Anda di halaman 1dari 68

BAB 1

PENDAHULAAN
A. Latar Belakang
Di zaman sekarang ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting.
Karena pendidikan sangat mendukung berkembangnya manusia. Salah satu tokoh
pendidikan Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar
Dewantara, pendidikan yaitu pada umumnya berarti daya upaya untuk
memajukan budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan
jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Jadi, pendidikan mempunyai tujuan untuk membentuk karakter dan
mengembangkan daya fikir semua orang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang semakin pesat, menuntut setiap orang agar mampu menyesuaikan
ilmu pengetahuan yang dimilikinya dengan kemampuan atau bakat yang
dimilikinya, terutama dalam diri setiap siswa. Dalam hal ini, penyesuaian
merupakan hal yang penting. Untuk mengembangkan pengetahuan, perguruan
tinggi merupakan salah satu tempat bagi siswa untuk mengembangkan ilmu
pengetahuannya dan membawa siswa menuju pendidikan yang lebih baik.
Untuk

melanjutkan

ke

perguruan

tinggi

perlu

diawali

dengan

menumbuhkan kesukaan atau minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.


Minat merupakan suatu keinginan yang dapat mendorong siswa untuk menyukai
sesuatu. Minat menurut Sardiman (2011: 76), diartikan sebagai suatu kondisi
yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang
dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri
oleh karena itu, apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan
minatnya

sejauh

apa

yang

dilihat

kepentingannya sendiri.

itu

mempunyai

hubungan

dengan

Jika minat siswa terhadap perguruan tinggi sudah muncul maka siswa akan
terus berusaha untuk masuk perguruan tinggi. Ada banyak faktor yang dapat
mempengaruhi minat siswa dalam memasuki perguruan tinggi. Salah satunya
adalah kurangnya informasi atau sosialisasi tentang perguruan tinggi terhadap
siswa, sehingga informasi yang didapat oleh siswa tidak optimal. Kurangnya
sosialisasi dari setiap perguruan tinggi dapat sangat berpengaruh bagi tumbuhnya
minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Saat ini, salah satu upaya
yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memberikan layanan informasi sekolah
lanjutan atau perguruan tinggi kepada siswa. Layanan informasi sangat penting
bagi siswa untuk menumbuhkan minatnya tentang perguruan tinggi.
Layanan informasi menurut Prayitno (2012:49) adalah penyampaian
berbagai informasi kepada peserta layanan agar individu dapat mengolah dan
memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan hidup dan
perkembangannya.
Berdasarkan hasil yang didapatkan peneliti setelah diberikannya IKMS
kepada siswa kelas XI Farmasi Ikasari Pekanbaru. Maka, didapatlah siswa yang
mengalami masalah tentang peningkatan minat terhadap perguruan tinggi
sebanyak 87,5%. Dalam hal ini muncul atau ditemukannya gejala-gejala sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Kurangnya minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi


Kurang mengerti tentang jenis-jenis perguruan tinggi
Kurang mengetahui jurusan yang ada di perguruan tinggi
Kurang mengenal tentang sistem belajar di perguruan tinggi
Kurang mengetahui syarat yang diperlukan untuk masuk perguruan tinggi
Dari beberapa permasalahan yang peneliti amati di atas, maka peneliti

merasa tertarik untuk mengajukan judul skripsi PENGARUH LAYANAN


INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN MINAT SISWA TENTANG
PERGURUAN TINGGI KELAS XI FARMASI IKASARI PEKANBARU

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana gambaran tingkat minat siswa sebelum diberikan layanan
informasi?
2. Bagaimana proses pelaksanaan layanan informasi tentang perguruan
tinggi?
3. Bagaimana gambaran tingkat minat siswa setelah diberikan layanan
informasi?
4. Apakah terdapat perbedaan tingkat minat siswa sebelum dan sesudah
diberikan layanan informasi?
5. Seberapa besar pengaruh layanan informasi terhadap peningkatan minat
siswa?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui gambaran tingkat minat siswa sebelum diberikan
layanan informasi
2. Untuk mengetahui proses pelaksanaan layanan informasi tentang
perguruan tinggi
3. Untuk mengetahui gambaran tingkat minat siswa setelah diberikan layanan
informasi
4. Untuk mengetahui perbedaan tingkat minat siswa sebelum dan sesudah
diberikan layanan informasi
5. Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh layanan informasi terhadap
peningkatan minat siswa
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi guru dapat di gunakan sebagai masukan agar siswa mampu
meningkatkan ilmu pengetahuannya untuk memilih atau melanjutkan ke
perguruan tinggi
2. Bagi siswa agar lebih mengetahui cara menumbuhkan minat mereka untuk
memasuki perguruan tinggi yang sesuai dengan bakat mereka atau
keiinginan mereka

3. Bagi peneliti mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh siswa


dan dapat mengembangkan pengetahuan bagaimana cara mengembangkan
minat siswa tentang perguruan tinggi
E. Definisi Operasional
Agar terjadi kesamaan persepsi dalam penelitian ini, maka perlu dibuat
definisi operasional sebagai berikut :
1. layanan informasi adalah suatu kegiatan dalam upaya memberikan
pemahaman kepada siswa yang bertujuan untuk mengembangkan
pengetahuan dalam hal-hal yang diperlukan, serta untuk menentukan arah
suatu tujuan atau rencana yang akan dijalani oleh siswa.
2. Minat siswa tentang perguruan tinggi
Dengan adanya minat, mampu memperkuat ingatan seseorang
terhadap apa yang telah dipelajarinya, sehingga dapat dijadikan sebagai
fondasi seseorang dalam proses pembelajaran dikemudian hari. Minat
merupakan kecenderungan seseorang yang berasal dari luar maupun dalam
dirinya yang mendorongnya untuk merasa tertarik terhadap suatu hal
sehingga mengarahkan perbuatannya kepada suatu hal tersebut dan
menimbulkan perasaan senang.
Minat adalah suatu sikap yang dimiliki seseorang yang membuat
dia mempunyai perasaan senang, tertarik dan mendorong dirinya untuk
melakukan suatu tindakan. Perguruan tinggi adalah suatu lembaga
pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dan berbagai macam
keahlian. Minat Siswa tentang Perguruan Tinggi merujuk kepada
pemahaman siswa atau keinginan siswa dalam memilih perguruan tinggi
sesuai minat atau keinginannya. Minat siswa dalam memahami perguruan
tinggi yang ingin di pilihnya, memiliki beberapa indikator. Indikator minat
ada empat, yaitu (Safari, 2003):
a. perasaan senang
4

b. ketertarikan siswa
c. perhatian siswa
d. keterlibatan siswa
Beberapa indikator di atas untuk meningkatkan pendidikan siswa
ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus sekolah menengah melalui
lembaga pendidikan formal, yaitu Perguruan Tinggi. Minat ini muncul
karena

adanya

dorongan

untuk

meningkatkan

kemampuannya untuk bekal di masa depannya.

pengetahuan

dan

BAB II

LANDASAN TEORI
A Tinjauan tentang Layanan informasi
a. Pengertian Layanan Informasi

Layanan informasi menurut Prayitno (2012:49) adalah penyampaian


berbagai informasi kepada peserta layanan agar individu dapat mengolah dan
memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan hidup dan
perkembangannya.
Menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:266-267) ada tiga alasan
utama

mengapa

pemberian

informasi

sebagai

bagian

penting

dari

pengorganisasian program bimbingan dan konseling di sekolah :


1. membekali individu dengan berbagai pengetahuan.
2. memungkinkan individu dapat menentukan arah hidupnya.
3. setiap individu adalah unik.
Dengan alasan itu layanan informasi merupakan kebutuhan yang amat
tinggi tingkatannya. Oleh sebab itu sudah seharusnya layanan informasi sebagai
tanggung jawab seorang guru BK agar dapat diberikan secara baik dan optimal
kepada siswa.
Dalam pemberian layanan informasi, menurut Prayitno (2012:54) yang
menjadi isi (materi) dari layanan informasi sangat bervariasi, tergantung pada
kebutuhan para peserta layanan. Namun kenyataannya terlihat bahwa isi (materi)
layanan kurang bervariasi dan terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.

b. Jenis-Jenis Informasi

Dalam bidang pelayanan bimbingan dan konseling, hanya ada tiga jenis
informasi, yaitu :
1. Informasi Pendidikan
Dibidang pendidikan banyak individu yang berstatus siswa yang
dihadapkan pada kemungkinan timbulnya masalah atau kesulitan.
Diantaranya masalah atau kesulitan yang berhubungan dangan : a.
pemilihan program studi, b. pemilihan universitas, fakultas dan
jurusannya, c. penyesuaian diri dengan program studi, d. penyesuaian diri
terhadap suasana atau lingkungan. Mereka perlu atau membutuhkan
informasi dan keterangan untuk dapat membuat pilihan dan keputusan
secara bijak atau sesuai.
2. Informasi Jabatan
Saat-saat transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja erring
merupakan massa yang sulit bagi banyak anak muda. Informasi
jabatan/pekerjaan yang baik sekurang-kurangnya memuat hal-hal ssebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Struktur dan kelompok-kelompok jabatan atau pekerjaan yang utama


Uraian tugas masing-masing jabatan atau pekerjaan
Kualifikasi tenaga yang diperlukan untuk masing-masing jabatan
Cara-cara atau prosedur penerimaan
Kondisi kerja
Kesempatan-kesempatan untuk pengembangan karir
Fasilitas penunjang untuk kesejahteraan pekerja

3. Informasi sosial budaya


Untuk memungkinkan setiap warga negara Indonesia sejak dini,
mereka perlu dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman isi informasi
tentang keadaan sosial budaya berbagai daerah.
Hal ini dapat dilakukan melalui penyajian informasi sosial budaya :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Macam-macam suku bangsa


Adat istiadat dan kebiasaan
Agama dan kepercayaan
Bahasa
Potensi daerah
Kekhususan masyarakat atau daerah tertentu
Informasi ini perlu diperluas sampai daerah-daerah lain, khususnya

unntuk mengetahui informasi mengenai kemajuan-kemajuan yang ada di


daerah lain.
c. Metode Layanan Informasi

Menurut Prayitno & Erman Amti (2004:269-271) Pemberian informasi


kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut:
1. Ceramah
merupakan metode pemberian informasi yang paling sederhana,
mudah dan murah, dalam arti bahwa metode ini dapat dilakukan hampir
oleh setiap petugas bimbingan disekolah.
2. Diskusi
Penyampaian informasi pada siswa dapat dilakukan melalui
diskusi. Diskusi semacam ini dapat diorganisasikan baik oleh siswa sendiri
maupun oleh konselor, atau guru.
3. Karya Wisata
8

Dalam bidang konseling karyawisata mempunyai dua sumbangan


pokok. Pertama, membantu siswa belajar dengan menggunakan berbagai
sumber yang ada dalam masyarakat yang dapat menunjang perkembangan
mereka. Kedua, memungkinkan diperolehnya informasi yang dapat
membantu pengembangan sikap-sikap terhadap pendidikan, pekerjaan dan
berbagai masalah dalam masyarakat.
4. Buku panduan
Buku-buku panduan (seperti buku panduan sekolah atau perguruan
tinggi, buku panduan kerja bagi karyawan) dapat membantu siswa dalam
mendapatkan informasi yang berguna.
5. Konferensi karier
Selain melalui teknik-teknik yang diutarakan diatas, penyampaian
informasi kepada siswa dapat juga dilakukan melalui konferensi karier.
Dalam konferensi karier para nara sumber dari kelompok-kelompok usaha,
jabatan atau dinas lembaga pendidikan, dan lain-lain yang diundang,
mengadakan penyajian berbagai aspek program pendidikan

dan

latihan/pekerjaan yang diikuti oleh para siswa.


