Anda di halaman 1dari 11

METODE PELAKSANAAN

A.

PEKERJAAN PERSIAPAN
1. DOKUMENTASI DAN LAPORAN PEKERJAAN
Kontraktor wajib menyerahkan dokumentasi kegiatan yang dilaksankan
dilapangan baik dari kondisi 0%, 50% dan 100%.

Selain hal tersebut

Kontraktor Pelaksanana harus menyerahkan laporan kegiatan

yang

dilaksanakan dilapangan berupa Laporan Harian, Laporan Mingguan Dan


Laporan Bulanan terhadap kemajuan progres pekerjaan fisik.
2. PEMBUATAN PAPAN NAMA PROYEK
Pemasangan papan nama proyek sangat penting untuk mengetahui status
atau keterangan proyek yang sedang dilaksanakan oleh kontraktor. Papan
nama proyek sudah terpasang sebelum pelaksanaan pekerjaan dan
dipasang pada awal mulai pekerjaan.
3. SEWA DIREKSI KEET
Pemborong

wajib

menyediakan

Direksi

Keet

dan

Gudang

selama

pelaksanaan pekerjaan dimana bangunan tersebut harus memadai dan


berada di lokasi pekerjaan lengkap dengan perabot yang diperlukan, antara
lain :
a.

Panel untuk menempelkan gambar kerja pada dinding

b.

Meja-meja untuk menggambar teknik

c.

Lemari yang dapat dikunci menyimpan gambar dan arsip surat-surat

d.

Meja dan kursi untuk rapat

e.

Satu set meja dan kursi tamu

Harus tersedia kamar mandi dan WC, penyediaan air minum, serta
penerangan lampu.Bahan bangunan yang penting seperti : alat-alat dan
sebagainya yang sangat dibutuhkan dalam pekerjaan harus disimpan
dalam gudang yang dapat dikunci, sehingga tidak hilang dan tidak rusak
akibat

pengaruh

cuaca.

Pemborong

Harus

senantiasa

memelihara

kebersihan bangunan kerja, ruang Direksi Keet dan gudang berikut


inventarisnya.
4. P3K DAN OBAT - OBATAN
Kontraktor menyiapkan obat-obatan ringan untuk pertolongan pertama
pada kecelakaan, selanjutnya jika terjadi kecelakaan pada tenaga kerja,
kontraktor bertanggung jawab untuk memberikan perawatan pada pekerja
sampai pekerja tersebut sembuh dari sakit yang dialami selama masa
pekerjaan.

Kontraktor memasukkan pekerja pada asuransi tenaga kerja

(ASTEK) sebagai bentuk perlindungan terhadap tenaga kerja.


5. PENYEDIAAN AIR KERJA
Untuk menunjang dan memudahkan pelakanaan pekerjaan Kontrakor harus
menyediakan air bersih. Air bersih tersebut tidak boleh tercemar oleh
limbah-limbah yang dapat merusak kualitas air, mengingat air termasuk
bahan yang sering dibutuhkan oleh para pekerja baik untuk kebutuhan
mandi, minum dan lain sebagainya. Selain hal tersebut air merupakan
bahan untuk mencapur material, khusunya material yang berhubungan
dengan Semen. Oleh karena hal tersebut air yang dibutuhkan harus benarbenar bersih agar kesehatan para pekerja dan kualitas pekerjaan juga
terjaga.
6.

PEMBERSIHAN LOKASI
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan Kontraktor Pelaksana harus
melakukan pembersihan lahan kerja (land clearing) dari sampah, semak
belukar, pepohonan dengan tenaga manusia dan atau alat bantu bulldozer.
Jika lokasi cukup luas, diikuti dengan pekerjaan perataan tanah.

B.

PEKERJAAN TANAH
1. PEKERJAAN TANAH
a. Galian Untuk Pemasangan Pondasi

Pekerjaan ini adalah menggali tanah untuk perletakan titik pondasi yang
akan dikerjakan sesuai dengan volume yang tercantum dalam Rencana
Anggaran Biaya. Galian pondasi dilaksanakan setelah pasang bowplank
dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan disetujui
Konsultan Pengawas.Bentuk galian dilaksanakan sesuai dengan ukuran
yang tertera dalam gambar. Apabila ditempat galian ditemukan pipapipa pembuangan, kabel listrik, telepon atau lainnya yang masih
berfungsi,

maka

secepatnya

memberitahukan

kepada

Konsultan

Pengawas atau kepada instansi yang berwenang untuk mendapat


petunjuk seperlunya. Segala kerusakan yang diakibatkan pekerjaan
galian tersebut diperbaiki segera. Apabila pada waktu penggalian
ditemukan
kepada

benda-benda

Pemerintah

purbakala,

Daerah

maka

setempat.

