Anda di halaman 1dari 1

Minggu Pahing

27 Juli 2014
29 Pasa 1947
Tahun LXIX No. 302
Harian Pagi 24 Halaman
Harga Eceran Rp. 3.000
Hotline KR (0274) 565685

Suara Hati Nurani Rakyat


Terbit Sejak 27 September 1945

http://www.krjogja.com

KEMBALI DATANGI MK

Tim Hukum Prabowo Perbaiki Berkas

KR-Antara/Reno Esnir

Tim Advokat Prabowo-Hatta menunjukkan alat bukti


gugatan pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi.
JAKARTA (KR) - Tim kuasa hukum Prabowo-Hatta kembali mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melengkapi berkas permohonan sengketa hasil Pilpres 2014.
Sehari sebelumnya, kubu Prabowo-Hatta sudah mendaftarkan
gugatan Pilpres 2014 ke Mahkamah Konstitusi, namun masih
ada berkas yang harus diperbaiki.
Anggota tim kuasa hukum Zainudin Paru, kepada
wartawan Sabtu (26/7), menjelaskan perbaikan permohonan
itu berupa pendalaman materi yang dimohonkan seperti bukti-bukti dan penguatan dalil permohonan. "Alhamdulillah, tadi
sudah dilengkapi semua dan sudah diperbaiki surat permohonan. Perbaikan cenderung dalam pendalaman dan penguatan konten permohonan," ujarnya.
* Bersambung hal 7 kol 4

PURWOKERTO (KR) Memasuki H-2 Lebaran, Sabtu (26/7), arus mudik dari
arah Jakarta dan Bandung di
jalur selatan dan tengah
yang ada di Banyumas cenderung padat namun tetap
lancar. Sementara lalu lintas
di sejumlah ruas jalur Pantura mengalami kemacetan
parah hingga Sabtu sore.

PENETAPAN 1 SYAWAL 1435 H

Sore Nanti Sidang Itsbat


JAKARTA (KR) - Untuk menetapkan 1 Syawal 1435 H, Kementerian Agama (Kemenag) atas nama pemerintah akan mengadakan sidang itsbat (penetapan) di kantor Kemenag, Minggu
(27/7) sore nanti. Sedang dasar penetapan adalah hasil rukyatul
hilal yang digelar Kanwil Kemenag di seluruh Indonesia.
"Sidang itsbat akan dilakukan pada Minggu (27/7) sore dan seperti biasa dihadiri tokoh-tokoh ormas Islam, pakar astronomi dan
perwakilan Negara sahabat. Di situ kita akan mengonfirmasi hasil
hisab melalui rukyat," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin kepada pers, Sabtu (26/7).
Menag menjelaskan, hisah adalah informasi tentang posisi hilal. Informasi yang diperoleh melalui proses perhitungan (hisab)
ini perlu dikonfirmasi melalui rukyat. "Hasil rukyat itulah yang akan
memastikan kapan kita akan berlebaran," tegas Menag.
Ditanya mengenai prediksi awal Syawal, Menag menjelaskan,
dalam hitungan hisab, posisi hilal awal Syawal 1435 H berada di
atas 2 (dua) derajat. Menurutnya, selama ini perbedaan awal bulan muncul, karena ada dua pandangan yang belum bertemu.
Satu pandangan mengatakan bahwa hilal dimungkinkan untuk
dirukyat jika posisinya minimal di atas 2 (dua) derajat. Pandangan
kedua mengatakan tidak minimal dua derajat, tapi pokoknya di
atas 0 (nol) derajat, hilal itu sudah bisa dipastikan ada sehingga
besoknya sudah tanggal 1.
"Nah, sekarang untuk 1 Syawal ini, posisi hilal menurut hisab itu
di atas dua derajat. Ini yang harus dikonfirmasi melalui rukyat,"
(Ful)-d
jawab Menag.

Meski kepolisian terus melakukan rekayasa lalu lintas


dengan mengalihkan arus
kendaraan ke beberapa ruas
jalan lain, tapi kemacetan
belum juga terurai.
Kepala Bidang (Kabid)
Lalu Lintas Angkutan Jalan,
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Banyu-

mas, Agus Sriyono saat dihubungi KR, Sabtu (26/7) sore, menjelaskan dari pantauan Dishubkominfo Kabupaten Banyumas, kepadatan
arus lalu lintas di jalur selatan rata-rata 3.389 kendaraan perjam. Sedangkan di jalur tengah penghubung jalur
selatan ke Pantura atau Ajibarang-Tegal, kepadatan di

bawah 500 kendaraan perjam.


"Arus lalu lintas hari ini
cenderung lancar, meski ramai," ujarnya.
Berdasarkan
pantauan
KR, meskipun kondisi arus
lalu lintas sebagian padat
lancar, namun ada arus lalu
lintas yang tersendat di sejumlah titik rawan macet. Di

antaranya di Pasar Karanglewas, Cilongok, Sokaraja,


Banyumas, Pasar Wijahan,
serta pintu perlintasan KA
Sumpiuh. Bahkan di pintu
perlintasan KA Sumpiuh antrean kendaraan cukup panjang, lantaran terjadinya buka-tutup pintu sekitar 16
menit sekali.
* Bersambung hal 7 kol 4

