Anda di halaman 1dari 51

Katalog BPS : 1102001.

3401

ht

tp
://
k

ul

on

pr

og

ok

ab

.b

ps

.g
o.
id

STATISTIK DAERAH
KABUPATEN KULON PROGO
2014

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo

STATISTIK DAERAH

ht

tp
://
k

ul

on

pr

og

ok

ab

.b

ps

.g
o.
id

KABUPATEN KULON PROGO

Badan Pusat Statistik


Kabupaten Kulon Progo

2014

STATISTIK DAERAH KABUPATEN KULON PROGO


2014

:: 34015.14.10
: 1101002.3401

Ukuran Buku
Jumlah Halaman

: 17,6 cm x 25 cm
: 52 halaman

Naskah:
Pengarah
Koordinator
Editor
Tata Naskah
Lay Out/ Perwajahan

: Sugeng Utomo, SH.


: Susi Metinara, S.ST., S.E.,M.Si.
: Susi Metinara, S.ST., S.E.,M.Si.
: Leny Trihartati, S.ST
: Andriana Nurmahmud, SST. MPA.

tp
://
k

ul

on

pr

og

ok

ab

.b

ps

.g
o.
id

ISBN
Nomor Publikasi
Katalog BPS

ht

Diterbitkan oleh:
BPS Kabupaten Kulon Progo
Dicetak oleh:
UD. Sinar Baru Offset

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya

Kata Pengantar

ps

.g
o.
id

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga publikasi
Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2014 edisi keempat ini dapat diterbitkan.
Publikasi ini disusun oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo. Publikasi ini menyajikan
indikator-indikator terpilih yang diharapkan dapat dimanfaatkan bagi pengguna, baik institusi,
akademisi, maupun masyarakat secara umum.

og

ok

ab

.b

Dalam publikasi berisi analisis sederhana yang dilengkapi dengan visualisasi grafik untuk
lebih memahami makna informasi yang disajikan. Penyusunan buku Statistik Daerah ini
merupakan inovasi dan pengembangan kegiatan perstatistikan serta penyebarluasan informasi
sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan visi BPS sebagai pelopor data statistik terpercaya
untuk semua.

ht

tp
://
k

ul

on

pr

Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak atas bantuan serta dukungannya
sehingga publikasi ini dapat terwujud. Saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan di
masa datang sangat diharapkan.

Wates, September 2014


Badan Pusat Statistik
Kabupaten Kulon Progo
Kepala,

Sugeng Utomo, S. H.
NIP. 19641110 199403 1 001

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

iii

VISI
Pelopor Data Statistik Terpercaya Untuk Semua

.g
o.
id

MISI
1. Memperkuat landasan konstitusional dan operasional lembaga statistik

ps

untuk penyelenggaraan statistik yang efektif dan efisien.

.b

2. Menciptakan insan statistik yang kompeten dan profesional, didukung

ab

pemanfaatan teknologi informasi mutakhir untuk kemajuan perstatistikan

penerapan

standar

klasifikasi,

konsep

dan

definisi,

og

3. Meningkatkan

ok

Indonesia.

penyelenggaraan statistik.

pr

pengukuran, dan kode etik statistik yang bersifat universal dalam setiap

on

4. Meningkatkan kualitas pelayanan informasi statistik bagi semua pihak.

ul

5. Meningkatkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi kegiatan statistik

tp
://
k

yang diselenggarakan pemerintah dan swasta, dalam kerangka Sistem

ht

Statistik Nasional (SSN) yang efektif dan efisien.

iv
Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

DAFTAR ISI

10. Industri Pengolahan

27

2. Pemerintahan

11. Konstruksi

29

3. Penduduk

12. Hotel dan Pariwisata

30
33

13. Transportasi dan Komunikasi

5. Pendidikan

13

14. Perbankan dan Investasi

37

6. Kesehatan

17

15. Harga-Harga

39

7. Perumahan

20

16. Perdagangan

40

23

17. Pendapatan Regional

42

18. Perbandingan Regional

44

pr

8. Pertanian

26

.b
ab

ht

tp
://
k

ul

on

9. Pertambangan dan Energi

ps

11

og

4. Ketenagakerjaan

ok

.g
o.
id

1. Geografi dan Iklim

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

GEOGRAFI DAN IKLIM

ul

*** Tahukah Anda

on

pr

og

ps
.b

ok

Posisi astronomi Kabupaten Kulon


Progo terletak antara 7o.3842 s.d. 7o.593
Lintang
Selatan
dan
110o.137s.d.
110o.626 Bujur Timur.

ab

Kabupaten Kulon Progo merupakan


salah satu kabupaten/kota yang terletak di
bagian paling barat di Propinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Kulon
Progo
berbatasan
langsung
dengan
Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman,
di sebelah barat berbatasan dengan
Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa
Tengah, di sebelah utara berbatasan
dengan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa
Tengah, dan sebelah selatan berbatasan
dengan Samudera Hindia.

.g
o.
id

GEOGRAFI

ht

tp
://
k

Kabupaten Kulon Progo dilewati oleh dua


prasarana perhubungan yang merupakan
perlintasan nasional di Pulau Jawa, yaitu jalan
raya nasional sepanjang 28,57 km dan jalur
kereta api sepanjang lebih dari 25 km.

Luas wilayah Kabupaten Kulon Progo


adalah
58.627,54
hektar.
Secara
administratif terbagi menjadi 12 kecamatan
yang meliputi 87 desa, 1 kelurahan, dan 918
pedukuhan.

Tabel 1.1. Luas Wilayah Kecamatan


di Kab. Kulon Progo, Tahun 2013
Kecamatan

Luas (Ha)

Persentase

1. Temon

3.629,89

6,19

2. Wates

3.200,24

5,46

3. Panjatan

4.459,23

7,61

4. Galur

3.291,23

5,61

5. Lendah

3.559,19

6,07

6. Sentolo

5.265,34

8,98

7. Pengasih

6.166,47

10,52

8. Kokap

7.379,95

12,59

9. Girimulyo

5.490,42

9,36

10. Nanggulan

3.960,67

6,76

11. Kalibawang

5.296,37

9,03

12. Samigaluh

6.929,31

11,82

Kulon Progo

58.627,51

100,00

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

GEOGRAFI DAN IKLIM

Kabupaten Kulon Progo memiliki


topografi yang bervariasi dengan ketinggian
antara 0 1000 meter di atas permukaan air
laut (dpal), yang terbagi menjadi 3 wilayah
meliputi :
Bagian Utara merupakan daratan
tinggi/perbukitan Menoreh dengan
ketinggian antara 500 1000 meter
dpal, meliputi Kecamatan Girimulyo,
Kecamatan
Kokap,
Kecamatan
Kalibawang
dan
Kecamatan
Samigaluh. Penggunaan tanah di
wilayah ini diperuntukkan sebagai
kawasan budidaya konservasi dan
merupakan kawasan rawan bencana
tanah longsor.
Bagian Tengah merupakan daerah
perbukitan dengan ketinggian antara
100 500 meter dpal, meliputi
Kecamatan Nanggulan, Kecamatan
Sentolo, Kecamatan Pengasih, dan
sebagian wilayah Kecamatan Lendah,
merupakan wilayah dengan lereng 2o
15o,
tergolong
berombak
dan
bergelombang,
serta
merupakan
peralihan
dataran
rendah
dan
perbukitan.

og

ok

ab

.b

ps

.g
o.
id

a.

ht

tp
://
k

ul

on

pr

b.

c.

Bagian Selatan merupakan dataran


rendah dengan ketinggian 0 100
meter dpal, meliputi Kecamatan
Temon, Kecamatan Wates, Kecamatan
Panjatan, Kecamatan Galur, dan
sebagian Kecamatan Lendah.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

GEOGRAFI DAN IKLIM

Berdasarkan kemiringan lahan, wilayah


bagian selatan memiliki lereng 0o2o,
merupakan wilayah pantai sepanjang 24,9
km, apabila musim penghujan merupakan
kawasan rawan bencana banjir.

Tabel 1.2. Rata-rata Curah Hujan dan Hari


Hujan di Kabupaten Kulon Progo
Tahun 2013
Bulan

Kabupaten Kulon Progo terletak antara

Hari
Hujan
22

2. Februari

245

14

Wilayah ini dilalui oleh Sungai Progo di

3. Maret

222

11

sebelah timur; Sungai Glagah di bagian

4. April

142

10

5. Mei

183

10

.b

.g
o.
id

1. Januari

Curah Hujan
(mm)
490

138

10

89

8. Agustus

9. September

45

11. November

220

14

12. Desember

335

16

187

14

Menoreh

dan

Samudera

Hindia.

ps

Bukit

tengah, dan Sungai Bogowonto di bagian


barat.

ab

6. Juni

ok

7. Juli

*** Tahukah Anda

10. Oktober

Rata-rata

Sumber :Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo

ht

IKLIM

tp
://
k

ul

on

pr

og

Kabupaten Kulon Progo memiliki Waduk


Sermo di Kecamatan Kokap yang didukung
oleh keberadaan jaringan irigasi yang
menyebar hampir di seluruh wilayah
kecamatan.

Pada tahun 2013, curah hujan di


Kabupaten Kulon Progo rata-rata mencapai
2.111 mm/tahun atau 187 mm/bulan.
Sedangkan rata-rata jumlah hari hujan per
tahun sebanyak 120 hari dan rata-rata hari
hujan per bulan sebanyak 14 hari. Curah
hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari
2013 dengan curah hujan mencapai 490
mm dan jumlah hari hujan sebanyak 22 hari
.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

GEOGRAFI DAN IKLIM

Pada
bulan
Agustus
sampai
September mengalami curah hujan terkecil.
Jika dilihat menurut wilayah kecamatan,
rata-rata curah hujan tertinggi di Kecamatan
Lendah tercatat 366 mm dengan rata-rata
jumlah hari hujan perbulan sebanyak 9 hari.
Sedangkan rata-rata curah hujan yang
terendah untuk wilayah yang terpantau
adalah Kecamatan Temon dengan rata-rata
curah hujan 114 mm dan banyak hari hujan
rata-rata 11 hari.

Hari Hujan

3. Panjatan

144

4. Galur

165

5. Lendah

366

6. Sentolo

155

12

7. Pengasih

179

8. Kokap

145

14

9. Girimulyo

190

10. Nanggulan

200

11. Kalibawang

231

on
ul

12

161

11

2.111

120

ht

Rata-rata

tp
://
k

12. Samigaluh

.b

50

ab

188

pr

2. Wates

ps

11

ok

1. Temon

Curah Hujan
(mm)
114

og

Kecamatan

.g
o.
id

Tabel 1.3. Rata-rata Curah Hujan dan Hari


Hujan di Kabupaten Kulon Progo
Dirinci Menurut Kecamatan
Tahun 2013

Sumber :Dinas Pertanian dan Kehutanan Kab. Kulon Progo

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PEMERINTAHAN
Kabupaten Kulon Progo resmi diundangkan tanggal 15 Oktober 1951 yang
merupakan penggabungan dua wilayah yakni wilayah Kasultanan (Kabupaten
Kulon Progo) dan wilayah Pakualaman (Kabupaten Adikarto).

Pada tahun 1951, Sri Sultan Hamengku


Buwono IX dan Sri Pakualam VIII memikirkan
perlunya

penggabungan

antar

wilayah

Kasultanan yaitu Kabupaten Kulon Progo dan


Pakualaman

yakni

Kabupaten

.g
o.
id

wilayah

Adikarto. Atas dasar kesepakatan tersebut,

kedua wilayah tersebut di atas dan wilayah


bernama

Kabupaten

Kulon

ab

gabungannya

.b

UU no 18 tahun 1951 tentang penggabungan

ps

Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan

Progo. UU tersebut ditetapkan tanggal 12

1951.

Sampai

sekarang

setiap

og

Oktober

ok

Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15

on

jadi Kabupaten Kulon Progo.

pr

tanggal 15 Oktober diperingati sebagai hari

Tabel 2.1.
Statistik Pemerintahan Kabupaten Kulon
Progo Tahun 2013
RW

RT

96

166

401

2. Wates

52

127

291

3. Panjatan

100

200

402

4. Galur

75

148

311

5. Lendah

62

107

346

6. Sentolo

84

176

355

7. Pengasih

78

171

361

8. Kokap

63

154

469

penambahan 1 RW di Kecamatan Kokap

9. Girimulyo

57

130

348

sehingga jumlah RW menjadi 154. Secara

10. Nanggulan

61

127

385

11. Kalibawang

84

170

352

12. Samigaluh

106

209

448

1.885

4.469

ul

Pedukuhan

1. Temon

tp
://
k

*** Tahukah Anda

Kecamatan

ht

Untuk memperkenalkan Kulon Progo kepada


dunia nasional dan internasional, Pemerintah
Kabupaten Kulon Progo meluncurkan sebuah
branding Kulon Progo The Jewel of Java

Pada

tahun

2013,

terdapat

administratif Kabupaten Kulon Progo terdiri


dari 12 Kecamatan, 87 Desa dan 1 Kelurahan
yaiutu Kelurahan Wates, 918 pedukuhan,
1.885 RW, dan 4.469 RT.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

Jumlah

918

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

PEMERINTAHAN
Kabupaten Kulon Progo resmi diundangkan tanggal 15 Oktober 1951 yang
merupakan penggabungan dua yakni wilayah Kasultanan (Kabupaten Kulon
Progo) dan wilayah Pakualaman (Kabupaten Adikarto).

