Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap fase reproduksi, yaitu untuk
menunda kehamilan atau menjarangkan kehamilan. Upaya itu dapat bersifat
sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi merupakan
salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. Untuk mencapai tujuan
tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan antara lain penggunaan
kontrasepsi oral (pil KB).
Pil KB adalah obat pencegah kehamilan yang diminum secara oral yang
berisi hormon steroid (estrogen dan progestin) dalam bentuk pil atau tablet.Pil
ini diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara
pencegahan kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara
teratur.
Perkembangan kontrasepsi hormonal atau pil kontrasepsi berlangsung
terus. Tahun 1960 pil kombinasi estrogen-progesteron mulai digunakan. Tahun
1963 pil selcuensial diperkenalkan. Sejak tahun 1965 sampai sekarang banyak
diadakan penyesuaian dosis atau penggunaan progesteron saja, sehingga
muncul pil mini, dan lain-lain. Perkembangan ini pada umumnya bertujuan
mencari suatu kontrasepsi hormonal yang mempunyai daya guna yang tinggi,
efek samping yang minimal, dan keluhan pasien yang sekecil-kecilnya.

1.2 Rumusan Masalah

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apa definisi kontrasepsi per oral ?


Apa saja macam-macam kontrasepsi per-oral ?
Bagaimana cara kerja kontrasepsi per-oral ?
Bagaimana efektifitas kontrasepsi per-oral ?
Apa saja keuntungan dan kerugian kontrasepsi per-oral ?
Apa saja indikasi dan kontraindikasi kontrasepsi per-oral ?
Bagaimana waktu menggunakan kontrasepsi per-oral ?
Bagaimana Instruksi Kepada Klien Tentang Kontrasepsi Per Oral ?
Apa saja efek samping dan penanganan efek samping kontrasepsi

per-oral ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi kontrasepsi per-oral.
2. Untuk mengetahui mcam-macam kontrasepsi per-oral.
3. Untuk mengetahui cara kerja kontrasepsi per-oral.
4. Untuk mengetahui efektifitas kontrasepsi per-oral.
5. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian kontrasepsi per-oral.
6. Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi kontrasepsi per-oral.
7. Untuk mengetahui waktu menggunakan kontrasepsi per-oral.
8. Untuk mengetahui Instruksi Kepada Klien Tentang Kontrasepsi Per Oral.
9. Untuk mengetahui efek samping dan penanganan efek samping
kontrasepsi per-oral.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Kontrasepsi Per - Oral


Kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap fase reproduksi, yaitu
untuk menunda kehamilan atau menjarangkan kehamilan. Upaya itu dapat
bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi

merupakan salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. Untuk mencapai


tujuan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan antara lain penggunaan
kontrasepsi oral (pil KB).
Kontrasepsi oral adalah suatu cara pencegahan terjadinya kehamilan
dengan cara pemberian preparat (obat) yang mengandung estrogen dan
progesteron sintetik secara oral.
Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah
konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi oral. Pil KB
merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan. Pil KB
disukai karena relatif mudah didapat dan digunakan, serta harganya murah
(Saifuddin, 2006).
Pil KB atau oral contraceptives pill merupakan alat kontrasepsi
hormonal yang berupa obat dalam bentuk pil yang dimasukkan melalui mulut
(diminum), berisi hormon estrogen dan atau progesteron. bertujuan untuk
mengendalikan kelahiran atau mencegah kehamilan dengan menghambat
pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya. Pil KB akan efektif dan
aman apabila digunakan secara benar dan konsisten (Sastrawinata, 2000).
2.2 Macam-Macam Kontrasepsi Per-Oral
Ada 2 jenis pil KB/ kontrasepsi oral, yaitu :
1. Pil Oral Kombinasi (POK)
POK mengandung hormon estrogen( Ethiyl Estradiol dan
Mestranol) dan progesteron( Norethindrone dan Norgestel). Dasar dari pil
oral adalah meniru proses-proses alamiah. Pil oral akan menghentikan
produksi normal estrogen dan progesteron oleh ovarium.
Pil oral akan menekan hormon ovarium selama siklus haid yang
normal, sehingga juga menekan releasing-factors diotak dan akhirnya
mencegah ovulasi. Pil oral harus diminum tiap hari agar efektif karena
mereka di metabolisir dalam 24 jam. Bila akseptor lupa 1 atau 2 tablet
maka mungkin terjadi peninggian hormon-hormon alamiah, yang
selanjutnya mengakibatkan ovum menjadi matang lalu dilepaskan.
Jenis-jenis pil orl kombinasi
1. Monofasik (sediaan kombinasi)
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen/progestin (E/P) dalam dosis yang sama dan bekerja
secara bersamaan, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. Paling banyak

