Anda di halaman 1dari 16

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Matematika

merupakan

ilmu

universal

yang

mendasari

perkembangan

modern, mempunyai peran penting dalam berbagai jenjang pendidikan terendah sampai dengan tinggi diberikan
modern,
mempunyai
peran
penting
dalam
berbagai
jenjang
pendidikan
terendah
sampai
dengan
tinggi
diberikan

teknologi

disiplin

dan

mengembangkan daya pikir manusia (BNSP, 2006). Berdasarkan pengertian di

atas, maka wajar saja kita sering mendengar kalimat yang sering disitir akademisi

matematika yaitu Math for All. Setiap orang di dalam kehidupannya pasti tidak

dapat terlepas dengan matematika, siapapun, dan apapun profesinya pastinya

membutuhkan matematika. Sejalan dengan prinsip tersebut maka sedari dini mulai

pelajaran

dari

matematika sebagai salah satu pelajaran yang wajib ditempuh. Hal ini dapat

menjadi bekal siswa dalam kehidupan sehari-hari serta kebutuhan karirnya kelak.

Math for All ini juga sejalan dengan prinsip pembelajaran di Amerika yang

menganut prinsip No Child Left Behind. Di sini tidak ada satupun siswa yang

dianggap tidak mampu belajar matematika, dan semua siswa berhak mendapatkan

materi pembelajaran matematika yang sama.

Matematika yang diberikan di sekolah memiliki kedudukan penting dalam

upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan tersebut

dapat dicapai dengan mempertimbangkan enam prinsip matematika sekolah dalam

pembelajaran (NCTM, 2000) yang melingkupi: (1) Equity. Keunggulan pada

pendidikan matematika memerlukan keadilan (dugaan yang tinggi dan dorongan

yang kuat pada semua siswa); (2) Curriculum. Kurikulum lebih dari kumpulan

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

2

aktivitas: harus koheren; difokuskan pada kepentingan matematika, dan artikulasi

sekolah yang baik dan tepat; (3) Teaching. Pengajaran matematika yang efektif

memerlukan pemahaman bagaimana siswa mengetahui dan membutuhkan belajar

yang lebih menantang serta mendorong mereka untuk belajar lebih baik; (4)

Learning. Siswa belajar matematika harus dengan pemahaman, dengan aktif

membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya; (5)

Assesment. Asesmen harus mendorong pembelajaran dari pentingnya matematika

dan menyiapkan informasi yang bermanfaat diantaranya guru dan siswa; (6)

Technology. Teknologi yang diperlukan dalam pengajaran dan pembelajaran

matematika, itu mempengaruhi dalam mengajar matematika dan mempertinggi

pembelajaran siswa.

Standar isi mata pelajaran matematika untuk semua jenjang pendidikan dasar

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP, 2007)

1.
1.

dan menengah dalam

menyatakan bahwa tujuan umum pendidikan matematika sekolah adalah:

Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan, menjelaskan keterkaitan antar konsep atau algoritma, secara luwes, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah

Menggunakan penalaran pada pola dan sifat melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi yang menyusun bukti atau menjelaskan gagasan pernyataan matematika

3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

2.

4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol dan diagram, tabel, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.

5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki sikap ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3

Tujuan

umum

pendidikan

matematika

sekolah

pada

butir

pertama

mengisyaratkan bahwa kemampuan pemahaman konsep merupakan syarat untuk

mencapai kemampuan pemecahan masalah, sehingga kemampuan pemahaman

matematis

memiliki

peran

penting

dalam

membentuk

dan

menunjang

matematis yang lainnya. Sama halnya pengertian bahwa kemampuan penalaran kemampuan-kemampuan standar yang
matematis
yang
lainnya.
Sama
halnya
pengertian
bahwa
kemampuan
penalaran
kemampuan-kemampuan
standar
yang
harus
dicapai

ditetapkan National Council of

beberapa

matematis

kemampuan-kemampuan

dengan

kemampuan pemahaman, kemampuan penalaran dalam butir tujuan yang kedua

siswa

memberikan

mempengaruhi kemampuan siswa untuk dapat menyusun bukti atau menjelaskan

ide gagasan. Di sini siswa dapat membuat suatu kesimpulan dan mengemukakan

ide dengan baik dengan cara bernalar, yaitu memperhatikan keserupaan data, pola,

memperkirakan solusi, dan membuat konjektur, sehingga kemampuan penalaran

ini sangatlah penting kedudukannya dalam membentuk kemampuan matematis

lainnya.

