Anda di halaman 1dari 3

A.

Tuli
1. Tuli berdasarkan tipe
a. Tuli konduksi (conductive hearing loss- CHL)
Tuli jenis ini terjadi karena suara tidak mencapai telinga dalam, koklea. Ini bisa
terjadi karena malformasi kanal telinga, disfungsi dari membran timpani atau tulangtulang pendengaran di kavitas timpani di telinga tengah
b. Tuli sensorineural (sensorineural hearing loss-SNHL)
tuli jenis ini terjadi karena disfungsi dari telinga dalam, koklea dan saraf-saraf yang
mentransmisi impuls dari koklea menuju pusat pendengaran. Penyebab utama dari
tuli sensoneural adalah karena tusaknya hair cells pada koklea.
c. Tuli campuran
Tuli yang merupakan kombinasi dari tuli konduksi dan tuli sensoneural
2. Tuli berdasarkan penyebabnya
Tuli kongenital
Daftar penyebab genetik dari ketulian sangat panjang. Setelah diamati dapat
ditemukan delapan penyebab utama yang bertanggung jawab terhadap hampir separuh
ketulian herediter. Urutan pertama adalah diabetes. Hiperlipidemia merupakan penyebab
kedua sedangkan otosklerosis menduduki ketempat ketiga. Lima penyebab lainnya
masing-masing kurang dari 1 persen.
a. Tuli kongenital berasal dari genetik
1) Tuli berasal dari genetik tanpa kelainan lainnya
a) Ketulian michel
Kelainan ini, dikemukan oleh Michel pada tahun 1863, ditandai oleh tidak
berkembangnya telinga dalam secara total. Ketulian michel diduga
diwariskan secara autosomal dominan.
b) Ketulian Mondini
Pada tahun 1791, mondini mengemukanan suatu aplasia parsial dari labirin
tulang dan membran. Malformasi ini berakibat suatu koklea yang pipih
dengan hanya perkembangan gelang basal, sehingga gelang koklea hanya 1,5
putaran dari yang seharusnya 2,5 puatan, dimana gelang tengah dan apikal
menyatu. Labirin vestibular tulang dapat pula mengalami malformasi.
Didgenesis organ corti menyebabkan gangguan pendengaran. Kelainan ini
diwariskan sebagai trait autosomal dominan
c) Ketulian Scheibe
Pada tahun 1892, scheibe mengemukakan jenis aplasia ini, dimana labirin
tulang berkembang penuh namun pars inferior berwujud gundukan sel-sel
yang tidak berdiferensiasi. Jenis kelainan kongenital yang paling sering
ditemui.
d) Ketulian Alexander (ketulian bing-stebenmann)
Jenis ini adalah kelainan dimana berkembang dengan penuh namun terjadi
aplasia duktus koklearis.
2) Ketulian dengan ketulian lainnya
a) Penyakit waardenburg

Sindrom ini diwariskan sebagai suatu unit trait dominan. Gambaran utama
termasuk pergeseran kantus medial dan bintik lakrimal, pangkal hidung yang
datar, hiperplasia alis mata, heterokromia iris parsial atau total.
b) Albinisme
Bersifat autosomal dominan, resesif, atau terkait skes. Dapat bilateral dan
berat
c) Hiperpigmentasi
Ketulian sensoneural yang berat telah ditemukan pada orang-orang yang
mengalami hiperpegmentasi pada daerah-daerrah kulit.

b. Ketulian yang berasal dari non-genetik


1) Ketulian berkaitan dengan kelainan lainnya
a) Rubela
Meerupakan salah satu penyebab tersering dari tuli kongenital non-genetik.
b) Eritroblastosis fetalis
Penyakit ini ditandai oleh suatu penimbunan bilirubun pada sistem saraf
pusat, dan pada bayi-bayi ini, ikterus, retardasi mental, serebral palsi, serta
ketulian merupakan hal yang timbul sejak lahir
c) Kreatinisme
Penyakit tiroid dapat disertai dengan ketulian seperti sindrom ini.
c. Tuli genetik didapat atau lambat
1) Tuli terjadi sendiri
a) Otoskelosis
Penyakit autosomal dominan dan menyebabkan tuli konduktif primer yang
berkaitan dengan ketulian sensorineural progresif.
b) Prebiskus
Dikaitkan dengan pengurangan pendengaran yang akut yang terjadi dengan
bertambahnya usia dan biasanya tidak dijelaskan etiologinya.

Penyebab infeksi dari ketulian


a. Infeksi telinga tengah
b. Virus
c. Meningitis
d. Sifilis
Obat-obat ototoksik
Obat-obat yang dapat mempengaruhi telinga dan mekanisme pendengaran.

Daftar pustaka ; Boies

halamam 119-130 (kan sama dapustnya cuma beda

halama, jadi ayat tinggal ganti aja, maaci

Anda mungkin juga menyukai