F. Tinjauan umum tentang minat
a Pengertian minat

Minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan (Kamisa, 1997


: 370). Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap.
Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam
mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan
menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya. (Gunarso, 1995 : 68).

Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk


melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock,
1995 : 144). Minat terbagi menjadi 3 aspek, yaitu: (Hurlock, 1995 : 117)
1. Aspek Kognitif
Berdasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang pernah
dipelajari baik di rumah, sekolah dan masyarakat serta dan berbagai jenis
media massa.
2. Aspek Afektif
Konsep yang membangun aspek kognitif, minat dinyatakan dalam
sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Berkembang dari
pengalaman pribadi dari sikap orang yang penting yaitu orang tua, guru
dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut
dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media
massa terhadap kegiatan itu.
3. Aspek Psikomotor
Berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi, urutannya tepat.
Namun kemajuan tetap memungkinkan sehingga keluwesan dan
keunggulan meningkat meskipun ini semua berjalan lambat.
Indikator minat ada empat, yaitu: a. perasaan senang, b.
ketertarikan siswa, c. perhatian siswa, dan d. keterlibatan siswa (Safari,
2003). Masing-masing indikator tersebut sebagai berikut :
1. Perasaan Senang
Seorang siswa yang memiliki perasaan senang atau suka terhadap
suatu mata pelajaran, maka siswa tersebut akan terus mempelajari ilmu
yang disenanginya. Tidak ada perasaan terpaksa pada siswa untuk
mempelajari bidang tersebut.
10

2. Ketertarikan Siswa
Berhubungan dengan daya gerak yang mendorong untuk
cenderung merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan atau bisa berupa
pengalaman afektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.
3. Perhatian Siswa
Perhatian merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa terhadap
pengamatan dan pengertian, dengan mengesampingkan yang lain dari pada
itu. Siswa yang memiliki minat pada objek tertentu, dengan sendirinya
akan memperhatikan objek tersebut.
4. Keterlibatan Siswa
Ketertarikan seseorang akan suatu objek yang mengakibatkan
orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan
kegiatan dari objek tersebut.
d. Macam minat

Minat dibedakan menjadi 2 yaitu: (Witherington, 1999 : 26)


1. Minat primitive, disebut pula minat biologis, yaitu minat yang berkisar
soal makanan dan kebebasan aktifitas.
2. Minat kultural, disebut juga minat sosial yaitu minat yang berasal dari
perbuatan yang lebih tinggi tarafnya.
e. Kriteria Minat

Menurut Nursalam (2003), minat seseorang dapat digolongkan menjadi :


1. Rendah, Jika seseorang tidak menginginkan obyek minat
2. Sedang, Jika seseorang menginginkan obyek minat akan tetapi tidak dalam
waktu segera.

11

3. Tinggi, Jika seseorang sangat menginginkan obyek minat dalam waktu


segera.
f. Beberapa kondisi yang mempengaruhi minat

1. Status ekonomi
Apabila status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas
minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mampu mereka
laksanakan. Sebaliknya kalau status ekonomi mengalami kemunduran
karena tanggung jawab keluarga atau usaha yang kurang maju, maka orang
cenderung untuk mempersempit minat mereka.
2. Pendidikan
Semakin tinggi dan semakin formal tingkat pendidikan yang
dimiliki seseorang maka semakin besar pula kegiatan yang bersifat intelek
yang dilakukan.
Seperti yang dikutip Notoatmojo, 1997 dari L.W. Green
mengatakan bahwa Jika ada seseorang yang mempunyai pengetahuan
yang baik, maka ia mencari pelayanan yang lebih kompeten atau lebih
aman baginya. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan
kesehatan akan mempengaruhi pemanfaatan fasilitas pelayanan yang ada
sehingga berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka.
3. Tempat tinggal
Dimana orang tinggal banyak dipengaruhi oleh keinginan yang
biasa mereka penuhi pada kehidupan sebelumnya masih dapat dilakukan
atau tidak.

12

g. Faktor faktor utama yang mempengaruhi minat seseorang


(Yuwono, 2001 : 40)

1. Kondisi pekerjaan
Tempat kerja yang memiliki suasana yang menyenangkan dengan
didukung oleh kerja sama yang profesional, saling bantu dapat
meningkatkan produksi.
2. Sistem pendukung
Dalam bekerja sangat diperlukan sistem pendukung yang memadai
bagi para pekerjanya sehingga diperoleh hasil produksi yang maksimal,
misalnya fasilitas kendaraan, perlengkapan pekerjaan yang memadai,
kesempatan promosi, kenaikan pangkat/kedudukan.
3. Pribadi pekerja
Semangat kerja, pandangan pekerja terhadap pekerjaannya,
kebanggan memakai atribut bekerja, sikap terhadap pekerjaannya.
h. Cara menimbulkan minat

Minat dapat ditimbulkan dengan cara: (Effendi dan Praja, 1993 :


72)
1. Membangkitkan suatu kebutuhan.
2. Menghubungkan dengan pengalaman yang lampau.
3. Memberikan kesempatan untuk mendapat hasil yang lebih baik.
G. Tinjauan umum tentang perguruan tinggi
Perguruan

tinggi

adalah

suatu

lembaga

pendidikan

yang

menyelenggarakan pendidikan dan berbagai macam keahlian, misalnya : bidang


pendidikan teknik, ekonomi, hukum, psikologi, kesehatan dan lain-lain. Sesuai
Undang-Undang No. 20 tahun 2003 menetapkan perguruan tinggi berupa

13

Akademik, Politeknik, Sekolah Tinggi Institut atau Universitas yang ditetapkan


pemerintah. Hal ini juga bisa melihat PP No. 56 Tahun 1998 lulusan sekolah
menengah kejuruan juga dapat melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan yang
lebih tinggi, dengan harapan lebih bisa mengembangkan din sehingga mampu
menghadapi ketatnya persaingan di dunia kerja di era globalisasi saat ini.
H. Hipotesis
1. Ha = Terdapat perbedaan yang signifikan antara peningkatan minat siswa
sebelum dengan sesudah diberikan layanan informasi
2. Ho = Terdapat pengaruh positif yang signifikan layanan informasi
terhadap peningkatan minat siswa

14

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
A Tempat dan Waktu
Penelitian dilaksanakan di SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru yang berada di
Jalan Bangau Sakti / Mawar No.98 Panam, Kelurahan Simpang Baru , Kecamatan
Tampan di Kota Pekanbaru. Setelah peneliti melakukan observasi dan
menyebarkan IKMS kepada peserta didik, maka peneliti mulai melakukan
penelitian. Dari hasil IKMS yang telah diberikan kepada siswa di SMK Farmasi
Ikasari Pekanbaru perlu diberikan layanan infomasi sebagai upaya untuk
meningkatkan pemahaman tentang studi lanjut.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di SMK Farmasi Ikasari
Pekanbaru, pada bulan Maret 2015 sampai Mei 2015.
I. Rancangan Penelitian
Metode eksperimen yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini
adalah metode one-group. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang berusaha
mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dengan kontrol yang
ketat (Sedarmayanti dan Syarifudin, 2002:33). Menurut Yatim Riyanto (dalam
Zuriah, 2006: 57) penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis,
logis, dan teliti di dalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Sugiyono
(2012:109) menambahkan penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap
yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.
Rumus:

O1 X O2
15

O1

= Observasi pertama/pretest

= Perlakuan(Konseling Kelompok)

O2

= Observasi kedua/postest

Penelitian mengenai pengaruh layanan informasi terhadap peningkatan


minat siswa ini tentang perguruan tinggi menggunakan pendekatan kuantitatif.
Peneliti menggunakan penelitian eksperimen (pra eksperiment ) menggunakan
desain one-group pretest-posttest.
Adapun rancangan pra eksperiment adalah sebagai berikut yang dijabarkan
dalam gambar berikut ini :

Layanan
informasi

pretest

posttest

Gambar 2.1 : Rancangan pra Eksperiment


Rancangan penelitian merupakan rangka persiapan yang akan dikerjakan
ketika melaksanakan penelitian dilapangan, pada rancangan ini penelitian
berisikan bagian-bagian atapun langkah-langkah yang akan dilakukan ketika di
lapangan pada saat penelitian, untuk membuat racangan penelitian ini berdasarkan
sistem pelaksanaan layanan informasi dalam bimbingan konseling, tetapi tetap
mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi dilapangan. Adapun rencana
eksperimen dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini :
Tabel 3.1 : Rancangan Penelitian
No

Pertemuan

Topik Tugas

Waktu

Sumber / Referensi

Pelaksanaan
1.

