Anda di halaman 1dari 5

Kondisi overdosis vitamin muncul ketika ada kelebihan asupan salah satu vitamin.

Kondisi ini juga dikenal sebagai keracunan vitamin, karena kelebihan vitamin
dalam tubuh menimbulkan beberapa efek samping.
Overdosis vitamin yang larut dalam lemak menimbulkan efek samping yang lebih
serius dibandingkan dengan vitamin yang larut dalam air.
Hal ini karena, kelebihan vitamin yang larut dalam air bisa diatasi dengan banyak
minum dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin. Ini bertentangan dengan
vitamin yang larut dalam lemak.
. Vitamin C
Pemakaian vitamin C dosis tinggi dapat menimbulkan gangguan tidur, sakit
kepala dan gangguan pencernaan. Dosis di atas 4 gram sehari dalam waktu
panjang, dapat meningkatkan kadar oksalat di urin yang berperan dalam
pembentukan batu oksalat. Diare juga sering terjadi dengan dosis di atas satu
gram sehari.
Pemakaian dosis tinggi vitamin C dapat menimbulkan batu ginjal pada individuindividu tertentu. Pada individu dengan glucose 6-P defisiensi, krisis hemolitik
dapat segera terjadi.

Overdosis Vitamin C
vitamin c atau asam askorbat sangat penting untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh dan juga untuk menyembuhkan luka lebih cepat.
Gejala overdosis vitamin C:
1. Sariawan
2. Batu ginjal
3. Diare
4. Sakit perut
5. Badan panas
6. Sakit perut
7. Insomnia
Overdosis Vitamin D
vitamin d atau calciferol diperlukan untuk penyerapan kalsium serta pertumbuhan
dan pemeliharaan tulang dalam tubuh.
Gejala overdosis vitamin D:
1. Kelemahan otot
2. Sakit kepala
3. Tuli
4. Kehilangan nafsu makan
5. Mual
6. Kelelahan

7. Muntah
8. Nyeri tulang

Vitamin B
Vitamin B sangat penting untuk aktivitas
enzim dan metabolisme.
Vitamin ini berperan dalam produksi testosteron,
hormon seks yang membangkitkan libido.
Vitamin B6 terdapat di wortel,pisang,telur,madu,
kedelai,dan gandum.
Vitamin B kompleks adalah vitamin yang larut dalam air
sehingga epek negatifnya lebih kecil,tapi kelebihan vitamin
B dapat menyebabkan mual bila diminum dengan dosis berlebihan.
Jangan minum vitamin B6 lebih dari 200mg per hari.
Dosis di atas 2.000 mg sehari dapat mengakibatkan kerusakan otak.

Vitamin C
Vitamin C adalah antioksidan yang sangat hebat
Vitamin ini adalah dalam jeruk,stroberi,bayam,dan sayur-sayuran
hijau lainnnya,tomat,serta brokoli.
Kelebihan vitamin C akan dibuang melalui air seni.
Meski demikian,berlebihan mengkonsumsi vitamin C
membuat kontraksi usus lebih terangsang dan menyebabkan
diare.
Kekurangan & Kelebihan Vitamin B6
DEFINISI
Vitamin B6 adalah nama generik untuk:
# Piridoksin
# Piridoksal
# Piridoksamin.
Vitamin ini diperlukan sebagai katalisator pada reaksi yang melibatkan asam amino dalam sel
darah, sel otak dan sel kulit.
Fungsi vitamin B6
Sumber vitamin B6
KELEBIHAN VITAMIN B6
Vitamin B6 dosis tinggi (500-3000 kali dosis harian yang dianjurkan) diberikan untuk mengobati
sindroma tunnel karpal atau ketegangan premenstrual, bisa menyebabkan kerusakan saraf yang
hebat, dimana terjadi kerusakan sebagian urat saraf tulang belakang, yang bisa menimbulkan
kesulitan dalam berjalan.
Penyembuhan pada keadaan ini berjalan lambat dan kesulitan dalam berjalan bisa menetap setelah
pemakaian vitamin B6 tambahan dihentikan.

Vitamin B3
Niasin (vitamin B3) diperlukan untuk mengubah protesin, lemak, dan karbohidrat
menjadi energi, membantu fungsi sistem pencernaan, serta mendukung kesehatan
kulit dan saraf. Dosis terbesar niasin yang sering kali lebih dari 1.000 miligram
per hari (mg/hari) dapat menurunkan kolesterol jahat LDL dan trigliserida,
sekaligus menaikkan kolesterol baik HDL. Namun, konsumsi niasin dosis tinggi
sebaiknya dengan pengawasan dokter.
Perempuan normalnya mendapatkan 15 mg niasin per hari, sementara pria 15-19
mg/hari. Triptofan adalah asam amino yang berperan seperti niasin, dan 60 mg
triptofan setara dengan 1 mg niasin. Mengonsumsi kelebihan niasin dapat
mengarah pada masalah jantung, timbul ruam, gatal-gatal, baal, kulit terasa panas
tetapi bukan demam, sakit perut, kerusakan hati, gangguan otot, kembung, kulit
kering, sakit kepala, sesak napas, dan lain-lain.
Vitamin B6
Vitamin B6 (piridoksin) berguna untuk membantu fungsi otak, mengubah protein
menjadi energi. Sinergi antara vitamin B6, B12, dan asam folat dapat mengurangi
kadar homosistein (asam amino) di dalam darah. Tingginya homosistein dapat
meningkatkan risiko serangan jantung.
Kebutuhan vitamin B6 bagi perempuan sekitar 1,6 mg/hari, sedangkan bagi pria 2
mg/hari. Konsumsi vitamin B6 dosis tinggi, misalnya lebih dari 250 mg/hari,
dapat menyebabkan kerusakan saraf, seperti kaki mati rasa, sehingga sulit
berjalan. Pada ibu hamil, kelebihan ini dapat mengganggu pertumbuhan janin.
2. VITAMIN B KOMPLEKS
Vitamin B dibedakan atas B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6
(piridoksin) dan B12 (kobalamin). Masing-masing vitamin tersebut pada dasarnya
memiliki tugas dan fungsi yang tidak jauh berbeda. Sebagai suatu kelompok,
Vitamin B kompleks berperan penting dalam metabolisme pembentukan energi
yang diperlukan sel-sel otak.
a. VITAMIN B1 (Tiamin)
* Sumber: padi-padian, roti, sereal, daging dan produk olahannya, ginjal, hati,
makanan laut (kerang, kepiting, ikan dan lain-lain), unggas, telur, tempe dan susu.
* Manfaat: mendorong nafsu makan, berperan dalam sistem saraf dan otot, selain
menjaga tingkat kesehatan dan memproduksi energi.
* Bila kekurangan: rentan terserang beri-beri, mengalami penurunan daya tahan
tubuh hingga mudah terancam berbagai penyakit infeksi.

* Bila kelebihan: jarang terjadi dan kalaupun kelebihan, vitamin ini akan dibuang
keluar tubuh bersama urin. Namun, jika terjadi "kesalahan prosedur" hingga tak
bisa dibuang, kemungkinannya akan terjadi gagal ginjal.
b. VITAMIN B2 (Riboflavin)
* Sumber: jamur, brokoli, kacang almon,susu, keju, telur, serta yoghurt.
* Manfaat: memperbaiki kulit, mata, dan membantu produksi energi.
* Bila kekurangan: kepekaan terhadap cahaya berkurang, sudut bibir pecah-pecah,
muncul gangguan kulit di sekitar hidung dan bibir.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.
c. VITAMIN B3 (Niasin)
* Sumber: sereal, beras, susu, sayur, kacang-kacangan, maupun produk olahan
nabati dan hewani.
* Manfaat: menetralisir zat racun dan berperan dalam sintesa lemak,
meningkatkan nafsu makan, membantu sistem pencernaan, memperbaiki kulit dan
saraf.
* Bila kekurangan: kulit gampang rusak, lidah jadi licin, mudah terserang diare,
jadi temperamental (mudah marah), atau sering bingung.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.
d. VITAMIN B6 (Piridoksin)
* Sumber: ikan, daging, telur, susu, hati, padi-padian, kacang merah dan polongpolongan.
* Manfaat: membantu metabolisme protein, membantu pembentukan antibodi dan
saraf, mengatur penggunaan protein, lemak, karbohidrat, disamping berperan
dalam regenerasi/pembaruan sel darah merah.
* Bila kekurangan: kulit rusak, dermatitis, sudut bibir pecah-pecah, lidah licin,
sariawan, mual, pening, anemia, muncul batu ginjal, letih, lemah, lesu, nafsu
makan turun, rentan terhadap infeksi dan kejang-kejang, rasa sakit pada
pergelangan tangan, gampang depresi.
* Bila kelebihan: meski jarang terjadi, dalam jangka panjang dapat menimbulkan
kerusakan saraf.
e. VITAMIN B12 (Kobalamin)

* Sumber: daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting,
ikan (salmon dan tuna), ragam makanan laut lainnya, unggas, telur, susu dan
produk olahannya, produk fermentasi kedelai (tauco dan tempe yang diolah secara
tradisional), susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, sereal.
* Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, mengatur sistem saraf,
berperan dalam sintesa DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru,
mencegah kerusakan sistem saraf, meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia,
menjaga kesehatan jantung dan kekebalan tubuh, berperan dalam metabolisme
protein, memicu produksi hormon untuk kesehatan kulit dan rambut.
* Bila kekurangan: dapat mengganggu sistem saraf, menurunkan daya ingat,
mudah bingung dan murung, gampang mengalami delusi (berkhayal), lelah,
hilang keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, menimbulkan gangguan
pendengaran, menyebabkan gejala anemia yang meliputi kelelahan, hilang nafsu
makan, diare, menimbulkan gangguan pembentukan sel saraf, mengakibatkan
kerusakan sistem saraf.
* Bila kelebihan: sama seperti vitamin B lainnya, jarang terjadi.
3. VITAMIN C
* Sumber: buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, tomat, arbei, stroberi; sayurmayur seperti asparagus dan kol; susu, mentega, kentang, ikan dan hati.
* Manfaat: membantu pembentukan tulang, otot dan kulit, berperan dalam proses
penyerapan zat besi, berperan dalam penyembuhan luka, menghambat infeksi
karena kemampuannya melindungi tubuh dari radikal bebas, mengurangi risiko
penyakit jantung dan kanker, mempertahankan fungsi daya tahan tubuh secara
keseluruhan, mempengaruhi fungsi otak dan mempertajam kesadaran.
* Bila kekurangan: sariawan di mulut maupun perut, kulit cenderung kasar, gusi
tidak sehat hingga gigi mudah goyah dan tanggal, menyebabkan rawan perdarahan
di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah, mudah mengalami
depresi, gampang terkena anemia pernisiosa dengan gejala-gejala kelelahan, sakit
kepala, dan lekas marah.
* Bila kelebihan: dapat mengakibatkan diare, pusing, sakit kepala, dan lelah.
Dampaknya hampir sama dengan kekurangan vitamin C.