Anda di halaman 1dari 20

REKAYASA SISTEM OPERASI

Pemodelan Simulasi dangan Promodel

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Rekayasa Sistem Operasi

Dosen Pengajar:
Dr Sawarni Hasibuan, MT

PROGRAM PASCA SARJANA


UNIVERSITAS MERCU BUANA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Simulasi merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk menganalisa
sistem yang bisa dilakukan secara numeric dengan bantuan komputer. Di dalam suatu
sistem itu pasti terdapat banyak masalah dan solusi dari masalah tersebut hanya
menggunakan simulasi atau mode penyelesaian masalah di suatu sistem lainnya.
Penggunaan simulasi semakin lama semakin melejit di dunia informatika maka
bermurnculan bahasa pemograman yang memiliki keunggulan seperti Arena,
POWERSIM dan lain-lain.
Dalam dunia perkuliahan, khususnya bidang keilmuan teknik industri, mahasiswa
dituntut untuk dapat menguasai ilmu yang dipelajari, salah satunya adalah simulasi.
Melalui makalah ini diharapkan mahasiswa mampu memahami hal yang berkenaan
dengan simulasi dan pemodelan.
Dalam makalah simulasi ini, software yang digunakan adalah promodel. Promodel
itu sendiri merupakan high level program dan special purpose simulation. Promodel
banyak memiliki keunggulan salah satu di antaranya memiliki user interface yang
friendly dan spesifik pada saat menganalisa sistem dari semua tipe dan ukuran.
Diharapkan nantinya dengan pengetahuan mengenai penggunaan promodel berbagai
sistem yang ada dapat menjadi lebih baik dan berjalan lebih efisien.
1.2 Tujuan
Tujuan dari makalah ini antara lain:
1. Mengetahui dan memahami tentang sistem, model dan simulasi sehingga dapat
memahami sistem simulasi
2. Memahami ProModel sebagai package software untuk simulasi
1.3 Manfaat
1. Dapat mengetahui dan memahami tentang sistem, model dan simulasi sehingga
praktikan dapat memahami sistem simulasi
2. Dapat memahami dan mengerti software ProModel dan mampu
menggunakannya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem
Sistem merupakan sekumpulan elemen yang saling berkaitan dan mempengaruhi
dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam
lingkungan yang kompleks. Sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang
suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan
maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan
yang telah ditentukan.
Menurut Gordon B. Davis (1984), sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian yang
saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau
maksud. Sedangkan, menurut Raymond Mcleod (2001), sistem adalah himpunan dari
unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan yang utuh dan
terpadu.
Pengertian dan definisi sistem pada berbagai bidang berbeda-beda, tetapi
meskipun istilah sistem yang digunakan bervariasi, semua sistem pada bidang-bidang
tersebut mempunyai beberapa persyaratan umum, yaitu:
1. Sistem harus mempunyai elemen, lingkungan, interaksi antar elemen, interaksi
2.

antara elemen dengan lingkungannya.


Sistem harus mempunyai tujuan yang akan dicapai.
Berdasarkan persyaratan di atas, sistem dapat didefinisikan sebagai seperangkat

elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan bersama. Kumpulan
elemen terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang
terorganisir dari elemen-elemen tersebut. Elemen sistem disamping berhubungan satu
sama lain, juga berhubungan dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
2.2 Model
Model didefinisikan sebagai suatu deskripsi logis tentang bagaimana sistem
bekerja atau komponen-komponen berinteraksi. Dengan membuat model dari suatu
sistem maka

diharapkan dapat lebih mudah untuk melakukan analisis. Contohnya adalah model
rumah.
Menurut Ackoff, et all (1962) mengatakan bahwa model dapat dipandang dari tiga
jenis kata yaitu sebagai kata benda, kata sifat dan kata kerja. Sebagai kata benda,
model berarti representasi atau gambaran, sebagai kata sifat model adalah ideal,
contoh,

teladan

mempertunjukkan.

