Non-Structural Work" digunakan dengan
kondisi bahwa proporsi semen portland, pasir, dan agregat tidak kurang dari 1:8. Jumlah semen
untuk tiap-tiap m3 beton harus sedikitnya 225 kg.
Untuk mutu beton B1 dan K-125, campuran normal semen portland, pasir dan kerikil batu pecah
akan berlaku proporsi 1:2:3 atau 1:1,5:2,5. Jumlah semen untuk tiap m3 beton harus diantara 300
- 325 kg.
Untuk mutu K-175 dan mutu yang lebih tinggi harus digunakan "Design Mix". Design Mix harus
dari hasil pengujian campuran untuk memperoleh ketentuan-ketentuan dan karakteristik
kekuatan. Jumlah semen untuk tiap m3 beton sekurang-kurangnya 325 kg.
Ukuran maksimum agregat dalam beton untuk beberapa bagian pekerjaan adalah yang paling
besar dari ukuran yang telah ditentukan dan penggunaannya mulai dari pengadukan beton
sampai pemasangan hingga memuaskan.
Proporsi untuk bermacam bahan-bahan yang akan digunakan untuk tempat yang berbeda harus
seperti yang didapatkan dari hasil percobaan test, dari waktu ke waktu selama pekerjaan
berlangsung.
Proporsi campuran air dan semen akan dideterminasi dari beton sudah diproduksi yang
mempunyai density yang cocok, impermeabilitas, ketahanan, dan tegangan yang dibutuhkan
tanpa menggunakan semen dengan jumlah yang berlebihan.
Perbandingan air semen dari beton (tak termasuk air dalam atau diabsorsi oleh agregat) tidak
akan lebih 0.55 dari berat untuk Class III dan tidak lebih 0.60 dari berat untuk Class-class lain.
Pengujian beton dibuat oleh Direksi dan propor-si campuran akan diganti bilamana diperlukan
untuk maksud pengukuhan kebutuhan ekonomi, kemampuan kerja, density, impermeabilitas,
ketahanan atau kekuatan dan Kontraktor harus menyanggupi bahwa tidak ada kompensasi
tambahan karena pertukaran yang demikian.

5.

Pengujian Konsistensi Beton dan Sample Beton


a. Jumlah air yang digunakan dalam beton harus diatur sesuai kebutuhan untuk menjamin
konsistensi betonyang sebenarnya dan untuk pengaturan berbagai variasi dalam kandungan
kadar air atau gradasi dari agregate sebagai mana dimasukkan ke dalam mixer. Penambahan air
untuk mengganti kekakuan dari hasil beton yang telah diaduk yang melampaui batas untuk dapat
dipakai lagi karena terlalu kering sebelum penurunan, tidak boleh lebih dari 5 cm untuk beton
yang mengandung ukuran agregate maksimum 7,5 cm. Untuk beton lantai jembatan, pada
puncak-puncak dinding, pilar, tepi trotoar dan plat yang horizontal atau mendekati horizontal dan
tidak akan lebih dari 7.5 cm. Untuk semua beton pengujian (test) disesuaikandengan standar
Indonesia NI.2 PBI 1971. Direksi menyatakan kebenaran tentang keperluan lesser slump.
b. Compressive Strength dan pada beton akan didapatkan Direksi melalui pengujian pada silinder
dengan diameter 15 cm dengan 30 cm atau kubus 15 x 15 atau 20 x 20 dibuat dan diuji sesuai
dengan NI.2 PBI 1971 atau designation 29 sampai 33, termasuk edisi terakhir dari USBR
Concrete Manual, kecuali untuk semua sample beton silinderis yang dicetak. Butir dengan ukuran
lebih besar dari 3.8 cm harus dipisahkan dengan ayakan.
Slump test akan dibuat oleh Kontraktor dengan pengawasan Direksi sesuai dengan NI.2 PBI
1971 atau designation 22 USBR Concrete Manual. Kontraktor harus menyediakan fasilitas yang
dibutuhkan untuk memperoleh dan mendapatkan test sample yang memadai.
c. Frekuensi test akan ditetapkan oleh direksi dengan dasar "Placement Rate" pada bangunan,
tetapi tidak lebih dari yang diperlukan untuk menjamin bahwa beton yang dipasang sesuai
dengan spesifikasi dan kebutuhan-kebutuhan design.

6.

PENUMPUKAN BAHAN (BATCHING)

20
Spesifikasi Teknis

Penyedia jasa harus melengkapi beberapa hal dengan perlengkapan sebagaimana dibutuhkan oleh
direksi pekerjaan dengan teliti untuk dapat mengecek jumlah masing-masing bahan terpisah sampai
menjadi beton. Beberapa macam perlengkapan dan cara operasinya berlangsung, pada setiap waktu
harus disetujui oleh direksi pekerjaan.
7.

PENGADUKAN
7.1.

Mesin Pengaduk Campuran Beton


a. Bahan-bahan untuk adukan beton harus dicampur dalam batch mixer atau "Portable
Mixer", waktu pengadukan tidak kurang dari 15 menit, sesudah seluruh bahan-bahan
(kecuali untuk air dengan jumlah yang penuh) di dalam mixer. Waktu pengadukan perlu
ditambah apabila kapsitas mixer melebihi dari 15 m3. Direksi memberi syarat untuk
penembahan waktu pengadukan bila mana pengisian dan operasi pengadukan gagal
menghasil-kan beton melalui bahan-bahan yang didistribusi dan konsis-tensi yang uniform
concrete harus seragam. Dalam komposisi dan konsistensi dari kelompok-kelompok
kecuali bila perganti-an dalam komposisi atau konsistensi dibutuhkan. Air harus
ditambahkan sebelum pengisian dan pengadukan berikutnya dilaksanakan. Campuran
yang berlebihan dengan penamba-han air untuk mendapatkan konsistensi beton tidak
diizinkan.
b. Truck mixer akan diizinkan hanya jika mixer-mixer dan operasi menunjukkan beton yang
diolah adalah uniform dari tiap-tiap pengolahan dengan memperhatikan konsistensi dan
grading. Setiap mixer yang menghasilkan hasil yang tidak memuaskan harus dibuang dari
atas biaya sendiri dari Kontraktor. Setiap mixer yang memberikan hasil yang tidak
memuaskan harus diperbaiki. Mixer dalam pengolahan secara sentralisasi dan mixing
plant harus dirangkai sedemikian rupa sehingga gerak-an pengadukan dalam mixer dapat
diobservasi dari tempat yang sesuai terhadap tempat operator-operator mixing plant.
Mixer tidak akan dibebani dengan bahan yang melebihi dari kapasitasnya, kecuali dalam
keadaan khusus yang diizinkan. Setiap mixer harus dilengkapi dengan alat pencatat
waktu pengadukan mekanis yang menunjukkan dan menjamin periode adukan-adukan
yang dibutuhkan terhadap yang sudah selesai.

