Anda di halaman 1dari 11

BAB V

HASIL DAN ANALISIS

Bab ini, akan membahas hasil penelitian dan analisis penelitian yang dilakukan pada
38 perawat yang betugas di ruang anak Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Setelah data
terkumpul, dilakukan pengolahan data melalui editing, coding, scoring dan tabulasi.
Selanjutnya hasil penelitian akan ditampilkan oleh penulis dalam bentuk diagram distribusi
frekuensi sebagai berikut:
5.1 Hasil Penelitian
5.1.1 Karakteristik Umum Responden
Berikut ini akan diuraikan mengenai distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis
kelamin, usia, pendidikan, ruangan tempat bertugas, lama berkerja di ruangan dan lama
bekerja di rumah sakit.
a. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan gambar 5.1 dapat dintersebelumsentasikan bahwa dari 38 responden,
presentase perempuan dua kali lipat lebih banyak yaitu sebanyak 32% (26 orang) dari pada
laki-laki sebanyak 68% (12 orang), sehingga dapat disimpulkan bahwa pekerjaan sebagai
perawat lebih banyak diminati oleh perempuan khususnya sebagai perawat anak.

32%
Laki-laki
68%

Perempuan

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Di Ruang Anak Rumah Sakit Saiful
Anwar Malang.

b. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia


Berdasarkan gambar 5.2 dapat dintersebelumsentasikan bahwa sebagian besar
rentang usia responden antara 20-30 tahun sebanyak 42% (16 orang) dari 38 responden,

yang artinya tergolong dalam usia dewasa muda yang masih sangat produktif dalam
bekerja.

11%
16%
20-30 tahun

42%

31-40 tahun

41-50 tahun

51-60 tahun

32%

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Di Ruang Anak Rumah Sakit Saiful Anwar
Malang.

c. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan


Berdasarkan gambar 5.3 dapat dintersebelumsentasikan bahwa dari 38 responden,
hampir seluruhnya yaitu sebanyak 95% (36 orang) adalah lulusan D3 keperawatan yang
merupakan perawat pemula.

5%

D3/D4

S1

S2

S3

95%

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Di Ruang Anak Rumah Sakit Saiful Anwar
Malang.

d. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Ruangan Tempat Bertugas.


Berdasarkan gambar 5.4 dapat disebelumsentasikan bahwa dari 38 responden,
sebagian besar perawat yang bekerja di ruang HCU sebanyak 53% (20 orang).

HCU

47%

7B

53%

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Ruangan Tempat Bertugas Di Ruang Anak Rumah
Sakit Saiful Anwar Malang.

e. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Responden Berkerja Di Ruangan.


Berdasarkan gambar 5.5 dapat dintersebelumsentasikan bahwa dari 38 responden,
sebagian besar yaitu 34% (13 orang) bekerja di ruangan anak selama 10 tahun, yang
artinya sudah cukup berpengalam dalam bekerja sebagai perawat anak.

3%
34%

21%

< 1 tahun 1-3 tahun 4-6 tahun 6-9 tahun 10 tahun


11%
32%

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Responden Berkerja Di Ruangan Di Ruang
Anak Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

f.

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Responden Berkerja Di Rumah


Sakit.
Berdasarkan gambar 5.6 dapat disebelumsentasikan bahwa dari 38 responden,

sebagian besar bekerja sebagai perawat di rumah sakit sekitar 4-6 tahun yaitu sebanyak
34% (13 orang) dan 10 tahun sebanyak 34% (13 orang), yang artinya sudah memiliki
pengalaman baik selain sebagai perawat anak.