segera

Bila

melaporkannya

penggalian

melebihi

kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar, maka segera mengisi


kelebihan galian tersebut dengan pasir urug.
b. Pengurugan Terhadap Bekas Galian
Pekerjaan urugan bekas galian dilakukan setelah tanah bekas galian tadi
disemprotkan bahan kimia STEDFAST 15 EC. Pengurugan bekas galian
pondasi diurug lapis demi lapis dengan ketebalan tiap lapis maksimum
15 cm. Tiap lapisan dipadatkan dengan menumbuk lapisan tersebut,
menggunakan alat tumbuk yang baik. Setelah lapisan pertama padat,
ditimbun dengan lapisan berikutnya dan dipadatkan kembali seperti
diatas. Demikian seterusnya dilakukan sampai semua lubang bekas
galian pondasi tertutup kembali. Pengurugan dengan tanah timbunan
dibawah lantai dilakukan lapis demi lapis hingga ketebalan 10 cm
dibawah lantai, ditumbuk hingga padat. Lapisan-lapisan urugan untuk
ditumbuk ini dibuat maksimal 10 cm.
c. Pengurugan Dengan Pasir Urug
Sebelum pekerjaan pondasi dilakukan perlu dilakukan penaburan pasir
urug ke tanah (di sepanjang penggalian). Pekerjaan ini dilakukan
karena untuk menghindari tercampurnya adukan dan tanah liat.
Ketebalan pasir urug minimal yaitu 5 cm. Pasir Urug juga ditaburkan

sebelum pekerjaan lantai dilakukan, ketebalan pasir urugpun minimal 5


cm.

C. PEKERJAAN PONDASI
Dalam pekerjaan ini pondasi yang digunakan adalah pondasi batu kali.
Pondasi

batu

kali

adalah

bagian

struktur

bangunan

terbuat

dari

sekumpulan batu alam yang dibuat dengan bentuk dan ukuran tertentu
menggunakan bahan pengikat berupa campuran adukan beton, jenis
pondasi ini merupakan pondasi dangkal yang digunakan pada bangunan
dengan beban tidak terlalu besar seperti rumah tinggal. Untuk membuat
pondasi batu kali, ukuran batu yang digunakan biasanya sekitar 25 cm.
dengan demikian batu kali harus dipecah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan
untuk

mempermudah

pemasangannya

sehingga

hasilnya

lebih

rapi

sekaligus kokoh. Pada bagian dasar dari konstruksi pondasi batu kali
merupakan lapisan pasir setebal 5-10 cm yang berfungsi untuk meratakan
tanah dasar. Setelah itu baru batu kali dipasang dengan posisi berdiri. Di
antara celah batu tersebut diisi pasir sampai padat sehingga mampu
mendukung beban yang berada di atasnya. Susunan model seperti ini
sekaligus berfungsi sebagai drainase sehingga bisa mengeringkan air tanah
yang berada di sekitarnya. Untuk menjaga agar pondasi batu kali tidak
cepat rusak ataupun basah terkena air tanah maka badan pondasi diplester
kasar yang tebalnya sekitar 1,5 cm.

D. PEKERJAAN BETON
Pekerjaan beton disini terdiri dari pemasangan beton sloof. Dimana Sloof ini
berfungsi untuk memikul Beban dinding (bisa Dinding dari Batu bata,
Batako, dsb.), sehingga dinding tersebut "duduk" pada beton yang kuat,
sehingga

tidak

terjadi

"penurunan

dan

pergerakan"

yang

bisa

mengakibatkan dinding rumah menjadi Retak atau Pecah. Jadi bisa


dikatakan

Sloof

juga

merupakan

salah

satu

Pondasi

bagi

rumah.

Spesifiknya adalah mendukung beban dinding rumah tersebut. Bila


dikategorikan Sloof adalah termasuk Pondasi Menerus.
Hal hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan sloof adalah sebagai
berikut :
Permukaan atas dari bekisting harus rata Bekisting terpasang kuat, tidak
mudah lepas ketika dilakukan pengecoran Pemasangan begisting sloof
menggunakan papan begisting yang dikunci dengan kayu kaso (berfungsi
sebagai sabuk). Begisting kolom yang sudah di set diberi kayu penyangga
untuk menjaga begisting sloof tetap tegak. Pada saat pemasangan
begisting sloof , harus dipastikan sambungan antar papan harus rapat.
Supaya pada saat pengecoran tidak terjadi rembesan air dari campuran
beton. Pemasangan begisting (cetakan beton) tidak ada celah atau lobang,
sehingga pada saat pengecoran beton tidak terjadi kebocoran.

E. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING


Dalam pekerjaan ini terdiri dari Pekerjaan pemasangan paving block.
Sebelum Paving block dipasang pastikan struktur dari lahan yang hendak di
Paving dalam keadaan benar-benar padat. Apabila belum padat dapat
dipadatkan dengan menggunakan mesin Roller (Wales) atau Stamper kuda.
Hal ini agar lahan yang telah dipasang paving block tidak amblas.
Subgrade atau lapisan tanah paling dasar harus diratakan terlebih dahulu,
sehingga mempunyai profil dengan kemiringan sama dengan yang kita
perlukan untuk kemiringan Drainage (Water run off) yaitu minimal 1,5 %.
Subgrade atau lapisan tanah dasar tersebut harus kita padatkan dengan
kepadatan minimal 90 % MDD (Modified Max Dry Density) sebelum
pekerjaan subbase dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang kita
butuhkan. Ini sangat penting untuk kekuatan landasan area paving
nantinya. Pekerjaan lapisan subbase harus disesuaikan dengan gambar dan
spesifikasi teknis yang kita butuhkan. Profil lapisan permukaan dario
subbase juga harus mempunyai minimal kemiringan 2 %, dua arah
melintang kekiri dan kekanan. Kemiringan ini sangat penting untuk jangka
panjang kestabilan paving kita. Kanstin atau Penguat tepi atau Kerb harus
sudah kita pasang sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini harus

dilakukan untuk menahan paving pada tiap sisi agar paving tidak bergeser
sehingga paving akan lebih rapi pada hasil akhirnya. Seperti halnya
kanstin, Drainage atau Saluran air ini juga harus sudah kita pasang
sebelum pemasangan paving dilakukan. Hal ini sangat wajib dilakukan
untuk effisiensi waktu/kecepatan pekerjaan. Drainage yang dikerjaan
setelah

paving

terpasang

akan

sangat

mengganggu

pekerjaan

pemasangan paving itu sendiri karena harus membongkar paving yang


sudah terpasang.
Hal hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan paving block adalah
sebagai berikut:

1. Pastikan permukaan lahan yang akan di paving dalam kondisi rata/


sudah level.

2. Pasang Kanstin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block
yang sudah terpasang tidak bergeser.

3. Gelar pasir/abu batu mengikuti kemiringan yang telah ditentukan


kemudian diratakan dengan menggunakan jidar kayu.

4. Lakukan pemasangan paving block dengan cara maju kedepan,


sementara pekerja pemasang paving berada diatas paving yang telah
terpasang.

5. Untuk tepian lahan/ sudut-sudut yang belum terpasang paving block


(las-lasan), potong paving block dengan menggunakan alat pemotong
paving block / paving block cutter.

6. Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya kita


lakukan pengisian antar naat paving block tersebut (pengisian joint
filler) dengan menggunakan pasir/abu batu.

7. Padatkan paving block yang telah terpasang dengan menggunakan


baby roller atau stamper kodok 1 sampai 2 kali putaran agar timbul
gaya saling mengunci antar paving block satu sama lainnya.

8. Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa
pasir/abu batu.

F. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND


Dalam pekerjaan atap dan plafond ini adalah selalu memastikan bahwa
konstruksi yang berada pada bagian atas bangunan yaitu konstruksi atap
yang ada tidak bocor. Untuk bisa mengecek apakah atap sebuah bangunan
bocor atau tidak, Anda bisa menunda waktu untuk memasang plafon, jadi
ketika konstruksi atap sudah jadi, Anda jangan langsung memasang
plafonnya sekaligus. Tunggulah dahulu apakah ada kebocoran atau tidak
pada konstruksi yang sudah dibuat. Jika ada, maka perhatikan dan tandai
bagian mana saja yang bocor. Namun jika Anda tidak memiliki waktu untuk
menunggu, maka Anda bisa mencobanya dengan cara memasang rangka
palfond sebagai langkah awal/dasar.
Setelah memastikan atap yang tidak bocor, maka langkah selanjutnya
adalah bagaimana cara memilih plafon yang baik untuk bagian atas
bangunan. Plafon yang tahan air hujan adalah plafon yang memiliki
kandungan water resistant yaitu lapisan material yang berfungsi untuk
melindungi plafon dari air. Karena kelebihannya tersebut, maka tidak heran
jika harganya jauh lebih mahal dari harga plafon biasa. Oleh karenanya,
lebih baik plafon tahan air ini digunakan untuk ruangan yang sering
bersentuhan dengan air seperti contoh kamar mandi dan toilet. Jika sebuah
bangunan memiliki struktur atap yang terbuat dari plat beton, maka proses
waterproofing perlu dilakukan agar potensi kebocoran pada plafon tidak
terjadi. Sebelum proses ini dilakukan, maka langkah pertama yang perlu
dilakukan adalah mengisi bagian atas bangunan yaitu atap bangunan
dengan menggunakan air. Lakukan ini dalam kurun waktu 24 jam, hal ini
dilakukan untuk melihat dan juga Anda bisa mengukur berapa jumlah air
yang surut. Jika ternyata jumlah dari volume air tetap, