Anda di halaman 1dari 43

ECA 631 - SISTEM PROTEKSI

Minggu ke - 6

Review contoh-contoh soal

Menghitung Arus
Hubung Singkat

Contoh Perhitungan Arus Gangguan


Suatu sistem industri sederhana, mendapat sumber pada tegangan 230 kV, yang mempunyai rating
arus sebesar 28 kA. Step down transformer T1 dengan rating 100 MVA , 230/24 kV, 0.10 p.u
reactance, dibumikan delta/wye dengan X/R ratio 20. Ada standby generator 500 MVA tersambung
ke bus 24 kV, dengan reactance 0.25 p.u dan X/R ratio 20. Trafo step down berikutnya T2 dengan
rating 75 MVA, 24/4.16 kV, delta/wye, 0.11 p.u reactance dengan X/R ratio 30. Ada 2 motor 2000
hp, pf = 0.9, Xd = 0.2 p.u, Xd=0.26 p.u dan X/R ratio 20. Sistem TR menggunakan trafo T3 0.75
MVA, 4.16 kV/600 V, 0.08 p.u reactance dan X/R ratio 30. Ada motor pada TR dengan rating 400 hp,
Xd=0.3 dan X/R=30.
Hitung secara step by step arus pada F1 dan F2
Single line diagram.

Contoh Perhitungan Arus Gangguan


Solusi
Menghitung arus moment
Gunakan base daya sebesar 100 MVA untuk menghitung besaran p.u.
Trafo
XT1= (0.10)(100/100)
XT2 = (0.11)(100/75)
XT3 = (0.08)(100/0.75)

= 0.10 p.u
= 0.15 p.u
= 10.67 p.u

Source/generator
230 kV source = 3.230.28
230 kV source imp, X230
Generator, XG1

= 11154 MVA
= 1.0(100/11154) = 0.00896 p.u
= 0.25(100/500) = 0.05 p.u

Motor
XM1 = 0.20(100/2) = 10 p.u
XM2 = 0.20(100/2) = 10 p.u
XM3 = 0.30(100/0.4) = 75 p.u

Contoh Perhitungan Arus Gangguan


Solusi
Perhitungan arus moment
Diagram untuk menghitung impedansi untuk arus moment.

Motor yang < 50 hp diabaikan.


Motor 400 hp.
X400 hp = 1.2 Xd =1.2(75)= 90 p.u
Reactance source, generator,
motor terlihat pada diagram, untuk
menghitung arus moment.
Arus moment pada F1
Ibase pada bus 4.16 kV = 100 MVA/(3x4.16 kV) = 13.89 kA
I sym = (1/0.1772)(13.89) = 78.3 kA
Nilai peak = 1.6 (78.3) = 125.3 kA
1.6 = multiplier factor sesuai ANSI C37.5-1979, yang digunakan untuk menghitung nilai
peak.

Contoh Perhitungan Arus Gangguan


Solusi
Menghitung arus hubung singkat interrupting

Trafo
T1: X/R=30, R= (0.10)(30)
T2: X/R=30, R= (0.15)(30)
T3: X/R=30, R= (10.67)(30)

= 0.003 p.u
= 0.005 p.u
= 3.560 p.u

Source/generator
230 kV source, X/R=20,
R= 0.00896/20
= 0.00045 p.u
Generator G1, X/R=20,
R=(0.005/20) = 0.0025 p.u
Motor
M1, X=(1.5 Xd) = 1.5 x 10 = 15 p.u
M1, X/R=20, R = 15/20
= 0.75 p.u
M2, X/R=20, R=15/20
= 0.75 p.u
M3, X=(3 Xd)=3x75
=225 p.u
M3, X/R=30, R=225/30
=7.5 p.u
E/X = (1/0.1795)(13.879 kA) = 77.32

