Anda di halaman 1dari 20

REVIEW TUGAS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

SOFTWARE/APLIKASI - IDRISI

NAMA :
YUSUF ANDI SETIAWAN
13.63.0770

DOSEN PEMBIMBING :
M. SYAMSUL RIZAL, M. Kom

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

Universitas Islam Kalimantan (UNISKA)


Muhammad Arsyad Al-Banjary Banjarmasin Kampus Banjarbaru
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya karena saya dapat menyelesaikan Review tugas
Sistem Informasi Geografis/SIG. Review ini saya tulis guna memenuhi tugas mata
kuliah Sistem Informasi Geografis.
Penulis menyadari Review ini jauh dari kata sempurna. Namun penulis
berharap semoga Review ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Oleh
karena itu, segala kritik dan saran yang membangun dari para pembaca akan
penulis terima sehingga bisa menjadi sebuah pelajaran dan intropeksi bagi penulis
agar kelak nantinya penulis dapat membuat nya dengan lebih baik lagi.

Penulis,

Yusuf Andi Setiawan

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Tentang SIG/Sistem Informasi Geografis


Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System

(GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data
yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu
SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani
data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi
kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem
Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara
data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara
geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan
data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan
menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan
pada masalah yang berhubungan dengan geografi.
Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem
manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan
yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi
manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi
untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey
lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan
alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah
menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi.
Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto
udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi (Nurshanti,
1995).

Pengertian GIS/SIG saat ini lebih sering diterapkan bagi teknologi informasi
spasial atau geografi yang berorientasi pada penggunaan teknologi komputer.
Dalam hubungannya dengan teknologi komputer, Arronoff (1989) dalam Anon
(2003) mendifinisikan SIG sebagai sistem berbasis komputer yang memiliki
kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data,
manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), memanipulasi dan
analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Sedangkan Burrough,
1986 mendefinisikan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai sistem berbasis
komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola,
menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi
keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan
perencanaan. Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam
4 komponen utama yaitu: perangkat keras (digitizer, scanner, Central Procesing
Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi,
ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan
pemakai (user). Kombinasi yang benar antara keempat komponen utama ini akan
menentukan kesuksesan suatu proyek pengembangan Sistem Informasi Geografis.
Aplikasi SIG dapat digunakan untuk berbagai kepentingan selama data yang
diolah memiliki refrensi geografi, maksudnya data tersebut terdiri dari fenomena
atau objek yang dapat disajikan dalam bentuk fisik serta memiliki lokasi
keruangan (Indrawati, 2002).
Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis adalah untuk
mempermudah mendapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai
atribut suatu lokasi atau obyek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam
Sistem Informasi Geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan
merupakan data dasar yang belum dispesifikasi (Dulbahri, 1993).

B.

Pengertian SIG Menurut Para Ahli

Menurut Aronaff (1989)


SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang
memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta
memberi uraian.

Menurut Burrough (1986)


SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan,
pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data
keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.

Menurut Kang-Tsung Chang (2002)


SIG sebagai a computer system for capturing, storing, querying,
analyzing, and displaying geographic data.

Menurut Murai (1999)


SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan,
menyimpan,

memanggil

kembali,

mengolah,

menganalisis

dan

menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk


mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan
penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas
kota, dan pelayanan umum lainnya.

Menurut Marble et al (1983)


SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.

Menurut Bernhardsen (2002)


SIG sebagai sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data
geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan
perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi
data, kompilasi data, penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan
data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan
presentasi data serta analisa data.

Menurut Gistut (1994)


SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan
spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan
karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut.
SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan,
yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur
organisasi.

Menurut Berry (1988)


SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi
data keruangan.

Menurut Calkin dan Tomlison (1984)


SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.

Menurut Linden, (1987)


SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan
(manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan
muka bumi.

Menurut Alter
SIG adalah sistem informasi yang mendukung pengorganisasian data,
sehingga dapat diakses dengan menunjuk daerah pada sebuah peta.

Menurut Prahasta
SIG merupakan sejenis software yang dapat digunakan untuk pemasukan,
penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi
geografis berikut atribut-atributnya.

Menurut Petrus Paryono


SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan,
manipulasi dan menganalisis informasi geografi.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa SIG merupakan
pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin).