digunakan. Setiap tablet mengandung 20-100 ug Etinilestradiol dan


gestagen dengan dosis tertentu. Estrogen dan progesteron sejak awal
menekan sekresi gonatropin. Penekanan tidak hanya pada sekresi FSH
dan LH, melainkan juga penekanan terhadap LH preovulasi. Akibatnya
ada pengaruh progesteron sejak awal , maka proses implantasi akan
terganggu, pembentukan lendir serviks tidak fisiologis, dan motalitas
tuba terganggu, sehingga tramspor telur akan terganggu.
2. Bifasik (sekuensial)
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen/progestin (E/P) dengan dua dosis yang berbeda, dengan 7
tablet tanpa hormon aktif. Pembuatan bifasik berdasarkan pemikiran
bahwa siklus haid seorang wanita normal adalah bifasik berupa fase
folikuler dan fase sekresi (fase estrogen dan fase progesteron). Jadi
pemberiaan sediaan ini mirip siklus haid. Sediaan sekuensial, estrogen
sendiri yang menekan sekresi gonatropid, sehingga diperlukan dosis
estrogen yang tinggi . Cara kerja bifasik yaitu penekanan pada
gonatropin tidak begitu kuat bila dibandingkan dengan

sediaan

kombinasi monofasik, karena pada fase pertama hanya estrogen saja


yang bekerja menekan sekresi gonatropin, sedangkan sediaan
kombinasi monofasik sejak awal estrogen dan progesteron bekerja
bersamaan. Dan pada sukensial lendir serviks tidak begitu baik
sehingga tetap saja bisa terjadi penetrasi sperma. Jadi angka kegagalan
bifasik lebih tinggi dari monofasik.
3. Trifasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon
aktif estrogen/progestin (E/P) dengan tiga dosis yang berbeda, dengan 7
tablet tanpa hormon aktif.
2. Kontrasepsi oral tipe pil mini
Pil mini kadang-kadang disebut pil masa menyusui. Pil mini yaitu
pil KB yang hanya mengandung progesteron saja dan diminum sehari
sekali. Berisi derivat progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil,
terdiri dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe
kombinasi. Dosis progestin dalam pil mini lebih rendah daripada pil
kombinasi. Dosis progestin yang digunakan adalah 0,5 mg atau kurang.

Karena dosisnya kecil maka pil mini diminum setiap hari pada waktu yang
sama selama siklus haid bahkan selama haid.
Jenis-jenis Mini Pil
Mini pil terbagi dalam dua jenis yaitu:
a. Mini pil dalam kemasan dengan isi 28 pil mengandung 75 mikro gram
desogestrel.
b. Mini pil dalam kemasan dengan isi 35 pil mengandung 300 mikro gram
levonogestrel atau 350 mikro gram noretindron.

Gambar. Mini pil kemasan 35 pil


Gambar. Mini pil kemasan 28 pil
Contoh mini pil antara lain:
1. Micrinor, NOR-QD, noriday, norod mengandung 0,35 mg noretindron.
2. Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol.
3. Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel.
4. Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol.
5. Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat.
2.3 Cara Kerja Kontrasepsi er Oral
1. Cara kerja kontrasepsi pil kombinasi
a. Menekan ovulasi
b. Mencegah implantasi
c. Lendir servix mengental, sedikit dan sulit ditembus sehingga sulit
dilalui oleh sperma dan mikroorganisme patogen dari vagina ke dalam
cavum uteri.
d. Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan
sendirinya akan terganggu pula
2. Cara kerja Mini Pil
a. Menekan sekresi gonadotropin dan sistesis steroid seks di ovarium (tidak
begitu kuat)
b. Endometrium mengalami transformasi lebih awal sehingga implantasi
lebih sulit.
c. Mengentalkan lendir serviks sehingga menghambat penetrasi sperma.

d. Mengubah motilitas tuba sehingga transportasi sperma terganggu.


