Anda di halaman 1dari 14

KEBUDAYAAN ISLAM

MPK AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS INDONESIA

PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Secara etimologis kebudayaan berasal dari bahasa
Sansekerta budhayah, yaitu bentuk jamak dari
budhi yang berarti budi atau akal.
Kebudayaan adalah hasil olah akal, budi, cipta rasa
manusia. Atau segala sesuatu yang dilakukan dan
dihasilkan manusia, yang meliputi:
a.kebudayaan materiil (bersifat jasmaniah), yang
meliputi benda-benda ciptaan manusia, misalnya
kendaraan, alat rumah tangga, dan lain-lain.
b.Kebudayaan non-materiil (bersifat rohaniah), yaitu
semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba,
misalnya agama, bahasa, ilmu pengetahuan, dan
sebagainya.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN ISLAM.


Segala hasil karya manusia ( olah akal, budi dan
rasa manusia ) yang berlandaskan atau
mematuhi nilai-nilai ajaran agama Islam.
Islam sangat menghargai akal dan potensi
manusia untuk berkembang. Namun
perkembangannya perlu dibimbing wahyu agar
tidak terperangkap pada
ambisi/kerusakan/penodaan martabat yang
bersumber pada hawa nafsu.
Bimbingan wahyu penting karena dalam diri
manusia ada hawa nafsu dan akal yang terbatas.

PANDANGAN ISLAM TENTANG BUDAYA


Islam sangat mendorong umatnya berbudaya.
Islam mendorong semua manusia berfikir
mngembangkan konsep ekonomi, politik, sosial,
pendidikan dsb.
Seorang muslim mengembangkan akal-budinya
sebagai implementasi dari amanah khalifah
Allah di muka bumi. Manusia menjadi wakil
Allah, pemimpin, pengelola yang harus
memakmurkan bumi menjadi lebih baik dan
sejahtera.

Kebudayaan seorang muslim sering terinspirasi oleh


nilai-nilai wahyu. Contoh. Perintah Allah sholat
berjamaah. Untuk sholat dibutuhkan ruang
khusus/masjid. Maka muncul kreatifitas (budaya)
umat Islam dalam seni bangunan. Yaitu arsitektur
masjid yang khas. Bangunan masjid di setiap daerah
punya karakteristik tertentu.
Contoh lain :
Perintah Belajar dalam Islam, maka muncul sistem
pendidikan khas Islam semisal Pesantren. Perintah
berniaga yang baik, maka muncul sistem Ekonomi
Syariah (Bank Syariah). Perintah menjaga kebersihan
lingkungan, muncul teknik pembuatan selokan,
drainase dsb.

Islam membiarkan beberapa adat kebiasaan manusia


yang tidak bertentangan dengan syariat dan nilainilai Islam, Rasulullah Saw tidak menghapus seluruh
adat dan budaya masyarakat Arab yang ada sebelum
datangnya Islam.
Akan tetapi Rasulullah melarang budaya-budaya yang
mengandung unsur syirik, seperti pemujaan terhadap
leluhur dan nenek moyang, dan budaya-budaya yang
bertentangan dengan ajaran Islami.Seperti pamer
aurat pada sebagian pakaian adat daerah, atau
budaya itu berbau syirik atau memiliki asal-usul
ritual syirik dan pemujaan atau penyembahan kepada
dewa-dewa atau tuhan-tuhan selain Allah, maka
budaya seperti itu hukumnya haram.

SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM.


Masyarakat Arab pra Islam belum mempunyai
sistem pengembangan pemikiran secara
sistematis.
Awal Islam masa Nabi,
Teks-teks Al Quran dan Hadits Nabi tentang
menuntut Ilmu.
Proses pendidikan Islam pertama kali oleh Nabi
Muhammad berlangsung di Darul Arqom. Ketika
di Madinah pendidikan berlangsung di masjid
Nabawi dengan membuat Halaqah secara rutin.

SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM DIBAGI


DALAM TIGA MASA (HARUN NASUTION).
Masa Klasik, Masa Pertengahan, Masa Modern
Masa Klasik (650 1250 M) : Lahir ulama
Madzhab Imam Hambali, Hanafi, maliki, Syafi.
Para filusuf muslim yang lahir pada masa itu,
seperti Al Kindi, Ar Razi, Al Farabi, Ibnu
Maskawaih, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dsb.
Umat Islam mencapai puncak peradaban masa
itu.