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Muhammad Al- Idrisi


Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti atau

singkatnya Al-Idrisi (bahasa Arab: ; bahasa Latin:


Dreses) (1100 1165 atau 1166) adalah pakar geografi, kartografi, mesirologi,
dan pengembara yang tinggal di Sisilia, tepatnya di istana Raja Roger II.
Muhammad al-Idrisi lahir di kota Afrika Utara Ceuta (Sabtah) yang termasuk
bagian Kekaisaran Murabitun dan wafat di Sisilia. Al-Idrisi merupakan keturunan
para penguasa Idrisiyyah di Maroko, yang merupakan keturunan Hasan bin Ali,
putra Ali dan cucu nabi Muhammad. Pendidikan Al-Idrisi diperoleh di Andalusia.
Tumbuh dan besar di Cetua, Al-Idrisi muda mengembara ke Spanyol Islam,
Portugal, Perancis, dan Inggris. Dia mengunjungi Anatolia saat ia baru berusia 16
karena terjadinya konflik dan ketidakstabilan di Andalusia. Dia kemudian
bersama orang-orang sezamannya menyatu di Sisilia, dimana bangsa Normandia
telah menundukkan bangsa Arab yang dulunya loyal kepada Kekhalifahan
Fatimiyah. Menurut Ibnu Jubayr: "bangsa Normandia bertoleransi dan melindungi
keluarga-keluarga Arab dalam pertukaran ilmu pengetahuan."
Al-Idrisi menggabungkan pengetahuan dari Afrika, Samudera Hindia, dan
Timur Jauh yang dikumpulkan para penjelajah dan pedagang Islam dalam bentuk
peta Islam, dan juga dari informasi yang dibawa oleh pelayar-pelayar Normandia
untuk membuat peta paling akurat di dunia di masa pramodern,[2] yang diletakkan
sebagai ilustrasi Kitab Nuzhat al-Mushtaq miliknya, (Latin: Opus Geographicum)
diterjemahkan Hiburan untuk Manusia yang Rindu Mengembara ke TempatTempat Jauh.[3]

Tabula Rogeriana digambar oleh Al-Idrisi pada tahun 1154 untuk Raja
Normandia Roger II dari Sisilia, setelah delapan menetap di istananya, dimana dia
bekerja untuk penjelasan dan ilustrasi peta. Peta tersebut, dengan legenda
berbahasa Arab, menampilkan daratan Eurasia secara keseluruhan dan sebagian
kecil bagian utara benua Afrika dengan sedikit detail pada Tanduk Afrika dan
Asia Tenggara.
Untuk Roger II, tabula itu diukir dalam piringan besar dari perak padat yang
berdiameter dua meter.

Tabula Rogeriana digambar oleh al-Idrisi


untuk Roger II dari Sisilia pada tahun 1154,
menjadikannya sebagai salah satu dari peta-peta dunia kuno. Penggabungan
modern
dibuat dari 70 lembar halaman ganda dari atlas aslinya.

Mengenai karya geografi al-Idrisi, S. P. Scott menulis:


Kompilasi Al-Idrisi menandakan sebuah era dalam sejarah pengetahuan.
Tidak hanya itu, informasi historis karya-karyanya sangat menarik dan berharga,
namun dekripsi-deksripi karyanya terhadap banyak tempat di bumi masih
otoritatif. Selama tiga abad para pakar geografi menyalin petanya tanpa
perubahan. Posisi relatif danau yang membentuk sungai Nil, seperti yang

digambarkan dalam karyanya, tidak banyak berbeda dari yang dibuat Baker dan
Stanley lebih dari tujuh ratus tahun kemudian, begitu pula bilangannya sama.
Kejeniusan mekanis penulis tidak lebih rendah dari pengetahuannya. Planisfer
angkasa dan bumi dari perak yang dibuatnya untuk raja pelindungnya hampir
enam kaki diameternya dan beratnya empat ratus lima puluh pon; di satu sisi
dukir zodiak dan rasi bintang, sementera di sisi lain dibagi menjadi segmensegmen daratan dan perairan, dengan situasi masing-masing dari berbagai
negeri.
Al-Idrisi menginspirasi pakar geografi Islam lainnya seperti Ibnu Batutah,
Ibnu Khaldun, Piri Reis dan Barbary Corsairs. Petanya juga menginspirasi
Christopher Columbus dan Vasco Da Gama.