7.2.

Hand Mixing Beton


Untuk pekerjaan kecil dapat dilakukan pengadukan dengan tangan apabila ada izin dari direksi
pekerjaan:
a. Karena strain daripada beton sangat tergantung pada kesempurnaan
pengadukan, maka pekerjaan ini harus dijaga dan dilaksanakan serta dicoba sesuai
dengan petunjuk Direksi. Direksi setiap saat dapat memeriksa beberapa penampang dari
bentuk yang dijumpai dengan serba kekurangannya dan perhatiannya, dan Kontraktor
harus segera memperbaiki pekerjaan dengan biaya sendiri;
b. Box pengukuran agregat, saringan agregat dan pengadukan beton dengan bentuk datar
dilengkapi dengan ukuran yang cukup untuk meningkatkan dan mempercepat
pengadukan sekurang-kurangnya dua batching pada waktu yang sama. Tiap-tiap bahan
tidak akan lebih dari 15 cm3;
c. Dalam box-box pengadukan, pengukuran jumlah pasir disebar lebih dahulu dalam
adukan, kemudian semen harus disebar di atas pasir, dan pasir serta semen secara
sempurna dicampur hingga warna seragam, kemudian penambahan air yang membuat
lapisan mortar. Setelah campuran dibentuk lengkap sebagai mortar, kemudian agregat
disebarkan di atas permu-kaan dan keseluruhannya disodok dan dibalik, atau dicampur
sampai adukan tercampur sempurna dan semua agregat ditutup dengan mortar. Hal ini
mungkin membutuhkan adukan dibalik dan disodok berkali-kali sampai sempurna.
d. Hand mixing tidak diizinkan untuk beton bendung, jembatan dan bangunan-bangunan
yang besar.

21
Spesifikasi Teknis

8.

TEMPERATUR
Temperatur beton ketika dipasang tidak lebih dari 32OC dan tidak kurang dari 4.5OC. Ketika
tempereatur beton waktu bekerja mungkin 27O C dan 32OC, beton akan dicampurkan dijob site dan
dituangkan ke dalam pekerjaan dengan segera setelah pengadukan selesai. Jika dipasang pada
keadaan cuaca dengan temperatur beton lebih dari 32OC, seperti yang didapatkan oleh direksi maka
campuran pada malam perlu dilakukan untuk mempertahankan temperatur beton terpasang di bawah
32OC.

9.

DESAIN BEKISTING
Design Bekisting disesuaikan dengan berbagai bentuk, ketinggian dan dimensi dari beton seperti
terlihat dalam gambar atau sebagaimana yang ditentukan oleh Direksi. Bahan yang dipergunakan
dalam design perancah akan ditentukan oleh direksi sebelum pelaksanaan dimulai, meskipun telah
disetujui bukan berarti bahwa Kontraktor tidak bertanggung jawab atas bentuk-bentuk atau perbaikan
beberapa bagian yang rusak yang dapat berkembang atau menjadi tidak dapat digunakan.

10. PEMBUATAN BEKISTING


a. Bekisting untuk membentuk beton sesuai dengan keperluan harus dibuat seperlunya. Perancah
harus terdiri dari logam, dengan line kayu, plywood linning, tempered presswood linning atau
papan halus, dalam kondisi baik yang dibutuhkan menghasilkan permukaan yang baik seperti
yang ditentukan.
b. Permukaan halus dari beton yang sudah dikerjakan sangat diperlukan, bila pekerjaan ini untuk
dilalui air. Bekisting cetakan untuk beberapa permukaan boleh terbuat dari kayu atau metal lain
dan harus benar dalam setiap penempatan, bentuk dan ukuran dan harus dengan strength yang
cukup dan kaku untuk menjaga posisi dan bentuk akibat beban dan operasi pemasangan dan
vibrasi beton. Semua cetakan kayu untuk permukaan yang dilalui air harus rata dan bersih.
Kekuatan dan keefektifan harus dijamin sehingga dalam konstruksi seluruh cetakan dapat
mengikat sisi yang berdampingan dengan ujung dari panel-panel dan membentuk penampang
yang tepat. Ini semua untuk melidungi pembentukan tumpukan, pembongkaran-pembongkaran
halus atau yang rusak permukaan betonnya setelah terpasang.
c. Semua cetakan harus rapat ketika didirikan agar diperoleh hasil yang cocok dan baik untuk
pembongkaran cetakan tanpa mengganggu permukaan beton yang telah terpasang harus
dipersiapkan sebelum beton dituang permukaan cetakan diberi oli yang akan secara efektif
mencegah pelekatan dari beton dengan cetakan dan tidak akan menodai beton. Semua bahabahan yang tersimpan atau yang telah dipakai hanya boleh digunakan bila disetujui direksi.
Kontak antara tulangan baja cetakan juga harus diperhatikan, jangan sampai menghasilkan
perpaduan yang tidak baik.
d. "Chamfer Strips" (bingkai penguat) harus ditempatkan pada sudut cetakan hingga menghasilkan
sisi yang dibentuk atas permukaan beton. Sudut-sudut interior pada beberapa permukaan dan
sisi miring kecuali sisi miring dapat diketahui dari gambar-gambar.

11. KLASIFIKASI BEISTING


Kebutuhan tambahan dari apa yang sudah ditentukan di dalam daftar volume dan harga yaitu:
a. Bekisting < 4 m;
b. Bekisting lainnya.
12. PEMASANGAN BEKISTING
a. Tidak dibolehkan untuk pemasangan beton sebelum semua bekisting, cetakan dan persiapanpersiapan lainnya yang berhubungan dengan pemasangan disetujui oleh Direksi. Tidak
diperbolehkan memasang beton di dalam air tanpa izin tertulis dari Direksi, dan metode
pengecoran harus disetujui. Tidak diperbolehkan memasukkan beton ke dalam air yang mengalir
dan tidak boleh mengalirkan air sebelum beton telah cukup mengering. Semua kerak-kerak
22
Spesifikasi Teknis

b.

c.

d.

e.