2.4 Efektifitas Kontrasepsi Per Oral
1. Pil Oral Kombinasi
Efektifitas pil oral kombanasi > 99%, apabila digunakan dengan
benar dan konsiten. Ini berarti, kurang dari 1 orang dari 100 wanita yang
menggunakan pil oral kombinasi akan hamil setiap tahunnya. Metode ini
juga merupakan metode yang paling refleksibel, artinya bila pengguna
ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung
hamil dalam waktu 3 bulan
2. Mini Pil
Sangat efektif (98,5%). Pada penggunaan minipil jangan sampai
terlupa

satu-dua

tablet

atau

jangan

sampai

terjadi

gangguan

gastrointestinal (muntah, diare), karena akibatnya kemungkinan terjadi


kehamilan sangat besar. Penggunaaan obat-obat mukolitik asetelsitein
bersama dengan minipil perlu dihindari karena mukolitik jenis ini dapat
meningkatkan penetrasi sperma sehingga kemampuan kontraseptif dari
minipil dapat terganggu.
Agar didapatkan kehandalan yang tinggi, maka :
a. Jangan sampai ada tablet yang terlupa
b. Tablet digunakan pad jam yang sama (malam hari)
c. Senggama sebaiknya dilakukan 3-20 jam setelah penggunaan minipil.
2.5 Keuntugan dan Kerugian Kontrasepsi Per Oral
1. Pil Oral Kombinasi
a. Keuntugan
1. Memiliki efektifitas yang tinggi (hampir menyerupai efektifitas
tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per seribu
perempuan dalam tahun pertama penggunaan)
2. Resiko terhadap kesehatan sangat kecil
3. Tidak mengganggu hubungan seksual
4. Siklus haid menjadi teratur, banyaknya darah haid berkurang
(mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid (karena POK
menghambat produksi Prostaglandin dalam miometrium).
5. Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin
menggunakannya untuk mencegah kehamilan
6. Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menapouse
7. Mudah dihentikan setiap saat
8. Penundaan haid ( saat naik haji)

9. Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan,


mungkin harus menunggu beberapa bulan (1-3 bulan) dan tidak akan
menyebabkan sterilitas yang permanen
10. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat karena dapat mencegah
nidasi dan meningkatnya motalitas tuba sehingga transpor ovum
tidak berjalan lancar ( diberikan 24 jam atau paling lambat 48 jam
pascasenggama dan dosis harus tinggi, misal 2 tablet pil kombinasi 2
kali /hari dalam waktu 12 jam pascasenggama)
11. Membantu mencegah:
a. Kehamilan ektopik ( efektif dalam mencegah kehamilan primer
karena mencegah ovulasi).
b. Kanker ovarium
c. Kanker endometrium
d. Kista ovarium
e. Penyakit radang panggul
f. Kelainan jinak pada payudara
g. Disminore, atau
h. Akne
b. Kerugian
1. Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari
2. Pengguna cenderung lupa karena harus minum setiap hari
3. Tidak boleh diberikan pada perempuan menyusui (mengurangi ASI)
2. Mini Pil
a. Keuntungan
1. Kontrasepsi
a) Sangat efektif bila digunakan secara benar.
b) Tidak menggunakan hubungan seksual.
c) Tidak mempengaruhi ASI
d) Kesuburan cepat kembali
e) Nyaman dan mudah digunakan
f) Saedikit efek samping
g) Dapat dihentikan setiap saat.
h) Tidak mengandung esterogen

a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

2. Non-kontrasepsi
Mengurangi nyeri haid
Mengurangi jumlah darah haid
Menurunkan tingkat anemia
Mencegah kanker endometrium
Melindungi dari penyakit radang panggul
Tidak meningkatkan pembekuan darah
Dapat diberikan pada penderita endometriosis