Gambaran pengantar peta dunia karya al-Idrisi tahun 1154.

B.

Software/Aplikasi IDRISI
Idrisi adalah sebuah sistem terintegrasi geografis informasi (GIS) dan

perangkat lunak penginderaan jauh yang dikembangkan oleh Clark Labs di Clark
University untuk analisis dan menampilkan informasi geospasial digital. Idrisi
adalah sistem berbasis jaringan PC yang menawarkan alat untuk peneliti dan
ilmuwan yang terlibat dalam menganalisis dinamika sistem bumi untuk
pengambilan keputusan yang efektif dan bertanggung jawab atas pengelolaan
lingkungan, pengembangan sumber daya yang berkelanjutan dan alokasi sumber
daya yang adil.
Fitur utama dari Idrisi meliputi :
-

Paket analisis GIS lengkap untuk analisis spasial dasar dan lanjutan,
termasuk alat untuk permukaan dan analisis statistik, pendukung
keputusan, perubahan lahan dan prediksi, dan analisis citra time series;

Sistem Pengolahan Citra lengkap dengan keras dan lunak classifers


luas, termasuk pengklasifikasi pembelajaran mesin seperti jaringan
saraf dan analisis klasifikasi pohon, serta segmentasi citra untuk
klasifikasi;

Lingkungan pemodelan terintegrasi termasuk Tren Earth Modeler untuk


gambar time series tren lingkungan dan Tanah Perubahan Modeler
untuk analisis dan prediksi perubahan lahan.

1.

Sejarah dan Latar Belakang IDRISI


Idrisi pertama kali disusun pada tahun 1987 oleh Prof. J. Ronald
Eastman dari Clark University, Departemen Geografi, sebagai GIS
berbasis PC diakses namun kuat. Nama Idrisi digunakan untuk
menghormati geografiwan Arab terkenal, Al Idrisi. Perangkat lunak
Idrisi memadukan kemampuan pengolah citra digital dan SIG berbasis
raster yang sangat bermanfaat dalam pemodelan-pemodelan spasial
berbasis citra.

Dr. Eastman terus menjadi pengembang utama dan kepala arsitek


perangkat lunak. Pada bulan Januari 2012 Clark Labs merilis Idrisi
Versi 17 (dikenal sebagai Idrisi Selva). penelitian primer dan tujuan
ilmiah, Idrisi populer sebagai alat akademik untuk mengajar teori utama
GIS di perguruan tinggi dan universitas.
Sejak tahun 1987, Idrisi telah digunakan oleh para profesional di
berbagai industri di lebih dari 180 negara di seluruh dunia, hampir 300
modul analisis geospasial untuk menampilkan informasi spasial digital.

Gambar software IDRISI GIS Desktop oleh Prof. J. Ronald


Eastman dari Clark University

a.

Idrisi Selva GIS dan Software Image Processing


Idrisi Selva adalah GIS dan software Image Processing solusi
terintegrasi yang menyediakan hampir 300 modul untuk analisis
dan menampilkan informasi spasial digital. Idrisi menawarkan set
paling luas GIS dan Image Processing alat dalam industri di satu
paket terjangkau. Dengan Idrisi, semua fitur analisis standar-tidak
perlu membeli mahal add-ons untuk memperluas kemampuan
penelitian Anda.
Idrisi Selva menyediakan :

Sebuah paket analisis GIS lengkap untuk analisis spasial dasar


dan lanjutan, termasuk alat untuk permukaan dan analisis
statistik, dukungan keputusan, dan perubahan dan analisis time
series.

Sebuah sistem yang lengkap Image Processing dengan keras


dan lunak classifers paling luas di industri, termasuk
pengklasifikasi pembelajaran mesin seperti jaringan saraf dan
analisis klasifikasi pohon, serta segmentasi citra untuk
klasifikasi.

Lingkungan pemodelan terintegrasi termasuk Tren Earth


Modeler untuk gambar time series tren lingkungan dan Tanah
Perubahan Modeler untuk analisis perubahan lahan dan
prediksi, komponen penting untuk proyek-proyek REDD.

Utilitas lengkap untuk impor dan ekspor bersama dengan


seperangkat dokumentasi dan tutorial.