beton, mortar, grout yang melekat pada permukaan cetakan harus dibersihkan sebelum
pengecoran beton berikutnya dimulai.
Segera sebelum pengecoran beton, semua permukaan yang akan diisi beton harus bersih dan
bebas dari genangan air, lumpur, kotoran atau loose material. Permukaan bahan-bahan yang
akan menyerap beton harus dibasahi sehingga kadar air dari beton tidak terserap.
Bagian permukaan yang akan ditutup dengan beton bila dirasa perlu untuk menyediakan
penggetar (vibrator) beton di dalam pengerasan dan pondasi seperti ditentukan oleh Direksi,
Kontraktor harus memasang beton kelas. B atau kepingan beton yang terdiri dari ketebalan 5 cm
sebagai lantai kerja. kepingan kasar harus tersebar secara merata di seluruh pondasi yang akan
dilindungi, baru diperbolehkan mengadakan pengecoran setelah 24 jam.
Permukaan beton yang sudah mengeras yang akan dilapisi dengan beton baru, tidak boleh dicor
dengan begitu saja, harus dilaksanakan sebagai penyambungan konstruksi (constructions joints).
Permukaan sambungan konstruksi harus bersih dan basah bila ditutup dengan beton baru atau
mortar. Pembersihan harus menghilangkan semua lailance, beton yang lepas atau yang rusak,
lapisan atau bahan asing. Permukaan sambungan konstruksi harus dibersihkan dengan sandblasting dan pencucian harus dilakukan pada kesempatan terakhir sebelum penempatan yang
pasti. Semua genangan air harus dihilangkan dari permukaan sambungan konstruksi sebelum
beton yang baru dipasang.
Permukaan dari semua sambungan konstruksi atau expansion joint seperti ditunjukkan pada
gambar harus dibersihkan dengan baik dari tempelan beton atau bahan-bahan asing lain dengan
menggaruk, shipping, atau cara lain yang disetujui Direksi.

13. PENEMPATAN
a. Metode dan perlengkapan yang digunakan untuk mengangkut beton harus sedemikian sehingga
beton yang mempunyai komposisi dan konsistensi yang dibutuhkan akan terjamin tanpa
pemisahan atau kehilangan slump yang merugikan.
b. Beton boleh dicor apabila Direksi atau wakilnya yang dikuasakan, su-dah hadir permukaan
konstruksi sambungan atas dimana beton baru akan dicor harus ditutupi lapisan grout semen
yang rapi atau ditutup dengan lapisan mortar kira-kira 2 cm tebalnya. Mortar harus mempu-nyai
proporsi semen dan pasir yang sama dengan campuran beton yang telah diatur kecuali
diarahkan dengan lain. Rasio air semen dari mortar tidak melebihi dari rasio beton yang akan
dipasang di atasnya, dan konsistensi dari mortar harus sama dengan pengecoran dan pekerjaan
dengan cara-cara yang ditetapkan. Mortar harus menyebar secara seragam dan harus dikerjakan
dengan teliti. Beton harus ditem-patkan segera pada mortar yang baru, didalam menempatkan
beton pada sambungan-sambungan konstruksi yang dibentuk, tindakan-tindakan pencegahan
khusus harus diambil untuk menjamin bahwa beton baru dimasukkan ke dalam kotak yang erat
dengan permukaan sambungan, dengan secara hati-hati dengan alat yang cocok.
c. Pengaturan kembali beton tidak akan diizinkan. Suatu beton yang telah kaku, demikian pula
penempatan yang tepat tidak dapat dijamin akan sia-sia dan tidak ada pembayaran kepada
Kontraktor. Beton harus ditempatkan dalam semua hal, sedapat mungkin dapat dilaksanakan
secara langsung di dalam posisi akhir dan tidak akan mengalir dengan suatu cara sehingga
menyebabkan pemisahan. Pemisahan yang berlebihan dari agregat kasar di dalam beton yang
disebabkan karena membiarkan beton jatuh bebas dari ketinggian yang terlalu tinggi, atau pada
sudut partikel yang terlalu besar atau yang akan merusak cetakan dan tulangan baja tidak
dibolehkan bila pemisahan-pemisahan terjadi, Kontraktor harus menyediakan jeram-jeram
penjatuhan yang cocok dan bafle untuk membatasi dan mengontrol beton yang jatuh.
d. Kecuali karena dihalangi oleh sambungan-sambungan, semua beton yang terbentuk harus
ditempatkan di dalam lapisan-lapisan horizontal yang menerus, yang ketebalannya tidak melebihi
50 cm. Direksi berhak memerintahkan ketebalan lapisan kurang dari 50 cm bilamana ketebalan
50 cm tersebut tidak bisa dilaksanakan sesuai dengan tuntutan spesifikasi. Semua interseksi dari
sambungan-sambungan konstruksi dengan permukaan harus dibuat lurus dan datar atau tegak.
e. Dalam menempatkan beton di daerah-daerah yang diekpose dengan ketebalan yang besar,
Kontraktor harus menjaga daerah yang diekpose dari beton baru dengan syarat-syarat praktis
23
Spesifikasi Teknis

f.

g.

h.

i.

j.

