Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG

Kehamilan merupakan suatu proses yang dialami oleh seluruh wanita di dunia.
Dalam melewati proses kehamilan seorang wanita harus mendapat penatalaksanaan
yang benar. Karena ini semua berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas itu. Ini
terbukti dengan angka kematian yang tinggi di negara Indonesia. Dengan keadaan
tersebut memberi support dan memacu untuk memberikan penatalaksanaan yang benar
saat kehamilan.Dengan demikian penulis ingin mempelajari lebih lanjut dalam
management kebidanan pada ibu hamil normal sehingga dapat :
Menjaga kesehatan ibu dan bayi
Melaksanakan asuhan yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati
dan merujuk bila terjadi komplikasi.
Memberi pendidikan kesehatan pada ibu tentang perawatan kesehatan diri
dan nutrisi selama hamil.
1.2 TUJUAN
1.2.1. Tujuan Umum
Mampu memberikan asuhan kebidanan dengan menggunakan management
kebidanan yang tepat pada ibu hamil normal.
1.2.2 Tujuan khusus

Mampu menguraikan konsep dasar dan management kebidanan pada

ibu Hamil.
Mampu mengidentifikasi masalah, diagnosa, kebutuhan.
Mampu mengantisipasi masalah potensial dan diagnosa lain
Mampu membuat perencanaan tindakan dan melaksanakannya

Mampu mengevaluasi hasil

1.3 MANFAAT
1. Bagi tenaga kesehatan Menambah pengetahuan tenaga kesehatan tentang
asuhan kebidanan ibu hamil.
2. Bagi institusi pendidikanSebagai dokumen dan bahan dalam penelitian
selanjutnya
3. Bagi penulis Menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas tentang
asuhan kebidanan ibu hamil serta sebagai penerapan ilmu yang didapat selama
perkuliahan.

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1. KEHAMILAN
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di
dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi(misalnya, dalam
kasus kembar, atau triplet/kembar tiga).
Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir
dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil
adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu
awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk
pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang belum
pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi
menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari
perkembangan

janin.

Triwulan

pertama

membawa

risiko

tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan
ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan
awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami
atau kelahiran dipaksakan.
Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan
legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah
sebuah pribadi.

Kehamilan

manusia

terjadi

selama

40

minggu

antara

waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis
untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut
embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita

yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1: seorang wanita
yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi
menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari
perkembangan janin.Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian
alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin
dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang
berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran
dipaksakan.
Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan
legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah
pribadi hidup yang baru.
2.2. USIA KEHAMILAN
Umur hamil dapat ditentukan dengan Rumus Naegle, Gerakan pertama fetus,
Palpasi abdomen, Perkiraan tinggi fundus uteri dan Ultrasonografi.
Rumus Naegle
Rumus Naegle untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL, EDC= Expected Date
of Confinement)
Gerakan Pertama Fetus
Gerakan pertama fetus dapat dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu.
Palpasi Abdomen
Teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin.

Perkiraan Tinggi Fundus Uteri


Menentukan usia kehamilan dengan perkiraan tinggi fundus uteri dilakukan
dengan menghitung tinggi fundus uteri, menggunakan alat ukur caliper menggunakan
pita ukur, menggunakan pita ukur dengan metode berbeda.
Ultrasonografi
Tujuan ultrasonografi adalah konfirmasi kehamilan dan mengetahui usia kehamilan.
2.3.MASA KEHAMILAN
Triwulan I
Minggu Ke-1
Calon Ibu
Idealnya calon ibu berada dalam kondisi sehat optimal. Kebiasaan seperti
merokok, minum beralkohol dan obat-obatan yang tidak perlu sudah
seharusnya dihentikan pada masa ini. Suhu tubuh basal akan sedikit meningkat
pada masa ovulasi dan berkisar antara 36,6 C dan berangsur - angsur akan
meningkat. Konsultasi genetik bisa dilakukan dengan dokter kandungan untuk
mengetahui apakah adanya riwayat penyakit menurun dalam keluarga
seperti hemofili, fibrosis kistik atau berbeda tipe golongan darah Rhesus.
Minggu Ke-2
Calon Ibu
Masa fertilisasi atau pembuahan dimana berjuta-juta sperma pasangan akan
masuk ke vagina dan mencapai tuba falopi. Beberapa ratus sperma akan
menuju sel telur sambil mengeluarkanenzim yang membuat salah satu sperma
berhasil menembus lapisan pelindung sel telur yang matang. Pada saat ini
terjadi perubahan kimiawi yang mencegah sperma lain memasuki sel telur.
Tubuh sperma yang berhasil masuk sel telur akan terurai dan inti sel yang

