Anda di halaman 1dari 6

I.

PERENCANAAN
Definisi
1. Perencanaan (planning) adalah penentuan persyaratan teknik untuk mencapai tujuan
dan sasaran kegiatan yang sangat penting serta urutan teknis pelaksanaannya. Oleh
sebab itu perencanaan merupakan gagasan pada saat awal kegiatan untuk
menetapkan apa dan mengapa harus dikerjakan, oleh siapa, kapan, di mana dan
bagaimana melaksanakannya

(https://aulizar.wordpress.com/2010/04/20/mine-plan/)

2. Perencanaan adalah penentuan persyaratan teknik pencapaian sasaran kegiatan serta


urutan teknis pelaksanaan dalam berbagai macam anak kegiatan yang harus
dilaksanakan untuk pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan.
(http://harrykurniafirmansyah.blogspot.com/2014/01/perencanaan-tambang-1.html)

GAMBAR 1.1 PERENCANAAN

3. Perencanaan adalah suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang
TAMBANG
akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk
mencapainya. Sebagian kalangan berpendapat bahwa perencanaan adalah suatu
aktivitas yang dibatasi oleh lingkup waktu tertentu, sehingga perencanaan, lebih
jauh diartikan sebagai kegiatan terkoordinasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu
dalam waktu tertentu. Artinya perencanaan adalah suatu proses menentukan apa
yang ingin dicapai di masa yang akan dating serta menetapkan tahapan-tahapan
yang dibutuhkan untuk mencapainya. Dengan demikian, proses perencanaan
dilakukan dengan menguji berbagai arah pencapaian serta mengkaji berbagai
ketidakpastian yang ada, mengukur kemampuan (kapasitas) kita untuk mencapainya
kemudian memilih arah-arah terbaik serta memilih langkah-langkah untuk
mencapainya
(Alder,1999)
4. Perencanaan adalah suatu proses memulai dengan sasaran-sasaran, batasan strategi,
kebijakan, dan rencana detail untuk mencapainya, mencapai organisasi untuk
menerapkan keputusan, dan termasuk tinjauan kinerja dan umpan balik terhadap
pengenalan siklus perencanaan baru.
(steiner)
Maka, dapat di simpulkan bahwa:

Perencanaan tambang adalah proses perumusan secara menyeluruh beberapa


kemungkinan konsep dasar dan aturan kegiatan penambangan yang akan
dilaksanakan yang selanjutnya menjadi dasar bagi pihak pengelola dalam
mengambil keputusan dalam jangka waktu tertentu.

II. PERANCANGAN
Definisi
1. Perancangan adalah proses penerapan berbagai teknik dan prinsip dengan tujuan
untuk mentransformasikan hasil analisis ke dalam bentuk yang memudahkan
pengimplementasian

(https://achmadyasid.files.wordpress.com/2011/06/bab_4_perancangan.
pdf)
2. Perancangan adalah suatu kegiatan yang memiliki tujuan untuk mendesign sistem
baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang
diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.
(Ladjamudin,2005)
3. Perancangan adalah suatu kegiatan dalam menentukan spesifikasi dan bentuk dari
barang jadi yang akan dibuat (dan tidak terikat pada fungsi waktu senbagaimana
perencanaan).
(http://aldrinfebriansyah.blogspot.com/2012/09/perencanaan-danperancangan-tambang.html)

4. Perancangan adalah penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau


pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah dari satu kesatuan yang utuh dan
berfungsi.
(John Burch&Gary Grudnitski)
Maka, dapat di simpulkan bahwa:
Perancangan tambang adalah bagian dari proses perencanaan tambang yang
berkaitan dengan masalah-masalah geometrik. Di dalamnya termasuk perancangan
batas akhir penambangan, tahapan (pushback), urutan penambangan tahunan/
bulanan, penjadwalan produksi dan waste dump yang tidak berkaitan dengan waktu.