Contoh Perhitungan Arus Gangguan


Solusi
Untuk sisi tegangan rendah 600 V
Diagram tahanan-nya
Pada titik gangguan F1,
X/R=0.1795/0.0054 = 33.24
Impedansi pada F2 adalah
j9.4817 p.u
Ibase pada 600 V adalah =
100 MVA/(3x0.600 kV) = 96.2278 kA
Arus HS di F2 =
(1/J9.4817)(96.2278)=10.148 kA

Komponen Simetri

Perhitungan Arus Hubung Singkat Dengan Komponen Simetri

Perhitungan Arus Hubung Singkat Dengan Komponen Simetri

Perhitungan Arus Hubung Singkat Dengan Komponen Simetri

Gangguan 3 Fasa
Urutan positif/negatif
Base MVA = 100

Gangguan di bus G, paralel


imp edansi sisi kanan --- (j0.18417+j0.03667+j.003) = j0.2481
Impedansi sisi kiri ------ (j0.20+j0.1375)=j0.3375
X1=X2 = (0.3375*0.2481)/0.5856 = j0.1430

Pemisahan Impedansi 3 Winding Trafo


Urutan positif/negatif
Base MVA = 100

Perhitungan Arus Hubung Singkat Dengan Komponen Simetri

Arus Gangguan Tanah


Urutan Nol
ZNH = ZNM = 0 (solid)
Gangguan di bus G,
Sisi kanan H, ZOS + ZH paralel dengan ZL
(0.1950*0.0850)/0.280 = j0.0592

Tambahkan Zm dan ZOGH


(0.0592 - 0.0083 + 0.620) = j0.6709
Kemudian paralel dengan j0.1375, maka
Perbandingan arus
sisi kanan
----------- 0.1375/0.8084=0.1701 (di 115 kV)
di 230 kV =0.6964*0.1701=0.1184
Sisi kiri ----------------------- 0.6709/0.8084=0.8299
di trafo H, netral winding 0.3036*0.1701=0.0517

Arus Gangguan Tanah


Gangguan 1 fasa ke tanah.

3I0 yang merupakan arus gangguan tanah yang dirasakan di titik netral, yang akan dirasakan oleh
relay.

Contoh Grounding

Contoh Sistem Pentanahan Tahanan Tinggi

Pentanahan netral generator 160 MVA 18 kV. Daerah sekitarnya tersambung


dengan trafo auxiliarry dan trafo utama. Nilai dari kapasitansi di sekitarnya
adalah (dalam mikrofarad, per pfasa ke netral.

Contoh Sistem Pentanahan Tahanan Tinggi

Contoh Sistem Pentanahan Tahanan Tinggi

Contoh Sistem Pentanahan Tahanan Tinggi

Contoh Sistem Pentanahan Tahanan Tinggi

Arus pada pentanahan atau pada kapasitansi.


1
2 2.92
2

I0R =
= 2.06
Sehingga arus di pentanahan sisi 18 kV = 3 I0R = 6.19 A
Di sekunder pentanahan arus = 18 k/240 x 6.19 = 464.4 A

Contoh Sistem Pentanahan Tahanan Tinggi


Berapa nilai R
Asumsi tahanan match dengan kapasitansi 3R = Xc
R = Xc / 3 = 5019.08 / 3 = 1673.03 ohm (pada 18 kV)
Pada 240 V
R = 1673.03 x (240/18k)^2 = 0.2974 ohm
Tegangan yang timbul
V0 = 464.4 x 0.2974 = 138.12 V
Pada kondisi normal, charging current (karena kapasitansi)

Ic = 18000/(3x5019.08) = 2.06 A

Contoh Sistem Pentanahan Rendah


Membatasi arus gangguan tanah pada 400 A.
Gunakan base 20 MVA.
Hitung R (menggunakan resistor)
X sistem X1 = X2 = j 0.0583 pu
Impedansi neutral
Z0 = 3R + j0.052
Sudah kita hitung
Arus gangguan nol 400 A, adalah
I1=I2=I0 = 0.159 ..... pu
Total Z rangkaian
X1 + X2 + Z0 = j0.0583 + j0.0583 + 3R + j0.052
= 3R + j0.1685
Jadi
0.159 ..... = j1/(3R + j0.1685)
3R + j0.1685 = j1/ 0.159 .....
Gunakan pythagoras
(3R)2 + (0.1685)2 = (6.29)2
R = 2.09 pu
R = (13.82 x 2.09)/20 = 19.91 ohm pada 13.8 kV

