Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..................................................................................................................... i


1. Pengertian Hak Paten............................................................................................. 1
2. Hak Ekslusif Pemegang Paten ............................................................................... 2
3. Kewajiban Pemegang Paten .................................................................................. 2
4. Lisensi Wajib ......................................................................................................... 3
5. Lingkup Paten ........................................................................................................ 4
6. Jangka Waktu Perlindungan Paten ........................................................................ 5
7. Perbedaan Paten Dengan Paten Sederhana ............................................................ 5
8. Subjek Subjek Yang Dapat Dipatenkan .............................................................. 6
9. Prosedure Pendaftaran Paten ................................................................................. 7
10.

Prosedur Peralihan Hak Paten.......................................................................... 12

11.

Berakhirnya Hak Paten .................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 15

1. Pengertian Hak Paten


Hak kekayaan intelektual (HKI) terbagi menjadi dua, yaitu hak cipta dan hak milik
perindustrian. Hak milik perindustrian masih terbagi lagi menjadi merek, paten, desain
industri, dan rahasia dagang. Menurut pasal 1 angka 1 UU No. 14 Tahun 2001 memuat
ketentuan hukum mengenai paten yaitu sebagai hak eksklusif yang diberikan oleh negara
kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu
tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya
kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Berikut merupakan penjelasan dari beberapa
istilah istilah terkait dengan hak paten, diantaranya :
A. Invensi

: Invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu

kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa


produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau
proses.
B. Inventor : Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang
yang secara besama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam
kegiatan yang menghasilkan invensi.
C. Pemegang Paten : Pemegang Paten adalah inventor sebagai pemilik paten
atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik paten atau pihak lain
yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam daftar umum
paten.
D. Hak Prioritas

: Hak prioritas adalah hak pemohon untuk mengajukan

permohonan yang berasal dari negara yang tergabung dalam Paris


Convention for Protection of Industrial Property atau Agreement
Establishing the World Trade Organization untuk memperoleh pengakuan
bahwa tanggal penerimaan di negara asal merupakan tanggal prioritas di
negara tujuan yang juga, anggota salah satu dari kedua perjanjian itu selama
pengajuan tersebut dilakukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan
berdasarkan Paris Convention tersebut.
E. Hak Eklusif

: Hak yang hanya diberikan kepada Pemegang Paten untuk

jangka waktu tertentu guna melaksanakan sendiri secara komersial atau


memberikan hak lebih lanjut kepada orang lain. Dengan demikian, orang lain
dilarang melaksanakan Paten tersebut tanpa persetujuan Pemegang Paten.

F. Lisensi

: Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemegang paten kepada

pihak lain berdasar perjanjian pemberian hak untuk menikmati manfaat


ekonomi dari suatu paten yang diberi perlindungan dalam jangka waktu dan
syarat tertentu.

2. Hak Ekslusif Pemegang Paten


Berikut merupakan beberapa hak pemegang paten, diantaranya :
A. Pemegang paten memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan paten yang
dimilikinya, dan melarang orang lain yang tanpa persetujuan:
a. Dalam hal paten produk: membuat, menjual, mengimport, menyewa,
menyerahkan memakai, menyediakan untuk dijual atau disewakan
atau diserahkan produk yang diberi paten.
b. Dalam hal paten proses: menggunakan proses produksi yang diberi
paten untuk membuat barang dan tindakan lainnya sebagaimana yang
dimaksud dalam huruf a.

B. Pemegang paten berhak memberikan lisensi kepada orang lain berdasarkan


surat perjanjian lisensi.
C. Pemegang paten berhak menggugat ganti rugi melalui pengadilan negeri
setempat, kepada siapapun, yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan
perbuatan sebagaimana dimaksud dalam butir A di atas.
D. Pemegang paten berhak menuntut orang yang sengaja dan tanpa hak
melanggar hak pemegang paten dengan melakukan salah satu tindakan
sebagaimana yang dimaksud dalam butir A di atas.
3.