yang minimum, dengan mula-mula membentuk beton dengan lebar bangunan dengan ketinggian yang cukup di atas daerah yang dibatasi pada suatu ujung bangunan dan kemudian
dilanjutkan dalam tahap-tahap progressive yang serupa terhadap daerah bangunan. Lereng yang
dibentuk pada ujung mendaki yang tidak terbatas dari lapisan-lapisan beton yang sudah baik
harus dijaga securam mungkin, beton pada sisi ujung-ujung ini tidak boleh digetarkan segera dan
kondisi-kondisinya sedemikian rupa sehingga beton akan mengeras, dimana getaran berikutnya
tidak akan sepenuhnya mengkonsolidasikan dan menginte-grasikan dengan beton baru yang
ditempatkan pada penyambungan kelompok-kelompok agregat besar harus disebar sebelum
beton yang baru dipasang di atasnya, masing-masing deposit beton harus digetarkan sebelum
deposit beton beriikutnya ditempatkan di atasnya.
Beton tidak boleh dicor selama musim hujan lebat atau sehingga menghanyutkan mortar dari
agregat kasar pada lereng-lereng penempatan. Selama hujan yang demikian mortar tidak boleh
ditebar-kan pada sambungan konstruksi dan mortar yang telah disebarkan harus dibuang dan
diganti sebelum melanjutkan pekerjaan. Sekali penempatan beton yang telah dimulai di dalam
suatu bangunan, penempatan tidak boleh diganggu.
Ember-ember beton yang digunakan harus dapat dengan cepat mengeluarkan slump yang
rendah, campuran-campuran beton yang ditentukan dan mekanisme dumping harus dirancang
sedemikian rupa sehingga pengisian sebanyak 0.35 m3 bagian muatan di suatu tempat. Emberember harus cocok untuk pengikatan dan pemakaian dari drop chute (jeram) yang dibutuhkan di
lokasi-lokasi terbatas.
Sambungan konstruksi harus mendekati horizontal kecuali bila ditentukan lain pada gambargambar atau diperintahkan oleh Direksi. Semua interseksi dari sambungan-sambungan
konstruksi dengan permukaan beton yang akan diekpose kepada pandangan akan dibuat lurus
dan datar atau tegak.
Bila beton ditempatkan secara monolitis seputar lubang-lubang yang mempunyai dimensi vertikal
yang lebih besar 60 cm, beton dalm deck (geladak) dasar lantai, balok gelagar atau bagianbagian bangunan yang serupa ditempatkan secara monolitis dengan beton yang menopangnya.
Instruksi-instruksi berikutnya harus diteliti baik-baik:
Penempatan beton harus ditunda dari satu atau tiga jam pada bagian atas lubang dan pada
dasar bevel di bawah deck, lantai dasar, gelagar atau bagian serupa dari bangunanbangunan sewaktu bevel ditentukan atau tidak ditentukan, tetapi dalam hal penempatan
ditunda sedemikian lamanya sehingga unit yang bergetar tidak akan siap untuk penetrasi
secara berat sendiri beton yang ditempatkan sebelum penundaan. Ketika mengkonsolidasikan beton yang ditempatkan setelah penundaan, unit yang bergetar harus menyerap dan
menggetarkan beton yang ditempat-kan sebelum penundaan;
60 cm terakhir atau lebih dari beton ditempatkan segera sebelum penundaan harus
ditempatkan dengan slump sepraktis mungkin dan perhatian khusus dicurahkan agar
konsolidasi beton yang teliti akan terlaksana;
Beton yang ditempatkan di atas lubang-lubang dan di dalam deck-deck, lantai-lantai, balok
gelagar dan bangunan serupa lainnya harus ditempatkan dengan slump serendah mungkin
dan perhatian khusus harus dicurahkan untuk menghasilkan konsolidasi yang teliti dari
beton.
Tiap-tiap lapisan beton harus dikonsolidasi sampai kepadatan yang semaksimum mungkin
sehingga bebas dari kantong-kantong agregat, dan menutupi semua permukaan bentuk bahanbahan yang ditanam-kan, Di dalam mengkonsolidasikan setiap lapisan beton, getaran terdahulu
dari vibrator harus dibiarkan menyerap dan menggetarkan kembali beton bagian atas lapisan.
Semua beton harus dikonsolidasikan dengan listrik atau type imersion yang dikendalikan tenaga
pneumatik yang beroperasi pada kecepatan sekurang-kurangnya 7000 rpm. Bila dicelupkan
dalam beton lapisan tambahan beton tidak boleh ditempatkan sebelum lapisan yang ditempatkan
sebelumnya telah dikerjakan secara teliti sesuai dengan yang ditentukan.

14. WAKTU DAN METODE PEMBONGKARAN BEKISTING


24
Spesifikasi Teknis

a.

b.

c.

d.

Waktu dan metode pembongkaran dan pemindahan bekisting/ cetakan harus seperti yang
ditentukan oleh Direksi dan pekerjaan ini harus dilakukan dengan teliti untuk menghindari
kerusakan dari beton.
Penunjang dan penopang bekisting tidak boleh dibongkar dari balok-balok beton tulang, lantailantai dan dinding-dinding sebelum mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul beban berat
sendiri plus suatu muatan yang diperkirakan di atasnya.
Tidak dibolehkan adanya muatan pada beton yang belum mengeras segera setelah perancah
dilepas permukaan beton harus diperiksa dengan teliti dan setiap permukaan-permukaan yang
tidak teratur harus segera diperbaiki demi kerapian dan keindahan.
Pada umumnya waktu minimum sebelum melepaskan bekisting adalah dua hari untuk dindingdinding yang tidak dimuati, 7 hari untuk dinding penopang dan dinding induk serta 21 hari untuk
lantai jambatan. Tabel di bawah ini menunjukkan kekuatan minimumdari beton untuk pelepasan
bentuk.
KEKUATAN MINIMUM CONCRETE UNTUK PELEPASAN BENTUK
Kekuatan minimum
yang diharuskan

Klasifikasi Struktural

1. Beton yang tidak mengalami tekukan yang berat,


atau tekanan langsung, atau tidak perlu tiang
perancah untuk bantuan vertikal, atau tidak perlu
dikuatirkan setelah pembongkaran perancah dan
operasi aktivitas-aktivitas lain selama konstruksi
2. Beton yang dipengaruhi tekukan yang diizinkan
dan/atau tekanan langsung dan sebagian
memerlukan tiang perancah yang vertikal subjek
terhadap muatan mati saja

Usia dengan
kondisi perbaikan
yang baik

kg/cm2

psi

35

500

24 jam

53

750

36 jam

15. PERAWATAN (CURING)


a. Semua beton dibasahi dengan air siraman/rendaman sesuai dengan yang ditentukan. Direksi
berhak untuk menentukan metode apa yang akan digunakan dalam bagian pekerjaan yang
berlainan.
b. Beton yang dirawat dengan air harus tetap basah sekurang-kurangya 14 hari berturut-turut
setelah pemasangan. Perawatan harus dimulai segera setelah beton cukup mengeras untuk
mencegah kerusakan. Curing harus dengan penutupan bahan yang basah suatu sistem dengan
pipa-pipa yang berlubang, sprinkler, mekanis, penyiram yang poreous atau dengan metode lain
yang disetujui yang akan menjaga agar semua permukaan yang dirawat secara kontinyu tetap
basah (tidak periodik). Air yang digunakan untuk curing harus memenuhi ketentuan-ketentuan
spesifikasi air yang digunakan untuk mengaduk beton.
16. PERLINDUNGAN
Kontraktor harus melindungi semua beton terhadap gangguan sampai akhirnya diterima oleh Direksi.
Permukaan beton yang diekpose, kecuali permukaan beton yang dilapisi dengan campuran penutup
berpigmen putih, harus dilindungi dari sinar matahari langsung selama sekurang-kurangnya 3 (tiga)
hari pertama setelah pengecoran. Setiap perlindungan harus efektif, sepraktis mungkin setelah
pengecoran beton yang tidak berperancah atau setelah perancah beton dibongkar.
17. PERAPIHAN

25
Spesifikasi Teknis

a.

b.

c.