h) Kurang menyebabkan peningkatan tekanan darah, nyeri kepala, dan


depresi.
i) Dapat mengurangi keluhan prementrual sindrom (sakit kepala, perut
kembung, nyeri payudara, nyeri pada betis, lekas marah)
j) Sedikit sekali mengganggu metabolisme karbohidrat sehingga relatif aman
diberikan pada perempuan pengidap kencing manis yang belum
mengalami komplikasi.
b. Kerugian
1. Memerlukan biaya.
2. Harus selalu tersedia.
3. Penggunaan mini pil bersamaan dengan obat tuberkulosis atau
epilepsi akan mengakibatkan efektifitas menjadi rendah.
4. Mini pil harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama.
5. Angka kegagalan tinggi apabila penggunaan tidak benar dan
konsisten.
6. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk HBV
dan HIV/AIDS.
7. Mini
pil tidak

menjamin

akan

melindungi

dari kista

ovarium bagi wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik.

2.6 Indikasi dan Kontraindikasi Kontrasepsi Per Oral


1. Pil Oral Kombinai
a. Indikasi
Pada prinsipnya hampir semua ibu boleh menggunakan pil
kombinasi, seperti :
1. Usia reproduksi
2. Telah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak
3. Gemuk atau kurus
4. Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
5. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
6. Setelah melahirkan 6 bulan yang memberikan ASI eksklusif,
sedangkan semua cara kontrasepsi yang dianjurkan tidak cocok bagi
ibu tersebut
7. Pasca keguguran ( karena fungsi ovarium 2 sampai 4 minggu pasca
abortus akan kembali normal maka dapat diberikan Depo
Medroksiprogesteron asetat atau depo gestagen yang lainnya).

8. Anemia karena haid berlebihan


9. Nyeri haid hebat
10. Siklus haid tidak teratur ( dapat memperbaiki siklus haid)
11. Riwayat kehamilan ektopik
12. Kelainan payudara jinak
13. Kencing manis tanpa komplikasi pada ginjal, pembuluh darah, mata,
dan syaraf.
14. Penyakit tiroid, penyakit radang panggul, endometriosis, atau tumor
ovarium jinak.
15. Menderita tuberkulosis

(kecuali

yang

sedang

menggunakan

rivampisin)
b. Kontraindikasi
a) Kontra-Indikasi Absolut
1. Trombophlebitis, penyakit-penyakit trombo-embolik, penyakit
serebrovaskuler, oklusi koroner, atau riwayat pernah mederita
penyakit-penyakit tersebut.
2. Gangguan fungsi hepar.
3. Karsinoma payudara atau diduga menderita karsinoma payudara.
4. Neoplasma yang esterogen-dependen atau diduga menderita
neoplasma yang esterogen-dependen.
5. Perdarahan genetalia abnormal yang tidak diketahui
penyebabnya.
6. Kehamilan atau diduga hamil.
7. Ikterus obstruktif dalam kehamilan.
8. Hiperlipidemia kongenital atau familial.
b) Kontra-Indikasi Relatif
1. Sakit kepala migraine
2. Hipertensi
3. Leiomyoma uteri.
4. Epilepsi.
Sebabnya : Retensi air (karena pil oral) dapat memicu aktivitas
serangan pada penderita epilepsi
5. Varises
Sebabnya : Pil oral diperkirakan mengurangi kecepatan aliran
darah dan menambah koagulabilitas, sehingga resiko
mendapatkan tromboohlebitis pada wanita dengan varises
6. Diabetes gestasional.
7. Bedah-elektif.
8. Wanita berumur > 35 tahun.
2. Mini Pil
a. Indikasi
1. Usia reproduksi
2. Telah memiliki anak, atau yang belum memiliki anak

3. Menginginkan suatu metode kontrasepsi yang sangat efektih selama


4.
5.
6.
7.

