Anda di halaman 1dari 19

PENGALAMAN

Beternak Kambing Boer


Pemberdayaan Peternak Kambing

OBAT TRADISIONAL
PEMANFAATAN LIMBAH
UNTUK TERNAK KAMBING

Alamat :
Pekon Gisting Atas, Blok 18, No. 983, Kec. Gisting, Tangggamus, Lampung. 35378.
E-mail; Sosrow@yahoo.co.id. FB : Sosro Wardoyo.
BBM; 74CD4138. Hp. 081279282883.

------------------------------------- Pemberdayaan Peternak --------------------------------------

Binatang-binatang ternak (unta, sapi, kerbau,


kambing) Dia ciptakan umtukmu, dan dengan dia
kamu mendapat (pakaian) panas dan manfaat dan
diantaranya kamu makan dagingnya. Pada
binatang-binatang itu kamu mendapat keindahan,
ketika kamu membawanya kekandang dan ketika
melepaskannya.
(QS. Annahl: 5-6)
--------------------------------------Kampoeng Ternak Lampung ---------------------------------

Sekapur sirih,
Segala puji milik Allah semesta alam, Pujian yang banyak, baik
dan diberkahi sebagaimana yang disenangi dan di sukai Rabb kita.
Semoga kesejaheraan dan keselamatan terlimpahkan kepada Nabi
dan Rasul pilihan, keluarga serta para sahabatnya.
Islam Memuliakan dan mengutamakan manusia yang selalu
mensyukuri nikmat-Nya dan senantiasa terus berusaha. Dalam
tulisan ini penulis akan menjelaskan beberapa pemanfaatan bahan
tumbuhan dan hewan sebagai obat ternak kambing agar kiranya
usaha kita benar-benar membuahkan hasil dengan kendala
penyakit yang menimpa ternak kambing dan pemanfaat limbah
pertanian dan agro industry untuk pakan ternak. Tulisan ini
dikumpulkan oleh Pendamping Peternak Kampoeng Ternak
Lampung saat pembinaan kelompok di pertemuan rutin mitra
binaan yang diceritakan dan sudah memberikan hasil dalam
penanganan kesehatan kambing di kelompok dan pengalaman
dalam beternak kambing boer.
Terakhir penulis memuji Allah SWT atas nikmat yang
dikaruniakan karena diberi kemudahan dan dapat berfaat bagi
peternak. Penulis berharap semoga Allah SWT mengampuni
segala kekeliruan dan kesalahan serta menjadikan tulisan ini
bermanfaat karena mengharap ridho-Nya semata.
Edisi 2014
Sosro Wardoyo, S.Pt
Pendamping Kelompok Ternak
Peternak Kambing Boer & Penggemukan Sapi

DAFTAR ISI
OBAT TRADISIONAL
UNTUK TERNAK KAMBING
1. Meningkakan stamina / daya tahan tubuh / stress
2. Meningkatkan nafsu makan
3. Perut kembung (tympani / bloat)
4. Kudis/Kurap (Scabies)
5. Mata Belekan (Pink eye)
6. Mencret (Diare)
7. Keracunan
8. Kaki Pincang
9. Cacingan
10. Meningkatkan libido pejantan
11. Keropeng di mulut (Orf)
12. Kutu
13. Meningkatkan produksi susu
14. Korengan/belatungan (Myasis)
PAKAN TERNAK
Merubah Limbah Menjadi Daging
A. Bahan Pakan
B. Mikro Organisme Lokal (MOL) / Starter Fermentasi

