Anda di halaman 1dari 4

Analisis Lingkungan :

DAMPAK PERUBAHAN DAERAH PERTANIAN


MENJADI DAERAH INDUSTRI
Oleh :
Tb. Wawan Herawan, S.Pd., M.M.
Dalam kehidupan dan aktivitas manusia sehari-hari, lahan merupakan bagian dari
lingkungan sebagai sumberdaya alam yang mempunyai peranan sangat penting untuk
berbagai kepentingan bagi manusia. Lahan dimanfaatkan antara lain untuk pertanian,
peternakan, pemukiaman, pertambangan,

jalan dan tempat bangunan fasilitas sosial,

ekonomi dan sebagainya.


Namun sejalan dengan perkembangan pembangunan yang dinamis, terjadi
perubahan yang pesat, yaitu beralihnya suatu kawasan yang tadinya dikenal sebagai daerah
pertanian menjadi daerah industri. Pesatnya perkembangan di sektor industri berdampak
pada berkurangnya lahanlahan yang subur sehingga pembangunan pertanian khususnya
pelestarian swasembada pangan menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama
terhadap ketersedian sumberdaya lahan. Tantangan tersebut dapat kita lihat puluhan ribu
hektar lahan pertanian yang produktif setiap tahun beralih fungsi menjadi sektor non
pertanian. Masalah lahan lebih nyata terlihat di daerah perdesaan karena kurang lebih 80
persen penduduk tinggal di perdesaan, dengan sumber mata pencaharian utama di bidang
pertanian. Dengan demikian di perdesaan sangat potensil terjadi konflik sosial atau fisik
masalah lahan .
Konversi lahan pertanian yang semakin meningkat akhir-akhir ini merupakan salah
satu ancaman terhadap keberlanjutan pertanian di pedesaan. Salah satu pemicu alih fungsi
lahan pertanian ke penggunaan lain adalah rendahnya isentif bagi petani dalam berusaha
tani dan tingkat keuntungan berusahatani relatif rendah. Selain itu, usaha pertanian
dihadapkan pada berbagai masalah yang sulit diprediksi dan mahalnya biaya pengendalian
seperti cuaca, hama dan penyakit, tidak tersedianya sarana produksi dan pemasaran. Alih
fungsi lahan banyak terjadi justru pada lahan pertanian yang mempunyai produktivitas
tinggi menjadi lahan non-pertanian.
Banyak areal lumbung beras nasional kita yang beralih. Daerah pertanian ini
umumnya sudah dilengkapi dengan infrastruktur pengairan sehingga berproduksi tinggi.
Alih guna lahan sawah ke areal pemukiman dan industri sangat berpengaruh pada
ketersedian lahan pertanian, dan ketersediaan pangan serta fungsi lainnya.
Pembangunan nasional yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi mengabaikan
pemerataan dan menjadikan pendekatan keamanan (stabilitas politik) sebagai pengawalnya
telah menggerakkan ekonomi nasional. Namun gagal menjadikan gerak ekonomi nasional
tersebut sebagai pendorong laju perkembangan desa. Beberapa masalah yang merupakan

Tugas : Analisis Lingkungan | 1

hasil dari suatu proses pembangunan, yaitu : 1) Kemiskinan, dari tahun ke tahun jumlah
penduduk miskin terus bertambah, 2) Kesenjangan, kesenjangan yang terjadi merupakan
cermin bias dari pembangunan yang lebih mengarah ke kota.
Pembangunan sektor industri sebagai bagian dari proses pembangunan nasional
dalam menigkatkan pertumbuhan ekonomi telah membawa perubahan terhadap kehidupan
masyarakat. Perubahan tersebut meliputi dampak pembangunan industri terhadap sosial
ekonomi masyarakat dan lingkungan sekitar industri. Dampak pembangunan industri
terhadap aspek sosial ekonomi meliputi mata pencaharian penduduk dari sektor pertanian
menjadi sektor industri dan perdagangan, dampak lainnya terbukanya kesempatan kerja
yang lebih luas baik bagi masyarakat setempat maupun masyarakat pendatang. Dampak
industri terhadap aspek sosial budaya antara lain berkurangnya kekuatan mengikat nilai dan
norma budaya yang ada karena masuknya nilai dan norma budaya baru yang dibawa oleh
masyarakat pendatang atau migran. Pembangunan industri telah memberikan pengaruh
secara langsung dan tidak langsung, pengaruh langsungnya adalah berkurangnya lahan
pertanian, sedangkan pengaruh tidak langsungnya adalah bergesernya mata pencaharian
penduduk setempat ke bidang industri dan jasa/perdagangan. Pengaruh langsung dan tidak
langsung tersebut juga ada yang positif dan negatif. Pengaruh positifnya adalah
menciptakan keanekaragaman kehidupan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru
yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan pengaruh negatifnya adalah
munculnya kecemburuan sosial dari pemuda setempat karena adanya persaingan dalam
mendapatkan pekerjaan. Pengaruh negatif lainnya adalah berkurangnya lahan pertanian
yang menyebabkan petani yang hanya memiliki sedikit lahan dan tidak memiliki
keterampilan serta tingkat pendidikan yang rendah menjadi tersingkir.
Dalam perkembangannya industri di suatu wilayah tidak semuanya menonjol. Ada
yang lebih menonjol dibandingkan yang lainnya. Untuk itu, suatu wilayah harus lebih peka
dalam menganalisis industri kecil apa yang seharusnya dikembangkan. Dengan demikian
agar pembangunan industri mempunyai peran yang besar dalam pembangunan wilayah
maka investasi di sektor yang dalam hal ini industri harus diarahkan pada industri yang
memiliki keunggulan komparatif atas yang melakukan spesialisasi. Denagn adanya
spesialisasi, maka keterbatasan dana investasi dapat lebih difokuskan pada industri tertentu.
Selain itu spesialisasi dapat meningkatkan perdagangan karena spesialisasi akan
mengakibatkan surplus di suatu wilayah sehingga surplus tersebut diekspor ke wilayah lain
yang kemudian akan menciptakan perdagangan antar wilayah.
Meskipun perubahan daerah pertanian menjadi daerah industri berdampak positif
bagi kondisi sosial ekonomi petani, alangkah baiknya masyarakat bijak untuk berhati-hati
terhadap perubahan tersebut, karena juga berdampak pada penyempitan lahan pertanian

