Anda di halaman 1dari 64

BAB I

KADAR AIR
Nama percobaan

: Kadar air

Tanggal percobaan

: 30 Oktober 2010

Tempat percobaan

: Laboratorium Univ. Nommensen Medan

A.

Tujuan percobaan
Untuk menentukan kadar air dari suatu sample tanah dimana kadar air adalah
perbandingan antara air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah
tersebut yang dinyatakan dalam persen.

B.

Alat Alat yang digunakan


1.

Bor Tangan
Fungsinya

2.

: Untuk membor tanah dan mengambil sample tanah.

Pemutar Stang Bor


Fungsinya

: untuk memutar stang dan mata bor agar masuk kedalam tanah

sampai kedalaman tertentu.


3.

Casing
Fungsinya

4.

: Untuk menghubungkan stang bor.

Cawan
Fungsinya

: Untuk tempat sample yang akan diovenkan dan diperiksa

kadar airnya.
5.

Oven
Fungsinya

: Untuk mengeringkan sample tanah guna mendapatkan

besarnya kadar air.


6.

Neraca ( Ketelitian 0.01 gram )


Fungsinya

: Untuk tempat sample tanah yang diambil dari lapangan.

1
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

C.

Benda uji
Benda uji berupa tanah yang diambil dengan cara pemboran, lokasi pemboran
dilakukan pada lokasi pemboran kampus Universitas HKBP Nommensen Medan.

D.

Teori
Kadar air adalah ratio dari berat air didalam pori pori tanah terhadap berat butiran
tanah.

Ww
W = ------------ x 100 %
Ws

Dimana

: Kadar air ( % )

Ww

: Berat air ( gr )

Ws

: Berat tanah kering ( gr )


Persamaan ini memberikan kadar air sebagai suatu variabel bebas. Karena Ws

konstanta untuk kondisitanah dalam keadaan lunak ( steady state ). Beberapa ahli
menggunakan defenisi kadar air sebagai berikut

Ww
Ww
W = --------- = -------------- x 100 %
Wt
Ws + Ww

Tetapi persamaan tersebut diatas merupakan persamaan tak bebas, dimana


berat air pada pembilang maupun penyebut. Karena hal ini maka persamaan tersebut
tidak digunakan oleh para Insinyur Geoteknik.

2
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Batas batas kadar air adalah 0 % < w % < tak terhingga, suatu hal yang biasa
bagi tanah didasar laut atau tanah organis didanau untuk mempunyai nilai kadar air
300 400 %, tetapi kadar air alami untuk sebagian besar tanah biasanya dibawah
dibawah 60 %. Tanah yang kelihatannya kering sering masih mempunyai kadar air
sebesar 2 3 %.
Kadar air yang menunjukkan nilai pada suatu saat dilapangan diberi nama
kelembaban alamiah atau kadar air dari tanah dan diberi simbol Wn.
Nilai kelembaban alamiah. Wn ini bervariasi tergantung pada lokasi contoh
tanah yaitu

:
Dekat permukaan tanah
Dalamnya permukaan tanah tersebut
Didasar danau
Saat terjadinya hujan yang terakhir.

Contoh yang diambil dari tanah yang berada dibawah air tanah yang tetap, mungkin
akan berubah dari hari ke hari atau dari tahun ke tahun.
Contoh tanah yang berada dekat permukaan tanah atau diatas air tanah yang tetap
akan mempunyai kadar air kelembaban alamiah yang berbeda beda, tergantung pada
faktor cuaca seperti temperature, jumlah, waktu, dan saat turun hujan terakhir dan
lamanya periode kering, kadar air maksimum tergantung pada angka pori.
E.

Prosedur
1. Cawan dibersihkan dan diberi tanda, selanjutnya cawan tersebut ditimbang.
2. Contoh tanah yang akan mewakili tanah yang akan diperiksa kadar airnya
dimasukkan kedalam cawan tersebut kemudian ditimbang beratnya. Contoh tanah
tersebut diambil dari sample tanah hasil percobaan berat isi, jadi terdapat 12 sample
tanah yang berasal dari 4 kedalaman berbeda.

3
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

3. Kemudian cawan dan isinya tersebut dimasukkan kedalam oven selama 24 jam
sampai beratnya constant
4. Selanjutnya setelah pengeringan terjadi, timbang berat cawan dan isinya tersebut.
5. Demikian seterusnya untuk setiap cawan hingga percobaan selesai.
F.

Perhitungan

No.
1

Berat cawan

(gram)

Berat cawan + tanah basah


2

(gram)

3 gram

3,4 gram

3,5 gram

3,1 gram

13,9 gram

12,9 gram

10,8 gram

9,7 gram

9,3 gram

8,5 gram

1,62gram

1,43gram

14,2
gram

Berat cawan + tanah kering

(gram)

10 gram

KADAR AIR

1,6 gram 1,67gram

Pada percobaan I

Berat tanah basah = berat tanah berat cawan


Berat tanah kering =

Sehingga Kadar air =

( gram )
=

= 1,6 gram

Pada percobaaan II
Kadar air =

= 1,67 gram

Pada percobaan III


Kadar air =

= 1,62 gram

Pada percobaan IV

4
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Kadar air =

= 1,43 gram

BAB II

BERAT ISI
Nama percobaan

: Berat isi

Tanggal percobaan : 30 Oktober 2010


Tempat percobaan

A.

: Laboratorium Univ. HKBP Nommensen Medan

Tujuan percobaan
Untuk mengetahui berat isi dari suatu contoh tanah. Berat isi adalah
perbandingan antara berat tanah basah dengan isi tanah. Tujuan percobaan dilapangan
ialah untuk memperjelas kepadatan tanah tersebut dan mendukung terhadap rencana
pembuatan suatu bangunan. Dalam percobaan ini yang diselidiki adalah tanah
terganggu.

B.

Alat Alat yang digunakan


1. Bor Tangan
Fungsinya

: Untuk pengambilan contoh tanah yang akan diteliti dari lokasi

dan kedalamannya yang ditentukan.


2.

Pemutar Stang Bor


Fungsinya

: Untuk memutar stang dan mata bor agar masuk kedalam tanah

sampai kedalaman tertentu.


3.

Casing
Fungsinya

4.

Cincin 4 Buah
Fungsinya

5.

: Untuk menghubungkan mata bor dengan stang bor.


: Untuk tempat sample tanah yang dipadatkan.

Oven
Fungsinya

: Untuk memanasi contoh tanah dalam waktu 24 jam guna

mendapatkan kadar air.


6.

Neraca ( Ketelitian 0.01 gram )

5
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Fungsinya

C.

: Untuk menimbang contoh tanah dan cincin.

Benda uji
Contoh benda uji yang dibutuhkan adalah lapisan tanah dengan kedalaman 50
cm, 100 cm. Cara pengambilan contoh tanah dengan menggunakan bor tangan dengan
mengambil lokasi dihalaman kampus Universitas HKBP Nommensen Medan.
Praktek berat isi ini sejalan dengan praktek bor tangan dan SPT, Pada
pelaksanaan di lapangan praktek berat isi ini biasanya dilakukan disudut bangunan,
dimana akan dibangun konstruksi pondasi dari bangunan tersebut.

D.

Teori
Cara penentuan berat isi tanah ialah dengan mengukur sejumlah isi tanah
( beratnya ) yang isinya diketahui. Biasanya dalam percobaan ini digunakan beberapa
cincin yang dimaksudkan tanah sampai terisi penuh, dimana bagian atas dan bagian
bawah cincin diratakan, lalu ditimbang beratnya.
Contoh tanah tidak terganggu diperoleh dari

Dekat permukaan tanah


Dalamnya permukaan tanah tersebut
Didasar danau
Saat terjadinya hujan yang terakhir
E.

Prosedur kerja
Mengambil sejumlah tanah yang didapat dari percobaan bor tangan dimana
lapisan tanah sudah ditentukan kedalamannya.
Contoh tanah yang diperlukan adalah pada kedalaman 50 cm, 100 cm. tanah
yang diperoleh selanjutnya dimasukkan kedalam kantong plastik lalu dibawa ke
laboratorium guna penelitian selanjutnya. Timbang berat cincin dalam keadaan kosong.
Tanah dimasukkan kedalam cincin sampai terisi penuh. ( keadaan tanah disesuaikan
dengan kepadatan asli ). Setelah penuh bagian atas dan bagian bawah dari cincin
tersebut diratakan. Timbang berat cincin beserta tanah, kadar air diambil.
6

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

F.

Perhitungan

No.
Cincin =
1

(gram)

I
58,8 gram

II
58,8 gram

Cincin + tanah basah =


2

(gram)

127,1 gram

127,1 gram

Cincin + tanah kering

107,2 gram

104,4 gram

Berat isi basah =

Berat isi kering =

Volume tanah

(V)

Pada percobaan I

V=

Berat isi basah =

= 1,73

= 68,3 gram 48,4 gram


7
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

= 19,9 gram
Berat isi kering =

= 0,083

Pada percobaan II

V=
Berat isi basah =

= 1,73

= 68,3 gram 45,6 gram


= 22,7 gram

Berat isi kering =

G.

= 0,073

Kesimpulan
- Berat isi basah rata rata = 1,73 gram
- Berat isi kering rata rata = 0,078 gram

8
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

BAB III

BERAT JENIS

Nama percobaan

: Berat jenis

Tanggal percobaan : 30 Oktober 2010


Tempat percobaan
A.

: Laboratorium Univ. HKBP Nommensen Medan

Tujuan percobaan
Untuk mengetahui berat jenis dari suatu sample tanah dimana sample tanah
tersebut diambil yang lolos dari sringan no. 40.

B.

Alat Alat yang digunakan


1.

Picnometer ( kapasitas volume 250 cc )


Fungsinya

2.

: Sebagai tempat untuk memeriksa berat jenis benda uji.

Saringan no. 40
Fungsinya

: Untuk menyaring benda uji sebelum dicampurkan kedalam

picnometer.
3.

Neraca ( ketelitian 0,01 gr )


Fungsinya

: Untuk mendapatkan berat picnometer dan berat benda uji

dengan tepat.
4.

Thermometer
Fungsinya

: Sebagai pengukur thermometer ruangan, temperature air

suling di dalam picnometer dan temperature air peredam dan temperature


didalam picnometer yang sama.
5.

Kompor Gas

9
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

: Untuk memanaskan air suling dan benda uji didalam

Fungsinya

picnometer sampai mendidih agar gelembung gelembung udara yang


terdapat didalam tanah tersebut hilang.
6.

Back Peredam
: Tempat meredam picnometer, untuk mendapatkan suhu

Fungsinya

picnometer sama dengan suhu air peredam.


7.

C.

Air suling

Benda uji
Diambil dari sample tanah yang lolos saringan no. 40 dimana tanah tersebut harus
berada dalam keadaan kering ( 300 gram )

D.

Teori
Berat jenis adalah ratio perbandingan antara berat suatu sample tanah terhadap
berat air pada volume yang sama dan suhu 25 C.
Berat jenis biasa ditulis dengan notasi GS dapat dihitung dengan rumus :

GS

Dimana

W2 - W1
----------------------------------( W4 W1 ) ( W3 W2 )

W1

= Berat kosong picnometer ( gr )

W2

= Berat picnometer + Berat tanah ( gr )

W3

= Berat picnometer + berat tanah + berat air suling

W4

= Berat picnometer + berat air suling x K ( gr )

= Faktor koreksi akibat pengaruh suhu ( gr )

Jadi, rumusan tadi diketahui bahwa berat jenis atau GS tidak mempunyai indeks
satuan. Dengan mengetahui berat jenis suatu sample tanah, dapat diketahui kandungan
mineral yang ada pada tanah tersebut.
10
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

E.

