Anda di halaman 1dari 22

Mekanisme Kerja Jantung dan Vaskularisasinya

Beby Pricilia Tanesia


102011011
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Pendahuluan
Mulai dari hanya beberapa hari setelah pembuahan sampai meninggal, jantung terus
berdenyut. Pada kenyataannya, sepanjang rentang hidup rerata manusia, jantung berkontraksi
sekitar tiga milyiar kali, tidak berhenti kecuali selama sepersekian detik untuk mengisi
rongganya. Dalam sekitar tiga minggu setelah pembuahan, jantung pada mudigah yang sedang
tumbuh mulai berfungsi, Jantung adalah organ pertama yang fungsional. Organ ini penting karena
sistem sirkulasi adalah sistem transport tubuh. Mudigah manusia, karena memiliki cadangan
makanan (yolk) yang sangat terbatas, mengandalkan pembentukan cepat sistem sirkulasi yang
dapat berinteraksi dengan sirkulasi ibu untuk menyerap dan menyebarkan pasokan yang sangat
penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan jaringan yang sedang berkembang.

Masalah
Seorang ibu berumur 78 tahun merasakan sakit pada dada kirinya yang semakin lama semakin
memburuk.

Hipotesis
Rasa sakit pada dada kiri karena adanya gangguan pada vaskularisasi jantung.

Tujuan
1

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Memahami fungsi dan mekanisme kerja jantung


Memahami sitem kelistrikan jantung
Memahami sitem pendarahan jantung
Memahami struktur mikroskopis dan makroskopis jantung
Memahami enzim jantung
Memahami letak dan batas normal serta vaskularisasinya.

Makroskopis Jantung
Letak Jantung Normal
Jantung merupakan organ muscularis yang mempunyai rongga didalamnya dan berbentuk
kerucut(conus) dengan ukuran sebesar kepal/tinju pemiliknya. Jantung bersandar pada
diaphragma diantara bagian inferior kedua paru dan dibungkus oleh membrane khusus yang
disebut pericardium.
Jantung terletak di dalam mediastinum media pars inferior, di sebelah ventral, ditutupi
oleh sternum dan cartilage costalis II/III-V/VI. Dua pertiga jantung terletak di sebelah kiri garis
midsternal.1

Gambar 1. Letak Jantung1

Berat Jantung dan Ukuran


Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh
organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri.
2

Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.
Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan
tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung
memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.1

Ruang Ruang Jantung


Ruang dalam jantung dibagi menjadi 4, yaitu :
1.Atrium Kanan (Serambi Kanan)
Atrium kanan yang berdinding tipis ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah dan
sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik yang mengalir ke ventrikel kanan.
Darah yang berasal dari pembuluh vena ini masuk ke dalam atrium kanan melalui vena
kava superior, vena kava inverior dan sinus koronarius.Dalam muara vena kava tidak
terdapat katup - katup sejati. Yang memisahkan v e n a k a v a d a r i a t r i u m j a n t u n g i n i
h a n y a l a h l i p a t a n k a t u p a t a u p i t a o t o t y a n g rudimenter. Oleh karena itu, peningkatan
tekanan atrium kanan akibat bendungand a r a h d i s i s i k a n a n j a n t u n g a k a n
d i b a l i k a n k e m b a l i k e d a l a m v e n a s i k u l a s i sistemik. Sekitar 75% aliran
b a l i k v e n a k e d a l a m a t r i u m k a n a n a k a n m e n g a l i r secara pasif kedalam ventrikel
kanan melalui katup trikuspidalis. 25% sisanyaakan mengisi ventrikel selama
kontraksi atrium. Pengisian ventrikel secara aktif i n i d i s e b u t a t r i a l k i c k .
H i l a n g n y a a t r i a l k i c k p a d a d i s r i t m i a j a n t u n g d a p a t menurunkan pengisian
ventrikel sehingga menurunkan curah ventrikel.
2 . Ven t r i k e l K a n a n ( B i l i k K a n a n )