Perapihan permukaan beton harus dilakukan oleh pekerja-pekerja yang terampil dengan
kehadiran Direksi. Permukaan beton akan ditest oleh Direksi untuk menentukan apakah keadaan
permukaan yang tidak teratur dalam batas-batas yang ditentukan. Perbaikan yang disebab-kan
karena pemindahan atau pemasangan cetakan yang salah, atau linning dari penampang
cetakan, pengancingan cetakan yang lepas atau kerusakan cetakan dianggap sebagai bentuk
yang tidak teratur dan akan ditest dengan pengukuran langsung. Semua keadaan tidak teratur
lainnya dianggap sebagai keadaan tidak teratur yang berangsur (gradualy) dan akan ditest
dengan menggunakan template yang terdiri dari ujung lurus atau yang disamakan untuk
permukaan yang berlekuk. Panjang template 1.5 m untuk pengetesan permukaan yang dibentuk
dan 3 m untuk pengetesan permukaan yang tidak dibentuk. Sebelum Direksi menerima
pekerjaan, Kontraktor harus membersihkan semua permukaan yang terlihat, kecuali ditetapkan
lain seperti kerak dan noda-noda yang tidak tampak.
Permukaan bagian dalam yang tidak terbentuk harus dimiringkan untuk pengeringan seperti
ditunjukkan pada gambar-gambar atau seperti yang ditunjukkan oleh Direksi. Permukaan yang
sempit seperti puncak dinding dan beton penahan harus dimiringkan 20 mm untuk setiap lebar 1
m. Permukaan yang lebih besar seperti plat form dan lantai harus dimiringkan kira-kira 10 mm
setiap lebar 1 m.
Permukaan yang tidak teratur yang diukur seperti yang digambarkan dalam (a) melebihi 6 mm
untuk keadaan yang tidak teratur dan tidak terdapat tanda-tanda tambahan.
Sambungan dan ujung harus dikerjakan kecuali ditetapkan lain, perapihan untuk permukaan
yang tidak dibentuk dilakukan sebagai berikut :
Permukaan yang tidak dibentuk yang akan ditutup dengan bekas galian atau dengan beton
harus dirapikan dengan levelling yang cukup panjang untuk menghasilkan permukaan
seragam yang rata. Permukaan yang tidak teratur yang diukur seperti (a) tidak melebihi
0.95 cm.
Bajak keras harus digunakan untuk permukaan-permukaan yang tidak dibentuk yang akan
terpampang atau yang akan berhadapan dengan air mengalir, kecuali permukaan lantai
jembatan subjek terhadap lalu lintas pejalan kaki atau yang berkendaraan yang akan
dirapikan dengan menyapukan lapisan yang terang. Penambalan dapat dilakukan dengan
menggunakan perlengkapan yang dikendalikan dengan tenaga atau dengan tangan.
Penambala akan dimulai segera setelah permukaan yang panjang telah cukup kaku dan
harus mencapai keadaan minimum yang diperlukan untuk menghasilkan permukaan yang
bebas dari tanda-tanda perpanjangan dan pelebaran seragam dalam teksturnya.

18. PERBAIKAN PERMUKAAN BETON


a. Apabila setelah pengupasan beton ternyata tidak berbentuk seperti yang ditunjukkan pada
gambar-gambar atau tidak lurus atau datar, dan menunjukkan permukaan yang rusak hal ini akan
dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi dan harus dihilangkan atau diganti oleh Kontraktor atas
biayanya, kecuali bila Direksi memberi izin untuk mem-perbaiki daerah yang rusak. Perbaikan
harus dilakukan seperti yang digambarkan dalam pasal-pasal berikutnya.
b. Kerusakan yang perlu diganti atau diperbaiki adalah yang terdiri dari sarang lebah, kerusakan
yang disebabkan pengelupasan cetakan, potongan-potongan yang lepas dari beton, lubanglubang skrup, lubang-lubang tongkat ikatan (tie rode), tepi-tepi dan pembengkakan yang
disebabkan karena bergeraknya cetakan. Tepi-tepi dan pem-bengkakan (gelembung-gelembung)
akan dihilangkan dengan shipping (penyerpihan) atau tolling dan diikuti dengan penggosokan
dengan batu penggosok. Sarang lebah dan lainnya yang merusak beton akan diserpihkan
dengan alat yang berujung tajam dan berbentuk sedemiki-an rupa sehingga perbaikan akan
dilakukan di tempat. Semua lubang-lubang harus dibasahi dengan baik selama 24 jam.
Permukaan pengisi akan diselesaikan sesuai dengan dinding-dinding di sekitarnya sehing-ga
mempunyai tekstur yang sama. Semua tambalan harus dihaluskan.
c. Apabila menurut pendapat Direksi penambahan yang tidak sempurna untuk bangunan yang
terpampang sedemikian rupa sehingga tidak akan menghasilkan suatu tembok dengan

26
Spesifikasi Teknis

d.

e.

penampilan yang memuas-kan, Kontraktor akan diminta untuk membuat tembok sebaik mungkin
dengan tembok yang berbatasan sesuai dengan petunjuk Direksi.
Kekurangan-kekurangan baut dan lubang ikatan dan daerah sarang kerikil harus diperbaiki
dengan diisi mortar penambahan kering yang terdiri dari satu bagian semen dan dua bagian pasir
beton (perbandingan volume) dengan campuran tambahan yang tidak mengerut, dengan air yang
cukup, dan yang sudah disetujui oleh Direksi dengan jumlah yang sesuai dengan spesifikasi
pabrik sehingga setelah adukan bercampur baik mortar melekat dan menyatu dengan baik tanpa
ada gelembung-gelembung udara. Mortar yang digunakan untuk memper-baiki beton dipasang
dengan lapisan yang tipis dan dipadatkan secara tipis dengan alat yang memadai. Pengisian
mortar harus diperhatikan secara khusus sehingga setiap lubang terisi penuh dengan mortar
yang padat.
Untuk beton permukaan mortar harus dibuat dengan warna yang sama dengan menggunakan
bahan pengganti yang terdiri dari semen putih dalam jumlah yang sesuai. Sambungan beton
harus kedap air, rapi dan baik serta dapat diterima oleh Direksi.

19. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN


a.

Beton
Semua beton dan grout yang dibutuhkan untuk pekerjaan dalam spesifikasi ini harus dimasukkan
dalam harga satuan penawaran di dalam rencana anggaran biaya untuk item-item yang berhubungan. Harga satuan penawaran untuk pekerjaan demikian akan meliputi tetapi tidak terbatas
pada air, pasir dan agregat, campu-ran tambahan, campuran yang tidak menyusut, campuran
perbaikan dan perletakan neoprene dan asbestos sheet packing dan juga meliputi semua
pengerjaan tetapi tidak terbatas pada pengolahan, pencampuran, pengontrolan, temperatur,
transpor-tasi persiapan untuk penempatan perbaikan, perlindungan dan sewa pengerjaan
lainnya, prosedur-prosedur, penempatan-penempatan dan syarat-syarat yang diajukan.

b.

Perancah
Semua perancah yang dibutuhkan harus dimasukkan ke dalam harga satuan pekerjaan di dalam
rencana anggaran biaya sesuai dengan klasifikasinya. Harga satuan pekerjaan mengikuti dan
tidak terbatas pada bahan-bahan cetakan, transportasi, persia-pan, pemasangan, pelepasan
kembali dan semua pekerjaan yang lain sesuai persyaratan dan prosedur.

IV. PEKERJAAN PASANGAN BATU


1.