Kewajiban Pemegang Paten


a. Pemegang paten wajib membayar biaya pemeliharaan yang disebut biaya
tahunan;
b. Pemegang paten wajib melaksanakan patennya di wilayah Negara Republik
Indonesia, kecuali apabila pelaksanaan paten tersebut secara ekonomi hanya
layak bila dibuat dengan skala regional dan ada pengajuan permohonan tertulis
dari pemegang paten dengan disertai bukti-bukti yang diberikan oelh instansi

yang berwenang dan disetuui oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual
(DJHKI).

4. Lisensi Wajib
Lisensi wajib adalah lisensi untuk melaksanakan paten yang diberikan,
berdasarkan keputusan DJHKI, atas dasar permohonan.
A. Setiap pihak dapat mengajukan permohonan lisensi wajib kepada DJHKI
setelah lewat jangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak tanggal
pemberian paten dengan membayar biaya tertentu, dengan alasan bahwa paten
yang bersangkutan tidak dilaksanakan atau tidak dilaksanakan sepenuhnya di
Indonesia oleh pemegang paten;
B. Permohonan lisensi wajib dapat pula diajukan setiap saat setelah paten
diberikan atas dasar alasan bahwa paten telah dilaksanakan oleh pemegang
paten atau pemegang lisensinya dalam bentuk dan dengan cara yang
merugikan kepentingan masyarakat;
C. Selain kebenaran alasan tersebut, lisensi wajib hanya dapat diberikan apabila:
a. Pemohon dapat menunjukan bukti yang meyakinkan bahwa ia:

Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan sendiri paten yang


bersangkutan secara penuh;

Mempunyai sendiri fasilitas untuk melaksanakan paten yang


bersangkutan dengan secepatnya;

Telah berusaha mengambil langkah-langkah dalam jangka waktu


yang cukup untuk mendapatkan lisensi dari pemegang paten atas
dasar persyaratan dan kondisi yang wajar, tetapi tidak mendapat
hasil; dan

b. DJHKI berpendapat bahwa paten tersebut dapat dilaksanakan di


Indonesia dalam skala ekonomi yang layak dan dapat memberikan
manfaat kepada sebagian besar masyarakat.

5. Lingkup Paten
Adapun ruang linkup paten beberapa diantaranya seperti paten sederhana, paten
dari beberapa invensi dan invensi yang tidak dapat diberi paten, untuk penjelasanya akan
dijelaskan pada point-point di bawah ini.
A. Paten Sederhana
Setiap invensi berupa produk atau alat yang baru dan mempunyai nilai
kegunaan praktis disebabkan karena bentuk, konfigurasi, konstruksi atau
komponennya dapat memperoleh perlindungan hukum dalam bentuk paten
sederhana.
B. Paten Dari Beberapa Invensi
Dalam permohonan paten dapat diajukan satu invensi, atau beberapa
invensi akan tetapi harus merupakan satu kesatuan invensi. Satu kesatuan invensi
yang dimaksud adalah beberapa invensi yang memiliki keterkaitan antara satu
invensi dengan invensi yang lain, misalnya suatu invensi berupa alat tulis yang
baru beserta tinta yang baru. Alat tulis dan tinta tersebut merupakan satu kesatuan,
karena tersebut khusus untuk digunakan pada alat tulis baru tersebut.
C. Invensi Yang T idak Dapat Diberi Paten
Yang tidak dapat diberi paten adalah invensi tentang :
a. Proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau
pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan;
b. Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan
yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan;
c. Teori dan metode dibidang ilmu pengetahuan dan matematika; atau
d. Semua makhluk hidup, kecuali jasad renik serta proses biologis yang
esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan kecuali proses non
biologis atau proses mikrobiologis.