dan

sebagai

Dalam

kata

kerja

pemodelan,

model

model
akan

adalah
dirancang

memperagakan,
sebagai

suatu

penggambaran operasi dari suatu sistem nyata secara ideal dengan tujuan untuk
menjelaskan atau menunjukkan hubungan-hubungan penting yang terkait.
2.3 Simulasi
Simulasi adalah suatu metodologi untuk melaksanakan percobaan dengan
menggunakan menggunakan model dari suatu sistem nyata (Siagian, 1987). Simulasi
adalah model dari suatu sistem nyata, dimana sistem tersebut dimodelkan dengan
menggunakan sebuah software yang berfungsi untuk menirukan perilaku sistem nyata.
Aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik
kunci dari kelakuan sistem fisik atau sistem yang abstrak tertentu.
1. Proses Dalam Simulasi
Terdapat beberapa proses dalam melakukan simulasi, yaitu:
a. Identify the problem
b. Develop the simulation problem
c. Test the model
d. Develop the experiment
e. Run the simulation and evaluate result
f. Make optimalization
g. Evaluate optimalization result
2. Karakteristik Simulasi
a. Mencakup saling ketergantungan sistem
b. Memperhitungkan variabilitas sistem
c. Sanggup membuat model untuk sistem apapun/sesuai dengan berbagai model
d. Memperlihatkan perilaku sistem setiap saat
e. Lebih murah
f. Menarik perhatian
g. Menyediakan hasil yang mudah dimengerti
h. Memberikan rancangan yang rinci
3. Keuntungan melakukan simulasi

a. Menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan formulasi


matematika
b. Dapat melakukan eksperimen tanpa mengganggu sistem nyata yang ada
c. Sebagai alat bantu untuk membuat keputusan operasional
d. Biaya lebih murah dibandingkan dengan bereksperimen pada sistem nyata
yang ada
4. Kelemahan dalam menggunakan Simulasi
a. Tidak dapat menghasilkan solusi yang optimal
b. Dalam menggembangkan model mungkin saja susah
c. Dibutuhkan pembelajaran software terlebih dahulu bagi pemula
5. Software-software untuk melakukan simulasi pada komputer
a. Promodel
b. Arena
c. PowerSim
d. Simulator
e. Simul8
f. GoldSim
g. ExtendSim
2.3.1

Elemen Simulasi

Suatu sistem dalam simulasi mencakup entities, activities, recources, and


control. Elemen-elemen tersebut mendefinisikan siapa, apa, dimana, kapan, dan
bagaimana suatu entity diproses (Harrell, 2000). Berikut merupakan elemen dasar
pemodelan yang ada dalam promodel :

1. Entities
Entities adalah segala sesuatu yang dapat diproses. proses.Entity dapat berupa
part , produk, manusia atau lembar kerja. Yang harus dilakukan pertama kali adalah
memilih icon untuk mewakili masing-masing entity. Begitu icon dipilih, Promodel
akan membuat record untuk entity yang bersangkutan.
2. Processing
Processing menggambarkan operasional yang terjadi pada lokasi, misal: jumlah
waktu yang dibutuhkan pada lokasi tertentu, sumber daya yang dibutuhkan untuk
pemrosesan secara lengkap dan segala sesuatu yang terjadi pada lokasi tersebut
termasuk pemilihan entities untuk lokasi tujuan selanjutnya
3. Arrivals