Pada kontraksi ventrikel, setiap ventrikel harus menghasilkan kekuatan


yangc u k u p b e s a r u n t u k d a p a t m e m o m p a d a r a h y a n g d i t e r i m a n y a d a r i a t r i u m
k e sirkulasi pulmonar maupun sirkulasi sistemik. Ventrikel kanan berbentuk
bulansabit yang unik, guna menghasilkan kontraksi bertekanan rendah yang
cukupuntuk mengalirkan darah kedalam arteria pulmonalis. Sirkulasi paruh merupakansistem
aliran darah bertekanan rendah, dengan resistensi yang jauh lebih kecil t e r h a d a p
a l i r a n d a r a h v e n t r i k e l k a n a n , d i b a n d i n g k a n t e k a n a n t i n g g i s i r k u l a s i sistemik
terhadap aliran darah dari ventrikel kiri. Oleh karena itu, beban kerja v e n t r i k e l
k a n a n j a u h l e b i h r i n g a n d a r i p a d a v e n t r i k e l k i r i . Ak i b a t n a y a , t e b a l dinding
ventrikel kanan hanya 1/3 dari dinding ventrikel kiri. Untuk menghadapit e k a n a n p a r u y a n g
m e n i n g k a t s e c a r a p e r l a h a n , s e p e r t i p a d a k a s u s h i p e r t e n s i pulmonar progresif
maka sel otot ventrikel kanan mengalami hipertrofi untuk memperbesar daya pompa
agar dapat mengatasi peningkatn resistensi pulmonar,d a n d a p a t m e n g o s o n g k a n
v e n t r i k e l . Tet a p i p a d a k a s u s r e s i s t e n s i p a r u y a n g m e n i n g k a t s e c a r a a k u t
( s e p e r t i p a d a e m b o l i p a r u m a s i f ) m a k a k e m a m p u a n pemompaan venrikel kanan
tidak cukup kuat sehingga dapat tejadi kematian.
3.Atrium Kiri (Serambi Kiri)
Atrium kiri menerima darah teroksigenasi dari paru-paru melalui
keempatv e n a p u l m o n a l i s . An t a r a v e n a p u m o n a l i s d a n a t r i u m k i r i t i d a k
t e r d a p a t k a t u p sejati. Oleh karena itu, perubahan tekanan atrium kiri mudah
membalik secararetrograd ke dalam pembuluh paru-paru. Peningkatan akut tekanan
atrium kiriakan menyebabkan bendungan paru. Atrium kiri memiliki dinding yang tipis

dan bertekanan rendah. Darah mengalir dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri melaluikatup
mitralis.
4 . Ven t r i k e l K i r i ( B i l i k K i r i )
Ven t r i k e l k i r i m e n g h a s i l k a n t e k a n a n y a n g c u k u p t i n g g i u n t u k
m e n g a t a s i tahanan sirkulsi sistemik, dan mempertahankan aliran darah kejaringan
perifer.Ventrikel kiri mempunyai otot-otot yang tebal dengan bentuk yang
menyerupailingkaran sehingga mempermudah pembentukan tekanan tinggi selama ventrikel
berkontraksi. Bahkan sekat pembatas kedua ventrikel (septum interventrikularis) j u g a
membantu memperkuat tekanan ynang ditimbulkan oleh seluruh
r u a n g ventrikel selama kontraksi. Pada saat kontraksi, tekanan ventrikel kiri meningkats e k i t a r
lima kali lebih tinggi dari pada ventrikel kanan ; bila ada
hubungana b n o r m a l a n t a r a k e d u a v e n t r i k e l ( s e p e r t i p a d a k a s u s
r o b e k n y a s e p t u m interventrikularis pasca infark miokardium), maka darah akan
mengalir dari kirike kanan melalui robekan tersebut. Akibatnaya terjadi penurunan
jumlah alirandarah dari ventrikel kiri melalui katup aorta ke dalam aorta.2

Gambar 2. Ruang-Ruang Jantung2

Vascularisasi

Pendarahan jantung, berasal dari aorta melalui dua pembuluh darah koroner
utama yaitu arteri koroner kanan dan kiri. Kedua arteri ini keluar dari sinus valsalva
aorta.Arteri koroner kiri bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis, ramus sirkumfleks dan
ramus interventrikularis anterior.A r t e r i k o r o n e r k a n a n b e r c a b a n g m e n j a d i r a m u s
n o d i s i n o a t r i a l i s , r a m u s m a r g i n a l i s d a n r a m u s interventrikularis posterior. A l i r a n
balik dari otot jantung dan sekitarnya melalui vena koroner
yang berjalan berdampingan dengan arteri koroner, akan
m a s u k k e d a l a m a t r i u m k a n a n m e l a l u i s i n u s koronarius.Selain itu
terdapat juga vena vena kecil yang disebut vena Thebesii, yang bermuara langsung
ke dalam atrium kanan.P e m b u l u h l i m f e p a d a j a n t u n g t e r d i r i d a r i 3
k e l o m p o k p l e k s u s y a i t u s u b e n d o k a r d i a l , miokardial dan subepikardial.
Penampungan cairan limfe dari kelompok pleksus yang paling besar adalah pleksus
subepikardial, dimana pembuluh pembuluh limfe akan membentuk satu trunkus yang berjalan
sejajar dengan arteri koroner kemudian meninggalkan jantung di depan arteri
pulmonal dan berakhir pada kelenjar limfe antara vena kava superior dan arteri inominata.3