Masa Pertengahan (1250-1800 M)


Fase ini umat Isla mulai mengalami kemunduran. Akal
dipertentangkan dengan wahyu. Imam Al Ghazali muncul
dengan tulisannya Tahafutul Falasifah (kerancuan
Filsafat). Kemudian dijawab oleh Ibnu Rusy dengan tulisan
Tahafut Tahafut (kerancuan di atas kerancuan). Awal
kemunduran intelektual di dunia Islam. Perdebatan antara
Filosof muslim dan Ahli Fiqih. Antara Ahli Fikih dengan
ahli ilmu Kalam (theolog).
Ilmuwan besar fase ini seperti Ibn Khalikan, Ibn Khaldun
dan Ibn Taghribardi. Di bidang astronomi dikenal nama
nasir Al din Al Tusi. Di bidang Matematika Abu Faraj Al
Ibry. Bidang kedokteran : Abu Al Hasan, Ali Al Nafis yaitu
penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru
manusia. Abd. Al Munim Al dimyatthi dokter hewan.

Kemunduran Islam Pada Abad Pertengahan, Pada


Umumnya Yang Menjadi Penyebab Diantaranya
Adalah Sebagai Berikut:
Tidakmenjagadengan baikWilayah kekuasaan
yangluas
Penduduknya sangat heterogensehingga mengalami
kendala dalam penyatuan
Para penguasanya lemah dalam kepemimpinannya
Krisis ekonomi
Dekadensi moral yang tidak terkendali
Apatis dan stagnasi dalam dunia iptek
Konflik antar kerajaan Islam

NILAI-NILAI KEBUDAYAAN ISLAM


Berorientasi pada Tauhid, nilai Keesaan Allah.
Bertujuan Pada Ibadah dan kemaslahatan
manusia.
Berfikir kritis dan inovatif.
Bekerja keras.
Jujur dan terbuka.
Adil.
Tanggung jawab dan disiplin.

KONSEP PENGEMBANGAN BUDAYA


DALAM ISLAM
Kebudayaan akan terus berkembang selama masih ada
kehidupan manusia. Islam mendorong manusia terus
mengembangkan akal, cipta rasa dan karyanya. Namun
dalam perkembangannya, budaya tersebut harus selaras
dengan Prinsip-prinsip kebudayaan dalam Islam.
Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menghormati akal. Manusia dengan akalnya bisa
membangun kebudayaan baru. Kebudayaan Islam tidak
akan menampilkan hal-hal yang dapat merusak
manusia. dijelaskan dalam Qs, Ali-Imran, 3:190 yang
artinya:Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi dan
pergantian malam dan siang terdapat
tanda- tanda kebesaran Allah bagi orang yang
berakal.

2..Menghormati harkat dan martabat manusia. Manusia


adlah makhluk yang dimuliakan Allah Swt. Maka jangan
sampai perbuatan manusia justru merendahkan
martabatnya.
3. Memotivasi untuk menuntut dan mengembangkan ilmu.
Firman Allah Swt :Allah akan mengangkat (derajad)
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang berilmu beberapa derajad(Qs, aL-Mujadalah, 58:11).
4.Menghindari taklid buta. Kebudayaan Islam hendaknya
mengantarkan umat manusia untuk tidak menerima
sesuatu sebelum diteliti. Sebagaimana telah difirmankan
Allah Swt:Dan janganlah kamu mengikuti dari sesuatu
yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran,
penglihatan dan hati nurani semua itu akan dimintai
pertanggungjawaban(QS, al-Isra, 17:36).
5.Tidak membuat pengrusakan. Firman Allah
Swt:Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi.
Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berbuat
kerusakan(Qs, al-Qhasash, 28:77).

KLASIFIKASI BUDAYA DALAM


PANDANGAN ISLAM
1.Kebudayaa yang tidak bertentangan dengan Islam.
Dalam kaidah fiqih disebutkan : al-Adatu-muhakkamatun
artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat,
yang merupakan bagian dari budaya manusia, mempunyai
pengaruh di dalam penentuan hukum. Tetapi yang perlu
dicatat, bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal
yang belum ada ketentuannya dalam syariat Islam.
2.Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan
dengan Islam, kemudian direkonstruksi sehingga menjadi
kebudayaan Islami.
3.Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Seperti,
budaya Ngaben yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Yaitu
upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam
suasana yang meriah dan gegap gempita, dan secara besarbesaran.