membawa kode genetik akan menyatu dengan kode genetik sel telur yang telah
dibuahi.
Janin Bayi
Jenis kelamin bayi pada

masa

ini

ditentukan

oleh

46 kromosom yang

menyusun karakteristik genetik-nya. Sel sperma dan sel telur membawa kode
genetiknya masing-masing. Sel telur hanya memiliki kromosom X, namun sel
sperma membawa kromosom X atau Y. Bila sperma yang membuahi sel telur
membawa kromosom X maka akan membentuk seorang bayi perempuan. Lain
halnya

bila

yang

membuahi

sel

telur

adalah

sel

sperma

yang

membawa kromosom Y, maka bayi laki-laki-lah yang akan terbentuk. Pada hal
ini, calon ayah-lah yang sebenarnya menentukan jenis kelamin bayi.
Sel telur yang telah dibuahi akan mebelah dua menjadi 2 sel, kemudian 4 sel
dan kemudian terus membelah sambil bergerak meninggalkan tuba falopi
menuju rahim. Saat ini, dengan perkiraan kasar terdapat 30 sel hasil
pembelahan. Kumpulan sel tersebut dinamakan morula, dari bahasa Latin yang
berarti anggur.
Minggu Ke-3
Calon Ibu
Kira-kira 7 hari setelah fertilisasi, morula akan tertanam di lapisan dalam
rahim (endometrium). Secara formal hal ini dapat dikatakan sebagai suatu
kehamilan.

Kelompok

sel

tersebut

akan

semakin

matang

dan

menjadi blastokista, substansi yang akan men-stimulasi terjadinya perubahan


dalam tubuh calon ibu termasuk terhentinya siklus menstruasi.
Janin Bayi
Selama minggu-minggu awal kehamilan, bayi akan berkembang pesat. Setiap
hari pasti akan terjadi perubahan besar. Hanya dalam waktu 7 hari, sebuah sel
akan menjadi suatu kelompok berisi ratusan sel. Walau secara kasat mata
bahkan dengan bantuan mikroskop tetap sulit dilihat, sel-sel ini telah mengatur

dirinya sendiri dengan benar. Sebagian membentuk embrio, sedangkan yang


lain menjadi struktur penyokong yang memberi nutrisi kepada embrio.
Bagaimana hal ini terjadi masih menjadi misteri bagi para ahli.
Minggu Ke-4
Calon Ibu
Meskipun kehamilan bisa diketahui sendiri, namun tes darah yang mampu
membuktikan kehamilan secara akurat, terutama pada minggu-minggu ini. Hal
ini

disebabkan

adanya blastokista yang

akan

mengeluarkan

sejumlah hormon kehamilan (Human Chorionic Gonadotrophin / hCG).


Hormon ini dapat terdeteksi dalam darah. Urin juga dapat digunakan untuk
men-tes hormon ini, namun hasilnya tidak seakurat tes darah.
Janin Bayi
Pada minggu ini blastokista yang tadinya berbentuk seperti bola mulai berubah
menjadi sebuah embrio. Embrio ini dibedakan menjadi 3 jenis lapisan yang
nantinya membentuk 3 jenis jaringan, yaitu:
1. Endoderm:
lapisan
terdalam yang
paru, hati, sistem pencernaan dan pankreas
2. Mesoderm:
lapisan

akan

membentuk paru-

tengah

yang

akanmembentuk tulang, otot, ginjal, pembuluh darah dan jantung


3. Ektoderm: lapisan terluar yang akan membentuk kulit, rambut, lensa
mata, email gigi dan sistem saraf
Keseluruhan sel dalam setiap jaringan akan bergerak mengelilingi untuk menuju
tempat masing-masing dan bentuk bakal kepala embrio akan meruncing seperti
tetesan air mata.
Minggu Ke-5
Calon Ibu
Tanda utama