Ruang Lingkup Pekerjaan


Semua pasangan batu yang dibutuhkan dalam persyaratan teknik dan untuk keperluan yang
berhubungan dengannya, dibuat dan yang mungkin ditentukan oleh direksi pekrjaan, terdiri dari bahan
yang dipersyaratkan disini dan harus dicampur sesuai dengan kegunaan, pembuatan dan
pemasangannya sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang dinyatakan disini. Ketentuan dan
persyaratan disini lebih lanjut harus diterapkan untuk semua pekerjaan batu, kecuali ada yang secara
khusus untuk jenis pekerjaan tertentu diubah oleh Direksi.

2.

Bahan
Untuk pasangan batu yang dibutuhkan dalam persyaratan teknik ini meliputi batu, semen, pasir dan
air, harus sesuai dengan ketentuan dan sepenuhnya memenuhi persyaratan dalam Bab I Bahan
Umum. Untuk pasangan batu terdiri dari 1 PC : 3 pasir atau 1 PC : 4 pasir dalam satuan volume dan
air secukupnya sampai dihasilkan kepekatan yang sesuai dengan keperluan yang diinginkan.

3.

Adonan Adukan
Adukan dibuat dalam volume yang cukup dipakai untuk pekerjaan yang segera dilaksanakan saja,
semua adonan yang telah ditambah air dalam adukan selama 30 menit tidak boleh dipakai lagi.
Mengencerkan kembali adukan tidak diperkenankan.
27
Spesifikasi Teknis

4.

Pasangan batu bata dan batu kali


a. Batu yang dipakai dalam pasangan batu harus bersih dan sisetujui oleh direksi pekerjaan.
b. Batu tidak boleh dipasang pada waktu hujan yang dapat mengikis adukan dari pasangan batu.
Adukan yang telah dipasang yang menjadi encer karena kehujanan harus dibongkar dan diganti
sebelum melanjutkan pekerjaan yang baru.
c. Batu yang dipakai harus terlebih dahulu dibasahi dengan air antara 3 4 jam sebelum dipakai,
dengan cara yang dapat menjamin bahwa tiap batu telah menjadi basah dengan merata.

5.

Siaran
a. Susunan adukan untuk siaran harus terdiri dari campuran 1 PC : 3 pasir dalam volume air yang
cukup untuk menghasilkan kekentalan untuk keperluan yang diinginkan.
b. Sebelum pekerjaan siaran dimulai, celah-celah batu harus dikorek sebelum adukan dipasang.
c. Pekerjaan siaran harus menurut petunjuk direksi pekerjaan dengan ketentuan sebagai berikut:
- Siaran terbenam. celah-celah diisi sampai rata sedalam 1 cm muka batu;
- Siaran rata. celah-celah diisi sampai rata muka batu;
- Siaran timbul. celah-celah diisi sampai timbul setebal 1 cm dan dengan lebar tidak kurang
dari 2 cm.
-

6.

Plasteran
a. Susunan adukan untuk plasteran harus terdiri dari campuran 1 PC : 3 pasir dalam volume air
yang cukup untuk menghasilkan kekentalan untuk keperluan yang diinginkan.
b. Sebelum pekerjaan plasteran dimulai, celah-celah dan permukaan pasangan batu harus
dibersihkan terlebih dahulu sebelum adukan dipasang.
c. Pekerjaan siaran harus menurut petunjuk direksi pekerjaan dan dengan ketentuan ketebalan
plasteran adalah 16 mm.

7.

Pasangan Batu Kosong


a. Pekerjaan batu kosong dilaksanakan pada kondisi tanah yang labil antara lain pada bagian
bawah pondasi, pada bagian bawah atau dibelakang bronjong, diisikan batu kosong agar
kedudukan pondasi dan bronjong dapat stabil dan duduk dengan baik.
b. Batu kosong yang dipakai adalah jenis batu kali yang bermutu baik dan tidak mudah pecah atau
retak oleh goresan air.

8.

Perawatan
a. Semua pasangan batu termasuk siaran harus dirawat dengan memakai air dengan memakai
cara yang dapat diterima dan disetujui direksi pekerjaan.
b. Bila dirawat dengan air maka pasangan batu harus dijaga supaya tetap basah sekurangkurangnya 14 hari, dengan cara tertentu atau dapat dilakukan dengan memakai pipa yang
berlubang-lubang. Air yang dipakai untuk perawatan harus memenuhi syarat untuk air yang
dipakai dalam adonan beton.

9.

Perbaikan Pasangan Batu


Setelah pekerjaan pasangan batu selesai dikerjakan, maka jika pasangan batu keluar dari jalur atau
tidak mendatar, atau tidak sesuai dengan garis dan arah yang ditunjukkan dalam gambar, maka harus
dibongkar dan diganti atas biaya penyedia jasa, atau petugas teknik memberi jaminan secara tertulis
untuk menambal atau memperbaiki bagian yan rusak.

10. Ukuran dan Pembayaran

28
Spesifikasi Teknis

a.

b.

V.

Ukuran untuk pembayaran pasangan batu harus dibuat hanya sampai batas yang terlihat pada
gambar atau ditentukan direksi secara tertulis. Volume rongga, pipa dan lekukan harus
dikurangkan terhadap ukuran pasangan.
Harga satuan harus meliputi harga air, pasir, semen, kapur, angkutan, persiapan untuk
pemasangan, perawatan, perlindungan, penyelesaian dan perbaikan, prosedur kebutuhan
lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pasangan batu sesuai dengan
persyaratan teknik ini.

PEKERJAAN LAIN-LAIN
1.

Pekerjaan Drain Hole


a. Drain hole terbuat dari bahan pipa PVC berdiameter 2 dan 6", dengan panjang 50 cm dan terdiri
dari bahan ijuk, kerikil.
b. Drain hole dipasang pada pekerjaan pasangan batu, sesuai posisi yang direncanakan.
c. Ujung pipa PVC bagian luar dipotong lancip sesuai kemiringan yang diperlukan, sedangkan
bagian dalam dipotong tegak lurus diberi ijuk secukupnya dan diikat dengan kawat
d. Sewaktu pemasangan, bagian drain hole sebelah dalam (bagian yang diberi ijuk) harus diberi
kerikil secukupnya dan dipasang miring sesuai kebutuhan agar drain hole dapat bekerja sesuai
fungsinya.
e. Pengukuran dan pembayaran
Tidak diadakan pengukuran untuk pekerjaan ini. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan
dipasang dengan baik oleh Kontraktor yang dinyatakan diterima oleh Direksi. Pekerjaan dibayarkan
dalam harga satuan buah (bh) sesuai daftar kuantitas dan harga.

VI. PEKERJAAN FINISHING


1.

