Anda di halaman 1dari 8

Ash Handling System

Sistem penanganan ini terdiri dari sistem penanganan fly ash dan bottwo ash. Sistem ini
berfungsi untuk menghilangkan abu terbang dari AH hopper dan ESP (Electrostatic Precipitator)
hopper. Bottom ash handling digunakan untuk menghilangkan bottom ash dari dasar tungku,
ECO hopper, batubara terbakar, yang jatuh dan mengumpulkan ke gerbong tungku abu, untuk
mengangkut bottom ash ke bin debit yang terendam oleh scrapper conveyor.
A. Bottom ash Handling System
Bottom Ash System meliputi sebagai berikut :
1. Katup Tungku Bakar bottom ash termasuk dari ECO hopper dan pulverizer
hopper
2. Submerged Scrapper Conveyor ( SSC) termasuk dari ECO hopper dan pulverizer
hopper
3. Pipa Air pendingin yang berasal dari sumber dan ke sumber, melalui perendaman
scrapper conveyor
4. Bottom ash conveyors (tipe tertutup) perendaman scrapper conveyor ke bawah
bin ash debit
5. Pelepasan bottom ash pada bin
6. Pengkondisian Debu yang tidak keluar
7. Layar Vibrasi, penggilingan debu besi, yang ada pada pelepasan bin
8. Parasut Emergency pada ground
9. Bottom ash removal system control dengan alat instrument yang diperlukan.
10. Alat-alat yang dibutuhkan seperti Fitting, katup, dll.
11. Pipa air untuk bottom ash unloader dari sumber air umpan ke bottom ash unloader
B. Fly Ash Handling System

Design dan Kondisi Operasi


A. Bottom Ash Handling Sistem
1. Pemanas Udara Ash Transimitter
2. Elektrikstatik ash Transmitter
3. Kompresser pesediaan udara pipa dari sumber udara kering dengan katup yang
dibutuhkan.
4. Ash Transport pipa pada setiap transmitter untuk fly ash silo dengan katup yang
dibutuhkan
5. Fly ash silo disediakan dengan bag vent filter, sebagai ash fluidizer
6. Fly ash conditioning unloader untuk fly ash silo
7. Platfom, stairway, digunakan dengan handrails untuk ash silo.
8. Lever Switschers dan indicator.
9. Pusat Motor Kontrol dan Kontrol panel.
10. Pneumatik transport piping dan transport pipe cleaning joint.
11. Ash disposal area operasi peralatan mobile.

12. Piping dan katup, pondasi, baut, dan lain-lain


13. Kabel, Grounding kabel, conduits, pencahyaan, alat yang dibutuhkan pada
peralatan kelistrikan.
14. Lubricating oil dan oli untuk hidrolik system.
Bottom ash handling system bias di duplikasi dengan maksud bottom ash removola berfungsi
sebagai operasi lanjutan pada boiler. Pada keadaan normal, salau satu duplikat system akan
beropersi lanjut untuk menejaga terjadinya redundancy maksimum dari penyimpanan debu.
Semua bagian alat yang berhubungan dengan debu di disain dan manufaktur dengan
pertimbangan akan adanya adanya erosi pada bagian-bagian yang di aliri aliran debu
1. Bottom Ash SSC Discharge bin.
a. Type : Vertical & Berbentu SIlinder
b. Installlation : Out door
c. Jumlah : Two sets
d. Kapasitas: 1 m3
e. Aksesori : Vent air bag filter, Bottom fluidizer, bottom gate valves, chute for ash
kondisi unloader, Emergency Chute for ash unloading, level Switches

2. Emergency Unloading Chute


Sebagai alat emergency biasanya terdiri dari chromium alloy cast iron, atau induction hardened
heat-treate carbon steel. Operasi Elektrik manual yang dioperasikan mengisolasi katup harus
dilengkapi antara outlet pembuangan sampah dan masing-masing flash ash yang tergerai dan
ditransferkan ke bin. Isolasi Valve tipe yang digunakan ialah DN300 2 pcs (preliminary).
3. Ash Conditioning Unloader Chute
Kapasitas : 1 t/h
Jumlah : Dua (2)
4. Bottom Ash Vehicle
Kapasitas : 5t/h
Jumlah : Empat (4)
5. Bottom Ash Vehicle
Alat-alat yang digunakan pada Bottom Ash Vehicle