6. Jangka Waktu Perlindungan Paten


Paten (sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 8 ayat 1 Undang-undang Nomor 14
Tahun 2001) diberikan untuk jangka waktu selama 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak
tanggal penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.
Paten Sederhana (sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 9 Undang-undang Nomor
14 Tahun 2001) diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal
penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.
7. Perbedaan Paten Dengan Paten Sederhana
Perbedaan Paten Sederhana dengan paten ditunjukan pada tabel berikut.
Tabel 1.0 Perbedaan Paten Sederhana dengan Paten

NO.
1

KETERANGAN
Jumlah klaim

PATEN

PATEN SEDERHANA

1 invensi atau beberapa 1 invensi


invensi yang merupakan
satu kesatuan invensi

Masa perlindungan

20 tahun terhitung sejak 10 tahun terhitung sejak


tanggal

penerimaan tanggal

permohonan paten
3

penerimaan

permohonan paten

Pengumuman

18 bulan setelah tanggal 3 bulan setelah tanggal

permohonan

penerimaan

Jangka

penerimaan

waktu 3 bulan terhitung sejak 3 bulan terhitung sejak

mengajukan

diumumkan

diumumkan

keberatan
5

Yang diperiksa dalam Kebaruan

(novelty), Kebaruan (novelty), dapat

pemeriksaan

langkah inventif & dapat diterapkan dalam industry

substantif

diterapkan dalam industry

Lama

pemeriksaan 36 bulan terhitung sejak 24 bulan terhitung sejak

substantif

tanggal

penerimaan tanggal

penerimaan

permohonan pemeriksaan permohonan pemeriksaan

Objek paten

substantif

substantif

Produk atau proses

Produk atau alat

8. Subjek Subjek Yang Dapat Dipatenkan


Secara umum, ada tiga kategori besar mengenai subjek yang dapat dipatenkan:
proses, mesin, dan barang yang diproduksi dan digunakan. Proses mencakup algoritma,
metode bisnis, sebagian besar perangkat lunak (software), teknik medis, teknik olahraga
dan semacamnya. Mesin mencakup alat dan aparatus.
Barang yang diproduksi mencakup perangkat mekanik, perangkat elektronik dan
komposisi materi seperti kimia, obat-obatan, DNA, RNA, dan sebagainya. Khusus Sel
punca embrionik manusia (human embryonic stem atau hES) tidak bisa dipatenkan di Uni

Eropa.
Kebenaran matematika, termasuk yang tidak dapat dipatenkan. Software yang
menerapkan algoritma juga tidak dapat dipatenkan kecuali terdapat aplikasi praktis
(di Amerika Serikat) atau efek teknikalnya (di Eropa).
Saat ini, masalah paten perangkat lunak (dan juga metode bisnis) masih
merupakan subjek yang sangat kontroversial. Amerika Serikat dalam beberapa kasus
hukum di sana, mengijinkan paten untuk software dan metode bisnis, sementara di
Eropa, software dianggap tidak bisa dipatenkan, meski beberapa invensi yang
menggunakan software masih tetap dapat dipatenkan.
Paten dapat berhubungan dengan zat alamiah (misalnya zat yang ditemukan di
hutan rimba) dan juga obat-obatan, teknik penanganan medis dan juga sekuens genetik,
termasuk juga subjek yang kontroversial. Di berbagai negara, terdapat perbedaan dalam
menangani subjek yang berkaitan dengan hal ini. Misalnya, di Amerika Serikat, metode
bedah dapat dipatenkan, namun hak paten ini mendapat pertentangan dalam prakteknya.
Mengingat sesuai prinsip sumpah Hipokrates (Hippocratic Oath), dokter wajib membagi
pengalaman dan keahliannya secara bebas kepada koleganya. Sehingga pada tahun 1994,
The American Medical Association (AMA) House of Delegates mengajukan nota
keberatan terhadap aplikasi paten ini.
Di Indonesia, syarat hasil temuan yang akan dipatenkan adalah baru (belum
pernah diungkapkan sebelumnya), mengandung langkah inventif (tidak dapat diduga
sebelumnya), dan dapat diterapkan dalam industri. Jangka waktu perlindungan untuk
paten biasa adalah 20 tahun, sementara paten sederhana adalah 10 tahun. Paten tidak