Pembongkaran dan Pembersihan tempat Kerja


Setelah penyelesaian pekerjaan konstruksi dan sebelum disetujui Direksi, kontraktor harus
membongkar bangunan bangunan, sampah barang-barang yang tidak berguna, tangki-tangki
penyimpanan, jaringan listrik sementara dan bangunan yang ada, kecuali fasilitas-fasilitas yang
tercantum dalam speksifikasi umum, menimbun lubang-lubang dan merapikan tempat-tempat yang
berongga yang diperlukan selama pelaksanaan dan meninggalkan wilayah kegiatan seperti keadaan
semula sebagaimana ditentukan oleh Direksi.
Dalam hal kontraktor menolak atau gagal dalam melaksanakan pekerjaan ini dalam waktu 30 (tiga
puluh) hari setelah diberitahukan oleh Direksi, Bangunan-bangunan dan tambahan-tambahan lainnya
menjadi milik pemilik dan selanjutnya apabila ada kegagalan/kelalaian kontraktor untuk
melaksanakannya, maka tersebut diambil alih oleh pemberi pekerjaan atas biaya kontraktor.
Biaya pembokaran dan pembersihan tempat kerja dan fasilitas/bangunan lainnya harus sudah larut
dalam harga penawaran untuk bermacam-macam item dalam daftar kualitas dan harga.

2.

Yang Harus Diserahkan Pada Proyek


Dengan selesainya waktu pemeliharaan atau pada tanggal-tanggal yang telah lebih awal dikehendaki
oleh Direksi, kontraktor harus mengosongkan dan menyerahkan kepada Direksi seperti yang telah
ditentukan dalam pasal ini. Semua unit perumahan, kantor dan fasilitas yang lain harus dibersihkan
dan dalam keadaaan yang baik, (kecuali untuk membongkar) apabila diserahkan kepada pemberi
kerja.

29
Spesifikasi Teknis

BAGIAN - IV
METODE PENGUKURAN
I.

Pendahuluan
1.1. Volume pekerjaan adalah volume yang dihitung dari gambar dan diperlukan untuk dapat
memberikan ketentuan yang sama dalam mengajukan penawaran yang selanjutnya akan dipakai
dasar dan evaluasi terhadap semua penawaran. Apabila kontrak sudah ditandatangani, yang
mengikat adalah harga satuan untuk tiap-tiap pekerjaan, sedangkan volume pekerjaan didapat dari
perhitungan kembali berdasarkan kenyataan di lapangan.
1.2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kontrak adalah syarat-syarat kontrak, spesifikasi dan gambargambar serta dokumen-dokumen lainnya, karena ketentuan-ketentuan tersebut harus dipenuh dalm
pelaksanaan pekerjaan.
1.3. Volume pekerjaan yang dipakai dalam dasar menentukan pembayaran adalah sesuai dengan
metode pengukuran yang akan diuraikan selanjutnya.
1.4. Harga satuan yang harus dimasukkan dalam volume pekerjaan sudah termasuk harga dan
pengeluaran yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan, semua resiko umum,
pertanggungjawaban dan kewajiban yang tertera dalam dokumen kontrak.
1.5. Harga satuan pekerjaan tersebut harus dimasukkan pada setiap uraian pada daftar volume dan bila
pekerjaan tidak mempunyai harga satuan, sudah harus diperhitungkan dalam harga lain atau harga
satuan pekerjaan dalam volume pekerjaan tersebut.
1.6. Petunjuk dan penjelasan pekerjaan secara umum sudah tercakup dalam spesifikasi dan tidak perlu
diulang dalam volume pekerjaan.
1.7. Satuan harga yang tertulis dalam volume pekerjaan harus disesuaikan dengan syarat-syarat kontrak.

II.

Metode Pengukuran
2.1.

Umum
2.1.1. Pengukuran
Bila tidak ada petunjuk khusus, semua volume dihitung bersih dari gambar pelaksanaan dan
tidak diperhitungkan adanya penyusutan atau pengurangan volume, dan dibulatkan keatas
atau ke bawah terhadap angka yang terdekat.
2.1.2 Uraian harga pokok
Uraian harga pokok pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh sub penyedia jasa, harus
dicantumlan pada volume pekerjaan. Setiap uraian harga pokok harus diikuti dengan:
a. Penjelasan mengenai penyediaan buruh apabila tidak ada ketentuan dalam kontrak
terhadap hal berlawanan termasuk:
(1). Apabila sub kontraktor yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan dilapangan,
diberikan kelonggaran kepadanya untuk menggunakan perancah, ruang makan,
pemondokan, pemeriksaana kesehatan yang disediakan oleh kontraktor, berupa:
ruangan, perlengkapan kantor, gudang peralatan, bahan, penerangan dan air;
(2). Apabila sub kontraktor yang ditunjuk tidak melaksanakan pekerjaan dilapangan,
untuk pekerjaan pembongkaran, menyimpan/mengangkut bahan-bahan yang
disediakan dan mengembalikan bahan-bahan.
b. Penjelasan yang ditentukan dengan prosentase dari harga pokok sesuai dengan biaya yang
diperlukan. Apabila ada barang yang disediakan oleh sub penyedia jasa yang harus
digunakan oleh penyedia jasa dalam setiap uraian pekerjaan harus diuraikan kembali
secara terinci dari pekerjaan tersebut, dimana bahan-bahan dan barang tersebut harus
disediakan.

30

Spesifikasi Teknis

2.2.

Pembersihan lapangan
Uraian pekerjaan yang terinci harus diberikan kepada pembersihan lapangan yang tidak berbeda
sifatnya antara:
(1). Daerah berkayu ringan termasuk sawah, daerah terang berumput dengan pohon-pohon yang
jarang;
(2). Kampung termasuk dengan tanaman terpelihara dan bangunan kayu yang kecil dan jarang;
(3). Hutan termasuk hutan muda dimana pohon yang jatuh sedikit;
(4). Bangunan termasuk pekerjaan batu seperti beton atau pasangan batu kali.

2.3.