Pompa dan Motor


Common base plates
Coupling and guards
Pondasi Baut, nuts dan sleeves
Konesksi untuk menghubungkan dengan alat instumentasi
Special tooln dan standart tool set
Alat-alat pewarna

Speksifikasi alat motor pada pompa

Arus : 3 Phasa
Tegangan : 230 /400 V
Frekuensi : 50 Hz

B. Fly Ash Handling system


Transportasi debu piping dari setiap transmitter akan bergantung pada setiap panjang dari
pipanya. Terjadinya pembekokan pada setiap pipa harus dihindari dengan cara melapisi dengan
anti erosive material. Operasi ash transmitter akan dimulai secara berurutan dengan cara
menghindari kelebihan masukan udara pada compressor. Pipa tranpostasi ash dari setiap
transmitter akan bergantung dengan yang lain, dan setiap transmitter membutuhkan remote
control untuk menutup atau mengubah tutup pada katup.

1. Fly Ash Piping dan katup


Pipa harus difabrikasikan pada tingkat maksimum yang memungkinkan untuk mengeliminasi
pemotongan bidan. Spesifikasi pada pipa harus berdasarkan standart spesifikasi teknik.
2. Ash Disposal Pond
Ash Disposal pond harus didisain untuk mengumpulkan fly ash dan bottom ash berdasarkan pada
operasi boiler dengan kapasitas besar. Kondisi ash dan slurry system harus disediakan dengan
system pencampuran air dengan maksud untuk mengatur jumlah air debu yang dihasilkan oleh
homogenous, dan untuk mimilasi kerusakan lingkuingan.
Ash yang harus dihasilkan pada Ash Disposal Pont : Ash disposal pond dengan total kapasitas
yang diatur pada operasi boiler dengan kapasitas 4 x 65 MW.
Detail Requirement
A. Fly Ash Handling Sistem
(a) Tipe
:
Pneumatic, dense phase pressurized
Reverse Cone Type
(b) Installation
:
bawah hopper
(c) Jumlah :
empat (4)
(d) Kekuatan:
7 kg/cm2g
(e) Persediaan air :
ditentukan oleh penawar
(f) Kapasitas
:
Preliminary kapasitas 1 t/h
.
(g) Accessory
:
Ash
inlet
valve,
Ash
discharge valve, Ash fluidizer ,Pressure gages,

Pressure switches, Level switches, Sequence


control system
(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

Barisan kedua dari ESP hopper ash transmitters


Kapasitas

: 0.5 t/h

Jumlah

: empat (4)

Barisan ketiga of ESP hopper ash transmitters


Kapasitas

: 0.2 t/h

Jumlah

: empat (4)

Primary Air Heater (PAH) ash transmitters


Kapasitas

: 0.6 t/h

Jumlah

: dua (2)

Secondary Air Heater (SAH) ash transmitters


Kapasitas

: 0.2 t/h

Jumlah

: empat (4)

Transfer Bin ash transmitters


Kapasitas

: 5 t/h

Jumlah

: dua (2)

(6)

(7)

Ash classifier
(a)
Tipe
(b)
Jumlah

: Vibrating screen dan air fluidizing type


: Bergantung pada penawaran

Ash transport pipings pada Fly Ash Silo


(a) Sistem
:
bebas dalam setiap transmitternya,
namun beberapa ash transport mungkin
dikelompokkan dalam satu pipa fly ash silo
(b)Material :
menggunakan material yang kuat
sehingga tidak mudah terjadi pembengkokan
(c) Size:
bergantung pada penawar
(d)Accessory :
Remote controlled shut off/change
over valves assist air pipe and remote controlled
valves to remove plugged ash.