Prosedur kerja
1. Timbang berat picnometer kapasitas 250 ml pada keadaan kosong ( W1 ).
2. Masukkan sample tanah yang sudah dikeringkan sebanyak 4/3 bagian dari
picnometer lalu ditimbang beratnya ( W2 ).
3. Selanjutnya masukkan air suling kedalam picnometer sampai batas kapasitasnya
4. panaskan picnometer beserta isinya secara hati hati sampai kira kira
mendidih. Pemanasan ini dimasukkan agar gelembung gelembung udara yang
berada dalam sample tanah tersebut keluar.
5. Setelah itu dinginkan picnometer tersebut selama 10 menit, kemudian secara
perlahan lahan rendam picnometer pada wadah dan suhu picnometer sama
sebesar 25 C. Kemudian ditimbang beratnya.
6. Buanglah isi picnometer lalu bersihkan dan isi dengan air suling sampai batas
kapasitas picnometer tersebut.
7. Kemudian catat suhu dan timbang beratnya ( W4 ).
8. Ulangi prosedur 1 s/d 6 untuk percobaan kedua, hal ini dimaksudkan untuk
mendapatkan harga GS yang mendekati harga sebenarnya, yaitu dengan
mengambil harga rata rata dari kedua percobaan tersebut.

F.

Perhitungan

No.

Test Number

II

Nomor picnometer

Berat picnometer

( gram )

183,5 gram

183,5 gram

Berat kering tanah

( gram )

33,5 gram

32,8 gram

11
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Berat picnometer + air 25c

Berat picnometer + berat tanah

Berat pinometer + air + berat

676,5 gram

675,2 gram

( gram )

186,8 gram

216,3 gram

( gram )

710 gram

708 gram

( gram )

kering tanah

tc

Suhu

Factor koreksi

Berat picnometer + air pada tc

676,5 gram

675,2 gram

10

Berat jenis ( Specific gravity )

0,116 gram

0 gram

12
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

BAB IV

ATTERBERG
Nama percobaan

: Atterberg

Tanggal percobaan : 30 Oktober 2010


Tempat percobaan
A.

: Laboratorium Univ. HKBP NOMMENSEN.

Tujuan percobaan
Untuk menentukan kadar air dari suatu sample tanah dalam keadaan batas cair.
Batas cair adalah kadar air batas dimana suatu tanah berubah dari keadaan cair ke
keadaan plastis.

B.

Alat Alat yang digunakan dan fungsinya


1.Alat batas cair standart
1.Sendok dempul ( setrup )
2.Spatula ( dengan panjang 12,5 )
3.Cawan kadar air
4.Oven ( pengering )
5.Neraca ( KETELITIAN 0.01 gram )
6.Plat Kaca ( ukuran 45 x 45 x 0.9 cm )
7.Botol air suling

G.

Benda uji
Benda uji berupa tanah yang diambil dengan cara pemboran, jenis tanah
lempung dan hampir semua butirannya lewat saringan no. 40.

H.

Teori
Batas konsistensi ( batas batas atterberg ) tergantung pada air yang terkandung
massa tanah. Berikut ini adalah beberapa macam keadaan tanah tersebut yaitu :

13
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Keadaan cair

Keadaan kental

Keadaan plastis

Keadaan semi plastis

Keadaan padat

Batas kadar air tanah dari keadaan berbutirnya disebut kekentalan ( konsistensi )
menurut Atterberg ada 5 macam keadaan konsistensi tanah yaitu :
a.

Batas cair ( liquit limit )


Keadaan air dimana nilai nilai batasnya tanah bersifat sebagai cairan
kental. Batas ini menyatakan kadar air minimum. Dimana tanah masih dapat
mengalir dibawah beratnya, atau kadar air tanah berada pada batas antara
keadaan cair dengan keadaan plastis.

a.

Batas plastis
Kadar air dimana untuk nilai nilai dibawah tanah tidak lagi bersifat
plastis. Batas plastis ditetapkan sebagai kadar air dimana selapis tanah yang
digulung sampai diameter 3 mm dan dalam retak retak tanah akan bersifat
sebagai bahan yang plastis untuk kadar air, yang berkisar antara LL dan PL tang
disebut sebagai Indeks Plastis.

b.

Batas susut
Kadar air yang didefinisikan untuk derajat kejenuhan 100 %. Dimana
nilai nilai dibawahnya tidak akan dapat perubahan volume tanah kering lagi.

c.

Batas lengket
Kadar air dimana suatu tanah kehilangan sifat adhesinya dan tidak dapat
lengket pada obyek lain.

d.

Batas kohesi
Kadar air dimana butir butir tanah tidak dapat lagi bersatu, batas cair,
batas plastis, batas susut lebih sering diutamakan dalam perencanaan teknik
sipil, sedangkan batas lengket dan batas kohesi lebih banyak berguna bagi
pertanian dan tidak digunakan untuk insinyur teknik.
14

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Kadar air tanah dalam keadaan aslinya biasanya terletak antara batas
plastis dan batas cair. Angka yang sering dipakai sebagai petunjuk keadaan
tanah ditempat aslinya disebut indeks kecairan ( LI = liquid limit ).

Harga LI dapat dicari dengan :

PL
LI

= W - -----------LL

Dimana kadar air aslinya :


Berat isi
W

= ----------------------------- x 100 %
Berat pada tanah kering
Pada umumnya harga LI berkisar antara 0 1, jika LI kecil (mendekati nol),
maka tanah kemungkinan besar adalah tanah keras, sebaliknya jika LI besar
(mendekai satu). Berarti kemungkinan besar tanah tersebut adalah tanah lembek.

I.

Prosedur
1. Letakkan kira kira 250 gr contoh tanah yang sudah dipersiapkan diatas alat kaca.
2. Alat batas cair distel sehinggga baik/siap untuk dipakai. Alat alat dibersihkan dan
harus betul betul dalam keadaan kering.
3. Tanah diaduk dengan spatula diatas plat kaca dengan menambahkan air suling
sedikit demi sedikit.
4. Menambahkan air suling diatur supaya sesuai dengan yang dikehendaki yaitu 2
pukulan diatas 25 dan 2 pukulan dibawah 25.
5. Setelah contoh telah mencapai homogen, lalu masukkan kedalam cawan standart
dan permukaaannya diratakan sampai sejajar dengan bidang rata dengan tebal
maximum 1 cm.
15

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

6. Dengan grooving tool dibuat alur dengan cara membagi 2 melalui garis tengah
mangkuk simetris.
7. Alat diputar dengan kecepatan 2 putaran perdetik, sehingga mangkok naik dan jatuh
dengan tinggi maximum 1 cm. Percobaaan ini dilakukan hingga memperoleh empat
macam pukulan . dengan kadar air yang berbeda beda yaitu 2 macam pukulan
diatas 25 pukulan dan 2 macam dibawah pukulan.
8. Kemudian diambil sedikit tanah untuk pemeriksaan kadar air, dan dimasukkan
dalam oven selama 24 jam dengan temperature 105 C sampai dengaan 110 C.

16
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

BAB V

PERMEABILITY
Nama percobaan

: Permeability

Tanggal percobaan : 30 Oktober 2010


Tempat percobaan

A.

: Laboratorium Univ. HKBP NOMMENSEN

Tujuan percobaan
Untuk menentukan koefisien permeabilitas ( daya rembes ) pada suatu contoh
tanah. Jenis penelitian pada percobaan permeabilitas ini ada 2 yaitu :
a. Contact head
b. Falling head

B.

Alat Alat yang digunakan dan fungsinya


1. Satu set peralatan permeability test yang terdiri atas :
Aspirator bottle 1 buah ( kapasitas 2 liter )
Glass tube 9 buah | 6.5 mm
Rubber tube 12 buah | 7.0 mm
Value
Tabung ukur
Pressure point
Back board
Tabung perimeameter | 92 mm, tinggi 330 mm
2. Spidol
3. Casing

17
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

4. Mistar pengukur
5. Stop watch

C.

Benda uji
Benda uji yang akan diteliti adalah tanah dari hasil pengambilan pencangkulan
tanah bagian permukaan dilapangan Universitas HKBP NOMMENSEN Medan di
depan koperasi. Benda uji diambil 5 kg.

D.

Teori
Penentuan koefisien permeabilitas dapat dilakukan dengan salah satu cara yang
tersedia. Nilai perkiraan dapat diperoleh dari laboratorium dengan menggunakan
pengujian permeabilitas tinggi konstant ( constant head ) ataupun tinggi jatuh ( falling
head ).
Uji tinggi jatuh lebih ekonomis untuk pengujian berjangka lama, sedangkan uji
constant lebih sesuai untuk tanah seperti pasir atau kerikil yang mempunyai angka pori
yang besar akan diinginkan untuk mempertinggi ketepatan perhitungan.
Pengujian ini distandarisasikan untuk temperature 20 C, karena vocositas air
bervariasi dari 0.0457 dyne s/cm pada 4 C sampai 0.00897 pada 25 C,

maka

faktornya adalah 1.75 ; jadi perbedaan k sampai 175 % akan dapat diperoleh dari 2
pengujian pada 4 dan 25 C. dibawah ini tercantum sebuah table harga k untuk jenis
soil tertentu.
SOIL MECHANICS AND FOUNDATION
TYPE VALUE OF K
SOIL TYPE

Coefficient of Permeability ( cm/sec )

Clean gravel

1.0

and

greater

Clean sand

2.0

and

1.10

Sand

1.10 and

5.10

Silty sand

2.10 and

1.10

Silk

5.10 and

1.10
18

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Clay
E. Prosedur
1.

1.10

and

smaller

Alat alat percobaan constant head diperiksa dan dipersiapkan seluruhnya,


sementara contoh tanah uji disaring dan dipersiapkan.

2.

Contoh tanah direndam dalam air hingga jenuh.

3.

Contoh tanah yang telah jenuh dimasukkan dengan hati hati sampai ketinggian
tertentu dalam tabung dan diukur diameter tabung tersebut.

4.

Tabung kaca permeameter diisi air sampai bats tertentu agar tabung diisi contoh
tanah tidak akan meluap keluar.

5.

Penutup tabung permeameter ditutup rapat rapat, diperiksa apakah ada


kebocoran yang dapat mempengaruhi aliran ke back board.

6.

Katup pada penutup permeameter dibuka, sehingga air mengalir dari botol
aspirator kedalam tabung permeameter setelah water supply dibuka dan air
dialirkan, perhatikan kalau ada gelembung udara dalam selang.

7.

Air terus dibiarkan mengalir sampai kesembilan tabung pipa tekanan mencapai 3
ketinggian yang berbeda.

8.

Percobaan sudah dapat dimulai jika seluruh air kelihatan constant.

9.

Measuring silinder diletakkan

dibawah pipa air keluar ( over flow pipa )

bersamaam dengan itu stopwatch dijalankan.


10.

Dari setiap tinggi air h ( water head ) yaitu merupakan titik tekanan pada
ketinggian yang sama diukur dan sama diambil harga rata ratanya, demikian
juga untuk 3 titik tekanan berikutnya dalam waktu 90 detik.

11.

Bila sudah diukur water headnya, catat jumlah air yang keluar dan katup pada
penutup permeameter ditutup permeameter ditutup secara bersamaan.

12.

Percobaan seperti diatas dilakukan sampai 3 kali.

19
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

BAB VI

DIRECT SHEAR
Nama percobaan

: Direct shear

Tanggal percobaan

: 30 Oktober 2010

Tempat percobaan

: Laboratorium Univ. HKPB NOMMENSEN Medan.

A.

Tujuan percobaan
Untuk menentukan besarnya nilai kohesi ( c ) dan besarnya sudut geser tanah .

B.

Alat Alat yang digunakan dan fungsinya


1.Satu set alat geser langsung, yang terdiri dari

Stang penekan
Fungsinya

: untuk menekan tanah yang telah dimasukkan kedalam cincin

penguji untuk mendapatkan penurunan tanah dan untuk memperoleh nilai kekuatan
geser tanah.
Plat beban
Fungsinya

: untuk membebani tanah yang sudah dimasukkan kedalam cincin

penguji, alat ini ditempatkan di stang penekan.