Hal tersebut juga sesuai dengan standar pendidikan matematika yang

Teachers of Mathematics (2000) yaitu ada

dalam

pembelajaran

matematika

meliputi:

(1)

komunikasi

matematis(mathematical

communication);

(2)

penalaran

matematis

(mathematical

reasoning);

(3)

pemecahan

masalah

matematis(mathematical

problem

solving);

(4)

koneksi

matematis(mathematical

connection);

dan

(5)

representasi

matematis(mathematical representation).

 

Penjelasan

di

atas

menunjukkan

bahwa

ada

beberapa

kemampuan

matematis

siswa yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran. Salah

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

4

satu kemampuan yang harus dikembangkan adalah penalaran matematis siswa.

Berkenaan dengan pengembangan kemampuan matematis siswa,NCTM (2000)

menyatakan bahwa siswa harus mempelajari matematika berdasarkan pemahaman

dan aktif mengkonstruksi pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan

siswa dituntut mampu menghubungkan baru dengan pengetahuan sebelumnya serta menghubungkan baru dengan pengalaman
siswa dituntut mampu menghubungkan
baru
dengan
pengetahuan
sebelumnya
serta
menghubungkan
baru
dengan
pengalaman
sebelumnya.
Pada
saat
siswa
akan
siswa
tersebut
dalam
mempelajari
pengetahuan
baru
dalam
kerangka
kognitif maupun
pengalaman
lama
yang
pernah
dialami
Pentingnya kemampuan pemahaman dan penalaran di atas menjadikan
tentang
kemampuan
tersebut
perlu
dilakukan.
Suryadi
2010)
mengungkapkan
bahwa
hasil
sejumlah
penelitian

yang dimiliki sebelumnya. Artinya

pengetahuan

pengetahuan

mempelajari materi matematika yang baru maka akan dipengaruhi oleh sejauh

mana pengetahuan awal atau kesiapan yang dimiliki siswa, sehingga menentukan

keberhasilan

pembelajaran. Seperti yang dikemukakan Shadiq (2009) pengetahuan yang ada

pada

siswalah yang akan menentukan keberhasilan suatu proses pembelajaran.

penelitian-penelitian

(Kurniawan,

pembelajaran matematika pada umumnya masih terfokus pada pengembangan

berpikir matematis yang bersifat prosedural. Kemampuan berpikir matematis yang

bersifat prosedural dengan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis

adalah aspek yang saling melengkapi, sehingga tidak bisa dipisahkan satu sama

lain. Oleh karenanya diperlukan pula penelitian-penelitian yang berfokus kepada

pengembangan

kemampuan

pemahaman

dan

penalaran

matematis.

Prosedur

penting, namun dengan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan bernalar

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

5

yang baik dapat membuat pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna, sehingga

siswa tidak mudah lupa. Dengan kemampuan pemahaman dan penalaran yang

baik, maka siswa hanya membutuhkan daya mengingat kembali (recall) untuk

memahami cara menyelesaikan soal yang serupa.

mata pelajaran yang diujiankan (Kurniawan, 2010). belum maksimal. Penelitian Sunardja (2009)
mata
pelajaran
yang
diujiankan
(Kurniawan,
2010).
belum
maksimal.
Penelitian
Sunardja
(2009)

data dari Depdiknas mengenai

menyebutkan

Fakta di lapangan sangat berbeda dengan yang diharapkan, berdasarkan

Ujian Nasional siswa SMK lima tahun terakhir,

menyatakan bahwa nilai rata-rata matematika merupakan nilai terendah dari

semua

Rendahnya

kemampuan siswa dalam mempelajari matematika ini juga dikeluhkan oleh para

guru matematika SMK peserta diklat di PPPPTK Matematika (Markaban, 2008).