Hal.
5
5
6
7
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16

OBAT TRADISIONAL
UNTUK TERNAK KAMBING
Adanya gangguan penyakit pada ternak dapat membuat
peternak menjadi resah. Peternak sangat sadar akan dampak
negatifnya yaitu kerugian dalam berternak. Untuk menghindari
resiko tersebut, peternak harus berupaya menyelamatkan dan
menyembuhkannya, yaitu dengan mencari obat penangkal penyakit.
Beberapa simplisia nabati untuk ternak : kunyit, temulawak,
kencur, bawang putih, sirih, cengkeh, adas, lada, minyak tanah atau
gula merah, dll. Simplisia hewani antara lain kuning telur ayam dan
madu, dll. Simplisia mineral misalya belerang, kapur, dan garam
dapur.
Berikut ini macam jamu dan pengobatan penyakit yang didapat
selama pemberdayaan peternak Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa
Republika di Tanggamus_Lampung yang sudah terangkum sebagai
berikut
meningkakan stamina/daya tahan tubuh/stress,
meningkatkan nafsu makan, perut kembung (tympani), kudis/kurap
(scabies), mata belekan (pink eye), mencret (diare), keracunan, kaki
pincang, cacingan, meningkatkan libido pejantan, keropeng di
mulut
(orf),
kutu,
meningkatkan
produksi
susu,
korengan/belatungan (myasis). Semoga tulisan ini dapat
bermanfaat.

1. Meningkakan stamina / daya tahan tubuh / stress


Ternak kambing yang habis dari
perjalanan jauh, perubahan musim
dan masih dalam proses adaptasi atau
penyesuaian
lingkungan
baru
kambing akan mengalami penurunan
stamina, daya tahan tubuh dan stress
yang
tinggi,
sehingga
dapat
menyebabkan ternak kambing mudah terserang penyakit
bahkan berakibat pada kematian.
5

Tanda klinis :
Kambing menjadi lesu dan tidak bergairah, nafsu makan
berkurang bahkan hilang dan kambing terlihat sering dudukduduk.
Pencegahan :
Tempatkan kambing pada kandang/lokasi yang teduh,
hindari kegaduhan atau kegiatan yang membuat ternak kaget,
berikan pakan sesuai daerah asal (ramban yang sudah layu 3
jam).
Ramuan yang dapat dipilih :
a. Larutkan gula merah kg dicampur asam jawa
secukupnya. Jamu ini diberikan setelah kambing sampai di
kandang atau dari perjalanan jauh (pra droping), cuaca di
sekitar kandang memburuk (terik panas/hujan) dan pada
saat satu bulan pertama droping/adaptasi. Jamu ini
diberikan 1 (satu) minggu satu kali dan dua hari berturutturut sesaat setelah droping.
b. Madu gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir.
Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.
2. Meningkatkan nafsu makan
Dengan meningkatnya nafsu
makan
kambing
maka
produktifitasnya
akan
meningkat dan ternak dapat
terjaga stamina, daya tahan
tubuh, strees dan penyakit.
Untuk
itu,
upaya
meningkatkan nafsu makan
perlu terus dilakukan.
6

Ramuan yang dapat dipilih :


a. Daun talas 3 lembar dan garam dapur 3 sendok makan
direbus selama 15 menit. Daun yang sudah matang
dijadikan untuk tiap ekor kambing.
b. Kencur segar 1 ons, diparut dan dicampur kuning telur
ayam 1 butir, jamu ini diberikan setiap 3 hari sekali sampai
kondisi makan kambing normal.
c. Mentimun 2 buah diparut, lalu dicampur garam dapur,
asam jawa, terasi dan air secukupnya. Ramuan ini siap
diberikan pada kambing untuk sekali pemberian.
d. Daun buni 5 lembar, lengkuas sebesar ibu jari, terasi dan
garam dapur secukupnya ditumbuk hingga halus lalu
ditambahkan air secukupnya. Ramuan ini diperas dan
airnya disaring dan diberikan pada 2 ekor kambing.
e. Pucuk daun durian 5 lembar, daun buni 5 lembar, daun
dadap serep 5 lembar, terasi dan garam dapur secukupnya
kemudian bahan ini dihaluskan. Tambahkan sedikit air dan
airnya diperas. Air perasan ini diberikan pada 2 ekor
kambing.
3. Perut kembung (tympani / bloat)
Kembung
disebabkan
oleh
penimbunan gas dalam perut
akibat proses fermentasi berjalan
cepat. Tingginya akumulasi gas
menekan organ dalan tubuh
sehingga menimbulkan kesakitan,
pernapasan dengan mulut terbuka atau frekuensi pernapasan
tinggi, serta frekuensi buang air besar dan kencing meningkat.
Agar ternak terhindar dari perut kembung, hindari pemberian
pakan kambing sebagai berikut :
Pakan hijauan yang masih terlalu muda, banyak
mengandung air atau terlalu basah, baik terkena air hujan
atau embun. Maka sebaiknya kambing diberi pakan
hijauan yang sudah kering dari embun pagi.
7