periode menyusui.
Pasca persalinan dan tidak menyusui
Pasca keguguran
Perokok segala usia
Mempunyai tekanan darah tinggi (selama kurang dari 180/110

mmhg) atau dengan masalah pembekuan darah


8. Tidak boleh mengguanakn esterogen atau lebih senang tidak
menggunkan esterogen
b. Kontraindikasi
a) Kontraindikasi Absolut
1. Umumnya kontraindikasi absolut mini Pil adalah sama dengan
kontrainmdikasi absolut POK
2. Karena mini pil sering menyebabkan pendarahan ireguler, maka
pendarahan

abnormal

pervaginam

yang

tidak

diketahui

penyebabnya merupakan salah satu kontraindikasi utama untuk


pemakaian mini pil,terutama untuk wanita yang usianya lebih tua.
3. Mini pil jangan diberikan kepada wanita yang mempunyai
penyakit Mononucleassis Akut atau penyakit-penyakit hepar.
b). Kontraindikasi Relatif
1. Hamil atau diduga hamil
2. Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
3. Menggunakan obat TBC (rifampisin), atau obat epilepsi (fenitoin
dan barbiturat)
4. Kanker payudara atau riwayat kanker payudara
5. Sering lupa menggunakan pil
2.7 Waktu Menggunakan Kontrasepsi Per - Oral
1. Pil Oral Kombinsi
a. Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau peremuan tersebut
tidak hamil.
b. Hari pertama sampai hari ketuju siklus haid
c. Boleh menggunakan pada hari kedelapan tetapi perlu menggunakan
metode kontrasepsi yang lain (kondom) mulai hari ke 8 sampai hari ke
14 atau tidak melakukan hubungan seksual sampai anda telah
menghabiskan paket pil tersebut
d. Setelah melahirkan :
1. Setelah 6 bulan pemberian ASI eksklusif
2. Setelah 3 bulan dan tidak menyusui
3. Pasca keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari)

10

4. Bila

berhenti

menggunakan

kontrasepsi

injeksi,

dan

ingin

menggantikan dengan pil kombinasi, pil dapat segera di berikan


tanpa perlu menunggu haid.
2. Mini Pil
a. Waktu Mulai Menggunakan Mini Pil atau Pil Progestin
Mini pil mulai dapat digunakan pada hari pertama
sampai hari ke lima pada siklus haid (tidak memerlukan
metode kontrasepsi lain) apabila:
1. Lebih dari 6 minggu pasca persalinan dan pasien telah
mendapat haid.
2. Pasien sebelumnya menggunakan kontrasepsi non
hormonal dan ingin ganti dengan mini pil.
3. Pasien sebelumnya menggunakan AKDR (termasuk
AKDR yang mengandung hormon).
b. Mini pil mulai dapat digunakan setiap saat apabila :
1. Diduga tidak terjadi kehamilan.
2. Pasien mengalami amenorea (tidak haid)

dan

dipastikan tidak hamil (sebaiknya jangan melakukan


hubungan

seksual

selama

kontrasepsi lain untuk 2 hari).


3. Menyusui antara 6 minggu

hari
dan 6

atau

gunakan

bulan

pasca

persalinan dan tidak haid (bila menyusui penuh, tidak


memerlukan

kontrasepsi

tambahan).

Selain itu, mini pil dapat digunakan saat :


4. Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi
hormonal lain dan ingin ganti dengan mini pil. Pil
dapat segera diberikan dan tidak perlu menunggu haid
berikutnya,

apabila

penggunaan

kontrasepsi

sebelumnya digunakan dengan benar dan tidak hamil.


5. Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi
suntikan dan ingin ganti mini pil. Pil dapat diberikan
pada

jadual

suntikan

berikutnya

dan

tidak

memerlukan metode kontrasepsi tambahan lain.


2.8 Instruksi Kepada Klien Tentang Kontrasepsi Per Oral
1. Pil Oral kombinasi
Catatan : tunjukan cara mengeluarkan pil dari kemasanya dan pesankan
untuk mengikuti panah yang menunjuk deretan pil berikutnya
11

a.Sebaiknya pil di minum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama
setiap hari.
Pil yang pertama di mulai pada hari pertama sampai hari ke 7

b.