Setiap daerah dipimpin oleh kepala

Tabel 2.2.
Jumlah Pegawai Pemerintah Kab. Kulon Progo
Menurut Jenis Kelamin Tahun 2013
Laki-laki

Perempuan

disebut Bupati. Bupati dibantu oleh satu orang


wakil bupati. Bupati dan wakil bupati dipilih

Jumlah

melalui pemilihan kepala daerah (pilkada)

Vertikal
(13 unit)

2.113

610

2.723

Persentase

77,60

22,40

100,00

Pemkab

4.030

4.120

8.150

secara

.g
o.
id

Jenis
Instansi

pemerintah daerah. Untuk wilayah kabupaten

langsung.

Dalam

rangka

penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah

50,55

dibantu

oleh

.b

sekretariat

DPRD,

ab

49,45

Progo

perangkat daerah yang terdiri dari: sekretariat


daerah,

100,00

badan/lembaga/dinas daerah, lembaga teknis


daerah, camat, dan lurah. Selain itu terdapat

ok

Persentase

Kulon

ps

Kabupaten

Sumber : Dinas/Instansi (diolah)

og

pula lembaga/ badan/instansi vertikal yang


berkedudukan di daerah.

tp
://
k

1. SD

Jenis Instansi

PersenVertikal
tase

45

Pemkab

Di Kabupaten Kulon Progo pada tahun


2013 terdapat 8 kantor, 4 badan, 12 dinas, 12
kecamatan, dan 1 kelurahan. Total pegawai di
Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2013

Persentase

mengalami penurunan sebesar 0,02 persen


menjadi 10.873 pegawai (pegawai pemkab

1,65

102

1,25

ht

Tingkat
Pendidikan

ul

on

pr

Tabel 2.3.
Statistik Pegawai Pemerintahan Kabupaten
Menurut Tingkat Pendidikan
Kulon Progo Tahun 2013

2. SMTP

99

3,64

238

2,92

3. SMTA

1.431

52,55

1.890

23,19

4. D1-D3

216

7,93

1.534

18,82

5. DIV/S1/S2

932

34,23

4.386

53,82

dan pegawai instansi vertikal). Hal ini terjadi


karena

adanya

moratorium

bersama

mengenai penerimaan pegawai negeri sipil


sehingga tidak menggantikan pegawai yang
purna tugas pada tahun tersebut. Dari jumlah
tersebut, sebanyak 74,96 persen tercatat
sebagai pegawai pemkab dan 25,04 persen
merupakan pegawai vertikal.
Jumlah

2.723

100

8.150

100

Sumber : Dinas/Instansi (diolah)

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PEMERINTAHAN
Kabupaten Kulon Progo resmi diundangkan tanggal 15 Oktober 1951 yang
merupakan penggabungan dua wilayah yakni wilayah Kasultanan (Kabupaten
Kulon Progo) dan wilayah Pakualaman (Kabupaten Adikarto).

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

tersebut dapat dilihat dari tingkat pendidikan


pegawainya.

Lebih

dari

50

persen

pegawainya merupakan sarjana, sebanyak

Tabel 2.4.
Komposisi Anggota DPRD Kab. Kulon Progo
Tahun 2011-2013
Partai Politik

2011

2013

Golkar

PAN

PPP

Demokrat

PKS

PKPB

PDK

Gerindra

40

40

18,82 persen lulusan D1-D3, lulusan SMA


PDI-P

lulusan SD-SMP.

PKB

unsur

penyelenggaraan

daerah.

DPRD

pemerintahan
fungsi

legislasi,

ok

memiliki

ab

rakyat daerah dan berkedudukan sebagai

.b

DPRD merupakan lembaga perwakilan

ps

sebanyak 23,19 persen, sedangkan sisanya

og

anggaran, dan pengawasan. Jumlah anggota

pr

DPRD Kabupaten Kulon Progo periode 2009-

on

2014 berjumlah 40 orang yang berasal dari


PAN, PDIP, PKB, Golkar, Partai Demokrat,

ul

PKS, Partai Gerindra, Partai Karya Peduli

tp
://
k

Bangsa, dan Partai Demokrasi Kebangsaan.

2010

.g
o.
id

memiliki SDM yang cukup berbobot. Hal

Jumlah

40

Sumber : Sekretariat DPRD Kab. Kulon Progo

Menurut jenis kelamin, dari 40 orang anggota

laki-laki

ht

dewan, sebanyak 36 orang berjenis kelamin


dan

orang

berjenis

kelamin

perempuan.
UU No.10 tahun 2008 tentang pemilu
legislatif dan UU No.2 tahun 2008 tentang
partai

politik menyebutkan

bahwa

kuota

*** Tahukah Anda


Jumlah pegawai dari 13 instansi vertikal di
Kabupaten Kulon Progo sebanyak 2.723 orang,
77,60 persennya laki-laki. Sedangkan dari 8.150
pegawai Pemerintah Kabupaten, proporsi lakilaki dan perempuan hampir seimbang.

keterlibatan perempuan dalam dunia politik


adalah
tersebut

sebesar

30%.

menunjukkan

Berdasarkan
bahwa

UU
peran

perempuan dalam dewan belum ideal karena


baru mencapai 10 persen.
Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PENDUDUK
PENDUDUK

Penduduk adalah modal sosial yang


Tabel 3.1. Estimasi Jumlah Penduduk
Kab. Kulon Progo Berdasarkan Hasil SP2010,
Tahun 2013

sangat penting dalam pembangunan, tetapi


laju pertumbuhan penduduk yang sangat
pesat, dapat menimbulkan banyak persoalan.
Jumlah penduduk Kabupaten Kulon Progo

12.984

25.446

berdasarkan hasil estimasi penduduk tahun

22.413

23.330

45.743

2013 sebanyak 401.450 jiwa, meningkat

3. Panjatan

16.863

17.750

34.613

sebesar 2,09 persen dari tahun sebelumnya.

4. Galur

14.835

15.169

30.004

5. Lendah

18.741

18.995

37.736

6. Sentolo

22.888

23.353

46.241

7. Pengasih

22.820

24.153

46.973

terbesar yaitu mencapai 46.973 jiwa atau

8. Kokap

15.565

16.025

31.590

11,70 persen dari total penduduk kabupaten

9. Girimulyo

10.867

11.397

22.264

10. Nanggulan

13.659

14.522

28.211

11. Kalibawang

13.170

14.110

27.280

12. Samigaluh

12.448

12.901

25.349

196.731

204.719

Kulon Progo

tp
://
k

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

401.450

ht

Gambar 3.1. Distribusi Penduduk Menurut


Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo,
Tahun 2013
Samigaluh
6%
Kalibawang
7%
Nanggulan
7%

ps

merupakan

.b

wilayah yang mempunyai jumlah penduduk

Kulon Progo. Kecamatan Sentolo dan Wates


menempati posisi kedua dan ketiga, dengan
jumlah masing-masing 46.241 jiwa (11,52
persen) dan 45.743 jiwa (11,39 persen).
Jumlah penduduk di tiga kecamatan
tersebut

besar

disebabkan

Kecamatan

Pengasih, Sentolo, dan Wates merupakan


pusat kegiatan pemerintah dan perekonomian
di

Kabupaten

Kulon

Progo.

Sehingga

bermukim di wilayah-wilayah tersebut dengan


Wates
11%

asumsi

Panjatan
9%

Kokap
8%

Galur
7%

Sentolo
12%

Pengasih

sebagian besar masyarakat memilih untuk

Temon
6%

Girimulyo
6%

Pengasih
12%

Kecamatan

ab

2. Wates

ok

12.462

og

1. Temon

.g
o.
id

Jumlah

pr

Perempuan

on

Laki-laki

ul

Kecamatan

Lendah
9%

lebih

fasilitas
pendidikan,

mudah

untuk

pemerintahan,
kesehatan,

menjangkau

perekonomian,
transportasi,

dan

fasilitas lainnya. Sementara itu kecamatan


dengan jumlah penduduk terkecil adalah
Kecamatan

Girimulyo

di

mana

wilayah

tersebut hanya dihuni 5,55 persen dari total

Sumber: BPS Kabupaten Kulon Progo

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PENDUDUK

penduduk

Kulon

Progo

dengan

jumlah

penduduk sebanyak 22.264 jiwa.

Tabel 3.2. Rasio Jenis Kelamin Menurut


Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo,
Tahun 2013
Kecamatan
2. Wates

96,07

.g
o.
id

95,98

3. Panjatan

95,00

4. Galur

97,80

5. Lendah

98,66

6. Sentolo

98,01

7. Pengasih

94,48

8. Kokap

97,13

9. Girimulyo

95,35

10. Nanggulan

94,06

11. Kalibawang

93,34

12. Samigaluh

96,49

ul

on

pr

og

ok

ab

Dilihat menurut perbandingan antara


jumlah penduduk laki-laki dengan penduduk
perempuan (sex ratio), di seluruh kecamatan,
rasio jenis kelaminnya bernilai di bawah 100
seperti terlihat pada Tabel 3.2. Artinya bahwa
hampir seluruh kecamatan di Kulon Progo
jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit
dibanding jumlah penduduk perempuan,
dengan rata-rata rasio jenis kelamin untuk
Kabupaten Kulon Progo sebesar 96,10.

ht

tp
://
k

Pada tahun 2012, jumlah rumah tangga


di Kabupaten Kulon Progo mencapai 110.474
rumah tangga. Jika dibandingkan dengan
jumlah penduduknya yang berjumlah 393.221
jiwa, maka secara rata-rata di Kulon Progo
setiap rumah tangga terdiri dari 4 jiwa.

2013

1. Temon

ps

Jumlah penduduk Kabupaten Kulon Progo hasil


estimasi penduduk Tahun 2013 sebanyak 401.450 jiwa.
Pada tahun 2013 terdapat 96 penduduk laki-laki
diantara 100 penduduk perempuan.

.b

*** Tahukah Anda

Kulon Progo

96,10

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

Tabel 3.3. Jumlah Rumah Tangga Menurut


Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo,
Tahun 2013
Kecamatan

2013

1. Temon
2. Wates
3. Panjatan
4. Galur

*** Tahukah Anda


Kepadatan penduduk Kabupaten Kulon
Progo sebesar 685 jiwa/km2. Kecamatan
Wates adalah wilayah dengan penduduk
terpadat yang mencapai 1.429 jiwa/km2

5. Lendah
6. Sentolo
7. Pengasih
8. Kokap
9. Girimulyo
10. Nanggulan
11. Kalibawang
12. Samigaluh
Kulon Progo
Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PENDUDUK
PENDUDUK

Tabel 3.4. Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan


Kepadatan Penduduk di Kabupaten Kulon Progo,
Tahun 2013 (Jiwa/Km2)

701

45.743

1.429

3. Panjatan

44,59

34.613

776

4. Galur

32,91

30.004

912

5. Lendah

35,59

37.736

1.060

6. Sentolo

52,65

46.241

878

7. Pengasih

61,66

46.973

762

8. Kokap

73,80

31.590

428

9. Girimulyo

54,90

22.264

406

10. Nanggulan

39,61

28.211

712

11. Kalibawang

52,96

27.280

515

12. Samigaluh

69,29

25.349

366

Kulon Progo

586,28

401.450

685

on

tp
://
k

ul

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

ht

Tabel 3.5. Jumlah Akseptor KB Aktif


Menurut Jenis Alat Kontrasepsi
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011-2013
Alat
Kontrasepsi

2011

ps

25.446

32,00

.b

36,30

2. Wates

pr

1. Temon

.g
o.
id

Kepadatan

ab

Jumlah
Penduduk

2012

2013

IUD

12.830

13.097

13.389

MO

3.361

3.397

3.501

IMP

6.349

6.869

7.023

SNT

22.283

22.645

22.947

PIL

4.949

4.841

4.864

CO

2.279

2.333

2.446

Total

52.051

53.182

54.170

*** Tahukah Anda


Jumlah akseptor keluarga berencana di
Kabupaten Kulon Progo tahun 2013
mengalami kenaikan sebesar 1,86 persen
dengan jumlah akseptor sebanyak 54.170
peserta.

ok

Luas
Wilayah

og

Wilayah

Kepadatan
penduduk
merupakan
perbandingan antara jumlah penduduk suatu
wilayah dengan luas wilayah. Kepadatan
penduduk
menggambarkan
rata-rata
2
banyaknya penduduk yang menghuni tiap km
suatu wilayah. Pada tahun 2013, kecamatan
yang padat penduduknya adalah Kecamatan
2
Wates dengan kepadatan 1.429 jiwa/km .
Sebaliknya Kecamatan Samigaluh merupakan
wilayah yang kepadatannya paling rendah di
Kulon Progo yaitu sebesar 366 jiwa/km 2.

Program Keluarga Berencana (KB)


merupakan salah satu program pemerintah
dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.
Jumlah peserta KB aktif di Kabupaten Kulon
Progo pada tahun 2013 sebanyak 54.170
akseptor. Dari jumlah tersebut sebanyak
42,36
persennya
menggunakan
alat
kontrasepsi suntik, kemudian alat kontrasepsi
IUD sebanyak 24,72 persen. Sedangkan alat
kontrasepsi implant menempati peringkat
ketiga yaitu sebesar 12,96 persen dari total
peserta KB aktif.