Pakan dari bahan pakan yang mudah dan cepat


difermentasi seperti kol, lobak dan wortel secara
berlebihan.
Pakan biji-bijian yang tergiling halus terlalu banyak, tetapi
kurang mendapat hijauan berserat.
Pakan leguminosa (daun kacang-kacangan) terlalu banyak.
Bila keadaan memaksa, hijauan sebaiknya diberi percikan
minyak kelapa.
Tanda klinis :
Kambing merasa gelisah, sakit, dan sulit bernapas.
Perut bagian kiri mengalami pembesaran yang bila ditepuk
akan berbunyi seperti bedug/gendang.
Punggung membungkuk, denyut jantung melemah,
selaput lender mulut kebiruan.
Ternak jatuh dan susah bangun lagi, bila dibiarkan ternak
dapat mati mendadak.
Pengobatan jamu :
a. Minyak nabati (minyak kelapa, minyak kedelai, atau
minyak sawit) sebanyak 100-200 ml (sekitar - 1 gelas)
dengan cara dicekok.
b. Kambing dicekok 200 cc sprite/soda, lalu perut yang
kembung sebelah kiri dibalur dengan bawang merah hanlus
dan sudah dicampur dengan minyak angin. Bila angin
sudah keluar melalui anus, kedua kaki depan diangkat ke
atas sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Mulut
kambing harus selalu terbuka, dengan cara mulut kambing
disumbat dengan kayusecara melintang dan usahakan
kambing tetap berdiri. Dengan cara ini semua timbunan gas
dalam perut akan keluar.
c. Bagian anus kambing ditusuk dengan tangkai daun papaya
yang ujungnya sudah diolesi minyak goreng agar tidak
melukai dinding anus. Setelah itu kedua sisi perut kambing
dijepit sehingga gas akan keluar melalui tangkai daun
papaya.
8

4. Kudis/Kurap (Scabies)

a.
b.

c.

d.
e.

Kudis atau kurap disebabkan oleh


tungau Sarcoptes scabei, Psoroptes
communis var.ovis dan Chorioptes
ovis. Tungau ini mudah menular ke
ternak lain.
Tanda klinis :
Kulit tampak bercak-bercak
merah yang membentuk bisul sehingga mengalami
kekakuan, penebalan dan bersisik.
Ternak menggosok-gosokkan bulunya ke dinding kandang
karena gatal, bulu rontok.
Ternak kurus, nafsu makan berkurang, kekurangan darah
dan produksi susu menurun.
Pencegahan :
Sanitasi kandang dan penyemprotan pada kandang yang
tercemar atau pernah terdapat ternak kudisan.
Ternak sakit dipisahkan dari yang sehat dan hindari
kontak langsung dengan ternak sehat.
Pengobatan :
Ternak terlebih dahulu dimandikan dengan disikat dan
dengan sabun antiseptik/deterjen.
Permukaan kulit yang sakit digosogkan campuran serbuk
belerang, kunyit dan minyak kelapa yang dipanaskan
setiap 2 hari sekali.
Kulit yang sakit diolesi dengan oli bekas secara teratur
seminggu sekali. Pengobatan dengan oli bekas dari
kendaraan yang sidah menempuh jarak 1.000 km paling
efektif karena pertumbuhan bulu dan perbaikan kulit
sangat baik dibandingkan dengan menggunakan belerang.
Jeruk purut digiling halus, ditambahkan garam dapur dan
minyak kelapa. Gosokkan pada kulit yang terserang kudis.
Lengkuas, daun ketepeng kerbau dan garam dapur
dihaluskan dan dioleskan pada bagian kulit yang terserang
kudis.
9