siklus haid
c.Sangat dianjurkan penggunaanya pada hari pertama haid
d.
Pada paket 28 pil, dianjurkan mulai minum pil plasebo sesuai
dengan hari yang ada pada kaplet
e.Beberaa paket pil mempunyai 28 pil, yang lain 21 pil. Bila paket 28 pil
habis, sebaiknya anda mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket
21 habis, sebaiknya tunggu 1 minggu baru kemudian mulai minum pil
dari paket yang baru
f. Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, ambilah pil
yang lain
g.
Bila terjadi muntah hebat, atau diare lebih dari 24 jam, maka bila
keadaan mamungkinkan dan tidak memperburuk keadaan anda, pil
dapat di teruskan
Bila muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih, cara

h.

penggunaan pil mengikuti cara menggunakan pil lupa.


i. Bila lupa minum 1 pil (hari 1-21), segera minum pil setelah ingat boleh
minum 2 pil pada hari yang sama. Tidak perlu menggunakan metode
kontrasepsi yang lain.bila lupa 2 pil atau lebih (hari 1-21), sebaiknya
minum 2 pil setiap hari sampai sesuai jadwal yang ditetapkan. Juga
sebaiknya gunakan metode kontraasepsi yang lain atau tidak melakukan
hubungan seksual sampai telah menghabiskan paket pil tersebut
j. Bila tidak haid, perlu segera ke klinik untuk tes kehamilan.
1. Pada permulaan penggunaan pil kadang-kadang timbul mual,
pening atau sakit kepala, nyeri payudara, serta perdarahan bercak
(spotting) yang bisa hilang sendiri. Kelainan seperti ini muncul
terutama pada 3 bulan pertama penggunaan pil, dan makin lama
penggunaanya kelainan tersebut akan hilang dengan sendirinya.
Cobalah minum pil pada saat hendak tidur atau pada saat makan
malam. Bila tetap saja muncul keluhan, siahkan berkonsultasi
kembali ke dokter.
2. Beberapa jenis obat dapat mengurangi efektifitas pil, seperti
rifampisin, fenitoin (dilantin), barbiturat,griseovulvin,trisiklik anti
depresan, ampisilin dan penisilin, tetrasiklin. Klien yang memakai

12

obat-obatan di atas untuk jangka panjang sebaiknya menggunakan


pil kombinasi dengan dosis etinilestradiol 50g atau dianjurkan
menggunakan metode kontrasepsi yang lain
Perhatian khusus untuk penggunaan pil kombinasi :

Keadaan
Tekanan darah tinggi

Saran
Sistolik >160mmHg., atau Pil tidak boleh digunakan

Kencing manis
Migran

diastolik <90mmHg
Tanpa komplikasi
Pil dapat diberikan
Tanpa gejala neurologik Pil dapat diberikan
fokal

yang

berhubungan

dengan nyeri kepala

Menggunakan obat fenitoin,

Pil

barbiturat, rifampisin
Anemia bulan sabit

etinilestradiol 50g
Pil jangan digunakan

dengan

2. Pil Mini
a. Mini pil diminum setiap hari pada saat yang sama
sampai habis.
b. Pil pertama sebaiknya diminum pada saat hari pertama
siklus haid.
c. Metode barier digunakan pada hari ke tujuh atau 4-6
minggu post partum walaupun haid belum kembali.
d. Pada pasien 9 bulan post partum sebaiknya beralih
menggunakan pil kombinasi karena efektifitas mini pil
mulai menurun.
e. Bila pasien muntah

dalam

waktu

jam

setelah

menggunakan pil, minum pil yang lain atau gunakan


metode kontrasepsi lain jika akan melakukan hubungan
seksual pada 48 jam berikutnya.
f. Meskipun pasien belum haid, mulai paket baru sehari
setelah paket terakhir habis.
g. Bila pasien mendapat haid teratur setiap bulan dan
kehilangan 1 siklus (tidak haid), atau merasa hamil,
maka lakukan tes kehamilan. Apabila pasien mengalami
spotting atau perdarahan selama masa interval, tetap

13

dosis

minum pil sesuai jadual (perdarahan biasa terjadi selama


bulan-bulan pertama).
h. Apabila pasien mengalami kram, nyeri perut hebat atau
demam maka segera periksa ke pelayanan kesehatan.
Sarankan pada pasien untuk menggunakan kondom
ataupun spermisida selain memakai mini pil apabila
kemungkinan

terinfeksi

penyakit

menular

seksual

(termasuk HBV dan HIV/AIDS) atau lupa minum pil.