(8)

Fly Ash Silo


(a) Tipe
:
(b) Installation : Out door
(c) Jumlah

: satu (1) set

(d) Kapasitas

: 400 m3

(e) Dimensi

: Diameter

Vertical, berbentuk silinder

Height
Clear space

(f) Bottom clear space :bergantung pada unloading di dump trucks.


(g) Accessories : Vent air bag filter, Outer ladder, Inner ladder,
Bottom fluidizer, Chute for ash slurry system valvesChute for ash
conditioning unloader, Telescopic Chute for dry ash unloading, Level
switches.

(9)

Fly ash conditioning system for the Fly Ash Silo.


(a) Tipe
:
Batangan Kembar, Pedal Banyak,
Nozlle banyak, water spray rotary type
(b) Installation
:
Bawah silo
(c) Jumlah
:
Satu (1) set
(d) Kapasitas :
untuk
boiler
MCR
dalam
penggunaan intermitter untuk bongkar muat ke
dalam truk dengan batubara terburuk. .

B. Bottom Ash Handling sistem


(1)

Bottom ash gate valves :


(a)
Tipe
: Heavy duty gate type valve
(b)
Jumlah
: Bidder to determine
(c)
Installation
: Direct to the furnace bottom hopper
(d)Kapasitas :
Each valve shall be capable to drain
out the all solid in the boiler in 10 hours and to
remove the ash for boiler MCR operation with the
worst coal.
(e)
Ukuran
: To be determined by the Bidder
(f)
Material
: Heat resistant material

(2)

Bottom ash coolers


(a)Tipe:
Submerged Scrapper cooler and motor
driven
(b)Jumlah
:
Two (2)
(c) Installation :
Under the furnace bottom
(d)
Kapasitas
:
Each set shall be capable to
remove and to cool the ash for boiler MCR
operation and to drain out the all solid in the boiler
in 10 hours without cooling.
(e) Ukuran
:
To be determined by the
Bidder
(f) Material
:
Heat resistant material
(g)
Ash temperature:
To cool the ash down to
allowable temperature by the equipment in
downstream.

(3)

Cooling water piping dari sumber dan ke sumber melalui ash cooler:
(a)
Sistem yang digunakan bebas satu saman laindengan air pendingin
otomatis
(b)
Ukuran dan alira : Ditentukan oleh penawar
(c)
All necessary valves, pressure gauges, flow gauges, automatic valves,
thermometers dll,

(4)

Tungku Bakar bottom ash classifier


(a) Tipe
:
Vibrating screen type
(b) Jumlah
:
Ditentukan oleh penawar
(c) Installation
:
aliran bawah pada ash cooler
(d) Kapasitas :
setiap set haris bias diklasifikasikan
kuat untuk boiler MCR dan bias bekerja selama 10
jam tanpa pendinginan.
(e) Ukuran :
bergantung pada penawar
(f) Material :
material pada screen harus stainless
steel (baja).

(5)

Tungku Bakar bottom ash conveyor


(a) Tipe : screen type, case type dan enclosed type
(b) Jumlah
: bergantung pada panawar
(c) Installation : Outdoor
(d) Kapasitas dan Ukuran
: bergantung pada
penawar
(e) Material
:
Bergantung
pada
nilai
temperature ash.

(6)

Furnace bottom ash removal system, Bottom ash discharge bin


(a) Tipe :
Vertical & Berbentuk Silinder
(b)Installation :
Out door
(c) Jumlah
:
Bergantung pada penawar
(d)Kapasitas :
Bergantung pada penawar
(e) Dimensi
:
Bergantung pada penawar
(f) Bottom clear space :
wajib untuk unloading
pada dump trucks.
(g)Accessories :
Vent air bag filter, Bottom
fluidizer, Bottom gate valves, Chute for ash

(7)

conditioning unloader, Chute for dry ash


unloading, Level switches
\Ash Conditioning sistem untuk bottom ash
(a)Tipe:Batangan Kembar, Pedal Banyak, Nozlle
banyak, water spray rotary type
(b)
Installation
:
Pelepasan bin
(c)Jumlah
:
Bergantung pada penawar
(d)
Kapasitas
:
Bergantung
pada
penawar