5. Mata Belekan (Pink eye)


Kambing yang terserang belekan
aktivitasnya akan terganggu ini
disebabkan oleh trauma akibat
tertusuk ujung rambut, debu
Walaupun demikian penyakit ini
dapat disebabkan oleh bakteri,
virus, Chlamidia dan Ricketsia.
Tanda klinis :
Mata mengeluarkan air, tertutup dan berkedip-kedip.
Mata membengkak, merah, kemudian keruh dan timbul
borok pada selaput bening hinga mengalami kebutaan.
Pencegahan :
Kebersihan kandang dijaga/sanitasi, pisahkan ternak yang
sakit.
Pakan dipotong pendek agar tidak melukai mata.
Memandikan kambing 1 bulan 2 kali pada waktu cuaca
cerah.
Pengobatan :
Mata ternak dicuci dengan air hangat. Semprotkan dengan
teh dan garam yang dilarutkan dalam air hangat.
Penyemprotan dilakukan oleh mulut kita. Sesudah
disemprot berikan obat tetes mata atau salep mata
manusia. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga
sembuh.
6. Mencret (Diare)
Mencret terjadi karena adanya
gangguan pada saluran pencernaan
yang disebabkan oleh bakteri,
makanan rusak, serta lingkungan
atau udara dingin.
10

Tanda Klinis :
Feses atau kotoran kambing berwarna hijau muda, hijau
mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau
kehitaman. Ternak tampak lesu, lemah dan pucat.
Pencegahan :
Hindari hijauan kacang-kacangan atau daun muda secara
berlebihan. Jaga sanitasi kandang.
Pengobatan jamu :
a. Kambing sakit diberi larutan garam 10 gr dan gula pasir 10
gr dan air matang 2,5 liter.
b. Ternak sakit diberi larutan oralit atau norit sebanyak 3
tablet.
c. Air kelapa muda diminumkan secukupnya.
d. Daun jambu biji 5 lembar dilumatkan bersama garam
dapur dan diberikan pada kambing.
e. Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun
bambu muda dan daun buni.
7. Keracunan
Tanda-tanda keracunan ialah mulut berbusa, kejang, kebiruan
pada selaput lendir dan terkadang mati mendadak.
Pengobatan :
a. Minyak kelapa 1 gelas diminumkan pada 1 ekor kambing
dan beri minum air kelapa sebanyak-banyaknya.
b. Air kelapa dicampur dengan asam jawa dan garam dapur
secukupnya duminumkan pada ternak yang keracunan.
c. Bila ternak keracunan insektisida, kambing diberi air
minum santan kelapa hangat 1 gelas.
d. Ternak jangan diberi hijauan beracun seperti, daun
singkong dan daun dadap serep.
8. Kaki Pincang
Biasanya kambing pincang karena terperosok/terjepit lantai
kandang.
Kambing yang pincang dapat diobati dengan ramuan daun
sereh. Seikat daun sereh ditumbuk sampai lembut, lalu
dibalutkan pada kaki. Agar tidak lepas ramuan ini diikat
dengan perban atau potongan kain. Pembalutan ini di ganti
setiap 3 hari sekali sampai sembuh.
11

9. Cacingan
Cacing yang banyak menimbulkan kerugian pada kambing
adalah cacing Haemonchus contortusi. Cacing ini hidup sebagai
parasit di pencernaan kambing menghisap sari makanan,
cairan tubuh dan darah, serta mengeluarkan racun yang
mengakibatkan kambing menjadi lemah dan lesu.
Tanda klinis :
Kambing terlihat kurus, lemah, pucat, bulu berdiri dan kusam.
Kambing diare, nafsu makan berkurang, perut membesar dan
produksi susu menurun.
Pengobatan jamu :
a. Buah pinang/jambe tua sebanyak 2 buah yang sudah
dijemur hingga kering dan ditumbuk halus lalu diaduk
dengan gula jawa dan dibentuk pellet/butiran. Pemberian
ini diberikan dengan cara dicekokkan.
b. Daun tembakau 5 lembar dilumatkan, lalu dicampur air
secukupnya dan disaring. Air saringannya diminumkan
pada ternak yang sakit.
c. Serbuk getah papaya muda dicampur air dengan
perbandingan 1 : 5 hingga terbentuk suspensi. Suspensi
getah papaya ini diminumkan atau dicekokkan dengan
menggunakan selang agar langsung masuk ke dalam perut.
Pemberian sebanyak 1,2 gr/Kg berat badan.
10. Meningkatkan libido pejantan
Agar dapat jadi pejantan
tangguh,
pejantan
membutuhkan perawatan
intensif. Selain diberi
cukup pakan, juga perlu
diberi
obat
penyehat
tubuh dan penambah
gairah kejantanan.
12