Sumber : Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa,


Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulon Progo

10

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

KETENAG AKERJAAN

Konsep tenaga kerja yang digunakan oleh


BPS mengikuti konsep internasional, yakni
mengacu kepada The Labour Force Concept

Tabel 4.1. Statistik Ketenagakerjaan Kabupaten


Kulon Progo, Tahun 2012 - 2013

yang disarankan oleh International Labour


Organization (ILO), bahwa penduduk usia kerja

Agustus

2013, dari jumlah penduduk usia kerja di


Kabupaten

Kulon

Progo

persennya

termasuk

sebanyak

angkatan

75,61

kerja

dan

sebanyak 24,39 persennya termasuk bukan

100,00
75,61

73,11
2,29
24,60
6,54
13,48
4,58

73,46
2,15
24,39
4,18
15,31
4,90

Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT)

3,04

2,85

Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK)

75,40

75,61

1. Bekerja
2. Pengangguran
b. Bukan Angkatan Kerja
1. Sekolah
2. Mengurus Rumahtangga
3. Lainnya

ok

angkatan kerja. Pengertian Angkatan Kerja

100,00
75,40

Penduduk Usia Kerja


a. Angkatan Kerja

ps

Sakernas

(3)

.b

hasil

2013

(2)

ab

Berdasarkan

2012

(1)

.g
o.
id

adalah yang telah berumur 15 tahun ke atas.

Uraian

og

disini adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke

atas) yang bekerja, atau punya pekerjaan


sementara

tidak

dan

Sumber : Sakernas Kab. Kulon Progo, 2013

ul

on

pengangguran.

bekerja

pr

namun

ht

tp
://
k

*** Tahukah Anda


Pada tahun 2013 Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Kulon
Progo sebesar 75,61 persen dari penduduk
usia 15 tahun ke atas. Artinya dari 100
penduduk usia kerja 76 orang termasuk
sebagai angkatan kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)


menggambarkan

perbandingan

jumlah

penduduk usia kerja yang menganggur dengan


banyaknya angkatan kerja. Hasil Sakernas
Agustus 2013 menunjukkan bahwa TPT di
Kabupaten Kulon Progo sebesar 2,85.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

11

KETENAG AKERJAAN

Yang dimaksud pengangguran yaitu


penduduk usia kerja yang sedang mencari kerja,

Tabel 4.2. Persentase Jumlah Pencari Kerja


Pendaftar Baru Menurut Tingkat Pendidikan,
Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011 - 2013

sedang mempersiapkan usaha, sudah diterima


pada suatu pekerjaan tetapi belum mulai kerja,

Jenjang
Pendidikan

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

mendapatkan pekerjaan.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial,

21,95

24,01

22,98

SMK

39,27

21,61

11,23

D I/ D II/ D III

8,69

2,54

14,51

Sarjana

3,26

4,11

14,70

100,00

100,00

100,00

Kulon Progo, tercatat jumlah pencari kerja


pendaftar baru sebagian besar berpendidikan
kurang dari SLTA sederajat (36,58 persen). Hal
ini

disebabkan

masih

banyak

lapangan

pekerjaan yang tidak mensyaratkan ketrampilan


dan pendidikan tertentu. Namun hal tersebut
perlu menjadi perhatian karena ada indikasi
kualitas sumber daya manusia dari para pencari
kerja tersebut masih kurang memadai.

tp
://
k

ul

on

pr

Sumber : Dinsosnakertrans Kab. Kulon Progo

ps

SMA sederajat

Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten

.b

36,58

ab

47,75

ok

26,82

og

< SLTA

Jumlah

.g
o.
id

atau mereka yang sudah putus asa untuk

ht

*** Tahukah Anda


Sebagian besar pencari kerja
pendaftar baru di Kabupaten Kulon Progo,
pada tahun 2013 merupakan lulusan kurang
dari SLTA sederajat.

12

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PENDIDIKAN

Indikator di bidang pendidikan yang


sering

digunakan

untuk

Tabel 5.1. Angka Partisipasi Sekolah (APS)


Kabupaten Kulon Progo , Tahun 2011 -2013

mengevaluasi

kinerja pembangunan di bidang pendidikan


diantaranya

angka

partisipasi

Kelompok
Usia Sekolah
(Tahun)
(1)

sekolah

(APS), tingkat pendidikan yang ditamatkan,

rata lama sekolah, angka putus sekolah,

Partisipasi

Sekolah

(APS)

merupakan

salah

satu

(3)

(4)

99,38

99,63

13 15

93,17

100,00

97,00

74,06

82,22

83,41

19,71

19,04

19,65

.b
ab

tersebut

ok

Angka

(2)
100,00

16 18

merupakan ukuran daya serap lembaga


pendidikan terhadap penduduk usia sekolah.

2013

7 12

ps

rasio guru murid, dan rasio murid kelas.


Angka

2012

.g
o.
id

tingkat buta huruf/tingkat melek huruf, rata-

2011

19 24

Sumber : Susenas Kulon Progo, 2011,2012,2013

indikator yang digunakan untuk melihat


penduduk

usia

sekolah

dalam

og

akses

pr

memanfaatkan fasilitas pendidikan. APS

on

dihitung dengan membagi jumlah penduduk


pada kelompok umur tertentu (umur 7-12;

ul

13-15; atau 16-18) yang sedang bersekolah,

*** Tahukah Anda


Angka Partisipasi Sekolah kelompok
usia 712 tahun di Kabupaten Kulon Progo
pada tahun 2013 sebesar 99,63. Artinya 99
persen penduduk usia tersebut sedang
bersekolah di jenjang sekolah dasar (SD).

tp
://
k

dengan jumlah penduduk pada kelompok


umur yang bersangkutan (umur 7-12; 13-15;

ht

atau 16-18) dikalikan 100%.


Semakin tinggi

Rumus Angka Partisipasi Sekolah (APS):

APS h

APS menunjukkan

semakin besar pula jumlah penduduk yang

di mana :

berkesempatan

E ht

Meningkatnya

mengenyam
APS

tidak

pendidikan.
selalu

dapat

diartikan sebagai meningkatnya pemerataan


kesempatan masyarakat untuk mengenyam
pendidikan.
Pada tahun 2013 besaran APS di
jenjang usia SLTP (1315 tahun) mengalami

Eht
100
t
Ph,a

adalah jumlah penduduk yang pada

tahun t dari berbagai usia sedang sekolah


pada jenjang pendidikan h
t
Ph,a

adalah jumlah penduduk yang pada

tahun t berada pada kelompok usia a yaitu


kelompok usia yang berkaitan dengan
jenjang pendidikan h

penurunan dibanding tahun sebelumnya


yaitu sebesar 97.
Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

13

PENDIDIKAN

Keberhasilan pembangunan di bidang

Tabel 5.2 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas


Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan,
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011 - 2013
2011

2012

2013

(2)

(3)

(4)

22,48

23,70

23,40

SD

22,66

23,90

25,42

SLTP

21,70

19,94

19,53

SLTA

26,68

26,57

26,10

Diploma/ Universitas

6,49

5,90

5,55

100,00

100,00

100,00

yang

ditamatkan,

maka

semakin

baik

kualitas sumber daya manusianya.


Gambaran umum tingkat kecerdasan

Sumber : Susenas Kulon Progo, 2011,2012,2013

ps

penduduk suatu daerah dapat digambarkan

.b

melalui kemampuan membaca dan menulis.


Dengan kemampuan tersebut seseorang

ab

JUMLAH

10 tahun ke atas. Semakin tinggi pendidikan

akan

mudah

dalam

mengakses

informasi, lebih mudah juga untuk menyerap

pr

og

ilmu pengetahuan.

on

*** Tahukah Anda

lebih

ok

(1)
Tidak/Belum
PernahSekolah/
Belum Tamat SD

pendidikan yang ditamatkan penduduk umur

.g
o.
id

Pendidikan Tertinggi
yang Ditamatkan

pendidikan bisa dilihat dari indikator tingkat

tp
://
k

ul

Pada tahun 2013, ada sebesar 26,10


persen penduduk kabupaten Kulon Progo telah
menyelesaikan pendidikan SLTA. Akan tetapi
penduduk yang tidak/belum pernah sekolah/belum
tamat SD ada sebesar 23,40 persen.

kemampuan baca tulis penduduk suatu


wilayah adalah Angka Melek Huruf (AMH).
AMH

ht

didefinisikan

sebagai

besarnya

persentase penduduk 10 tahun ke atas yang


dapat

Tabel 5.3. Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas


Menurut Kemampuan Membaca dan Menulis
Dirinci Menurut Jenis Kelamin,
Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011 - 2013

Indikator yang dipakai untuk mengukur

membaca

dan

menulis

huruf

data

Susenas

2013,

latin/lainnya.
Berdasarkan

persentase penduduk 10 tahun ke atas di


Kabupaten

Kulon

Progo

yang

dapat

Jenis Kelamin

2011

2012

2013

membaca dan menulis sebesar 94 persen.

(1)

(2)

(3)

(4)

Untuk penduduk laki-laki angka melek huruf


(AMH 10 tahun ke atas) mencapai 97,71

Laki-laki

96,98

96,17

97,71

Perempuan

87,29

89,26

90,48

persen, lebih tinggi daripada AMH penduduk


perempuan yang besarnya 90,48 persen.

Laki-laki dan
Perempuan

92,00

92,62

94,00

Sumber : Susenas Kulon Progo, 2011,2012,2013

14

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PENDIDIKAN

Pada tahun ajaran 2012/2013 rasio


jenjang

pendidikan

SD

mengalami peningkatan yaitu sebesar 9,

Jenjang
Pendidikan

2010/
2011

2011/
2012

2012/
2013

(1)

(2)

(3)

(4)

10

10

SLTP

10

11

10

SLTA

10

yang artinya setiap satu guru mengampu


rata-rata 9 murid. Untuk jenjang SLTP, rasio

SD

murid terhadap guru sebesar 10, artinya


bahwa setiap guru mengampu rata-rata 10
murid. Dan untuk tingkat SLTA/SMK rasio

ps

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional


Kabupaten Kulon Progo

.b

murid terhadap guru sebesar 10, mengalami

ok

sebesar 14, SLTP 23, dan SLTA 24, yang

ab

penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.


Sedangkan rasio murid-kelas untuk SD

og

artinya rata-rata terdapat 13 orang murid per

.g
o.
id

murid-guru

Tabel 5.4 Rasio Murid-Guru di Kab. Kulon Progo,


Tahun Ajaran 2010/2011 2012/2013

Rasio Murid-Guru dan Rasio Murid-Kelas

Rasio Murid-Guru = Jumlah Murid/Jumlah Guru

pr

kelas, untuk jenjang SLTP 23 murid per

Rasio Murid-Kelas = Jumlah Murid/Jumlah Kelas

on

kelas, dan untuk jenjang SLTA 24 murid per


kelas.

merupakan

indikator

tp
://
k

kelas

ul

Rasio murid-guru dan rasio muriddi

bidang

Tabel 5.5 Rasio Murid-Kelas


di Kabupaten Kulon Progo
Tahun Ajaran 2010/2011 2012/2013

pendidikan yang sangat berguna untuk


tingkat

efektivitas dan efisiensi

ht

melihat

proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.


Rasio murid-guru menggambarkan beban
tugas guru dalam mengajar pada suatu
jenjang pendidikan. Indikator ini juga dapat
digunakan untuk melihat mutu pengajaran di
kelas.

2010/
2011
(2)
16

2011/
2012
(3)
15

2012/
2013
(4)
14

SLTP

28

28

23

SLTA

27

25

24

Jenjang Pendidikan
(1)
SD

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kab.Kulon Progo

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

15

PENDIDIKAN

Tabel 5.6. Jumlah Murid, Guru, dan Sekolah


di Kabupaten Kulon Progo
Tahun Ajaran 2012/2013

Pada tahun ajaran 2012/2013 sarana


pendidikan yang terdapat di Kabupaten
Kulon Progo (baik di bawah Diknas maupun

Murid

TK
(Negeri+ Swasta)

Jumlah
Sekolah

Guru

Non Diknas), Taman Kanak-Kanak (TK)


sebanyak 330 sekolah, SD/MI 371 sekolah,

.g
o.
id

Tingkatan
Sekolah

SLTP/MTs 78 sekolah, dan SLTA/SMK

9.899

885

330

SD Negeri

28.462

2.777

288

SD Swasta

5.118

777

83

satu

SLTP Negeri

12.983

1.146

36

menambah ilmu pengetahuan selain sarana

SLTP Swasta

2.849

360

42

pendidikan formal. Selama kurun waktu tiga

SMU Negeri

3.603

498

11

tahun

295

65

11.794

1.030

36

523

136

ul

tp
://
k

ht

Tabel. 5.7. Jumlah Pengunjung Perpustakaan


Umum
Kab.Dalam
KulonAngka
Progo
Menurut
Sumber
: Daerah
Kabupaten
KulonTingkat
Progo 2011
Pendidikan (Status) Pengunjung,
Tahun 2011 - 2013
2011

2012

2013

49.272

59.469

58.096

SLTP

7.130

2.981

4.568

SLTA

5.861

5.328

4.250

PT

5.804

6.282

6.884

11.493

8.653

15.397

79.560

82.713

89.195

SD

Lainnya
JUMLAH

ps

bagi

masyarakat

dalam

ok

ab

.b

tempat

terakhir,

perpustakaan

og

Sumber : Dinas Pendidikan Nasional Kab.Kulon Progo

Tingkatan
Pendidikan

Perpustakaan umum merupakan salah

pr

SLB
(Negeri+Swasta)

on

SMU Swasta
SMK
(Negeri+Swasta)

sebanyak 56 sekolah.

jumlah

umum

pengunjung

Kabupaten

Kulon

Progo mengalami peningkatan. Pada tahun


2013 mengalami peningkatan sebesar 7,84
persen.

