Anda di halaman 1dari 10

Peralatan Kerja

Apa saja yg d butuhkan dalam pemasangan trafo ssisipan? Perlengkapan gtt, apa perlu
ngubah tiang tm jadi tm5? Apa perlu nambah jaringan SUTM?
7. SOP Pemasangan Trafo Sisipan
Standard Operation Prosedure (SOP) adalah suatu petunjuk pengoperasian/ pemeliharaan
GTT 20 kV dengan baik dan benar.

II.

TUJUAN

Tujuan dibuat SOP adalah untuk dapat mengoptimalkan pekerjaan pemeliharaan sehingga
akan meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan.

A. SOP Pemasangan Trafo Sisipan

Pemasangan dan Penyambungan Trafo


3. PEMASANGAN DAN PENYAMBUNGAN 3.1. Transformator dilengkapi dengan 4
roda yang dapat diputar 900 , yang memungkinkan untuk didorong tanpa
banyak kesukaran diatas lantai yang rata dan keras. 3.2. Penempatan
transformator mempunyai pengaruh langsung atas umur, daya tahan dan
efisiensinya, karena itu perhatikan hal-hal berikut dalam pemilihan tempat
transformator : 3.2.1. hindarkan dari tetesan/curahan air. 3.2.2. sediakan sarana
untuk pemasangan dan pemindahan/perbaikan. 3.2.3. sediakan cukup ruangan
diatas transformator untuk pemeriksaan. 3.2.4. sediakan pengadaan udara
pendingin yang cukup. Hindarkan terperangkapnya udara panas dalam gardu.
Untuk tipe pasangan dalam (indoor), semua syarat-syarat diatas harus
diperhatikan, untuk tipe pasangan luar (outdoor) hanya syarat 3.2.2. dan 3.2.3.
3.3.1. Periksa ada tidaknya kebocoran minyak transformator, kencangkan semua

mur dan baut, periksa keadaan alat perlengkapan dan terminal. 3.3.2. Periksa
keadaan silikagel dan alat pengering udara (bila dilengkapi dengan alat ini).
Kabel-kabel distribusi harus disambungkan keterminal-terminal transformator
dengan sepatu kabel yang sesuai. Hal ini perlu untuk menghindari timbulnya
panas pada terminal-terminal tersebut, yang pada akhirnya menyebabkan
kebocoran dan kerusakan pada transformator. 3.4. Pada waktu mengencangkan
sambungan sepatu kabel pada batang penghantar terminal transformator
pergunakan dua buah kunci yang sesuai. Pergunakan sebuah kunci yang cocok
untuk memegang mur bagian bawah.dan pergunakan kunci yang lainnya untuk
mengencangkan mur bagian atas. Bila tidak dilaksanakan sesuai petunjuk ini,
maka mangkuk bakelit dibawah tutup transformator dapat retak/pecah, sehingga
terminal isolator tersebut menjadi longgar dan akan terjadi kebocoran.
Kebocoran tersebut mengakibatkan air masuk kedalam transformator, atau
minyak akan keluar pada transformator-tranformator yang diperlengkapi dengan
conservator 4. PEMERIKSAAN LISTRIK SEBELUM PENGGUNAAN TRANSFORMATOR
4.1. Periksalah kesempurnaan kontak dan kontinuitas sirkit listrik dengan
menggunakan lampu sinyal atau ohmmeter, dan lakukanlah pemeriksaan ini
pada semua posisi komutator-sadapan maupun komutator-hubungan. 4.2.
Periksalah tahanan isolasi antar belitan dan massa/tangki dan antara belitan
tegangan primer dan tegangan sekunder. 4.3. Periksa apakah posisi komutatorhubungan dan komutator-sadapan telah sesuai untuk tegangan kerja yang
diinginkan, lihat pelat diagram pada tangki transformator. 4.4. Periksa apakah
posisi komutator sudah tepat dan terkunci dengan baik pada posisi tersebut. 4.5.
Periksa apakah perbandingan transformasi sudah sesuai dengan yang
diinginkan. Pemeriksaan dilakukan dengan memberi tegangan 220V atau 380V
pada sisi tegangan yang tinggi dan mengukur tegangan yang rendah. Periksalah
apakah sekering (pengaman) disisi tegangan tinggi dan tegangan rendah sudah

disesuaikan. 4.8. Periksalah apakah pentanahan tangki transformator sudah


sempurna. 4.9. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan janganlah
melakukan pembukaan transformator tanpa kehadiran seorang tenaga ahli.