Beberapa ramuan berikut dapat dipilih;


a. Madu gelas dicampur dengan kuning telur itik 1 butir.
Berikan jamu ini dengan cara diminumkan.
b. Lada 100 gr disangrai sampai kering, lalu ditumbuk hingga
menjadi bubuk halus. Bubuk lada ini dicampur kencur
parut 0,5 kg, kuning telur 5 butir dan madu 1 sendok
makan hingga terbentuk adonan kental. Adonan dibentuk
butiran sebesar ibu jari dan dijemur samapi kering.
Sebanyak dua butir diberikan sehari sebelum digunakan
sebagai pejantan dan sesaat setelah digunakan.
11. Keropeng di mulut (Orf)
Keropeng dimulut sangat menular ke ternak lain bahkan dapat
menulari manusia (bersifat zoonosis). Orf disebabkan oleh
virus Parapoxvirus.
Bahan; kapur sirih, biji pinang, dan kunyit dengan
perbandingan 2 : 2 : 1.
Pembuatan; semua bahan dicuci besihkan dan dihaluskan
sampai berentuk pasta.
Pengobatan; pasta yang sudah jadi dapat diberikan dengan
dioleskan tampa harus mengelupas keropeng.
12. Kutu
Kutu hidup dan bertelur di kulit ternak. Kutu ini menghisap
darah sehingga mengakibatkan gatal, lemah, kekurangan
darah, dan ternak mudah terserang penyakit lain terutama
scabies.
Beberapa ramuan berikut dapat dipilih;
a. Daun mimba 5 lembar, daun tembakau 5 lembar, dan biji
sirsak 10 butir ditumbuk halus, lalu dicampur air 20 liter.
Ramuan ini disaring dan airnya digunakan untuk
membilas kambing yang sudah dimandikan atau di
semprotkan ke seluruh badan ternak.
b. Buah pinang yang muda sampai hijau sebanyak 20 biji di
haluskan dan dicampur dengan kapur semut (kapur ajaip).
Ramuan ini di cmpur dengan air 5 liter dan di balurkan ke
seluruh tubuh ternak.
13

13. Meningkatkan produksi susu


Kambing perah ataupun kambing
setelah
melahirkan
sangat
ditunggu
untuk
dapat
menghasilkan produksi susu yang
tinggi oleh peternak.
Beberapa ramuan berikut dapat
dipilih
untuk
meningkatkan
produksi susu;
a. Daun papaya muda direbus
selama 15 menit dan diberi garam dapur secukupnya.
Ramuan ini diberikan sebagai pakan 3 hari sekali dari
mulai 1 bulan sebelum kelahiran sanapai 2 bulan kelahiran.
b. Ternak sesring mungkin diberi pakan daun nangka segar
dari mulai 1 bulan menjelang kelahiran dan satu minggu
berturut-turut setelah kelahiran.
c. Ternak diberi jagung sangria sebanyak dua genggam
selama satu minggu setelah kelahiran.
14. Korengan/belatungan (Myasis)
Korengan/belatungan
pertama
biasanya disebabkan oleh luka karena
kandang yang tidak nyaman dan juga
pada ternak betina setelah melahirkan
karena sisa darah yang tidak
dibersihan atau pada anak baru lahir
karena tidak diberi antiseptik/anti
lalat di bagian pusar.
Beberapa ramuan berikut dapat dipilih;
a. Bahan: kapur barus 1 biji, belerang 1 sendok makan, antibiotik
kapsul 2 tablet. Semua bahan dihaluskan dicampur merata.
Pengobatan pada luka dengan di taburkan dan di balut, ulangi
setiap 2-3 hari sekali.
b. Luka/koreng dibersihan dengan air, kemudian di beri
dengan tembakau mentah yang sudah dibasahi dan
ditutup dengan perban dan diganti setiap hari sampai
belatung keluar.
c. Luka yang sudah belatungan disiram dengan minyak kayu
putih kemudian di sumbat dengan tembakau yang sudah
dibasahi dan dibalut dengan perban.
14