Kelas XI 1
Pertemuan 1

Menjela

27 april 2015

16

Minat dan Bakat

Pertemuan 2

skan

4 mei 2015

https://creasoft.files.w

Pertemuan 3

tentang

11 mei 2015

ordpress.com/2008/04

Pertemuan 4

minat,

18 mei 2015

/2minat.pdf

Pertemuan 5

fungsi,

25 mei 2015

Jalur

manfaat,

perguruan tinggi

tujuan

https://srikandia1.wor

dan

dpress.com/2014/10/1

faktor-

5/macam-macam-

faktor

jalur-masuk-

yang

perguruan-tinggi/

mempen

Cara

garuhi

perguruan tinggi

minat
Pemberi

http://www.google.co

an

sa=t&rct=j&q=&esrc

layanan

=s&source=web&cd=

informas

1&cad=rja&uact=8&

i tentang

ved=0CBsQFjAA&ur

cara

l=http%3A%2F

memasu

%2Fmulin10.staff.ub.

ki

ac.id%2Ffiles

pergurur

%2F2012%2F08%2F

uan

Ordik-3-Proses-

tinggi
cara

Belajar-Mengajar-di-

belajar

di

m/url?

PT.ppt&ei=IYskVbP

belajar

GEouwuQTFsoHgCA

di
pergurua

masuk

n tinggi
Pemberi

&usg=AFQjCNH97_
uyP7XUTe61x_v3VD
TkCMQj6Q&sig2=U

an

ZgOLD-

layanan

ysffjsF56HkQHRg&b

informas

vm=bv.90237346,d.c2

i tentang

E
Informasi

17

perguruan

pergurua

tinggi farmasi

n tinggi

http://www.ikatanapot

yang

ekerindonesia.net/arti

ada, baik

cles/pharma-

pergurua

update/national-

n tinggi

pharmacy/19-

swasta

national-

maupun

pharmacy/pharmaceut

negeri

ical-education/707daftar-nama-alamatlembaga-pendidikanfarmasi-diindonesia.html
http://zmurah.com/pel
uang-prospek-kerjakuliah-lulusanfakultas-jurusanfarmasi/

2.

Kelas XI 2

Menjela

25 april 2015

Minat dan Bakat

Pertemuan 2

skan

2 mei 2015

https://creasoft.files.w

Pertemuan 3

tentang

9 mei 2015

ordpress.com/2008/04

Pertemuan 4

minat,

23 mei 2015

/2minat.pdf

Pertemuan 5

fungsi,

30 mei 2015

Jalur

Pertemuan 1

masuk

manfaat,

perguruan tinggi

tujuan

https://srikandia1.wor

dan

dpress.com/2014/10/1

faktor-

5/macam-macam-

faktor

jalur-masuk-

yang

perguruan-tinggi/

mempen

Cara

garuhi

perguruan tinggi

minat
Pemberi

http://www.google.co
m/url?

an
18

belajar

di

layanan

sa=t&rct=j&q=&esrc

informas

=s&source=web&cd=

i tentang

1&cad=rja&uact=8&

cara

ved=0CBsQFjAA&ur

memasu

l=http%3A%2F

ki

%2Fmulin10.staff.ub.

pergurur

ac.id%2Ffiles

uan

%2F2012%2F08%2F

tinggi
cara

Ordik-3-Proses-

belajar

PT.ppt&ei=IYskVbP

di

GEouwuQTFsoHgCA

pergurua

&usg=AFQjCNH97_

n tinggi
Pemberi

uyP7XUTe61x_v3VD

Belajar-Mengajar-di-

TkCMQj6Q&sig2=U

an

ZgOLD-

layanan
informas
i tentang
pergurua
n tinggi
yang
ada, baik
pergurua
n tinggi
swasta

ysffjsF56HkQHRg&b
vm=bv.90237346,d.c2
E
Informasi

perguruan

tinggi farmasi
http://www.ikatanapot
ekerindonesia.net/arti
cles/pharmaupdate/nationalpharmacy/19-

maupun

national-

negeri

pharmacy/pharmaceut
ical-education/707daftar-nama-alamatlembaga-pendidikanfarmasi-diindonesia.html
http://zmurah.com/pel

19

uang-prospek-kerjakuliah-lulusanfakultas-jurusanfarmasi/
3.

Kelas XI 3

Menjela

27 april 2015

Minat dan Bakat

Pertemuan 2

skan

4 mei 2015

https://creasoft.files.w

Pertemuan 3

tentang

11 mei 2015

ordpress.com/2008/04

Pertemuan 4

minat,

18 mei 2015

/2minat.pdf

Pertemuan 5

fungsi,

25 mei 2015

Jalur

Pertemuan 1

perguruan tinggi

tujuan

https://srikandia1.wor

dan

dpress.com/2014/10/1

faktor-

5/macam-macam-

faktor

jalur-masuk-

yang

perguruan-tinggi/

mempen

Cara

garuhi

perguruan tinggi

minat
Pemberi

http://www.google.co

belajar

di

m/url?

an

sa=t&rct=j&q=&esrc

layanan
informas
i tentang
cara

=s&source=web&cd=
1&cad=rja&uact=8&
ved=0CBsQFjAA&ur
l=http%3A%2F

memasu

%2Fmulin10.staff.ub.

ki
pergurur
uan

masuk

manfaat,

ac.id%2Ffiles
%2F2012%2F08%2F
Ordik-3-Proses-

tinggi
cara

Belajar-Mengajar-di-

belajar

PT.ppt&ei=IYskVbP

di

GEouwuQTFsoHgCA

pergurua

&usg=AFQjCNH97_

n tinggi

uyP7XUTe61x_v3VD

20

Pemberi

TkCMQj6Q&sig2=U

an

ZgOLD-

layanan

ysffjsF56HkQHRg&b

informas

vm=bv.90237346,d.c2

i tentang

pergurua

Informasi

n tinggi

tinggi farmasi

yang

http://www.ikatanapot

ada, baik

ekerindonesia.net/arti

pergurua

cles/pharma-

n tinggi

update/national-

swasta

pharmacy/19-

maupun

national-

negeri

pharmacy/pharmaceut

perguruan

ical-education/707daftar-nama-alamatlembaga-pendidikanfarmasi-diindonesia.html
http://zmurah.com/pel
uang-prospek-kerjakuliah-lulusanfakultas-jurusanfarmasi/

J. Populasi dan Sampel


a Populasi

Menurut Margono (2010:118), Populasi adalah seluruh data yang


menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan.
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil seluruh siswa kelas XI SMK Farmasi
Ikasari Pekanbaru yang berjumlah 116 siswa yang dapat dilihat pada tabel 2.2.
i. Sampel

21

Menurut Sugiyono (2010:215) sampel adalah sebagian dari populasi


itu. Teknik yang digunakan peneliti dalam mengambil sampel adalah total
sampling (sampel jenuh). Yang berarti semua anggota populasi menjadi anggota
sampel. Dalam penelitian ini Sampel diambil dari seluruh siswa kelas XI 1, XI 2
dan XI 4 Farmasi yang berjumlah 116 siswa.

22

Tabel 3.2 : Populasi dan sampel


No
1
2
3
Jumla

Kelas

Siswa

XI 1
XI 2
XI 4

Populasi

Sampel

38
40
38

38
40
38

38
40
38

116

116

116

Sumber : SMKF Ikasari Pekanbaru Tahun 2015


K. Data Dan Instrumen Penelitian
a Data

Data penelitian ini peneliti ambil berdasarkan IKMS yang telah diberikan
kepada siswa kelas XI SMK Farmasi Ikasari Pekanbaru. Sebagian besar siswa
atau sebanyak 87,5 % membutuhkan layanan informasi mengenai studi lanjut.
j. Instrumen

Untuk

mengetahui

masalah

yang

dialami

siswa,

maka

peneliti

menggunakan alat pengumpul data atau instrumen yang digunakan berupa angket,
observasi dan dokumentasi. Melalui instrumen tersebut peneliti mengumpulkan
data mengenai masalah siswa.
Tabel 3.3 : Kisi-kisi instrumen
Aspek

No item

Indikator

Jumlah

Minat siswa
mengenai

perasaan senang

1,2,8,13,23

5,6,21

studi lanjut

ketertarikan

3,4,10,26,30

14,15,19,20,

10

siswa

25

23

perhatian siswa

11,16,17,22,27
,28

keterlibatan

9,24

siswa

7,18,29

12

Jumlah

30

Sumber :Safari.(2003).
L. Teknik Pengumpul Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan menyebarkan angket yang berisikan tentang minat siswa tentang
perguruan tinggi sebanyak 30 butir. Soal berupa pernyataan yang kemudian
dijawab responden dengan alternatif jawaban ya dan tidak.
Tabel 3.4 : Penskoran Jawaban
No

Kategori

1.
2.

Ya
Tidak

Skor
+
1
0

0
1

M. Teknik Analisis Data Beserta Rumus


Teknik analisis data yang digunakan peneliti dalam mengolah data adalah:
1. Pophan dan sirotnik
Dalam penelitian ini menggunakan 2 kategori, rumus yang
digunakan rumus pophan dan sirotnik, yaitu :
x idealz ( 1 x s ideal )

s
x ideal+ z ( 1 x s ideal )
d

24

2. Teknik persentase
P=

F
x 100
N
(Anas Sudijono, 2001 : 4)
Keterangan :
P = persentase
F

= frekuensi/banyaknya individu

= jumlah sampel

3. Product moment
r xy =

xy
x 2 y 2
Keterangan :
r xy

= korelasi antara variabel x dan y

=(

x1

x )

=(

y1

y )

4. Uji t
Uji t bertujuan untuk mencari menguji hipotesis sebagai upaya
penarikan kesimpulan dari penelitian.

25

t=

x 1x 2

s 21 s 22
s
+ 2 r 11
n1 n 2
n

s2

( )( )
n2

(Sugiyono, 2010 : 122)


Keterangan :
r

= korelasi
x1

= sampel 1

x2

= sampel 2

s1

= simpangan baku sampel 1

s2

= simpangan baku sampel 2

s 21

= varian sampel 1

s 22

= varian sampel 2

26

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


A Hasil
a Gambaran minat siswa kelas XI SMK Farmasi Pekanbaru tentang
perguruan tinggi sebelum diberikan layanan informasi

Untuk menentukan skala atau hasil dari observasi dalam kategori


tinggi, sedang dan rendah, maka digunakan skala ya / tidak atau
menggunakan rumus pophan dan sirotnik. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat di bawah ini :
Diketahui:
a. Jumlah item
b. Bobot skor positif
ya
tidak
c. Bobot skor negatif
ya
tidak
d. Kategori skor
skor ideal
z
skor ideal 30
x =
= =15
2
2
skor ideal=

: 30
:
:1
:0
:
:0
:1
:
= 1 x 30 = 30
=1

x ideal 15
= =5
3
3

x idealz ( 1 x s ideal )

s
x ideal+ z ( 1 x s ideal )
d

27

s
151 ( 1 x 5 ) 15+ ( 1 x 5 )
d

155

10

s
15+5
d

s
20
d

Tabel 4.1 : Kategori minat siswa tentang perguruan tinggi


No
.
1
2
3

Kategori

Rentang Skor

Tinggi
Sedang
Rendah

21-30
10-20
0-9

Sumber : Data olahan penelitian 2015


Dari tabel 4.1 dapat di lihat bahwa menentukan kategori skor minat
siswa tentang perguruan tinggi dalam kategori tinggi dengan rentang skor
21-30, kategori sedang dengan rentang skor 10-20 dan kategori rendah
dengan rentang skor 0-9.
Tabel 4.2 : Gambaran minat siswa tentang perguruan tinggi sebelum
diberikan layanan informasi
N
o
1
2
3

Kategori

Rentang Skor

Tinggi
Sedang
Rendah

21-30
10-20
0-9

87
28
1
116

75
24.14
0.86
100

Dari tabel 4.2 dapat diketahui gambaran minat siswa tentang


perguruan tinggi sebelum diberikan layanan informasi dan dibagi dalam
kategori tinggi 75 %, kategori sedang 24.14% dan kategori rendah 0.86 %.