dapat diperpanjang. Untuk memastikan teknologi yang diteliti belum dipatenkan oleh
pihak lain dan layak dipatenkan, dapat dilakukan penelusuran dokumen paten. Ada
beberapa kasus khusus penemuan yang tidak diperkenankan mendapat perlindungan
paten, yaitu proses / produk yang pelaksanaannya bertentangan dengan undang-undang,
moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan; metode pemeriksaan, perawatan,
pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan;
serta teori dan metode di bidang matematika dan ilmu pengetahuan, yakni semua makhluk
hidup, kecuali jasad renik, dan proses biologis penting untuk produksi tanaman atau
hewan, kecuali proses non-biologis atau proses mikro-biologis.

9. Prosedure Pendaftaran Paten


Sebelum masuk kedalam prosedure pendaftaran, sebaiknya kita melihat prosedure
paten yang sah di dalam negeri, disebutkan bahwa :
a. Pemohon paten harus memenuhi segala persyaratan.
b. Dirjen HAKI akan mengumumkannya 18 (delapan belas) bulan setelah
tanggal penerimaan permohonan paten.
c. Pengumuman berlangsung selama 6 (enam) bulan untuk mengetahui apakah
ada keberatan atau tidak dari masyarakat.
d. Jika tahap pengumuman ini terlewati dan permohonan paten diterima, maka
pemohon paten berhak mendapatkan hak patennya untuk jangka waktu 20
(dua puluh) tahun sejak terjadi filling date.
Adapun prosedure pendaftaran yang diberlakukan oleh Dirjen HAKI adalah
sebagai berikut :
a. Permohonan Paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah
disediakan, dalam Bahasa Indonesia yang kemudian diketik rangkap 4 (empat).
b. Dalam proses pendaftaran paten ini, pemohon juga wajib melampirkan halhal sebagai berikut :
-

Surat Kuasa Khusus, apabila permohonan pendaftaran paten diajukan


melalui konsultan Paten terdaftar selaku kuasa;

Surat pengalihan hak, apabila permohonan diajukan oleh pihak lain


yang bukan penemu;

Deskripsi, klaim, abstrak serta gambar (apabila ada) masing-masing


rangkap 3 (tiga);

Bukti Prioritas asli, dan terjemahan halaman depan dalam bahasa


Indonesia rangkap 4 (empat) (apabila diajukan dengan Hak Prioritas);

Terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila


penemuan tersebut aslinya dalam bahasa asing selain bahasa Inggris,
dibuat dalam rangkap 2 (dua);

Bukti pembayaran biaya permohonan Paten sebesar Rp. 575.000,(lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah); dan

Bukti pembayaran biaya permohonan Paten Sederhana sebesar Rp.


125.000,- (seratus dua puluh lima ribu rupiah) dan untuk pemeriksaan
substantif Paten Sederhana sebesar Rp. 350.000,- (tiga ratus lima
puluh ribu rupiah);

Tambahan biaya setiap klaim, apabila lebih dari 10 (sepuluh) klaim:


Rp. 40.000,- (empat puluh ribu rupiah) per klaim.

c. Penulisan deskripsi, klaim, abstrak dan gambar sebagaimana dimaksud diatas


ditentukan sebagai berikut :
-

Setiap lembar kertas hanya salah satu mukanya saja yang boleh
dipergunakan untuk penulisan dan gambar;

Deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam kertas HVS atau yang
sejenis yang terpisah dengan ukuran A-4 (29,7 x 21 cm ) dengan berat
minimum 80 gram dengan batas : dari pinggir atas 2 cm, dari pinggir
bawah 2 cm, dari pinggir kiri 2,5 cm, dan dari pinggir kanan 2cm;

Kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan
pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek
di bagian atas dan bawah (kecuali dipergunakan untuk gambar);

Setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka
Arab pada bagian tengah atas;

Pada setiap lima baris pengetikan baris uraian dan klaim, harus diberi
nomor baris dan setiap halaman baru merupakan permulaan (awal)
nomor dan ditempatkan di sebelah kiri uraian atau klaim;

Pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta (toner) warna


hitam, dengan ukuran antar baris 1,5 spasi, dengan huruf tegak
berukuran tinggi huruf minimum 0,21 cm;

Tanda-tanda dengan garis, rumus kimia, dan tanda-tanda tertentu dapat


ditulis dengan tangan atau dilukis;

Gambar harus menggunakan tinta Cina hitam pada kertas gambar


putih ukuran A-4 dengan berat minimum 100 gram yang tidak
mengkilap dengan batas sebagai berikut : dari pinggir atas 2,5 cm, dari
pinggir bawah 1 cm, dari pinggir kiri 2,5 cm, dan dari pinggir kanan 1
cm;

Seluruh dokumen Paten yang diajukan harus dalam lembar-lembar


kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan tersobek, terlipat, rusak atau
gambar yang ditempelkan;

Setiap istilah yang dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan


gambar harus konsisten antara satu dengan lainnya.

d. Permohonan pemeriksaan substantif diajukan dengan cara mengisi formulir


yang telah disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dengan melampirkan
bukti pembayaran biaya permohonan sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).
Urutan permohonan hak paten dari awal hingga banding apabila terdapat keberatan,
sebagai berikut :
a. Mengajukan Permohonan Pada tahap ini pemohon paten dapat mengajukan
permohonan dgn memenuhi persyaratan-persyaratan yg telah ditentukan.
b. Pemeriksaan Administratif Pada tahap ini pemeriksa melakukan pemeriksaan
secara cermat dari permohonan untuk melihat apabila adanya kekurangankekurangan persyaratan yang diajukan. Dalam hal adanya kekurangan
Pemeriksa dapat mengkomunikasikan hal ini kepada pemohon untuk
diperbaiki dalam tenggang waktu 3 (tiga) bulan dan apabila tidak dapat
diperbaiki maka permohonan tersebut ditolak.
c. Pemeriksaan Substansi Pada tahap ini permohonan diperiksa. Permohonan
paten dengan tipe produk paten yg berbeda-beda. Tim Ahli yg terdiri dari para
pemeriksa yg ahli pada bidangnya memeriksa isi dari pernyataan-pernyataan
yg telah diajukan untuk memastikan kebenarannya dgn pengoreksian, setelah
9

dinyatakan memadai maka akan dikeluarkan Laporan Pemeriksaan yg


usulannya akan disampaikan kepada Direktorat Jenderal. Jika permohonan
ditolak maka pemohon dapat mengajukan tanggapan terhadap penolakan
tersebut, Pemeriksaan substansi dilaksanakan paling lama selama 18 (delapan
belas) bulan.
d. Pengumuman Setelah melewati berbagai pemeriksaan dan memenuhi
persyaratan untuk diberi hak paten. Maka, Direktorat Jenderal HAKI akan
mengumumkan keputusan tersebut dalam Berita Resmi Hak Paten selama 6
(enam) bulan.
e. Terbit Sertifikat Hak Paten Setelah tahap pengumuman terlewati atau selama
6 (enam) bulan tidak ada keberatan/banding dari manyarakat. Maka, DirJen
HAKI kemudian memberikan sertifikat Pendaftaran Hak Patennya untuk
jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak diterjadi filling date. Sertifikat dapat
diperbaiki apabila terjadi kekeliruan.
f. Keberatan / Banding Permohonan banding dapat diajukan kepada Komisi
Banding Paten oleh Pemohon atau Kuasanya terhadap penolakan Permohonan
dalam jangka waktu 3 (tiga Bulan) sejak putusan penolakan diterima dengan
membayar biaya yang telah ditetapkan.

10

Untuk lebih jelasnya berikut merupakan flowchart tentang prosedur permohonan


hak paten yang dikeluarkan oleh Dirjen hak kekayaan intelektual.