Arrivals adalah mekanisme untuk mendefinisikan bagaimana entities masuk ke


dalam sistem. Entities dapat dikirim secara individu maupun secara kelompok.
Jumlah pengiriman entities pada waktu yang sama disebut dengan batch size (Qty
each). Waktu antara pengiriman yang terjadi disebut dengan interarrival time
(frekuensi). Jumlah keseluruhan bagian yang terkirim disebut dengan Occurences.
Begitu juga dengan waktu awal pengiriman disebut dengan First Time.
4. Variable
Variabel digunakan untuk pengambilan keputusan dan pelaporan statistik. Nilai
dari variabel dapat dimonitor dari waktu ke waktu dan ditampilkan pada akhir
simulasi sebagai plot time series atau histogram. Variabel dapat memegang nilainilai integer atau real.variabel lokal dapat juga digunakan untuk kenyamanan cepat
bila mendefinisikan logika.
5. Resource
Resource adalah alat untuk menjalankan aktivitas.sebuah peralatan atau
perlengkapan lainnya yang digunakan / bertugas untuk mengantar sebuah entity.
2.4 Pemodelan dengan Promodel
Berikut ini terdapat definisi ProModel, struktur elemen ProModel, dan konsep
pemodelan pada ProModel.
2.4.1 Definisi Promodel
Promodel adalah software simulasi yang dapat digunakan untuk mensimulasi dan
menganalisa sistem produksi dari berbagai tipe dan berbagai ukuran. Promodel
merupakan software simulasi diskrit walaupun untuk beberapa proses industry dapat
dimodelkan dengan cara mengkonversi sistem continous seperti produksi minyak
menjadi sistem produksi minyak berdasarkan barrel. Promodel didesain untuk
memodelkan sistem ketika kejadian pada sistem muncul pada waktu tertentu. Pada
simulasi menggunakan promodel dapat ditampilkan animasi yang mewakili sistem yang
telah dimodelkan. Promodel melihat suatu sistem produksi sebagai susunan dari
location process seperti mesin atau stasiun kerja dimana entitas diproses sesuai
dengan logika proses yang telah dibuat.
5

2.4.2 Struktur Elemen Promodel


Struktur elemen yang terdapat dalam ProModel antara lain:
1 Location
Dalam promodel, location merepresentasikan sebuah area dimana bahan baku,
bahan setengah jadi ataupun bahan jadi mengalami atau menunggu proses, didelay, disimpan, serta beberapa aktivitas lainnya. Data-data yang diperlukan
sebagai input dalam mendefinisikan location antara lain:
a
b
c
d

Name, yaitu nama masing-masing lokasi.


Capacity, merupakan kapasitas lokasi dalam memproses entity.
Unit, adalah jumlah lokasi yang dimaksud.
Downtimes
(DTs),
menyatakan
saat-saat
lokasi
tidak

berfungsi,

misal diakibatkan karena kerusakan, maintenance, waktu set-up, dan lain-lain.


e Rules, digunakan untuk merumuskan bagaimana aturan pemrosesan
bagi entity

yang

memasuki

lokasi,

bagaimana

entity

yang

selesai

diproses mengantri, dan bagaimana lokasi yang lebih dari satu unit untuk
f

memproses entity yang datang.


Notes, digunakan untuk memasukan catatan atau program-program lain.

2 Entities
Entities adalah setiap bahan yang akan diproses oleh model. Entitas merupakan
suatu objek yang akan diamati dari sistem, contohnya part kerja atau operator. Di
dalam menu entities pada ProModel, terdapat menu yang harus diinputkan antara
lain:
a Name, yaitu nama dari setiap entity.
b Speed, adalah kecepatan entity bergerak atau berpindah dari satu lokasi
c

ke lokasi berikutnya.
Stats, menyatakan level statistik dalam mengumpulkan hasil masingmasing tipe entity. Terdapat tiga pilihan yaitu None, Basic, dan Time Series.

3 Arrival
Arrival pada bagian ini menunjukkan mekanisme masuknya entitas ke dalam
sistem, baik banyaknya lokasi tempat kedatangan ataupun frekuensi serta waktu
kedatangannya secara periodik menurut interval tertentu. Di dalam menu arrivals
ada data yang harus dipenuhi yaitu:

a Entity menunjukan entitas apa yang masuk kedalam sistem.


b Location, menunjukan lokasi pertama kali entitas memasuki sistem.
c Quantity Each (Qty Each), menyatakan jumlah entitas yang datang setiap satu
d
e
f
g
h

kali kedatangan.
First Time, menunjukan waktu pertama kali entity masuk ke dalam sistem.
Occurences, menyatakan banyaknya entity setiap satu kali kedatangan.
Frequency, menyatakan selang waktu antar dua kedatangan yang berurutan.
Logic, digunakan untuk menyatakan logika-logika lain untuk menyatakan arrival.
Disable, menyatakan apakah kedatangan entity yang bersangkutan ada
atau tidak. Default dalam Promodel adalah No, artinya ada kedatangan entity
yang bersangkutan.