28

Berikut grafik minat siswa tentang perguruan tinggi sebelum diberikan


layanan informasi :
Grafik 4.1 : Grafik gambaran minat siswa tentang perguruan tinggi
sebelum diberikan layanan informasi

Sebelum
75.00%
80%
60%

24.14%

40%

0.86%

20%
0%

tinggi

sedang

rendah

k. Proses pelaksanaan layanan informasi

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Pertama

Kelas

: XI 1 Farmasi

Topik Pembahasan

: Minat Dan Bakat

Hari/Tanggal

: Senin / 27 April 2015

Jam Pertemuan

: 14.10 14.50 Wib

Tabel 4.3 : Pertemuan pertama di kelas XI 1 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

29

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang minat dan bakat.


2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Minat dan bakat
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
dan antusias menyampaikan karena rata rata mereka telah
mengetahui minat dan bakatnya masing-masing.
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini memberikan informasi


tentang minat dan bakat, suatu yang sudah tak asing lagi ditelinga
konseli. Saat ditanyakan kepada mereka apa itu minat dan bakat? dan
serempak mengacungkan tangan. Pada siang ini suasana kelas masih
segar, hidup, semangat dan konselipun masih fokus dalam mengikuti
kegiatan layanan meskipun hari sudah siang. Peserta layanan pada
siang ini adalah 38 orang dan tidak ada yang keluar masuk.
Konselor melanjutkan pertanyaan dengan menanyakan apa pendapat
konseli tentang apa itu minat dan bakat, ada yang menjawab, minat
merupakan suatu keinginan, sedangkan bakat merupakan suatu
kemampuan yang dibawa sejak lahir. Sebagian besar konseli
menjawab sama.
Selanjutnya konselor meminta salah seorang konseli untuk
menceritakan minat dan bakat yang dimilikinya sebagai contoh.
Konseli menceritakan tentang minatnya memasuki farmasi karena
ingin menjadi seoprang apoteker dan ingin membuka apotek sendiri,
sedangkan bakatnya ada dalam hal mudah menghafal atau memahami.
30

5 Menit

Yang disampaikan konseli merupakan contoh minat dan bakat yang


dimiliki oleh konseli.
Selanjutnya konselor meminta semua konseli memberikan aplause
terhadap yang disampaikan konseli. Setelah mendengarkan contoh
minat dan bakat tersebut diharapkan para konseli dapat menentukan
atau menemukan minat dan bakatnya masing-masing yang sesuai.
Dari hal tersebut didapat kesimpulan bahwa siswa telah mampu
memahami dengan baik apa itu minat dan bakat.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Pertama

Kelas

: XI 2 Farmasi

Topik Pembahasan

: Minat Dan Bakat

Hari/Tanggal

: Sabtu / 25 April 2015

Jam Pertemuan

: 07.45 08.25 Wib

Tabel 4.4 : Pertemuan pertama di kelas XI 2 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan


di menggunakan infokus tentang minat dan bakat.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Minat dan bakat
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
dan antusias menyampaikan karena rata rata mereka telah
mengetahui minat dan bakatnya masing-masing.
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu

31

30 Menit

konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya


jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Sasaran kegiatan layanan pada pagi ini adalah kelas XI 2, dengan


suasana yang masih pagi dan setelah senam membuat siswa merasa
segar sehingga mempermudah konselor untuk memulai memberikan
materi minat dan bakat.
Peserta layanan pagi ini dihadiri oleh 40 orang. Selanjutnya peneliti
memberi pertanyaan apa kalian tahu bakat dan minat kalian?, siswa
pun ada yang menjawab tahu dan ada juga yang menjawab tidak tahu.
Salah satu konseli diruruh menceritakan minat dan bakat yang ada
dalam dirinya, konseli menceritakan bahwa konseli memiliki minat
untuk mengikuti kegiatan pramuka karena dia merasa dia bisa lebih
mengasah bakatnya, yang diceritakan konseli tersebut sebagai salah
satu contoh minat dan bakat.
Konselor juga menanyakan kepada konseli yang belum tahu
kenapa konseli belum tahu minat dan bakatnya kemana dan konseli
menceritakan bahwa konseli merasa bingung karena dia tidak tahu
cara menyalurkan minat dan bakatnya kemana.
Konselor mengambil contoh bagi konseli yang sudah mengetahui
minat dan bakatnya kepada konseli yang belum tahu bagaimana cara
atau menyalurkan minat dan bakatnya. Setelah diberikan penjelasan
tentang materi, siswa mampu menemukan minat dan bakatnya.
Dari pertemuan pertama ini didapat kesimpulan bahwa siswa telah
mampu memahami dengan baik apa itu minat dan bakat, serta
pentingnya bagi siswa.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Pertama

32

5 Menit

Kelas

: XI 4 Farmasi

Topik Pembahasan

: Minat Dan Bakat

Hari/Tanggal

: Senin / 27 April 2015

Jam Pertemuan

: 09.45 10.25 Wib

Tabel 4.5 : Pertemuan pertama di kelas XI 4 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang minat dan bakat.


2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Minat dan bakat
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
dan antusias menyampaikan karena rata rata mereka telah
mengetahui minat dan bakatnya masing-masing.
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi pada hari ini dilaksanakan di kelas


XI 4 . Materi yang diberikan pada pertemuan pertama ini mengenai
minat dan bakat. Siswa yang hadir 37 siswa dan 1 siswa izin.
Saat peneliti memasuki kelas, suasana kelas cukup ribut karena

33

5 Menit

pergantian jam pelajaran dan ada juga ada yang masih diluar karena
mengantarkan tugas pada guru sebelumnya. Berselang beberapa menit
seluruh siswa telah berada diruang kelas dan ketua kelaspun
menyiapkan anggota kelasnya. Setelah semua siswa disiapkan, terlebih
dahulu peneliti menanyakan apakah bisa dilanjutkan pelajarannya?,
serentak mereka menjawab kompak bisa pak.
Konselor langsung menyiapkan laptop dan infokus. Kelas yang
selalu memiliki suasana kelas yang semangat dalam mengikuti setiap
pelajaran. Ketika peneliti menanyakan tahukah kalian minat dan
bakat kalian?, ada yang menjawab ada, dan ada juga yang
menjawab tidak. Selanjutnya konselor meminta siswa yang
mengatakan tahu dengan minat dan bakatnya untuk menjelaskan minat
dan bakat menurut mereka masing masing, ada yang menjawab,
minat menjadi apoteker karena memiliki bakat dalam menghafal,
konselorpun menjelaskan agar setiap siswa mengetahui minat dan
bakat mereka. Selanjutnya konselor menanyakan kembali apa itu
yang dimaksud minat dan bakat?.
Suasana kelaspun bergemuruh, karena banyak yang berbicara untuk
menjawab tetapi ketika ditanyakan tidak ada yang mau menjawab,
ketika konselor menunjuk beberapa siswa, siswa hanya diam dan raut
wajah yang kebingungan. Untuk itu konselor langsung saja
menjelaskan

pengertian

minat

dan

bakat

agar

siswa

dapat

memahaminya. Setelah dijelaskan konselor kembali menanyakan pada


siswa untuk menjelaskan kembali dan siswapun dapat menjawab
dengan benar.
Dari pertemuan hari ini didapat kesimpulan bahwa siswa telah
mampu memahami dengan baik apa itu minat dan bakat.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Kedua

34

Kelas

: XI 1 Farmasi

Topik Pembahasan

: Jalur Masuk Perguruan Tinggi

Hari/Tanggal

: Senin / 4 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 14.10 14.50 Wib

Tabel 4.6 : Pertemuan kedua di kelas XI I Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang jalur masuk perguruan tinggi.


2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Jalur masuk perguruan tinggi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini menyajian materi tentang


jalur masuk perguruan tinggi. Peserta layanan pada pertemuan kedua
ini dihadiri oleh 37 orang dan dilaporkan 1 orang sakit.

Dengan

kondisi kelas yang kondusif dan suasana kelas yang aktif.


Konselor menampilkan materi tentang informasi jalur masuk
perguruan

tinggi.

Kemudian

konselor

menanyakan

kepada

siswa,apakah kalian tahu tentang jalur masuk perguruan tinggi? ,


35

5 Menit

siswa pun ada yang menjawab tahu dan ada juga yang menjawab
tidak.
Selanjutnya konselor meminta salah satu siswa untuk menyebutkan
jalur masuk perguruan tinggi dan siswa tersebut menjawab snmptn dan
sbmptn. Ok bagus, konselor memberikan pengutan pada siswa yang
menjawab dengan memberikan aplause.
Selanjutnya konselor menjelaskan materi informasi tentang jalur
masuk perguruan tinggi tersebut. Konselor juga menjelaskan syaratsyarat memasuki perguruan tinggi.
Agar siswa dapat lebih memahami lagi, konselor meminta siswa
mengulang kembali apa yang telah disampaikan.
Dari pertemuan kedua ini dapat disimpulkan bahwa siswa telah
mengetahui informasi tentang jalur masuk perguruan tinggi dan syaratsyarat yang diperlukan.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Kedua

Kelas

: XI 2 Farmasi

Topik Pembahasan

: Jalur Masuk Perguruan Tinggi

Hari/Tanggal

: Sabtu / 2 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 07.45 08.25 Wib

Tabel 4.7 : Pertemuan kedua di kelas XI 2 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

36

30 Menit

di menggunakan infokus tentang jalur masuk perguruan tinggi.