kehamilan

adalah

tidak menstruasi sekitar

2-3

minggu

setelah konsepsi. Namun ketiadaan menstruasi (amenore) ini bisa juga

disebabkan oleh hal-hal lain. Untuk memastikan perlu dilakukan tes urin
sehingga dokter dapat menaksir perkiraan hari persalinan dihitung semenjak
hari pertama siklus menstruasi terakhir.
Selain tidak menstruasi (amenore) terdapat tanda-tanda awal lainnya yang juga perlu
diperhatikan, misalnya mual muntah atau biasa disebut morning sickness, perubahan
selera makan, perubahan pada payudara, dan kelelahan.
Kehamilan biasanya terbagi dalam periode, yang dikenal sebagai triwulan, yaitu:
1. Triwulan I : berlangsung hingga minggu kehamilan ke-13. Pada masa ini terjadi
perkembangan janin yang cepat. Pada masa ini risiko keguguran juga termasuk
tinggi.
2. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-14 hingga minggu kehamilan ke-27
3. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-28 hingga masa kelahiran
Janin Bayi
Pada saat ini janin dalam rahim sang ibu telah memiliki bentuk yang lebih
jelas. Janin telah memiliki bagian atas bawah, kanan kiri, serta depan
belakang. Di daerah punggung terdapat suatu celah melengkung yang akan
membentuk struktur seperti tabung silinder yang disebut neural tube (tabung
saraf). Dalam perkembangannya ,pada tabung ini akan terbentuk sumsum
tulang belakang dan otak. Bagian atas dari tabung tersebut akan meluas dan
mendatar untuk mebentuk otak depan. Selain itu di bagian pusat janin akan
terbentuk suatu tonjolan yang merupakan bakal jantung. Tonjolan tersebut
akan dialiri oleh pembuluh darah rudimenter (pembuluh darah yang belum
sempurna).
Minggu Ke-6
Calon Ibu
Pada saat ini banyak wanita yang menghubungkan kehamilan dengan
timbulnya keluhan, khususnya nausea (pusing dan mual). Biasanya para ibu

saat ini merasa lebih mudah tersinggung dan lelah daripada sebelumnya. Hal
ini disebabkan adanya peningkatan hormon progesteron. Biasanya isitrahat
yang cukup akan membantu proses relaksasi dalam neghadapi hal-hal tersebut.
Janin Bayi
Tabung saraf di sepanjang tulang belakang telah menutup. Di salah satu
ujungnya telah terbentuk bakal otak yang akan mengisi tulang tengkorak.
Sementara itu terdapat 2 buah piringan pigmenkecil yang membentuk struktur
seperti mangkuk di

kedua

sisi

kepalanya.

Bagian

ini

disebut vesikel

optikus yang merupakan bakal mata.


Walaupun jantung bayi pada awalnya hanya berupa tabung kecil, namun pada
tahap ini bakal jantung telah berdenyut dan tidak akan pernah berhenti hingga
akhir hidup. Bakal kaki dan tanganjuga mulai terlihat, demikian pula tulang
ekor akan makin terlihat jelas di tahap ini.
Minggu Ke-7
Calon Ibu
Lima
minggu

setelah konsepsi,

dinding rahim melunak

sehingga

mempermudah penanaman blastosit. Pada saat ini serviks (mulu tahim mulai
melunak.

Perubahan

yang

terjadi

di

organ

dalam

lain

adalah

penebalan lendir serviksyang akan menggumpal membentuk sumbat (plug)


dalam saluran mulut rahim. Nantinya lendir ini akan dikeluarkan sesaat
sebelum proses persalinan, yaitu saat serviks mulai membuka (hal ini
disebut show).
Janin Bayi
Di minggu ini terjadi perubahan pada tubuh, wajah, dan kaki bayi. Saluran
pencernaan janin mulai terbentuk dan usus depan telah terlihat. Bentuk tulang
ekor juga jelas terlihat namun akan menghilang di minggu ke-10 atau 11. Paruparu juga mulai berkembang sementara itu tali pusat akan berkembang