Tren Earth Modeler adalah aplikasi vertikal disertakan


dengan Idrisi Selva dan dirancang khusus untuk analisis waktu
gambar seri. Ini termasuk suite terkoordinasi alat data mining
untuk ekstraksi tren dan faktor-faktor penentu variabilitas.

Modul SEGMENTASI menciptakan citra segmen yang


memiliki kesamaan spektral di banyak band masukan.
Gambar di sebelah kiri menggunakan ambang kesamaan
yang lebih besar daripada yang di sebelah kanan, sehingga
lebih umum, segmen yang kurang homogen. Menggunakan
ambang batas ini, gambar memungkinkan untuk segmen
yang sepenuhnya berisi objek bangunan.

b. Idrisi Analisis GIS di TERRSET


The Idrisi Alat analisis GIS merupakan dasar yang TerrSet
dibangun. Dalam perkembangannya selama hampir tiga dekade,
Idrisi alat GIS set menawarkan lebih dari 300 alat analisis, terutama
berorientasi pada raster data, manipulasi dataset geospasial untuk
eksplorasi dunia kita berubah dengan cepat. Ada alat tradisional
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari GIS profesional serta
prosedur canggih untuk pemodelan yang kompleks dan analisis.
The TerrSet Spesifikasi Lembar menawarkan daftar lengkap dari
semua alat-alat ini.

Landasan untuk TerrSet adalah Idrisi GIS seperangkat alat


analisis. Angka ini menggambarkan beberapa banyak alat
analisis GIS yang disediakan. Ini termasuk pemetaan risiko
berdasarkan evaluasi multi-kriteria, pemodelan limpasan
permukaan menggabungkan informasi mengenai curah hujan
dan infiltrasi tanah dan penggunaan Kalkulator Gambar
untuk tugas-tugas peta aljabar dasar. Kanan bawah
menunjukkan pemandangan flythrough interaktif 3-D
penampil penerbangan.

Fitur Idrisi GIS Analisis Key :


Database Query

Kemampuan untuk query raster dan peta vektor lapisan dan


melaporkan statistik dasar serta profil ruang dan waktu,
histogram, dan tabulasi daerah dan perimeter.

Untuk database vektor, alat manajemen database relasional


yang terintegrasi dapat digunakan untuk memasukkan dan
mengedit data atribut menggunakan kemampuan SQL penuh.

Pemetaan Derivatif

TerrSet menyediakan rangkaian lengkap dari alat pemodelan


matematika dan relasional untuk menurunkan lapisan data baru
sebagai fungsi dari lapisan yang ada.

Model dapat dimasukkan sebagai persamaan dengan lapisan


peta

sebagai

variabel

atau

menggunakan

lingkungan

pemodelan grafis.
Jarak dan Konteks

TerrSet menawarkan seperangkat operasi konteks, termasuk


prosedur jarak Euclidian dan biaya, untuk agregasi dan
disagregasi pasukan directional dan friksi, prosedur least-cost
path, dan rutinitas alokasi spasial.

Kemampuan untuk menganalisa pola dan tekstur, termasuk


analisis konteks lokal melalui penyaringan dan agregasi
kelompok yang berdekatan.

Statistik spasial

Seluruh paket alat ditujukan pada deskripsi karakteristik


spasial.

Alat termasuk tindakan titik distribusi, regresi gambar


sederhana dan berganda, regresi logistik multinomial logistik
dan, prosedur autokorelasi, pola dan tekstur tindakan, analisis
permukaan trend polinomial dan pengambilan sampel spasial,
dan prosedur generasi acak untuk mendukung simulasi Monte
Carlo.

Keputusan Dukungan dan Manajemen Ketidakpastian

Lingkungan

pemodelan

grafis

untuk

multikriteria

dan

mendukung keputusan multiobjective yang meliputi alat dan


prosedur untuk pemetaan kesesuaian dan alokasi lahan.

Prosedur alokasi lahan yang memperhitungkan kedekatan akun


dan kekompakan.

Sebuah prosedur konsensus mencari pembobotan kriteria,


standardisasi kabur, dan serangkaian luas prosedur kriteria
agregasi berdasarkan Tertimbang Kombinasi Linear dan
Memerintahkan Averaging tertimbang.

