Anda di halaman 1dari 4

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN


UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Reaksi
A. Reaksi oksidasi Besi (Fe) oleh oksigen atau O2 adalah sebagai berikut :
4 Fe ( HC 03 ) 2+O2 +2 H 2 O 4 Fe(OH )3 +8 CO 2
Masa atom Besi (Fe) adalah 55,847. Satu molekul Oksigen mampu bereaksi dengan
4 Atom Besi, Reaksi massa atom Besi = 4x55.847= 223.39. Massa molekul oksigen adalah
31.999. Sehingga reaksi perbandingan adalah (31.999/223.39) = 0.1432. Artinya bahwa
dibutuhkan 0.1432 mg/l untuk setiap mg/l Besi .
B. Reaksi oksidasi Mangan oleh Oksigen atau O2 adalah sebagai berikut :
HCO
2 Mn ( 3)2+ O2+2 H 2 O 2 Mn (OH )4 + 4 CO2

Masa atom Mangan adalah 54.938 . Satu molekul Oksigen mampu bereaksi dengan 2
atom mangan, Reaksi massa atom Mangan = 2 x 54.938 = 109.88 . Massa molekul oksigen
adalah 31.999. Sehingga reaksi perbandingan adalah (31.999/109.88) = 0.2912. Artinya
bahwa dibutuhkan 0.2912 mg/l untuk setiap mg/l Mangan .
C. Residu Oksigen
Diharapkan residu oksigen sebesar 5 mg/l.
D. Perhitungan Kebutuhan Oksigen
Kebutuhan Oksigen =

X F ( Fe )+ X m ( Mn )+ R

Xf =
Besi reaksi factor
(Fe) = Konsentrasi Besi mg/l
Xm =
Mangan reaksi factor
(Mn)= Konsentrasi Mangan mg/l
R=
Sisa Oksigen akhir = (5.0- Oksigen awal) mg/l
Pada kasus perencanaan sistem penyediaan air minum, di wilayah perencanaan untuk
sumber air baku mengunakan sumur dalam. Air sumur dalam pada wilayah perencanaan
memiliki konsentrasi Besi (Fe) dan Mangan (Mn) yang tinggi akibat dekat dengan aktivitas
vulkanis Gunung Merapi. Berikut adalah data konsentrasi :
No
1

Parameter
DO

Konsentrasi
0.0 mg/l

LAPORAN TUGAS PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

2
3
Kebutuhan Oksigen

Besi (Fe)
Mangan (Mn)

3.14 mg/l
0.455 mg/l

= (0.1432)(3.14)+(0.2912)(0.455)+(5.0-0.0)
= 0.449 + 0.132 +5.0
= 5.581 mg/l aliran air

E. Multiple Tray Aerator


Rumus perhitungan multiple tray aerator
Konsentrasi oksigen di tiap tray
Cn = C s( ( C sC n1) Xekla x t )
t = 2 H / g
Dimana :
t
= Waktu kontak (detik)
H
= Jarak antar tray (meter)
g
= Percepatan gravitasi (m/det2)
Cn = Konsentrasi oksigen pada tray ke n (mg/l)
Cn 1
= Konsentrasi oksigen pada tray ke n-1 (mg/l)
C s = Konsentrasi oksigen jenuh pada suhu T
Kla
= Koefisien transfer gas (det-1)
1. Tray pertama
2 x 0,6
t
=
=0,3 5 detik
9,81

C1

x 0,35 det
1,29 /det
= 8,07 mg/l ((8,07 mg/l 0 mg/l)
()
x e
= 2,932 mg/l

2. Tray kedua
C2

x 0,35 det
1,29 /det
= 8,07 mg/l ((8,07 mg/l 2,932 mg/l)
()
x e
= 4,8 mg/l

3. Tray Ketiga
C3

x 0,35 det
1,29 /det
= 8,07 mg/l ((8,07 mg/l 4,8 mg/l)
()
x e
= 5,98 mg/l
LAPORAN TUGAS PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Sehingga Tinggi total Tray Aerasi = 0,6 m x 3 Tray = 1,8 m

F. Luas Lubang total tiap tray


Dimana,

Luas

= 50-160 m2/m3.detik

Debit (Q)

= 0,4 m3/detik

A= Luas x Q
A= 100 m2/m3.detik x 0,4 m3/detik
A= 40 m2
G. Jumlah Lubang tiap Tray
Jumlah Lubang = Luas lubang total (A) / Luas Tiap Lubang
Dimana,

= Luas Lubang total, 40 m2

Diameter tiap Lubang

= 5 cm = 0,05 m

Luas Tiap Lubang (A)

= (0,25 . 3,14 . 0,0 52 )


= 0,00196 m2

Jumlah Lubang

= 40/0,00196
= 20408,16 buah = 20409 buah

Jumlah Lubang pada sisi lebar tray (nB) = (Jumlah Lubang Total/2)
n(B)

= (20409/2)
= 101,02 buah = 102 buah

Jumlah lubang pada sisi panjang tray (nL) = (jumlah lubang total/nB)
n(L)

= (20409/102)
= 14,14 buah = 15 buah

H. Dimensi Luas Tiap Tray


Panjang (Lt) = (nL x d) + ((nL + 1) x Y)
LAPORAN TUGAS PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Lt

= (15 x 0,05) + ((15 + 1)x 0,05)


= 0,75 + 0,8
= 1,55 m

Lebar (Bt) = (nb x d) + ((nb + 1) x Y)

Luas Tray (A) = P x L

LAPORAN TUGAS PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

Anda mungkin juga menyukai