Untuk pendekatan praktis, menghitung


berapa R, dengan mengabaikan sudut fasa,
gunakan aljabar saja.
Untuk pembatasan arus 400 A

Contoh Sistem Pentanahan Solid


X sistem X1 = X2 = j 0.0583 pu
Ditanahkan solid, X, atau R = 0
Impedansi neutral
X0 = j0.052
Total Z rangkaian
X1 + X2 + X0 = j0.0583 + j0.0583 + j0.052
= j0.1685
Gangguan tanah
Arus tanah
I1 = I2 = I0 = j1.0/j0.1685 = 5.935 pu
Atau = 5.935x836.74 = 4965.8 A pada 13.8 kV
Arus fasa
Ia = 3x4965.8 = 14.897.8 A pada 13.8 kV
Gangguan 3 fasa
I1 = j1/j0.0583 = 17.17 pu = 14364.6 A pada 13.8 kV
0.159 ..... = j1/(3R + j0.1685)
3R + j0.1685 = j1/ 0.159 .....

Pemilihan CT /
Efek Kejenuhan CT

Pemilihan Trafo Arus


Arus Beban maksimum, Arus gangguan 3 fasa maksimum dan minimum

Arus sekunder CT adalah 5 A


1. Pemilihan rasio CT yang tersambung ke fasa
Pilih rasio CT yang lebih besar dan paling dekat dengan arus beban maksimum
Misalnya tap yang tersedia 50 A, 100 A, 200 A, 400 A dan 600 A. Pilihlah tap 100 A,
atau dengan rasio 20.
Pada beban maksimum Is = 4.5 A
2. Pemilihan tap relay
Tap relay menunjukkan pada arus berapa relay mulai pick-up, artinya mulai siap
bekerja.
Bila dipilih tap 5, maka rasio diatas beban adalah 5/4.5 = 1.1, ini memberikan margin
yang cukup bagi relay, bahwa relay tidak akan pick-up pada beban maksimum.
Gangguan minimum memberikan arus sekunder sebesar 350/20 = 17.5 A, atau
17.5/5 = 3.5 x minimum pick, ini sudah cukup memastikan bahwa relay bekerja pada
gangguan minimum. Atau bisa saja dipilih tap 6, yang memberikan rasio pick up lebih
besar yaitu 1.33, namun memberikan margin yang lebih kecil pada gangguan
minimum, yaitu 2.9

Pemilihan Trafo Arus


3. Beban CT
Misalnya CT mempunyai karakteristik seperti pada slide sebelumnya.
Data relay: pada arus 5A beban 2.64 VA, pada arus 100 A (20x) beban adalah 580 VA.
Asumsi, tahanan kawat penghubung (dari CT ke relay) adalah 0.40 ohm.
Pada arus 5A, tahanan relay adalah 2.64/52 = 0.106 ohm, sehingga beban CT pada
arus 5 A adalah: 0.4 + 0.106 = 0.506 ohm
Pada arus 100 A, tahanan relay adalah 580/1002 = 0.058, sehingga beban CT pada
arus 100 A adalah: 0.458 ohm.
Ini adalah contoh relay electromekanik, yang cenderun jenuh pada arus tinggi,
sehingga tahanan mengecil, ini menguntungkan CT karena burden-nya berkurang
pada arus tinggi.
4. Performance CT sesuai standard ANSI/IEEE
CT 600/5 (dengan multi tap), rating C100.
Tegangan pada terminal CT pada gangguan maksimum

Karena digunakan tap 100/5 tegangan maksimum CT adalah.

Pada kondisi ini dapat dipastikan bahwa CT akan jenuh.