Jumlah

pengunjung

terbanyak

masih dari siswa sekolah dasar yaitu


sebesar 65,13 persen, kemudian sebesar
17,26 persen pengunjung lainnya.

*** Tahukah Anda


Kabupaten Kulon Progo mempunyai empat
(4) Perguruan Tinggi yakni Sekolah Tinggi
Ilmu Tarbiyah Wates, Universitas Janabadra,
Universitas Negeri Yogyakarta, dan IKIP
PGRI Pengasih.

Sumber : Kantor Perpustakaan Kabupaten Kulon


Progo

16

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

KESEHATAN

Beberapa
dibahas

indikator

sebagai

yang

bahan

akan
Tabel 6.1 Persentase Angka Kematian Bayi
Menurut Penyebab Kematian Bayi
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011-2013

evaluasi

pembangunan di bidang kesehatan dan gizi


antara lain: angka harapan hidup, angka
kematian bayi, penolong persalinan terakhir,

lamanya bayi mendapat asupan air susu ibu


(ASI).

(1)

(2)

(3)

Asfiksia

31,51

20,29

BBLR
(Berat Badan Lahir Rendah)

26,03

14,49

Kelainan Bawaan

15,07

11,59

Sepsis

6,85

5,80

Diare

4,11

4,35

ab

.b

nilai persentase bayi lahir yang meninggal

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo

ok

2012, angka kematian bayi Kabupaten

2012

ps

Angka kematian bayi menunjukkan

sebelum berusia satu tahun. Pada tahun

2011

.g
o.
id

jumlah sarana kesehatan, serta rata-rata

Penyebab Utama

og

Kulon Progo mencapai 12,10 per 1000


kelahiran hidup. Penyebab utama kematian

*** Tahukah Anda

BBLR

sebesar

14,49

on

persen,

pr

bayi disebabkan oleh Asfiksia sebesar 20,29

persen,

ul

Kelainan Bawaan sebesar 11,59 persen,

Peluang atau harapan hidup penduduk


Kabupaten Kulon Progo yang lahir pada
tahun 2012 adalah 74,48 tahun.

tp
://
k

Sepsis sebesar 5,80 persen dan Diare


sebesar 4,35 persen.

Angka Kematian Ibu pada tahun 2012


3 orang (52,6 per 100.000

ht

sebanyak

kelahiran hidup), mengalami penurunan


dibandingkan tahun 2011 yaitu sebanyak 6
orang (105,2 per 100.000 kelahiran hidup).
Angka

kematian

bayi

sangat

dipengaruhi oleh tingkat perawatan sejak


janin masih dalam kandungan ibu, saat

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo

kelahiran, hingga bayi berumur hampir satu


tahun. Pada saat kelahiran, ada faktor
penting yang mempengaruhi kesehatan ibu
dan anak yaitu penolong kelahiran.
Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

17

KESEHATAN

Persalinan yang ditolong oleh tenaga

Tabel 6.2 Persentase Penolong Terakhir Persalinan


Kelahiran di Kabupaten Kulon Progo,
Tahun 2011-2013

Non Medis
Jumlah

dibandingkan penolong non medis. Selama

2011

2012

2013

(2)

(3)

(4)

97,21

98,22

99,37

2,79

1,78

0,63

100,00

100,00

100,00

kurun waktu tiga tahun terakhir proses

.g
o.
id

Medis

mengurangi resiko kematian ibu dan bayi

kelahiran bayi di Kabupaten Kulon Progo


lebih banyak dibantu oleh tenaga medis.
Sarana

kesehatan

ps

Penolong
Terakhir
(1)

medis seperti dokter dan bidan dapat

di

Kabupaten

Kulon Progo pada tahun 2013 terdiri dari 8

.b

Sumber : Susenas Kulon Progo, 2011,2012,2013

ab

buah rumah sakit, yang meliputi 1 RS


pemerintah (RSUD Wates), 5 RS swasta

ok

*** Tahukah Anda

dan 2 RS khusus (Rizki Amalia Lendah dan

og

Rasio dokter yang bekerja di rumah


sakit dan puskesmas di Kabupaten Kulon
Progo pada tahun 2013 sebesar 2389, artinya
satu orang dokter akan melayani sebanyak
2389 penduduk Kabupaten Kulon Progo.

ul

on

pr

RSK Pura Raharja). Adapun kelima RSU

tp
://
k

ht

Nanggulan,

RSU

PKU

Muhammadiyah

Puskesmas sebanyak 21 unit, tersebar di 9


kecamatan masing-masing 2 unit, kecuali

2011

2012

2013

(2)

(3)

(4)

Rumah Sakit

Puskesmas

84

84

84

Rumah Sakit

94

106

116

Puskesmas

44

44

52

(1)

RSU Boro, RSU PKU Muhammadiyah

Wates, dan Rizki Amalia Temon. Jumlah

Tabel 6.3 Banyaknya Fasilitas Kesehatan


Dan Tenaga Kesehatan di Kab. Kulon Progo
Tahun 2011-2013
Jenis Fasilitas/
Tenaga Kesehatan

swasta yakni : RSU Kharisma Paramedika,

Dokter

Wates,

Nanggulan,

dan

Kalibawang

(masing-masing 1 unit).
Pada tahun 2013, jumlah dokter yang
bekerja di rumah sakit dan puskesmas di
Kabupaten

Kulon

Progo

mengalami

peningkatan dibanding tahun sebelumnya


yaitu sebanyak 168 dokter. Sedangkan
jumlah paramedis mengalami penurunan

Paramedis
Rumah Sakit

339

522

415

Puskesmas

339

711

321

hampir 50 persen yaitu sebanyak 736


orang.

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo

18

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

KESEHATAN

Salah satu usaha untuk meningkatkan


kualitas sumber
dengan

daya manusia

memperhatikan

adalah
Tabel 6.4 Persentase Balita Usia 2-4 Tahun Yang
Pernah Diberi ASI Menurut Lamanya Diberi ASI,
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011-2013

perkembangan

anak sejak usia dini. Faktor penting yang


berpengaruh dalam upaya tersebut salah

Lamanya Disusui
(bulan)
(1)

mengandung zat kekebalan tubuh untuk


bayi,

serta

merupakan makanan

yang

(2)

(3)

(4)

7,90

11,51

0,40

6-11

1,91

2,86

1,53

12-17

10,72

5,98

5,69

18-23

14,69

15,02

23,13

24+

64,79

64,62

69,24

ab
ok

Sumber : Susenas Kulon Progo, 2011,2012,2013

ul

on

pr

og

Pada tahun 2012, persentase balita


umur 2 4 tahun yang diberi ASI selama 24
bulan atau lebih sedikit menurun dibanding
tahun 2011. Pada tahun 2011 persentasenya
64,79 persen, pada tahun 2012 menurun
menjadi 64,42 persen.

2013

.b

sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan

*** Tahukah Anda

2012

ps

mengandung nilai gizi yang tinggi yang

kesehatan bayi.

2011

.g
o.
id

satunya pemberian Air Susu Ibu (ASI). ASI

tp
://
k

Untuk mencapai derajat kesehatan


yang tinggi dapat dilakukan antara lain
melalui pemberian imunisasi pada balita

Tabel 6.5 Jumlah Bayi Diimunisasi Menurut Jenis


Imunisasi di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011-2013
Lamanya Disusui
(bulan)

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

BCG

5.159

5.566

4.702

kemungkinan terserang penyakit berbahaya.

HB1

5.286

5.513

5.213

Secara

DPT3/HB3

5.223

5.499

5.161

Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2013

Polio/IPV

5.244

5.487

819

yang sudah mendapat imunisasi cukup

Campak

5.256

5.476

4.838

tinggi yaitu di atas 85 persen untuk semua

Hepatitis B3

5.223

5.499

5.161

ht

utamanya ditujukan untuk mencegah dari


umum

persentase

balita

di

jenis imunisasi standar dari jumlah bayi

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo

sebanyak 5.322 bayi. Untuk jenis imunisasi


polio pada tahun 2013 diganti dengan IPV
(imunisasi pentavalen) dan hanya sebesar
15,39 persen bayi yang diimunisasi.
Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

19

PERUMAHAN

Kebutuhan dasar bagi manusia selain

Tabel 7.1 Persentase Rumah Tangga menurut


Sumber Penerangan di Kab. Kulon Progo
Tahun 2011 - 2013

dan

2013

penduduk,

(2)
99,73

(3)
99,06

(4)
99,54

perumahan

Petromak/Aladin

0,00

0,00

0,00

Pelita/Sentir

0,27

0,94

0,46

kebutuhan
juga

papan

akan

ketersediaan

semakin

meningkat.

Semakin baik kondisi dan kualitas rumah


menunjukkan semakin baik keadaan sosial

ps

ekonomi rumah tangga.


Beberapa

.b

Listrik

adalah

(perumahan). Sejalan dengan pertumbuhan

2012

2011

pangan

.g
o.
id

Sumber
Penerangan
(1)

sandang

merupakan

syarat

ab

Sumber : Susenas Kulon Progo, 2011,2012,2013

fasilitas
agar

pokok
rumah

yang
menjadi

ketersediaan listrik, air minum, jenis lantai

tp
://
k

ul

on

pr

og

*** Tahukah Anda


Salah satu indikasi rumah sehat menurut
World Health Organization (WHO) adalah rumah
tinggal yang memiliki luas lantai per kapita minimal
10 m2. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi
Nasional (Susenas) 2013, lebih dari 90 persen rumah
tangga menempati luas lantai lebih dari 50 m 2. Jika
dirata-rata per rumahtangga ada 4 ART, maka secara
rata-rata per kapita nya sudah lebih dari 10 m2.

ok

nyaman dan sehat untuk dihuni antara lain

ht

Rincian

2011

2012

2013

(1)

(2)

(3)

(4)

88.015

91.112

95.465

63.626.590

67.637.196

73.129.450

Daya
Terpasang
(Kilo Watt)

tempat

penampungan

kotoran,

serta

ketersediaan jamban yang memenuhi syarat


kesehatan.
Berdasarkan hasil Susenas tahun 2013,
hampir seluruh rumah tangga di Kabupaten
Kulon Progo (99,54 persen) menggunakan
listrik sebagai sumber penerangan rumah,

Tabel 7.2 Jumlah Pelanggan dan Daya Terpasang


di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011 - 2013

Jumlah
Pelanggan

bukan dari tanah, jarak sumber air minum ke

sisanya (0,46 persen) masih menggunakan


pelita/sentir sebagai sumber penerangan.
Berdasarkan data dari PLN Wates, pada
tahun 2013 jumlah pelanggan yang tercatat
mengalami peningkatan sebesar 4,78 persen.
Hal ini menyebabkan daya yang terpasang
meningkat

menjadi

73.129.450

kilo

watt

(sebesar 8,12 persen).

Sumber : PLN Wates

20

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PERUMAHAN

vital bagi manusia terutama untuk minum.


Manusia membutuhkan air minum rata-rata
1,5 liter per hari. Ketersediaan air bersih yang
berkualitas dalam jumlah yang cukup perlu
diperhatikan dari mana sumber nya. Sumber

Tabel 7.3 Persentase Rumah Tangga


Menurut Sumber Air Minum
Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011 - 2013
Sumber Air
Minum
(1)

2011

2012

2013

(2)

(3)

(4)

.g
o.
id

Air merupakan kebutuhan yang sangat

Air Kemasan

2,52

3,94

3,85

dapat digunakan sebagai salah satu indikator

Ledeng

8,19

9,13

9,67

kesejahteraan penduduk baik ditinjau dari

Sumur Pompa

2,33

1,89

2,21

segi kesehatan maupun keadaan ekonomi.

Sumur/Perigi

70,29

67,24

66,92

Mata Air/Lainnya

16,68

17,79

17,35

sumur/perigi/sumur

2013,

.b

Susenas

pompa

ok

penggunaan

hasil

ab

Berdasarkan

ps

air minum yang digunakan penduduk juga

Sumber : Susenas Kulon Progo, 2011,2012,2013

og

masih merupakan sumber air minum andalan


penduduk kabupaten Kulon Progo (sekitar
pompa

sebesar

2,21

on

sumur

pr

66,92 persen menggunakan sumur/perigi dan


persen).

ul

Pengguna sumber air minum dari mata

sebesar

tp
://
k

air/lainnya sebesar 17,35 persen, ledeng


9,67

persen.