2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Jalur masuk perguruan tinggi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Kegiatan layanan informasi hari ini diisi dengan materi jalur masuk
perguruan tinggi yang dihadiri oleh 40 orang peserta layanan. Kondisi
kelas yang kondusif dan siap untuk memulai pelajaran .
Sebelum menjelaskan materi, konselor mempersiapkan infokus
untuk menampilkan materi. Setelah materi ditampilkan kemudian
konselor meminta siswa untuk menyebutkan jalur masuk perguruan
tinggi dan banyak siswa yang mengangkat tangannya, kemudian
konselor memilih salah satu siswa untuk menjawabnya. Siswa tersebut
menjawab snmptn, sbmptn, dan ujian mandiri. Pada kelas XI 2 farmasi
ternyata sudah banyak yang mengetahui informasi tentang jalur
memasuki perguruan tinggi.
Kemudian konselor kembali menjelaskan informasi jalur perguruan
tinggi beserta syarat-syarat yang diperlukan agar siswa jauh lebih
paham.Dari pertemuan kedua ini konselor dapat menyimpulkan bahwa
siswa telah mengetahui tentang jalur perguruan tinggi beserta syaratsyarat yang dibutuhkan.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Kedua

37

5 Menit

Kelas

: XI 4 Farmasi

Topik Pembahasan

: Jalur Masuk Perguruan Tinggi

Hari/Tanggal

: Senin / 4 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 09.45 10.25 Wib

38

Tabel 4.8 : Pertemuan kedua di kelas XI 4 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang jalur masuk perguruan tinggi.


2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Jalur masuk perguruan tinggi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini dilaksanakan di kelas XI 4


dengan materi informasi jalur masuk perguruan tinggi. Ketika peneliti
masuk keruang kelas XI 4, ketua kelas langsung menyiapkan anggota
kelasnya. Setelah anggota kelas siap untuk melanjutkan pelajaran,
konselor terlebih dahulu menampilkan materi yang akan diberikan
didepan kelas. Suasana kelas terdengar bergemuruh karena masih
terbawa pelajaran sebelumnya. Konselor membiarkan para siswa
untuk tenang. Selanjutnya konselor meminta siswa untuk menahan
suara mereka dulu sembari konselor mengabsen keadaan para siswa.
Pertemuan kedua ini dihadiri oleh 35 orang dan dilaporkan 2 orang
sakit dan 1 orang izin.
Setelah selesai mengabsen, konselor kembali materi yang
ditampikan apa ada yang tahu jalur masuk perguruan tinggi?. Salah

39

5 Menit

satu siswa langsung menjawab , sbmptn dan snmptn. Setelah itu ada
siswa juga yang menambahkan, ujian mandiri pak. Kemudian
konselor meminta siswa lainnya untuk memberi aplus buat temantemannya yang sudah menjawab. Selanjutnya konselor menjelaskan
satu persatu tentang jalur memasuki perguruan tinggi beserta syaratsyaratnya.
Dari pertemuan kedua ini konselor dapat menyimpulkan bahwa
siswa telah mengetahui jalur memasuki perguruan tinggi beserta
syarat-syaratnya.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Ketiga

Kelas

: XI 1 Farmasi

Topik Pembahasan

: Cara Belajar Di Perguruan Tinggi

Hari/Tanggal

: Senin / 11 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 14.10 14.50 Wib

Tabel 4.9 : Pertemuan kedua di kelas XI 1 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan


di menggunakan infokus tentang cara belajar di perguruan tinggi.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Cara belajar di perguruan tinggi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
dan antusias menyampaikan.

40

30 Menit

4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu


konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini memberikan informasi


tentang cara belajar di perguruan tinggi, pertemuan ketiga ini dihadiri
oleh 38 orang. Suasana kelas yang masih cukup fokus dan kondusif
untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran hari ini meskipun jam
perlajaran terakhir.
Kemudian, konselor menampilkan slide tentang cara belajar di
perguruan tinggi. Siswa sangat antusias ingin mengetahui cara belajar
di perguruan tinggi, konselor meninjau sejauh mana pengetahuan
siswa tentang cara belajar di perguruan tinggi. Dalam hal ini banyak
siswa yang menganggap belajar di perguruan tinggi lebih bebas
dibandingkan dengan di sekolah da nada juga siswa yang menganggap
belajar di perguruan tinggi itu biasa saja.
Setelah siswa memberikan pendapat mereka, kemudian konselor
menjelaskan materi yang ditampilkan. Siswa pun jadi jauh lebih
mengetahui cara belajar di perguruan tinggi.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Ketiga

Kelas

: XI 2 Farmasi

Topik Pembahasan

: Cara Belajar Di Perguruan Tinggi

Hari/Tanggal

: Sabtu / 9 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 07.45 08.25 Wib

41

5 Menit

Tabel 4.10 : Pertemuan ketiga di kelas XI 2 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang cara belajar di perguruan tinggi.


2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Cara belajar di perguruan tinggi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
dan antusias menyampaikan.
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini memberikan informasi


tentang cara belajar di perguruan tinggi, pertemuan ketiga ini dihadiri
oleh 38 orang, dilaporkan 2 orang sakit. Suasana kelas yang masih
pagi membuat kondisi lebih fokus dan kondusif untuk memulai
kegiatan pembelajaran hari ini.
Kemudian, konselor menampilkan slide tentang cara belajar di
perguruan tinggi. Konselor meninjau sejauh mana pengetahuan siswa
tentang cara belajar di perguruan tinggi. Dalam hal ini hampir semua
siswa menyatakan bahwa belajar di perguruan tinggi itu lebih
mnyenangkan.
Setelah siswa memberikan pendapat mereka, kemudian konselor
menjelaskan materi yang ditampilkan. Siswa pun jadi jauh lebih
mengetahui cara belajar di perguruan tinggi.

42

5 Menit

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Ketiga

Kelas

: XI 4 Farmasi

Topik Pembahasan

: Cara Belajar Di Perguruan Tinggi

Hari/Tanggal

: Senin / 11 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 09.45 10.25 Wib

Tabel 4.11 : Pertemuan ketiga di kelas XI 3 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang cara belajar di perguruan tinggi.


2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Cara belajar di perguruan tinggi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
dan antusias menyampaikan karena rata rata mereka telah
mengetahui minat dan bakatnya masing-masing.
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi

Pelaksanaan layanan informasi pada hari ini dilaksanakan di kelas

43

5 Menit

Proses

XI 4 . Materi yang diberikan pada pertemuan ketiga ini mengenai


cara belajar di perguruan tinggi. Pertemuan kali ini dihadiri 38
siswa.
Saat peneliti memasuki kelas, suasana kelas cukup cukup tenang
meskipun setelah pergantian jam pelajaran, tetapi masih ada juga ada
yang masih diluar. Berselang beberapa menit seluruh siswa telah
berada diruang kelas, dan ketua kelaspun menyiapkan anggota
kelasnya. Setelah semua siswa disiapkan, kemudian konselor
mempersiapkan infokus untuk menampilkan materi. Terlebih dahulu
konselor menanyakan apakah kalian tahu bagaimana cara belajar di
perguruan tinggi?, serentak mereka menjawab kompak tidak pak.
Konselorpun menjelaskan agar setiap siswa mengetahui cara
belajar di perguruan tinggi. Setelah dijelaskan konselor kembali
menanyakan pada siswa apakah mereka sudah paham dengan materi
yang disampaikan. Dan siswa pun sudah lebih paham.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Keempat

Kelas

: XI 1 Farmasi

Topik Pembahasan

: Informasi Perguruan Tinggi Farmasi

Hari/Tanggal

: Senin / 18 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 14.10 14.50 Wib

Tabel 4.12 : Pertemuan keempat di kelas XI 1 Farmasi

Tahap
Kegiatan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas


1. Ketua kelas menyiapkan kelas

44

Waktu
5 Menit

Pembukaan

2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up


agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran
3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli

Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang informasi perguruan tinggi


farmasi.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Informasi perguruan tinggi farmasi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini dilaksanakan di kelas XI 1


dengan materi informasi perguruan tinggi farmasi. Pemberian materi
kali ini didukung dengan menampilkan video yang berkaitan dengan
salah satu perguruan tinggi farmasi. Peserta layanan pada hari ini di
hadiri oleh 36 orang dan dilaporkan 1 orang izin dan 1 orang sakit.
Saat memasuki ruangan kelas kondusif.
Sebelum

menjelaskan

materi,

konselor

meminta

siswa

menyebutkan salah satu perguruan tinggi yang mereka inginkan.


Setelah itu konselor menampilkan video salah satu perguruan tinggi
farmasi.
Selanjutnya konselor meminta siswa untuk menyampaikan
pendapat mereka tentang video yang telah ditampilkan. Dengan
diberikan video tersebut siswa lebih bisa memilih atau manilai
perguruan farmasi yang cocok bagi mereka.

45

5 Menit

46

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Keempat

Kelas

: XI 2 Farmasi

Topik Pembahasan

: Informasi Perguruan Tinggi Farmasi

Hari/Tanggal

: Sabtu / 23 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 07.45 08.25 Wib

Tabel 4.13 : Pertemuan keempat di kelas XI 2 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang informasi perguruan tinggi


farmasi.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Informasi perguruan tinggi farmasi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi

Pelaksanaan layanan informasi hari ini dilaksanakan di kelas XI 2

47

5 Menit

Proses

dengan materi informasi perguruan tinggi farmasi. Pemberian materi


kali ini didukung dengan menampilkan video yang berkaitan dengan
salah satu perguruan tinggi farmasi. Suasana kondusif saat konselor
memasuki ruang kelas. Peserta layanan pada hari ini di hadiri oleh 36
orang dan dilaporkan 1 orang izin, 2 orang sakit dan 1 orang alfa.
Sebelum

menjelaskan

materi,

konselor

meminta

siswa

menyebutkan salah satu perguruan tinggi yang mereka inginkan.