Sejalan dengan itu, ada beberapa penelitian yang telah dilakukan guna

meningkatkan kemampuan pemahaman dan penalaran siswa, namun hasilnya

bahwa

masih

kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa baik kelas eksperimen

maupun kelas kontrol belum tuntas secara klasikal. Lalu penelitian Sudihartini

(2009) juga menyebutkan pembelajaran di kelas eksperimen baru mencapai

ketuntasan

belajar

secara

klasikal

pada

kemampuan

pemahaman

konsep.

Sedangkan pada kemampuan penalaran matematis siswa kelas eksperimen belum

tuntas secara klasikal. Penelitian Lestari (2008) menyatakan bahwa

dari hasil

deskripsi jawaban soal tampak siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal-

soal untuk pemahaman relasional, penalaran analogi, penalaran kondisional dan

penalaran silogisme. Secara khusus penelitian di SMK yang dilakukan Wijaya

(2011) menyebutkan bahwa meskipun rataan skor postes kemampuan penalaran

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

6

kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol namun hasil yang diperoleh

belum maksimal. Kemudian penelitian Arviantoet al. (2011) menyatakan bahwa

masih rendahnya pemahaman konsep siswa SMK dalam belajar matematika.

Data yang telah dikemukakan di atas memberi makna bahwa penelitian

Rendahnya
Rendahnya

tinggi rendahnya kemampuan berpikir matematis

terhadap aspek kemampuan pemahaman dan penalaran matematis masih perlu

dilakukan, seperti

yang dikemukakan Sutarto (2010) tentang perlunya penelitian

lebih lanjut tentang kontribusi yang diberikan strategi yang digunakan pada aspek

pemahaman instrumental, mekanikal, komputasi, atau pada aspek pemahaman

rasional, relasional fungsional, serta aspek

generalisasi, yaitu berupa penemuan

fakta, memberikan makna pada fakta, atau membuat kesimpulan dari fakta-fakta.

kemampuan-kemampuan matematis siswa dapat dipengaruhi

oleh banyak faktor, salah satunya dipengaruhi oleh kecemasan matematika siswa.

Seperti yang terungkap dalam penelitian Anita (2011) yang menyatakan bahwa

siswa dapat dipengaruhi oleh

kecemasan matematika yang sering disebut mathematics anxiety. Oleh karena itu,

sebaiknya guru memperhatikan adanya indikasi kecemasan matematika pada diri

siswa. Kecemasan matematika (mathematics anxiety) adalah perasaan-perasaan

atau ketegangan saat memanipulasi angka-angka, menyelesaikan permasalahan

matematika dalam kehidupan sehari-hari sertadalam situasi akademik (Royanto,

2010).

Kecemasan

dapat

dialami

oleh

semua

siswa,

baik

yang

memliki

kemampuan matematis tinggi atau rendah. Tapi saat kecemasan matematika itu

sudah berlebihan, dengan kata lain telah mengganggu sikap positif siswa terhadap

matematika,

maka akan menghambat siswa dalam belajar dan mengembangkan

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

7

kemampuan

matematisnya.Kecemasan

matematika

ini

layak

mendapatkan

perhatian, khususnya

yang terjadi pada siswa-siswa di Indonesia. Terutama

berdasarkan data PISA tahun 2006, yang mengatakan bahwa jumlah siswa di Asia

yang mengalami kecemasan matematika cukup tinggi (Tim, 2010). Hal yang sama

juga dinyatakan Anita (2009) dalam penelitiannya tentang kecemasan matematika

siswa SMP. Temuannya menyatakan bahwa tingkat kecemasan yang paling tinggi

dialami siswa adalah kecemasan terhadap ujian matematika. Hal itu bukan hanya

terlihat dalam analisis skala kecemasan matematika, tapi tampak pula pada saat

pembelajaran di kelas. Artinya kecemasan matematika yang terjadi pada diri siswa

Artinya kecemasan matematika yang terjadi pada diri siswa telah masuk kategori yang mengkhawatirkan. Kecemasan

telah masuk kategori yang mengkhawatirkan.