PAKAN TERNAK
Merubah Limbah Menjadi Daging
1. Bahan Pakan
Rancang bangun dari fermentasi limbah pertanian dan agroindustri ini
adalah untuk pemanfaat limbah itu, beternak lebih banyak dan mudah.
Dalam penyususnan ransum dari limbah ini adalah sesukanya dengan
pertimbangan ketersiayaan limbah, harga dan nutrisi secara perkiraan.
Bahan limbah yang digunakan harus ada di sekitar kita. Kriteria bahan :
tidak beracun, murah, belum termanfaatkan dengan maksimal.
Bahan pakan yang bisa di didapat dari sekitar kita baik itu limbah pertanian
maupun limbah agroindustri adalah sebagai berikut :
1. Jenis rumput (rumput; odot, gajah, raja, setaria, mexiko, lapang dll)
2. Limbah pertanian pisang pisang (pohon, daun, hati)
3. Pisang afkir dari gudang penampungan pisang
4. Kulit pisang dari limbah pembuatan keripik pisang
5. Daun singkong
6. Kulit singkong dari limbah keripik singkong atau pabrik tapioka
7. Onggok singkong dari limbah pembuatan tapioka
8. Kulit kakao
9. Jermi padi
10. Bekatul
11. Kulit jagung
12. Jenjet jagung / tumpi jagung /kulit ari pembukus biji jagung
13. Janggel jagung yaitu hati buah jagung giling halus
14. Ampas tahu
15. Kulit ari kedelai dari limbah pembuatan tempe
16. Air rebusan kedelai dari limbah pembuatan tempe dan tahu
17. Ubi jalar afkir
18. Kulit kacang tanah
19. Kulit bawang putih dan bawang merah
20. Kulit kepala kedelai
21. Bungkil sawit
22. Bungkil kelapa/kopra
23. Ampas kulit nanas
24. Molase/tetes tebu
25. Roti afkir/ roti kadaluarsa
26. Susu bubuk afkir
27. Daun ubi jalar
28. Pucuk daun tebu
29. Air kelapa
15

Bahan lain non limbah :


1. Garam
2. Urea
3. Mineral / premik
4. Starter; EM4, starbio, viterna
2. Mikro Organisme Lokal (MOL) / Starter Fermentasi
Fungsi : starter fermentasi limbah/silase dan untuk campuran air minum
Bahan;
1. Tetes tebu/molase (dapat diganti gula merah afkir/gulo gemlong) : 2 kg
2. Biang (EM4, starbio atau merek lain) : 1/4 liter atau sesuai ajuran pakai.
3. Air kelapa : 5 liter
4. Air cucian beras : 5 liter
6. Air tuak nira : 1 liter
7. Buah-buahan busuk : 2 kg
8. Terasi : 1/4 kg
9. Rumen ternak sapi/kambing : 1 kg
10. Bisa ditambah bahan lain yang mempunyai pritein tinggi.
Pembuatan : Dicampur jadi satu dalam
ember cat 15 liter bahan yang besar
dihaluskan,
jika
kurang
penuh
ditambahkan air. Di tutup rapat,
disimpan di tempat teduh. Fermentasi
berlangsung minimal 10 hari. Setiap 2
hari sekali diaduk dan dibuang
endapan diatas. Siap dah digunakan.
Beberapa contoh penyusunan ransum dari limbah yang di dapatkan dan
pernah dilakukan di MendhoFarm dalam betertak breeding kambing boer ;
Contoh 1;