i. Aturan Lupa Minum Pil Mini
Cara minum pil-pil yang terlupa selama 7 hari pertama
antara lain:
1. Bila lupa minum pil atau terlambat minum pil, segera
minum pil saat ingat dan gunakan metode barier
selama 48 jam.
2. Bila pasien lupa minum 1 atau 2 pil, segera minum pil
yang terlupa dan gunakan metode barier sampai akhir
bulan.
j. Hal yang Perlu Disampaikan pada Pasien
Informasi yang perlu disampaikan pada pasien antara
lain:
1. Penggunaan mini pil akan merubah pola haid terutama
2 atau 3 bulan pertama. Pada umumnya perubahan
pola haid ini hanya bersifat sementara dan tidak
mengganggu kesehatan.
2. Penggunaan mini pil akan menimbulkan efek samping
seperti mual, pusing, ataupun nyeri payudara.
3. Efektifitas penggunaan mini pil akan berkurang, bila
pasien

mengkonsumsi

obat-obatan

tuberkulosis

ataupun epilepsi.
4. Bila beberapa bulan mengalami haid teratur kemudian
terlambat haid, kemungkinan terjadi kehamilan.
5. Bila mengeluh perdarahan bercak disertai nyeri hebat
pada perut, kemungkinan terjadi kehamilan ektopik.
6. Masalah penglihatan kabur, nyeri kepala hebat,
kemungkinan terjadi hipertensi atau masalah vaskuler.

14

7. Segera ke pelayanan kesehatan apabila menjumpai


masalah-masalah di atas.

2.9 Efek Samping dan Penanganan Efek Samping Kontrasepsi Per Oal
1. Pil Oral Kombinasi

Efek samping atau masalah


Amenorea (tidak ada perdarahan

Penanganan
Periksa dalam atau tes kehamilan , bila tidak

atau spotting)

hamil

dan

klien

benar,tenanglah.

minum
Tidak

pil
datang

dengan
haid

kemungkinan besar karena kurang adekuatnya


efek estrogen terhadap endometrium. Tidak
perlu pengobatan khusus. Coba berikan pil
dengan dosis estrogen 50g , atau dosis
progestin dikurangi. Bila klien hamil intrauterin,
hentikan pil, dan yakinkan pasien , bahwa pl

Mual

pusing,

atau

yang telah diminum tidak punya efek pada janin.


Tes kehamilan atau pemeriksaan ginekologik.

muntah(akibat reaksi anafilaktik)

Bila tidak hamil, sarankan minum pil saat makan

Perdarahan pervaginam/spotting

malam, atau sebelum tidur.


Tes kehamilan atau pemeriksaan genokologik.

Sarankan minum pil pada waktu yang sama.


Jelaskan bahwa perdarahan/spotting hal yang
biasa terjadi pada 3 bulan pertama, lambat laun
akan berhenti. Bila perdarahan/ spotting tetap
saja terjadi, ganti pil denan dosis estrogen lebih
tinggi(50g)sampai perdarahan teratasi, lalu
kembali kedosis awal bila perdarahan/spotting
timbul lagi, lanjutan lagi dengan dosis 50g,
atau ganti dengan metode kontrasepsi yang lain

15

Keadaan yang perlu mendapat perhatian :

Tanda
Nyeri dada hebat, napas pendek.

Masalah yang mungkin terjadi


Serangan jantung atau bekuan darah didalam
paru

Ingin menjarakkan kehamilan


Sakit kepala hebat Tidak ingi hamil lagiStroke, hipertensi, migran
Sumbatan
pembulu darah tungkai
Nyeri tungkai hebat(betis
atau
paha)sampai
Usia 20
tahun
>30 tahun

Penyakit

Nyeri abdomen hebat

kandung

empedu,

bekuan

darah,prankreatitis
Stroke, hipertensi, atau problem vaskular
Kehilangan penglihatan atau kabur
Kemungkinan kehamilan
Tidak terjadi perdarahan/ Alat
spotting
kontrasepsi
setelah selesai minum pil
Pil KB

2. Mini Pil
Pil Oral Kombinasi

Efek Samping
Amenorea

Mini Pil

Penanganan
Pastikan hamil atau tidak, jika tidak hamil tidak perlu

Mengandung hormone esterogen dan progesteron

tindakan khususMengandung
(cukup konseling).
hormone progesteron
Bila hamil, hentikan pil dan berikan penjelasan bahwa mini
pil tidak mengganggu pertumbuhan janin.
Bila diduga terjadi kehamilan ektopik, rujuk pasien (jangan

Mencegah Kehamilan

berikan obat-obatan hormonal).


