Anda di halaman 1dari 28

Sekolah Tinggi Manajemen Industri

(STMI) Jakarta

BEP (Break Even Point)


Pertemuan 11
Dr. Ir. Agus Mundiyono

Break

Even point atau BEP adalah suatu


analisis untuk menentukan dan mencari
jumlah barang atau jasa yang harus dijual
kepada konsumen pada harga tertentu untuk
menutupi biaya-biaya yang timbul, serta
mendapatkan keuntungan / profit.
Rumus Analisis Break Even :
BEP =
Total Fixed Cost
Harga per unit Variable Cost per unit

Mengapa Penting ??
Investor

dapat mengetahui jumlah target


produksi dan penjualan yang lebih
akurat

Investor

mampu melakukan perbaikan


terhadap parameter yang akan
membuat usahanya menjadi untung.

Break

Even Point (BEP) merupakan titik


pertemuan antara biaya total dengan hasil
penjualan sehingga perusahaan hanya
mampu menjual hasil produksi (%) dengan
hasil penjualan yang hanya mampu untuk
membayar biaya pengeluaran total, sehingga
pabrik dikatakan tidak untung maupun tidak
rugi.

11.1 Misalnya ada perusahaan konveksi kaos kaki murah yang


harga satu buah kaos kaki adalah Rp. 10.000 dengan biaya
variabel sebesar Rp. 5.000 per kaos kaki dan biaya tetap
sebesar Rp. 10.000.000

BEP
BEP

Total Fixed
FixedCost
Cost
Total
H
unit Variabel
Variabelcos
cost tper
perunit
unit
H arg
arg a
a per
per unit

10..000
000..000
10
000 20.000 unit
10.000 5.000 20.000 unit
10.000 5.000

Jadi diperlukan memproduksi 20.000 kaos kaki


untuk mendapatkan kondisi seimbang antara
biaya dengan keuntungan alias profit nol

11.2 Sebuah pabrik yang memproduksi


komponen produk elektronika beroperasi
dengan biaya tetap sebesar Rp 250 juta per
bulan. Komponen yang diproduksi memiliki
unit cost 15.000 per unit dan pabrik elektronik
bersedia membeli komponen tersebut
dengan harga Rp 20.000 per unit. Hitung
jumlah unit minimal yang harus diproduksi
setiap bulan agar proses produksi tidak
merugi?
6

Jawab :
Jumlah unit minimal yang harus diproduksi
agar proses produksi tidak merugi
BEP

Total Fixed Cost


H arg a per unit Variabel cos t per unit
250.000.000
50.000 unit / bulan
20.000 15.000

11.3 Sebuah pabrik yang dapat memproduksi komponen


transmisi mobil SUV memiliki kapasitas terpasang 500 unit
per bulan, Oleh karena ketatnya persaingan, pabrik
tersebut hanya dapat beroperasi pada level 75% dari
kapasitas terpasangnya dan harga produk yang dihasilkan
hanya dapat dipasarkan dengan harga Rp 275 ribu per unit.
Biaya tetap (FC) pabrik tersebut sebesar Rp 75 juta setiap
bulan dan biaya per unit komponen yang diproduksi
sebesar Rp 100 ribu. Tentukan :
a. Apakah pabrik tersebut masih menguntungkan pada
level produksi tersebut?
b. Berapa volume produksi minimum setiap bulan agar
pabrik tersebut mencapai titik impas?

Jawab :
Jumlah unit komponen yang diproduksi setiap bulan :
Q = 0.75 x 500 = 375 unit/bulan
Penghasilan (revenue ) setiap bulan :
R = 375 x Rp 275.000 = Rp 103.125.000/bulan
Total biaya (cost) setiap bulan :
TC
= FC + VC
= Rp 75.000.000 + (375 x Rp 100.000)
= Rp 112.500.000
Dari hasil perhitungan di atas, dapat dilihat bahwa pabrik tersebut
telah merugi sebesar = Rp 112.500.000 - 103.125.000
= Rp 9.375.000/bulan.

BEP

Total Fixed Cost


H arg a per unit Variabel cos t per unit
75.000.000
429 unit / bulan
275.000 100.000

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa titik impas dicapai


pada volume produksi 429 unit per bulan atau sekitar
85,8% dari kapasitas terpasang. Hal ini menunjukkan
bahwa pabrik harus beroperasi mendekati kapasitas
maksimalnya.