4 Processing
Processing merupakan operasi yang dilakukan dalam location. Processing
mengambarkan apa yang dialami oleh suatu entitas mulai dari saat entitas masuk
sampai keluar dari sistem. Dalam mendefinisikan proses pada ProModel, maka
harus diinputkan data pada sub menu processing yaitu entity, location, operation,
sedangkan pada sub menu routing terdapat block, output, destination, rule, dan
move logic. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
a Entity, menyatakan entity sebagai input yang akan diproses.
b Location, menunjukan operasi yang akan dilakukan pada entity (input),
termasuk waktu operasinya.
c Operation, menujukan proses operasi yang dialami entitas.
d Block, maksudnya adalah jalur yang ditempuh entitas. Yang diisikan
dalam block adalah nomor. Jika nomor blocknya sama maka asal jalurnya
juga sama.
e Output, menunjukan entitas yang keluar dari proses.
f Destination, menyatakan lokasi yang menjadi

tujuan

selanjutnya

dalam memproses entity.


g Rule, menyatakan aturan-aturan

dalam

processing,

yang

digunakan

misalnya proses perakitan (join), probabilitas, dan lainnya.


h Move logic, digunakan untuk mendefinisikan metode pergerakan entitas, yaitu
dengan menetapkan waktu pergerakan atau dengan apa entitas dipindahkan.
5 Resource
Resource merupakan sumber daya yang digunakan untuk melakukan operasi
tertentu dalam kinerja suatu sistem. Dalam promodel, objek yang dijadikan
resource akan bergerak sesuai dengan keinginan kita, contohnya adalah operator,
7

forklift, crane, alat angkut untuk material handling, dll. Di dalam menu resources
diperlukan data antara lain:
a Name, menunjukan nama dari resources tersebut.
b Units, menujukan jumlah resources.
c

Specs,

menunjukan

lintasan

kerja

yang

akan

digunakan

dan

lokasi

yang pertama kali akan dikunjungi.


6 Path network
Digunakan untuk menentukan arah dan jalur yang ditempuh oleh resource ataupun
entitas ketika bergerak dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. Path network ini
merupakan suatu hal yang menjadi keharusan jika ingin memakai resource ataupun
entitas yang bergerak. Dalam menu path network terdapat name, type, path,
interface, nodes. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
a Name, yaitu nama lintasan yang bersangkutan.
b Type, terdiri dari 3 pilihan yaitu:
1. Non passing, pergerakan hanya untuk satu arah.
2. Passing, pergerakan yang berlaku untuk dua arah.
3. Crane, pergerakan yang berlaku untuk sistem crane.
c T/S, menunjukan pilihan berdasarkan satuan waktu (Time) atau jarak dan
kecepatan (Speed and Distance).
d Path, menunjukan jumlah dari lintasan dalam suatu jaringan.
e Interface, menunjukan jumlah node yang berhubungan dengan lokasi dalam
path networks.
7 Variable
Terdapat dua jenis variable antara lain:
a Variable global, yaitu tempat pemegang didefiniskan oleh pengguna untuk
mewakili perubahan nilai numerik.
b Variable lokal, yaitu tempat pemegang yang tersedia hanya dalam logika yang
menyatakan mereka.
Beberapa variable yang terdapat dalam ProModel antara lain total change, average
(time) per change, minimum value, maximum value, current value, average value.
2.4.3 Konsep Pemodelan Promodel
Konsep dari permodelan yaitu membangun model yang masuk akal dan bisa
mendeskripsikan sistem.
8

1 Pendekatan proses yang didasarkan pada tracking low dari entitas-entitas


keseluruhan sistem berikut titik pemrosesan dan aturan keputusan percabangan.
2 Pendekatan peristiwa (event) atau pendekatan perubahan terhadap keadaan (state
change approach) berdasarkan variabel keadaan internal dan event sistem yang
mengubahnya, diikuti oleh deskripsi operasi sistem ketika suatu event terjadi.
2.4.3.1 Batching Multiple Entities of Similar Type
Batching multiple entities of similar type terdiri dari dua jenis yaitu Temporary
Batching Using GROUP/UNGROUP dan Permanent Combine.