Setelah itu konselor menampilkan video salah satu perguruan tinggi
farmasi.Selanjutnya konselor meminta siswa untuk menyampaikan
pendapat mereka tentang video yang telah ditampilkan. Dengan
diberikan video tersebut siswa lebih bisa memilih atau manilai
perguruan farmasi yang cocok bagi mereka.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Keempat

Kelas

: XI 4 Farmasi

Topik Pembahasan

: Informasi Perguruan Tinggi Farmasi

Hari/Tanggal

: Senin / 18 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 09.45 10.25 Wib

48

Tabel 4.14 : Pertemuan keempat di kelas XI 4 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang informasi perguruan tinggi


farmasi.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Informasi perguruan tinggi farmasi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini dilaksanakan di kelas XI 4


dengan materi informasi perguruan tinggi farmasi. Pemberian materi
kali ini sama dengan kelas XI 1 dan XI 2, yaitu didukung dengan
menampilkan video yang berkaitan dengan salah satu perguruan tinggi
farmasi. Peserta layanan pada hari ini di hadiri oleh 38 orang. Suasana
kelas tenang dan kondusif saat memasuki kelas.
Sebelum

menjelaskan

materi,

konselor

meminta

siswa

menyebutkan salah satu perguruan tinggi yang mereka inginkan.


Setelah itu konselor menampilkan video salah satu perguruan tinggi
farmasi.

49

5 Menit

Selanjutnya konselor meminta siswa untuk menyampaikan


pendapat mereka tentang video yang telah ditampilkan. Dengan
diberikan video tersebut siswa lebih bisa memilih atau manilai
perguruan farmasi yang cocok bagi mereka

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Kelima

Kelas

: XI 1 Farmasi

Topik Pembahasan

: Informasi Perguruan Tinggi Farmasi

Hari/Tanggal

: Senin / 25 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 14.10 14.50 Wib

Tabel 4.15 : Pertemuan kelima di kelas XI 1 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang informasi perguruan tinggi


farmasi.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Informasi perguruan tinggi farmasi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan

1. Konselor mereview materi layanan


50

5 Menit

Penutup

Observasi
Proses

2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor


3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.
Pelaksanaan layanan informasi mengenai perguruan tinggi farmasi.
dihadiri oleh 38 orang peserta layanan. Materi layanan yang diberiakan
hari ini masih melanjutkan materi pada pertemuan minggu lalu yaitu
informasi perguruan tinggi farmasi.
Sebelum masuk pada materi, konselor menngajak siswa untuk
bermain game agar perhatian siswa dapat terfokuskan pada penjelasan
konselor, konselor memainkan game hai hello. Siswa merasa senang
ketika dalam pelajaran diberikan game seperti itu, karena bagi mereka
hal tersebut dapat mengurangi kejenuhan dalam belajar.
Setelah konselor merasa perhatian para siswa sudah mulai fokus,
maka barulah konselor masuk pada materi yang disampaikan. Konselor
mereview materi pertemuan yang lalu dan baru melanjutkan dengan
materi yang masih berhubungan dengan perguruan tinggi farmasi yang
lainnya.
Dengan berakhirnya materi yang disampaikan, barulah minggu
selanjutnya siswa diberikan angket posttest untuk melihat sejauh mana
minat siswa untuk memasuki perguruan tinggi.

51

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Kelima

Kelas

: XI 2 Farmasi

Topik Pembahasan

: Informasi Perguruan Tinggi Farmasi

Hari/Tanggal

: Sabtu / 30 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 07.45 08.25 Wib

Tabel 4.16 : Pertemuan kelima di kelas XI 2 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang informasi perguruan tinggi


farmasi.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Informasi perguruan tinggi farmasi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi

Pelaksanaan layanan informasi hari ini dilaksanakan di kelas XI 2

52

5 Menit

Proses

dengan melanjutkan materi informasi perguruan tinggi farmasi.


Pemberian materi kali ini masih mengenai perguruan tinggi farmasi.
Peserta layanan pada hari ini di hadiri oleh 39 orang dan dilaporkan 1
orang izin.
Saat memasukki ruang kelas terasa nyaman dan kondusif. Sebelum
menjelaskan materi, konselor mereview materi pertemuan yang lalu dan
baru melanjutkan dengan materi yang masih berhubungan dengan
perguruan tinggi farmasi yang lainnya.
Dengan berakhirnya materi yang disampaikan, diharapkan siswa
lebih mengetahui kriteria perguruan tinggi farmasi yang mereka
inginkan. Barulah minggu selanjutnya siswa diberikan angket posttest
untuk melihat sejauh mana minat siswa untuk memasuki perguruan
tinggi.

Dinamika-Dinamika Assesment
Pertemuan

: Kelima

Kelas

: XI 4 Farmasi

Topik Pembahasan

: Informasi Perguruan Tinggi Farmasi

Hari/Tanggal

: Senin / 25 Mei 2015

Jam Pertemuan

: 09.45 10.25 Wib

Tabel 4.17 : Pertemuan kelima di kelas XI 4 Farmasi

Tahap
Kegiatan
Pembukaan

Dinamika- Dinamika Dalam Kelas

Waktu

1. Ketua kelas menyiapkan kelas


2. Konselor memberikan salam pembuka dan melakukan warming up

5 Menit

agar suasana kelas kembali fokus dalam melanjutkan pelajaran


3. Konselor mengabsen konseli / melakukan pengecekan kondisi
konseli
53

Kegiatan Inti

1. Konselor memulai layanan dengan menampilkan topik pembahasan

30 Menit

di menggunakan infokus tentang informasi perguruan tinggi


farmasi.
2. Uraian materi dari topik tersebut ialah :
a. Informasi perguruan tinggi farmasi
3. Konseli memiliki argumen sendiri tentang materi yang disampaikan
4. Konselor memberikan pertanyaan kepada konseli tentang materi, lalu
konselor menjelaskan materi yang ditampilkan dan melakukan tanya
jawab dengan konseli
5. Konseli melaksanakan tanya jawab dengan penuh semangat.
Kegiatan
Penutup

1. Konselor mereview materi layanan


2. Konseli mendengar dan memahami review dari konselor
3. Konselor mengakhiri pertemuan dengan mempersilahkan ketua kelas
menyiapkan kembali kelasnya
4. Ketua kelas menyiapkan kelas.

Observasi
Proses

Pelaksanaan layanan informasi hari ini dilaksanakan di kelas XI 4


dengan materi informasi perguruan tinggi farmasi. Pemberian materi
kali ini sama dengan kelas XI 1 dan XI 2, masih berkaitan dengan
materi minggu sebelumnya. Peserta layanan pada hari ini di hadiri
oleh 35 orang, dilaporkan 2 orang izin dan 1 orang sakit. Suasana
kelas tenang dan kondusif meskipun setelah pergantian pelajaran
Sebelum menjelaskan materi, konselor mereview materi pertemuan
yang lalu dan baru melanjutkan dengan materi yang masih berhubungan
dengan perguruan tinggi farmasi yang lainnya.
Dengan berakhirnya materi yang disampaikan, diharapkan siswa
lebih mengetahui kriteria perguruan tinggi farmasi yang mereka
inginkan. Barulah minggu selanjutnya siswa diberikan angket posttest
untuk melihat sejauh mana minat siswa untuk memasuki perguruan
tinggi.

l. Gambaran minat siswa kelas XI SMK Farmasi Pekanbaru tentang


perguruan tinggi setelah diberikan layanan informasi

Tabel 4.18 : Gambaran minat siswa tentang perguruan tinggi setelah


diberikan layanan informasi

54

5 Menit

No
1
2
3

Kategori
Tinggi
Sedang
Rendah

Rentang Skor
21-30
10-20
0-9

F
113
3
0
116

%
97.41
2.59
0
100

Dari tabel 4.18 dapat diketahui gambaran minat siswa tentang


perguruan tinggi setelah diberikan layanan informasi dan dibagi dalam
kategori tinggi 97.41 %, kategori sedang 2.59 % dan kategori rendah 0 %.
Berikut grafik minat siswa tentang perguruan tinggi setelah diberikan
layanan informasi :
Grafik 4.2 : Grafik gambaran minat siswa tentang perguruan tinggi
setelah diberikan layanan informasi

Setelah
97.41%
100.00%
80.00%

sesudah

60.00%
40.00%
2.59%

20.00%
0.00%

tinggi

sedang

55

0.00%
rendah

m. Perbedaan tingkat minat siswa tentang perguruan tinggi


sebelum dan setelah diberikan layanan informasi

Tabel 4.19 : Perbedaan tingkat minat siswa tentang perguruan tinggi


sebelum dan setelah diberikan layanan informasi
No

Kategori

Rentang

1
2
3

Tinggi
Sedang
Rendah

Skor
21-30
10-20
0-9

Sebelum
F
%
87
28
1
116

75
24.14
0.86
100

Setelah
F
%
113
3
0
116

97.41
2.59
0
100

Dari tabel 4.19 dapat diketahui bahwa ada peningkatan minat siswa
tentang perguruan tinggi sebelum diberikan layanan informasi dan setelah
diberikan layanan informasi. Minat siswa sebelum diberi layanan
informasi dibagi dalam kategori tinggi 75 %, kategori sedang 24.14% dan
kategori rendah 0.86 %, sedangkan minat siswa setelah diberi layanan
informasi dibagi dalam kategori tinggi 97.41 %, kategori sedang 2.59 %
dan kategori rendah 0 %. Berikut grafik minat siswa tentang perguruan
tinggi sebelum dan setelah diberikan layanan informasi :
Grafik 4.3 : Perbedaan tingkat minat siswa tentang perguruan tinggi
sebelum dan setelah diberikan layanan informasi
97.41%
100%

75.00%

80%
60%
24.14%

40%

2.59%

20%
0%

tinggi

sedang
sebelum

56

setelah

0.86%
0.00%
rendah

Setelah data lulus seleksi, maka selanjutnya untuk mengetahui


perbedaan tingkat minat siswa tentang perguruan tinggi sebelum dan
setelah diberikan layanan informasi, dikelompokkan dalam tabel di bawah
ini untuk menentukan simpangan baku, korelasi dan selanjutnya
dilakkukan uji t.
Tabel 4.20 : Tabel data dalam menganalisis skor minat siswa tentang
perguruan tinggi siswa kelas XI SMK F Ikasari Pekanbaru
sebelum dan setelah dilaksanakan layanan informasi.
No.