GAMBAR 1.2 PERANCANGAN


TAMBANG

III. DATA YANG DIDAPATKAN DI LAPANGAN


PADA PERENCANAAN TAMBANG
1. Topografi
a. USGS maps 1 : 500, 1 : 1000
b. Special Aerial or land survey establish control stations
2. Kodisi iklim (climate condition)
a. Ketinggian
b. Temperatur rata-rata bulanan sudah cukup
c. Presipitasi (untuk penirisan)
rata-rata presipitasi tahunan
rata-rata curah hujan bulanan
rata-rata run-off (keadaan normal dan flood/banjir)
d. Angin, maks, tercatat dalam arah
e. Kelembaban
f. Delay
g. Awan, fog
3. Air
a. Sumber : mata air, sungai, danau, bor.
b. Ketersediaan : hukum, kepemilikan, biaya.
c. Kuantitas : ketersediaan perbulan, kesempatan aliran, kemung-kinan lokasi
bendungan.
d. Kualitas : sampel, perubahan-perubahan kualitas, efek kontaminasi.
e. Sewage Disposal Methode
4. Struktur geologi
a. Dalam daerah tambang
b. Di sekeliling daerah tambang
c. Kemungkinan gempa bumi
d. Akibat pada slope (maks. slope)
e. Estimasi dan kondisi fondasi
5. Air tambang
a. Kedalaman
b. Konduktivitas
c. Metode Penirisan
6. Permukaan
a. Vegetasi : tipe, metode pembabatan, biaya
b. Kondisi yang tidak biasa : danau, endapan deposit, pohon-pohon besar
7. Tipe/jenis batuan (bijih, overburden)
a. Sampel untuk uji kemampuan dibor
b. Fragmentasi : hardness, derajat pelapukan, bidang-bidang diskontinu,
kecocokan untuk jalan
8. Lokasi untuk konsentrator
a. Lokasi tambang, haul up hill, down hill
b. Preparasi lokasi (cut, fill)
c. Proses air : gravitasi, pompa

d. Tailing disposal
e. Fasilitas pemeliharaan
9. Tailing pond (daerah)
a. Lokasi pipa
b. Alamiah, bendungan, danau
c. Pond overflow
10. Jalan
a. Peta jalan
b. Informasi jalan-jalan yang ada :
lebar, permukaan, batas maksimum beban
batas maksimum load sesuai musim
pemeliharaan
c. Jalan yang dibuat (harus) oleh perusahaan
panjang
profile
cut and fill
jembatan
pengkondisian tanah
dll.
11. Power
a. Ketersediaan (PLN) : kilovolt, jarak (terdekat), biaya.
b. Kabel ke SIB
c. Lokasi sub station
d. Kemungkinan untuk power station sendiri
12. Smelting
a. Ketersediaan pabrik.
b. Metode pengapalan : jarak, alat angkut, awak reet, dll.
c. Biaya
d. Aspek terhadap lingkungan
e. Rel KA, dok.

13. Kepemilikan lahan


a. Kepemilikan : negara, pribadi.
b. Tata guna lahan
c. Harga tanah
d. Jenis oplians : sewa, beli, dll.
14. Pemerintah
a. Suasana politik.
b. Hukum, UU pertambangan
c. Keadaan lokal
15. Kondisi ekonomi
a. Industri utama yang ada, berpengaruh ke infrastruktur
b. Kesediaan tenaga kerja
c. Skala penggalian
d. Struktur pajak
e. Ketersediaan sarana, toko, rumah sakit, sekolah, rumah
f. Ketersediaan material, termasuk bensin, semen, gravel

g. Pembelian
16. Lokasi pembuangan (waste) : tambang, rumah sakit, perumahan
a. Jarak
b. Profil jalan
c. Kemungkinan proses lebih lajut
17. Aksesibilitas dari kota utama ke luar
a. Metode transportasi
b. Realibilitas dan transportasi yang tersedia
c. Komunikasi
18. Metode mendapatkan informasi
a. Past records (pemerintah)
b. Memelihara alat-alat komunikasi
c. Mengumpulkan conto
d. Pengukuran dan pengamatan lokasi lapangan
e. Survey lapangan
f. Layout pabrik
g. Check untuk load informasi
h. Check hukum lokal
i. Personal inquiry dan observasi suasana politik dan ekonomi
j. Peta-peta
k. Cost inquiries
l. Material
m. Membuat utility, avaliability, inquiries.