Pekerjaan Tanah
2.3.1. Penggalian dan pengerukan
(1). Uraian pekerjaan harus dibuat secara terperinci untuk penggalian sebagai berikut:
(a). Pengupasan muka tanah (m3);
(b). Galian tanah biasa (m3);
(c). Galian untuk bangunan (m3);
(d). Galian untuk pembuangan (m3).
(2). Galian yang berbeda-beda harus dibagi lagi sebagai berikut:
(a). Bahan untuk digunakan kembali;
(b). Bahan untuk dibuang;
(c). Pengangkutan bahan buangan untuk jarak berbeda-beda.
(3). Volume galian kecuali disebutkan lain, harus merupakan isi bersih dari rongga yang
dibentuk oleh pemindahan bahan yang digali sesuai dengan spesifikasi dan gambar.
Dalam hal ini tidak diberi kelonggaran untuk besarnya.
(4). Bahan yang digali harus dianggap bisa dipakai kembali kecuali dinyatakan dalam uraian
pekerjaan untuk dibuang. Dimana bahan untuk dibuang dapat disimpan secara langsung
di dekat hasil galian, kecuali pengangkutan dicantumkan dalam uraian pekerjaan.
(5). Bahan yang harus digali dianggap bahan asli, kecuali tanah cadas atau permukaan
tanah apabila tidak dicantumkan dalam uraian pekerjaan.
(6). Volume yang diukur untuk galian sebuah bangunan, pondasi atau pipa adalah volume
yang dihitung secara vertikal diatas bagian bangunan, pondasi atau pipa. Galian
tambahan untuk ruang kerja tidak diperhitungkan.
(7). Uraian pekerjaan yang terperinci tidak diperlukan untuk menegakkan sisi galian.
(8). Volume pekerjaan secara terperinci yaitu bahan keras buatan yang terjadi pada bahan
yang harus digali tidak diperhitungkan kecuali apabila volume lebih daripada 1 m3.
(9). Bahan yang digali 2 kali, hanya diukur sejauh yang diminta. Volume yang diukur dalam
pengangkutan 2 kali, akan menjadi ruang kosong yang harus diisi dengan penimbunan
sementara pada saat bahan dipindahkan.
2.3.2. Penimbunan dan pemadatan, penggolongan dan satuan
(1). Uraian pekerjaan harus diberikan secara terperinci untuk setiap penimbunan yang sifat,
tujuan atau metode pelaksanaan yang berbeda seperti berikut:
(a). Timbunan kembali pada bangunan m3;
(b). Penghamparan dan pemadatan
m3
(2). Untuk pekerjaan penimbunan harus diperinci lagi untuk bagian-bagian yang dianggap
perlu antara lain:
(a). Bahan galian yang dipilih;
(b). Bahan asli yang didatangkan dari tempat penggalian;
(c). Pengangkutan dengan jarak :
0 - 1 km
1 - 2 km
2 - 4 km
4 - 10 km
31

Spesifikasi Teknis

> - 10 km
(3). Volume timbunan dan pemadatan harus merupakan isi bersih yang ditimbun sesuai
dengan ukuran dan ketinggian yang terlihat pada gambar.
(4). Volume tanggul yang diukur merupakan tanggul yang sudah dipadatkan atau
merupakan volume timbunan. Pengukuran volume dari bahan timbunan yang
dipadatkan apabila terjadi perbedaan antara jumlah volume bahan timbunan dan volume
bahan yang digali, untuk keerluan penimbunan merupakan volume timbunan yang sama
yang dipadatkan. Timbunan tambahan dan pemadatan yang diperlukan akibat
penimbunan atau penetrasi pada bahan yang dibawanya akan diukur apabila
kedalaman melebihi 75 cm.
(5). Bahan timbunan akan dianggap ditempatkan secara langsung pada galian dimana jarak
pengangkutan tidak ditentukan pada uraian pekerjaan.
(6). Bahan timbunana yang dalam uraian pekerjaan diangkut dari luar daerah proyek
dianggap pengangkutan tak terbatas yang ditentukan sendiri oleh kontraktor.
(7). Bahan timbunan dianggap tanah yang digali kecuali tanah cadas atau permukaan tanah
, apabila tidak dinyatakan dalam uraian pekerjaan.
(8). Timbunan dari galian sekeliling bangunan yang sudah jadi akan diukur hanya sejauh
volume yang ditimbun juga diukur sebagai galian.
(9). Uraian pekerjaan harus dberikan secara terperinci untuk pemadatan tanggul dan volume
timbunan , apabila terjadi volume pemadatan yang berbeda akan ditentukan dengan
bahan timbunan yang sama, untuk itu harus ditentukan pada uraian pekerjaan.
(10). Bilamana bahan harus ditimbuan di bawah air atau pada tanah yang lembek dan
volumenya tidak bisa dihitung secara pasti, volume diukur pada banyaknya angkutan
ditempat penimbunan atau penggalian tersebut.
2.3.3. Penggalian dan penimbunan lainnya
Penggolongan dan satuan
(1). Uraian pekerjaan harus diberikan secara terperinci untuk gebalan rumput.
(2). Keadaan lapangan, ukuran serta ketebalan bahan yang digunakan untuk pekerjaan batu
kosong ditentukan dalam uraian pekerjaan.
2.3.4 Pekerjaan dengan kerikil, penggolongan dan satuan.
Uraian harus diberikan secara terperinci untuk lapisan atas jalan inspeksi.
2.4.

Beton dan Beton lainnya


2.4.1. (1). Uraian pekerjaan harus diberikan secara terperinci dimana memerlukan metode
pelaksanaan untuk kegiatan pekerjaan yang berbeda seperti berikut :
(a). Beton tumbuk yang dicor setempat m3
(b). Beton bertulang dicor setempat
m3
(2). Untuk pekerjaan beton tersebut dicor setempat harus diuraikan secara terperinci dan
di dalam hal ini sudah termasuk campuran pengecoran dan pemadatan beton,
pembersihan dan lebih terperinci lagi sebagai berikut:
(a). Perbedaan mutu beton;
(b). Beton lantai kerja;
(c). Beton dasar, plat kaki dan plat dasar tanah.
(3). Volume beton yang diukur harus termasuk:
(a). Pembershan penampang besi lainnya.
(b). Komponen pengecoran masing-masing denga volume kurang dari 0,1 m3;
(c). Pemotongan dan bagian yang runcing dalam tiap luas penampang ukuran dari
0,01 m2;
(d). Kantong dan lubang dengan volume kurang dari 0,15 m3.

32

Spesifikasi Teknis

2.5.

Pasangan Batu
2.9.1. Pasangan batu
Penggolongan dan satuan
(1). Volume pekerjaan pasangan diukur dalam m3.
(2). Uraian pekerjaan harus teperinci untuk:
(a). Pasangan dengan campuran 1 semen : 3 pasir
(b). Pasangan dengan campuran 1 semen : 4 pasir
(3). Untuk sambungan bungkus pipa saluran , pengecatan atau pengikatan tidak diminta
uraian secara terinci.
(4). Volume yang diukur termasuk pula sambungan. Tidak ada pengukuran atau tambahan
terhadap volume yang diukur untuk pemotongan arah atau permukaan lain yang
direncanakan untuk pemotongan arah atau permukaan lain yang direncanakan untuk
setiap penampang melintang dari 0,5 m2. Tidak ada pengurangan volume terhadap
pembuatan lubang dan bukaan dinding atau permukaan lainnya untuk setiap luas
penampang melintang kurang dari 0,25 m2.

33

Spesifikasi Teknis