Anda di halaman 1dari 3

Analisis Pola FDI dan eksport di ASEAN -7

Sektor perdagangan mempunyai peranan yang strategis dalam mendorong


perekonomian suatu negara. Hal ini dikarenakan dengan perdagangan maka negara
tersebut akan mendapatkan cadangan devisa yang adapt digunakan untuk membiayai
impor dan pembangunan sektor-sektor ekonomi dalam negeri. Selain cadangan
devisa, peranan perdagangan bagi perekonomian suatu negara adalah pertumbuhan
output dalam negeri. Dengan meningkatnya perdagangan maka diharapkan terjadi
peningkatan produktifitas dari faktor-faktor produksi.
Keadaan diatas sesuai dengan apa yang dikemukakan Ricardo. Menurut
Ricardian model perdagangan dapat terjadi apabila masing-masing negara memiliki
biaya relative terkecil untuk jenis barang yang berbeda (Tambunan, 2000). Dalam hal
inini Ricardo lebih menitik beratkan pada perbedaan efisiensi relative antar negara
dalam memproduksi dua (atau lebih) jenis barang yang digunakan untuk mendasari
terjadinya perdgangan internasional dengan mendasarkan pada tingkat produktifitas
barang tersebut.
Salah satu hal untuk mendorong perdagangan internasional adalah membuat
regionalism, yang terdiri dari beberapa kelompok negara berdekatan dalam satu
kawasan. Akan tetapi dlaam perkembangannya kawasan regionalism saja tidaklah
cukup untuk meningkatkan efisiensi perdagangan. Sehingga muncul sebuah ide untuk
membentuk FTA ( Free Trade Area) yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi
perdagangan.

Grafik Tren Perdagangan ASEAN sumber : UNCTAD.org (data diolah)


-Appleyard dan Field, 1993
Tabel FDI Intra- dan Ekstra ASEAN (dalam Million US Dollars), sumber :
aseansec.org (data diolah)
- Teori OLI Paradigm, faktor-faktor yang mempengerahui mengapa MNC
mengalirkan FDI ke negara-negara luar

Dalam pencatatannya export-import dicatat dalam Current Account sehingga


dipengarui oleh GDP, terms of trade (ToT), real gross capital formation, trade
liberalization, real exchange rate, dan FDI. (Sisay,2010)
Rumusan Masalah:
1. Bagaimanakah sifat hubungan antara FDI dan ekspor, apakah merupakan
efek subtitusi atau komplementer di ASEAN-7?
2. Bagaimanakah pengaruh sifat subtitusi atau komplementer terhadap total
ASEAN-7?
TINJAUN PUSTAKA
Hubungan antara FDI dan ekspor
FDI (Foreign Direct Investment) dapat diartikan sebagai perpindahan modal
yang melibatkan kepemilikan dan kendali ( Appleyard dan Field, 1998). Dengan
adanya perpindahan kendali dan kepemilikn, maka secara tidak langsung perusahaan
tersebut dimiliki dan dikendalikan oleh penanaman modal asing yang mayoritas
dikuasai oleh asing (Kindleberger dan Lindert, 1990). Arus FDI tidaklah lepas ari
keberadaan Multinational Corporation (MNC) yang umumnya bergerak disektor
manufaktur, pertambangan, dan jasa dengan tujuan mencari efisiensi produksi ataupun
mencari kemudahan dalam akses pasar. Hal ini mengakibatkan cabang atau anak
perusahaan yang tidak saja memiliki kewajiba financial kepada induk perusahaannya,
tetapi juga menjadi bagian dari struktur perusahaan (Salvatore, 1997).
Lindert (1998) berusaha menjelaskan peranan dari keunggulan khusus yang dimiliki
perusahaan yang memadukan FDI dengan berbagai bentuk kekuatan pasar :
1. Pandangan Hymer
Stefen Hymer (1976) memperlihatkan peranan keunggulan khusus suatu
perusahaan untuk menggabungkan FDI dengan pasar persaingan tidak
sempurna dalam pasar produksi. Investasi pada perusahaan asing bertujuan
untuk menekan persaingan dan melindungi kekuatan pasarnya.
Pendekatan Hymer juga membantu menjelaskan tentang pola investasi
defensive. Yaitu, ketika perusahaan-perusahaan besar seringkali mendirikan
perusahaan diluar negeri yang minim keuntungannya, hanya untuk memukul
pesaing utamanya di pasar yang sama. Hymer memandang bahwa pola
investasi defensive sebagai model lama, dan merupakan perilaku

oligopolistic yang bersifat jangka pendek dalam mencari kekuatan pasar. Pola
investasi defensive juga menyebabkan keprihatinan, karena perusahaan akan
berusaha mempengaruhi setempat untuk memberikan proteksi dan proteksi
yang berifat khusus.
2. Teori Pengusaan
Tidak selamanya MNC memberikan ancaman besar terhadap persaingan di
pasar produksi. Jika ditinjau dari sisi lain mereka hanya memiliki keunggulan
dalam kekuatan monopoli di pasar input yang paling produktif. Perusahaan
tidak bisa mengendalikan harga dalam produksi. Sehingga keunggulan khusus
yang dimiliki perusahaan membuat mereka menanamkan modal di luar negeri
dengan memanfaatkan fasilitasnya sendiri daripada harus membeli di negara
lain.
Teori penguasaan memeliki kekuatan peramalan yang berbeda dengan
pandangan Hymer. Kekuatan relatifnya terletak pada peramalan eksistensi dan
masalah industri-industri tekhnologi tinggi. FDI cenderung padat tekhnologi
tinggi karena tergantung pada ketrampilan dan ilmu pengetahuan yang sangat
berharga.
Salah satu pendekatan teoritis dalam FDI diperkenalkan oleh Dunning (Mauro,
2000). OLI Framework menyatakan bahwa FDI yang dilakukan oleh
perusahaan MNC dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
a. Kepemilikan (Ownership)
b. Lokasi (Location)
c. Keuntungan Internal (Internal Advantage)
Faktor-faktor yang mempengaruhi FDI
a. Volume export
b. Nilai Tukar
c. Gross Domestic Product
d. Prosentase perdagangan terhadap GDP
(merchant et al, 2002)