B. SOP Pengoperasian Trafo Sisipan


Didalam mengoperasikan distribusi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :
1.

Persiapan

Menyiapkan surat Perintah Kerja dari atasan yang berwenang

Menyiapkan peralatan kerja :

Toolkit 1 set

Shackel Stick 20 kV

Fuse Puller

Menyiapkan Peralatan ukur :

Multimeter

Megger

Earth Tester dan Phase Squance

Menyiapkan peralatan K3 :

o Helm Pengaman
o Sepatu
o Sarung tangan isolasi
o Tali Pengaman
o Pakaian kerja
o P3K
2.

Pelaksanaan

Memeriksa keadaan di sekitar trafo dan yakinkan trafo aman dioperasikan


Melaporkan kepada pihak yang yang berwenang bahwa pengoperasian siap dilaksanakan ,
tunggu sampai jawaban izin pengoperasian keluar
Memasukkan FCO (Fuse Cut Out)
Memeriksa urutan phase
Mengukur tegangan sisi TR (Tegangan Rendah), pastikan bahwa penyetelan sadapan trafo
sudah benar
Mengoperasikan saluran jurusan dengan cara :
o Untuk pelanggan umum : masukkan saklar utama, menyusul kemudian NH fuse satu
persatu sambil di tes kemungkinan adanya hubung singkat pada saluraan jurusan
o Untuk pelanggan industri : masukkan seluruh NH fuse, menyusul kemudian saklar utama

Bagaimana SOP pengerjaan pemasangan trafo sisipan? Mulai dr padam, menaikkan trafo,
komisioning, sampai nyala lagi. Apa yg perlud ukur abis trafo sisipan d pasang?
Keadaan Setelah Pemasangan Trafo Sisipan

Jd Setelah trafo sisipan d pasang, kesimpulannya gmn? bagaimana perbandingan trafo yg


lama? Bebannya kurang suhunya turun, kalo losses nya gmn berkurangkahh? Ada
perhitungan?

SOP Penggantian trafo Gardu Portal


Personil yang Terkait :
1. Asman Jaringan
2. Manajer Rayon
3. Supervisor Teknik Rayon
4. Supervisor Operasi Area
5. Piket Pengatur Area/Rayon
6. Pelaksana Pekerjaan
7. Petugas Gudang
Alat K3 / Alat Pelindung Diri :
1. Sarung tangan kulit
2. Sarung tangan berisolasi 20 kv
3. Pakaian Kerja [Wearpack]
4. Helm Pengaman
5. Sepatu berisolasi 20kv
6. Sabuk Pengaman
7. Tester tegangan [TM dan TR]
8. Grounding lokal
9. Jas Hujan
Alat Kerja :
1. Radio Komunikasi [HT]
2. Camera Digital
3. Alat tulis
4. Tangga isolasi
5. Toolkit [kunci, obeng, tang, palu, gergaji, dll]
6. Alat penegang jaringan [tierfit]
7. Sacle Stick 20kv
8. Sosog dari bambu
9. Megger isolasi
10. Megger tanah [Earth Resistence Tester]
11. Tambang
12. Tangpress
13. Tackle
14. Katrol
Material :
1. Trafo