10

Rumus lain :

BEP

Fa 0,3 Ra

Sa Va 0,7 Ra

100%

Fa = Fixed Cost, Ra = Regulated Cost, Sa = Sales, Va =


Variable Cost
Fa = Fixed Cost (biaya selama satu periode yang jumlah
nya tetap dan tidak tergantung dg kapasitas produksi
1. Depresiasi
2. Property tax
3. Asuransi
4. Bunga investasi
5. Pengolahan limbah

11

Variable

Cost (Va): biaya yang besarnya


sesuai dengan kapasitas produksi (terjadi
perubahan secara proporsional)
1. Biaya bahan baku
2. Pack dan Ship
3. Utilitas
4. Royalty dan Patent

12

Regulated

Cost (Ra): Semua biaya yang tidak


termasuk biaya tetap dan biaya variable
1. Gaji buruh
2. Payroll Overhead
3. Plant Overhead
4. Supervisi
5. Laboratorium
6. General Expense
7. Maintenance
8. Plant Supplies

Sa

= Sales

13

BEP jikaTotal Revenue = Total Cost


Total Revenue = Total Fixed Cost + Total Variable Cost

Total Revenue adalah total pendapatan.


Total Fixed Cost adalah total semua biaya yang harus dibayar
walaupun tidak produksi.
Total Variabel Cost adalah total semua biaya variable. Yaitu
biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit produk.
Jadi, BEP terjadi bila total seluruh pendapatan sama dengan
total semua biaya yang dikeluarkan.

BEP = Total Fixed Cost / (Price-Variable Cost)

Price adalah harga jual barang.


14

Analisis Break Event Point / BEP


(Analisis Titik Impas)

Menentukan tingkat (volume) produksi pada saat kondisi impas, atau berada pada
titik total biaya sama dengan total pendapatan.
Komponen analisis BEP:
Fix cost (FC)
Variable cost (VC)
Total Cost (TC = jumlah FC dan VC)
TC = FC + VC
VC
Cost

FC

VC
FC

Vol produksi
15

Komponen: biaya tetap (FC), biaya variable (VC)


dan biaya total(TC)
Grafik analisis BEP
Total Revenue (TR)
Daerah untung

Cost

Daerah rugi

BEP

Total Cost (TC)


VC

FC (Fixed Cost)

Vol produksi
16

Jadi?
Break

Even Point adalah titik dimana


Revenue sama dengan Cost.

Apakah

itu saja sudah applicable?, apakah


sudah bisa dijadikan tools untuk menjawab
masalah suatu bisnis?.

17

Pertanyaan ?

1). Bagaimana jika kaos kaki yang dibuat 1.000 pasang?


2). Bagaimana jika pertanyaan diubah: jika berproduksi 1.000 pasang, pada harga berapa
seharusnya kaos kaki tersebut dijual, agar perusahaan mencapai break even point?

3). Jika berproduksi 1.000 pasang dengan harga Rp 10,000/pasang, berapa fixed cost
yang bisa dialokasikan agar perusahaan mencapai break even?

4). Jika berproduksi 5000 pasang, harga kaos kaki Rp 15,000/pasang berapa lama
perusahaan akan mencapai BEP?

5). Fixed Cost yang dimaksudkan pada contoh diatas meliputi apa saja?

6). Yang dimaksudkan variable cost dari proses produksi kaos kaki disini apa saja?.

7). Bagaimana jika ada mixed cost (cost yang sebagian tergolong fixed cost, sisanya
tergolong variable cost). Misal: Perusahaan menyewa genset untuk satu bulan Rp
10,000,000,- untuk penggunaan 8 jam saja, sedangkan kelebihan jam penggunaan akan
dihitung Rp 25,000/jam. Perusahaan juga membayar gaji seorang salesman dengan Gaji
Pokok Rp 2,000,000,- dan komisi 2% untuk setiap penjualan yang dihasilkan. Bagaimana
menentukan BEP-nya?.

8). Bagaimana jika perusahaan tidak hanya menjual kaos kaki, perusahaan juga menjual
kaos lainnya, bagaimana menghitung BEP-nya?

18

Formulasi Break Even Point Yang Dikembangkan

BEP

-> Total Revenue = Total Cost


TR = TC
TR TC = 0
TR = Qty x Unit Price
TC = Variable Cost + Fixed Cost
TC = [Qty x Unit Variable Cost] + Fixed Cost

19

Dari rumus sebelumnya dapat kita peroleh

TR

TC

= 0
[Qty x Unit Price] - [ (Qty x Unit VC) + Fixed Cost ] = 0, atau
[Qty x Unit Price] - [Qty x Unit VC] -

Fixed Cost = 0

Qty x [ Unit Price - Unit Variable Cost ] = Fixed Cost

20

Pertanyaan: Jika perusahaan berproduksi dalam jumlah tertentu,


agar perusahaan bisa mencapai break even point, berapakah unit
price yang harus ditetapkan ?.