Gambar 1.0 Prosedure Permohonan Hak Paten

11

10. Prosedur Peralihan Hak Paten


Cara pengalihan Paten diatur dalam pasal 66 pasal 68 UU NO. 14 Tahun 2001.
sebagai hak milik perseorangan, maka secara hukum, Paten dapat beralih atau dialihkan
baik seluruhnya maupun sebagian karena:
a. pewarisan;
b. hibah;
c. wasiat;
d. perjanjian tertulis; atau
e. sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.
Pengalihan Paten harus disertai dokumen asli Paten berikut hak lain yang
berkaitan dengan Paten itu. Segala bentuk pengalihan Paten wajib dicatat dan diumumkan
dengan dikenai biaya. Pengalihan Paten yang tidak sesuai dengan ketentuan Pasal ini
tidak sah dan batal demi hukum.
Syarat dan tata cara pencatatan pengalihan Paten diatur lebih lanjut dengan
Keputusan Presiden. Kecuali dalam hal pewarisan, hak sebagai pemakai terdahulu tidak
dapat dialihkan. Pengalihan hak wajib dicatat dan diumumkan dengan dikenai biaya.
Pengalihan hak tidak menghapus hak Inventor untuk tetap dicantumkan nama dan
identitasnya dalam Paten yang bersangkutan.
Syarat Pengalihan Hak Paten berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37
Tahun 2010 tentang Syarat dan Tata Cara Pencatatan Pengalihan Paten (Berlaku sejak 7
Juni 2010) , yaitu:
a. Paten yang beralih atau dialihkan wajb dicatatkan pada Direktorat Jenderal
Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.
b. Permohonan pencatatan pengalihan paten dapat diajukan oleh pemohon atau
kuasanya. Jika pemohon tidak bertempat tinggal; atau tidak berkedudukan
tetap di wilayah Negara Republik Indonesia, permohonan pencatatan
pengalihan paten harus diajukan melalui kuasanya di Indonesia.
c. Permohonan pencatatan pengalihan paten memuat nomor dan judul paten;
tanggal, bulan, dan tahun permohonan; nama dana alamat lengkap pemohon;

12

nama dan alamat lengkap pemegang paten; dan nama dan alamat lengkap
kuasa bila permohonan diajukan melalui kuasa.
d. Pencatatan pengalihan paten harus memenuhi sejumlah syarat. Yakni, telah
membayar biaya permohonan pencatatan pengalihan paten; telah membayar
biaya tahunan atas paten untuk tahun yang sedang berjalan; dan kelengkapan
dokumen permohoan pencatatan pengalihan paten.
e. Dijelaskan pula bahwa terhitung 7 Juni 2010, permohonan pencatatan
pengalihan paten yang diterima sebelum ditetapkannya Perpres ini, wajib
menyesuaikan dengan Perpres ini.
f. Jika permohonan belum sesuai dengan persyaratan dalam Perpres ini, dalam
jangka waktu paling lama 60 hari sejak Perpres ini ditetapkan, DIrektorat
Jenderak Hak Kekayaan Intelektual memberitahukan kepada pemohon untuk
melengkapi persyaratan dimaksud paling lama 90 hari sejak tanggal
pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.
Untuk rincian biaya yang harus tersedia dalam melakukan pengalihan hak paten
dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1.0 Rincian Biaya Pengalihan Hak Paten