2.4.3.1.1 Temporary Batching Using Group/Ungroup


Pernyataan GROUP memungkinkan anda untuk membuat entitas kelompok
bersama-sama dan ungroup merekadi lain waktu. Anda dapat mengelompokkan
menurut jenis entitas-entitas individual dengan mendefinisikan record proseske grup
atau kelompok mereka, terlepas dari jenis entitas dengan mendefinisikan catatan
proses. Untuk menggabungkan jenis beberapa entitas dimana anda harus mengontrol
jumlah setiap jenis serta membutuhkan kontrol routing dengan mengirimkan bagian ke
lokasi pengelompokan.ProModel mempertahankan semua identitas dan atribut dari
entitas dikelompokkan dan memungkinkan mereka untuk berpisah dengan entitas
individu setelah perintahUngroup.
2.4.3.1.2 Permanent Combine
ProModel menggunakan pernyataan

COMBINE

untuk mengumpulkan

dan

mengkonsolidasi jumlah tertentu dari entitas menjadi satu kesatuan, opsional dengan
nama yang berbeda. Entitas yang digabung mungkin berasal dari tipe yang sama dari
entitas atau mereka mungkin berbeda. Entitas gabungan akankehilangan identitas dan
atribut serta tidak dapat di ungroup nantinya. Ketika mendefinisikan lokasi, kapasitas
lokasi di mana dapat menggunakan pernyataan COMBINE harus setidaknya sama
besar dengan jumlah gabungan.

10

2.4.3.2 Accumulation of Entities


Accum bekerja seperti sebuah gerbang yang mencegah entitas dari pengolahan
sampai jumlah tertentu tiba. Setelah jumlah tertentu dari entitas telah berhasil
dikumpulkan, mereka akan pergi melalui pintu gerbang dan mulai memproses secara
individual, independen satu sama lain.
2.4.3.3 Spliting of One Entity Into Multiple Entities
Splitingof one entity into multiple entities akan mengubah nama entitas, dan
membagi semua statistik biaya dan waktu yang masih harus dibayar oleh entitas dasar
antara entitas baru. ProModel menghitung entitas lama sebagai jalan keluar dan entitas
yang dihasilkan berbagi nilai atribut yang sama sebagai entitas aslinya.
Setiap entitas yang anda ingin bagi harus melepaskan semua sumber daya yang
dimiliki dengan menggunakan pernyataan FREE. Gunakan SPLIT AS untuk membagi
potongan bahan baku menjadi komponen-komponen. Entitas yang dibentuk oleh SPLIT
AS di lokasi tidak akan muncul dalam statistik untuk lokasi ini.
ProModel tidak memungkinkan SPLIT AS pada konveyor, dan bukan di ujung
antrian. Anda juga tidak boleh menggunakan SPLIT AS setelah pernyataan ROUTE.
Jangan gunakan SPLIT AS dalam kombinasi dengan COMBINE, CREATE, GROUP,
UNGROUP, LOAD, atau pernyataan perpecahan lainnya dalam logika proses yang
sama.
2.5 Teori Antrian
Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan)
yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayanan (fasilitas layanan). Pada
umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda-beda
dimana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas.
2.5.1 Komponen Dasar Antrian
Berikut adalah komponen dasar dalam proses antrian:
1 Kedatangan
10

