Anda di halaman 1dari 13

Nama: AMATUL AKHIR

NIM: G1C 012 001

VITAMIN B12 ( COBALAMIN )

Cobalamin atau biasa disebut vitamin B12 adalah sebuah vitamin yang larut dalam air
yang berperan penting dalam mengoptimalkan kerja otak dan sistem saraf, serta dalam
pembentukan darah. Vitamin B12 ini merupakan salah satu dari 8 vitamin B. Umumnya,
vitamin ini terlibat dalam metabolism setiap sel tubuh, terutama dalam sintesis dan regulasi
DNA serta pada sintesis asam lemak dan produksi energi.
Vitamin B12 merupakan kumpulan senyawasenyawa yang terhubung secara kimia,
yang semuanya memiliki aktivitas sebagai vitamin. Secara struktur, vitamin B12 adalah
vitamin yang paling kompleks dan mengandung elemen kobal yang jarang tersedia secara
biokimia. Biosintesis dari struktur dasar vitamin ini hanya dapat dilakukan oleh bakteri,
namun konversi antara bentukbentuknya yang berbeda dapat terjadi dalam tubuh. Suatu
bentuk sintesis yang umum dari vitamin ini, sianokobalamin, tidak terjadi di alam, namun
digunakan dalam banyak sediaan farmasi dan suplemen, dan juga sebagai bahan tambahan
makanan karena kestabilannya dan harganya yang lebih murah. Dalam tubuh, vitamin ini
diubah menjadi bentuk dengan membuang gugus sianida nya walaupun dalam konsentrasi
minimal. Barubaru ini, hidroksokobalamin (suatu bentuk kobalamin yang dihasilkan dari
bakteri), metilkobalamin, dan adenosilkobalamin juga dapat ditemukan pada produk
farmakologi dan suplemen makanan yang mahal. Kegunaaan dari zatzat ini masih
diperdebatkan.
Dalam sejarahnya, vitamin B12 ditemukan dari hubungannya dengan penyakit anemia
pernisius, sebuah penyakit otoimun yang menghancurkan selsel parietal dalam perut yang
mensekresi faktor intrinsik. Faktor intrinsik ini sangat penting dalam absorpsi normal vitamin
B12, sehingga kekurangan faktor intrinsik, yang tampak pada anemia pernisius, disebabkan
oleh kekurangan vitamin B12. Faktor ekstrinsik vitamin B12 kemudian dapat diisolasi dari
hati oleh Rickes dan kawankawan (1948) dari Amerika Serikat dan kelompok dari Inggris
Smith dan Parker (1948). Penjelasan Castle tentang peranan sentral lambung dalam absorpsi

vitamin B12 kemudian berlanjut dengan keberhasilan Grasbeck dan kawankawan (1966)
mengisolasi fakor intrinsik, suatu glikoprotein yang dikeluarkan selsel mukosa lambung.
Anemia Pernisiosa pertama kali dijelaskan oleh Thomas Addison (1855) di Amerika
Serikat, sebagai penyakit yang awalnya tidak terlihat dan diderita manusia pada usia
setengah tua atau tua. Murot dan Murphy pada tahun 1926 mendapat nobel karena temuannya
bahwa anemia pernisiosa adalah penyakit ganggan gizi yang dapat disembuhkan dengan
pemberian makanan yag mengandung 100200 gram hati sapi. Temuan ini dilanjutkan
dengan pembuatan ekstrak hati dalam larutan air, yang bila diberikan melalui
Searching Machine suntikan ternyata dapat menyembuhkan penyakit ini.
1. Struktur Vitamin B12

Struktur vitamin B12 ( dikenal juga dengan sebutan Kobalamin ) bersifat


kompleks. Vitamin ini memiliki cincin corrin, yang serupa dengan cincin forfirin pada
hem. Namun cincin corrin berbeda dengan hem, karena dua dari empat cincin pyrol
disatukan disatukan secara langsung dan bukan melalui jembata metilen. Cirinya yang
paling tidak lazim adalah adanya Cobalt, yang terkoordinasi dengan cincin corrin ( serupa
dengan besi yang terkoordinasi dengan cincin forfirin ). Kobalt ini dapat membentuk
ikatan dengan sebuah atom karbon. Pada gambar dapat dilihat ikatan antara Co dengan
CN dimana Co sendiri berikatan dengan C, sesuai dengan definisi senyawa organologam
di mana logam yang berikatan langsung dengan karbon dikatakan sebagai senyawa
organologam.
2. Sumber Vitamin B12

