Anda di halaman 1dari 19

KARBON AKTIF DAN

AKTIVASI
Disusun oleh:
MARDIANA NAPIRAH (F1B1 12 002)
ASRYANI SARCE (F1B1 12 008)
JOKO SAHARUDDIN (F1B1 12 024)
DESNA ANGGARA (F1B1 12 007)

Latar Belakang

PENDAHULUAN

Tujuan

Manfaat

Karbon Aktif
PEMBAHASAN
Aktivasi

PENUTUP

Kesimpulan

LATAR BELAKANG
ILMU FISIKA MATERIAL

Material yang sangat bermanfaat


dan sering digunakan
Karbon aktif

Proses pembuatan

Karbonasi dan Aktivasi

TUJUAN

Memperoleh pengetahuan mengenai karbon


aktif.
Memperoleh pengetahuan mengenai proses
aktivasi karbon.

MANFAAT
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah
diperolehnya pengetahuan mengenai karbon
aktif serta proses aktivasinya.

KARBON AKTIF
DEFINISI
Karbon aktif, atau sering juga disebut
sebagai arang aktif, adalah suatu jenis karbon
yang memiliki luas permukaan yang sangat
besar.
Hal
ini
bisa
dicapai
dengan
mengaktifkan karbon atau arang tersebut.
Hanya dengan satu gram dari karbon aktif,
akan didapatkan suatu material yang memiliki
luas permukaan kira-kira sebesar 500 m2
(didapat dari pengukuran adsorpsi gas
nitrogen).

Secara umum karbon aktif ini dibuat dari


bahan dasar batu bara dan biomasa. Intinya
bahan dasar pembuat karbon aktif haruslah
mengandung unsur karbon yang besar. Dewasa
ini karbon aktif yang berasal dari biomasa
banyak dikembangkan para peneliti karena
bersumber dari bahan yang terbarukan dan
lebih murah. Bahkan karbon aktif dapat dibuat
dari limbah biomasa seperti kulit kacangkacangan, limbah padat pengepresan biji
bijiaan, ampas, kulit buah dan lain sebagainya.

PROSES PEMBUATAN
Ada berbagai macam metode pembuatan arang
aktif yang telah diperbaharui yaitu:
1. Metode Tradisional
Bahan yang akan dibakar dimasukkan
kedalam drum yang terbuat dari plat besi.
Kemudian dinyalakan sehingga bahan baku
tersebut terbakar. Pada saat pembakaran, drum
tersebut ditutup rapat dan hanya ventilasi yang
dibiarkan terbuka sebagai jalan keluarnya asap.
Ketika asap yang keluar berwarna kebirubiruan, ventilasi ditutup dan dibiarkan selama
kurang lebih 8 jam atau satu malam.

2.

Metode yang Telah Diperbaharui


a. Tahap Pengarangan (Karbonasi)
Pada tahap ini, bahan baku mengalami
dekomposisi dan menghasilkan arang yang
memiliki keaktifan atau daya serap yang
rendah dan luas permukaan hanya
beberapa mm2/gr karbon, sedangkan
unsur-unsur non-karbon, hidrogen, oksigen
sebagian dilepaskan dalam bentuk gas.
Pada suhu pemanasan sampai 170oC
terjadi penghilangan air, pada suhu
sekitar 275oC terjadi dekomposisi karbon
dan terbentuk hasil seperti tar, methanol,
fenol dan lain-lain.

b.

Tahap Pengaktifan (Aktivasi)


Proses aktivasi merupakan hal yang
penting diperhatikan disamping bahan baku
yang digunakan. Yang dimaksud dengan
aktivasi adalah suatu perlakuan terhadap
arang yang bertujuan untuk memperbesar
pori, yaitu dengan cara memecahkan ikatan
hidrokarbon atau mengoksidasi molekulmolekul permukaan sehingga mengalami
perubahan sifat, baik sifat kimia maupun
sifat fisika yaitu luas permukaannya
bertambah besar dan berpengaruh terhadap
daya adsorpsi. Aktivasi karbon akan dibahas
lebih lengkap selanjutnya.

MANFAAT

Dalam pemanfaatannya, karbon aktif akan


"mengambil" senyawa organik dari cairan atau gas
dengan cara adsorpsi. Pada prosesadsorpsi, molekul
organik yang berada di fase gas cair akan ditarik dan
diikat ke permukaan pori karbon aktif, ketika cairan
atau gas tersebut melewati karbon aktif dan disebut
sebagai adsorben (zat yang dijerap).