Gambar 3. Vascularisasi Jantung3

Valvula Jantung
6

Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap dari vena ke atria
kev e n t r i k e l k e a r t e r i . Ad a n y a e m p a t k a t u p j a n t u n g s a t u a r a h m e m a s t i k a n
darahmengalir satu arah. Katup-katup terletak sedemikian rupa sehingga
m e r e k a membuka dan menutup secara pasif karena perbedaan tekanan, serupa
dengant e k a n a n p i n t u s a t u a r a h . G r a d i e n t t e k a n a n k e a r a h d e p a n
m e n d o r o n g k a t u p terbuka, seperti anda membuka pintu dengan mendorong
s a l a h s a t u s i s i n y a , sementara gradient tekanan ke arah belakang mendorong katup
menutup, sepertia n d a m e n d o r o n g k e p i n t u s i s i l a i n y a n g b e r l a w a n a n
u n t u k m e n u t u p n y a . Perhatikan bahwa gradient ke arah belakang dapat
mendorong katup menutup,tetapi tidak dapat membukanya : yaitu, katup jantung
bukan seperti pintu ayunditempat minuman. Keempat katup jantung berfungsi untuk
mempertahankan aliran darah searahmelalui bilik - bilik jantung. Ada 2 jenis katup : katup
antrioventrikularis (AV),y a n g m e m i s a h k a n a t r i u m d e n g a n v e n t r i k e l d a n
k a t u p semilunaris, y a n g memisahkan arteria pulmonalis dan aorta dari ventrikel yang
bersangkutan. Katup- katup ini membuka dan menutup secara pasif, menanggapi tekanan dan
volume dalam bilik dan pembuluh darah jantung.
1 . K a t u p At r i o v e n t r i k u l a r i s ( AV)
Katup atrioventrikularis terdiri dari katup trikuspidalis dan katub mitralis. Daun-daun
katup atrioventrikularis halus tetapi tahan lama. Katup trikuspidalisyang terletak
antara atrium dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup. K a t u p m i t r a l i s
yang memisahkan atrium dan ventrikel kiri, merupakan katup bikuspidalis
dengan dua buah daun katup. Daun katup dari kedua katup ini t e r t a m b a t
melalui berkas-berkas tipis jaringan fibrosa yang
7

d i s e b u t kordatendinae. Kordatendinae akan meluas menjadi otot kapilaris, yaitu


tonjolano t o t p a d a d i n d i n g v e n t r i k e l . K o r d a t e n d i n a e m e n y o k o n g k a t u p
p a d a w a k t u kontraksi ventrikel untuk mencegah membaliknya daun katup ke dalam
atrium.Apabila kordatendinae atau otot papilaris mengalami gangguan (rupture,
iskemia),d a r a h a k a n m e n g a l i r k e m b a l i k e d a l a m a t r i u m j a n t u n g
s e w a k t u v e n t r i k e l berkontraksi.
Pencegahan pembalikan katup AV, pembalikan katup AV dicegah oleh ketegangan pada
daun katup yang timbulkan oleh korda tendine sewatktu otot papilaris berkontraksi.

2. Katup Semilunaris
Kedua katup semilunaris sama bentuknya ; katup ini terdiri dari 3 daun katupsimetris yang
menyerupai corong yang tertambat kuat pada annulus fibrosus.
Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta, sedangkan katup pulmonalis t e r l e t a k a n t a r a
v e n t r i k e l k a n a n d a n a r t e r i a p u l m o n a l i s . K a t u p s e m i l u n a r i s mencegah
a l i r a n k e m b a l i d a r a h d a r i a o r t a a t a u a r t e r i a p u l m o n a l i s k e d a l a m ventrikel,
sewaktu ventrikel dalam keadaan istirahat. Tepat di atas daun aorta, terdapat kantung
menonjol dari dinding aorta dan arteria pulmonalis, yang disebuts i n u s v a l s a l v a . M u a r a
a r t e r i a k o r o n a r i a t e r l e t a k d i d a l a m k a n t u n g - k a n t u n g tersebut. Sinus-sinus ini
melindungi muara koronaria tersebut dari penyumbatan oleh daun katup, pada waktu
katup aorta terbuka.2

Gambar 4. Valvula Jantung3

Mikroskopis Jantung
1. Epikardium
Epicardium adalah lapisan paling luar dari jantung,tersusun dari lapisan selselm e s o t e l i a l y a n g b e r a d a d i a t a s j a r i n g a n i k a t . P a d a
e p i c a r d i u m t e r d a p a t pericardium. Pericardium merupakan lapisan jantung
sebelah luar yang merupakan selaputy a n g m e m b u n g k u s j a n t u n g d i m a n a t e r i d i r i
a n t a r a l a p i s a n f i b r o s a d a n s e r o s a , dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang
berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara pericardium dan epicardium.
Epikardium adalah lapisan palingl u a r d a r i j a n t u n g y a n g d i b e n t u k o l e h
l a m i n a v i s e r a l i s d a r i p e r i k a r d i u m . Epikardium berupa membrana
s e r o s a y a n g p a d a t d e n g a n k e t e b a l a n y a n g bervariasi, banyak mengandung
serabut elastis yang berbentuk lembaran, terutamadibagian provundal. Epikardium melekat
erat pada miokardium, membungkusvasa, nervi dan corpus adiposum, jaringan lemak
banyak ditemukan pada jantung.Kumpulan ganglion padat terdapat pada subepikardium
9

terutama pada tempatm a s u k n y a v e n a k a v a k r a n i a l i s . L a m i n a p a r i e t a l i s


