Anda di halaman 1dari 5

IDENTIFIKASI KONTRAK Build Operate Transfer (BOT)

No. dan Tanggal

Nomor: 12/VIII/2007/PEMKOT DENPASAR


Nomor: 207/XI/2007 BBP 76
Taggal 26 Maret 2007
Perjanjian Kerjasama Kontrak Bagi Tempat

Judul

Usaha antara Pemerintah Kota Denpasar


dengan PT. ADHI Tbk tentang Pembangunan
Toko Baju di Kawasan Wisata Gianyar
1. I Nyoman Kartasura, SH, Walikota

Para Pihak

Denpasar, mewakili Pemerintah Kota


Denpasar sebagai PIHAK PERTAMA
2. Putu Gede Amarta, SE, Direktur PT.

Identifikasi Dokumen Kontrak Kerjasama

ADHI Tbk, mewakili PT. ADHI Tbk


Asas Perjanjian
Anatomi Perjanjian
Kedudukan Para Pihak
Dimulainya Perjanjian

sebagai PIHAK KEDUA


- Asas Kebebasan Berkontrak
- Asas Konsensualisme
- Asas Itikad Baik
Lengkap
Seimbang
Perjanjian ini mulai berlaku sejak mendapat
pengesahan dari Dewan Perwakilan Rakyat

Kemanfaatan Bagi Pihak

Daerah Kota Denpasar


- Bagi PIHAK PERTAMA
1. Meningkatkan potensi pariwisata di
daerah Denpasar; dan
2. Mendapatkan penyertaan modal
dari Pihak Kedua berupa modal
-

kerja.
Bagi PIHAK KEDUA
1. Hanya Pihak Kedua yang diberikan
ijin eksklusif dalam pembangunan
Toko Baju di kawasan Wisata
Gianyar Kota Denpasar;
2. Mendapatkan Hak Guna Bangunan
atas bangunan yang dibangun
selama 30 (tiga puluh) tahun; dan
3. Nama perusahaan dapat terangkat
bila proyek pembangunan berhasil

dan dapat beroperasi dengan


Hak Para Pihak

sebagaimana mestinya.
Hak PIHAK PERTAMA
1. Hak Pihak Pertama untuk menarik
Pendapatan Daerah berupa Pajak
dan Retribusi sesuai dengan
ketentuan peraturan yang berlaku;
2. Hak Pihak Pertama untuk
mendapatkan seluruh kepemilikan
dan penguasaan tanah, gedung, serta
fasilitas penunjang lainnya Setelah
Hak Guna Bangunan (HGB) yang
dimiliki Pihak Kedua berakhir; dan
3. Hak Pihak Pertama atas segala hal
yang berkaitan dengan pemasaran

produk ataupun bangunan.


Hak PIHAK KEDUA
1. Hak Pihak Kedua untuk memiliki
bangunan yang dibangun menjadi
sehingga Pihak Kedua dapat
melakukan pengelolaan maupun
pengalihan hak kepada Pihak
Ketiga;
2. Hak Pihak Kedua untuk
menetapkan harga jual bangunan,
menerima hasil pemindah tanganan
ke Pihak Ketiga, dan jasa-jasa lain
yang timbul karena hukum;
3. Hak Pihak Kedua untuk melakukan
pemecahan Hak Guna Bangunan
(HGB) yang diberikan oleh Pihak
Pertama dalam pecahan Hak Guna
Bangunan (HGB) yang lebih kecil;
dan
4. Hak Pihak Kedua untuk menutup
bangunan yang telah ditempati

Pihak Ketiga apabila Pihak Ketiga


lalai dalam mebayar angsuran kredit
dan bunganya kepada bank yang
memberikan fasilitas kredit untuk
pembelian bangunan maupun
angsuran pembayaran kepada Pihak
Kewajiban Para Pihak