Penggunaan

air

kemasan sebagai sumber air minum pada

*** Tahukah Anda


Berdasar hasil Susenas 2013, di Kabupaten Kulon
Progo sebagian besar rumahtangganya (66,92
persen) menggunakan sumber air minum dari
sumur/perigi.
Kabupaten Kulon Progo memanfaatkan mata air
setempat dengan memproduksi air kemasan yang
diberi label AirKU.

ht

tahun 2013, sedikit mengalami penurunan


menjadi 3,85 persen.
Pada musim kemarau di Kabupaten
Kulon Progo sebagian masyarakat yang
menggunakan

sumber

sumur/perigi/sumur

air

pompa

minum
masih

dari
rawan

mengalami kekeringan. Hal ini menyebabkan


masyarakat akan beralih pada penggunaan
sumber air minum dari mata air terdekat.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

21

PERUMAHAN

Pembangunan

Tabel 7.4 Persentase Rumah Tangga Menurut


Jenis Lantai Terluas di Kabupaten Kulon Progo
Tahun 2012 - 2013

pemukiman

rakyat

diharapkan semakin meningkatkan kualitas


kesehatan masyarakat. Pada tahun 2013
persentase rumah tangga dengan lantai tanah

Lantai Terluas

2012

2013

(1)

(2)

(3)

tangga dengan lantai bukan tanah sebesar

Tanah

14,65

20,27

79,73 persen. Rumah tangga dengan lantai

Bukan Tanah

85,35

79,73

bukan

termasuk

ps

tanah

.g
o.
id

sebesar 20,27 persen. Sedangkan rumah

juga

yang

menggunakan lantai dari semen, traso, tegel,

.b

Sumber : Susenas Kulon Progo 2012,2013

ok

ab

keramik, marmer, kayu, dll.

og

*** Tahukah Anda

ht

tp
://
k

ul

on

pr

Berdasar hasil Susenas 2012, sebagian besar


rumahtangga di Kabupaten Kulon Progo (85,35
persen) jenis lantai terluasnya bukan tanah.

22

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PERTANIAN

Sektor

pertanian

masih

menjadi

tumpuan perekonomian Kabupaten Kulon

Tabel 8.1. Luas Panen, Produksi, dan


Produktivitas Tanaman Padi Palawija
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2012-2013

Progo, meskipun kecenderungannya semakin


menurun dari tahun ke tahun.

Uraian

Pada tahun

(1)
Padi Sawah

total nilai PDRB Kabupaten Kulon Progo

Luas Panen (Ha)

sebesar 22,87 persen sedikit menurun dari

Produksi (Ton)

tanaman

bahan

makanan

yang

ok

memberikan sumbangan 57,92 persen dari

31,91

34,20

Produktivitas (Kw/Ha)
Jagung

pr

og

Produktivitas (Kw/Ha)

on

ul

padi

palawija

mengalami

tp
://
k

kelompok

produktivitas

penurunan di tahun 2013. Kedelai merupakan


komoditas

yang

mengalami

penurunan

ht

produktivitas paling tinggi yaitu mencapai


14,69 persen. Pada tahun 2012 produktivitas

63,59
788

dan buah-buahan.

dan

69,6

2.695

terdiri dari kelompok padi palawija, sayuran,

produksi,

17.614
112.007

707

Produksi (Ton)

nilai

19.116
132.982

2.256

Luas Panen (Ha)

panen,

(3)

Produksi (Ton)

Luas Panen (Ha)

total nilai sektor pertanian. Sub sektor ini

Secara umum hampir semua luas

(2)

Padi Gogo

ab

sektor

2013

ps

Penopang utama sektor pertanian adalah sub

Produktivitas (Kw/Ha)

.b

tahun 2012 yang mencapai 23,48 persen.

.g
o.
id

2013 kontribusi sektor pertanian terhadap

2012

5.112

4.919

31.233

27.456

61,09

55,82

2.931

2.968

Produksi (Ton)

47.445

45.793

Produktivitas (Kw/Ha)

161,87

154,29

Luas Panen (Ha)

1.197

1.155

Produksi (Ton)

1.087

1.364

9,08

11,81

Ketela Pohon
Luas Panen (Ha)

Kacang Tanah

Produktivitas (Kw/Ha)
Kedelai
Luas Panen (Ha)

3.028

2.702

kedelai mencapai 16,81 kw per hektar turun

Produksi (Ton)

5.091

3.875

menjadi 14,34 kw per hektar. Faktor yang

Produktivitas (Kw/Ha)

16,81

14,34

mendukung penurunan produktivitas kedelai

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

antara lain semakin menurunnya luas tanam


dan musim kemarau yang berubah.

*** Tahukah Anda


Tanaman kacang tanah merupakan satu-satunya
tanaman
yang
mengalami
peningkatan
produktivitas
mencapai
30,07
persen,
dibandingkan tanaman palawija lainnya pada
tahun 2013.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

23

PERTANIAN
Tabel 8.2 Luas Panen dan Produksi Komoditas
Hortikultura Utama di Kabupaten Kulon Progo,
Tahun 2012-2013
2012
(2)

Produksi (Kwintal)

produksi, kecuali produksi bawang daun dan

259

24.722

21.505

28

39

3.315

4.752

benguk mengalami peningkatan dibanding


tahun sebelumnya. Walaupun mengalami

Bawang Daun

penurunan

hampir

semua

komoditas sayuran mengalami peningkatan

231

262

5.010

5.872

1.280

1.469

115.816

109.208

48

68

Produksi (Kwintal)

dan

Luas Panen (Ha)

5.627

Petsai/Sawi
338

47.938

229

32.658

tp
://
k

Produksi (Kwintal)

ok

4.478

ul

Luas Panen (Ha)

65,85 kwintal per hektar.

on

Produksi (Kwintal)

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

penurunan

masing sebesar 74,24 kwintal per hektar dan

pr

Cabe Rawit

mengalami

og

Produksi (Kwintal)

rawit

produktivitas pada tahun 2013 yaitu masing-

Cabe Besar
Luas Panen (Ha)

cabe

ab

Luas Panen (Ha)

.b

produktivitas, kecuali tanaman cabe besar

Benguk

*** Tahukah Anda

Cabe besar merupakan komoditas unggulan sayuran


di Kabupaten Kulon Progo. Akan tetapi produktivitas
cabe besar mulai mengalami penurunan, hal ini
disebabkan karena cuaca/musim yang berubah dan
kurang mendukung. Wilayah selatan Kulon Progo
sangat potensial untuk pertanian cabe besar.

Tanaman buah melon dan semangka

Tabel 8.3 Produksi Tanaman Buah Di


Kabupaten Kulon Progo (Kwintal)
Tahun 2012 - 2013

ht

masih merupakan tanaman yang potensial di


Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2013,

Uraian

2012

2013

dengan produksi sebesar 298.842 kwintal.

(1)

(2)

(3)

Tanaman buah durian dan manggis juga

Melon+Semangka

299.308

298.842

merupakan tanaman yang cukup potensial di

Pisang

197.818

197.858

Kabupaten Kulon Progo dengan produksi

Mangga

92.323

92.469

masing-masing sebesar 29.697 kwintal dan

Durian

26.682

29.697

9.749

9.688

9.749

Manggis

Sumber: Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian &


Kehutanan Kab. Kulon Progo

24

produksi,

ps

Produksi (Kwintal)

semua

pada tahun 2013 mengalami penurunan

2013
(3)

304

Luas Panen (Ha)

hampir

komoditas sayuran di Kabupaten Kulon Progo

Bawang Merah
Luas Panen (Ha)

umum,

.g
o.
id

Uraian
(1)

Secara

kwintal.

Terutama

buah

manggis

merupakan buah yang makin diminati banyak


orang karena khasiatnya sebagai antioksidan.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PERTANIAN
tanaman

bahan

makanan
Tabel 8.4 Produksi Tanaman Perkebunan di
Kabupaten Kulon Progo (Ton)
Tahun 2012-2013

komoditas pertanian juga mencakup tanaman


obat-obatan, perkebunan, serta kehutanan. Di
samping

itu

kegiatan

peternakan

dan
Uraian

perikanan juga termasuk dalam kegiatan


pertanian.

2012

2013

(2)
732,53

(3)
1.010,93

(4)
1.043,87

340,04

781,46

706,81

Kelapa

29.292,45

29,584,16

22.298,14

adalah kakao dan cengkeh. Kemudian setelah

Cengkeh

388,31

1.039,74

355,00

Gebang

83,71

78,94

82,87

19,68

1,3

1,61

komoditas unggulan

tanaman

nilam

yang

terus

adalah

mengalami

selama tiga tahun

ok

peningkatan produksi

lain

og

terakhir. Pada tahun 2013, tanaman nilam


mengalami peningkatan produksi sebesar
persen

(sebanyak

164,75

pr

10,06

ton)

on

dibanding produksi tahun 2012 yang sebesar

ul

149,69 ton.

tp
://
k

Untuk komoditas tanaman obat-obatan


ada lima komoditas yang produksinya cukup
besar yakni jahe, laos, kencur, kunyit, dan
Tanaman

ht

temulawak.

jahe,

kunyit

dan

temulawak mampu berproduksi diatas 2.000


ton setiap tahunnya.
Untuk

Jambu Mete
Lada

ab

kelapa,

ps

yang diandalkan di Kabupaten Kulon Progo

.b

Selain kelapa, komoditas perkebunan

(1)
Kakao
Kopi

2011

.g
o.
id

Selain

tanaman kehutanan, produksi

Teh

7,02

5,66

6,07

298,47

328,31

330,60

Tembakau
Nilam

10,66

9,99

2,80

122,85

149,69

164.75

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

*** Tahukah Anda


Kelapa
merupakan
komoditas
unggulan
perkebunan di Kabupaten Kulon Progo. Pada tahun
2013, produksi kelapa mengalami penurunan
produksi sebesar 24,63 persen atau hanya sebesar
22.298,14 ton.
Tabel 8.5 Produksi Lima Komoditas Utama
Tanaman Obat di Kab. Kulon Progo (Ton)
Tahun 2012-2013
Uraian

2011

(1)

yang cukup besar adalah tanaman jati

2012

2013

(2)

(3)

(4)

menghasilkan 25.073,27 m3 di tahun 2013,

Jahe

1.877

2.080

2.041

produksi tanaman mahoni mencapai 6.309,47

Laos

1.344

1.256

1.162

Kencur

1.457

1.599

1.764

Kunyit

2.086

2.612

2.988

Temu Lawak

1.847

1.819

2.187

m dan tanaman sengon tercatat 3.861,87 m .

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo


Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

25

PERTAMBANGAN DAN ENERGI

Peranan sub sektor penggalian, sub


Tabel 9.1. Nilai Tambah dan Sumbangan
terhadap PDRB Sektor Pertambangan dan
Energi Kabupaten Kulon Progo, 2013

sektor listrik, dan sub sektor air bersih relatif


kecil dalam perekonomian Kabupaten Kulon

Sektor/
subsektor

Nilai Tambah
(milyar Rp.)

Sumbangan
thd PDRB
(%)

Progo. Peranan ketiga sub sektor tersebut

(1)

(2)

(3)

0,94 persen, 0,79 persen, dan 0,07 persen.

Pertambangan
dan penggalian

43,83

0,94

Pasir dan batu kali merupakan komoditas

Listrik

36,89

0,79

barang galian yang cukup potensial di

3,12

0,07

.g
o.
id

ps

Kabupaten Kulon Progo.

.b

Air bersih

pada tahun 2013, masing-masing sebesar

Listrik merupakan salah satu sumber

ab

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

energi

yang

wilayah

og

pr

on

ul
tp
://
k

ht

sudah

seluruhnya

dialiri

listrik.

Jumlah

pelanggan listrik di Kabupaten Kulon Progo


pada

tahun

2013

sebanyak

95.465

konsumen dengan jumlah daya terpasang


sebesar 73.129.450 VA.

Tabel 9.2. Jumlah Pelanggan, Produksi


Tersalur Listrik dan Air Bersih
Di Kab. Kulon Progo, 2012-2013

Air merupakan kebutuhan vital bagi


manusia selain udara. Selain digunakan
untuk kepentingan pribadi seperti mandi,

Rincian

2012

2013

(1)

(2)

(3)

91.112

95.465

67.637.196

73.129.450

16.019

17.568

Produksi Air (M3)

3.040.859

3.367.627

Air Terjual (M3)

2.262.270

2.514.005

Nilai Penjualan Air


(Ribu)

8.579.898

9.556.439

Pelanggan Listrik

Pelanggan Air Bersih

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

26

di

primer

Kabupaten Kulon Progo sejumlah 88 desa

Jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Kulon Progo


pada tahun 2013 meningkat sebesar 4,78 persen dari
tahun sebelumnya dengan daya terpasang sebesar
73.129.450 VA.

Daya Terpasang (VA)

kebutuhan

Desa-desa

ok

masyarakat.