Alat kesalahan propagasi melalui Monte Carlo Simulation,


evaluasi risiko keputusan sebagai akibat dari kesalahan
diperbanyak, perhitungan dan agregasi Fuzzy Sets, dan
agregasi bukti tidak langsung untuk mendukung berat-of-bukti
kesimpulan menggunakan kedua Bayesian dan DempsterShafer pendekatan .

Prosedur reklasifikasi lunak untuk memetakan kemungkinan


lokasi berada di atas atau di bawah ambang batas (seperti
kenaikan muka air laut), serta implementasi probabilitas
sebelum spasial untuk klasifikasi Maximum Likelihood.

Analisis permukaan

Alat untuk menurunkan pola, tren, dan fitur topologi seperti


kemiringan lereng, aspek, pencahayaan (hillshading), dan
lengkungan.

Prosedur interpolasi termasuk terbalik bobot jarak, jaringan


tidak teratur Triangulasi (TIN) pemodelan, Thiessen poligon,
tren pemetaan permukaan dan geostatistik.

Kemampuan untuk menggambarkan daerah aliran sungai dan


viewsheds, menentukan aliran permukaan dan pola aliran,
mengevaluasi erosi tanah sedimentasi dan model.

Jarak dan analisis penyangga alat tradisional termasuk biaya


jarak dan jalur analisis. Permukaan alat analisis pemodelan
disediakan untuk generasi acak gambar, gambar sampling, dan
gambar penyaringan.

Perubahan dan Analisis Time Series

Alat untuk mengidentifikasi dan mengukur perubahan di


beberapa gambar termasuk differencing gambar, gambar
ratioing, differencing regresi, analisis perubahan vektor, dan
analisis data kualitatif.

Sebuah seperangkat alat untuk pemodelan perubahan tutupan


lahan prediksi yang mencakup Markov Analisis Rantai,
Cellular Automata, regresi logistik dan regresi logistik
multinomial, GEOMOD, dan Jaringan Syaraf Tiruan.

Model Deployment Alat

Gambar Kalkulator adalah alat pemodelan matematika


interaktif yang menyediakan kalkulator seperti antarmuka yang
sederhana untuk membangun aljabar dan logis formula dengan
lapisan peta sebagai variabel.

Modeler makro adalah lingkungan pemodelan grafis yang


mengekspos semua alat Idrisi Analisis GIS sebagai objek yang
bisa dihubungkan dengan lapisan peta dalam rantai algoritmik.

Untuk yang paling menuntut aplikasi pemodelan algoritmik,


atau untuk pengembangan alat yang berdiri sendiri sebagai
add-ons untuk TerrSet, bahasa scripting seperti Python atau
bahasa pemrograman penuh seperti C ++ atau Delphi dapat
digunakan melalui COM standar industri Model objek
antarmuka.

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan
Pengertian GIS/SIG saat ini lebih sering diterapkan bagi teknologi
informasi spasial atau geografi yang berorientasi pada penggunaan teknologi
komputer.
Idrisi adalah sebuah sistem terintegrasi geografis informasi (GIS) dan
perangkat lunak penginderaan jauh yang dikembangkan oleh Clark Labs di
Clark University untuk analisis dan menampilkan informasi geospasial
digital.
Idrisi pertama kali disusun pada tahun 1987 oleh Prof. J. Ronald
Eastman dari Clark University, Departemen Geografi, sebagai GIS berbasis
PC diakses namun kuat. Nama Idrisi digunakan untuk menghormati
geografiwan Arab terkenal, Al Idrisi. Perangkat lunak Idrisi memadukan
kemampuan pengolah citra digital dan SIG berbasis raster yang sangat
bermanfaat dalam pemodelan-pemodelan spasial berbasis citra.

B.

Saran
Adapun saran dari penulis adalah agar kiranya pembaca dapat
memberikan kritik yang bersifat membangun agar ke depannya penulis
dapat membuat review yang lebih baik. Semoga review ini berguna bagi
penulis dan pembaca sekalian.

DAFTAR PUSTAKA

http://en.wikipedia.org/wiki/IDRISI
http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Idrisi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_geografis
http://blog.uin-malang.ac.id/faisal/2010/09/19/4-6-pengembangan-gis-dilingkungan-akademik/
https://mbojo.wordpress.com/2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/
http://www.clarklabs.org/products/idrisi-gis.cfm