Batu pori
Fungsinya

: sebagai alat dan penutup sample tanah yang sedang diuji. Tanah

sample yang dibebani akan mengalami pemadatan dan air dapat masuk melalui pori
porinya.
Cincin penguji dan proving ring
Fungsinya

: untuk tanah yang akan diperiksa kekuatan, geser, dan sudut

gesernya.

20
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Cincin alas berlubang


Fungsinya

: untuk mengatasi tanah agar terjadi pemadatan dan tanah yang

tertekan dapat keluar melalui lubangnya dan air masuk.


Dial pergeseran
Fungsinya

: untuk mengetahui besarnya pergeseran yang dialami oleh tanah

yang diuji.
Dial penurunan
Fungsinya

: untuk mengetahui besarnya penurunan tanah yang diuji

Dongkrak geser
Fungsinya

: untuk memberi tekanan geser pada tanah yang sedang diuji.

Cincin pencetak benda uji


Fungsinya

: untuk mencetak benda uji dari tanah yang telah diaduk untuk

mendapatkan berat tanah yang akan diuji.


Alat penekan tanah
Fungsinya

: untuk menekan tanah kedalam cincin penguji agar tepat masuknya.

2.Stop Watch
Fungsinya

: Untuk mengetahui lamanya pengujian.

3.Plat Kaca
Fungsinya

: Sebagai tempat mengaduk dan mencampur sample tanah dengan air

hingga merata kadar airnya


4.Scrap
Fungsinya

: Untuk mengaduk sample tanah dan air hingga kadar airnya

merata dan untuk mengisi cincin penguji serta meratakan permukaan tanah
pada cincin tersebut.
5.Neraca ( Ketelitian 0.01 gram )
Fungsinya

: Untuk menimbang berat sample tanah yang diambil dari

lapangan buat diuji.


C.

Benda uji
Benda uji berupa tanah yang diambil dengan cara pemboran tangan, lokasi
pemboran dilakukan pada lokasi pemboran kampus Universitas HKBP Nommensen
Medan.

D.

Teori

21
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

E.

Prosedur
1.

Sebelum percobaan dilaksanakan tanah dahulu diperiksa alat yang akan digunakan
dalam percobaan apakah dalam keadaan baik.

2.

Ambil benda uji secukupnya dari hasil percobaan bor tanagn kemudian dicampur
dengan air lalu diaduk hingga campuran dan tanah hingga betul betul homogen.

3.

Campuran tersebut dimasukkan dalam cincin cetakan, kemudian padatkan hingga


ruang ruang cincin tersebut terisi semua penuh. Selanjutnya kedua tanah pada
permukaan cincin diratakan dengan menggunakan skrap.

4.

Masukkan sample tanah yang ada pada cincin pencetak ke dalam cincin penguji
yaitu dengan menempatkan lubang cetakan, dengan lubang cincin penguji lalu
tanah ditekan secara perlahan lahan dengan alat penekan benda uji sampai benda
uji keluar dari cincin cetakan dan tepat masuk kedalam cincin penguji, selanjutnya
pasang batu pori diatasnya.

5.

Alat penurunan ( dial ) diletakkan tepat diatas alat penutup ( batu pori )
selanjutnya diatur alat penunjuk skala agar tepat menunjukkan skala nol.

6.

Stang penekan dipasang vertical untuk memberi beban normal pada benda uji dan
diatur sedemikian rupa sehingga rupa sehingga beban yang diterima benda uji
sama dengan beban yang diberikan pada stang tersebut.

7.

Letakkan beban diatas stang penekan sebesar P1 = 5 kg, bersamaan dengan berat
beban tersebut dimasukkan air pada kotak cincin pemeriksaan sampai penuh
diatas permukaan benda ujidan dicatat penurunan yang terjadi pada waktu saat
nol.

8.

Seterusnya dilakukan pembacaan penurunan ( konsolidasi ) yang terjadi pada dial


untuk waktu + menit ( t = 0.25 ; t = 1.00; t = 4.00; t = 5.25; dst ).

9.

Setelah pembacaan konsolidasi selesai, dial pembacaan penurunan dibuka secara


perlahan lahan lalu diangkat keluar.

10.

Kemudian pasang dial pengukuran geser ( shear ) selanjutnya lakukan pembacaan


dial geser sambil memutar dongkrak geser secara perlahan lahan dengan
kecepatan konstan untuk setiap 16 detik waktu yang dilakukan.

11.

Selanjutnya seluruh prosedur kerja diatas diulangi untuk beban P yang berbeda
beda sehingga akan dilakukan 3 kali percobaan :
a.

Percobaan I

= 5 kg

b.

Percobaan II

= 10 kg

c.

Percobaan III

= 15 kg
22

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

BAB VII

HIDROMETER
Nama percobaan

: Hidrometer

Tanggal percobaan

Tempat percobaan

: Laboratorium Univ. Nommensen Medan

A.

Tujuan percobaan
Untuk menentukan klasifikasi butiran tanah (gradasi ) yang lolos dari saringan

1.
2.

nomor 20.
Untuk menentukan klasifikasi butiran tanah (gradasi ) dan diameter butiran yang

B.

lolos saringan nomor 200 dengan menggunakan alat hydrometer.


Alat alat yang digunakan dan fungsinya
Hydrometer ( 1 buah )
Fungsinya : untuk mengukur kecepatan mengendap dari campuran tanah dan larutan
-

disperse.
Gelas ukur 100 ml ( 1 buah )
Fungsinya : untuk mengukur banyaknya cairan air yang dibutuhkan dan aquadest ( air

suling ).
Gelas ukur 1000 ml ( 1 buah )
Fungsinya : untuk tempat pembacaan hydrometer selama percobaan berlangsung dan

tempat pembacaan skala temperature / thermometer.


Cawan ( 1 buah )
Fungsinya : tempat merendam benda uji selama 24 jam.
Batang pengaduk ( 1 buah )
Fungsinya : untuk mengaduk campuran benda uji dan larutan disperse yang telah
-

direndam selama 24 jam.


Mangkok mixer dan mixer ( 1 buah )
Fungsinya : tempat campuran tanah dan larutan disperse selama pengadukan dengan
menggunakan mixer.
Thermometer ( 1 buah )

23
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Fungsinya : untuk mengukur temperature campuran tanah dengan larutan disperse dan
air.
-

C.

Neraca dengan ketelitian 0,001 gram ( 1 buah )


Fungsinya : untuk menimbang benda uji.
Stop watch ( 1 buah )
Fungsinya : untuk mengukur lama waktu pengadukan dan pembacaan hydrometer.
Saringan nomor 200
Fungsinya : untuk menyaring benda uji dari kotoran.
Benda uji
Benda uji diambil sebanyak 50 gram yang lolos saringan nomor 200.
Prosedur Percobaan
1.
Sediakan sampel yang sudah kering lolos saringan nomor 200
2.
Sampel dicampur dengan larutan disperse sebanyak 20 cc dan ditambah 100 cc air
3.

suling dan dimasukkan ke dalam mangkok disperse


Kemudian sampel yang telah disimpan selama 24 jam ( direndam dan dimasukkan
ke dalam cawan ) ditambah dengan air bersih , kemudian dimasukkan ke dalam

4.

mixer selama 5 menit


Setelah pengadukan selesai, sampel dipindahkan ke dalam tabung / gelas ukur,
dan diguncang arah mendatar selam 1 menit untuk menghindari terjadinya

5.

pengendapan dalam tabung


Kemudian tabung diletakkan di atas meja dan dimasukkan hydrometer dengan
perlahan, biarkan terapung sejenak sampai mencapai keadaan stabil. Stop watch

6.

ditekan dan baca hydrometer pada saat 0, , 1, 5, 15, 30, 60 menit, 4 jam, 24 jam
Pembacaan hydrometer juga disertai pembacaan temperature dengan memasukkan

7.

thermometer ke dalam campuran


Setelah pembacaan terakhir, seluruh bahan dituang ke atas susunan saringan
dimasukkan ke dalam oven pengering. Sesudah tanah ini kering ditimbang dan

8.

dicatat beratnya
Tanah uji yang sudah kering dituang ke atas susunan saringan yang terdiri dari
saringan nomor 40, Nomor 80, nomor 100, nomor 200 dan PAN. Lalu susunan

9.
10.

D.

saringan ditutup
Kemudian diadakan pengguncangan diatas mesin pengguncang.
Tanah yang tertahan disetiap saringan ditimbang dan dicatat beratnya.

Perhitungan
Perhitungan untuk hydrometer
1.

Kalibrasi hydrometer

24
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

+r

Dimana
= jarak pembacaan
H = jarak pembacaan

ke leher hydrometer
ke skala terendah

r = jarak antara hydrometer ke skala terendah = 0,60 cm


h = jarak dari leher sampai dasar kepala = 13 cm
V = volume hydrometer dicatat dengan menimbang beratnya ( massa jenis
hydrometer = 53,24 gram )
A = luas penampang gelas ukur yang berdiameter rata rata 6,8 cm = 36,317 cm
2.

Menentukan diameter butiran


Dari harga
a.

dapat ditentukan besarnya diameter butiran tanah dengan 2 cara :

Dengan menggunakan monogram


Tentukan

dari hasil perhitungan pada skala yang tersedia

Hubungkan titik pada skala

dengan skala waktu yang memotong skala

garis kecepatan dan beri tanda pada skala tersebut


Titik potong kecepatan dihubungkan dengan skala suhu yang diketahui dari
hasil percobaan. Dari garis tersebut akan memotong garis skala diameter
b.

dalam mm.
Dengan memakai rumus

Dimana :
= dalam efektif hydrometer ( cm )
= Konstanta nilai factor M ( dari table )
= waktu ( detik )
3. Menentukan persen ( % ) berat dari butiran

Dimana :
k = koreksi suhu yang diperoleh dari table
25
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

a = factor koreksi berat jenis


= berat total contoh tanah
4.

Menentukan

persen

tanah

yang

tertahan

saringan

5. Menentukan persen tanah yang lolos saringan


% lolos = 100% - % tertahan

BAB VIII

CBR LABORATORIUM
Nama percobaan

: CBR LABORATORIUM

Tanggal percobaan : 30 Oktober 2010


Tempat percobaan
A.

: Laboratorium Univ. HKPB NOMMENSEN Medan

Tujuan percobaan
Untuk mendapatkan nilai CBR dari campuran agregat yang didapatkan
dilaboratorium pada kadar air yang telah ditentukan.
26

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

B.

Alat Alat yang digunakan dan fungsinya


1.Cetakan ( mould )
Fungsinya : Sebagai tempat atau wadah benda uji yang akan ditumbuk.
2. Plat Baja ( berbentuk bujur sangkar )
Fungsinya : Sebagai alat mould dan pengunci mould.
3.Mesin Proctor ( alat penumbuk standart dari logam )
Fungsinya : Sebagai alat untuk menumbuk dan memadatkan benda

uji.

4.Oven
Fungsinya : Untuk mengeringkan sample tanah guna mendapatkan besarnya kadar

air.
5.Neraca ( Ketelitian 0.01 gram )
Fungsinya : Untuk tempat sample tanah yang diambil dari lapangan.

C.

Benda uji
Benda uji berupa tanah yang diambil dengan cara pemboran, lokasi pemboran
dilakukan pada lokasi pemboran kampus Universitas HKBP Nommensen Medan.

D.

Teori
Kadar air adalah ratio dari berat air didalam pori pori tanah terhadap berat
butiran tanah.