perikardium juga berupam e m b r a n s e r o s a y a i t u s u a t u m e m b r a n y a n g
t e r d i r i d a r i j a r i n g a n i k a t y a n g mengandung jala serabut elastis, kolagen,
fibroblast, makrofafiksans dan ditutup o l e h m e s o t h e l i u m . E p i k a r d i u m t e r s u s u n
a t a s l a p i s a n s e l - s e l m e s o t e l i a l y a n g berada diatas jaringan ikat. Jantung bekerja
selama kita masih hidup, karena itu membutuhkan makanan yang dibawa oleh darah,
pembuluh darah yang terpentingd a n m e m b e r i k a n d a r a h u n t u k j a n t u n g d a r i a o r t a
a s e n d e n s d i n a m a k a n a r t e r i coronaria.
2. Myocardium
Miokardium, terdiri dari otot polos. Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal
dibandingkan pada ventrikel kanan. Sel otot yang khusus pada atrium dapat menghasilkan
atriopeptin, ANF (Atrial Natriuretic Factor k a r d i o d i l a t i n d a n k a r d i o n a t r i n
y a n g b e r f u n g s i u n t u k m e m p e r t a h a n k a n keseimbangan cairan dan elektrolit.
Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat kondukdi danserat kontraksi.Serat konduksi
pada jantung merupakan modifikasi dari serat otot jantung dan menghasilkanimpuls. Serat
konduksi terdiri dari 2 nodus di dinding atrium yaitu nodus SA dan AV, bundle of His
dan serat purkinje. Serat purkinje merupakan percabangan dari
n o d u s AV d a n t e r l e t a k d i s u b e n d o k a r d i a l . S e l p u r k i n j e m e n g a n d u n g
s i t o p l a s m a y a n g b e s a r , s e d i k i t m i o f i b r i l , k a y a a k a n mitokondria dan glikogen serta
mempunyai 1 atau 2 nukleus yang terletak di sentral.Serat kontraksi merupakan serat
silindris yang panjang dan bercabang. Setiap serat terdirihanya 1 atau 2 nukleus di
sentral. Serat kontraksi mirip dengan otot lurik karena memiliki striae.

10

Sarkoplasmanya mengandung banyak mengandung mitokondria yang besar. Ikatan


antara dua seratotot adalah melalu fascia adherens, macula adherens ( desmosom), dan gap junction.
3. Endocardium
Endokardium, merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel. Endokarium
homolog dengantunika intima pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium dan
lapisan subendokardial.E n d o t e l i u m p a d a e n d o k a r d i u m m e r u p a k a n e p i t e l s e l a p i s
p i p i h d i m a n a t e r d a p a t tight/occluding junction dan gap junction l a p i s a n
s u b e n d o k a r d i a l t e r d i r i d a r i j a r i n g a n i k a t l o n g g a r. D i l a p i s a n subendokardial
terdapat vena, saraf, dan sel purkinje.4

Gambar 5. Dinding Jantung4

Mekanisme Kerja Jantung


Aktivitas Listrik Jantung
11

Nodus sinoatrium adalah pemacu jantung normal.


`Jantung berkontraksi atau berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang
ditimbulkan sendiri, suatu sifat yang sering dikenal sebagai otoritmisitas.
Terdapat 2 jenis khusus sel otot jantung :
1. Sembilan puluh Sembilan persen sel otot jantung adalah sel kontraktif ,yang
melakukan kerja mekanis, yaitu memompa. Sel-sel pekerja ini dalamkeadaan normal
tidak menghasilakan sendiri potensial aksi.
2. Sebaliknya, sebagian kecil sel sisanya, sel otoritmik,tidak berkontraksitapi
mengkhususkan diri mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang
bertanggung jawab untuk kontraksi sel-sel pekerja.
Berbeda dengan sel saraf dan sel otot rangka, yang membranya tetap
berada pada potensial istirahat yang konstan yang kecuali apabila dirangsang. Selselo t o r i t m i k j a n t u n g t i d a k m e m i l i k i p o t e n s i a l i s t i r a h a t . S e l s e l t e r s e b u t memperlihatkan aktivitas pemacu( pacemaker activity),yaitu membrane
merakasecara perlahan mengalami depolarisasi, atau bergeser, atara potensialpotensialaksi sampai ambang tercapai, pada saat membrane mengalami potensial aksi.
M e l a l u i s i k l u s p e r g e s e r a n d a n p e m b e n t u k a n p o t e n s i a l a k s i y a n g berulangulang tersebut, sel-sel otoritmis ini secara siklis mencetuskan potensial aksi, yang
kemudia menyebar keseluruh jantung untuk mencetuskan denyut secara berirama tanpa
perangsangan saraf apapun.Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas
ditemukan dilokasi-lokasi berikut ini
1. Nodus sinoatrium (SA), daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang
(muara) vena kava superior.

