Anda di halaman 1dari 5

PERTANYAAN

1. Apakah setiap orang ketika sudah memasuki masa lansia dapat alami
Presbikusis?
2. Dari jenis yang ada yang paling sering terjadi yang mana?
3. Bagaimana mekanisme terjadi Presbikusis pada orang yg miliki riwayat penyakit
sistemik?
4. Apakah ada ciri khas dari masing-masing jenis Presbikusis tersebut?
5. Bagaimana jika sudah mencapai tuli berat, apakah masih bisa dengan
menggunakan ABD?
6. Sejak kapan diperlukan ABD untuk membantu mendengar?
7. Bagaimana pemilihan ABD yang tepat ?
8. Bisakah dijelaskan mengenai pemeriksaan Audiometri?

Mengobati Tinitus

Apa Penyebab Tinitus Saya?


Untuk menentukan apakah ada kondisi medis yang menyebabkan tinitus Anda,
dokter akan melakukan pemeriksaan fisik umum, termasuk juga pemeriksaan
telinga Anda secara seksama. Beritahu juga semua obat yang sedang Anda
gunakan ke dokter Anda. Hal ini karena tinnitus dapat merupakan efek samping
dari beberapa obat.
Jika sumber masalahnya masih belum jelas, maka Anda dapat direferensikan ke
otologist atau otolaryngologist (keduanya merupakan spesialis telinga) atau
audiologist (spesialis pendengaran) untuk tes pendengaran dan saraf. Anda
mungkin juga diberikan tes pendengaran yang disebut audiogram sebagai
bagian dari pemeriksaan Anda. Teknik pencitraan seperti MRI atau CT scan, juga
mungkin dianjurkan untuk memeriksa kemungkinan masalah struktural.
Bagaimana Mengobati Tinitus?
Jika tinnitus merupakan gejala dari kondisi medis, maka langkah pertamanya
adalah untuk mengobati kondisi medis tersebut. Tetapi jika tinnitus menetap
setelah perawatan, atau merupakan dampak dari paparan suara keras, ahli
profesional kesehatan akan merekomendasikan berbagai pilihan perawatan nonmedis yang dapat membantu mengurangi atau mengurangi suara yang tidak
diinginkan (Lihat bagian Masking Devices di bawah). Kadang-kadang tinnitus
dapat hilang dengan sendirinya tanpa intervensi sama sekali. Namun perlu
diketahui bahwa apapun penyebab tinnitus, tidak semua tinnitus dapat
dihilangkan atau dikurangi.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan tinnitus Anda, mungkin
konseling dan support group dapat membantu Anda. Coba tanyakan ke dokter
Anda untuk rujukan.
Jika penyebab tinnitus adalah kotoran telinga yang berlebihan, dokter akan
membersihkan telinga Anda dengan menghisap menggunakan alat dengan

lengkungan kecil yang disebut kuret, atau dengan lembut menyiram keluar
menggunakna air hangat.
Jika Anda menderita infeksi telinga, mungkin Anda diberikan resep obat tetes
telinga yang mengandung hydrocortisone untuk membantu meringankan rasa
gatal dan antibiotik untuk melawan infeksi.
Tindakan bedah mungkin diperlukan pada kasus yang jarang seperti tumor,
kista, atau otosklerosis (yaitu penumpukan kalsium pada tulang telinga).
Jika tinnitus adalah dampak dari sindrom temporomandibular joint (TMJ), dokter
mungkin akan merujuk Anda ke orthodontist atau spesialis dokter gigi lain untuk
perawatan yang tepat.
Obat-obatan untuk Tinnitus
Banyak obat-obatan telah diteliti untuk mengobati tinnitus. Bagi beberapa orang,
pengobatan dengan obat anti-kecemasan dosis rendah, misalnya Valium atau
antidepresan seperti Elavil, dapat membantu mengurangi tinnitus. Lidocaine,
yaitu obat yang digunakan untuk mengobati jenis tertentu irama jantung
abnormal, telah menunjukkan dapat meringankan tinnitus bagi sebagian orang,
tetapi obat ini harus diberikan secara intravena atau langsung ke telinga tengah
agar efektif.
Alat Bantu Dengar
Jika tinnitus disertai dengan gangguan pendengaran, maka alat bantu dengar
dapat membantu.
Masking Devices
Banyak orang memperoleh manfaat dari masker tinnitus, yaitu perangkat mirip
alat bantu dengar yang memainkan suara yang lebih menyenangkan
dibandingkan suara internal yang dihasilkan tinnitus. Instrumen tinnitus adalah
perangkat yang lebih baru dan merupakan kombinasi dari alat bantu dengar dan
masker.
Tinnitus Retraining Therapy (TRT)
TRT menggunakan kemampuan alami otak untuk Habituasi / membiasakan
untuk menyaring sinyal di tingkat bawah sadar agar sinyal tersebut tidak
mencapai persepsi sadar. Habituasi tidak memerlukan kesadaran untuk
melakukannya. Orang seringkali membiasakan diri terhadap banyak suara
seperti AC, kipas komputer, lemari es, dan hujan ringan sehingga tidak
mengganggu. Kesamaan diantara contoh tersebut adalah tidak memiliki arti