< 1 thn

1-3 thn

6-9 thn

10 thn
3%

34%
11%

4-6 thn

18%

34%

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Responden Berkerja Di Rumah Sakit Di Ruang
Anak Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

5.1.2 Gambaran Kemampuan (Pengetahuan) Perawat Dalam Penyususnan Kriteria


Hasil (NOC) Di Ruang Anak
Hasil analisis instrumen penelitian, berikut ini akan diuraikan mengenai distribusi
frekuensi kemampuan (pengetahuan) perawat sebelum dan sesudah pelatihan proses
keperawatan (NANDA, NOC dan NIC).
a. Distribusi Frekuensi Kemampuan (Pengetahuan) Perawat Dalam Penyusunan Kriteria
Hasil (NOC) Sebelum Pelatihan.
Berdasarkan gambar 5.7 dapat diintersebelumsentasikan bahwa dari 38 responden,
diketahui kemampuan (pengetahuan) perawat dalam pembuatan kriteria hasil (NOC)
sebelum pelatihan adalah sebagian besar sebanyak 71% (27 responden) memiliki
kemampuan (pengetahuan) yang kurang dan sebagian kecil yang memiliki kemampuan
(pengetahuan) cukup sebanyak 24% (9 responden) dan baik sebanyak 5% (2 responden).

71%

80%
70%
60%
50%
40%
24%

30%
20%
10%
0%

5%
baik

cukup

kurang

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.7 Distribusi Frekuensi Kemampuan (Pengetahuan) Perawat Dalam Penyusunan Kriteria Hasil (NOC)
Sebelum Pelatihan.

b. Distribusi frekuensi kemampuan (pengetahuan) perawat dalam penyusunan kriteria hasil


(NOC) setelah pelatihan proses keperawatan (NANDA, NOC dan NIC).
Berdasarkan gambar 5.8 dapat diintersebelumsentasikan bahwa dari 38 responden,
diketahui kemampuan (pengetahuan) perawat dalam pembuatan kriteria hasil (NOC)
setelah

pelatihan adalah sebagian besar memiliki kemampuan (pengetahuan) baik

sebanyak 25 responden (66%) dan cukup sebanyak 13 responden (34%), serta tidak ada
responden yang memiliki kemampuan (pengetahuan) yang kurang.

70%

66%

60%
50%
34%

40%
30%
20%
10%
0%

0%
baik

cukup

kurang

Sumber: Data Primer (2014)


Gambar 5.8 Distribusi Frekuensi Kemampuan (Pengetahuan) Perawat Dalam Penyusunan Kriteria Hasil (NOC)
Setelah Pelatihan

c. Perbedaan kemampuan (pengetahuan) perawat dalam penyusunan kriteria hasil (NOC)


sebelum dan setelah pelatihan proses keperawatan (NANDA, NOC, dan NIC)
Berdasarkan gambar 5.9 secara keseluruhan kemampuan (pengetahuan) perawat
yang baik pada saat sebelum sebanyak 5% kemudian pada saat setelah sebanyak 66%,
artinya terjadi peningkatan sebesar 51%, dan yang kurang pada saat sebelum sebanyak
71% kemudian pada saat setelah tidak terdapat pengetahuan yang kurang.

80%

71%
66%

70%
60%
50%
40%

34%

30%

24%

20%
10%
0%

5%

baik

cukup

pre pelatihan

kurang
0%

post pelatihan
Sumber: Data Primer (2014)

Gambar 5.9 Distribusi Frekuensi Perbedaan Kemampuan (Pengetahuan) Perawat Dalam Penyusunan Kriteria
Hasil (NOC) Sebelum Dan Setelah Pelatihan

Berdasarkan gambar 5.10 dapat diintersebelumtasikan bahwa dari 38 responden


yang memiliki kemampuan (pengetahuan) dalam penyusunan NOC setelah pelatihan
meningkat terdapat 34 responden (89%) dan 4 responden (13%) menetap (tetap cukup dan
tetap baik).

89%
90%
80%
70%
60%
50%
40%
30%
20%

11%

10%
0%

meningkat

menetap

0%
menurun

Sumber: Data Primer (2014


Gambar 5.10 Distribusi Frekuensi Pengaruh Kemampuan (Pengetahuan) Dalam Penyusunan NOC Per
Responden Setelah Pelatihan

Berdasarkan gambar 5.11 dapat diinterpretasikan peningkatan setelah pelatihan


pada tingkat kemampuan (pengetahuan) kurang menjadi cukup sebanyak 10 responden
(26%) dan kurang menjadi baik sebanyak 18 responden (48%). Sedangakn untuk tingkat
kemampuan (pengetahuan) cukup menjadi baik sebanyak 5 responden dan tingkat
kemampuan (pengetahuan) yang menetap yaitu cukup tetap cukup sebanyak 3 responden
(8%) dan baik tetap baik sebanyak 2 responden (5%).