*** Tahukah Anda

menjadi

mencuci, memasak, air juga dimanfaatkan


untuk

keperluan

industri,

pertanian,

pemadam kebakaran, dan lain-lain. Salah


satu perusahaan penyedia air bersih di
Kabupaten Kulon Progo adalah PDAM. Pada
tahun 2013, jumlah pelanggan air bersih ada
sebanyak

17.568

pelanggan

dengan

produksi air sebanyak 3.367.627 m3, dan


volume yang terjual sebanyak 2.514.005 m3.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

INDUSTRI PENGOLAHAN

Tabel 10.1 Nilai Tambah Bruto, Sumbangan, dan


Laju Pertumbuhan Sektor Industri Pengolahan
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2011-2013

Setelah sempat mengalami kontraksi


pada tahun 2011, sektor industri pengolahan
kembali mengalami laju pertumbuhan yang

Rincian

2011

2012

2013

Pada tahun 2013, sektor industri pengolahan

(1)

(2)

(3)

(4)

menyumbang 14,01 persen terhadap total

Nilai Tambah
Bruto (Milyar)

553,3

585,9

650,2

Sumbangan
(persen)

14,31

13,96

14,01

-1,23

1,78

2,23

.g
o.
id

positif sebesar 2,23 persen di tahun 2013.

produk domestik regional bruto (PDRB) di

ps

Kabupaten Kulon Progo dengan nilai 650,2

.b

miliar rupiah.

Kabupaten Kulon Progo diarahkan pada

ok

produksi komoditas ekspor. Nilai ekspor

Laju Pertumbu han (persen)

ab

Beberapa kegiatan perindustrian di

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

og

industri di Kabupaten Kulon Progo selama

tersebut

mengalami

peningkatan

on

ekspor

pr

tahun 2013 sebesar US$ 11.958.075. Nilai

yang

Kenaikan

mencapai

nilai

US$

7.827.040.

semua

komoditas

ekspor

tp
://
k

2012

ul

sebesar 52,78 persen dibandingkan tahun

peningkatan

hampir

didukung

*** Tahukah Anda


Sektor industri pengolahan pada tahun 2012
mengalami laju pertumbuhan sebesar 1,78 persen.
Pada tahun 2012 nilai ekspor Kulon Progo
mengalami peningkatan sebesar 41,6 persen jika
dibandingkan dengan tahun 2011.

oleh

ht

ekspor utama Kulon Progo seperti: arang


briket, kerajinan agel, teh, wig, dan gula

Tabel 10.3 Jumlah Sentra Industri, Jumlah Unit


Usaha yang dibina oleh Disperindag ESDM
Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2009-2013

kristal.

Jumlah
Tenaga
Kerja

Tahun

Jumlah
Sentra
Industri

Jumlah
Unit
Usaha

tersebut

(1)
2009

(2)
93

(3)
4.071

(4)
12.977

mengalami penurunan dibanding tahun 2012.

2010

84

3.959

9.386

Akan tetapi jumlah unit usaha mengalami

2011

81

2.091

4.957

peningkatan yang sangat signifikan yaitu

2012

83

3.909

9.273

sebanyak 5.206 unit usaha dengan jumlah

2013

70

5.206

10.979

Pada

tahun

2013

pemerintah

kabupaten telah melakukan pembinaan di


70

sentra

industri,

jumlah

tenaga kerja sebanyak 10.979 pekerja.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

Sumber : Disperindag ESDM Kabupaten Kulon Progo

27

INDUSTRI PENGOLAHAN

Tabel 10.2 Statistik Ekspor Kab. Kulon Progo


Tahun 2012 -2013

Penyumbang nilai ekspor terbesar di


Kabupaten Kulon Progo selama tahun 2013

Uraian

2012

2013

adalah wig dengan kontribusi 69,63 persen,

(1)

(3)

(4)

dan besaran nilai ekspor sebesar US$

7.827.040

8.326.786.

11.958.075

Penyumbang

terbesar

.g
o.
id

Total Nilai Eksport (US$)

kedua

adalah arang briket, dengan nilai ekspor US$

a. Arang Briket
1. Volume (Kg)

1.959.465

1.391.257

1.974.601 mampu memberikan sumbangan

2 .Nilai Eksport (US$)

1.207.286

1.974.601

sebesar

1. Volume (Kg)

960.000

111.750

2. Nilai Eksport (US$)

378.895

330.863

persen,

sedangkan

.b

penyumbang ekspor terbesar ke tiga adalah

ab

gula kristal dengan sumbangan sebesar 8,64


persen dan besaran nilai ekspornya US$

60.000

135.500

2. Nilai Eksport (US$)

49.235

69.998

1.033.300.

og

1. Volume (Kg)

ok

c. Teh Hijau/Hitam

*** Tahukah Anda

6.135

2 . Nilai Eksport (US$)

205.421

97.528

ul

e. Wig

5.135

on

1. Volume (Kg)

pr

d. Kerajinan Kayu

2 . Nilai Eksport (US$)

ht

f. Gula Kristal

2. Nilai Eksport (US$)

566.794

874.180

5.390.089

8.326.786

tp
://
k

1. Volume (Kg)

1. Volume (Kg)

16,51

ps

b. Kerajinan Agel

254.407

516.650

596.115

1.033.300

Proses pembuatan gula semut (gula kristal)


yang rendah kolesterol terdapat di daerah
Kalirejo, Kokap sangat diminati wisatawan
asing dan merupakan daya tarik wisata untuk
melihat langsung proses pembuatannya.

Sumber : Disperindag dan ESDM Kabupaten Kulon Progo,

28

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

K
KO
ON
NS
ST
TR
RU
UK
KS
SII

Kegiatan

konstruksi

merupakan

kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan


pembangunan, pemasangan dan perbaikan
bangunan tempat tinggal, bangunan bukan
tempat

tinggal,

pembangunan

Tabel 11.1. Perkembangan Badan Usaha Konstruksi


Klasifikasi G menurut Bidang Usaha dan Klasifikasi
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2013

jalan,

jembatan, instalasi jaringan listrik, air, dan


jaringan komunikasi serta bangunan lainnya.

.g
o.
id

Klasifikasi

Sektor konstruksi di suatu wilayah dilakukan

Progo pada tahun 2013 sebagian besar


sipil

dan

og

pada klasifikasi kecil antara G2-G4. Secara


umum perusahaan konstruksi tidak hanya

pr

berusaha pada satu bidang usaha konstruksi

on

saja, tetapi dalam satu perusahaan bisa

G5

G6

G7

100

52

52

Sipil

93

52

58

Listrik

15

10

Arsitektural

ok

arsitektural, dengan klasifikasi terbanyak

G4

.b

konstruksi

G3

ab

bidang

Non Kecil

G2

ps

Perusahaan konstruksi di Kabupaten Kulon

memilih

Kecil

Bidang

oleh kontraktor umum maupun khusus.

Tata
Lingkungan

Sumber : DPU Kabupaten Kulon Progo

ul

merangkap berbagai bidang dengan lebih

tp
://
k

dari satu klasifikasi usaha.

Konstruksi mempunyai peranan dalam


pembangunan di suatu wilayah, dan menjadi
satu

*** Tahukah Anda

sektor perekonomian dalam

ht

salah

pembentukan nilai PDRB suatu wilayah. Nilai


tambah sektor konstruksi di Kabupaten Kulon
Progo pada tahun 2013 sebesar 310,85

Pada tahun 2013, perusahaan konstruksi di


Kabupaten Kulon Progo sebagian besar
bergerak di bidang sipil dan arsitektural,
dengan klasifikasi terbesar berada pada G2-G4
(klasifikasi kecil).

milyar dengan sumbangan terhadap total


PDRB Kabupaten Kulon Progo sebesar 6,70
persen dan laju pertumbuhan sebesar 9,59
persen. Sumbangan sektor ini pada tahun
2012 sebesar 6,43 persen, yang berarti
terjadi

peningkatan

besaran

sumbangan

pada tahun 2013.


Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

29

HOTEL DAN PARIWISATA

Perkembangan kepariwisataan di suatu


wilayah

tidak

terlepas

pendukungnya

dari

unsur-unsur

seperti

hotel/penginapan,

rumah

fasilitas
makan,

serta

promosi yang dilakukan oleh dinas/instansi


Di

Kulon

Progo

sendiri,

.g
o.
id

terkait.

jumlah

pengunjung obyek wisata tidak sebanyak di


kabupaten/kota

lain

di

wilayah

D.I.

ps

Yogyakarta, namun dari tahun ke tahun selalu

.b

menunjukkan adanya peningkatan. Sejumlah

ab

obyek wisata di wilayah Kulon Progo yang

ok

menjadi destinasi para wisatawan seperti

og

Pantai Glagah, Pantai Congot, Pantai Trisik,

*** Tahukah Anda

Waduk Sermo, Puncak Suroloyo, serta Gua

ht

tp
://
k

ul

on

pr

Obyek wisata yang menjadi tujuan wisatawan


di Kulon Progo antara lain : Pantai Glagah
dan Pantai Congot di Kecamatan Temon,
Pantai Trisik di Kecamatan Galur, Waduk
Sermo di Kecamatan Kokap, Puncak
Suroloyo di Kecamatan Samigaluh, dan Gua
Kiskendo di Kecamatan Girimulyo.

Kiskendo.
Secara

umum,

wisatawan

yang

berkunjung ke Kabupaten Kulon Progo pada


tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar
10,49 persen dibandingkan tahun 2012.
Obyek wisata yang masih menjadi andalan
Kabupaten Kulon Progo adalah Pantai Glagah
dan Pantai Congot. Jumlah wisatawan yang
berkunjung ke obyek wisata tersebut, masingmasing sebesar 293.981 pengunjung (70,50
persen)

dan

37.821

pengunjung

(9,07

persen).
Pada tahun 2013, jumlah pengunjung ke
obyek wisata Puncak Suroloyo dan Waduk
Sermo

meningkat

tajam,

masing-masing

meningkat sebesar 125 persen dan 49 persen.

30

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

HOTEL DAN PARIWISATA

Banyaknya minat wisatawan berkunjung ke


Puncak

Suroloyo

pemandangan
Kemudian

disebabkan

dari

atas

jumlah

indahnya

bukit

pengunjung

tersebut.
ke

obyek
2012

2013

Pantai Glagah

278.805

293.981

sebesar 5,44 persen dan 5,40 persen. Pantai

Pantai Congot

37.446

37.821

Glagah ternyata merupakan obyek wisata

Pantai Trisik

23.036

22.972

yang masih menjadi daya tarik wisatawan

Waduk Sermo

20.554

30.643

untuk

Puncak Suroloyo

10.903

24.521

Gua Kiskendo

6.698

7.060

377.442

416.998

menghabiskan

waktu

liburan

di

berbanding

diperoleh

obyek

dengan

jumlah

lurus

og

wisata

yang

ok

Pendapatan

ab

Kabupaten Kulon Progo.

.g
o.
id

masing-masing

.b

peningkatan

Obyek Wisata

ps

wisata Pantai Glagah dan Gua Kiskendo


mengalami

Tabel 12.1. Jumlah Pengunjung menurut


Obyek Wisata di Kabupaten Kulon Progo
(Orang), Tahun 2012 - 2013

wisatawan yang berkunjung. Pada tahun

Kulon Progo

Sumber : Dinas Kebudayaan, Pariwisata,


Pemuda dan Olah Raga Kab. Kulon Progo

pr

2013, pendapatan Kabupaten Kulon Progo

on

dari obyek wisata mengalami peningkatan

ul

sebesar 21,24 persen. Akan tetapi kontribusi

tp
://
k

terbesar masih disokong oleh obyek wisata

Tabel 12.2 Pendapatan menurut Obyek


Wisata di Kabupaten Kulon Progo
(Ribuan), Tahun 2012 - 2013

Pantai Glagah yaitu sebesar 74,15 persen.


Sedangkan Puncak Suroloyo dan Waduk

Obyek Wisata

2012

2013

peningkatan

Pantai Glagah

992.593

1.157.421

pendapatan yang signifikan dibandingkan

Pantai Congot

133.918

147.712

tahun

Pantai Trisik

59.633

65.763

ht

Sermo walaupun mengalami


sebelumnya,

memberikan

akan

kontribusi

tetapi

hanya

masing-masing

Waduk Sermo

55.415

96.315

sebesar 4,60 persen dan 6,17 persen dari

Puncak Suroloyo

28.535

71.880

total pendapatan obyek wisata yang diterima

Gua Kiskendo

17.422

21.926

1.287.516

1.561.017

oleh Kabupaten Kulon Progo.

Kulon Progo

Sumber : Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan


Olah Raga Kabupaten Kulon Progo

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

31

HOTEL DAN PARIWISATA

Keberadaan hotel sebagai penunjang


kegiatan pariwisata di Kabupaten Kulon
Progo

terpusat

di

kecamatan

Kecamatan Temon dan Wates.

yaitu

Hal ini

.g
o.
id

terkait dengan keberadaan objek wisata


yang potensial yaitu Pantai Glagah dan
Congot

yang

berlokasi

di

Kecamatan

ps

Temon. Kota Wates sebagai pusat kegiatan

.b

ekonomi di wilayah Kabupaten Kulon Progo

ab

sangat tepat jika ditunjang dengan adanya

sangat

menunjang

kelancaran

og

akan

ok

fasilitas hotel yang secara tidak langsung

kegiatan ekonomi. Selain di Kecamatan

pr

Temon dan Wates, sejumlah penginapan

on

dan homestay juga mulai bermunculan di

ul

beberapa wilayah di Kulon Progo seperti di

ht

tp
://
k

wilayah Kecamatan Kokap dan Samigaluh.