setelah plasenta dewasa. Selain itu telah terbentuk pula bakal wajah,
sedikitpigmentasi pada iris mata dan lubang pada mulutnya. Seminggu setelah
pembentukan bakal kaki, maka bakal lengan justru telah dapat dibedakan
menjadi segmen tangan dan bahu.
Minggu Ke-8
Calon Ibu
Walauoun rahim mulai membesar, perubahan ini biasanya belum terlihat dari
luar. Yang lebih dahulu mendeteksi perubahan ini secara umum adalah dokter.
Dokter akan meraba pembesaran saat melakukan pemerikasaan panggul.
Biasanya ukuran baju sang ibu mulai membesar karena pinggang terasa mulai
adanya pengetatan akibat membesarnya janin yang tumbuh.
Janin Bayi
Pada ujung-ujung tubuh yang sedang berkembang, mulai terbentuk
bakal jari tangan

dan kaki,

sedangkan

bakal

lengan

akan

sedikit fleksi (membengkok) pada bagian pergelangan dan siku. Pada bagian
sisi lehernya nampak bakal telinga luar yang mulai tumbuh, begitu pula halnya
bakal bibir atas dan ujung hidung pada wajahnya. Bakal mata janin masih
saling berjauhan satu sama lain, namun bakal kelopak mata mulai terbentuk
mengitarinya. Dalam tubuh janin, usus halus tampak panjang sekali sehingga
rongga perut tidak mampu menampung. Beberapa akan menonjol ke tali pusat
janin yang disebut hernia (penonjolan) fisiologik.
Minggu Ke-9
Calon Ibu
Pada saat in hormon kehamilan hCG sedang berada di posisi puncak sehingga
sang ibu akan mengalami beberapa perubahan. Kulit wajah sang ibu akan
terasa lebih halus dan kencang walau mungkin akan sedikit berjerawat pula.
Rambut sang ibu akan terasa lebih kering dan payudara terlihat sedikit

mengencang, kadang-kadang padat, atau sedikit nyeri bila ditekan. Pada saat
ini pula cairan keluar dari vagina dalam jumlah bervariasi.
Janin Bayi
Punggung bayi saat ini akan sedikit menegak dan tulang ekornya akan sedikit
memendek. Proporsi kepala masih lebih besar dari anggota tubuh lainnya dan
bagian kepala masih menekuk ke arah dada. Kedua mata bayi telah
berkembang dengan baik namun masih ditutupi oleh membran kelopak. Selain
itu bayi sudah dapat melakukan gerakan-gerakan kecil setelah otot-ototnya
mulai berkembang dan perubahan ini dapat dilihat melalui USG. Anggota
badan lainnya juga muali berkembang, seperti perkembangan lengan dan jari
tangan

lebih

cepat

daripada tungkai dan

jari kaki.

Pada

tahap

ini, telapak tangan janin telah memiliki batas jari tangan yang jelas. Kelima
jari tangan tampak terpisah satu sama lain.

A. Pematangan Ovum
Ovum
Ovum dikembangkan dari sel germinal primitif yang tertanam di substansi
ovarium. Masing-masing sel primitif menimbulkan kuman, oleh ulang divisi, ke
sejumlah oogonium disebut sel-sel yang lebih kecil, dari mana telur atau oosit primer
dikembangkan. Ovum manusia sangat menit, dengan ukuran sekitar 0,2 mm. diameter,

