Anda di halaman 1dari 6

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT

Untuk di Bali saat ini, telah berdiri beberapa jenis pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit
itu diantaranta adalah pembangkit listrik tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga uap, dan
pembangkit listrik tenaga gas. Dari semua jenis pembangkit yang telah ada, keseluruhannya
tergantung dari pemakaian bahan bakar yang berasal dari pembakaran fosil yang berumur jutaan
tahun yaitu batu bara dan minyak bumi. Keseluruhan pembangkit-pembangkit yang sudah ada
ini, tentu saja menimbulkan beberapa permasalahan baik itu terhadap lingkungan, kesehatan dan
ekonomi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan suatu upaya dengan penyediaan energi listrik
berbahan bakar alternatif yang sifatnya non konvensional yakni pembangkit listrik tenaga
gelombang laut. Pembangkit listrik tenaga gelombang laut ini menggunakan teknologi oscilatting
water column (PLTGL-OWC). Energi gelombang merupakan energi yang sifatnya dapat
diperbaharui dan ramah lingkungan, serta selalu tersedia sepanjang waktu.
GELOMBANG LAUT
Gelombang laut merupakan energi dalam transisi, merupakan energi yang terbawa oleh sifat
aslinya. Prinsip dasar terjadinya gelombang laut adalah sebagai berikut (waldopo,2008): Jika
ada dua massa benda yang berbeda kerapatannya ( densitasnya) bergesekan satu sama lain, maka
pada bidang geraknya akan terbentuk gelombang. Gelombang merupakan gerakan naik
turunnya air laut. Hal ini seperti ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar 1. Gambar pergerakan air laut.


(Sumber: Waldopo ,2008)

CARA KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT


Dalam sistem pembangkitan tenaga gelombang laut, ada beberapa peralatan penting yang
sangat berperan mulai dari awal proses pembangkitan hingga tenaga listrik dihasilkan yang
nantinya tenaga listrik tersebut akan disalurkan kepada para konsumen. Peralatan-peralatan
tersebut adalah:
1. Mesin konversi energi gelombang laut Berfungsi untuk menyalurkan energi kinetik yang
dihasilkan oleh gelombang laut yang kemudian dialirkan ke turbin.
2. Turbin Berfungsi untuk mengubah energi kinetik gelombang menjadi energi mekanik
yang dihasilkan oleh perputaran rotor pada turbin.
3. Generator Di dalam generator ini energi mekanik dari turbin dirubah kembali menjadi
energi listrik atau boleh dikatakan generator ini sebagai pembangkit tenaga listrik. Sistem
pembangkitan pada pembangkit listrik tenaga gelombang ini dapat dijelaskan melalui
skema dibawah ini.

Skema sistem pembangkitan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang

Energi
Gelomb
ang laut

Mesin
konversi
energi
Gelomba
ng laut

Turbin

Generato
r

Transmisi
/
Beban

Pertama-tama aliran gelombang laut yang mempunyai energi kinetik masuk kedalam mesin
konversi energi gelombang. Kemudian dari mesin konversi aliran gelombang yang mempunyai
energi kinetik ini dialirkan menuju turbin. Di dalam turbin ini, energi kinetik yang dihasilkan
gelombang digunakan untuk memutar rotor. Kemudian dari perputaran rotor inilah energi
mekanik yang kemudian disalurkan menuju generator. Di dalam generator, energi mekanik ini
dirubah menjadi energi listrik (daya listrik). Dari generator ini, daya listrik yang dihasilkan
dialirkan lagi menuju sistem tranmisi (beban) melalui kabel laut. Daya listrik yang disalurkan
melalui kabel laut

Ada 3 metode yang dapat digunakan yaitu :