Ww
W = ------------ x 100 %
Ws

Dimana

27
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

: Kadar air ( % )

Ww

: Berat air ( gr )

Ws

: Berat tanah kering ( gr )


Persamaan ini memberikan kadar air sebagai suatu variabel bebas. Karena Ws

konstanta untuk kondisitanah dalam keadaan lunak ( steady state ). Beberapa ahli
menggunakan defenisi kadar air sebagai berikut :

Ww
Ww
W = --------- = -------------- x 100 %
Wt
Ws + Ww
Tetapi persamaan tersebut diatas merupakan persamaan tak bebas, dimana berat
air pada pembilang maupun penyebut. Karena hal ini maka persamaan tersebut tidak
digunakan oleh para Insinyur Geoteknik.
Batas batas kadar air adalah 0 % < w % < tak terhingga, suatu hal yang biasa
bagi tanah didasar laut atau tanah organis didanau untuk mempunyai nilai kadar air
300 400 %, tetapi kadar air alami untuk sebagian besar tanah biasanya dibawah 60 %.
Tanah yang kelihatannya kering sering masih mempunyai kadar air sebesar 2 3 %.
Kadar air yang menunjukkan nilai pada suatu saat dilapangan diberi nama
kelembaban alamiah atau kadar air dari tanah dan diberi simbol Wn.
Nilai kelembaban alamiah. Wn ini bervariasi tergantung pada lokasi contoh tanah
yaitu

:
Dekat permukaan tanah
Dalamnya permukaan tanah tersebut
Didasar danau
Saat terjadinya hujan yang terakhir.
28

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Contoh yang diambil dari tanah yang berada dibawah air tanah yang tetap, mungkin
akan berubah dari hari ke hari atau dari tahun ke tahun.
Contoh tanah yang berada dekat permukaan tanah atau diatas air tanah yang tetap
akan mempunyai kadar air kelembaban alamiah yang berbeda beda, tergantung pada
faktor cuaca seperti temperature, jumlah, waktu, dan saat turun hujan terakhir dan
lamanya periode kering, kadar air maksimum tergantung pada angka pori.
E.

Prosedur
1. Cawan dibersihkan dan diberi tanda, selanjutnya cawan tersebut ditimbang.
2. Contoh tanah yang akan mewakili tanah yang akan diperiksa kadar airnya
dimasukkan kedalam cawan tersebut kemudian ditimbang beratnya. Contoh
tanah tersebut diambil dari sample tanah hasil percobaan berat isi, jadi
terdapat 12 sample tanah yang berasal dari 4 kedalaman berbeda.
3. Kemudian cawan dan isinya tersebut dimasukkan kedalam oven selama
24 jam sampai beratnya constant.
4. Selanjutnya setelah pengeringan terjadi, timbang berat cawan dan isinya
tersebut.
5. Demikian seterusnya untuk setiap cawan hingga percobaan selesai.

BAB IX

ANALISA SARINGAN
Nama percobaaan

: Analisa saringan

Tanggal percobaan

: Jumat, 22 Oktober 2010

Tempat percobaan

: Laboratorium Univ. HKBP Nommensen Medan

A.

Tujuan Percobaan

29
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Penguraian susunan butir agregat ( gradasi ) bertujuan untuk menilai agregat halus
atau kasar agar dapat digunakan pada konstruksi beton. Untuk maksud tersebut,
Indonesia menggunakan saringan standard metode ASTM C-136-76 ( pendekatan ).
Susunan butiran diperoleh dari hasil penyaringan benda uji dengan
menggunakan beberapa diameter saringan. Maka tujuan percobaan untuk menentukan
gradasi / klasifikasi perbutiran tanah agregat halus dan agregat kasar dengan
penyaringan.
B.

Alat alat yang digunakan dan fungsinya


- Saringan nomor 18,20,40,60,80,100, 200, dan PAN
Fungsinya : untuk menyaring butiran tanah.
- Timbangan
Fungsinya : untuk menimbang benda uji yang tertahan pada masing masing
saringan.
- Mesin pengguncang saringan
Fungsinya : untuk mengguncang susunan saringan.
- Sikat / kuas
Fungsinya : untuk membersihkan dan mengeluarkan tanah yang tersisa pada saringan.
- Stopwatch
Fungsinya : untuk mengukur lamanya penyaringan.

C.

Prosedur Praktikum
1.
2.

Sampel tanah serta alat alat disiapkan terlebih dahulu.


Alat alat dibersihkan dan disusun saringan dengan susunan saringan nomor

3.

18,20,40,60,80,100,200 dan PAN.


Ambillah sampel sebanyak 500 gram dan dimasukkan ke dalam saringan yang

4.
5.

telah disusun serta diletakkan diatas mesin pengguncang


Susunan saringan tadi diguncang selama 15 menit
Setelah pengguncangan selesai saringan yang tersusun dipisahkan, kemudian
sampel pada masing masing ditimbang dan dicatat beratnya berdasarkan ukuran
saringannya.

D.

Teori
Untuk mengetahui sifat / karakteristik tanah dalam hubungannya dengan variasi
perbutiran, maka harus dicari bentuk distribusi perbutiran tanah tersebut. Untuk

30
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

menentukan gradasi perbutiran dipergunakan saringan dengan nomor nomor tertentu.


Pada dasarnya percobaan analisa saringan terdiri dari 2 yaitu :
1.

Menentukan banyaknya bahan sampel dalam butiran kasar dengan menggunakan

2.

saringan.
Analisa hydrometer dilakukan terhadap bagian yang berbutir sangat halus, dengan
kata lain butiran tanah yang lebih halus atau butiran yang lolos saringan nomor
200.

Analisa saringan adalah penyajian ASTM D422 dan AASHTO T88 yang memiliki
beberapa keterbatasan, antara lain :
1.
2.

Pengujian tidak dapat diulang kembali bila terdapat kesalahan.


Sukar untuk mendapatkan contoh pengujian yang benar benar mewakili keadaan
seluruh tanah di lapangan.

Pada dasarnya analisa ukuran butiran terdiri dari usaha untuk :


1.

Mendapatkan contoh representative dan mengurangi partikel partikel elemental


dengan melumatnya menjadi adukan mortar dan mencucinya pada saringan nomor

2.

200.
Menyaring sampel melalui susunan saringan empat sampai enam buah dan
menimbang jumlah yang tertahan pada tiap saringan dan menghitung persentase
lolos dan menggambarkan grafik persentase lolos ke lubang saringan.

Untuk menentukan jenis tanah, digunakan rumus :

Dimana :
D

= jumlah % yang lewat saringan dengan nomor tertentu


= koefisien derajat keseragaman ( uniform coefficient )
= koefisien lengkung ( coefficient of curvature )

31
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

= besarnya diameter butiran yang persentase kumulatif lewat 60%


= besarnya diameter butiran yang persentase kumulatif lewat 30%
= besarnya diameter butiran yang persentase kumulatif lewat 10%

E.

Analisa perhitungan
Untuk persentase tertahan

Untuk persentase lolos

Dimana :
H

= Jumlah tertahan dari seluruh ukuran saringan sampai saringan yang ditinjau

BT

= Berat total

= persen tertahan

= persen lolos

Test
1.

Untuk saringan no.8


- berat tertahan
- berat kumulatif tertahan
- berat total sampel

=
=
=

57,8 %
57,8 gram
485,48 gram

Persen tertahan

= 5,78 %
Persen lolos

= 94,22%

2.

Untuk saringan no.18


- berat tertahan

44,93 %
32

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

berat kumulatif tertahan


berat total sampel

=
=

44,93 gram
485,48 gram

Persen tertahan

= 4,493 %

Persen lolos

= 9,507%

3.

Untuk saringan no.30


- berat tertahan
- berat kumulatif tertahan
- berat total sampel

=
=
=

18,73 %
18,73 gram
485,48 gram

Persen tertahan

= 3,86 %
Persen lolos

= 96,14%
4.

Untuk saringan no.40


- berat tertahan
- berat kumulatif tertahan
- berat total sampel

=
=
=

86,25 %
86,25 gram
485,48 gram

Persen tertahan

= 17,76 %
Persen lolos

= 82,23%

5.

Untuk saringan no.60


33

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

berat tertahan
berat kumulatif tertahan
berat total sampel

=
=
=

70,58 %
70,58 gram
485,48 gram

Persen tertahan
= 14,54 %

Persen lolos
= 85,5%

6.

Untuk saringan no.100


- berat tertahan
- berat kumulatif tertahan
- berat total sampel

=
=
=

83,72 %
83,72 gram
485,48 gram

Persen tertahan
= 17,2%

Persen lolos
= 82,8%

7.

Untuk saringan no.200


- berat tertahan
- berat kumulatif tertahan
- berat total sampel

=
=
=

78,6 %
78,6 gram
485,48 gram

Persen tertahan

= 16,2 %
Persen lolos

= 83,8%
34
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

8.

Untuk saringan PAN


- berat tertahan
- berat kumulatif tertahan
- berat total sampel

=
=
=

96,89 %
96,89 gram
485,48 gram

Persen tertahan

= 19,95 %

Persen lolos

= 80,04%

BAB X

PROCTOR
Nama percobaaan

: Proctor

Tanggal percobaan

: Jumat, 26 November 2010

Tempat percobaan

: Laboratorium Univ. HKBP Nommensen Medan

A.

Tujuan percobaan
Untuk menentukan kadar air optimum dan berat isi kering maksimum dari suatu
contoh tanah yang dipadatkan agar dapat dicapai pemadatan maksimum.
35

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

B.

Alat alat yang digunakan dan fungsinya


- Mould dengan dimensi
Diameter : 10,2 cm
Tinggi : 11,6 cm
Mould tersebut dilengkapi dengan leher yang dapat dibuka pasang dan berguna agar
tanah tidak tumpah pada waktu pemadatan dilakukan sehingga dapat dijaga agar
volume tanah yang dipadatkan sama dengan volume mould.
- Alat penumbuk
Digunakan yang mempunyai permukaan tumbuk yang rata. Alat ini digerakkan
dengan tenaga listrik sehingga terjamin jumlah pukulan dan ketinggian jatuh untuk
setiap pukulan. Berat alat penumbuk adalah 5,5 lbs ( 2,5 kg ) dan dijatuhkan dari
ketinggian 12.
- Plat seng
Fungsinya untuk tempat pengadukan tanah yang dicampur dengan air.
- Neraca
Fungsinya : untuk menimbang berat benda uji.
- Cawan
Fungsinya : untuk tempat benda uji yang akan ditimbang dan diperiksa kadar airnya.

- Gelas ukur
Fungsinya : untuk mengukur banyaknya air yang diperlukan.
- Oven pengering
Fungsinya : untuk mengeringkan benda uji yang telah dicampur dengan air.
A.

Benda uji
- Sediakan contoh tanah untuk bahan uji .
- Bersihkan tanah dari segala akar tanaman.
- Bahan disaring dengan saringan atau dihaluskan dan dikeringkan dibawah sinar
matahari.
- Tanah yang telah dikeringkan dibagi menjadi 5 bagian ( untuk 2%, 4%, 6%, 8% dan
10% ) dengan berat masing masing 2,5 kg.

B.

Prosedur percobaan
1.
Mould dibersihkan dan ditimbang beratnya serta diukur diameter dan tingginya.
2.

Ambil bahan uji nomor 1 dan masukkan dalam mould yang kira kira

dari

3.

tinggi mould setelah dipadatkan.


Lalu lakukan untuk bagian 2 dan 3 dengan cara yang sama, setelah bagian ke-3

4.

selesai dipadatkan, tinggi tanah 5 cm dari tinggi mould.


Masing masing lapisan ditumbuk 25 kali.

36
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

5.

Selanjutnya leher mould dibuka dan permukaan tanah diratakan dengan mistar

6.
7.

besi.
Tanah dan mould ditimbang.
Tanah dikeluarkan dari mould dan diambil sampel, masing masing 2 cawan tiap

8.
9.
10.

sampel ( bagian tanah diatas dan dibawah mould ).


Sampel beserta cawan ditimbang.
Ulangi prosedur diatas untuk sampel ke 2, 3, 4, dan 5.
Setelah selesai tanah seluruhnya dioven selama 24 jam, bila sudah dioven selama
24 jam keluarkan dan timbang berat kering tanah tersebut.

C.

Teori
Pengambilan tanah untuk sampel percobaan pemadatan ada 2 macam, yaitu ;
undisturbed sample dan disturbed sample.
1.