Kedua.
Kewajiban PIHAK PERTAMA
1. Kewajiban Pihak Pertama untuk
memberikan penyertaan modal
berupa tanah yang senilai Rp
10.000.000.000,- (sepuluh milyar
rupiah);
2. Kewajiban Pihak Pertama untuk
menyerahkan Surat Perintah Kerja
kepada Pihak Kedua;
3. Hak Pihak Pertama untuk
membantu kelancaran pelaksanaan
pembangunan dan pemasaran apa
yang menjadi Hak dari Pihak
Kedua;
4. Kewajiban Pihak Pertama untuk
menerbitkan Berita Acara Serah
Terima Proyek Pembangunan Toko
Baju, Factory Outlet di Kawasan
Wisata Gianyar Kota Denpasar dari
Pihak Kedua kepada Pihak Pertama
selambat-lambatnya 14 (empat
belas) hari terhitung sejak
diresmikannya Pembangunan Toko
Baju, Factory Outlet di Kawasan
Wisata Gianyar Kota Denpasar;
5. Kewajiban Pihak Pertama untuk
menanggung kerugian yang timbul
akibat kelalaian dalam penerbitan

Berita Acara;
6. Kewajiban Pihak Pertama untuk
menjamin kelancaran pengurusan
segala bentuk perjanjian yang
diperlukan oleh Pihak Kedua dan
kondisi dan situasi yang mendukung
pelaksanaan pekerjaan oleh Pihak
Kedua secara baik dan lancar; dan
7. Kewajiban Pihak Pertama untuk
memberikan ganti rugi atas seluruh
kerugian yang diderita Pihak Kedua
apabila Pihak pertama memutuskan
perjanjian secara sepihak dan/atau
apabila Pihak Pertama menghambat
pembangunan dan proses perijinan
yang diperlukan untuk
-

terlaksananya perjanjian ini.


Kewajiban PIHAK KEDUA
1. Kewajiban Pihak Kedua untuk
memberikan penyertaan modal
berupa modal kerja senilai Rp
5.000.000.000,- (lima milyar
rupiah);
2. Kewajiban Pihak Kedua untuk
membiayai perencanaan
pembangunan secara menyeluruh;
3. Kewajiban Pihak Kedua untuk
membentuk Badan Pengawas
Pembangunan (BPP);
4. Kewajiban Pihak Kedua untuk
menanggung Viability Gap Fund
(VGF);
5. Kewajiban Pihak Kedua untuk
menyelesaikan pembangunan tepat
waktu sesuai dengan waktu yang
telah diperjanjikan;
6. Kewajiban Pihak Kedua untuk

menanggung pemeliharaan
bangunan di Kawasan Wisata
Gianyar Kota Denpasar selama 3
(tiga) bulan terhitung sejak
diresmikannya Pembanguan Toko
Baju, Factory Outlet di Kawasan
Wisata Gianyar, Kota Denpasar; dan
7. Kewajiban Pihak Kedua untuk
mengasuransikan seluruh bangunan
yang terdapat dalam kompleks
Kawasan Wisata Gianyar Kota
Force Majeure

Denpasar.
Apabila terjadi keadaan memaksa
(Force Majeur), Pihak Kedua harus
memberitahukan kepada Pihak Pertama
secara tertulis paling lambat 7 (tujuh)

hari sejak terjadinya keadaan memaksa;


Atas permintaan Pihak Kedua, Pihak
Pertama akan menyetujui atau menolak
secara tertulis paling lambat dalam

waktu 10 (sepuluh) hari;


Apabila Pihak Pertama tidak memberi
jawaban kepada Pihak Kedua selama
jangka waktu 10 (sepuluh) hari, Pihak
Pertama dianggap menyetujui keadaan

memaksa tersebut;
Apabila Pihak Pertama tidak diberitahu
perihal keadaan memaksa tersebut,
maka Pihak Pertama dapat tidak
mengakui adanya keadaan memaksa
tersebut.