Anda di halaman 1dari 1

Pengamatan dilakukan di kebun buah naga nagreg.

Penelitian menggunakan 20 pohon buah naga yang akan mekar bunganya dengan masingmasing perlakuan 4 pohon, perlakuannya yaitu kontrol, penyerbukan dengan lebah trigona,
penyerbukan dengan serangga lokal dan penyerbukan manual oleh manusia. dilakukan kajian
ekologi untuk mengetahui pH, suhu, kelembapan, dan kecepatan angin pada masing-masing
perlakuan. Bunga pada masingmasing pohon spsimen (kecuali kontrol) ditutup dengan
menggunakan jala agar serangga tidak dapat masuk kedalam bunga, pengamatan dibagi
menjadi dua eriode yaitu pagi (06.00-09.00) dan sore hari (15.00-18.00).
Pada pengamatan penyerbukan oleh serangga trigona dan serangga lokal, jala penghalang
dilepaskan dan diamati kurang lebih selama 5 menit dengan indikator : lama hinggap
seangga, bayak serangga yang terdapat pada bunga, perilaku yang dilakukan oleh serangga.
Setelah selesai kemudian tutp kembali bunga dengan jaring. Setelah pengamatan 5 menit
serangga ditangkap dengan mengguakan jaring dan diawetkan dengan kloroform / alkohol
70% untuk kemudian diidentifikasi. Untuk penyerbukan oleh manusia dengan menggunakan
kuas yang mana serbuk sari secara manual ditempelkan kepada kelapa putik bunga buah naga
kemudian ditutup kembali menggunakan jala. Setiap minggu diamati perkembangan buah
naga dan dihitung kondisi ekologinya.
Buah naga yang telah matang dilihat beberapa variabelnya untuk menentukan kualitas dari
buah naga berupa : warna, ukuran, berat, diameter dan jumlah biji.