Tugas : Analisis Lingkungan | 2

yang tentunya akan menjadikan produksi pangan nasional berkurang. Hal tersebut, akhirnya
akan berdampak kembali pada kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri.
Untuk mengatasi berbagai macam dampak negative yang ditimbulkan oleh adanya
perubahan daerah pertanian menjadi daerah industri, pemerintah mengambil kebijakan agar
perusahaan-perusahaan industri-industri yang tumbuh dan berkembang di daerah
pemukiman masyarakat berkewajiban membantu masyarakat sekitarnya melalui pemberian
dana CSR (Corporate Social Responsibility). CSR merupakan program yang dilakukan
oleh sebuah perusahaan sebagai wujud tanggungjawab dan kepedulian sosial. Namun
demikian, perlu disadari bahwa CSR bukan semata program sosial yang menjadikan
perusahaan sebagai sebuah lembaga amal ataupun bagian dari departemen sosial milik
pemerintah.
Untuk membangun program CSR yang benar-benar berguna bagi masyarakat dan
memiliki dampak positif terhadap penjualan dan peningkatan keuntungan perusahaan,
dibutuhkan pemberian program yang memiliki manfaat jangka panjang yang sekaligus
dikelola

dengan

melibatkan

masyarakat

dan

stake

holder

terkait

lain

secara

berkesinambungan. Program CSR bermanfaat jangka panjang yang dimaksud yaitu


program-program yang memiliki dampak positif untuk kemajuan masyarakat dan relasi
antara masyarakat dengan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang, bahkan kalau
memungkinkan dapat menciptaan sebuah hubungan psikologis seumur hidup. Program ini
dikelola

dengan

mengikutsertakan

masyarakat

dan

mengedepankan

kemandirian

masyarakat untuk mengurusi keberlanjutan program tersebut. Peran yang diambil


perusahaan, dalam hal ini divisi yang membidangi program CSR, sebaiknya berlaku
sebagai pendamping masyarakat, yang menjembatani komunikasi antara perusahaan
dengan masyarakat dan sebaliknya.
Peran CSR dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai dampak adanya
perubahan aktivitas masyarakat dari kegiatan pertanian menjadi kegiatan non-pertanian
harus dilaksanakan dengan perencanaan dan strategi yang tepat. Sehingga, munculnya
perusahaan-perusahaan industri tersebut tidak dirasakan sebagai upaya mematikan usaha
masyarakat yang akhirnya tingkat kemiskinan menjadi semakin tinggi. Perusahaan harus
memahami bahwa kemiskinan

merupakan musuh

bersama yang harus ditanggulangi

bersama. Untuk melasakanakan hal tersebut paling tidak terdapat 3 (tiga) pilar utama yang
harus diperhatikan, yaitu: (1) format CSR disesuaikan dengan nilai-nilai lokal masyarakat
sekitarnya; (2) kemampuan diri perusahaan terkait dengan kapasitas SDM dan institusi; (3)
peraturan dan kode etik dalam dunia usaha. Berdasarkan pada integrasi ketiga pilar
tersebut, masyarakat akan dapat dibangun kemampuan dan kekuatannya dalam
memecahkan permasalahan yang mereka hadapi dalam pencapaian kesejahteraan hidup
yang lebih baik.

Tugas : Analisis Lingkungan | 3

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perubahan daerah pertanian menjadi
daerah industri lebih banyak dampak negatifnya. Untuk itu, agar dampak negative tersebut
tidak meluas, persahaan-perusahaan yang ada di daerah tersebut memiliki tanggung jawab
sosial yang besar. Salah satunya adalah dengan mengalokasikan sebagaian keuntungan
yang mereka dapatkan untuk membantu peningkatkan ekonomi masyarakat, yaitu melalui
pemberian dana CSR. Penggunaan dana CSR yang tepat, misalnya dengan membantu
membangunkan infrastruktur atau peningkatan usaha masyarakat akan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Agar hal tersebut dapat terwujud, perlu adanya kerjasama yang
baik antara masyarakat, pihak perusahaan, dan pemerintah dalam pengelolaannya.

Tugas : Analisis Lingkungan | 4