Tanah terganggu ( disturbed sample )


Contoh tanah ini dapat apabila sifat sifat fisis dan indeks tanah ingin
diketahui serta keadaan struktur tanah di lapangan yang sebenarnya dan sejarah
tegangannya tidak diperlukan, dengan pengertian lain tanah dilokasi tempat
pengambilan sampel sebagai material untuk konstruksi sebelum dipindahkan pada
sebuah truk, merupakan tanah yang tidak terganggu, tapi pada waktu dibawa ke
lokasi penimbunan atau diturunkan / diambil sembarang, disebarkan. Dalam arti
kata struktur awal mengalami perubahan, maka tanah itu disebut tanah terganggu.
Cara mendapatkan tanah terganggu :
- Operasi skop / garpu
- Pemotongan dengan Auger
- Percobaan penetrasi, diambil dan ditaruh dalam stoples.

2.

Tanah tidak terganggu ( undisturbed sample )


Contoh ini dibutuhkan untuk memperkirakan sifat sifat teknis tanah bagi
analitis kekuatan, stabilitas dan studi aliran air. Cara mendapatkannya diperoleh
dengan :
- Sumur percobaan
Tabung contoh berdinding tipis dengan diameter nominal 50 150 mm
Undisturbed sample diambil dengan menggunakan tabung sample dari logam
tipis yang bersih dan tahan karat, sampel itu harus diambil dengan sangat hati
hati agar tidak terganggu
Pemadatan ialah proses dimana rongga rongga udara pada butir tanah
dikeluarkan secara mekanis melalui pemadatan atau pukulan. Bertujuan untuk
37

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

menentukan tingkat kepadatan atau isi maksimum dari tanah pada kadar air
tertentu.
Pemadatan dapat dilakukan dengan 2 cara :
1.
1.
D.

Uji proctor standard


Uji proctor modifikasi

Analisa perhitungan
Nama percobaan

: Proctor

Lokasi/ tanggal

: UHN Medan, Jumat 26 November 2010

Table pengujian benda uji Proctor


Benda

uji

Berat Tanah (gram )


Berat Cawan
Bagian
atas Bagian bawah (gram Berat 1

(%)

(gram)
2%
2,3
4%
2,5
6%
2,0
8%
2,075
10%
2,26
Setelah dioven selama 24 jam
2%
1,6
4%
1,9
6%
1,57
8%
1,5
10%
1,7

Berat 2

)
2,5
2,2
2,3
2,0
2,465

0,4
0,4
0,5
0,3
0,3

0,45
0,4
0,42
0,31
0,30

1,9
1,57
1,7
1,56
1,9

0,4
0,4
0,5
0,3
0,3

0,45
0,4
0,42
0,31
0,30

1. Menentukan kadar air


Percobaan pada benda uji 2% bagian atas
Berat tanah basah + cawan (

= 27 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 20 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 7 gram
)

Berat tanah kering (

= 4 gram
)

Kadar air

= 16 gram
(W)

38
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

= 43,75%

Percobaan pada benda uji 2% bagian bawah


Berat tanah basah + cawan (

= 29,5 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 23,5 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 6 gram
)

Berat tanah kering (

= 4,5 gram
)

Kadar air

= 19 gram
(W)

= 31,5%

Maka kadar air rata rata =

Percobaan pada benda uji 4% bagian atas


Berat tanah basah + cawan (

= 29 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 23 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 6 gram
)

Berat tanah kering (

= 4 gram
)

Kadar air

= 19 gram
(W)

= 31,57%

39
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Percobaan pada benda uji 4% bagian bawah


Berat tanah basah + cawan (

= 26 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 19,7 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 6,3 gram
)

Berat tanah kering (

= 4 gram
)

Kadar air

= 15,7 gram
(W)

= 40,12%

Maka kadar air rata rata =

Percobaan pada benda uji 6% bagian atas


Berat tanah basah + cawan (

= 25 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 20,7 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 4,3 gram
)

Berat tanah kering (

= 5 gram
)

Kadar air

= 15,7 gram
(W)

= 27,4%

Percobaan pada benda uji 6% bagian bawah


Berat tanah basah + cawan (

= 27,2 gram

40
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Berat tanah kering + cawan (


Berat air (

Berat cawan (

= 21,2 gram
= 6 gram

Berat tanah kering (

= 4,2 gram
)

Kadar air

= 17 gram
(W)

= 35,3%

Maka kadar air rata rata =

Percobaan pada benda uji 8% bagian atas


Berat tanah basah + cawan (

= 23,75 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 18 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 5,75 gram
)

Berat tanah kering (

= 3 gram
)

Kadar air

= 15 gram

(W)

= 38,3%

Percobaan pada benda uji 8% bagian bawah


Berat tanah basah + cawan (

= 23,1 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 18,7 gram

Berat air (

= 4,4 gram
41

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Berat cawan (

Berat tanah kering (

= 3,1 gram
)

Kadar air

= 15,6 gram
(W)

= 28,2%

Maka kadar air rata rata =

Percobaan pada benda uji 10% bagian atas


Berat tanah basah + cawan (

= 25,6 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 20 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 5,6 gram
)

Berat tanah kering (

= 3 gram
)

Kadar air

= 17 gram
(W)

= 32,94%

Percobaan pada benda uji 10% bagian bawah


Berat tanah basah + cawan (

= 27,65 gram

Berat tanah kering + cawan (

= 22 gram

Berat air (

Berat cawan (

= 5,65 gram
)

Berat tanah kering (

= 3 gram
)

Kadar air

= 19 gram
(W)

=
42

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

= 29,73%

Maka kadar air rata rata =

BAB XI

BOR TANGAN
Nama percobaan
Tanggal percobaan
Tempat percobaan
A.

: Bor tangan
:
: Lap. Univ. HKBP Nommensen Medan

Tujuan Percobaan
Mengambil contoh tanah yang tidak terganggu maupun yang terganggu untuk
mendapatkan keterangan mengenai tanah yang meliputi jenis tanah sifat fisik tanah.
Keadaan tanah, letak muka air tanah ( MAT ). Dimana dalam meneliti jenis, sifat fisik,
keadaan tanah dan MAT dilakukan scara visual tanpa dibawa ke laboratorium.
Sebelum dilakukan pemboran, terlebih dahulu direncanakan:
a)
b)

B.

Lokasi pemboran
Kedalaman tanah

Alat-alat yang digunakan dan fungsinya


1. Bor tangan
Berfungsi untuk membor tangan tanah untuk mengambil sample tanah pada
kedalaman tertentu.
2. Pemutar stang bor
Berfungsi memutar stang dan mata bor agar masuk kedalam tanah sample sampai
kedalaman tertentu.
3. Kepala pengambilan contoh tanah
Berfungsi mengambil contoh tanah pada waktu dilakukan pemboran.
4. Casing
Berfungsi menghubungkan contoh tanah dengan stang bor.
5. Mistar
Berfungsi untuk mengukur jarak pada batang besi bor sesuai dengan kedalaman
yang diinginkan.
6. Kunci Inggris dan kunci monyet
Berfungsi untuk mengunci dan membuka sambungan antara mata bor, stang bor
dan stang pemutar.
43

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

C.

Benda Uji
Benda uji ( contoh tanah ) yang diteliti dalam percobaan ini adalah tanah yang
diperoleh dari hasil pemboran dengan tangan. Pemboran dilakukan pada lokasi
disekitar halaman kampus. Benda uji atau contoh tanah yang akan diteliti dalam
percobaan ini adalah tanah yang diperoleh dari ahsil pemboran pada toap-tiap
kedalaman 25 cm dan ini dianggap sebagai salah satu lapisan tanah. Pemboran
dilakukan sampai beberapa lapisan tanah sesuai dengan yang diinginkan pada
percobaan ini contoh tanah adalah tanah terganggu. Yang dimaksud dengan disturb
sample adalah contoh tanah dimana akan terjadi percobaan kadar air, pori, struktur,
perpecahan dan suhu contoh tanah disturb didapatkan apabila sifat-sifat dan index
tanah ingin diketahui dan keadaan struktur tanah dilapangan yang sebenarnya ( dan
sejatah terganggu ) tidak dieprlukan. Dengan pengertian lain, tanah dilokasi tempat
pengambilan sebagai material untuk konstruksinya sebelum dipindahkan dan
ditempatkan pada sebuah truk merupakan tanah yang tidak terganggu

dan

mempunyai struktur kerangkan yang unik dan mengandung sejumlah air didalamnya.
Ketika tanah itu diangkat dari lokasi dan ditrmpatkan pada truk, struktur ini
sebahagian besar akan rusak ( kecuali bongkah-bongkah yang besar ).
Apabila tanah tersebut diabawa kelokasi penimbunan, diturunkan dari truk
disebarkan dan dibuat kemiringan sesuai dengan yang dikehendaki, struktur awalnya
sama sekali hilang dan struktur yang baru akan terbentu. Keadaan baru ini disebut
terbentuk kembali atau remolded. Pemotongan dengan auger dari lobang bor juga
merupakan tanah terganggu.
Kita dapat memperoleh tanah yang terganggu :
1. Operasi skop dan garpu.
2. Pemotongan dengan auger.
3. Uji penetrasi.
Contoh dari sumber 1 dan sumber 2 bisa diletakkan didalam kantong dan
dibawa ke laboratorium. Apabila kadar alamiahnya harus dipertahankan maka tadi
harus dilapisi plastic ataupun dengan memakai jenis wadah lain. Contoh dari sumber
3 biasanya dimasukkannya kedalam stoples gelas dengan tutup yang dapat diputar dan
diberi tanda yang menunjukkan nama bor, dalam dan data lainnya.
Pada tanah yang tidak terganggu percobaan tersebut harus dihindari yaitu
dengan cara memasukkan, sample tanah kedalam tabung silinder dan penutup kedua
44
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

ujung silinder dengan melilinnya, meletakkan diatas tempat yang dapat merendam
getaran serta memasukkannya kedalam oven yang ada pengatur suhunya supaya suhu
dalam tanah tsb dapat distabilkan pada keadaan suhu semula.
D.

Teori
Pemboran ( drilling ) adalah salah satu penyelidikan lapangan dimana
penyelidikan tanah sepenuhnya delakukan dilokasi pemmboran tanpa harus membawa
dan memeriksanya ke laboratorium. Pemboran dengan tanah adalah pemboran dengan
memakai tanah dibantu berbagai alat yang mempermudah pekerjaan. Pemboran
dilakukan dengan mempergunakan berbagai macam doper yang dipotong pada bagian
tanah bor tangan ( rods ) untuk memutar mata bot tersebut digunakan tangki Chandle
yang dipasang pada bagian atas dari rangkaian mata bor.
Pengambilan contoh ada 2 macam :
1.

2.

Pengambilan contoh tanah asli ( Undistrurbed sample ) yaitu :


Tanah yang masikmenunjukkan sifat-sifat asli dari tanah dan belum
mengalami perobahan dalam struktur kadar air dan susunan kimianya.
Pengambilan contoh tanah terganggu ( Disturbed sample ) yaitu :
Tanah yang sudah mengalami perubahan dalam strukturnya atau tanah yang
diambil tanpa melindungi struktur asli dari tanah tersebut.

E.

Prosedur
DISTURBED SAMPLE
Alat-alat percobaan disediakan dilokasi percobaan.
- Lokasi yang akan diselidiki biasanya ditentukan oleh pihak pelaksana bangunan.
- Bila belum ditentukan maka dengan melihat dengan bangunan, kita dapat
mengambil beberapa tempat seperti disudut bangunan, pertengahan bangunan dan
-

tempat lain didaerah pndasi.