dan tertutup dalam folikel telur dari indung telur; sebagai aturan masing-masing folikel
mengandung satu sel telur, tetapi kadang-kadang dua atau lebih yang hadir. 3 dan
pembesaran dan kemudian pecah dari folikel pada permukaan ovarium, ovum
dibebaskan dan disampaikan oleh rahim tabung ke rongga rahim. Kecuali itu dibuahi
tidak mengalami perkembangan lebih lanjut dan dibuang dari rahim, tetapi jika terjadi
pembuahan itu dipertahankan di dalam uterus dan berkembang menjadi yang baru.
Dalam penampilan dan struktur ovum sedikit berbeda dari sel biasa, tetapi nama-nama
khusus telah diterapkan ke dalam beberapa bagian; demikian, substansi sel dikenal
sebagai kuning telur atau oplasm, inti sebagai germinal vesikel, dan yang Nukleolus
sebagai tempat germinal. Ovum ditutupi dalam tebal, transparan amplop, zona striata
atau zona pelusida, melekat pada permukaan luar yang beberapa lapis sel, yang berasal
dari orang-orang dari folikel dan kolektif yang membentuk korona radiata.
Memeriksa sel telur manusia segar di folliculi minuman keras. (Waldeyer.) The
zona pelusida dipandang sebagai korset jelas tebal dikelilingi oleh sel-sel korona
radiata. Telur itu sendiri menunjukkan deutoplasmic rinci pusat dan daerah perifer
lapisan jelas, dan membungkus germinal vesikel, di mana terlihat germinal spot.
Yolk.
Kuning telur terdiri dari (1) sitoplasma sel hewan biasa dengan spongioplasm
dan hyaloplasm; ini sering disebut formatif kuning telur; (2) gizi telur atau deutoplasm,
yang terdiri dari berbagai bulat butiran lemak dan zat albuminoid tertanam di
sitoplasma. Dalam sel telur mamalia kuning gizi sangat kecil dalam jumlah, dan
pelayanan dalam bergizi embrio pada tahap awal perkembangannya saja, sedangkan
pada telur dari burung yang ada cukup untuk memasok ayam dengan makanan bergizi
sepanjang periode dari inkubasi. Kuning telur yang bergizi tidak hanya bervariasi
dalam jumlah, tetapi dalam modus distribusi dalam telur; demikian, dalam beberapa

binatang itu hampir merata di seluruh sitoplasma; di beberapa pusat itu ditempatkan
dan dikelilingi oleh sitoplasma; dalam diri orang lain itu adalah terakumulasi di bagian
bawah tiang ovum, sementara menempati sitoplasma atas tiang. Sebuah sentrosom dan
sentriol hadir dan berbaring di lingkungan langsung dari inti.
Germinal Vesicle.-The germinal vesikel atau inti bulat besar pada awalnya
tubuh yang hampir menempati posisi sentral, tetapi menjadi eksentrik sebagai
pertumbuhan hasil ovum. Strukturnya adalah bahwa dari sel-nukleus biasa, yakni., Itu
terdiri dari retikulum atau karyomitome, dengan jala-jala yang penuh dengan
karyoplasm, sementara terhubung dengan, atau tertanam di dalam, retikulum sejumlah
massa kromatin atau kromosom, yang dapat menyajikan penampilan gulungan atau
dapat mengasumsikan bentuk batang atau loop. Inti yang dilingkupi oleh membran
nuklir halus, dan mengandung dalam interior yang terdefinisi dengan baik Nukleolus
atau germinal spot.
Penutup dari Ovum.
The zona striata atau zona pelusida adalah selaput tebal, yang, di bawah
kekuasaan yang lebih tinggi dari mikroskop, dipandang radial lurik. Itu berlangsung
selama beberapa saat setelah pembuahan terjadi, dan bisa bertindak untuk
perlindungan selama tahap-tahap awal segmentasi. Hal ini belum ditentukan apakah
zona striata adalah produk dari sitoplasma ovum atau sel-sel korona radiata, atau
keduanya.
Korona radiata terdiri atau dua atau tiga lapisan sel, mereka berasal dari sel-sel
folikel, dan mematuhi permukaan luar zona striata ketika ovum dibebaskan dari
folikel; sel radial diatur di sekitar zona, orang-orang dari lapisan yang paling dalam
kolumnar dalam bentuk. Sel-sel korona radiata segera hilang; dalam beberapa binatang