2. Kawat penghantar tambahan


3. Binding Wire
4. Kawat Seng
Prosedure Kerja/Langkah Kerja,
Persiapan Pekerjaan :
1. Tentukan tiang portal yang akan diganti trafo/mutasi trafo
2. Gunakan peralatan k3/ alat pelindung diri [APD] yang sudah disiapkan
3. Siapkan alat kerja dan matrial yang diperlukan
Pelaksanaan Pekerjaan :
4. Lakukan pemotretan instalasi [peralatan] sebelum melaksanakan pekerjaan
[gunakan camera digital]
5. Hubungi piket area atau rayon setempat menginformasikan pekerjaan siap
dilakukan
6. Lakukan pemadaman untuk pengaman
7. Yakinkan petugas mengenai informasi bahwa jaringan sudah aman dan bebas
tegangan
8. Setelah bebas tegangan, pasang tangga dengan posisi aman dan ikat bagian
bawah tangga dengan tiang
9. Petugas perbaikan naik melalui tangga dan membawa tambang
10. Ikatkan sabuk pengaman dan belitkan ke tiang dan ikat tangga bagian atas
ke tiang
11. Petugas cari posisi aman dan nyaman
12. Naikkan peralatan kerja dengan alat bantu tambang
13. Pasang grounding lokal ke 3 penghantar SUTM
14. Lepaskan semua sambungan2 dan jumper yang tersambung dengan trafo
15. Turunkan dengan bantuan katrol
16. Kemudian naikkan trafo pengganti dengan katrol secara perlahan
17. Petugas yang berada diatas menyesuaikan trafo ke dudukan trafo dengan
tepat
18. Kemudian kencangkan dengan mur-baut
19. Petugas memasang juga semua perlatan pendukung gardu yang lain
20. Setelah trafo terpasang dengan jaringan dan papan bagi
21. Periksa kembali pekerjaan
22. Lepaskan grounding lokal dari ke 3 penghantar dan turunkan
23. Turunkan juga semua perlatan kerja
24. Lepaskan ikatan tangga bagian atas ke tiang dan sabuk pengaman
25. Petugas turun melalui tangga
26. hubungi petugas piket untuk melaksanakan penormalan tegangan, jika
jaringan siap diberi tegangan
27. Ambil gambar atau tulis berita acara [laporan] pengganti trafo gardu portal
28. Kumpulkan data dan periksa kembali semua perlatan kerja dan alat
pelindung diri serta matrial yang masih tersisa [jika ada]
selesai,
PT. PLN Dist Jabar dan Banten

OP Penggantian PHB-TR
Personil yang Terkait :
1. Asman Jaringan
2. Manajer Rayon
3. Supervisor Teknik Rayon
4. Supervisor Operasi Area
5. Piket Pengatur Area/Rayon
6. Pelaksana Pekerjaan
7. Petugas Gudang
Alat K3/ Alat Pelindung Diri :
1. Sarung tangan kulit
2. Sarung tangan berisolasi 20kv
3. Pakaian kerja (wearpack)
4. Helm Pengaman
5. Sepatu berisolasi 20kv
6. Sabuk Pengaman
7. Tester tegangan (TM dan TR)
8. Grounding Lokal
9. Jas Hujan
Alat Kerja :
1. Radio Komunikasi (HT)
2. Camera Digital
3. Alat Tulis
4. Tangga isolasi
5. Toolkit
6. Alat penegang jaringan (tierfit)
7. Sacle Stock 20kv
8. Sosog dari bambu
9. Megger isolasi
10. Megger tanah (Earth Resistance Tester)
11. Tambang 10mm 20meter
12. Tangpress
13. Gunting
Material :
1. PHB-TR sesuai ukuran
2. Kawat penghantar
3. Jumper
4. Konektor
5. Klem
6. Isolasi
7. Paku
8. Mur baut
Prosedure Kerja/ Langkah Kerja

I.Persiapan Pekerjaan :1. Tentukan gardu yang akan dipasang PHB-TR


2. Gunakan peralatan K3/ Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah disiapkan
3. Siapkan alat kerja dan matrial yang diperlukan
II. Pelaksanaan Pekerjaan :
4. Lakukan pemotretan instalasi (peralatan) sebelum melaksanakan pekerjaan
(gunakan camera digital)
5. Hubungi piket area atau rayon setempat menginformasikan pekerjaan siap
dilakukan.
6. Lakukan pemadaman dari sisi cubicle dengan koordinasi APD
7. Yakinkan jaringan dalam kondisi tidak bertegangan
8. Pasang dudukan PHB-TR dan kencangkan dengan mur-baut
9. Disusul dengan pemasangan PHB-TR
10. Kemudian lakukan pengencangan dengan mur-baut
11. Pasang juga semua peralatan pendukung PHB-TR yang lain, seperti klem,
terminal dan busbar
12. Setelah semua terpasang, sambung dengan jaringan dan pentanahan PHB-TR
13. Periksa kembali pekerjaan
14. Kumpulkan semua peralatan kerja15. Hubungi petugas piket untuk
melaksanakan penormalan tegangan, jika jaringan siap diberi tegangan
16. Ambil gambar atau tulis berita acara (laporan) pemasangan PHB-TR
17. Kumpulkan dan periksa kembali semua peralatan kerja dan alat pelindung
diri serta material yang masih tersisa (jika ada).
PT. PLN (Persero)
Distribusi Jabar dan Banten
Gardu Tansformator.
Sebelum dipasang, trafo harus dites dulu untuk memastikan bahwa trafo yang
akan dipasang dalam keadaan baik. Bagian Transformator yang harus dites dan
diperhatikan adalah :
a. Terminal primer : antara phasa/phasa, phasa/body.
b. Terminal skunder : antara phasa/phasa, phasa/body, phasa/nol.
c. Terminal primer dan terminal skunder.
d. Tegangan tembus minyak dan volume minyak trafo.
e. Body trafo harus dalam keadaan baik / tidak cacat.
f. Trafo dipasang pada dudukannya dengan mur baut galvanis 5/8 lengkap
washer dan springnya.
Pemasangan LV Board harus dilengkapi kunci standard PLN yang selanjutnya
kunci diserahkan kepada pengawas PLN. Penomoran gardu dibuat pada pintu LV
Board. Kelengkapan LV Board sesuai dengan daftar analisa bahannya.
Setiap pemasangan gardu tiang harus dibuatkan lantai kerja (pondasi trafo)
dengan campuran pasir & semen sesuai gambar dan analisa bahannya.
Penyambungan cut out agar menggunakan material yang sesuai dengan
konstruksi cut out yang akan dipasang, jika konstruksinya memerlukan sepatu
kabel agar disambung menggunakan sepatu kabel. Penyambungan sisi atas
(bagian bertegangan) L.Arrester harus menggunakan sepatu kabel sedangkan
dibagian bawah (sisi arde) harus menggunakan pelat tembaga yang disesuaikan