Daerah yang dibor terlebih dahulu dibersihkan.
Auger yang telah disambung dengan pipa yang dilengkapi dengan stang dibuat
tengah lurus diatas permukaan tanah yang akan dib or dan seterusnya diusahakan
tetap tegak lurus dan pemboran.
45

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Pemutar T.Stoll dilakukan sampai terasa ringan, berarti mata bor telah terisi penuh
( mata bor telah masuk sampai kedalam 25 cm ). Lalu dicabut dengan hati-hati

agar tanah didalam bor tidak terlepas atau jatuh.


Mata bor diletakkan diatas talam permeriksaan, lalu tanah dikeluarkan dengan

sekop.
Kemudian pemeriksaan diadakan secara visual atau penglihatan mengenai jenis

tanahnya, warna dengan baunya dan keadaan muka air tanah.


Pemboran dilakukan seterusnya sampai kedalaman tertentu.
Dalam pemboran ini tinggi mata air tanah ( MAT ) dijumpai pada kedalaman 0,75
m.

UNDISTURBED SAMPLE
Pengambilan contoh tanah tidak terganggu didapatkan apabila kita mengurangi
perubahan dalam struktur tanah. Contoh ini dibutuhkan untuk memperkirakan sifatsifat teknis tanah untuk analisisi kelesitan dan stabilitas serta studi aliran tanah.
Contoh tanah tidak terganggu biasanya diperoleh dengan :
1. Sumur uji, ini memungkinkan memperoleh kualitas terbaik.
2. Tabung contoh tanah berdinding tipis dengan
tabung

mineral dari 50 -150 mm biasanya

50 75 mm yang dipakai.

3. Jenis alat mengambil contoh piston.

Nama percobaan

: Bor tangan

Tanggal percobaan

: Sabtu, 9 Oktober 2010

No.

Kedalaman (cm)

Jenis tanah

Warna tanah Bau

Keadaan

1
2
3

20
40
60

Humus
Humus
Lempung

Coklat
Tanah
Coklat
Tanah
Coklat keabu- tanah

tanah
Lepas
Lepas
Lepas

80 ( MAT )

berpasir
Liat berair

abuan
Abu abu /

Liat
Lumpur
Lumpur

Berair
Liat, berair,

Lumpur
Tanah

disertai pasir
Liat, berpasir
Liat dengan

5
6

100
120

Liat berair
Liat berair

warna semen
Abu abu
Abu abu

7
8

140
160

Liat
Liat

Abu abu
Abu abu

sedikit pasir
46
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

9
10
11
12
13
14
15
16
17

180 200 (kadar air)


220
240
260
280
300
320
340
360 (tabung)

Liat berair
Liat

Abu-abu
Abu-abu

Tanah
Tanah

Liat
Liat

Liat

kecoklatan
Abu-abu

Tanah

Liat

Liat
Liat
Liat
Liat

kecoklatan
Abu-abu
Abu-abu
Abu-abu
Abu-abu

Tanah
Tanah
Tanah
Tanah

Liat berpasir
Liat
Liat
Pasir halus

Liat

pekat
Abu-abu

Tanah

Pasir halus

liat

pekat
Abu-abu

tanah

Liat

pekat

F.

Kesimpulan
Dari hasil percobaan diperoleh :
1. Pada kedalaman 0,8m terdapat muka air tanah.
2. Dengan kedalaman tertentu, keadaan tanahnya berbeda beda.

G.

Aplikasi
Bor tangan merupakan percobaan yang dilakukan untuk mendapatkan
keterangan mengenai tanah yang meliputi jenis tanah dan sifat fisik tanah. Hal ini
sangat diperlukan untuk mengetahui struktur tanah dimana diatasnya akan didirikan
suatu konstruksi, dimana apakah perlu dilakukan tanah timbunan untuk jenis tanah
gambut.
Data-data tanah seperti ini perlu untuk pembangunan :
- Jembatan
- Jalan raya

47
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

BAB XII

UNCOFINED
Nama percobaan

: Unconfined

Tanggal percobaan :
Tempat percobaan
A.

: Lap. Univ. HKBP Nommensen

Tujuan Percobaan
Untuk menentukan besarnya kekuatan tekanan bebas contoh tanah dan batuan yang
bersifat konhensif baik dalam keadaan asli maupun batuan ( Remoulded )
Yang dimaksud kekuatan bebas adalah besarnya beban aksial persatuan pada saat benda
uji mengalami keruntuhan atau pada saat renggangnya aksial mencapai 20 %.

B.

Alat alat yang digunakan dan fungsinya


1. Mesin tekanan bebas ( Unconfied Copressive Machine )
Gunanya untuk menentukan besarnya renggangan yang terjadi yang dilanjutkan
hasil grafik yang terjadi.
2. Alat untuk mengeluarkan contoh ( Extruder )
Gunanya untuk mengeluarkan contoh tanah yang telah dimasukkan kedalam
cetakan.
3. Cetakan uji berbentuk silinder dengan tinggi 2 kali diameter.
Gunanya sebagai alat untuk mencetak silinder tanah yang digunakan sebagai
contoh.
4. Pisau tipis dan tajam
Gunanya untuk menekan sample yang dimasukkan cetakan mengalami kepadatan.
5. Neraca dengan ketelitian 0,1 gr
Gunanya untuk memotong benda uji setelah benda uji mempunyai tinggi 2 kali
diameter.
48

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

C.

6. Pisau kawat
Gunanya untuk memotong benda uji setelah benda uji mempunyai 2 kali diameter.
7. Stop Watch
Gunanya untuk menentukan berapa lama terjadinya peristiwa renggangan tersebut.
Benda Uji
a. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder.
b. Benda uji mempunyai diameter minimal 3,3 cm dan tingginya dua kali diameternya
biasanya digunakan benda uji dengan diameter 6,8 cm dan tingginya 13,6 cm,

Untuk benda uji berdiameter (

terkandung dalam benda uji harus < 0,1 diameter benda uji.
Untuk benda uji berdiameter 6,8 cm biasanya butir maksimum yang

terkandung dalam benda uji harus > 1/6 diameter benda uji.
Jika setelah pemeriksaan benda uji ternyata dijumpai butiran yang > dari

) = 3,3 cm besar butir maksimal yang

ketentuan tersebut diatas maka hal tersebut harus dicantumkan dalam laporan.
D.

Teori
a. Menyiapkan benda uji asli dari tabung contoh.
Contoh dikeluarkan dari tabung 1 2 dengan alat pengeluaran contoh, kemudian

dipotong dengan pisau kawat dan diratakan dengan pisau


Pasang alat cetak benda uji didepan tabung contoh, keluarkan contoh dengan
alat pengeluaran contoh ( extruder ). Sepanjang alat cetak kemudian dipotong

dengan alat pisau kawat.


Alat benda uji dan cetakan yang berisi benda uji didirikan dengan ujung yang
udah dibentuk diatas alas yang rata. Kemudian ujung sebelah atas diaratakan
dengan pisau.

b. Keluarkan benda uji dengan batuan.


Benda uji batuan bisa dipersiapkan dari benda uji bekas atau dari contoh tanah

lain yang tidak asli.


Dalam hal ini menggunakan benda uji bekas tanah tersebut diambil dari benda
uji tanah asli dari tabung contoh benda uji tersebut diamasukkan kedalam
kantong plastik, kemudian diremas dengan jari sampai merata.
Pekerjaan tersebut harus dialakukan dengan hati-hati untuk mencegah udara
agar tidak masuk, memperoleh kepadatan yang merata dan penguapan air.
Padatkan benda uji tersebut pada cetakan.

Apabila menggunakan benda uji contoh tidak asli lain, benda uji dapat disiapkan
dengan kadar air dan kepadatan yang ditentukan terlebih dahulu jika

49
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

dikehendaki benda uji tersebut dapat dijenuhkan lebih dahulu sebelum diperiksa
( harus dicatat dengan laporan ).
E.

Prosedur Percobaan
1. Pemeriksaan kuat tekan bebas dengan cara mengontrol renggangan.
2. Timbang benda uji dengan ketelitian 0,1 gr. Lalu letakkan benda uji pada
mesin tekan bebas secara sentris. Atau mesin diatur sehingga plat atas
menyenntuh permukaan benda uji.
3. Atur jam arloji tegangan pada angka nol.
4. Pembacaan beban dilakukan pada renggangan-renggangan 0,5%, 1%, 2% dst.
Dengan kecepatan renggangan sebesar % sampai 2% per menit.
5. Percobaan dilakukan terus sampai benda uji mengalami keruntuhan.
Keruntuhan ini dapat dilihat dari makin kecilnya beban walaupun renggangan
semakin besar.
6. Jika renggangan telah mencapai 20% tetapi benda uji belum runtuh maka
pekerjaan dihentikan.

BAB XIII

KONSOLIDASI
Nama percobaan
Tanggal percobaan
Tempat percobaan

: Konsolidasi
:
: Laboratorium Univ. HKBP Nommensen Medan.
50

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

A.

Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui sifat pemanfaatan suatu jenis tanah yang diakibatkn oleh
tekanan vertikal, dapat berupa berat / beban konsruksi diatasnya atau tanah isian, dan
sifat pemanfaatan ini berupa adanya perubahan isi dan proses keluarnya air dari dalam
pori tanah.

B.

Alat-alat yang digunakan dan fungsinya


1. Satu set alat konsolidasi yang terdiri dari :
a. Plat beban yang sudah ditentukan beratnya.
Gunanya : untuk memberikan tekanan yang diperlukan pada contoh tanah.
b. Lengan tempat penggantungan beban.
Gunanya : sebagai tempat meletakkan beban.
c. Piston.
Gunanya : untuk meneruskan tekanan yang dihasilkan beban dengan arah
vertikal.
d. Sel konsolidasi
Gunanya : sebagai tempat terjadinya konsolidasi.
e. Cincin tempat cintoh tanah.
Gunanya : sebagai tempat contoh tanah yang akan dikonsolidasi yang kemudian
diletakkan dalam sel konsolidasi yang berisi air.
f. Aksten someter ( Dial Penunjuk Penurunan ).
Gunanya : sebagai alat untuk mengukur besarnya penurunan yang terjadi.
2. Suatu buah stop watch.
Gunanya
: untuk menentukan waktu, diamana akan dicatat penurunan yang
terjadi pada setiap pembebanan.
3. Neraca dengan ketelitian 0,01 gr.
Gunanya
: untuk menimbang contoh tanah yang digunakan pada percobaan.
4. Cawan kecil.
Gunanya
: untuk tempat meletakkan contoh tanah pada waktu pengeringan
dalam oven.
5. Oven pengering.
Gunanya
: sebagai tempat pengeringan contoh tanah yang dipakai pada
6.
7.
8.
9.

percobaan percobaan, agar dapat diperoleh kadar airnya.


Gelas ukur.
Gunanya
: untuk tempat air yang digunakan pad percobaan.
Gergaji halus.
Gunanya
: untuk meratakan contoh tanah pada cincin tempat contoh tanah.
Sekop.
Gunanya
: sebagai alat untuk mengambil contoh tanha yang akan diuji.
Plastik.
Gunanya
: sebagai alas cincin pada waktu contoh tanah dimasukkan pada cincin
tsb.
51

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

C.

Benda uji.
Benda uji pada percobaan konsolidasi ini adalah tanah yang mengandung lempung
yang diambil dari lapangan disekitar kampus Universitas HKBP Nomensen Medan.
Pada pecobaan ini, pengambilan contoh tanah dilapangan adalah tanah terganggu

D.

( disturbed sample ).
Prosedur Percobaan
1.
1.
2.

Alat-alat yang digunakan dipersiapkan.


Benda uji berupa tanah lempung hasil bor tangan sedalam 1 m dipersiapkan.
Cincin tempat contoh tanah ditimbang dan diukur beratnya, diameter dan
tingginya, kemudian dicatat. Contoh tanah dimasukkan kedalam cincin dengan
alas dilapisi agar permukaan tanah tidak rusak dan permukaan diratakan dengan
mempergunakan gergaji halus sehingga tebal lapisan tanah sama dengan tinggi

3.
4.

cincin.
Selanjutnya cincin yang berisi contoh tanah tsb ditimbang.
Kemudian cincin diletakkan diantara dua batu berpori, selanjutnya dimasukkan

5.

kedalam sel konsolidasi.