yang mereka mengeluarkan, atau akan diganti dengan, lapisan perekat protein, yang
dapat membantu dalam melindungi dan bergizi ovum.
Fenomena menghadiri pelepasan dari ovum dari folikel milik lebih ke fungsi
biasa ovarium daripada topik umum embriologi, dan karena itu digambarkan dengan
anatomi ovarium.
Pematangan Ovum.
Sebelum ovum dapat dibuahi itu harus menjalani proses pematangan atau
pematangan. Hal ini terjadi sebelumnya atau segera setelah keluar dari kantong, dan
pada dasarnya terdiri dari pembagian yang tidak setara ovum terlebih dahulu menjadi
dua dan kemudian menjadi empat sel. Tiga dari empat sel kecil, tidak mampu
pengembangan lebih lanjut, dan ini disebut badan kutub atau polocytes, sementara
keempat besar, dan merupakan sel telur matang. Proses pematangan belum diamati
dalam sel telur manusia, tetapi telah dengan hati-hati belajar di ovum dari beberapa
hewan yang lebih rendah, yang deskripsi berikut berlaku. Hal ini ditunjukkan bahwa
jumlah kromosom yang ditemukan dalam inti adalah konstan untuk semua sel-sel
hewan dari spesies tertentu, dan bahwa dalam manusia jumlahnya mungkin dua puluh
empat. Ini tidak hanya berlaku pada sel somatik tetapi ovum primitif dan keturunan
mereka. Untuk tujuan ilustrasi proses pematangan suatu spesies dapat diambil di mana
jumlah kromosom nuklir adalah empat. Jika ovum dari diamati seperti pada awal
proses pematangan akan terlihat bahwa jumlah dari kromosom ternyata berkurang
menjadi dua. Namun dalam kenyataannya, jumlahnya dua kali lipat, karena masingmasing kromosom terdiri dari empat butir dikelompokkan untuk membentuk suatu
tetrad. Selama metafase setiap tetrad dyads terbagi menjadi dua, yang sama-sama
didistribusikan antara dua inti sel yang dibentuk oleh pembagian pertama ovum. Salah
satu sel yang hampir sama besar dengan telur asli, dan disebut oosit sekunder, yang

lain kecil, dan disebut badan polar pertama. Oosit sekunder sekarang mengalami
subdivisi, dimana setiap angka dua dan berkontribusi membagi satu kromosom ke inti
masing-masing dari dua sel yang dihasilkan.
Pembentukan badan kutub di Asterias glacialis. (Sedikit dimodifikasi dari
Hertwig.) Dalam Aku kutub gelendong (sp) telah maju ke permukaan telur. Dalam II
elevasi kecil (PB1) dibentuk yang menerima setengah dari gelendong. Dalam III
Tingginya terbatas off, membentuk badan kutub pertama (PB1), dan kedua gelendong
terbentuk. Dalam IV melihat ketinggian yang kedua dalam terbatas V telah turun
sebagai badan kutub kedua (pb2). Dari sisa gelendong (f.pn di VI) pronukleus wanita
dikembangkan.

Diagram yang menunjukkan pengurangan jumlah kromosom dalam proses


pematangan sel telur.
Divisi kedua ini juga tidak sama, menghasilkan sel besar yang merupakan sel
telur matang, dan sel kecil, badan kutub kedua. Badan kutub pertama sering membagi
sementara yang kedua sedang dibentuk, dan sebagai hasil akhir empat sel yang
diproduksi, yaitu., Sel telur yang matang dan tiga badan kutub, yang masing-masing
berisi dua kromosom, yaitu, satu-setengah jumlah hadir dalam inti sel somatik dari
anggota spesies yang sama. Inti sel telur matang disebut pronukleus perempuan.

B. Plasenta

Plasenta manusia
Plasenta atau tembuni adalah

suatu organ dalam kandungan pada

masa

kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan plasenta penting bagi pertumbuhan dan


perkembangan janin. Fungsi

plasenta

adalah

pertukaran

produk-

produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin, serta
produksi hormon.

Struktur

Gambar skematis plasenta

Plasenta manusia memiliki diameter rata-rata 22 cm, berat rata-rata 470 gram,
dan rata-rata tebal (pada bagian tengah plasenta) 2,5 cm. Plasenta mempunyai dua
komponen yaitu bagian ibu yang dibentuk oleh desidua basalis dan bagian janin yang
dibentuk oleh korion frondosum.
Fungsi
Fungsi plasenta adalah pertukaran produk-produk metabolisme dan produk gas
antara peredaran darah ibu dan janin, serta produksi hormon. Hormon steroid paling
penting yang diproduksi plasenta adalah estrogen dan progesteron yang konsentrasinya
meningkat selama kehamilan