Efektif bila diminum
Bila tidak menimbulkan
masalahteraturselama
kesehatan, tidakmenyusui
perlu

Perdarahan tidak

Efektif
bila diminum teratur
teratur/spotting
tindakan khusus. Berikan alternatifkontrasepsi lain, bila

pasien tidak dapat menerima kondisi tersebut.


Efek samping

Efek Samping

Pendarahan tidak teratur/ spotting


Pendarahan
pervaginam/
spotting
Mual, muntah
Aminore

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 WOC
Kekurangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh
Kurangan Pengetahuan
16
Ansiestas

3.2 Diagnosa Keperawatan


Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tetang pil KB.
II.
Kekurangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh kebutuhan berhubungan
dengan terjadinya mual dan muntah.
3.3 Rencana Keperawatan
I. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tetang pil KB.
Tujuan ; klien dapat menurunkan atau menghilangkan rasa takut
Kriteria hasil ; 1. klien mengatakan telah yakin akan cara yang digunakan
2. klien dapat mengetahui tetang pil KB
3. ekspresi wajah baik
No.
1.

Intervensi
Rasional
lakukaan pengkajian kembali mengidentifikasi penyebab takut

2.

penyebab rasa takut


anjurkan
klien
meningkatkan

3.

untuk menurunkan rasa takut.


kualitas

lingkungan rumah.
berikan dorongan yang positif. meningkatkan optimisme.
17

4.

berikan pengetahuan tentang memberikan / meningkatkan


pil KB.

II.

pengetahuan klien tetntang pilKB.

Kekurangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


terjadinya mual dan muntah.
Tujuan ; keluahan mual.muntah menghilang.
Kriteria hasil ; 1.
2.

klien mengeluh tidak mual/muntah lagi.


klien terlihat bersemangat

No
1.

Intervensi
mengurangi

2.

lingkungan
meningkatkan nafsu makan.
anjurkan klien untuk menjaga mulut yang bersih meningkatkan

gangguan

dari

kebersihan mulut.
3.

anjurkan

klien

menghindari

makanan

Rasional
cara

khusus

untuk

nafsu makan.
untuk

mengurangi rasa nyaman

yang

4.

mengandung gas
ajurkan klien untuk

memngurangi rasa mual.

mengkonsumsi vitamin B 6
anjurkan hentikan pemakaian

efek dari penggunaan obat

jika keluhan terus berlanjut


6

dan tambah parah


berikan informasi tetang

meningkatkan pengetahuan klien

epeksamping dari penggunaan


PIL dan cara mengatasinya.

18

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kontrasepsi memiliki peranan dalam setiap fase reproduksi, yaitu
untuk menunda kehamilan atau menjarangkan kehamilan. Upaya itu dapat
bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Penggunaan kontrasepsi
merupakan salah satu variable yang mempengaruhi fertilitas. Untuk mencapai
tujuan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan antara lain penggunaan
kontrasepsi oral (pil KB).
Kontrasepsi oral adalah suatu cara pencegahan terjadinya kehamilan
dengan cara pemberian preparat (obat) yang mengandung estrogen dan
progesteron sintetik secara oral.
Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah
konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi oral. Pil KB
merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan. Pil KB
disukai karena relatif mudah didapat dan digunakan, serta harganya murah.
Ada 2 jenis pil KB yaitu Pil Oral Kombinasi dan Mini Pil.
4.2 Saran
Dengan adanya makalah ini pembaca diharapkan lebih memahami dan
mengaktualisasikan ke masyarakat sehingga nantinya dapat berfungsi dengan
baik.

19