32

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

T
TR
RA
AN
NS
SP
PO
OR
RT
TA
AS
SII D
DA
AN
NK
KO
OM
MU
UN
NIIK
KA
AS
SII

Untuk menunjang kelancaran kegiatan


ekonomi di suatu wilayah sangat diperlukan

Gambar 13.1 Persentase Panjang Jalan di


Kabupaten Kulon Progo Menurut Jenis Permukaan,
Tahun 2013

sarana dan prasarana transportasi yang


memadai. Pada tahun 2013, panjang jalan di
Kabupaten Kulon Progo terdiri dari jalan

Kerikil
19%

.g
o.
id

negara sepanjang 28.570 km, jalan propinsi


sepanjang 158.500 km, dan jalan kabupaten

.b

Jenis permukaan jalan yang ada di

ok

og

persen) dan tanah (4,41 persen). Sedangkan

pr

menurut kondisinya, sebesar 61,71 persen

on

jalan di Kabupaten Kulon Progo kondisinya


baik; 26,82 persen (sedang); 8,53 persen

Aspal

Kerikil

Tanah

ab

Kabupaten Kulon Progo, hampir seluruhnya

sisanya masih permukaan kerikil (18,84

Aspal
77%

ps

sepanjang 729.694 km (Sumber: DPU).

telah diaspal yaitu sebesar 76,75 persen,

Tanah
4%

*** Tahukah Anda


Pada tahun 2013, kondisi jalan di
Kabupaten Kulon Progo yang sudah diaspal
sebesar 76,75 persen. Sedangkan menurut
kondisi jalan sebesar 61,71 persen dalam
kondisi baik.

ul

(rusak); dan 2,94 persen (rusak berat).

tahun

tp
://
k

Dibandingkan dengan dengan kondisi pada


sebelumnya,

kondisi

jalan

baik

Rusak Berat
3%
Rusak
8%

ht

mengalami peningkatan cukup signifikan di

Gambar 13.2 Persetase Panjang Jalan di


Kabupaten Kulon Progo Menurut Kondisi Jalan,
Tahun 2013

mana pada tahun 2012 kondisi jalan baik


sebesar 56,18 persen. Hal ini menunjukkan
bahwa
berupaya

pemerintah
untuk

kabupaten

meningkatkan

terus

Sedang
27%

Baik
62%

kualitas

infrastruktur guna mendukung kelancaran


kegiatan perekonomian.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

Rusak Berat

Rusak

Sedang

Baik

33

T
TR
RA
AN
NS
SP
PO
OR
RT
TA
AS
SII D
DA
AN
NK
KO
OM
MU
UN
NIIK
KA
AS
SII

Keberadaan
penghubung

Gambar 13.3 Banyaknya Bus dan Penumpang


Yang Masuk Terminal Wates, Tahun 2009 - 2013

sungai dan letak geografis yang dipisahkan

Bus AKDP,
Bus AKDP, Bus AKDP,
Bus AKDP, Bus AKDP,
26.131
23.108
22.523
21.865
29.919
Bus AKAP, Bus AKAP, Bus AKAP, Bus AKAP,
33.474
32.835
31.706
30.939

1000000,0

70000,0

oleh

60000,0

20000,0

sebanyak 357 buah merupakan jembatan

10000,0

kabupaten.

2010

2011

Jumlah penumpang bus AKAP dan

2013

AKDP yang masuk ke terminal Wates

Penumpang AKDP

ok

Penumpang AKAP

2012

ab

2009

untuk

Kulon Progo sebanyak 433 buah dan

30000,0

berperan

tahun 2013, jumlah jembatan di Kabupaten

40000,0

500000,0

sangat

kelancaran transportasi antar wilayah. Pada

50000,0
Bus AKAP,
21.174

jurang,

.g
o.
id

1500000,0

wilayah yang dilalui aliran

ps

2000000,0

sebagai

.b

2500000,0

jembatan

mengalami penurunan dari tahun ke tahun

on

pr

og

dalam selama tahun 20092013. Pada tahun

131.184

130.864

tp
://
k

ul

Gambar 13.4 Banyaknya Penumpang Kereta Api di Stasiun Wates,


Tahun 2009 - 2013
124.942

2013, jumlah penumpang bus AKAP yang


masuk

terminal

Wates

mengalami

penurunan sebesar 40,05 persen dibanding


tahun 2012.
Berdasarkan data dari PT. Kereta Api

110.528

ht

82.605

Indonesia D.I. Yogyakarta, tahun 2013 total


penumpang kereta api dari Stasiun Wates
mencapai 82.605 orang. Jumlah penumpang
kereta api terus mengalami penurunan dari
tahun ke tahun. Pada tahun 2013, jumlah

2009

2010

2011

2012

2013

penumpang kereta api menurun sebesar


25,26 persen dibandingkan tahun 2012.

34

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

T
TR
RA
AN
NS
SP
PO
OR
RT
TA
AS
SII D
DA
AN
NK
KO
OM
MU
UN
NIIK
KA
AS
SII

Kemudahan komunikasi yang ditunjang

Tabel 13.1. Banyaknya Sambungan Telepon di


Kabupaten Kulon Progo Tahun 2011-2013
Menurut Jenis Pelanggan

oleh kemajuan teknologi melalui telepon


seluler berakibat pada penggunaan telepon
kabel yang semakin menurun. Ini terlihat
pada kenaikan jumlah pelanggan telepon
tahun

ke

tahun

diikuti

3.518

3.537

450

461

479

21

15

13

Jumlah

3.978

3.999

4.034

dengan

wilayah. Selama tahun 2013 hanya terjadi

Dinas Telkom

penambahan

18

unit

.b

ok

perusahaan,

perorangan/

ps

Instansi Pemerintah /
Swasta

pelanggan

og

sambungan di instansi pemerintah/swasta.

Telepon Umum /
Wartel / Ponpin

Sumber : PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Cabang Wates

pr

Untuk unit telepon umum/ wartel/ponpin

2013

3.502

pemutusan sejumlah wartel di sejumlah

penambahan 19

2012

ab

Perorangan/
Perusahaan

yang kenaikannya terus melambat, bahkan


dari

2011

.g
o.
id

Jenis Pelanggan

on

terjadi pemutusan 2 sambungan telepon.

ul

Pada tahun 2013, jumlah pengiriman

tp
://
k

surat secara umum mengalami penurunan

Tabel 13.2. Banyaknya Surat Pos Dikirim


di Kabupaten Kulon Progo menurut Jenis Surat
Tahun 2011-2013

antara 10 sampai dengan 40 persen. Jumlah


surat terbanyak yang dikirim adalah jenis

Jenis Surat

2011

2012

2013

29.921

26.865

23.632

ht

surat kilat khusus sebanyak 47.305 lembar


atau naik sebesar 8,20 persen dan paling

Dalam Negeri

sedikit jenis surat tercatat yaitu 256 lembar

Luar Negeri

3.501

2.598

2.703

atau turun sebesar 46,89 persen.

Kilat Spesial

7.267

5.996

5.587

Kilat Khusus

77.806

43.721

47.305

576

482

256

Adapun jumlah surat yang diterima


pada tahun 2013 ada sebanyak 205.236

Surat Tercatat

lembar atau turun 1,53 persen dibanding

Pos Paket

8.118

4.531

4.793

tahun 2012. Jumlah surat terbanyak yang

Wesel

8.931

10.124

10.375

diterima adalah jenis kilat khusus yaitu

Sumber : PT Pos Indonesia Cabang Wates (diolah)

sebanyak 99.334 lembar .


Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

35

T
TR
RA
AN
NS
SP
PO
OR
RT
TA
AS
SII D
DA
AN
NK
KO
OM
MU
UN
NIIK
KA
AS
SII

Tabel 13.3. Banyaknya Surat Pos Diterima di


Kabupaten Kulon Progo menurut Jenis Surat,
Tahun 2011-2013

Jumlah

wesel

sebanyak

52.465

lembar, surat dalam negeri yaitu sebanyak


24.976 dan paling sedikit jenis surat tercatat
yaitu sebanyak 985 surat. Secara umum

2011

2012

2013

27.399

23.848

24.976

diterima maupun dikirim di Kabupaten Kulon

Luar Negeri

4.720

3.773

3.839

Progo pada tahun 2013 tidak jauh berbeda

Kilat Spesial

14.563

13.482

12.805

akan tetapi secara keseluruhan jumlah surat

Kilat Khusus

81.382

95.018

99.334

yang diterima mengalami kenaikan.

Surat Tercatat

1.251

1.089

985

Pos Paket

9.873

11.007

10.832

73.102

60.153

52.465

jenis

surat

yang

.b

ab
ok

og

pr

Wesel

setiap

ps

perbandingan
Dalam Negeri

.g
o.
id

Jenis Surat

ht

tp
://
k

ul

on

Sumber : PT Pos Indonesia Cabang Wates (diolah)

36

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PERBANKAN DAN INVESTASI

Peluang investasi pada suatu daerah


sangat dipengaruhi oleh potensi, kemudahan
akses di daerah tersebut, serta iklim usaha
yang kondusif dan mendukung investasi.

.g
o.
id

Demikian juga dengan peluang investasi di


Kabupaten Kulon Progo. Kabupaten Kulon

manusia.

Letak

geografis

yang

cukup

selatan,

menjadikan

Kulon

Progo

ok

lintas

ab

strategis, yang juga di lintasan jalur jalan

.b

sumber daya alam maupun sumber daya

ps

Progo memiliki banyak potensi, baik potensi

memiliki akses yang cukup bagus, baik dari

og

arah barat maupun dari arah timur. Terlebih

pr

dengan rencana pembangunan mega proyek

on

yang sedang dan akan dilaksanakan di

ul

Kabupaten Kulon Progo, yakni pembangunan

tp
://
k

pelabuhan perikanan Tanjung Adikarto di

Tabel 14.1. Jumlah Pinjaman menurut Jenis


Penggunaannya di Kabupaten Kulon Progo
Tahun 2012-2013 (Juta Rupiah)
Jenis
Penggunaan

2011

2012

2013

Rupiah

962.232

a. Modal Kerja

363.464

465.392

589.298

b. Investasi

84.340

97.376

137.011

c. Konsumsi

514.428

595.849

665.339

Valuta Asing

2.972

2.830

2.077

Berdasarkan Tabel 14.1, hampir keseluruhan

a. Modal Kerja

2.972

2.830

2.077

para pelaku ekonomi di Kabupaten Kulon

b. Investasi

Progo masih memanfaatkan pinjaman untuk

c. Konsumsi

modal kerja, investasi, maupun konsumsi

Jumlah

965.203

1.161.447

1.393726

Glagah,

dan

bandara

Internasional

di

Kecamatan Temon.
lain

yang

ht

Hal

perekonomian

mendukung

adalah

peningkatan

masyarakat

yang

semakin paham menggunakan fasilitas bank.

dalam bentuk rupiah yaitu sebesar 99,76

1.158.617 1.391.648

Sumber : Bank Indonesia

persen atau sebesar 1,16 triliun rupiah.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

37

PERBANKAN DAN INVESTASI

Sementara jumlah pinjaman dalam bentuk

Tabel 14.2. Posisi Pinjaman menurut Sektor


Ekonomi di Kabupaten Kulon Progo
Tahun 2013 (Juta Rupiah)

dengan nilai 2,8 miliar rupiah.

2013

Pertanian, Peternakan, Kehutanan


& Perikanan

Jika dilihat menurut sektor ekonomi, total

Pertambangan & Penggalian

sebesar 65,56 miliar rupiah.

og

58.021

perekonomian masih

masyarakat Kulon Progo yang dapat dilihat

on
ul

tp
://
k

Koperasi sebagai alternatif penggerak


tetap

diminati

oleh

dari jumlah koperasi yang terus bertambah


yang mencapai 345 buah pada tahun 2012.
Salah satu indikator untuk mengukur kinerja
koperasi adalah perkembangan volume usaha
dan sisa hasil usaha (SHU). Data yang ada

2012

2013

ht

Volume Usaha
(Ribuan)

ps

dan sektor jasa-jasa dengan jumlah pinjaman

.b

414.558

Tabel 14.3. Jumlah Koperasi, Simpanan,


Volume Usaha, dan Sisa Hasil Usaha
Kabupaten Kulon Progo Tahun 2012-2013

Jumlah Uang
Simpanan (Ribuan)

yang

sektor pertanian sebesar 119,93 milyar rupiah

728.386

Sumber : Bank Indonesia

restoran,

pr

Total

dan

51.881

17.320

Jasa-jasa

hotel,

mencapai 291,78 milyar rupiah, diikuti oleh

7.038

Keuangan, Real Estate, dan Jasa


Perusahaan

rupiah.

ok

Pengangkutan dan Komunikasi

miliar

ab

Perdagangan, Hotel, & Restoran

565,6

359

Listik, Gas dan Air Bersih

Jumlah Koperasi
(Unit)

perdagangan,

34.860

Konstruksi

mencapai

Pinjaman terbesar digunakan pada sektor

1.485

Industri Pengolahan

Rincian

pinjaman

142.865

.g
o.
id

Sektor

valuta asing hanya sebesar 0,26 persen

menunjukkan

kedua

indikator

tersebut

mengalami peningkatan dari tahun 2011 ke


345

353

59.531.190

76.795.982

tahun 2012. Untuk volume usaha pada tahun


2012 nilainya mencapai 133,98 milyar rupiah,
atau naik sekitar 9,09 persen dari tahun 2011.