C. Hormon dalam Kehamilan Beserta Perannya


Kehamilan adalah bagian dari proses alam yang dianugrahkan Tuhan agar manusia
dapat terus beregenerasi. Sebagai anugrah, proses inipun dilengkapiNya dengan sekian
komponen penopang untuk membantu perjalanannya, diantaranya adalah hormon.
Hormon-hormon kehamilan terbentuk secara alami di dalam tubuh seorang wanita dan
berkembang hari demi hari mengikuti perkembangan kehamilan.
Pengertian Hormon
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Pada saat
hamil produksi hormon tersebut menjadi lebih banyak dan masing-masing hormon
berguna untuk mengatur pertumbuhan janin selama kehamilan. Beberapa jenis hormon
dan fungsinya yang telah dikenal adalah :
HCG (human chorionic gonadotrophin)

Hormon ini dihasilkan oleh embrio. Berfungsi untuk mencegah haid dan meningkatkan
kadar progesteron. Kadar HCG yang tinggi pada tiga bulan pertama diperkirakan
penyebab morning sickness
Estrogen
Fungsi membantu kerja hormon progesterone, efek yang ditimbulkan jaringan tubuh
menjadi lunak akibatnya bumil mengalami sakit punggung.
Progesteron
Fungsi melindungi plasenta, efek yang ditimbulkan sistem pencernaan menjadi lebih
lambat akibatnya bumil menjadi sembelit.

Relaxin
Hormon ini melembutkan rahim dan mengendorkan otot panggul untuk persiapan
kelahiran.

Oksitosin
Hormon ini berfungsi untuk merangsang kontraksi rahim untuk mendorong bayi
keluar. Oksitosin juga berguna untuk membantu rahim mengkerut ke ukuran normal
setelah melahirkan dan merangsang produksi air susu selama proses menyusui.

Prostaglandin
Bertugas untuk merangsang kehamilan. Wanita memproduksi hormon ini ketika janin
siap lahir. Cairan semen yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi juga mengandung
hormon

Endorfin

Prostaglandin

Hormon endorfin menimbulkan rasa tenang dan menghilangkan rasa sakit. Hormon
endorfin meningkat selama kehamilan dan memuncak saat persalinan/kelahiran
HPL (Human Placental Lactogen)
Fungsi membantu mempersiapkan payudara untuk memproduksi ASI, efek puting
terasa ngilu dan sakit saat proses pembentukan kolostrum.

Prolaktin
Hormon prolaktin diproduksi begitu bayi mengisap payudara ibu. Fungsi membantu
meningkatkan sel-sel di payudara yang memproduksi ASI
Beta Human Corionic Gonadotropin (BHCG)
Hormon Beta Human Corionic Gonadotropin (BHCG) adalah hormon yang
akan terbentuk pada awal kehamilan dan diproduksi oleh sel-sel kehamilan sebelum
terbentuknya plasenta. Biasanya akan tinggi pada awal-awal kehamilan. BHCG
berfungsi untuk mempertahankan kehamilan sehingga janin bisa menempel dalam
rahim si ibu. Dengan berkembangnya kehamilan dan mulai terbentuknya plasenta
terutama pada usia kehamilan 14-16 minggu, plasenta mulai mengambil alih fungsi
BHCG dengan menghasilkan hormon progresteron. Dampak: Kadar hormon BHCG
yang kurang pada masa awal kehamilan dapat member dampak tidak baik. Jika terjadi
pada trimester pertama biasanya akan terjadi flek-flek atau bahkan bisa menyebabkan
keguguran.

MSH (Melanocyte Stimulating Hormone)


Hormon kehamilan ini merangsang terjadinya pigmentasi pada kulit

Dampak
Menggelapkan warna puting susu dan daerah sekitarnya. Pigmentasi kecoklatan pada
wajah, pada bagian dalam dan garis dari pusar ke baeah (linea nigra)