NO
1

Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak

Satuan

Tarif

Permintaan:
a. Permintaan paten

Per permintaan

Rp. 575.000,00

b. Permintaa paten sederhana

Per permintaan

Rp. 125.000,00

1) Profit

Per permintaan

Rp. 2.000.000,00

2) Non profit

Per permintaan

Rp. 900.000,00

b. Pemeriksaan substantif atas permintaan paten Per permintaan

Rp. 350.000,00

a. Pemeriksaan substantif atas permintaan paten

sederhana
3

Tambahan biaya setiap klaim

Per permintaan

Rp. 40.000,00

Perubahan jenis permintaan paten

Per permintaan

Rp. 450.000,00

Permintaan banding

Per permintaan

Rp. 3.000.000,00

Permintaan surat keterangan penemu terdahulu


Per permintaan

Rp. 1.000.000,00

a. Profit

13

b. Non profit

Per permintaan

Rp. 450.000,00

Permintaan surat bukti hak prioritas

Per permintaan

Rp. 75.000,00

Permintaan surat keterangan resmi untuk Per permintaan

Rp. 100.000,00

memperoleh contoh jasad renik


9

Permintaan pencatatan pengalihan permintaan Per permintaan

Rp. 100.000,00

paten
10

Permintaan pencatatan pengalihan paten

Per paten

Rp. 150.000,00

11

Permintaan pencatatan perubahan data pemohon Per permintaan

Rp. 100.000,00

12

Permintaan pencatatan perubahan pemegang Per paten

Rp. 150.000,00

paten
13

Pendaftaran pencatatan perjanjian lisensi atau Per permintaan

Rp. 1.000.000,00

lisensi wajib
14

Pendaftaran konsultan paten

Per permintaan

Rp. 5.000.000,00

15

Permintaan petikan daftar umum paten

Per permintaan

Rp. 60.000,00

16

Permintaan salinan dokumen paten

Per lembar

Rp. 5.000,00

17

Biaya penelusuran:
a. Permintaan atas penelusuran paten yang Per subyek

Rp. 150.000,00

diumumkan di dalam negeri


b. Permintaan atas penelusuran paten yang Per subyek

US$ 100.00

diumumkan di luar negeri

11. Berakhirnya Hak Paten


Ada dua hal yang menjadi penyebab berakhirnya hak patent, yaitu :
a. Selama tiga tahun berturut-turut pemegang paten tidak membayar biaya tahunan,
maka paten dinyatakan batal demi hukum terhitung sejak tanggal yang menjadi
akhir batas waktu kewajiban pembayaran untuk tahun yang ketiga tersebut.
b. Tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya tahunan berkaitan dengan
kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun kedelapan belas dan tahuntahun berikutnya, maka paten dianggap berakhir pada akhir batas waktu
kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun yang kedelapan belas tersebut.

14

DAFTAR PUSTAKA
Perbedaan Mendasar Antara Merk, Paten, dan Hak Cipta. Di akses 9 Mei 2015.
http://ngobrolinhukum.com/2014/06/25/perbedaan-mendasar-antara-merek-paten-danhak-cipta/
Memahami Paten. Di akses 9 Mei 2015. https://www.dgip.go.id/paten
Serizawa, Ali. Apa itu Perngertian Hak Paten. Di akses 9 Mei 2015.
http://www.hukumsumberhukum.com/2014/06/apa-itu-pengertian-hak-paten.html#_
Paten. 9 Mei 2015. http://e-tutorial.dgip.go.id/paten/
Evaruth. Hak Cipta Paten, dan Merek. Di akses 9 Mei 2015.
https://evaruth.wordpress.com/2012/04/13/hak-cipta-paten-dan-merek-2/
Annisa, Aftaru & Lailani, Benita & Prabowo, Bimo & Rahmadhan, Budiman.
Pentingnya Hak Cipta Dalam Suatu Karya. Di akses 9 Mei 2015.
http://www.academia.edu/3831805/PENTINGNYA_HAK_CIPTA_DALAM_SUATU_
KARYA
FlowChat Prosedure Pemberian Patent. Di akses 9 Mei 2015.
https://www.dgip.go.id/paten/prosedur-pemberian-paten
Andoria,Teguh. Tata Cara dan Prosedur Pengurusan Paten. Di akses 9 Mei 2015.
http://www.slideshare.net/teguhandoria/tata-cara-dan-prosedur-pengurusan-paten
Pengalihan dan Lisensi Paten. Di akses 9 Mei 2015.
http://www.hukum123.com/pengalihan-dan-lisensi-paten/
Wijaya, Karna. Pemahaman Paten. Di akses 9 Mei 2015. http://pse.ugm.ac.id/?p=389

15