12

2. Nodus atrioventrikel (AV), s e b u a h b e r k a s k e c i l s e l - s e l o t o t


j a n t u n g khusus didasar atrium kanan dekat septum, tepat diatas peraturan
atriumdan ventrikel.
3. Berkas his (berkas atrioventrikel), s u a t u j a r a s s e l - s e l k h u s u s y a n g berasal
dari nodus AV dan masuk ke septum antarventrikel, tempat berkast e r s e b u t b e r c a b a n g
m e m b e n t u k b e r k a s k a n a n d a n k i r i y a n g b e r j a l a n kebawah melalui spetum,
melingkari ujung bilik septum, melingkari ujung bilik ventrikel, dan kembali ke atrium di
sepanjang diding luar.
4. Serat purkinje, serat-serat terminal halus yang berjalan dari berkas his d a n
menyebar keseluruh miokardium ventrikel seperti rantingr a n t i n g pohon.5
Sel-sel jantung yang memiliki kecepatan pembentukan potensial aksi
tertinggit e r l e t a k d i n o d u s S A . S e k a l i p o t e n s i a l a k s i t i m b u l d i s a l a h s a t u o t o t
jantung, potensial aksi tersebut akan menyebar ke seluruh miokardium
m e l a l u i gap junction dan system penghantar khusus. Oleh karena itu, nodus SA, yang
dalamkeadaan normal memprlihatkan kecepatan otoritmisitas tertinggi, yaitu 7080 potensial aksi/menit, menjalankan bagian jantung sisanya dengan kecepatan
inidikenal sebagai pemacu ( pacemaker , penentu irama) jantung. Jaringan otoritmik lain tidak
mampu menjalankan kecepatan mereka yang rendah, karena mereka sudah diaktifkan
oleh potensial aksi yang berasal dari nodus SA sebelum merekamencapai kambang dengan irama
mereka yang lebih lambat.Analogi berikut memperlihatkan bagaimana nodus SA
mendorong bagian jantung lain dengan kecepatan pemacunya. Misalnya sebuah
kereta terdiri dariseratus gerbong, tiga diantaranya adalah lokomotif yang mampu berjalan
sendiri,

Sembilan puluh tujuh gerbong lainya harus ditarik agar dapat bergerak. Salah
13

satulokomotif (nodus SA) dapat berjalan sendiri 70 mil/jam, lokomotif lain


(nodusAV) 50 mil/jam dan lokomotif terakhir (serabut purkinje) 30 mil/jam.
Apabilas e l u r u h g e r b o n g t e r s e b u t d i s a t u k a n l o k o m o t i f y a n g m a m p u b e r j a l a n
d e n g a n kecepatan 70 mil/jam akan menarik gerbong lainya dengan kecepatan
tersebut.Lokomotif yang bergerak lebih lambat akan tertarik dengan kecepatan lebih tinggioleh
lokomotif tercepat dan demikian, tindak mampu berjalan dengan kecepatanmereka
sendiri yang lebih lambat selama mereka ditarik oleh lokomotif tercepat. Kesembilan
puluh tujuh gerbong lainya (sel-sel pekerja kontraktil, nonotoritmik),yang tidak mampu berjalan
sendiri, akan berjalan dengan kecepatan apapun yangditentukan oleh lokomotif tercepat yang
menarik mereka.Apabila karena suatu hal lokomotif tercepat rusak (kerusakan pada nodus
SA),l o k o m o t i f t e r c e p a t k e d u a ( n o d u s AV) a k a n m e n g a m b i l a l i h d a n k e r e t a
a k a n berjalan dengan kecepatan 50 mil/jam yaitu, apabila nodus SA
nonfungsional. N o d u s AV a k a n m e n j a l a n k a n a k t i v i t a s p e m a c u
J a r i n g a n otoritmik bukan nodus SA adalah pemacu laten yang dapat mengambil
alih,w a l a u p u n d e n g a n k e c e p t a n y a n g l e b i h r e n d a h , a p a b i l a p e m a c u n o r m a l
t i d a k bekerja. Apabila hantaran impuls antara atrium dan ventrikel terhambat,
atriumakan terus berdenyut dengan kecepatan 70 kali/menit, dan jaringan ventrikel, yangtidak
dijalankan oleh kecepatan nodus SA yang lebih tinggi, berdenyut dengan k e c e p a t a n
3 0 k a l i / m e n i t y a n g d i m u l a i o l e h s e l o t o r i t m i k v e n t r i k e l ( s e r a b u t purkinje).
Situasi ini dapat diperbandingkan dengan rusaknya lokomotif ke dua (nodus AV),
sehingga lokomotif utama (nodus SA) terputus dari lokomotif ketiga( s e r a b u t p u r k i n j e ) d a n
g e r b o n g l a i n y a . L o k o m o t i f u t a m a t e r u s m e l a j u d e n g a n kecepatan 70 mil/jam
sementara bagian kereta lainya berjalan dengan kecepatan 3 0 m i l / j a m . F e n o m e n a
14

s e p e r t i i t u , y a n g d i k e n a l s e b a g a i blok jantung total(complete heart block),


t i m b u l a p a b i l a j a r i n g a n p e n g h a n t a r a n t a r a a t r i u m d a n ventrikel rusak dan tidak
berfungsi. Kecepatan denyut ventrikel 30 kali/menithanya akan dapat menunjang
gaya hidup yang sangat santai pada kenyataanya pasien biasanya menjadi koma.
Pada keadaan-keadaan dengan kecepatan denyut jantung sangat rendah, misalnya
kegagalan nodus SA atau blok jantung, dapat d i g u n a k a n a l a t p a c u b u a t a n
( aktifisial pacemaker). Al a t y a n g d i t a n a m t e r s e b u t s e c a r a r i t m i s m e n g h a s i l k a n
i n p u l s y a n g m e n y e b a r k e s e l u r u h j a n t u n g u n t u k menjalakan baik atrium maupun
ventrikel dengan kecepatan lazim.5

Gambar 6. Aktivitas Listrik Jantung6

Kontraksi otot jantung untuk mendorong darah dicetuskan oleh


p o t e n s i a l a k s i y a n g menyebar melalui membran sel otot. Jantung berkontraksi atau
berdenyut secara berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkan sendiri, suatu sifat
yang dikenal dengan otoritmisitas. Terdapat dua jenis khusus sel otot jantung yaitu
99% sel otot jantung kontraktil yang melakukan kerja mekanis, yaitu memompa. Sel
sel pekerja ini dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri potensial aksi.Sebaliknya,
sebagian kecil sel sisanya adalah, sel otoritmik, tidak berkontraksi tetapi mengkhususkandiri
mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggungjawab untuk kontraksi sel
15

sel pekerja.Kontraksi otot jantung dimulai dengan adanya aksi potensial pada sel otoritmik.
Penyebab pergeseran potensial membran ke ambang masih belum diketahui. Secara umum
diperkirakan bahwah a l i t u t e r j a d i k a r e n a p e n u r u n a n s i k l i s f l u k s p a s i f K +
keluar yang langsung bersamaan dengankebocoran lambat Na+ ke dalam.
Di sel sel otoritmik jantung, antara potensial potensial
aksi permeabilitas K+ tidak menetap seperti di sel saraf dan sel otot
rangka. Permeabilitas membranterh adap K+ menurun antara potensial
p o t e n s i a l a k s i , k a r e n a s a l u r a n K + d i i n a k t i f k a n , y a n g mengurangi aliran keluar ion
kalium positif mengikuti penurunan gradien konsentrasi mereka.Karenai n f l u k s p a s i f N a +
dalam jumlah kecil tidak berubah, bagian dalam secara bertahap
m e n g a l a m i depolarisasi dan bergeser ke arah ambang.Setelah ambang tercapai, terjadi fase naik
dari potensial aksisebagai respon terhadap pengaktifan saluran Ca2+ dan influk s Ca2+
kemudian; fase ini berbeda dariotot rangka, dengan influks Na+ bukan Ca2+ yang
mengubah potensial aksi ke arah positif. Fase turundisebabkan seperti biasanya, oleh efluks K+
yang terjadi karena terjadi peningkatan permeabilitas K+akibat pengaktifan saluran
K+.Setelah potensial aksi usai, inaktivasi saluran saluran K+ ini akan mengawali
depolarisasi berikutnya. Sel sel jantung yang mampu mengalami otortmisitas ditemukan pada
nodus SA, nodus AV, berkas His dan serat purkinje.5

Gambar 7. Potensial Aksi5

Pompa Jantung

16

Akhir diastole , katup mitral dan trikuspid di antara atrium dan ventrikel terbuka serta katup
aorta dan pulmonalis tertutup. Darah mengalir ke dalam jantung selama diastole, yang mengisi
atrium dan ventrikel. Kecepatan pengisian menurun sewaktu ventrikel terdistensi dan terutama
bila frekuensi jantung lambat maka cuspis katup atrioventrikularis (AV) menyimpang ke arah
posisi menutup. Tekanan dalam ventrikel tetap rendah.7
Sistole atrium
Kontraksi atrium mendorong sejumlah darah tambahan kedalam ventrikel, tetapi sekitar 70%
pengisian ventrikel timbul secara pasif selama diastole. Kontraksi otot atrium yang mengelilingi
ostium venae cavae dan vena pulmonalis menyempitkan ostiumnya serta inersia darah yang
bergerak kea rah jantung cenderung menjaga darah didalamnya.
Sistole ventrikel
Saat mulai sistole ventrikel, valva (AV) mitral dan tricuspid menutup. Otot ventrikel mulamula memendek relatif kecil, tetapi tekanan intraventrikel meningkat tajam karena myocardium
menekan darah didalam ventrikel. Masa kontraksi ventrikel isovolumetrik (isovolumik,
isometrik) ini berlangsung sekitar 0,05 detik, sampai tekanan dalam ventrikel kanan dan kiri
melebihi tekanan dalam aorta (80 mmHg; 10,6 kPa) dan arteria pulmonalis (10 mmHg) serta
katup aorta dan pulmonalis terbuka. Selama kontraksi isovolumetrik, katup AV menonjol ke
dalam atrium, yang menyebabkan peningkatan kecil, tetapi tajam dalam tekanan atrium.
Bila katup aorta dan pulmonalis terbuka, maka fase penyemburan (ejeksi) ventrikel dimulai.
Ejeksi mula-mula cepat, yang pelan-pelan menurun dengan berlanjut sistole. Tekanan
intraventrikel meningkat ke maksimum dan kemudian agak menurun sebelum sistole ventrikel
berakhir. Puncak tekanan ventrikel kiri sekitar 120 mmHg dan puncak tekanan ventrikel kanan 25
mmHg atau kurang. Pada akhir sistole, tekanan aorta sebenarnya melebihi ventrikel, tetapi untuk
17