Kecemasan matematika termasuk dalam ranah afektif hasil pembelajaran

matematika. Disebutkan Suryanto (2008) bahwa aspek afektif dianggap sebagai

hasil langsung atau tidak langsung dari pembelajaran matematika kumulatif sejak

sekolah dasar sampai sekolah menengah (sekolah menengah atas). Pernyataan

tersebut dapat memberi dugaan bahwa tingkat kecemasan siswa SD tidak akan

jauh berbeda dengan tingkat kecemasan siswa tersebut ketika telah berada jenjang

SMP. Begitu pula tingkat kecemasan siswa SMP, diduga tidak akan jauh berbeda

dengan

tingkat

kecemasan

pendidikan SMA atau SMK.

siswa

tersebut

saat

ketika

menduduki

jenjang

Menimbang cukup tingginya tingkat kecemasan siswa serta bagaimana

kecemasan matematika tersebut mempengaruhi kemampuan matematika siswa,

maka penelitian-penelitian berkenaan kecemasan matematika ini perlu dilakukan.

Sebagaimana yang disarankan oleh Sumardiyono (2011) bahwa perlu dilakukan

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

8

penelitian yang lebih komprehensif terkait kecemasan matematika karena gejala

ini merupakan gejala umum dan nyata yang mempengaruhi perkembangan belajar

peserta didik maupun pendidik. Lebih rinci Plaisance (2010) menyarankan agar

penelitian di masa mendatang harus menyelidiki berkenaan menentukan metode

pengajaran apa yang digunakan, bagaimana metode diimplementasikan, dan apa

mengubah

membuat metode tersebut menyenangkan sehingga dapat Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya kembalimetode
membuat
metode
tersebut
menyenangkan
sehingga
dapat
Faktor lain yang mempengaruhi rendahnya
kembalimetode
pengajaran
tradisionalyang
belajar
siswa
dan
keterampilanmengajarguru

yang

kecemasan matematika siswa.

perlu

tingkat kemampuan siswa,

salah satunya adalah cara mengajar guru yang kurang efektif. Slameto (2010)

mengatakan salah satu syarat yang diperlukan dalam mengajar yang efektif adalah

guru perlu mempertimbangkan perbedaan individual. Karena masing-masing

siswa mempunyai perbedaan dalam berbagai segi, misalnya intelegensi, bakat,

minat, kebutuhan, kesiapan belajar, gaya belajar dan lain sebagainya. Guru

harusmemeriksa

dengangaya

seringtidaksesuai

lebih

diproduktifkan. Pelajaranmatematika harusdisajikandalam berbagaicara(Khatoon

dan

Mahmood,

2010).

Tentu

saja

maksudnya

adalah

dengan

menyajikan

matematika dalam beragam cara, maka dapat memberikan peluang yang lebih

besar

kepada

guru

untuk

memenuhi

kebutuhan

siswanya

yang

beragam

pula.Perbedaan siswa lainnya adalah perbedaan dalam kemampuan matematika,

beberapa dari siswa

kurang memiliki kemampuan tentang konsep matematika,

stuktur dan proses (Kusumah, 2010). Penjelasan di atas memberi makna bahwa

guru harus mengubah cara mengajar tradisional atau konvensional yang sering

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

9

digunakan menuju bentuk pengajaran yang dapat mengakomodir perbedaan-

perbedaan individual tersebut.

Sebenarnya

kemampuan

yang

harus

dimiliki

seorang

guru

untuk

memahami siswa secara mendalam merupakan kompetensi yang memang harus

no.14 tahun 2005. Sejalan dengan hal itu, dalam PP no.19 menjelaskan apa saja kompetensi yang
no.14
tahun
2005.
Sejalan
dengan
hal
itu,
dalam
PP
no.19
menjelaskan
apa
saja
kompetensi
yang
harus
dimiliki
oleh
kompetensi sosial. Kompetensi
pedagogik
meliputi
pemahaman
peserta
didik, perancangan
dan
pelaksanaan
pembelajaran,
belajar, dan pengembangan
peserta didik
untuk
potensi yang dimilikinya.
Subkompetensi
memahami
peserta
didik
secara
mendalam
indikator
esensial:
memahami
peserta
didik
dengan
prinsip-prinsip

tahun

guru,

evaluasi

dimiliki oleh seorang guru sebagai agen pembelajaran yang termuat didalam UU

2005

berupa

kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, serta

terhadap

hasil

mengaktualisasikan berbagai

memiliki

memanfaatkan prinsip-

prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan

kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.