11

Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, panggilan


telepon untuk dilayani, dan lainlain. Unsur ini sering dinamakan proses input.
Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population,
dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya merupakan variabel acak. Menurut
Levin, dkk (2002), variabel acak adalah suatu variabel yang nilainya bisa berapa
saja sebagai hasil dari percobaan acak. Variabel acak dapat berupa diskrit atau
kontinu. Bila variabel acak hanya dimungkinkan memiliki beberapa nilai saja, maka
ia merupakan variabel acak diskrit. Sebaliknya bila nilainya dimungkinkan bervariasi
pada rentang tertentu, ia dikenal sebagai variabel acak kontinu.
2 Pelayanan
Pelayan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau
satu atau lebih fasilitas pelayanan. Tiaptiap fasilitas pelayanan kadangkadang
disebut sebagai saluran (channel) (Schroeder, 1997). Contohnya, jalan tol dapat
memiliki beberapa pintu tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari satu
pelayan dalam satu fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada
penjualan tiket di gedung bioskop.
3.

Antri
Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian terutama
tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Jika tak ada antrian berarti
terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan (Mulyono,
1991).

Spp = Satuan penerima pelayanan


Gambar 2.1 Proses Dasar Antrian (Supranto, 1987)
2.5.2 Disiplin Pelayanan Antrian

11

12

Menurut Christoper A Chung (2011), disiplin antrian adalah aturan keputusan yang
menjelaskan cara melayani pengantri. Ada 6 bentuk disiplin pelayanan yang biasa
digunakan, yaitu:
1
2
3
4
5
6
3

First Come First Served (FCFS) atau First In First Out (FIFO).
Last Come First Served (LCFS) atau Last In First Out (LIFO).
Least Value First
High Value First
Priority Service
Random Order

Model Antrian
Berdasarkan sifat pelayanannya dapat diklasifikasikan fasilitas-fasilitas pelayanan

dalam susunan saluran dan phase yang akan membentuk suatu struktur antrian yang
berbeda-beda. Istilah saluran menunjukkan jumlah jalur untuk memasuki sistem
pelayanan. Sedangkan istilah phase berarti jumlah stasiun-stasiun pelayanan, dimana
para langganan harus melaluinya sebelum pelayanan dinyatakan lengkap.
Ada empat model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem
antrian:
1 Single Chanel Single Phase
Single Chanel berarti bahwa hanya ada satu jalur untuk memasuki sistem
pelayanan atau ada satu pelayanan.

Gambar 2.2 Model Antrian Single Chanel Single Phase


Sumber: Pangestu dkk, 1985, hal. 270 272
2 Single Chanel Multi Phase
Multi phase berarti ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakn secara
berurutan dalam setiap fase.

12

13

Gambar 2.3 Model Antrian Single Chanel Multi Phase


Sumber: Pangestu dkk, 1985, hal. 270 272
3 Multi Chanel Single Phase
Sistem multi chanel- single phase terjadi jika ada dua atau lebih fasilitas pelayanan
dialiri oleh suatu antrian tunggal.

Gambar 2.4 Model Antrian Single Chanel Multi Phase


Sumber: Pangestu dkk, 1985, hal. 270 272
4 Multi Chanel Multi Phase
Sistem ini terjadi jika ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dengan pelayanan pada
lebih dari satu fase.

Gambar 2.5 Model Antrian Multi Chanel Multi Phase


Sumber: Pangestu dkk, 1985, hal. 270 272
2.6

Petri Net

13

14

Petri net dikembangkan Carl Adam Petri sejak tahun 1962 dimulai dengan
disertasinya. Petri net merupakan model bipartipe graph yang memiliki dua tipe node
yaitu place dan transition yang dipergunakan untuk menganalisa informasi penting
mengenai struktur dan perilaku dinamis dari sistem yang dimodelkan. Sistem yang
dipergunakan:
1. Lingkaran (location)
Merepresentasikan aktivtas (aktif/pasif) atau kondisi/status (pre/cost).