* Target kita adalah Unit Price, maka formulanya:


Qty x [Unit Price - Unit Variable Cost] = Fixed Cost

- > Unit Price = [Fixed Cost / Qty] + Unit Variable Cost

Pertanyaan: Jika perusahaan menyadari bahwa harga paling bersaing


untuk produknya adalah Rp tertentu, maka berapa jumlah yang harus
diproduksi agar mencapai break even point?
* Target kita adalah Qty, maka formulanya:
Qty x [Unit Price - Unit Variable Cost] = Fixed Cost

- > Qty = Fixed Cost / [Unit Price - Unit Variable Cost


Dst..

21

Istilah yang harus dihafal

Revenue (R): adalah pendapatan, yang dalam perusahaan


manufaktur biasanya didominasi oleh Sales, yang mana
Sales adalah jumlah terjual (Qty=Quantity) dikalikan dengan
unit price product yang akan terjual.
Quantity (Qty): adalah jumlah barang yang akan dijual,
yang dalam perusahaan manufaktur tentunya diproduksi
terlebih dahulu.
Unit Price: adalah harga per unit dari barang yang akan
dijual
Variable Cost: adalah biaya yang timbul akibat
diproduksinya suatu product (barang), artinya segala biaya
yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang.
Variable Cost, akan berubah-ubah mengikuti jumlah
product yang akan diproduksi. Semakin banyak jumlah yang
diproduksi semakin besar juga variable cost-nya, begitu juga
sebaliknya.,
22

Istilah yang harus dihafal

Unit Variable Cost: adalah besarnya variable cost yang


ditimbulkan untuk membuat satu unit produk tertentu,
yang besarnya diperoleh dengan cara membagi total
variable cost (Variable Cost) dengan jumlah product yang
dibuat (qty).

Fixed Cost: adalah cost yang akan terjadi akibat


penggunaan sumber daya tertentu yang penggunaannya
tanpa dipengaruhi oleh banyak sedikitnya produk yang
diproduksi. Dengan kata lain: berapapun jumlah product
yang dibuat, fixed cost yang akan dibuat, costnya relative
sama, bahkan tidak berproduksi sekalipun cost ini akan
tetap terjadi. Seperti sebutannya, fixed cost sifatnya relatif
stabil, tidak dipengaruhi oleh production output.

23

Latihan
Perusahaan pengalengan makanan harus mengeluarkan biaya total
Rp 30 juta untuk memproduksi 15 ribu kaleng dan biaya total
Rp 25 juta untuk memproduksi 10 ribu kaleng. Biaya variable dalam produksi
berhubungan secara proporsional dengan unit barang. Tentukan:
a. Biaya variable per kaleng dan biaya tetapnya
b. Bila dijual dengan harga Rp 6.000 per kaleng, tentukan BEP nya.
c. Bila dijual 12.000 kaleng, tentukan keuntungan yang diperoleh.
Jawab:
TC = FC + VC
30 jt = FC + c. 15 rb
25 jt = FC + c. 10 rb

5 jt = c. 5 rb
maka c (biaya variable per kaleng) = Rp 1.000

TC = FC + VC
30 jt = FC + 1.000 x 15.000

Maka FC = 15 jt

25 jt = FC + 1.000 x 10.000
24

b.

BEP

c.

Total Fixed Cost


H arg a per unit Variabel cos t per unit
15.000.000
3.000 kaleng
6.000 1.000

TR = Unit Price x Quantity = 6.000 x 12.000 = 72 jt


TC = FC + VC = 15 jt + 1.000 x 12.000 = 27 jt
TP = TR TC = 72jt 27jt = 45 jt

25

Kurva BEP
Rupiah
Income (I)
Variabel Cost
Profit

Harga

BEP
Total Cost
Fix Cost

N1

N2

Quantity

26

Fixed Cost Bertambah


Rupiah
Income (I)
Variable Cost

Profit
Harga

BEP
Fixed Cost
Total Cost

N1

N3

N2

Quantity

27

Variable Cost Bertambah


Rupiah

Income (I)
Variable Cost

Harga
BEP
Fixed Cost

N1

N3

N2 N4

Quantity

28