133.982.067

154.030.027

3.177.396

4.363.854

Sedangkan SHU pada tahun 2012 mencapai


nilai 3,18 milyar, atau naik sekitar 9,7 persen

Sisa Hasil Usaha


(Ribuan)

dari tahun 2011.

Sumber : Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah


Kabupaten Kulon Progo

38

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

INFLASI DAN PENGELUARAN

Salah satu indikator untuk melihat


kesejahteraan masyarakat

suatu daerah
Gambar 15.1 Komposisi Pengeluaran Per
Kapita Sebulan Menurut Kelompoknya
di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2010 - 2013

adalah melihat pengeluaran makanan dan


non makanan. Semakin kecil pengeluaran
konsumsi

makanan

maka

.g
o.
id

untuk

memperlihatkan kesejahteraan masyarakat

44,78

51,13

53,54

44,54

55,22

48,87

46,46

55,46

2011

2012

2013

yang semakin meningkat. Pola konsumsi

ps

rumah tangga di Kabupaten Kulon Progo


masih didominasi kelompok makanan yaitu

.b

2010

ab

sebesar 55,46 persen dan non makanan

ok

sebesar 44,54 persen.


Laju inflasi merupakan suatu besaran

og

relatif perbandingan indeks harga konsumen

pr

(IHK) suatu periode dengan periode waktu

on

sebelumnya dikalikan 100 dikurangi dengan

ul

nilai 100. Nilai ini didapat dari perbandingan


angka IHK 2013 (136,13) dengan IHK 2012

tp
://
k

Kota Wates pada tahun 2013, laju

ht

inflasinya sebesar 5,25 persen (Desember


2013 terhadap Desember 2012). Sedangkan
angka

inflasi

Kota Wates pada

bulan

Bukan Makanan

Sumber : BPS Kab. Kulon Progo

Tabel 15.1 Laju Inflasi di Kabupaten Kulon Progo


Menurut Kelompok Pengeluaran,
Tahun 2010 2013
Kelompok/Sub
Kelompok
UMUM

(129,34) dikalikan 100 dikurangi 100.

Makanan

Bahan
Makanan
Makanan Jadi,
Minuman,
Rokok &
Tembakau
Perumahan,
Air, Listrik, Gas
& bahan Bakar

Inflasi Desember
2011
2012 2013
2,60

0,60

0,16

0,65

1,86

0,48

4,68

0,49

0,20

3,57

0,35

0,04

Desember 2013 sebesar 0,16 persen, hal ini

Sandang

9,79

0,02

0,08

memperlihatkan bahwa kenaikan

Kesehatan

1,42

0,19

0,27

Pendidikan,
Rekreasi, &
Olahraga

1,67

0,03

Transportasi,
Komunikasi &
Jasa Keuangan

0,42

0,01

harga-

harga secara umum masih relatif stabil.


*** Tahukah Anda
Laju Inflasi tahunan di Kota Wates pada
tahun 2013 sebesar 5,25 persen, lebih tinggi
jika dibandingkan tahun 2012 yang sebesar
3,39 persen.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

(0,08)

Sumber : BPS Kab. Kulon Progo

39

PERDAGANGAN
Sub sektor perdagangan mempunyai
Tabel 16.1. Jumlah Warung dan Toko/Ruko
di Kabupaten Kulon Progo, 2012

yang

perekonomian

cukup
Kabupaten

besar

dalam

Kulon

Progo.

Bahkan kontribusi sub sektor ini mempunyai

Warung

Toko/Ruko

Temon

407

266

Wates

676

437

Panjatan

178

34

Galur

549

147

total pembentukan PDRB, di tahun 2011

Lendah

493

237

menjadi 15,21 persen dan pada tahun 2012

Sentolo

615

367

mencapai 15,24 persen. Nilai tambah sub

Pengasih

394

222

sektor ini pada tahun 2012 sebesar 639,475

Kokap

220

95

99

34

Nanggulan

392

239

Kalibawang

159

156

Samigaluh

115

120

ok

penduduk

penunjang

Pada tahun 2012, Kontribusi sub sektor


perdagangan Kabupaten Kulon Progo sebesar 15,24
persen dengan nilai tambah sebesar 639,47 miliar
rupiah.

ht

Perubahan

dan

pola

konsumsi

perkembangan

kegiatan

perdagangan

sarana
sangat

mendukung perkembangan sub sektor ini.

ul
tp
://
k

*** Tahukah Anda

rupiah.

ab

miliar

.b

ps

.g
o.
id

perdagangan sebesar 14,82 persen terhadap

on

Sumber : Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM


Kabupaten Kulon Progo, diolah.

tahun. Pada tahun 2010 kontribusi sub sektor

og

Girimulyo

kecenderungan yang meningkat dari tahun ke

pr

Kecamatan

peranan

Perkembangan kegiatan perdagangan

tentunya tidak terlepas dari peran pemerintah


daerah untuk menyediakan fasilitas atau
sarana perdagangan. Untuk meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah pemerintah daerah
Kabupaten

Kulon

Progo

terus berupaya

meningkatkan volume maupun nilai ekspor


komoditas

unggulan

tersebut

dan

memasarkan produk unggulan hasil industri


melalui program paket wisata, pameran dan
promosi wilayah keluar daerah.
Menurut data dari Diperindag ESDM,
jumlah pasar negeri pada tahun 2012 ada
sebanyak 32 pasar. Sementara untuk sarana
perdagangan lainnya seperti warung, toko,
minimarket,

rumah

makan,

serta

ruko

semuanya menunjukkan adanya peningkatan


40

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PERDAGANGAN

Kemudahan perizinan terhadap usaha


perdagangan

maupun

rumah

makan

Tabel 16.2. Jumlah Sarana Perdagangan


di Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2012 - 2013

merupakan salah satu faktor yang ikut

tahun 2012, jumlah warung sebanyak 4.394

No

Pasar Negeri

Warung

4.394

Toko

1.757

makan masing-masing sejumlah 34 unit.

Minimarket

32

57

Rumah Makan

702

Ruko

703

Jumlah

2013

7.645

Sumber : Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM


Kabupaten Kulon Progo

ht

tp
://
k

ul

on

pr

og

ok

ab

.b

ps

2012, terdapat penambahan ruko dan rumah

2012

unit, toko dan minimarket masing-masing


sebanyak 1.757 dan 57 unit. Selama tahun

Jenis Sarana

.g
o.
id

mendorong peningkatan jumlah usaha. Di

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

41

PENDAPATAN REGIONAL

Keberhasilan pembangunan ekonomi


suatu wilayah perlu dimonitor untuk melihat
tingkat

keberhasilannya

sebagai

dasar

penentuan strategi dan kebijakan. Salah satu


indikator yang sering digunakan untuk melihat

.g
o.
id

keberhasilan pembangunan ekonomi suatu


wilayah adalah indikator Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB).

ps

Nilai PDRB Kabupaten Kulon Progo

.b

atas dasar harga berlaku pada tahun 2013

ab

sebesar Rp 4,6 triliun atau meningkat sebesar

ok

10,63 persen dibanding tahun 2012. PDRB

og

atas dasar harga konstan tahun 2013 sebesar

pr

Rp 2,01 triliun, meningkat dibandingkan tahun

on

*** Tahukah Anda

ht

tp
://
k

ul

PDRB per Kapita Kabupaten Kulon Progo tahun


2013 sebesar 11,77 juta rupiah. PDRB per kapita
merupakan sebuah konsep rata-rata per orang dari
nilai tambah bruto suatu wilayah.

2012 yang tercatat sebesar Rp 1,96 triliun.


Laju pertumbuhan ekonomi kabupaten
Kulon Progo pada tahun 2013 mencapai 5,05
persen. Hal ini didorong oleh pertumbuhan

yang positif pada semua sektor, terutama


didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi di
sector pertambangan penggalian sebesar
11,89 persen. Sedangkan laju pertumbuhan
terendah pada tahun 2013 terjadi pada sektor
pertanian yang tumbuh 1,81 persen.
Sektor pengangkutan & komunikasi,
sektor

industri

pertanian

pengolahan,

merupakan

dan

sekor-sektor

sektor
yang

mengalami laju pertumbuhan dibawah laju


pertumbuhan perekonomian Kabupaten Kulon
Progo.

42

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

PENDAPATAN REGIONAL

Struktur perekonomian Kulon Progo

Gambar 4.3 Struktur PDRB ADHB


Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2013

pada tahun 2013 menunjukkan bahwa sektor

hotel,

&

serta

sektor

restoran

masih

merupakan leading sector bagi perekonomian


di Kulon Progo. Artinya bahwa ketiga sektor
tersebut masih menjadi sektor yang dominan
di Kabupaten Kulon Progo. Sektor pertanian
memegang kontribusi sebesar 22,87 persen,
sektor jasa-jasa 22,64 persen,

dan sektor

Keuangan,
Housing &
Jasa Persh,
6,25

Pertanian,
22,87
Penggalian,
0,94

Pengangkut
an &
Komunikasi
, 8,46

Perdagang
an, Hotel &
Restoran,
17,27

Ind.
Pengolahan
, 14,01

Konstruksi,
6,70

Listrik, Gas
& Air, 0,86

Sumber : BPS Kabupaten Kulon Progo

ab

perdagangan, hotel & restoran sebesar 17,27

Jasa - jasa,
22,64

.g
o.
id

perdagangan,

jasa-jasa,

ps

sektor

.b

pertanian,

ok

persen.

og

PDRB per kapita diperoleh dari hasil

bagi antara nilai tambah yang dihasilkan oleh


Gambar 4.4 PDRB per Kapita
Kabupaten Kulon Progo, Tahun 2009 - 2013

pr

seluruh sektor ekonomi di suatu wilayah

on

dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu,


14,00

besar kecilnya jumlah penduduk berpengaruh

ul

12,00

besar kecilnya nilai PDRB sangat tergantung


pada potensi sumber daya alam dan faktor-

ht

faktor produksi yang terdapat di daerah


Nilai PDRB per kapita Kabupaten
Kulon Progo atas dasar harga berlaku sejak
2009

hingga

8,00
6,00
4,00
2,00

tersebut.

tahun

10,00
Juta Rupiah

tp
://
k

terhadap nilai PDRB per kapita. Sedangkan

tahun

2013

terus

2009

2010

2011

ADHB

2012

2013

ADHK

Sumber: BPS Kabupaten Kulon Progo

meningkat. Pada tahun 2009 nilai PDRB per


kapita atas dasar harga berlaku sebesar Rp.
8,48 juta per kapita per tahun. Pada tahun
2013 nilai PDRB per kapita atas dasar harga
berlaku mencapai Rp. 11,77 juta rupiah.

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2014

43

PERBANDINGAN REGIONAL

Untuk

Laju
Pertumbuhan
Ekonomi

(1)

(2)

(3)

Kab. Bantul

13,56

5,57

Kab. Gunung Kidul

12,99

5,16

Kab. Sleman

16,73

5,70

Kota Yogyakarta

35,92

5,64

D.I. Yogyakarta

17,98

5,40

Beberapa

penghitungan
indikator

yang

pembangunan

sama.
yang

digunakan antara lain: PDRB per Kapita dan


Laju Pertumbuhan Ekonomi.

PDRB per Kapita di Kabupaten Kulon

ps

5,05

cara

Progo

masih

berada

pada

peringkat

.b

10,67

tata

terbawah di bawah Kabupaten Gunung

ab

Kab. Kulon Progo

indikator yang menggunakan konsep dan

.g
o.
id

PDRB per
Kapita
(Juta)

antar

wilayah, seyogyanya digunakan indikator

Tabel 18.1 Perbandingan Nilai PDRB per Kapita


dan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten/Kota di Provinsi D.I. Yogyakarta
Tahun 2013

Kab/Kota

memperbandingkan

laju pertumbuhan ekonominya sebesar 5,16


persen.

og

pr
on

tp
://
k

ul

Sumber : BPS D.I. Yogyakarta

ok

Kidul yang mencapai 12,99 juta rupiah dan

Sedangkan

PDRB

per

kapita

tertinggi se-DI. Yogyakarta dicapai oleh


Kota Yogyakarta yaitu sebesar 35,92 juta
rupiah dengan laju pertumbuhan ekonomi
sebesar 5,64 persen.
Salah satu usaha untuk meningkatkan

besaran PDRB per Kapita adalah dengan

Pada tahun 2013 PDRB Per Kapita


Kabupaten Kulon Progo 10,67 juta menempati
urutan ke-5 diantara lima kab/kot di Provinsi D.I.
Yogyakarta. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kulon
Progo tahun 2013 sebesar 5,05 persen.

cara

ht

*** Tahukah Anda

meningkatkan

laju

pertumbuhan

ekonomi, yakni dengan memprioritaskan


kegiatan pembangunan yang berpotensi
meningkatkan perekonomian daerah. Pada
tahun 2013 laju pertumbuhan ekonomi di
Kabupaten

Kulon

Progo

sebesar

5,05

persen lebih tinggi jika dibandingkan laju


pertumbuhan

ekonomi

di

Kabupaten

Gunung Kidul yang sebesar 4,84 persen.

44

Statistik Daerah Kabupaten Kulon Progo 2013

.g
o.
id
ps
.b

ok

ab

D A T A

ht

tp
://
k

ul

on

pr

og

MENCERDASKAN BANGSA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo


Jalan KRT Kertodiningrat, Margosari, Pengasih
Telp. (0274) 773066