Activity

Gambar 2.6 Simbol activity dalam Petri Net


Sumber: Asmungi (2007:31)
2. Segi empat (transition)
Merepresentasikan kejadian atau saat perubahan/transisi kondisi.
Even
t

Gambar 2.7 Simbol event dalam Petri Net


Sumber: Asmungi (2007:31)
3. Panah (flow relation)
Merepresentasikan relasi urutan antar node yang menunjukkan bahwa node
pendahulu berlanjut menjadi node berikutnya.
Gambar 2.8 Simbol flow relation dalam Petri Net
Sumber: Asmungi (2007:31)
4. Token (marking)
Merepresentasikan pergerakan location atau perubahan kondisi yang dialami
entitas.

Gambar 2.9 Simbol entitydalam Petri Net


Sumber: Asmungi (2007:31)
14

15

2.7

Pengumpulan Data Input Simulasi


Waktu antar kedatangan untuk entitas yang masuk ke sistem hampir selalu

probabilistik. Interval antara entitas terakhir dengan entitas berikutnya mungkin pendek,
atau mungkin akanlama. Tidak diketahui dengan pasti kapan entitas berikutnya akan
tiba. Namun, dengan mengumpulkan data antar kedatangan massa, adalah mungkin
untuk melihat apakah data mengikuti distribusi tertentu.
1 Distribusi eksponensial, biasanya digunakan dalam hubungannya dengan proses
antar kedatangan dalam model simulasi, karena kedatangan entitas dalam banyak
sistem telah terbukti baik atau diasumsikan acak atau proses poisson. Ini berarti
bahwa jumlah acak entitas akan tiba dalam satuan waktu tertentu. Ada beberapa
rata-rata jumlah kedatangan dalam satuan waktu yang tiba pada unit waktu
didistribusikan secara acak di sekitar nilai rata-rata. Distribusi eksponensial hanya
memiliki satu parameter. Nilai ini adalah nilai rata-rata. Jika waktu antar kedatangan
menunjukkan distribusi eksponensial, akan ada lebih banyak pengamatan dengan
waktu antar kedatangan lebih kecil dari nilai rata-rata. Persamaan statistik untuk nilai
rata dan varians dari distribusi eksponensial adalah:
Probabilitas diwakili oleh rumus berikut:
Rata - rata = B ; Var = B2
Dimana B adalah rata-rata dari data sampel dan x adalah nilai data. Hal ini juga
memungkinkan untuk memanipulasi persamaan distribusi eksponensial untuk
keperluan lain.
2 Distribusi uniform atau distribusi seragam yaitu sebuah distribusi yang berarti bahwa
selama rentang nilai yang mungkin, masing-masing perilaku atau hal memiliki
kemungkinan nilai yang sama harus diamati. Contoh yang umum dari suatu
distribusi seragam adalah perilaku dadu tunggal dengan nilai 6. Nilai minimum
mungkin adalah 1 dan nilai maksimal adalah 6. Karena semua bagian adalah sarna,
ada kemungkinan yang saran menerima salah satu dari nilai-nilai antara 1 dan 6.
Distribusi seragam memiliki beberapa aplikasi dalam dunia simulasi. Distribusi
seragam dapat digunakan sebagai model pertama sebagai contoh untuk data input
dari sebuah proses jika ada sedikit pengetahuan tentang proses. Semua yang
15