Pasang eksten someter diatas piston yang diukur sehingga mempermudah

6.

pembacaan.
Stel lengan alat sehingga dalam keadaan setimbang, dimana bagian yang runcing

7.

dari plat penampung pada alat pembebanan.


Masukkan air kedalam sel konsolidasi dan berikan tekanan vertikal dengan beban
seberat 1 kg. gunakan stop watch untuk mengukut waktu penurunan dan sampai
dengan 24 jam.
Ulangi prosedur diatas dengan beban seberat
2 kg untuk 24 jam kedua.
4 kg untuk 24 jam ketiga.
8 kg untuk 24 jam keempat.
16 kg untuk 24 jam kelima.

Setelah pembebanan mencapai 16 kg, maka beban dikurangi menjadi 1 kg untuk 2


jam keenam ( terakhir ).
8.

Setelah pembebanan demi pembebanan selesai dilakukan maka keluarkan cincin


beserta contoh tanah diulangi dari sel konsolidasi, ambillah batu berpori yang

berada datas dan dibawah cincin.


9. Timbang cincin dan contoh tanah tsb.
10. Keluarkan contoh tanah dari cincin tsb lalu masukkan kedalam oven
pengering selama 24 jam untuk mendapatkan berat kering contoh
tanah.
52
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

11. Setelah 24 jam, keluar sample tanah dari dalam oven, tunggu hingga sample tanah
tsb konstan temperaturnya dan timbang beratnya.
E.

Teori
Apabila penekanan suatu lapisan tanah tergantung pada waktu. Pengaruhnya
disebut penurunan konsolidasi atau konsolidasi. Teori umum yang mencakup konsep
tekanan pori dan tegangan efektif adalah salah satu halyang dikembangkan pada
awalnya oleh Terzaghi selama tahun 1920-1924.
Semua tanah yang mengalami tegangan akan mengalami regangan didalam
kerangka tanah tsb. Regangan ini disebabkan oleh penggulingan, pergeseran dan
pengelinciran, dan juga kehancuran, partikel-partikel tanah pada titik-titik kontak serta
ditersi elastis.
Akumulasi statistik dari deformasi dalam arah yang ditinjau ini merupakan
regangan. Intergrasi regangan ( deformasi persatuan panjang ) sepanjang kedalaman
pengaruh ( panjang total ) disebut penurunan. Metode pengadaan penurunan seperti ini
sebagian besar tidak dapat mengembalikan tanah pada keadaan semula. Apabila
tegangan ditiadakan karena pengeringan pori yang permanen telah dihasilkan.
Regangan pada tanah berbutir kasar dan tanah berbutir halus yang kering atau
jenuh sebagian akan terjadi dengan segera sesudahbekerja tegangan. Penurunan ini
umumnya kecil. Bekerjanya tegangan terhadap tanah berbutir halus yang jenuh dan
hampir jenuh, akan menghasilkan tegangan yang tergantung pada waktu, maka
penurunan yang terjadi umumnya besar. Jangka waktu terjadi penurunan konsolidasi
trgantung pada bagaimana cepatnya tekanan pori yang berlebih akibat beban yang
bekerja dapat dihilangkan.

Penurunan dapat dibagi atas 2 yaitu:


1. Subsidence yaitu : penurunan permukaan tanah akibat beban tanah itu sendiri.
2. Satlement yaitu : penurunan permukaan tanah akiba beban diatasnya.
Biasanya penurunan tergantung pada kecenderungan sifat tanah dapat dirembes dan
ditekan atau tidak, serta tergantung pada koefisien rebesan dan koefisien
konsolidasi. Pada waktu konsolidasi terjadi, maka air pori akan mengalir dari
lapisan tanah yang mengalami konsolidasi tsb hingga volumenya akan menjadi
lebih kecil dan hal ini mengakibatkan gedung atau bangunan diatasnya.
Dalam bidang Teknik Sipil, ada 2 hal yang perlu mengenai penurunan yaitu :
53

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

1. Besarnya penurunan yang akan terjadi.


2. Kecepatan penurunan.

Pada konsolidasi terdapat 2 jenis konsolidasi yang berhubungan erat


dengan tekanan diatasnya, yaitu
1. Over consolidated, yaitu

:
:

konsolidasi pada tanah dimana tekanan yang

mengalami pada masa sekatang lebih kecil dari pada tekanan masa lampau. Ini
terjadi akibat lapisan diatasnya hilang akibat proses geologi, misalnya : erosi /
pengikisan atau pun akibat proses geologi lainnya.
2. Normally consolidated, yaitu : konsolidasi pada lalpisan tanah dimana tekanan
yang dialaminya pada masa lampau tidak pernah lebih tinggi dari tekanan pada
masa sekarang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsolidasi adalah :
1.
2.
3.
4.

Beban statis dari konstruksi diatasnya.


Berat tanah diatasnya.
Merendahnya muka air tanah.
Keluarnya air pori dari tanah.

54
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

BAB XIV

SAND CONE
Nama percobaan

Tanggal percobaan

Tempat percobaan

: Lap. Univ. HKBP Nommensen Medan

A.

Sand cone

Tujuan Percobaan
Untuk menentukan kepadatan ditempat lapisan tanah atau perkerasan yang telah
dipadatkan.

B.

Alat-alat yang digunakan dan fungsinya


1. Botol transparan
Berfungsi : sebagai wadah / tempat mengisi pasir atawa.
2. Corong kerucut
Berfungsi : sebagai pengukur pasir dari botol transparant.
3. Plat dasar
Berfungsi
: untuk landasan mengorek lobang supaya tanah tak ada yang
terbuang.
4. Neraca
Berfungsi
:
5. Oven pemanas
Berfungsi
:
6. Pasir otawa
Berfungsi
:
7. Cawan / cruss
Berfungsi
:
8. Paku
Berfungsi
:

9. Scrap
Berfungsi
10. Mistar
Berfungsi
C.

untuk menimbang berat tanah.


untuk mengeringkan tanah yang akan dicari kadar airnya.
sebagai perbandingan yaitu untuk mengetahui keadaan dilapangan.
sebagai wadah tempat benda uji yang akan dikeringkan.
untuk memaku plat landasan.

: untuk mengorek lubang pada tanah.


: untuk mengukur lubang yang akan dikorek.

Prosedur Percobaan
A. Pelaksanaan dilaboratorium
1. Berat isi kering.
55

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Terlebih dahulu volume container detentukan yaitu dengan mengukur

diameter dan tinggi container.


Kemudian ditimbang berat botol + pasir = w1 ( gr )
Pasir dicurahkan dari botol transparnt ke container ( jatuh bebas ) sampai

penuh lalu diratakan dengan mestar dan sisanya dimasukkan kembali

kedalam botol transparant.


Ditimbang lagi berat botol + sisa pasir = w 2 ( gr ) maka berat pasir dalam
container w3 = w1 w2

Jadi berat isi kering

=
2. Berat pasir dalam corong.
Tutup lebih dahulu kran botol, kemudian botol corong dibalikkan diatas

kaca atau landasan yang rata dan penutup total dibuka.


Pasir dalam botol akan jatuh bebas, sampai corong berisi penuh dengan

pasir.
Bila corong telah terisi penuh oleh pasir,akan terisi dan kran pada corong

ditutup kembali.
Jadi berat pasir dalam corong dapat dihitung :
Berat botol + pasir + corong = w2 ( gr )
Berat botol + corong + sisa corong = w3 ( gr )
Besar pasir dalam corong w4 = w2 - w3
B. Pelaksanaan dilapangan
1. Menentukan Volume Lobang
Tempat yang akan diperiksa terlebih dahulu dibersihkan dan diratakan

kemudian diletakkan plat datar.


Plat dipaku pada ke4 sisinya agar tidak bergerak.
Dibuat lubang sebesar lubang pada plat datar dengan kedalam lubang 10

cm.
Tanah yang digali diambil dan dimasukkan kedalam wadah ( plastik ) dan

ditimbang beratnya tsb ( gr ).


Terlebih dahulu ditimbang berat botol + pasir = w 2, kemudian dengan
hati-hati dibalikkan botol dengan corong tepat diatas plat dasar sehingga

bersatu dengan lubang corong.


Kran corong dibuka dan pasir akan mengalir masuk kedalam lubang.
Setelah pasir penuh dalam lubang dan corong maka aliran pasir akan
terhenti dan kran ditutup.
56

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Corong + botol + pasir dalam botol ditimbang, w 3 ( gr ) sehingga volume


lubang adalah :
Berat botol + corong + pasir = w2
Berat botol + corong + pasir = w3
Berat pasir dalam lubang + corong = w4
W4

w2 - w3

Berat pasir dalam corong w5, maka berat pasir dalam lubang = w6 = w4 w5 (gr).

Volume lubang =

BAB XVI

SPT ( STANDARD PENETRTION TEST )


Nama percobaan

: SPT ( STANDARD PENETRATION TEST )

Tanggal percobaan

Tempat percobaan

: Laboratorium Univ. Nommensen Medan

A.

Tujuan Percobaan
Menyelidiki
lapisan-lapisan dimana pada kedalaman tertentu diketahui
volumenya.

B.

Alat-alat yang digunakan dan fungsinya


1. Split spon
Fungsinya sebagai alat penetrasi yang dimasukkan kedalam lapisan tertentu
untuk mengambil contoh tanah.
2. Tripot
Fungsinya tempat meletakkan katrol, sehingga penumbuk batas bergerak naik
turun apabila ditarik atau dilepaskan.
3. Batang penghubung
57

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Fungsinya menghubungkan spilt spoon dengan landasan.


4. Penumbuk
Fungsinya menambah batang peluncur guna pengambilan sample.
5. Batang peluncur
Fungsinya penghubung pada slpilt tube sample.
6. Kepala batang penumbuk
Fungsinya menyambung batang peluncur, penumbuk yang satu dengan yang
lain dan juga sebagai tempat meluncur/jatuhnya alat penumbuk.
7. Kontrol tali
Fungsinya mengangkat dan menurunkan alat penumbuk.

8. Baut
Fungsinya untuk tripot dan penyambung.
9. Kunci monyet
Fungsinya mengunci dan membuka spilt spoon, batang bor, landasan
penambah dan tripot.
C.

Benda Uji
SPT ( Standard Penetration Test ) adalah satu percobaan penetrasi terhadap
tanah dengan menggunakan dinamis. Pada percobaan ini akan diperoleh suatu
nilai N ( N Value ) yang akan berupa jumlah pukulan yang diperlukan untuk
memasukkan spilt spoon sedalam 75 cm.
Adapun hubungan N Value dengan relative density adalah sbb :

Relative Density
Very Loose ( sangat lepas )
Loose ( lepas )
Medium Dense ( tidak kompak )
Dense ( kompak )
Very Dense ( sangat kompak )

N Value
0-4
4-10
10-30
30-50
50

Uji penetrasi standard akhir-akhir ini merupakan metode yang paling banyak
digunakan untuk menentukan kondisi tanah. SPT ini telah lama dipelajari dan
telah/masih menjadi sumber. Misalnya Dc Mello 1971 Schment 1979, tetapi
tetap masih banyak dipakai.
Keuntungan uji penetrasi test ( SPT ) ini adalah :
- Pengujian dapat langsung dengan cepat dan biayanya relatif rendah.
- Banyak data yang menunjukkan keberhasilan pengujian.
- Kesederhanaan metode pengujian.

