Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

AKTIVITAS KELOMPOK ROM DI WISMA WIJAYA KUSUMA


SASANA TRESNA WERDHA YAYASAN BHAKTI RIA PEMBANGUNAN
MAHASISWA PROFESI NERS UPN VETERAN JAKARTA
2015

A. Latar Belakang
Menurut Undang Undang Republik Indonesia nomor 13 tahun 1998
tentang kesejahteraan lanjut usia, lanjut usia adalah seseorang yang telah
mencapai

usia

60

tahun

keatas. Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun

keatas yang rentan terhadap kesehatan fisik dan mental. Penuaan atau dikenal
dengan

aging

berarti merupakan tahap lanjut dari proses kehidupan yang ditandai

dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stress lingkungan.


Penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dansistem tubuh

bersifat

alamiah/fisiologis. Pada umumnya tanda proses menua mulai tampak sejak usia 45
tahun dan memimbulkan masalah di usia sekitar 60 tahun.
World Health Organization (WHO) Lansia dikelompokan menjadi 4
kelompok, yaitu usia pertengahan (Middle age), usia 45-59 tahun; lansia (elderly), usia
60-74 tahun; lansia tua (old) usia 75-90 tahun dan lansia sangat tua (very old) 90 tahun ke
atas. Tahun 2000 angka pravalensi lansia di Indonesia sebesar 4,35 % , tahun 2010 jumlah
lansia 18,1 juta jiwa pada tahun 2010 atau 9,6 % dari jumlah penduduk.
Lansia dari tahun 2000 sampai tahun 2010 mengalami peningkatan.
Meningkatnya populasi lansia tentunya akan diikuti dengan adanya perubahan
dari masalah kesehatan seperti perubahan pada Sistem Sensoris (penglihatan,
pendengaran, perabaan, pengecapan, penciuman), perubahan pada system integumen
(stratum koneum, epidermis, dermis,subkutis), perubahan pada system Muskuloskeletal
(sendi, estrogen), perubahan system neurologis, system Kardiovaskuler, System
Pulmonal, Sistem endokrin, Sistem renal dan urinaria, system pencernaan, system
reproduksi. Perubahan dari masalah kesehatan tersebut menyebabkan masalah medis,
social dan psikologis yang akan membatasi kemandirian atau aktivitas dari lansia
sehingga akan menyebabkan penurunan quality of life (QOL) lansia.
Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti Ria Pembangunan adalah salah satu panti
pemerintah yang didirikan diwilayah cibubur. Lansia di STW saat ini berjumlah 64 lansia,

laki laki sebanyak bmemiliki jumlah laki-laki ini berbeda dari panti werdha lainnya,
karena secara umum lansia disini datang karena keinginan sendiri dan berasal dari
golongan yang mampu. Salah satu wisma yang ada di STW Karya Bhakti Ria
Pembangunan adalah Wisma Wijaya Kusuma yangs sekaligus berfungsi sebagai klinik
untuk para lansia di STW. Wisma Wijaya Kusuma memiliki fasilitas ruang VIP sebanyak
3 kamar, 1 kamar ruang obervasi dengan 3 bed, serta 1 ruang bangsal dengan 13 bed.
Masalah kesehatan yang didapatkan dari hasil pengkajian di Wisma Wijaya
Kusuma salah satunya adalah gangguan imobilitas fisik. Oleh karena itu, peran perawat
sangat diperlukan dalam menghambat progres penurunan fungsi otot, dengan memberikan
terapi/latihan ROM aktif-pasif dan penyuluhan pentingnya melakukan latihan ROM atau
pergerakan sendi.
B. Tujuan
a. Tujuan Umum
Lansia di Wisma Wijaya Kusuma dapat memperoleh pentingnya latihan ROM
atau pergerakan sendi yang akan dilakukan oleh mahasiswa/i Profesi Ners UPN
Veteran Jakarta
b. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari TAK yaitu, lansia mampu :
1) Lansia mampu melatih fleksibilitas atau kekuatan otot
2) Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan
3) Mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi
4) Mendemonstrasikan gerakan latihan aktif dan pasif / ROM dengan benar.
C. RANCANGAN KEGIATAN
a. Topik
Latihan ROM aktif asistif
b. Sasaran
1. Lansia yang memiliki masalah imobilitas fisik
2. Lansia yang mau mengikuti latihan ROM aktif asistif
c. Metode
Metode yang digunakan adalah redemonstrasi.
d. Media dan alat

Pengeras suara : Michrophone


e. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal

: Kamis, 05 Februari 2015

Waktu

: 09.00 10.00 WIB

Tempat

: Wisma Wijaya Kusuma

f. Strategi
1) Koordinasi dengan pihak Wisma Wijaya Kusuma
2) Koordinasi dengan pembimbing
3) Koordinasi dengan lansia di Wisma Wijaya Kusuma
4) Koordinasi dengan Caregiver di Wisma Wijaya Kusuma
5) Menyiapkan snack
g. Setting Tempat

Keterangan:

: Moderator

: Presentator

: Fasilitator

: Peserta

: Observer

h. Pengorganisasian
1) Penanggung jawab: Neng Intan
Tugas :

Bertanggung jawab mulai dari persiapan sampai pelaksanaan kegiatan

Mengkoordinir anggota kelompok dan menjelaskan tugas dan peran


masing-masing anggota

Memimpin pertemuan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan

2) Pembawa acara & Moderator : Eka Wahyuningtias


Tugas :

Mengatur acara selama pelaksanaan

Megatur jalannya pelaksanaan kegiatan

Mengarahkan peserta saat tanya jawab, kritik dan saran

Membuka dan menutup kegiatan

3) Ilustrator : Nurhayati
Tugas :

Memperagakan latihan ROM aktif asiatif

4) Fasilitator:

Dinda Ayu Alestine

Tugas :

Memfasilitasi peserta untuk mengungkapkan pendapat dalam


brainstorming, diskusi, dan tanya jawab

Memfasilitasi peserta yang kurang aktif

5) Observer: Ari Susanti


Tugas :

Mengamati jalannya kegiatan

Membuat laporan tentang jalannya kegiatan

i. Susunan Acara dan Waktu


NO
1.