D. RESPON TUBUH IBU TERHADAP KEHAMILAN


A. RESPON PSIKOLOGIS KEHAMILAN
Perubahan psikologi pada ibu hamil merupakan
1. hal yang normal dan merupakan hal yang individual.
Didasarkan pada teori Revarubin. Teori ini menekankan pada pencapaian
peran sebagai ibu, dimana untuk mencapai peran ini diperlukan proses belajar
melalui serangkaian aktifitas.
2. Penyebab
Peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh segera
setelah konsepsi menyebabkan timbulnya reaksi mual dan muntah pada pagi
hari, lemah, lelah Sehingga ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci
kehamilannya. Perubahan fisik ibu berkaitan dengan perubahan bentuk tubuh,
wajah menjadi berjerawat, dan merasa ibu tidak cantik lagi.
3. Respon Ibu
Setiap ibu akan memberikan reaksi yang berbeda-beda mengenai
kehamilannya.Reaksi psikologis yang timbul pada beberapa wanita yaitu:
Kecemasan Berkaitan dengan kemampuan perannya sebagai orang tua
yang baik. Mereka tidak yakin apakah dapat menjadi orang tua yang
baik.

Ketakutan Berkaitan dengan kehilangan perhatian atau kasih sayang


dari orang-orang terdekat terutama suami karena perubahan bentuk
fisik misalnya menjadi gemuk, timbul jerawat, tidak cantik lagi, dan

lain lain.
Perasaan panik/ gelisah Berkaitan dengan kemampuanya untuk
menjaga kehamilan sampai saat persalinan sebagai seorang ibu hamil
yang baik. Respon-respon psikologis tersebut terjadi karena ibu merasa
bahwa kehamilannya ini merupakan suatu ancaman, kegawatan,
ketakutan dan bahaya bagi dirinya dan sebagai akibat yang akan terjadi
pada dirinya, sehingga mereka akan bersikap tidak hanya menolak
kehamilannya tetapi juga akan berusaha menggugurkan kehamilannya
bahkan kadang-kadang mencoba bunuh diri.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Kehamilan adalah

masa

di

mana

seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Dalam kehamilan
dapat terjadi banyak gestasi(misalnya, dalam kasus kembar, atau triplet/kembar tiga).
Sebelum ovum dapat dibuahi itu harus menjalani proses pematangan atau
pematangan. Hal ini terjadi sebelumnya atau segera setelah keluar dari kantong, dan
pada dasarnya terdiri dari pembagian yang tidak setara ovum terlebih dahulu menjadi
dua dan kemudian menjadi empat sel.
Plasenta atau tembuni adalah

suatu organ dalam kandungan pada

masa

kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan plasenta penting bagi pertumbuhan dan


perkembangan janin. Fungsi

plasenta

adalah

pertukaran

produk-

produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin, serta
produksi hormon.
Beberapa jenis hormon yang telah dikenal adalah :

HCG (human chorionic gonadotrophin)


Oksitosin
Prostaglandin
Endorfin
Prolaktin
Beta Human Corionic Gonadotropin (BHCG)
MSH (Melanocyte Stimulating Hormone)

DAFTAR PUSTAKA

1. Rochmawati, Lusa, Menentukan usia kehamilan, Juli, 2011, Pengajar dan


2.

pendidik aktif di perguruan tinggi di Yogyakarta dan Surakarta.


Mittendorf R, Williams MA, Berkey CS, Cotter PF. The length of

uncomplicated human gestation. Obstet Gynecol 1990;75:929-32


3. Reynolds, L.P. (1995). "Utero-placental Vascular Development and Placental
Function" (pdf). Journal of Animal Science 73: 1839. Diakses pada 17 Mei
2010.
4. Sadler, T.W (1997). Embriologi Kedokteran Langman. Jakarta: EGC. hlm. 101102.
5. Reynold,

Lawrence

P.

(April

2001). "Angiogenesis

Placenta" (pdf). Biology of Reproduction 64 (4):


6. YETTER III, JOSEPH F. (1 Maret 2008). "Examination

in
of

the
the

Placenta" (html). The American Academy of Family Physician..


7. Benirschke, Kurt (2006). Pathology of the Human Placenta. Springer. hlm. 13.
8. Shanker, Y.Gopi (1998). "Progesterone receptor expression in the human
9.

placenta" (pdf). Molecular Human Reproduction 5 (5): 481.


http://id.shvoong.com/medicine-and-health/gynecology/2314281-memahami
hormon-kehamilan/#ixzz2Gp36JzM4