58
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Pada percobaan SPT ini akan diperoleh suatu nilai antara lain : (N Value)
yang merupakan julah pukulan yang perlu untuk memasukkan spilt spoon
kedalaman 30 cm.
SPT telah dilakukan ASTM (1586) dan terdiri dari.
1. Mendorong tabung penetrasi standard (sendok penambah) yang terdiri
dari gambar berikut kedalaman 400 mm (180 inchi) kedalaman tanah
pada dasarpemboran 152 mm (6 inchi) yang pertama berguna
meletakkan sepatu pancang pada tanah yang tidak terganggu.
2. Menghiung tumbukan untuk memancang alat pengambilan contoh
pada jarak 305 mm (12 inchi) berikutnya perhitungan dillakukan untuk
mendapat jumlah tubukan N.
3. Menggunakan massa tanah seberat 63,5 kg (140 lb) yang jatuh bebas
dari ketinggian 700 mm (30 inchi).
D.

Prosedur Pengambilan Sample Tidak Terganggu

1.
2.
3.
4.

Sebelum diadakan percobaan, periksa alat apakah masih dalam keadaan baik.
Kaki tripot dipasang dan dikunci kuat, lalu hubungan dengan kepala tripot.
Kemudian dipasang tali penggerak penumbuk pada katrol.
Tripot didirikan dan membentuk segitiga sama kaki dan kepala tripot sejajar

dengan permukaan tanah.


5. Penumbuk ditarik keatas dengan cara menarik tali yang dihubungkan dengan
katrol, lalu dilepaskan dengan tiba-tiba hingga menimbulkan bekas ditanah
dan itulah titik tengah tripot yang akan dibor.
6. Bersihkan daerah yang akan dibor, lalu adakan pemboran dengan kedalaman
125 cm.
7. Spilt spoon sample dan batang dihubungkan dan dikunci.
8. Batang gabungan (peluncur landasan batang penghubung dan spit spoon)
diturunkan kedalaman lubang bor dengan tegak lurus dengan permukaan
tanah, lalu batang penghubung diberi tanda 15 cm sebanyak 3 kali dari
permukaan tanah agar kedalaman dapat diteliti.
9. Batang peluncur penumbuk diberi tanda 75 cm dari landasan maksudnya agar
tinggi jatuh penumbuk tetap 75 cm.
10. Penumbuk 1 dilakukan sedalam 15 cm, tetapi jumlah penambah tidak
diperhitungan selama penambahan sedang dipegang, dengan kunci monyet
agar stang tetap tegak lurus terhadap permukaan tanah.

59
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

11. Setelah penumbukan 15 cm selesai maka penumbukan 15 cm berikutnya dan


catat nilai-nilai N Value, demikian selanjutnya untuk 15 cm berikutnya.
12. Stang dan spilt spoon beserta tanah yang ada pada spilt spoon dikeluarkan dari
lubang bor, kemudian buka spilt spoon. Penetrasi sifat dan keadaan tanah
(mengambil simple tanah).
13. Percobaan ini dapat dilakukan pada kedalaman tertentu dari kedalaman tanah
dan semua data yang diperoleh semua dicatat.

Untuk Menentukan Berat Isi


- Ambil contoh tanah (SPT I = 125 cm ; SPT II = 250 cm) dan dibuat
-

cetakan pada cincin yang sudah ditimbang beratnya (w1).


Cincin yang sudah berisi contoh tanah ditimbang beratnya.
Lakukan percobaan tersebut untuk SPT I = 125 cm dan SPT II = 250 cm
masing-masing sebanyak 3 kali.

Untuk Menentukan Kadar Air.


- Siapkan alat-alat yang dipakai (cawan yang telah dibeli nomor IA, IIA,
-

IIIA, IVA, VA, VIA). Kemudian ditimbang masing-masing berat cawan.


Ambil 3 cawan contoh tanah intuk SPT = 125 cm yang telah dicetak pada
cincin, ambil 10 gr sample tanah tsb dan masukkan kedalam masing-

masing cawan. Lakukan percobaan yang sama pada SPT = 250 cm.
Ditimbang berat cawan yang berisi tanah basah.
Masukkan cawan-cawan yang berisi tanah kedalam oven pengeringan

selama 24 jam pada suhu 1100C.


Timbang cawan yang berisi tanah kering.

BAB XVII

SONDIR
60
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Nama percobaan

: SONDIR

Tanggal percobaan

Tempat percobaan

: Lap. Univ. Nommensen Medan

A.

Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui tingkat kedalaman lapisan tanah keras, sifat daya dukung
tanah dan daya lekat setiap kedalaman yang diperiksa.

B.

Alat-alat yang digunakan dan fungsinya


1. Mesin sondir ringan
Untuk menekan stang sondir dalam dan casting luar yang dihubungkan dengan
bikonus, kedalam tanah unutk mendapatkan tingkat kekerasan pergeseran tempat.
2. Stang luar dan pipa sondir
Untuk menghubungkan konus maupun bikonus dan tempat menyambung stang luar
berikutnya.
3. Stang dalam
Satu alat yang berada dalam stang luar yang berhubungan dengan manometer dan
ujung konus yang ditekan pada mulanya kedalam tanah yang menunjukkan jumlah
tahanan konus, bila konus digesekkan sejauh 4 cm, dengan sendirinya mengait
friction slove dan keduanya ditekan bersama-sama sedalam 4 cm, berarti konus dan
hambatan lekat lelah bekerja sama (jumlah konus dan ditambah hambatan lekat).
4. Alat penetrometer (bikonus)
Untuk mendapatkan hambatan konis maupun hambatan lekat (hambatan konus +
5.
6.
7.
8.

hambatan lekat (kg/cm2).


Manometer
Untuk mengukur besarnya hambatan konus dan hambatan lekat.
Angker, plat besi kanal, dan pengunci angker.
Unuk menstabilkan kedudukan alat mensin sondir supaya berdiri vertikal.
Kunci inggris/kunci monyet.
Untuk mengunci membuka stang sondir luar maupun dalam.
Obeng
Untuk memeriksa tanah yang akan disondir, apakah tanah tersebut bersifat keras

ataupun tanah lembut.


9. Kuas
Untuk membersihkan stang sondir luar dan meminyaki stang sondir luar atau alat
lainnya.
Sistem pengukuran
61
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Ada dua alat penetrometer yang dipakai

1. Standard type (konus biasa atau mantel konus)


Pengukuran standard yang diukur hanya perlawanan nilai ujung/nilai konus.
2. Friction Sleeve (adhesion jadut type atau bikonus)
Pengukuran Friction Sleeve yang berprinsip bekerja ganda (double action)
yaitu

: pengukuran untuk memperoleh nilai konus (perlawanan ujung) dan

hambatan pelekat.
Persiapan Lapangan/Lokasi
- Lokasi sondir harus rata, supaya alat sondir berdiri tegak. Alat-alat sondir
-

dan alat-alat lainnya diangkut ke lokasi penyondiran.


Alat-alat diperiksa satu persatu apakah alat-alat itu masih berfungsi dengan

baik serta karet hidrolik pada ikonus diperiksa apakah masih baik dipakai.
Lokasi diperiksa apakah ada batu-batuan keras yang dapat menghambat
percobaan.

C.

Teori
Sondir terdiri dari :
a. Sondir ringan
Sondir ringan yaitu

mesin sondir yang mempunyai berat 2 ton yang

dilengkapi dengan 2 buah manometer berkapasitas antara 0-60 kg/cm2 dan 0250 kg/cm2.
b. Sondir berat yaitu

: mesin sondir yang mempunyai berat 10 ton dan

dilengkapi dengan 2 buah manometer dengan kapasitas antara 0-50 kg/cm2


dan 0-600 kg/cm2.
Keuntungan yang diperoleh dari alat sondir :
1. Baik untuk tanah lempung dan tanah berbutir halus.
2. Dapat dengan cepat mengetahui lapisan tanah keras.
3. Dapat memperkirakan perbedaan lapisan tanah.
4. Dapat dipergunakan untuk menghitung daya dukung lapisan tanah dengan
rumus empiris dan mengetahui jenis pondasi yang digunakan.
5. Dapat mengetahui kekuatan tanah berupa perlawanan penetrasi konis dan
kekuatan lekat tanah.

Kerugian yang diproleh dengan memakai alat sondir :


1. Tidak dapat digunakan untuk tanah yang berbutir kasar.
2. Apabila letak alat tidak vertikal atau konis/bikonis tidak bekerja dengan baik,
maka penyondiran diragukan hasilnya.
Pengujian dengan metode kerucut.
62
PRATIKUM MEKANIKA TANAH

Dalam pengujian ini, suatu kerucut dengan ujung standard ditekan kedalam tanah.
Oleh karena kerucut ini ditetapkan dan bukannya dipancang, pengujian ini disebut
juga : uji penetrasi statik.
Terdapat berbagai jenis konfigurasi kerucut yang memungkinkan pengukuran tahanan
tekanan ujung maupun tahanan dari sebagian batang didekat ujung kerucut tersebut.
Beberapa kerucut memungkinkan diadakannya pengukuran tekanan pori berlebih
yang akan terjadi pada tanah kohesif disekitar ujung kerucut tersebut. Karena tanah
ini biasanya ditekan dengan kelajuan 15-20 mm/det, yang terlalu cepat bagi terjadinya
drainase pada sebagian besar tanah berbutir haslus.
Beberapa keuntungan dari metode kerucut ini adalah :
1. Sangat cepat terutama apabila digunakan peralatan elektronik untuk mencatat
tekanan ujung dan atau tahanan samping.
2. Memungkinkan pencatatan yang menerus atas tahanan tanah pada lapisan yang
ingin diselidiki.
3. Sangat berguna pada tanah yang sangat lunak dimana pengambilan contoh yang
tidak terganggu akan menjadi sukar.
4. Memungkinkan digunakan korelasi antara tahanan kerucut dan sifat tahanan tanah
yang digunakan.
Beberapa kekurangan yang utama adalah :
1. Metode ini hanya dapat pada deposit berbutir halus (lempeng tanah, pasir
halus) dimana bahan tersebut tidak mempunyai tahanan yang besar terhadap
penetrasi kerucut.
2. Interpretasi jenis tanah yang menghasilkan tahanan kerucut ini membutuhkan
a. Pengalaman yang cukup
b. Pengambilan contoh untuk pengujian korelasi.

A. Prosedur Percobaan
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Ditentukan daerah dan titik yang akan disondir.


Diperiksa apakah titik sondir pada permukaannya ada batu atau tidak.
Dipasang angker pada jarak tertentu sesuai dengan panjang plat kanal.
Dipasang alat sondir ditempat yang akan disondir (ditengah-tengah plat kanal
yang akan dipasang).
Plat besi dan angker dikunci dengan baut pada alat sondir.
Sondir dipasang tegak lurus pada permukaan tanah.
63

PRATIKUM MEKANIKA TANAH

7.

8.

9.

10.

11.
12.

13.

14.
15.

16.
17.

Dipasang bikonis pada stang, lengkap dengan stang dalamnya lalu dihubungkan
dengan alat sondir.
Diputar alat sondir agar bikonis masuk kedalam tanah sedalam 20 cm, dengan
demikian mulai diadakan pembacaan nilai konis pada manometer.
Dilakukan penyondiran setiap 20 cm sekali dan baca nilai konis pada manometer
tersebut.
Setelah 100 cm atau tepat 1 stang, maka diadakan penyambungan stang sondir
berikut dan diadakan pembacaan setiap 20 cm lagi pada saat penekanan.
Angka yang dicatat pada manometer adalah nilai konis.
Angka yang dicatat pada manometer adalah jarum yang pertama sekali meloncat
kenilai tertentu dan stabil, itulah harga hambatan konis (Hk)..mg/cm2.
Sedangkan jarum dari nilai hambatan konis meloncat pada nilai termaksimum
adalah nilai jumlah hambatan (Jh) kg/cm2
Setelah 10 batang stang sondir (10 m) maka penyondiran selesai.
Stang sondir yang telah ditekan ke dalam tanah, diangkat kembali dengan
memutar alat sondir.
Alat-alat seluruhnya dibuka.
Seluruh alat yang digunakan dibersihkan, diminyaki seperlunya dan dikembalikan
pada tempatnya penyimpanan masing-masing.

64
PRATIKUM MEKANIKA TANAH