Semua vitamin B12 alami diperoleh sebagai hasil sintesis bakteri, fungi ata
ganggang. Sumber utama vitamin B12 adalah makanan protein hewani yang
memperolehnya dari hasil sintesis bakteri di dalam usus, seperti hati, ginjal, disusul oleh
telur, susu, ikan, keju dan daging. Vitamin B12 dalam sayuran ada bila terjadi
pembusukan atau pada sintesis bakteri. Vitamin B12 yang terjadi melalui sintesis bakteri
pada manusia tidak dapat diabsorpsi karena sintesis terjadi di dalam kolon. Bentuk
vitamin B12 dalam makanan terutama sebagai metilkobalamin dan sedikit sekali sebagai
sianokobalamin.
Vitamin B12 atau kobalamin selain ditemukan dalam berbagai jenis
makanan, juga sering diproduksi di laboratorium sebagai hidroxokobalamin,
yang

merupakan salah satu bentuk dari kobalamin, karena proses

produksinya yang

mudah dan murah. Berikut ini beberapa sumber dari

Vitami B12 :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Ikan salmon
Ikan sarden
Ikan tuna
Kerang
hati sapi
daging sapi
daging domba
susu
yogurt
telur
ragi
cereal
udang

3. Sifat Kimia dan Kestabilan Vitamin B12


Vitamin B12 atau kobalamin terdiri atas cincin miripporfirin seperti hem, yang
megandung kobalt serta terkait pada ribosa dan asam folat. Bentuk sintetik sianokobalamin, terdapat dalam jumlah sedikit dalam makanan dan jaringan tubuh. Bentuk
utama vitamin B12 dalam makanan adalah 5deoksiadenosilkobalamin, metilkobalamin
dan hidroksokabalamin.
Vitamin B12 adalah kristal merah yang larut dalam air. Warna merah karen
kehadiran kobalt. Vitamin B12 secara perlahan rusak oleh asam encer, alkali, cahaya, dan
bahanbahan pengoksidasi dan pereduksi. Pada pemanasan, kurang lebih 70%
vitamin B12 dapat dipertahankan. Sianokobalamin adalah bentuk paling stabil dan
karena itu diproduksi secara komersial dari fermentasi bakteri.

Absorpsi, Transportasi dan Penyimpanan


Dalam keadaan normal sebanyak kurang lebih 70% vitamin B12

yang

dikonsumsi dapat diabsorpsi. Angka ini menurun hingga 10% pada konsumsi melebihi
lima kali Angka Kecukupan Gizi (AKG). Dalam lambung kobalamin dibebaskan dari
ikatannya dengan protein oleh cairan lambung dan pepsin, kemudian segera diikat oleh
proteinprotein khusus (faktor R/rapid elecrophpretic mobility) dalam lambung. Vitamin
B12 dilepas dari faktor R di dalam duedonum yang bersuasana alkali, oleh enzimenzim
protease pancreas terutama tripsin untuk segera diikat oleh faktor intrinsik (IF).
Kompleks vitamin B12IF ini kemudian diikat oleh reseptor khusus pada membran
mikrovili ileum usus halus dan diabsorpsi. Di dalam sel mukosa usus halus vitamin
B12 dilepas dan dipindahkan ke protein lain (transkobalamin II atau TC2) untuk
kemudian dibawa ke hati.
Proses absorpsi, dimulai dari konsumsi ke penampilan vitamin B12 dalam vena
porta memakan waktu 812 jam. Vitamin B12 yang terikat pada TC2 kemudian dibawa
ke jaringanjaringan tubuh oleh resptorreseptor khusus. Lebih 95% dari vitamin B12 di
dalam sel berada dalam keadaan terikat pada enzim metionin sintetase yang ada dalam
sitoplasma sel atau pada enzim metilmalonilKoA mutase yang terdapat dalam
mitokondria sel. Persediaan vitamin B12 dalam tubuh adalah 23 mg dan sebanyak 1,21,3
g sehari dieksresi melalui feses dan urin. Tubuh hemat dalam penggunaan vitamin
B12. Vitamin B12 yang terdapat di dalam cairan empedu dan sekresi saluran cerna lain
disalurkan kembali melalui sirkulasi entero hepatic. Dengan demikian, simpanan vitamin
B12 dapat bertahan hingga sepuluh tahun. Kekurangan konsumsi vitamin B12 baru
menunjukkan tandatanda setelah sepuluh tahun, asalkan persediaan tubuh cukup dan
kemampuan absorpsi tidak terganggu. Bila absorpsi vitamin B12 dalam saluran cerna
terganggu karena kekurangan faktor intrinsik, akibatnya baru terlihat setelah empat
hingga sepuluh tahun.
Kestabilan senyawa ini berdasarkan aturan 18 elektron adalah pada senyawa ini, tidak
berlaku aturan 18 elektron atau dengan kata lain bahwa senyawa ini melebihi perhitungan
18 elektron , namun senyawa ini stabil. Hal ini dapat dijelaskan dengan aturan ikatan antara
pi ligan akseptor di mana tidak semua ligan berperan sebagai donor elektron tetapi pada
kasus ini ligan sebagai akseptor elektron, dan di mana entalpi yang dibutuhkan untuk
membuat ikatan eg* sangat sedikit sehingga senyawa ini stabil.