X1

X2

( x 1x 1 )

( x 2x 2 )

( x 1x 1 )

x1

x2

x 21

x 22

-0.34
-9.34
-4.34
-5.34
-2.34
2.66
1.66
-7.34
0.66
1.66
-2.34
-1.34
3.66
1.66
-3.34
4.66
2.66
0.66
3.66
0.66
-5.34
-1.34
-6.34
1.66
2.66
-4.34
1.66
-6.34
0.66

2.08
-4.92
-1.92
-5.92
0.08
-1.92
1.08
-0.92
1.08
0.08
0.08
1.08
1.08
1.08
1.08
-2.92
3.08
1.08
-1.92
1.08
1.08
1.08
1.08
3.08
1.08
-8.92
2.08
-2.92
1.08

0.12
87.33
18.88
28.57
5.50
7.05
2.74
53.95
0.43
2.74
5.50
1.81
13.36
2.74
11.19
21.67
7.05
0.43
13.36
0.43
28.57
1.81
40.26
2.74
7.05
18.88
2.74
40.26
0.43

4.32
24.23
3.70
35.07
0.01
3.70
1.16
0.85
1.16
0.01
0.01
1.16
1.16
1.16
1.16
8.54
9.47
1.16
3.70
1.16
1.16
1.16
1.16
9.47
1.16
79.61
4.32
8.54
1.16

( x 2x 2 )

r xy

Responden

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29

24
15
20
19
22
27
26
17
25
26
22
23
28
26
21
29
27
25
28
25
19
23
18
26
27
20
26
18
25

29
22
25
21
27
25
28
26
28
27
27
28
28
28
28
24
30
28
25
28
28
28
28
30
28
18
29
24
28

57

-0.72
46.00
8.35
31.65
-0.18
-5.10
1.78
6.77
0.71
0.13
-0.18
-1.45
3.94
1.78
-3.60
-13.60
8.17
0.71
-7.03
0.71
-5.76
-1.45
-6.84
5.09
2.86
38.77
3.44
18.54
0.71

30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77

20
24
26
17
25
20
28
23
29
27
28
29
28
20
26
26
18
28
22
29
26
27
27
29
28
24
7
18
27
27
27
25
26
19
16
28
20
29
26
27
25
19
29
29
26
23
26
27

28
28
30
25
27
28
28
28
29
28
28
29
28
21
27
27
23
29
28
29
29
29
27
29
28
25
19
28
26
27
27
22
29
27
26
29
28
26
27
28
23
25
29
28
26
23
28
29

-4.34
-0.34
1.66
-7.34
0.66
-4.34
3.66
-1.34
4.66
2.66
3.66
4.66
3.66
-4.34
1.66
1.66
-6.34
3.66
-2.34
4.66
1.66
2.66
2.66
4.66
3.66
-0.34
-17.34
-6.34
2.66
2.66
2.66
0.66
1.66
-5.34
-8.34
3.66
-4.34
4.66
1.66
2.66
0.66
-5.34
4.66
4.66
1.66
-1.34
1.66
2.66

1.08
1.08
3.08
-1.92
0.08
1.08
1.08
1.08
2.08
1.08
1.08
2.08
1.08
-5.92
0.08
0.08
-3.92
2.08
1.08
2.08
2.08
2.08
0.08
2.08
1.08
-1.92
-7.92
1.08
-0.92
0.08
0.08
-4.92
2.08
0.08
-0.92
2.08
1.08
-0.92
0.08
1.08
-3.92
-1.92
2.08
1.08
-0.92
-3.92
1.08
2.08

58

18.88
0.12
2.74
53.95
0.43
18.88
13.36
1.81
21.67
7.05
13.36
21.67
13.36
18.88
2.74
2.74
40.26
13.36
5.50
21.67
2.74
7.05
7.05
21.67
13.36
0.12
300.84
40.26
7.05
7.05
7.05
0.43
2.74
28.57
69.64
13.36
18.88
21.67
2.74
7.05
0.43
28.57
21.67
21.67
2.74
1.81
2.74
7.05

1.16
1.16
9.47
3.70
0.01
1.16
1.16
1.16
4.32
1.16
1.16
4.32
1.16
35.07
0.01
0.01
15.39
4.32
1.16
4.32
4.32
4.32
0.01
4.32
1.16
3.70
62.76
1.16
0.85
0.01
0.01
24.23
4.32
0.01
0.85
4.32
1.16
0.85
0.01
1.16
15.39
3.70
4.32
1.16
0.85
15.39
1.16
4.32

-4.68
-0.37
5.09
14.12
0.05
-4.68
3.94
-1.45
9.67
2.86
3.94
9.67
3.94
25.73
0.13
0.13
24.89
7.59
-2.53
9.67
3.44
5.52
0.21
9.67
3.94
0.66
137.41
-6.84
-2.45
0.21
0.21
-3.23
3.44
-0.41
7.70
7.59
-4.68
-4.29
0.13
2.86
-2.57
10.27
9.67
5.02
-1.53
5.27
1.78
5.52

78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
=

25
19
24
23
28
25
29
19
29
11
29
19
20
29
30
30
18
22
29
17
20
27
29
19
29
29
22
29
25
28
29
28
23
27
27
29
20
27
25
24.34

26
24
29
28
23
29
29
21
22
16
24
27
28
25
30
30
27
29
28
25
28
29
29
27
25
27
28
29
28
28
26
30
29
28
28
29
29
29
29
26.92

0.66
-5.34
-0.34
-1.34
3.66
0.66
4.66
-5.34
4.66
-13.34
4.66
-5.34
-4.34
4.66
5.66
5.66
-6.34
-2.34
4.66
-7.34
-4.34
2.66
4.66
-5.34
4.66
4.66
-2.34
4.66
0.66
3.66
4.66
3.66
-1.34
2.66
2.66
4.66
-4.34
2.66
0.66
0.00

-0.92
-2.92
2.08
1.08
-3.92
2.08
2.08
-5.92
-4.92
-10.92
-2.92
0.08
1.08
-1.92
3.08
3.08
0.08
2.08
1.08
-1.92
1.08
2.08
2.08
0.08
-1.92
0.08
1.08
2.08
1.08
1.08
-0.92
3.08
2.08
1.08
1.08
2.08
2.08
2.08
2.08
0.00

0.43
28.57
0.12
1.81
13.36
0.43
21.67
28.57
21.67
178.08
21.67
28.57
18.88
21.67
31.98
31.98
40.26
5.50
21.67
53.95
18.88
7.05
21.67
28.57
21.67
21.67
5.50
21.67
0.43
13.36
21.67
13.36
1.81
7.05
7.05
21.67
18.88
7.05
0.43
2216.21

0.85
8.54
4.32
1.16
15.39
4.32
4.32
35.07
24.23
119.30
8.54
0.01
1.16
3.70
9.47
9.47
0.01
4.32
1.16
3.70
1.16
4.32
4.32
0.01
3.70
0.01
1.16
4.32
1.16
1.16
0.85
9.47
4.32
1.16
1.16
4.32
4.32
4.32
4.32
782.30

Sumber : Data olahan penelitian 2015


Mencari korelasi sebelum dan setelah diberikan layanan informasi

59

-0.60
15.62
-0.72
-1.45
-14.34
1.36
9.67
31.65
-22.91
145.76
-13.60
-0.41
-4.68
-8.95
17.40
17.40
-0.49
-4.87
5.02
14.12
-4.68
5.52
9.67
-0.41
-8.95
0.36
-2.53
9.67
0.71
3.94
-4.29
11.25
-2.79
2.86
2.86
9.67
-9.03
5.52
1.36
652.10

r xy =

xy
x 2 y 2

r xy =

652.10
2216.21 782.30

r xy =

652.10
1733741

r xy =

652.10
1316.72

r xy = 0.495
Berdasarkan hasil perhitungan diatas didapat bahwa koefisien
korelasi antara

x 1. x 2.

adalah sebesar 0.495. Interprestasi koefisien

terhadap hasil perhitungan diatas berdasarkan tabel interprestasi nilai r


(Sugiyono : 2009) dikategori SEDANG.
Tabel 4.21 : Interprestasi Nilai r
Besarnya Nilai r
Antara 0,00 sampai dengan 0,199
Antara 0,20 sampai dengan 0,399
Antara 0,40 sampai dengan 0,599
Antara 0,60 sampai dengan 0,799
Antara 0,80 sampai dengan 1,000

Interprestasi
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat kuat

Sumber : Sugiyono 2009


Dari hasil uji korelasi di atas dapat diperoleh nilai r = 0.495, maka
2
2
koefisien determinan ( r ) adalah 0.495 = 0.245 x 100 = 24.5 %.

60

r hitung

Dari hasil

maka dapat dilihat peningkatan minat siswa

sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi. Hal ini dapat diketahui
r hitung

dengan membandingkan

dengan

r tabel

. Jika

maka Ha diterima. Dari hasil data penelitian diperoleh


dan

r tabel

dengan n = 116 dengan

r hitung >r tabel

( 0,495

r hitung >r tabel

r hitung

= 0,495

=5 adalah 0,182. Maka

0,182 ) berarti terdapat pengaruh positif yang

signifikan layanan informasi terhadap peningkatan minat siswa tentang


perguruan tinggi.
Mencari simpangan baku :

S1

( X 1 X 1) 2

S2

( n1)

( X 2 X 2) 2
(n1)

S1

x
(
12 )
n1

S1

S1

19.27

S1

= 4.39

2216.21
1161

S2

61

S2

x
(
22 )
n1

S2

S2

6.80

= 2.60

782.30
1161

Varian :
S1

= (4.39)

S2

= 19.27

6.80
Jadi telah didapat :
Sebelum

Setelah

X 1 = 24.34

X 2 = 26.92

S 1 = 4.39

S 2 = 2.60

S1

S1

= 19.27
t hitung

Langkah selanjutnya yaitu mencari

= 6.80

melalui Uji t

1 X 2
X

t hitung

S1

n1

S1

n1

2 r

( )( ))
S1

n1

S2

n2

24.3426.92
t hitung

( )( 2.60
116 ))

19.27 6.80
4.39
+
2(0.495)
116 116
116

2.58
=

2. 0.495 ( 0.41 ) ( 0.24 ) )