2.
3.

KEGIATAN
Fase Pembukaan
a. Salam terapeutik
b. Tujuan
c. Kontrak waktu
Fase Kerja
Mendemonstrasikan ROM aktif asistif
Fase terminasi
a. Evaluasi
b. Salam penutup dan doa
Total Waktu

WAKTU
5 menit

30 menit
10 menit
45 menit

D. KRITERIA EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
1) Laporan pendahuluan TAK dibuat, dikonsultasikan, dan disetujui
2) Alat (pengeras suara) tersedia dengan lengkap
3) Tempat, yaitu Wisma Wijaya Kusuma sudah siap
b. Evaluasi Proses
1) Mahasiswa hadir dan siap melakukan kegiatan 30 menit sebelum acara
dimulai.
2) 75% dari jumlah undangan hadir
3) 70% peserta berperan aktif dalam melakukan latihan ROM aktif asistif
4) Mengevaluasi hasil implementasi
5) Waktu pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah dibuat

c. Evaluasi Hasil
1) 70 % Lansia dapat mengikuti latihan ROM aktif asistif

LAMPIRAN
MATERI ROM
A. Pengertian
Adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan

pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai


gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif.
B. Tujuan
1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot.
2. Mempertrahankan fungsi jantung dan pernapasan
3. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi
C. Jenis ROM
1. ROM pasif
Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang
normal (klien pasif). Kekuatan otot 50 %
2. ROM aktif
Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan
pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien
aktif). Keuatan otot 75 %
D. Latihan Pasif Anggota Gerak Atas
1. Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu :
a. Tangan satu penolong memegang siku, tangan lainnya memengang lengan.
b. Luruskan siku naikan dan turunkan legan dengan siku tetap lurus
2. Gerakan menekuk dan meluruskan siku :
a. Pegang lengan atas dengan tangan satu, tangan lainnya menekuk dan
meluruskan siku
3. Gerakan memutar pergelangan tangan :
a. Pegang lengan bawah dengan tangan satu, tangan yang lainnya menggenggam
telapak tangan pasien
b. Putar pergelangan tangan pasien ke arah luar (terlentang) dan ke arah dalam
(telungkup)
4. Gerakan menekuk dan meluruskan pergelangan tangan:
a. Pegang lengan bawah dengan tangan satu, tangan lainnya memegang
pergelangan tangan pasien
b. Tekuk pergelangan tangan ke atas dan ke bawah
5. Gerakan memutar ibu jari:
a. Pengang telapak tangan dan keempat jari dengan tangan satu, tangan lainnya
memutar ibu jari tangan
6. Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan
a. Pegang pergelangan tangan dengan tangan satu, tangan yang lainnya menekuk
dan meluruskan jari-jari tangan
E. Latihan pasif anggota gerak bawah
1. Gerakan menekuk dan meluruskan pangkal paha
a. Pegang lutut dengan tangan satu, tangan lainnya memegang tungkai
b. Naikkan dan turunkan kaki dengan lutut yang lurus
2. Latihan aktif anggota gerak atas dan bawah
a. Latihan I
a) Angkat tangan yang kontraktur menggunakan tangan yang sehat ke atas
b) Letakan kedua tangan diatas kepala
c) Kembalikan tangan ke posisi semula

b. Latihan II
a) Angkat tangan yang kontraktur melewati dada ke arah tangan yang sehat
b) Kembalikan ke posisi semula
c. Latihan III
a) Angkat tangan yang lemah menggunakan tangan yang sehat ke atas
b) Kembalikan ke posisi semula
d. Latihan IV
a) Tekuk siku yang kontraktur mengunakan tangan yang sehat
b) Luruskan siku kemudian angkat ketas
c) Letakan kembali tangan yang kontraktur ditempat tidur.
e. Latihan V
a) Pegang pergelangan tangan yang kontraktur mengunakan tangan yang
sehat angkat keatas dada
b) Putar pengelangan tangan ke arah dalam dan ke arah luar
f. Latihan VI
a) Tekuk jari-jari yang kontraktur dengan tangan yang sehat kemudian
luruskan
b) Putar ibu jari yang lemah mengunakan tangan yang sehat
g. Latihan VII
a) Letakan kaki yang seht dibawah yang kontraktur
b) Turunkan kaki yang sehat sehingga punggung kaki yang sehat dibawah
pergelangan kaki yang kontraktur
c) Angkat kedua kaki ke atas dengan bantuan kaki yang sehat, kemudian
turunkan pelan-pelan.
h. Latihan VIII
a) Angkat kaki yang kontraktur mengunakan kaki yang sehat ke atas sekitar 3
cm
b) Ayunkan kedua kaki sejauh mungkin kearah satu sisi kemudian ke sisi
yang satunya lagi
c) Kembali ke posisi semula dan ulang sekali lagi
i. Latihan IX
a) Anjurkan pasien untuk menekuk lututnya, bantu pegang pada lutut yang
kontraktur dengan tangan Satu
b) Dengan tangan lainnya penolong memegang pingang pasien
c) Anjurkan pasien untuk memegang bokongnya
d) Kembali keposisi semula dan ulangi sekali lagi