1. Channel System (Wave Surge atau Focusing Devices)
2. Float/Bouy System
3. Oscillating Water Column System
Channel System (Wave Surge atau Focusing Devices)
Peralatan ini biasa juga disebut sebagai
tapered channel atau kanal meruncing
atau

sistem tapchan, dipasang

pada

sebuah struktur kanal yang dibangun di


pantai

untuk

mengkonsentrasikan

gelombang dan menyalurkannya melalui


saluran ke dalam bangunan penjebak
seperti kolam buatan (lagoon) yang ditinggikan. Air yang mengalir keluar dari kolam
penampung ini yang digunakan untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan
teknologi standar hydropower.
Float/Bouy System
Merupakan seperangkat pelampung, bergerak
naik turun seiring gerak gelombang.Gerakan
ini layaknya gerakan piston dalam mesin
yang secara langsung atau melalui konversi
gerak

mekanik

dapat

menghasilkan

listrik.Sebuah perangkat jalur penyerap terdiri


dari pelampung yang terhubung ke komponen
yang bergerak relatif satu sama lain karena naik dan turunnya gelombang.
Energi mekanik mendorong sebuah generator listrik.Energi listrik diumpankan bawah
kabel pusar tunggal untuk persimpangan di dasar laut.Beberapa perangkat dapat
dihubungkan bersama-sama dan dihubungkan ke pantai melalui kabel bawah laut
tunggal.Perangkat ini dapat mengapung atau berlabuh ke dasar laut. Sebuah perangkat
jalur absorber individu dapat memproduksi hingga 11 MW listrik

Oscillating Water Column System


Alat ini membangkitkan listrik dari
naik turunnya air akibat gelombang
dalam sebuah pipa silindris yang
berlubang. Naik turunnya kolom air
ini akan mengakibatkan keluar
masuknya udara di lubang bagian
atas pipa dan menggerakkan turbin.
Sederhananya, OWC merupakan salah satu sistem dan peralatan yang dapat mengubah
energi gelombang laut menjadi energi listrik dengan menggunakan kolom osilasi.
Alat OWC ini akan menangkap energi gelombang yang mengenai lubang pintu OWC,
sehingga terjadi fluktuasi atau osilasi gerakan air dalam ruang OWC, kemudian tekanan
udara ini akan menggerakkan baling-baling turbin yang dihubungkan dengan generator
listrik sehingga menghasilkan listrik.

Mengapa Ombak Laut?


Energi gelombang memiliki potensi untuk menjadi salah satu bentuk yang paling ramah
lingkungan dari pembangkit listrik lainnya. Ini adalah sumber energi bersih dan terbarukan
dan potensinya sangat besar. Beberapa manfaat tambahan energi gelombang adalah:
1. Dengan sumber daya energi gelombang didistribusikan di seluruh dunia, energi
gelombang menawarkan banyak negara manfaat dari keamanan pasokan listrik negara
tersebut.
2. Gelombang yang dihasilkan di daerah laut yang luas dan, sekali dihasilkan, perjalanan
jarak besar dengan hanya kehilangan energi kecil.
3. Gelombang dapat diantisipasi satu atau dua hari di muka melalui pengukuran satelit
langsung dan prakiraan meteorologi yang menyediakan tingkat tinggi prediktabilitas dan
perencanaan jaringan maka baik.
4. Sumber energy yang tidak ada habisnya.

Kelebihan dan Kekurangan


Adapun kelebihan dan kekurangan dari energi gelombang laut diantaranya
Kelebihan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Energi bisa diperoleh secara gratis.


Tidak butuh bahan bakar.
Tidak menghasilkan limbah.
Mudah dioperasikan walau pun pembangunan pertama agak sulit .
Biaya perawatan rendah (alat yang tahan korosi).
Dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai.

Kekurangan :
Bergantung pada ombak Kadang dapat energi, kadang pula tidak, sehingga perlu
menemukan lokasi yang sesuai dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten.
Dampak terburuk dari gelombang laut adalah tsunami.

PEMANFAATAN GELOMBANG AIR LAUT MENJADI


ENERGI
Makalah Ini Disusun Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Umum Ilmu
Kealaman Dasar (IKD)

Fredy

Thiodorus Kenny Tanoto

Samuel Handersen

315130050

315130080

315130108

Teknik Arsitektur

Teknik Arsitektur

Teknik Arsitektur

Sumatra Utara

DKI Jakarta

DKI Jakarta

FAKULTAS TEKNIK ARSITEKTUR


UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA

Beri Nilai