penting, sehingga tidak dianggap sebagai keras. Dengan demikian, otak dapat
menyaring suara tersebut.
TRT memiliki dua bagian:
Orang dengan tinnitus akan mendenngarkan beberapa sumber suara netral
kemananpun dia pergi, termasuk memakai generator suara dalam telinga.
Orang dengan tinnitus menerima konseling empat mata.
Bentuk pengobatan tinnitus ini memakan waktu 12 sampai 24 bulan dan sangat
sukses di tangan ahli yang berpengalaman.
Terapi Kognitif
Ini adalah bentuk konseling yang membantu seseorang untuk memodifikasi
reaksi diri sendiri terhadap tinnitus. Metoda ini bekerja baik bila dikombinasikan
dengan bentuk terapi lain, seperti masking atau obat-obatan.
Biofeedback
Ini adalah teknik relaksasi yang membantu orang untuk mengelola stres dengan
mengubah reaksi mereka terhadap stres. Bagi beberapa orang, metoda ini dapat
sangat membantu dalam mengurangi tinnitus.
Pengobatan Gigi
Beberapa ahli profesional percaya tinnitus dapat disebabkan oleh masalah
temporomandibular joint (TMJ), yaitu daerah di mana tulang rahang menempel
pada kepala, tepat di depan telinga. Mereka berpendapat bahwa perawatan gigi
dapat meringankan gejala tinnitus, karena otot-otot dan saraf di rahang dan
telinga sangat berhubungan erat.
Cochlear Implants
Perangkat yang ditanamkan di telinga ini, sebagian besar digunakan untuk
mengobati tuli berat. Perangkat ini tampaknya juga membantu beberapa orang
dengan tinnitus yang terkait dengan gangguan pendengaran yang signifikan.
Perangkatnya bekerja dengan mengirimkan sinyal-sinyal listrik dari telinga ke
otak. Operasi ini tidak dilakukan untuk masalah tinnitus saja, tetapi dilakukan
hanya untuk masalah pendengaran.
Pengobatan Alternatif
Walaupun suplemen vitamin atau terapi alternatif lain belum terbukti bermanfaat
untuk mengobati tinnitus, namun beberapa orang mencoba obat herbal seperti
ginkgo biloba atau mineral, seperti seng atau magnesium dengan hasil yang
bervariasi. Sedangkan beberapa yang lain menemukan dengan akupunktur,
magnet, atau hipnosis dapat membantu meredakan tinnitus.

Konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum mencoba salah satu metoda
perawatan tersebut.
Bagaimana Mencegah Tinnitus?
Paparan suara keras meningkatkan risko terkena tinnitus, sehingga perlindungan
pendengaran merupakan intervensi yang penting. Jika Anda berada di sekitar
suara yang begitu keras sehingga Anda tidak dapat berbicara dengan tingkat
suara percakapan normal, maka Anda harus mengenakan penutup telinga busi,
menjauh dari sumber kebisingan, atau mengecilkannya.
Sumber: WebMD