16

dibutuhkan untuk menggunakan distribusi seragam hanyalah waktu minimum dan


waktu maksimum proses. Walaupun belum tentu asumsi valid bahwa data
terdistribusi secara seragam, distribusi seragam mengizinkan praktisi untuk mulai
membangun model simulasi. Distribusi seragam dapat bersifat diskrit atau kontinu.
Dalam kasus dadu tunggal dengan sisi enam, distribusi dianggap diskrit. Ini berarti
bahwa nilai-nilai data hanya dapat mengambil seluruh bilangan dalam batas yang
berlaku. Formula untuk nilai rata-rata dan varians distribusi seragam adalah:
Rata-rata = (a+bi ; Var = (b_a)2
2 12
Dimana a adalah nilai minimum danb adalah nilai maksimum.
2.8 Verifikasi dan Validasi
Verifikasi dan validasi merupakan tahapan untuk menguji kredibilitas / kesesuaian
sistem nyata dengan model simulasi. Verifikasi adalah proses untuk menentukan
apakah model telah beroperasi sesuai yang diinginkan oleh programmer. Verifikasi
berkaitan dengan kondisi konseptual apakah model telah sesuai dengan konsep yang
diinginkan (Banks, Carson, dan Nelson. 1995). Verifikasi adalah proses pemeriksaan
logika operasional model (program computer) sesuai dengan logika diagram alur
(Hoover dan Perry, 1989). Langkah-langkah verifikasi (Jerry Banks, 2004) adalah:
1. Membandingkan diagram alir konseptual dengan model pada software simulasi
2. Melihat rangkuman proses pada model dan melakukan pengocokan ulang terhadap
logika proses.
3. Melakukan pengocokan animasi apakah sudah berjalan sesuai dengan sistem
nyata.
4. Melakukan compilasi error atau debugging.
Validasi adalah proses penentuan apakah model, sebagai konseptualisasi,
merupakan representasi yang akurat dan sesuai dengan sistem nyata (Hoover dan
Perry. 1989).

16

17

Gambar 2.10 Relasi verifikasi, validasi dan pembentukan model kredibel


Sumber:
https://fatchiati.wordpress.com/2010/03/24/verifikasi-dan-validasimodel/

17

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Sistem merupakan sekumpulan elemen yang saling berkaitan & saling
mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu
tujuan.
2. Model didefinisikan sebagai suatu deskripsi logis tentang bagaimana sistem
bekerja atau komponen-komponen berinteraksi.
3. Simulasi adalah suatu metodologi untuk melaksanakan percobaan dengan
menggunakan menggunakan model dari suatu sistem nyata.
4. Pro model merupakan sebuah alat simulasi berbasis windows yang digunakan
untuk mensimulasikan dan menganalisis sistem. Pro model merupakan
kombinasi yang sempurna antara kemudahan pemakaian, kecangihan serta
kesfleksibilitasan

yang

lengkap

untuk

pembuatan

model

menggambarkan beberapa situasi dan merealisasikan animasi

yang

membuat

simulasi menjadi hidup. Promodel memberikan kemudahan untuk menguji ideide baru untuk mendesain sistem sebagai sarana untuk perbaikan sistem yang
sudah ada ataupun pembuatan sistem baru.
3.2

Saran
1. Untuk makalah penelitian selanjutnya penulis diharapkan disertai dengan
contoh permasalahan dan penyelasaian masalah simulasii dengan Promodel
2. Untuk makalah selanjutnya diharapkan penulis lebih cermat dan teliti dalam
mengambil sumber informasi dalam penelitian.

18

19

DAFTAR PUSTAKA
Ackofff, et azl. (1962). Scientific Method. New York : Wiley
Asmungi. (2007). Simulasi Komputer Sistem Diskrit. Yogyakarta : Andi
Davis, B Gordon. (1984). Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Jakarta :
Pustaka Bina Presindo.
Harrell, Charles, Bowden, Royce , Ghost, Biman K .(2000). Simulation Using Promodel
(International ed.). Taipe : McGraw Hill.
P. Siagian. (1987). Penelitian Operasional : Teori Dan Praktek (1st ed.). Jakarta: Ul
Raymond McLeod,Jr. (2001). Sistem Informasi Edisi 7 Jilid 2. Jakarta: Prenhallindo
Subagyo, Pangestu, Marwan Asri dan T. Hani Handoko. (1985) . Dasar-Dasar
Operations Research. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Supranto, J. (1987). Riset Operasi: Untuk Pengambilan Keputusan. Jakarta: Universitas
Indonesia Press.

Fatchiati (2010). Verifikasi Dan Validasi Model. diakses tanggal 4 juni 2015 dari
https://fatchiati.wordpress.com/2010/03/24/verifikasi-dan-validasi-model/