4. Proses Sintesis Vitamin B12


Proses sinesis vitamin B12 hanya dapat dilakukan oleh bakteri, karena akteri
memiliki enzim yang diperlukan untuk proses sintesis. Sintesis vitamin B12 pertama
dilaporkan oleh Albert Eschenmoser dan Robert Burns Woodward, dan menjadi salah
satu prestasi klasik dalam sintesis organik.
Pada defisiensi vitamin B12 sebagian besar folat dalam tubuh terperangkap
secara irreversible sebagai turunan metilnya, sehingga tidak tersedia cukup banyak FH,
bebas untuk melaksanakan reaksiyang secara normal diikutinya. Dengan demikian
defisiensi vitamin B12 mencetuskan defisiensi folat engan mekanisme yang dikenal
sebagai methyl trap theory.

Sintesis Ring A

Kemudian proses ini diresolusi

Sintesis Ring D

Penggabungan Ring AD

Penyempurnaan Ring AD

Sintesis Ring B

Sintesis Ring C

Penggabungan Ring BC

Penggabungan Ring AD BC

Penyempurnaan

Penyempurnaan Akhir

5. Manfaat Vitamin B12


Vitamin B12 diperlukan untuk mengubah folat menjadi bentuk aktif dan dalam
fungsi normal metabolisme semua sel, terutama selsel saluran cerna, sumsum tulang dan
jaringan saraf. Vitamin B12 merupakan kofaktor dua jenis enzim pada manusia, yaitu
metionin sintetase dan metalmalonilKoA mutase.

Reaksi metionin sintetase melibatkan asam folat. Gugus metil 5metil


tetrahidrofolat (5metilH4 folat) dipindahkan ke kobalamin untuk membentuk
metilkobalamin yang kemudian memberikan gugus metal ke homosistein. Produk akhir
adalah metionin, kobalamin, H4 folat yang dibutuhkan dalam pembentukan poliglutamil
folat dan 5,10metil H4 folat, yang merupakan kofaktor timidilat sintetase dan akhirnya
untuk sintetase DNA. Terjadinya anemia megaloblastik pada kekurangan vitamin B12
dan folat terletak pada peranan vitamin B12 dalam reaksi yang dipengaruhi oleh metionin
sintetase ini.
Reaksi metilmalonilKoA mutase terjadi dalam mitokondria sel dan menggunakan
deoksiadenokobalamin sebagai kofaktor. Reaksi ini mengubah metilmalonilKoA menjadi
suksinilKoA. Reaksireaksi ini diperlukan untuk degradasi asam propionat dan asam
lemak rantai ganjil terutama dalam sistem saraf. Diduga gangguan saraf pada kekurangan
vitamin B12 disebabkan oleh gangguan aktivitas enzim ini.
Dengan perkembangan zaman, pemanfaatan vitamin B12 juga semakin luas dan
banyak penelitian yang dilakukan mengenai pemanfaatannya. Sebagai contoh
pemanfaatan vitamin B12 dalam berbagai keperluan medis. Vitamin B12 juga disinyalir
efektif untuk mengatasi gangguan sulit tidur, pencegahan serangan jantung lanjutan, dan
memperkuat ingatan dari

manula diatas usia

65 tahun. Biasanya vitamin B12

dikombinasikan dengan vitamin lainnya. Beberapa penderita berikut juga bisa


memperoleh pengobatan vitamin B12 meski data medis yang dimiliki belum memastikan
seberapa besar tingkat efektifitasnya.
Berikut beberapa manfaat vitamin B12 dalam bidang medis :
Alergi
Kanker payudara dan kanker paru-paru
Penyakit alzeimer
Eksim
Penuaan
Masalah imunitas tubuh
Kolesterol tinggi
Diabetes
Letih dan lesu
Ingatan lemah

REFERENSI
http://id.wikipedia.org/w/index.php?
http://itzallaboutm eandm yworld.blogspot.com /2011/11/vitam inb12.html
http://kb.123sehat.com/vitamin/vitaminb-12
http://boks.google.co.id/books?id=srtuktur+vitamin+B12html