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Bahan Pakan
Ubi jalar afkir
Rumpur gajah
Bekatul
Ampas tahu
Bungkil sawit
Jenjet jagung
Mineral
Air beras
Molase
MOL
16

Jumlah
100 kg
20 kg
15 kg
60 kg
10 kg
30 kg
0,5 kg
15 liter
3 kg
1 liter

Secara prinsip bahan yang di gunakan sesuai dengan ketersediyaan yang


ada di lokasi peternakan. Bahan yang sedikit wajib ada yaitu molase dapat
diganti dengan gula merah ngak jadi atau gulo gemlong atau atau kecap
termurah, bekatul, starter yang bisa kita kembangkan dengan nama MOL.

Contoh 2.
Berikut proporsi jika di hitung secara rinci.

17

18

Sosro Wardoyo, S.Pt.

Dilahirkan di Bernung, 24 November 1980. Anak


ke-10 dari pasangan R. Soecipto dan Pardinah
lulus dari SMAN 1 Tegalsari-Gadingrejo tahun
1998, dilanjutkan ke Fakultas Pertanian, Jurusan
Produksi Ternak, Universitas Wangsa ManggalaYogyakarta. Pengalaman; 1). Pendamping
peternak kambing kerjasama dengan Kampoeng
Ternak Nusantara Dompet Dhuafa. 2). Staf
Produksi Ternak dan Peneliti Mahasiswa di UPT
Kebun dan Ternak, Universitas Wangsa
Manggala, Yogyakarta. 3). Pemberdayaan
Peternak Kambing Rambon Ras kepala Hitam Di
Area
Pertamina
Geothermal
Energy
Di
Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus,
Propinsi Lampung. 4). Peternak kambing boer
dan penggemukan sapi potong.
Tulisan yang dipersembahkan untuk dunia ternak kambing, domba dan sapi yang di
kumpulkan selama beternak atau dalam dunia pemberdayaan yaitu :
1) Obat Tradisional Dan Pemanfaatan Limbah Untuk Ternak Kambing.
2) PENGALAMAN PEMBERDAYAAN PETERNAK KAMBING DI KABUPATEN TANGGAMUS
PROPINSI LAMPUNG Pada Program Kerjasama Pengembangan Kambing Boerawa
Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa Dengan Pemerintah Daerah Kab. Tanggamus.
3) PENGALAMAN PEMBERDAYAAN PETERNAK KAMBING Pada Program Sentra Ternak
Kambing Pedaging Rambon Kepala Hitam Di Kec. Pagelaran, Kab. Pringsewu, Lampung.
4) PENGALAMAN PEMBERDAYAAN PETERNAK KAMBING Di Area Pertamina Geothermal
Energy Di Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung.
5) PENGALAMAN BETERNAK KAMBING BOER Di MendhoFaram; Breeding Kambing Boer
Merubah Limbah Menjadi Daging Pekon Gisting Atas, Kec. Gisting, Tanggamus,
Lampung. (6). PENGALAMAN PENGGEMUKAN SAPI Di TanggamusFarm; Merubah
Limbah Menjadi Daging Pekon Kali Bening, Kec. Talang Padang Tanggamus Lampung.
Saat ini aktifitas dalam pembangunan dunia peternakan yang dilakukan yaitu pendampingan
kelompok ternak kambing, domba, beternak kambing boer dan boerawa, jual beli ternak bibit
dan potong, menyediakan sarana peternakan, layanan diskusi bersama di kelompok secara
sukarela.
Alamat :
Jl. Raya Gisting Atas, Blok 18, Rt. 04/07, No. 983
Pekon Gisting Atas, Kec. Gisting, Kab. Tangggamus,
Sosrow@yahoo.co.id.
Facebook : Sosro Wardoyo

BBM; 74CD4138
Hp. 081279282883.

19

Lampung.

35378.

E-mail;