Secara umum perkembangan kognitif siswa SMK hampir sama dengan siswa

SMA yang rata-rata telah masuk ke dalam tahap operasi formal. Karakteristik

tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar

secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Berarti siswa

telah mampu menyeimbangkan dengan karakter matematika yang abstrak. Namun

jika ditilik dari karakter SMK sendiri, yang merupakan sekolah kejuruan dengan

muatan kurikulum yang lebih menekankan kepada penguasaan kecakapan hidup

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

10

berupa keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat siswa, maka hal ini akan

berpengaruh kepada perkembangan kognitif siswa SMK juga. Karena interaksi

siswa terhadap lingkungannya dalam hal ini SMK akan memberikan interaksi dan

menciptakan

pengalaman

fisik

yang

merupakan

salah

satu

faktor

yang

isi hampir sama dengan matematika SMA. Hanya saja 2012) yaitu menerapkan matematika sebagai dasar
isi
hampir
sama
dengan
matematika
SMA.
Hanya
saja
2012)
yaitu
menerapkan
matematika
sebagai
dasar

mempengaruhi perkembangan kognitif siswa.

substansi

Pelajaran matematika di SMK yang termasuk pelajaran adaptif secara

dari

sisi

kedalaman materi, matematika SMA lebih dalam daripada matematika SMK.

Akan tetapi, sebagaimana tertuang dalam salah satu butir Standar Kompetensi

Lulusan (SKL) mata pelajaran matematika SMK di semua kelompok kejuruan

(BNSP,

penguasaan

kompetensi produktif dan pengembangan diri, menjadikan matematika SMK

memiliki karakteristik yang berbeda dengan matematika SMA. Ada Standar

Kompetensi (SK) yang ada di SMK namun tidak ada di SMA, dan sebaliknya.

Contoh SK matematika SMK, memecahkan masalah berkaitan dengan konsep

aproksimasi kesalahan. SK ini tidak ada pada matematika SMA baik kelompok

IPA atau IPS, SK tersebut hanya ada pada matematika SMK kelompok teknologi,

kesehatan dan pertanian. Hal ini dikarenakan SK tersebut

menjadi dasar siswa

dalam

mempelajari

pelajaran

produktif

kejuruannya.

Misalnya

siswa

SMK

teknologi jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik, SK tersebut menjadi dasar

mereka dalam mempelajari SK pelajaran produktif yaitu menggunakan hasil

pengukuran dengan Kompetensi Dasar (KD) melakukan pengukuran besaran

listrik.

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

11

Namun

sebaliknya,

contoh

SK

matematika

SMA,

menggunakan

perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri dalam pemecahan

masalah. SK ini tidak ada pada matematika SMK kelompok sosial, administrasi

perkantoran,

dan

akuntansi,

karena

memang

pada

pelajaran

produtif

SMK

pelajaran produktif. Singkatnya, matematika SMK Kompetensi guru dalam merancang pembelajaran, ini memiliki
pelajaran
produktif.
Singkatnya,
matematika
SMK
Kompetensi guru dalam merancang pembelajaran,
ini memiliki
indikator esensial: memahami
berdasarkan karakteristik
peserta didik,
kompetensi

dalam

mendukung dan mempermudah siswa dalam belajar pelajaran produktif.