Pulang Kampung, Jokowi Sapa Wartawan


SOLO (KR) - Presiden terpilih Joko Widodo bersua dengan 'rekan-rekan lama' wartawan di kampung halamannya, Solo dalam suasana hangat buka bersama di rumah
makan Madukara, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (26/7). Jokowi, sapaan akrabnya, bernostalgia dengan mengunjungi sejumlah tempat khas
Kota Bengawan.
"Saya kangen Kota Solo.
Tapi yang paling ngangeni
angkringannya," ucap mantan Wali Kota Solo ini kepada
wartawan.
Dirinya tiba bersama rombongan di Solo pada pagi hari
untuk kemudian beristirahat
sejenak di rumah ibundanya
di Sumber, Banjarsari. Siang
harinya, Pasar Klitikan Notoharjo, Semanggi, menjadi
tujuan pertama blusukan
Jokowi di Kota Solo setelah
sekian lama hijrah ke ibu kota Indonesia. Dulunya, ratusan pedagang barang bekas
dan onderdil ini direlokasinya

KR-Antara/Widodo S. Jusuf

Joko Widodo memetik senar gitar di sebuah kios saat berkunjung ke Pasar Klitikan
Notoharjo, Semanggi, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (26/7).
dari Banjarsari saat menjabat
wali kota. Jokowi terlihat antusias melihat kondisi kios
berjajar di lorong-lorong

pasar. Dia menceritakan upaya merelokasi bukan persoalan mudah, karena butuh
pendekatan ke pedagang se-

lama tujuh bulan supaya


mereka mau direlokasi. Pemkot Solo juga menjamin geliat
transaksi di Pasar Notoharjo

sama bagusnya dengan tempat lama di kawasan taman


Banjarsari.
Sementara itu dalam santap menu buka bersama,
Jokowi berada di tengah-tengah wartawan dari sejumlah
media lokal maupun nasional, sambil bercanda renyah.
Jokowi sempat menyinggung
soal gambar meme (gambar
bully) yang beredar di sosial
media. Katanya, tren tersebut
kurang bagus.
"Ini yang perlu direvolusi
mental. Pemimpin perlu
menghargai masyarakat, maupun sebaliknya," katanya.
Obrolan dengan pewarta
lokal menyinggung pula nasib
Benteng Vastenburg yang jadi
perhatiaannya saat menjabat
wali kota. Jokowi juga menanyakan kabar terakhir
Stadion R Maladi.
"Ya, nanti akan diurus,"
katanya mengingatkan sengketa lahan antara Pemkot
Solo dengan ahli waris di te(*-10)-f
ngah kota itu.

KM CIREMAI ANGKUT ROMBONGAN BERMOTOR

50.000 Pemudik Turun di Tanjung Emas


Pemimpin
Oleh Bakdi Soemanto
JADI, kamu memang nyoblos yang ini, ta?"
Bertanya Parlinus sambil menunjuk gambar
pasangan capres.
"Bukan, bukan. Mula-mula memang aku
terpesona sekali dengan penampilan beliau.
Lebih-lebih ketika beliau berdiri di depan sekian banyak orang
itu. Aku saat itu sungguh mantap, dan aku bilang kepada diriku
sendiri kalau nanti saat tanggal 9 Juli tiba, pasti deh... aku tusuk
dia," jawab Toeminggoes.
"Lho, kamu koq molah-malih, koq tidak konsisten itu
bagaimana?"
"Ini bukan masalah tidak konsisten, tetapi bahwa politik itu penuh dengan dinamika. Coba lihat itu yang namanya koalisi permanen, apa bakal permanen terus sampai akhir jaman?"
"Wah, pasti dengan kalahnya Capres-Cawapres nomor urut
satu, Pak ARB nggak bakal jadi mentri. Dan mungkin, malah sebangsa Pak Agung Laksono, Pak Doktor Akbar Tandjung. mBak
Dra Binny Bintarti Buchori MA akan mendesak agar koalisi permanen dievaluasi. Dan itu wajar... begitu, ya?" Pak Kurantil yang
baru datang menimbrung.
"Ini yang sebenarnya membikin aku sangat sedih!" Kangjeng
Paman yang tiba-tiba masuk teras, ikut komentar.
* Bersambung hal 7 kol 1

SEMARANG (KR) - Sedikitnya 50 ribu pemudik jalur


laut dengan tujuan Jawa
Tengah dan sekitarnya masuk melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hingga
H-1 Lebaran Idul Fitri. Hal
ini diungkapkan Kepala
Kantor Kesyahbandaran dan
* Bersambung hal 7 kol 1

Tidak Terbit
UNTUK memberi kesempatan keluarga besar
KR sampai agen, loper dan
pengasong merayakan Idul
Fitri, maka pada libur nasional lebaran ini SKH
Kedaulatan Rakyat tidak
terbit tiga hari, yaitu 28, 29
dan 30 Juli 2014. KR akan
mengunjungi pembaca lagi
mulai Kamis 31 Juli 2014.
Pembaca, pemasang iklan
dan relasi diharap maklum.
(Penerbit)-f

KR-Chandra AN

Pemudik dari Jakarta membawa sepeda motor pada lebaran ini banyak yang menggunakan transportasi kapal laut. Mereka berdatangan
sejak Jumat (25/7) siang di Pelabuhan Tanjung Emas
Semarang.

ANDONG di objek wisata


Candi Prambanan, DIY, semakin menarik. Andong dihiasi accessories, di-cat beragam warna, lampu penerangan, bel injak klingklong,
tempat duduk empuk mendut-mendut, ada kantong buat kotoran kuda. Yang menarik, Pak Kusir pakai "seragam" lengkap, blangkon, surjan, celana lurik, selop dan
berkacamata hitam. Wah,
gagah tenan, Pak Dhe!.--(Kiriman: SH Saputra, Jalan Tapurnas 18-C Km 17, Prambanan/Depan Candi Prambanan
Klaten, Jateng 57454)-b