Manfaat karbon aktif secara umum adalah:


1. Industri obat dan makanan untuk menyaring dan
menghilangkan bau dan rasa pada obat dan makanan.
2. Industri gula untuk penghilangan zat-zat warna.
3. Industri
minuman
keras
dan
ringan
untuk
menghilangkan bau dan warna pada minuman.
4. Pembersih air untuk penghilangan bau, warna dan rasa.
5. Katalisator untuk reaksi katalis vinil chloride dan vinil
acetate.
6. Budi daya udang untuk pemurnian, penghilangan
amonia dan logam berat.
7. Kimia perminyakan untuk penyulingan bahan mentah.
8. Pemurnian gas untuk menghilangkan sulfur, gas beracun
dan bau asap.
9. Pengolahan pupuk untuk pemurnian dan penghilangan
bau.

AKTIVASI
aktivasi adalah suatu perlakuan terhadap
arang yang bertujuan untuk memperbesar pori
yaitu dengan cara memecahkan ikatan
hidrokarbon atau mengoksidasi molekul
molekul permukaan sehingga arang mengalami
perubahan sifat, baik fisika maupun kimia,
yaitu luas permukaannya bertambah besar dan
berpengaruh terhadap daya adsorpsi.

Metoda aktivasi yang umum digunakan


dalam pembuatan arang aktif adalah:
1.Aktivasi Kimia
Aktivasi ini merupakan proses pemutusan
rantai karbon dari senyawa organik dengan
pemakaian bahan-bahan kimia. Aktivator
yang digunakan adalah bahan-bahan kimia
seperti: hidroksida logam alkali garamgaram karbonat, klorida, sulfat, fosfat dari
logam alkali tanah dan khususnya ZnCl2,
asam-asam anorganik seperti H2SO4 dan
H3PO4.

2.

Aktivasi Fisika
Aktivasi ini merupakan proses pemutusan
rantai karbon dari senyawa organik dengan
bantuan panas, uap dan CO2. Umumnya
arang dipanaskan di dalam tanur pada
temperatur 800-900C. Oksidasi dengan
udara pada temperatur rendah merupakan
reaksi eksoterm sehingga sulit untuk
mengontrolnya.
Sedangkan
pemanasan
dengan uap atau CO2 pada temperatur tinggi
merupakan reaksi endoterm, sehingga lebih
mudah
dikontrol
dan
paling
umum
digunakan.

Beberapa bahan baku lebih mudah untuk


diaktivasi jika diklorinasi terlebih dahulu.
Selanjutnya dikarbonisasi untuk menghilangkan
hidrokarbon yang terklorinasi dan akhirnya
diaktivasi dengan uap. Juga memungkinkan
untuk memperlakukan arang kayu dengan uap
belerang pada temperatur 500C dan
kemudian desulfurisasi dengan H2 untuk
mendapatkan arang dengan aktifitas tinggi.
Dalam beberapa bahan arang yang diaktivasi
dengan percampuran bahan kimia, diberikan
aktivasi kedua dengan uap untuk memberikan
sifat fisika tertentu.

Dalam
proses
aktivasi,
diperlukan
pembatasan temperatur yaitu tidak melebihi
1000 0C, karena banyak terbentuk abu sehingga
menutupi pori-pori yang berfungsi untuk
mengadsorpsi. Sebagai akibatnya daya serap
arang aktif akan menurun. Selanjutnya
campuran arang dan aktivator dipanaskan pada
temperatur dan waktu tertentu. Hasil yang
diperoleh, diuji daya serapnya terhadap
larutan Iodium.

KESIMPULAN
1.

Karbon aktif, atau sering juga disebut


sebagai arang aktif, adalah suatu jenis
karbon yang memiliki luas permukaan yang
sangat besar. Besarnya luas permukaan
karbon aktif dikarenakan zat ini memiliki
pori pori yang sangat kompleks yang
berkisar dari ukuran mikro dibawah 20
(Angstrom), ukuran meso antara 20 sampai
50 dan ukuran makro yang melebihi 500 .
Secara umum karbon aktif ini dibuat dari
bahan dasar batu bara dan biomasa. Karbon
aktif memiliki banyak manfaat dalam
kehidupan manusia.

2.

Aktivasi adalah suatu perlakuan terhadap


arang yang bertujuan untuk memperbesar
pori yaitu dengan cara memecahkan ikatan
hidrokarbon atau mengoksidasi molekul
molekul
permukaan
sehingga
arang
mengalami perubahan sifat, baik fisika
maupun kimia, yaitu luas permukaannya
bertambah besar dan berpengaruh terhadap
daya adsorpsi. Aktivasi dapat dilakukan
secara kimia dan secara fisika.

SEKIAN DAN TERIMA


KASIH