dengan konstruksi / type L.Arrester yang dipasang dan penyambungan dengan


penghantar arde harus menggunakan sepatu kabel.
Pemasangan arde /pentanahan untuk sistem TM (L.Arrester) dengan JTR pada sisi
nol / netralnya serta body trafo terpasang terpisah dengan tahanan pentanahan
sebagai berikut :
1. TM sama dengan / lebih kecil 3 ohm.
2. TR, netral / body sama dengan / lebih kecil 5 ohm.
Tata Cara Mutasi Trafo Distribusi
Didalam mengoperasikan distribusi ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
antara lain :
1.

Persiapan

Menyiapkan surat Perintah Kerja dari atasan yang berwenang

Menyiapkan peralatan kerja :

Toolkit 1 set

Shackel Stick 20 kV

Fuse Puller

Menyiapkan Peralatan ukur :

Multimeter

Menyiapkan peralatan K3 :

o Helm Pengaman
o Sepatu
o Sarung tangan isolasi
o Pakaian kerja
o Tali Pengaman
o P3K
2.

Pelaksanaan

o Memeriksa keadaan di sekitar trafo dan yakinkan trafo aman untuk di mutasi.
o Melaporkan kepada pihak yang yang berwenang bahwa pemadaman siap
dilaksanakan , tunggu sampai jawaban izin pengoperasian keluar.
o Men trip kan trafo dengan cara men of kan saklar utama pada kotak PHB di
bawah posisi trafo supaya lebih aman saat pengerjaan.
o Melepas FCO dengan menggunakan shackel stick 20 kV.

o Naik ke atas tiang menggunakan tali pengaman guna untuk melepas semua
kabel dan pengaman trafo seperti arrester dan juga baut-baut yang terpasang
pada trafo dengan besi-besi penopang sehingga hanya trafo saja yang akan di
pindahkan ke truk guna untuk di mutasi pada daerah selanjutnya.
o Setelah sampai di tempat mutasi selanjutnya sudah ada tim preventif yang
lain yang bertugas memindahkan trafo tersebut ke tempat mutasi yang ketiga.
o Pada pemasangan,trafo dinaikkan ke tiang. Setelah itu baru memasang bautbaut supaya trafo tidak terguncang dan kokoh.
o Selanjutnya memasang arrester pada trafo, memasang kabel phase, dan
memastikan bahwa semua terpasang dengan benar dan juga kabel R,S,dan T
nya,supaya tidak merusak peralatan listrik yang ada.
o Bila sudah terpasang dengan benar semua maka para petugas tersebut turun
dari tiang dan memasukkan FCO pada kondisi terhubung supaya aliran listrik dari
kawat phase tersambung ke trafo.
o Mengukur tegangan tiap phase dengan menggunakan multimeter.
o Baru menyalakan kembali aliran listrik dengan cara mengaktifkan saklar
utama pada kotak PHB supaya NH fuse bekerja melindungi trafo.