Pemilihan Trafo Arus


3. Performance CT sesuai standard ANSI/IEEE
Tetap digunakan CT 600/5 (dengan multi tap), rating C100
Tetapi gunakan tap CT sebesar 400/5 (rasio 80).
Arus beban maksimum pada sisi sekunder adalah CT adalah 90/80 = 1.125 A. pilihlah
tap relay sebesar 1.5 A, memberikan margin 1.5/1.125 = 1.33 yang cukup. Margin
pada gangguan minimum adalah: (350/80)/1.5 = 2.9.
Namun pada tap 1.5, beban relay adalah 1.56 ohm pada 100 A, sehingga beban total
adalah: 1.56 + 0.4 = 1.96 ohm.
Maka, tegangan yang timbul karena gangguan adalah:

Sementara kemampuan CT pada tap 400/5 adalah:

Sehingga CT belum mengalami kejenuhan.

Pemilihan Trafo Arus


3. Performance CT sesuai kurva eksitasi dari CT
Tetap digunakan CT 600/5 (dengan multi tap), rating C100
Tetapi gunakan tap CT sebesar 400/5 (rasio 80).
Beban relay
= 1.56 ohm
Beban kawat = 0.4 ohm
CT sekunder
= 0.211 ohm
Total beban CT = 2.171 ohm
Arus gangguan maksimum Isec = 2500/80 = 31.25 A
Vef = 2.171 x 31.25 = 67.84 volt
Dari kurva, arus eksitasi Ie = 0.16 A
Ini masih di sekitar knee point dari kurva eksitasi, jadi tidak akan terlalu berpengaruh
pada performance relay.

Trafo Arus (CT, Current Transformer)


Rangkaian Ekivalen CT

Trafo Arus (CT, Current Transformer)


Kurva Eksitasi kemampuan tegangan sekunder dari CT

Trafo Arus (CT, Current Transformer)


Kurva Eksitasi kemampuan tegangan sekunder dari CT

CONTOH RELAI JARAK

Contoh Gangguan Transmisi pada sistem 13.8 kV.

Contoh Sepotong Transmisi pada sistem 13.8 kV.

Hitung Zfault pada gangguan 3 fasa, fasa-fasa dan gangguan 1 fasa ke


tanah.
VF-N = 13800/3 = 7967.4 volt
Gangguan 3 Fasa

Zfault pada Relai A

Gangguan 2 fasa: fasa b fasa c

Zfault =

Gangguan 1 fasa a - tanah


Asumsi tidak ada arc resistance
Sehingga Va = 0

Tegangan dan arus fasa a pada relai A

Faktor kompensasi arus urutan nol

Arus fasa a yang sudah dikompensasi.

Impedansi gangguan dilihat oleh Relai A


Zf =

Pengaruh tahanan gangguan / arc resistance

Pengaruh Infeed

Asumsi arus perbandingan besarnya arus I1, I2 dan I3 tidak berubah untuk
gangguan di lokasi manapun antara bus A sampai bus G. Asumsi I2/I1 = 0.5

Setting Zone 1, Zone 2 dan Zone 3 pada Relai di bus B


Zone 1 85% dari transmisi yang diproteksi, pilih mana yang paling rendah
diantara B-D atau B-G. Belum perlu dihitung pengaruh infeed.
Zone 1 = 0.85 x (4 + j40 +1 + j10) = 4.25 + j42.5
Zone 2 diset 120% dari transmisi yang diproteksi, pilih mana yang lebih panjang
dari B-D atau B-G. Perhitungkan pengaruh infeed, pada segmen C-D.
Zone 2 = 1.2 x( [4 + j40] + 1.5 x [2 + j20]) = 8.4 + j84
Zone 3 untuk mem-back up transmisi D-E
Z transmisi B-D dan D-E memperhitungkan faktor infeed:
ZB-D = [4 + j40] + 1.5 x [2 + j20] = 7 + j70
ZD-E = 1.5 x [4 + j40] = 6 + j60
Zone 3 = ZB-D + 150% ZD-E
= [7 + j70] + 150% [6 + j60) = 16 + j160