landasan

penting. Subkompetensi

kelompok sosial, administrasi perkantoran, dan akuntansi tidak membutuhkan

dasar SK tersebut. Kekhasan SK dan KD atau Standar Isi dari matematika SMK

ini membuat matematika pada SMK memiliki karakter tersendiri. Materi-materi

matematika SMK hanya terbatas kepada sejauh mana materi itu dapat terpakai

untuk

diajarkan

termasuk memahami

pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, memiliki peran yang

landasan

kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi

pembelajaran

yang ingin

dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan

strategi yang dipilih. Guru matematika SMK yang memiliki kompetensi ini harus

dapat

merancang

strategi

pembelajaran

yang

cocok

dengan

karakteristik

matematika SMK dan siswa SMK itu sendiri. Matematika SMK yang aplikatif

dalam kejuruannya masing-masing dan siswa yang lebih senang bekerja dengan

cara praktek atau termasuk tipe belajar kinestetik. Meski tidak dipungkiri siswa

dengan tipe belajar visual dan audio juga pasti ada. Karakteristik ini yang

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

12

merupakan

salah

satu

dari

perbedaan

individual

yang

seharusnya

menjadi

perhatian guru dalam merencanakan pembelajaran di kelas.

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa mengatasi perbedaan-perbedaan

individual (1) akan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar sambil mendorong

juga menemukan bahwa mengabaikan karakteristik ini guru yang berusaha menyelesaikan target kurikulum
juga
menemukan
bahwa
mengabaikan
karakteristik
ini
guru
yang
berusaha
menyelesaikan
target
kurikulum

dikarenakan

mereka untuk tetap berkomitmen dan tetap positif serta (2) siswa dapat belajar

efektif ketika berhadapan dengan tugas-tugas yang menantang, tidak terlalu

sederhana atau terlalu kompleks. (Tomlinson dalam Harta, 2011). Penelitian

(1)

akan

serupa

mengabaikan gaya belajar yang berbeda dan kepentingan hadir disemua kelas

(Fischer dan Rose dalam Harta, 2011) (2) dapat mengakibatkan beberapa siswa

jatuh kebelakang, kehilangan motivasi dan gagal untuk berhasil. (3) siswa yang

kemungkinan maju dan termotivasi pada awalnya menjadi hilang semangat

sebanyak

mungkin (Tomlinson dalam Harta, 2011). Menimbang keutamaan mengatasi

perbedaan individual yang telah diuraikan diatas maka diperlukan suatu cara atau

pendekatan yang dapat dengan efektif mengakomodir perbedaan individual siswa

tersebut.

Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan perbedaan individual itu

adalah dengan membedakan instruksi (differentiated instruction). Differentiated

instruction (DI) adalah cara untuk menyesuaikan instruksi kepada kebutuhan

siswa dengan tujuan memaksimalkan potensi masing-masing pembelajar dalam

lingkup yang diberikan (Tomlinson dalam Butler, 2008). Tomlinson membedakan

DI berdasarkan proses, isi, penilaian, atau kombinasi dari ketiganya. Berbeda

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

13

halnya dengan pendekatan Direct Instruction yang sering disebut pula DI. Direct

Instruction adalah sebuah pendekatan untuk mengajar yang berorientasi pada

keterampilan dan praktek-praktek pengajaran yang diarahkan oleh guru (Carnine,

2000). Jadi pendekatan Direct Instruction ini dapat dikatakan berpusat kepada

Direct Instruction ini dapat dikatakan berpusat kepada kepada siswa. guru, sedangkan pendekatan Differentiated

kepada siswa.

guru, sedangkan pendekatan Differentiated Instruction berbasis guru tapi berpusat

Differentiated Instruction atau disingkat DI yang dimaksud di sini adalah

cara berpikir tentang pengajaran dan pembelajaran yang menekankan pada kondisi

awal individu daripada rencana tindakan yang mengabaikan kesiapan, minat dan

profil belajar siswa (Good dalam Butler, 2008). DI memberikan kesempatan yang

lebih banyak kepada siswa untuk mengeksplorasi perbedaan individualnya untuk

dijadikan kekuatan dalam memahami matematika. Proses tersebut diawali dengan

pengumpulan informasi awal siswa berupa kesiapan belajar siswa (readiness),

minat (interest) dan gaya belajar siswa (learning profile) pada tahap sebelum

pembelajaran dimulai yang dilakukan guru. Berdasarkan informasi inilah DI

disusun, pada tahap ini pula guru berperan sangat penting untuk merencanakan

dan membuat bahan ajar berdasarkan DI sehingga perbedaan individual siswa

justru dapat disinergikan menjadi kekuatan yang dapat membuat siswa lebih

efektif belajar matematika.