masa waktu yang singkat, momentum menjaga darah bergerak maju. Volume ventrikel akhir
diastolik sekitar 130 mL. Sehingga fraksi ejeksi, presentase volume ventrikel disemburkan setiap
menguncup sekitar 65 % dan sekitar 50 mL darah tetap dalam tiap ventrikel pada akhir sistole
(volume ventrikel akhir sistolik). Fraksi ejeksi merupakan indeks fungsi ventrikel yang relatif
baik serta seperti dihitung dalam berbagai keadaan klinik.
Awal diastole
Setelah otot ventrikel berkontraksi penuh, maka tekanan ventrikel yang telah turun, turun
lebih cepat. Ini masa protodiastole. Ia berlangsung sekitar 0,04 detik. Ia berakhir bila momentum
darah yang disemburkan teratasi serta katup aorta dan pulmonalis menutup, yang menyebabkan
vibrasi sepintas dalam darah dan dinding pembuluh darah. Setelah katup menutup, tekanan
kontinu turun cepat selama masa relaksasi ventrikel isovolumetrik. Relaksasi isovolumetrik
berakhir bila tekanan ventrikel turun dibawah tekanan atrium dan katup AV membuka, yang
memungkinkan ventrikel terisi. Pengisian cepat pada permulaan, kemudian melambat setelah
mendekati kontraksi jantung berikutnya. Tekanan atrium kontinu meningkat setelah akhir sistole
ventrikel sampai katup AV membuka, kemudian turun dan secara lambat meningkat lagi sampai
sistole atrium berikutnya.
Panjang sistole & diastole
Otot jantung mempunyai sifat unik berkontraksi dan berpolarisasi lebih cepat bila
frekuensi jantung tinggi dan lama sistole menurun dari 0,3 detik pada frekuensi jantung 65
sampai 0,16 detik pada frekuensi 200. Pemendekan terutama disebabkan oleh penurunan dalam
lama ejeksi sistolik. Tetapi lama sistole jauh lebih terfiksasi dibandingkan diastole dan bila
frekuensi jantung meningkat, maka diastole memendek ke derajat jauh lebih besar. Selama
diastole otot jantung istirahat dan aliran darah coronaria ke bagian subendocardium ventrikel kiri
18

hanya terjadi selama diastole. Kebanyakan pengisian ventrikel terjadi dalam diastole. Pada
frekuensi jantung sampai sekitar 180 denyut / menit, pengisian adekuat selama ada aliran balik
vena yang banyak dan curah jantung per menit ditingkatkan oleh peningkatan frekuensi. Tetapi
pada frekuensi jantung sangat tinggi, maka pengisian bisa diancam kederajat sedemikian,
sehingga curah jantung turun dan gejala gagal jantung timbul. Karena ia mempunyai potensial
aksi yang lama, maka otot jantung dalam masa reflakter dan tidak akan berkontraksi dalam
respon terhadap rangsangan kedua sampai dekat akhir kontraksi awal. Sehingga otot jantung tak
dapat ditetanisasi seperti otot rangka.8
Enzim Keja Jantung
Apabila sel-sel jantung mati (nekrosis) ada enzim-enzim tertentu yang dikeluarkan ke
dalam darah. Enzim tersebut adalah keratin kinase (CK), serum asparate amino transferase (AST)
dulu adalah SGOT (serum glumatic-oxaloacetic transaminase), lactic acid dehydrogenase (LDH).
Pola peningkatan enzim-enzim ini setelah serangan infak miokrad akut dapat membantu dalam
penentuan diagnosis. Akan tetapi, penigkatan enzim-enzim ini tidak terbatas pada kerusakan selsel miokardium, tetapi juga dapat meningkat apabila ada kerusakan pada sel-sel hati, ginjal, otak,
paru, vesika urinaria, atau usus. Agar pemeriksaam enzim-enzim ini dapat spesifik, untuk sel-sel
miokardium, enzim dipecahkan atau dijadikan isoenzim. Misalnya, enzim CK1 terdapat pada
otak, paru, vesika urinaria, atau usus; CK2 hanya terdapat pada sel-sel miokardium; CK3 akan
terdapat pada seum pasien dalam 48 jam setelah serangan IM akut transmural. LDH juga
dipecahkan agar menjadi spesifik. Sel-sel miokardium kaya dengan LDH1 sehingga kerusakan
pada sel-sel miokardium akan membuat.
Analisis enzim jantung dalam plasma merupakan bagian dari profil diagnostic yang
meliputi riwayat,gejala,dan elektrokardiogram. Analisis enzim bertujuan untuk mendiagnosis
19