( 26.07
116

t hitung

2.58
( 0.220.097 )

t hitung

2.58
0.36

t hitung

= -7.17

62

(2.60)

Harga
t tabel

t hitung

tersebut kemudian dibandingkan dengan harga

yaitu dari perhitungan t tes terlihat bahwa hasil

t hitung

sebesar

-7.17 dengan dk yaitu :


dk

= n1+n2-2
= 116 + 116 2
= 230

Dengan dk 230 dan taraf kesalahan ditetapkan sebesar 5%, maka


t tabel

t hitung

= 1.980. karena

lebih besar dari

t tabel

( 7.17 > 1.980),

maka Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi, terdapat perbedaan yang


signifikan antara peningkatan minat siswa kelas XI SMK Farmasi Ikasari
Pekanbaru tentang perguruan tinggi sebelum dengan setelah diberikan
layanan informasi.
n. Pengaruh layanan informasi terhadap peningkatan minat siswa
tentang perguruan tinggi pada siswa kelas XI SMK Farmasi
Pekarbaru

Dari perolehan koefisien korelasi yakni 0.495 maka koefisien


determinannya adalah

r2

2
= 0.495 = 0.245. Sumbangan didapat dari

hasil determinan koefisien dikali 100%. Artinya, terdapat 24.5% pengaruh


layanan informasi terhadap peningkatan minat siswa tentang perguruan
tinggi, sedangkan 75.5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang ada pada
diri setiap siswa maupun faktor lingkungan dan keluarga.
N. Pembahasan
Berdasarkan indikator minat yang digunakan dalam penelitian, yaitu
(Safari, 2003) :

63

perasaan senang

ketertarikan siswa

perhatian siswa

keterlibatan siswa

Dari beberapa indikator di atas maka didapat :


1. Gambaran minat siswa sebelum diberikan layanan informasi tentang
perguruan tinggi sebelum diberikan layanan informasi dapat dibagi dalam
beberapa kategori, yaitu kategori tinggi 75 %, kategori sedang 24.14% dan
kategori rendah 0.86 %.
2. Gambaran minat siswa setelah diberikan layanan informasi tentang
perguruan tinggi sebelum diberikan layanan informasi dapat dibagi dalam
beberapa kategori, yaitu kategori tinggi 97.41 %, kategori sedang 2.59 %
dan kategori rendah 0 %.
Maka setelah dilihat dari data siswa sebelum diberikan layanan informasi
dan dibandingkan dengan data setelah diberi layanan informasi di kelas XI SMK
Ikasari Pekanbaru, terdapat banyak peningkatan nilai positif terhadap minat siswa
tentang perguruan tinggi. Artinya, banyak siswa yang sebelumnya tidak berminat
untuk melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi mempunyai keinginan untuk
melanjutkan ke perguruan tinggi yang mereka inginkan. Setelah diberikan layanan
informasi, siswa dengan mudah menempatkan minatnya masing-masing sesuai
dengan keinginan dan jurusan-jurusan yang ada di perguruan tinggi. Hal ini
didukung oleh teori layanan informasi yang dikemukakan oleh Prayitno
(1994:260), layanan informasi merupakan pemberian pemahaman kepada
individu-individu yang berkepentingan tentang berbagai hal yang diperlukan
untuk menjalani suatu tugas atau kegiatan atau untuk menentukan arah suatu
tujuan atau rencana yang dikehendaki.

64

Perubahan minat siswa sebelum dan setelah diberi layanan informasi dapat
dilihat, yakni :
1. Setelah diberi layanan informasi, siswa lebih berminat untuk
melanjutkan
2. Dalam proses pemberian layanan dapat diterima dengan baik oleh
siswa
3. Setelah diberi layanan informasi, siswa bisa memberi pengertian
kepada orang tuanya tentang alasannya mimilih untuk melanjutkan ke
perguruan tinggi yang sesuai dengan keinginannya
4. Siswa telah paham betapa pentingnya ketepatan dalam memilih
perguruan

tinggi

untuk

mengembangkan

pengetahuan

sesuai

potensinya masing-masing
Berdasarkan pengolahan data minat siswa tentang perguruan tinggi yang
telah dianalisis dengan uji t, maka diperoleh hasil t hitung > t tabel, sehingga h0
ditolak dan ha diterima. Yang berarti bahwa pada penelitian ini terdapat perbedaan
yang signifikan terhadap peningkatan minat siswa sebelum dan setelah diberikan
layanan informasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Prayitno (1997:76),
menjelaskan bahwa layanan informasi bertujuan untuk membekali individu
dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna
untuk mengenal diri, meerencanakan dan mengembangkan pola kehidupan
sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.
Hasil kontribusi terhadap peningkatan minat siswa kelas XI SMK Farmasi
Ikasari Pekanbaru dari hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan product
moment diketahui bahwa pemberian layanan informasi berpengaruh terhadap
peningkatan minat siswa, bahwa melalui layanan informasi dapat memberikan
manfaat dan pemahaman kepada siswa tentang informasi berupa materi-materi
yang berkaitan dengan perguruan tinggi, sehingga membantu siswa dalam
memahami peranan dan posisinya untuk mencapai perkembangan yang optimal.
Dengan adanya perhatian dari siswa dalam penyampaian materi melalui layanan
informasi tentang perguruan

tinggi,

65

dapat

mempermudah siswa untuk

menumbuhkan keinginan dan mendapatkan informasi untuk memasuki perguruan


tinggi sesuai dengan keinginannya masing-masing.
Peneliti juga merujuk dari beberapa jurnal dengan penelitian yang sama
untuk mendukung penelitian. Jurnal tersebut diantaranya diteliti oleh Sulis Hafid
Pamungkas yang berjudul Pengaruh Layanan Informasi Studi Lanjut Terhadap
Keterampilan Pengambilan Keputusan Studi Lanjut pada Siswa Kelas XII SMA
Negeri Gondangrejo Tahun Ajaran 2014/2015, Berdasarkan hasil penenlitiannya,
belia dapat ditarik suatu simpulan bahwa layanan informasi studi lanjut
berpengaruh terhadap keterampilan pengambilan keputusan studi lanjut pada
siswa kelas XII SMA Negeri Gondangrejo tahun ajaran 2014/2015 dengan hasil
yang signifikan.
Dwi Dessy Setyowati dan Mochamad Nursalim yang berjudul Pengaruh
Layanan Informasi Studi Lanjut Terhadap Kemantapan Pengambilan Keputusan
Studi Lanjut, mereka menarik kesimpulan disimpulkan bahwa ada pengaruh
positif dengan pemberian layanan informasi studi lanjut terhadap kemantapan
pengambilan keputusan studi lanjut siswa, dan implementasi dari layanan
informasi studi lanjut ini adalah siswa mantap dalam mengambil keputusan studi
lanjut.
Divasari Ardi Pratiwi yang berjudul Pengembangan Bahan Informasi
Karir Luaran Sekolah Menengah Atas Dengan Mediasi Perguruan Tinggi
Berbantuan Program Flash Untuk Meningkatkan Minat Melanjutkan Studi Siswa
Kelas VIII SMP N 20 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014, berdasarkan hasil
penelitiannya, beliau menyimpulkan hasil pengujian hipotesis menunjuk-kan
bahwa minat melanjutkan studi siswa mengalami peningkatan yang signifikan
setelah mendapatkan intervensi layanan informasi dengan bahan informasi karir
luaran sekolah menengah atas dengan mediasi perguruan tinggi berbantuan
program flash. Dari hasil perhitungan rata-rata nilai pre-test dan post-test,
diketahui bahwa terdapat kenaikan rata-rata sebesar 60,66 (21,66%) antara
sebelum dilakukan perlakuan dan sesudah dilakukan perlakuan.

66

Rizky Tri Nurcahyo dan Prof. Dr. Muhari yang berjudul Penerapan
Layanan Informasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Studi Lanjut Siswa Kelas
VIII SMP Negeri 1 Jogoroto Jombang berdasarkan hasil penelitiannya yang
meliputi : (1) data hasil pengamatan aktivitas guru dan siswa selama pemberian
layanan informasi berlangsung; (2) hasil belajar siswa setelah mengikuti
pemberian layanan informasi. Pada tahap pengolahan data peneliti mencari
persentase hasil observasi keaktifan guru dan siswa dalam pemberian layanan
informasi pemahaman perencanaan karier siswa.

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


A Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan sebagaimana dipaparkan di
bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Gambaran Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Peningkatan Minat
Siswa Tentang Perguruan Tinggi Kelas XI Farmasi Ikasari Pekanbaru
sebelum diberikan layanan informasi ada disetiap kategori, baik tinggi,
sedang dan rendah, tetapi lebih dominan pada kategori tinggi
2. Proses pelaksanaan layanan informasi berjalan dengan baik, dimana setiap
siswa mampu mengikuti setiap materi yang disampaikan dan dapat belajar
dengan baik
3. Gambaran Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Peningkatan Minat
Siswa Tentang Perguruan Tinggi Kelas XI Farmasi Ikasari Pekanbaru
setelah diberikan layanan informasi berada pada kategori tinggi dan
sedang, dan pada kategori tinggi lebih meningkat
4. Terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakasanakan
layanan informasi terhadap minat siswa, diamana harga
t tabel

67

t hitung

5. Terdapat pengaruh positif yang signifikan sebelum dan sesudah


dilaksanakan layanan informasi terhadap peningkatan minat siswa, dimana
harga

r hitung >

r tabel

O. Rekomendasi
Berdsarkan penelitian yang dilakukan tentang Pengaruh Layanan
Informasi Terhadap Peningkatan Minat Siswa Tentang Perguruan Tinggi
Kelas XI Farmasi Ikasari Pekanbaru tahun pelajaran 2014/2015, peneliti
mengajukan beberapa rekomendasi sebagai berikut :
1. Kepada personil sekolah agar dapat ikut

bekerjasama

untuk

memasyarakatkan program dan kegiatan BK yang ada disekolah.


2. Kepada konselor agar dapat terus melaksanakan program BK disekolah
dengan continue agar siswa dapat berkembang secara optimal, khususnya
yang behubungan dengan peningkatan minat siswa tentang perguruan
tinggi yang sudah disusun peneliti.
3. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih mendalam lagi tentang
Peningkatan Minat Siswa Tentang Perguruan Tinggi, agar tidak banyak
lagi siswa yang bingung untuk melanjutkan.

68