Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN HASIL DISKUSI

PENDALAMAN KAEDAH DASAR MORAL


Pada kasus “Dr. Tenar”

Disusun Oleh:

Fadhil Afif (090100019)

Fariz Nugraha Akbar (090100 )

Wein Kusumandana Mimija (090100343)

Dhani Arief Prandana (090100 )

Ilham Andika Sitepu (090100 )

Ferdinando Baeha (090100 )

Nofkeny Jauhari (090100 )

Kelas : A1

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2010
HASIL DISKUSI

Dari lab. Klinik ini dr. Tenar mendapat bingkisan kue yang dia amati ternyata sejajar
jumlahnya dengan pasien yang dia kirim ke situ. Pernah 2 bulan yang lalu, dengan
20 orang pasien yang ia kirim ia memperoleh voucher belanja Rp. 300.000,- di
supermarket terkenal dikotanya.

Hasil diskusi :

Bila dia (dr. Tenar) merujuk pasiennya ke lab. Klinik “Titrasi Cepat” dengan sengaja
untuk mendapatkan feedback dari klinik tsb, maka ia telah melanggar KDM
“beneficence” karena walaupun ia mengutamakan kepentingan pasien, ia juga
mencari keuntungan.

Anak muda tadi tidak mengikuti nomor antrian karena mengaku teman SMP dr.
Tenar, sehingga zuster memasukkan lebih dahulu ke ruang sekat kiri, ruang tempat
pasien yang memerlukan perlakuan khusus.

Hasil diskusi :

Dr. Tenar melanggar KDM “Justice” karena ia tidak memperlakukan pasien dengan
adil, dalam hal ini ia lebih mendahulukan teman SMPnya sehingga teman tsb tidak
perlu mengambil nomor dan antri.

Ibu yang agak cerewet tadi meminta maaf, namun tanpa dosa ia nyerocos
menanyakan apa penyakit anak muda tadi, dr. Tenar agak terpana untuk menjawab
pertanyaan awam si Ibu ini, “ah, Cuma panas dalam perut” jawab dr. Tenar kalem

Hasil diskusi:

Dr. Tenar tidak melakukan kesalahan apapun walaupun berbohong karena ia


menjaga prevacy pasien tersebut.

Tanpa penjelasan mengenai isi dalam surat keterangan tsb, dr. Tenar memberikan
surat rujukan ke RS bagiab saraf.

Hasil diskusi :
dr. Tenar melanggar KDM otonomi karena ia tidak memberikan inform consent dan
meminta persetujuan pasien.

Sementara Ibu Modis tidak sempat dilakukan pengukuran tekanan darahnya,


langsung diberikan resep sakit kencing manis yang sudah langganan ia derita 5
tahun ini. dr. Tenar hanya memeriksa sekilas dan menyalin resep dari catatan
medis yang di sodorkan zuster.

Hasil diskusi :

dr. Tenar melanggar KDM nonmalificence, karena seandainya gejala yang di alami
oleh modis merupakan indikasi penyakit lain, maka dr. Tenar seharusnya mencegah
kerugian yang akan di alami pasien.

Garpatula adalah hansip setempat yang merasa tidak afdol kalau belum di pegang
dr. Tenar. Ia melongok sebentar pasien tadi, memegang nadinya yang terasa kecil
dan lemah, mencubit perutnya yang ternyata sudah mengendur. “Zus, carikan
bajaj!” instruksinya ke Zuster setelah meyakinkan sang Hansip agar cepat dirawat.
Tak lupa ia menitipkan amplop berisikan Rp. 25.000,- bagi sang Hansip. “Untuk
transportnya ya Pak Tala. Cepat sembuh deh “ sambil member sebungkus oralit dan
lalu mengirimkannya ke RSU setempat.

Hasil diskusi:

dr. Tenar melakukan KDM nonmalificence, tapi tidak melakukan otonomi karena
ingin meminimalkan akibat buruk akibat Garputala dalam keadaan darurat.

Saat mempersilahkan Nn. Rana masuk ke ruang kanan, dr. Tenar terkaget karena
serombongan orang menyala masuk sambil menggendong anak lak-laki 9 tahun, si
Malthus bin Darwin yang tadi pagi ia khitan, ternyata datang kembali dalam
keadaan berdarah. Ia menolong Malthus dulu selama 45 menit, sementara Nn. Rana
terpana sendirian karena Zuster juga sibuk membantu dr. Tenar mengatasi
perdarahan si Malthus di ruang sekat kiri. dr. Tenar tidak sempat bicara pada Nn.
Rana. Para pengantar Malthus justru yang meminta Nn. Rana bersabar.

Hasil diskusi:

dr. Tenar tidak melakukan justice pada satu sisi namun di lain pihak dia telah
melakukan nonmalificence dan lebih memberatkan pada KDM tsb, karena demi
kebaikan pasien
sambil bersimbah peluh, dr. Tenar mendengarkan keluhan Rana. Ia stress karena
baru saja mengambil uang ayahnya tanpa izin demi menolong sahabatnya
seumuran untuk aborsi di klinik Antah Berantah. dr. Tenar menawarkan untuk
menjadi mediator menyampaikan apa adanya kepada bapak Rana. Toh menurutnya
dan menurut Rana, sang anggota DPRD ini cukup mampu menolong sahabat Rana.”
Biar uang saku saya dipotong deh dok asal papa tidak nyap-nyap ama saya.”kata si
manis Rana.

Hasil diskusi:

dr. Tenar melanggar KDM Justice karena dengan melakukan hal tersebut maka ia
telah mendukung aborsi.

Begitulah keseharian dr. Tenar malam membantu menyelesaikan masalah pasien-


pasiennya sampai ia rela pulang larut malam.

Hasil diskusi :

dr. Tenar telah melakukan Beneficence, karena telah mementingkan kepentingan


pasien.