Logan (2008) menyatakan bahwa DI milik sekolah menengah. Karena

pada saat siswa berada pada jenjang itu, perbedaan siswa lebih terlihat jelas.

Dengan

menerapkan

DI,

gurudapatberperan

dalam

membantusiswauntuk

mencapai hasil belajar yang lebih baikdan mengembangkan potensinya.Lebih

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

14

lanjut

Logan

menyatakan

bahwa

sekolahmemiliki

tanggung

jawab

untukmenyesuaikan diri denganperkembangankebutuhan dantingkatansiswa. Jadi

dapat

dikatakan

bahwa

untuk

pendekatan

DI

ini

tepat

digunakan

pada

pembelajaran siswa pada jenjang SMK.

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, maka penelitian difokuskan Rumusan Masalah Paparan latar belakang yang
Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, maka penelitian difokuskan
Rumusan Masalah
Paparan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, mengerucutkan
1.
Apakah peningkatan kemampuan pemahaman siswa yang belajar melalui
pendekatan
DI
lebih
baik
dibandingkan
dengan
pembelajaran
konvensional?
2.
Apakah peningkatan kemampuan penalaran siswa yang belajar melalui

pada pengaruh pendekatan Differentiated Instruction (DI) terhadap kecemasan

matematika (Math Anxiety), peningkatan kemampuan pemahaman serta penalaran

matematis siswa SMK.

B.

penelitian ini kepada empat masalah yang dirinci sebagai berikut:

pendekatan

DI

lebih

baik

dibandingkan

dengan

pembelajaran

konvensional?

3. Apakah

terdapat

asosiasi

penalaran matematis siswa?

antara

kemampuan

pemahaman

dengan

4. Apakah terdapat pengaruh pembelajaran dengan pendekatan DI terhadap

kecemasan matematika siswa?

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

15

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka penelitian ini

bertujuan untuk:

1. Menelaah tentang peningkatan pemahaman matematis siswa yang belajar melalui pendekatan DI apakah lebih baik
1.
Menelaah tentang peningkatan pemahaman matematis siswa yang belajar
melalui
pendekatan
DI
apakah
lebih
baik
dibandingkan
dengan
pembelajaran konvensional.
2.
Menelaah tentang peningkatan
penalaran matematis siswa yang belajar
melalui
pendekatan
DI
apakah
lebih
baik
dibandingkan
dengan
pembelajaran konvensional.
3.
Menelaah
asosiasi
antara
kemampuan
pemahaman
matematis
dan
penalaran matematis siswa.
4.
Menelaah
pengaruh
pendekatan
DI
terhadap
kecemasan
matematika
siswa.
Manfaat Penelitian

D.

Selain menjawab permasalahan penelitian yang akan dikaji, penelitian ini juga

akan

memberikan

banyak

manfaat,

khususnya

kepada

siswa,

guru,

praktisi

pendidikan lainnya serta dunia pendidikan umumnya. Berikut manfaat yang akan

diberikan penelitian ini:

1.

Memberi gambaran kondisi kecemasan matematika siswa.

2.

Menawarkan salah satu alternatif pilihan pendekatan dalam mengajar

matematika.

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

16

3. Memberikan variasi cara belajar bagi siswa, dalam hal ini pembelajaran

didasarkan kepada perbedaan individual siswa.

4. Menjadi penyegaran dalam pembelajaran matematika konvensional.

5. Memberi

gambaran

kondisi

kemampuan

pemahaman

dan

penalaran

matematika siswa khususnya siswa SMK. 6. Menjadi bahan dan kajian untuk penelitian lebih lanjut penerapan
matematika siswa khususnya siswa SMK.
6. Menjadi
bahan
dan
kajian
untuk
penelitian
lebih
lanjut
penerapan pendekatan DI dalam pembelajaran matematika.

berkenaan

Nelly Yuliana, 2013 Pengaruh Pendekatan Differentiated Instruction (DI) Terhadap Kecemasan Matematika (Match Anxiety), Peningkatan Kemampuan Pamahaman Dan Penalaran Matematis Siswa SMK Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu