Anda di halaman 1dari 2

1.

1 LATAR BELAKANG
Latar belakang arsitektur dan lingkungan hidup
A. LATAR BELAKANG
Arsitektur merupakan perpaduan antara Seni dan Teknologi, dimana keduanya
selalu mengalami perubahan, kemajuan dan pengembangan.
Agar dapat menjamin kompetensi secara terus menerus, para arsitek diwajibkan
melakukan proses belajar seumur hidup untuk menjaga, memelihara,
meningkatkan atau menambah pengetahuan dan keterampilan. Hal ini menjadi
sangat penting agar Arsitek Indonesia jangan sampai terbelakang dalam teknologi
mutakhir, metoda praktek dan masalah-masalah sosial serta ekologi yang terbaru
demi menjaga kepentingan masyarakat umum.
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini didukung oleh Program
UIA sebagai suatu bagian tanggung jawab kepada setiap anggota dan dikaitkan
berupa pedoman rekomendasi diantara semua bangsa untuk memberikan fasilitas
resiprositas.
Karenanya IAI sebagai anggota dari UIA mewajibkan anggotanya yang berkualifikasi
sebagai Arsitek Utama (AU), Arsitek Madya (AM) dan Arsitek Pratama (AP) untuk
mengikuti Program PKB yang menjadi syarat untuk perpanjangan Registrasi
Sertifikat Keahlian.
B. TUJUAN DAN SASARAN
Mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan dasar arsitek
profesional.
Meningkatkan penguasaan arsitek pada pengetahuan dan ketrampilan baru seiring
kemajuan teknologi ilmu pengetahuan.
Meningkatkan tanggung jawab arsitek pada profesinya sebagai penyedia jasa pada
masyarakat
Menempatkan arsitek profesional Indonesia dalam tingkat kompetensi yang diakui
secara internasional.

Arsitektur bangunan berurusan dengan pembuatan wadah untuk menampung


kegiatan manusia. Pada umumnya, berarti menciptakan ruang/space yang ideal
untuk suatu kegiatan manusia dan berarti pula susunan ruang-ruang yang
dirancang untuk kegiatan tertentu yang diintegrasikan dengan harmonis kedalam
sebuah komposisi.

Karya Arsitektur hadir untuk memenuhi dan melayani kebutuhan masyarakat.


Karena itu wajarlah jika selain karya arsitektur harus berfungsi sesuai dengan
kegunaannya, karya arsitektur tidak boleh menjadi suatu yang tidak dikenal atau
asing di tengah-tengah masyarakat, meskipun bentuk karya tadi banyak
dipengaruhi oleh alam, kebudayaan dan arsiteknya sendiri.
Melihat semakin bertambahnya jumlah karya arsitektur di Indonesia, baik berupa
bangunan maupun interior, maka dibutuhkan suatu sarana atau wadah untuk
mempromosikan karya-karya tersebut. Sebuah sarana yang selain sebagai tempat
mempromosikan karya arsitektur, juga sebagai pusat pertukaran informasi tentang
arsitektur. Sarana tersebut berfungsi pula sebagai ajang pemekaran karya arsitektur
yang akan diperkenalkan pada masyarakat.
Makassar dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, serta
berbagai strata ekonomi dan latar belakang budaya kehidupan yang ada
didalamnya telah memacu meningkatkan berbagai macam kebutuhan akan karya
arsitektur. Namun fasilitas untuk memenuhi kebutuhan akan informasi tentang
arsitektur dan hasil karyanya belum ada. Melihat peningkatan yang cukup pesat
pada bidang Arsitektur di Kota Makassar, maka sudah sewajamya bila dibutuhkan
sebuah pusat desain arsitektur yang berfungsi sebagai kupat informasi, promosi
dan pameran karya arsitektur (berupa bahan bangunan, perlengkapan interior,
maket suatu proyek yang akan ditawarkan pada masyarakat, serta karya-karya dari
sebuah lomba dalam bidang arsitektur