infrak miokardium. Enzim dilepaskan dari sel bila sel mengalami cedera dan membrannya pecah.
Kebanyakan enzim tidak spesifik dalam hubungannya dengan organ tertentu yang rusak.
Laktat Dehidrogenase
Laktat Dehidrogenase (LDH) dan isoenzimnya. Ada 5 macam LD isoenzim (LD1-LD5). Masing
masing isoenzim tersebut mempunyai berat molekul sekitar 134.000 kDa. Mereka mengandung
kombinasi subunit H dan M. Jantung mengandung lebih banyak LD1, sedangkan hati dan otot
mengandung LD5. Pemeriksaan LD isoenzim dilakukan dengan cara elektroforesis. Pada infrak
miokardium akut kadar LD1 melebihi kadar LD2, sedangkan pada keadaan normal kadar LD1
lebih rendah dibandingkan LD2.
Kreatinin Kinase
Karena enzim yang berbeda dilepaskan ke dalam darah dengan periode yang berbeda setelah
infrak miokardium, maka sangat penting mengevaluasi kadar enzim yang dihubungkan dengan
waktu awitan (onset) nyeri dada atau gejala lain. Kreatinin Kinase (Creatinin Kinase-CK) dan
isoenzimnya (CKMB) adalah enzim yang dianalisis untuk mendiagnosis infrak miokardium akut,
dan merupakan enzim pertama yang meningkat saat terjadi infrak miokardium. Gangguan pada
jantung selain infrak miokardium akut juga dihubungkan dengan nilai kadar CK DAN CKMB
total yang abnormal. Gangguan tersebut termasuk perikarditis,miokarditis,dan trauma.
SGOT (Serum Glumatik Oksaloasetik Transaminase)
Merupakan enzim transaminase, yang berada pada serum dan jaringan terutama hati dan jantung.
Pelepasan SGOT yang tinggi dalam serum menunjukan adanya kerusakan pada jaringan jantung
dan hati.
Nilai normal: Pria = s.d. 37 U/L
Wanita = s.d. 31 U/L
Penigkatan SGOT <3x normal = terjadi karena radang otot jantung, sirosis hepatis, infark paru,
dan lain-lain.
Peningkatan SGOT 3-5x normal = terjadi karena sumbatan saluran empedu, gagal jantung
kongestif, tumor hati, dan lain-lain.
Peningkatan SGOT >5x normal = kerusakan sel-sel hati, infak miokrad (serangan jantung),
pankreatitis akut (radang pankreas), dan lain-lain.
20

SGPT (Serum Glumatik Pyruvik Transaminase)


Merupakan enzim transaminase yang keadaan normal berada dalam jaringan tubuh terutama hati.
Peningkatan dalam serum darah menunjukan adanya trauma atau kerusakan hati.
Nilai normal: Pria = sampai dengan 42 U/L
Wanita = sampai dengan 32 U/L
Penigkatan .20x normal terjadi pada hepatitis virus, hepatitis toksis.
Peningkatan 3-10 x normal terjadi pada infeksi mono nuklear, hepatitis kronik aktif, infak
miokrad (serangan jantung).
Penigkatan 1- 3x normal terjadi pada pankreatitis sirosis empedu.9

Kesimpulan
Jantung adalah organ fungsional. Jantung selayaknya organ tubuh lainnya yang
membutuhkan nutrient dan nutrient didapat dari arteri coronaria. Sehingga bila terjadi
penyempitan arteri ini dapat mengganggu aktivitas kelistrikan jantung. Selain itu jantung
mengandung enzim enzim yang berpengaruh terhadap kerja jantung

Daftar Pustaka
1.
Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC. 2003.h.288-230.
2.
Faiz O, Moffat D. Anatomy at a glance. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2003.h.17-19.
3.
Drake RL, Vogl W, Mitchell AWM. Grays anatomy for students. 1st ed.
Philadelpia:Elsevier Churchill Livingstone; 2005.p.102-52.
4.
Singh I. Teks dan atlas histologi manusia. Jakarta: Binarupa Aksara; 2006.h.11520
5.
Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Jakarta: Buku Kedokteran EGC;
2009.h.333-4.
6.

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1958045-pompa-jantung/

7.
8.
9.

Guyton Hall. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. 2006.h.145.
Ganong. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. 2008.h.166-98.
Huon H. Gray, Keith D, Dawkins, Lain A, Simpson, Morgan JM. Lecture notes kardiologi.
Jakarta: Erlangga. 2005.h.138.
21

22