48%

50%
45%
40%
35%
30%

26%

25%
20%
13%

15%
8%

10%

5%
5%
0%

Sumber: Data Primer (2014


Gambar 5.11 Distribusi Frekuensi Peningkatan Kemampuan (Pengetahuan) Dalam Penyusunan NOC Setelah
Pelatihan Per Responden

Berdasarkan

gambar

5.12

dapat

diinterpretasikan

jumlah

responden

yang

jawabannya tepat per kuesioner sebelum pelatihan tertinggi pada kuesioner no 12 yaitu
sebanyak 35 responden menjawab tepat dan terendah pada kuesioner no 5 yaitu hanya 5
responden yang menjawab tepat. Sadangkan setelah pelatihan yang tertinggi pada
kuesioner no 12 yaitu sebanyak 38 responden yang menjawab tepat dan yang terendah
pada kuesioner no 7 sebanyak 7 responden.

pre

post

90

12

80
70

5
34

60
1
30 2
24

50

3
24

30
21 23

20

26

10

5
1

27

22 7
7
7

15
6

10
36

11

38

35

13

31

6
24

4
23

40

8
37 9

23 25

15

29 14
31

35

32

17
36

27
19
7

32

16

12

16 17

10 11 12 13 14 15 16 17

No soal
Sumber: Data Primer (2014
Gambar 5.12 Distribusi Frekuensi Jumlah Responden Yang Jawabannya Tepat Per Kuesioner Sebelum
Dan Sesudah Pelatihan

Berdasarkan gambar 5.13 dapat diinterpretasikan peningkatan jumlah responden


yang jawabannya tepat per kuesioner yaitu peningkatan tertinggi sebanyak 20 responden
terdapat pada kuesioner no 14 yaitu sebelum pelatihan terdapat 7 responden kemudian
setelah pelatihan terdapat 27 responden dan kuesioner 15 yaitu sebelum pelatihan terdapat
12 responden kemudian setelah pelatihan terdapat 32 responden, sedangkan yang tidak
meningkat yaitu pada kuesioner no 7 sebelum dan setelah tetap 7 responden yang dapat
menjawab tepat.

peningkatan
40
35

14 15

30
25
3
19

20
15
10

1
9

5
0

10
4

19
16

11 12

2
3

20 20

11

10

2
1

16

13

10
8

17

10 11 12 13 14 15 16 17

No Soal
Sumber: Data Primer (2014
Gambar 5.13 Distribusi Frekuensi Peningkatan Jumlah Responden Yang Jawabannya Tepat Per
Kuesioner Setelah Pelatihan.

5.2 Hasil Analisa Statistik Pengaruh Pelatihan Proses keperawatan (NANDA, NOC,
dan NIC) Terhadap Kemampuan (Pengetahuan) Perawat dalam Penyusunan
kriteria Hasil (NOC)
Untuk mengetahui pengaruh pelatihan proses (NANDA, NIC, dan NOC) terhadap
kemampuan (pengetahuan) perawat dalam penyusunan kriteria hasil (NOC), maka
diigunakan uji wilcoxon rank test. Berdasarkan hasil uji wilcoxon rank test diperoleh hasil
pada tarap signifikansi ( = 0,05) didapatkan p valuenya = 0,000 (p valuenya < 0,05), hal ini
disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat terlihat bahwa ada pengaruh
pelatihan

proses

keperawatan

(NANDA,

NIC,

dan

NOC)

terhadap

kemampuan

(pengetahuan) perawat dalam penyusunan kriteria hasil (NOC) di ruang anak Rmah Sakit
Saiful Anwar Malang.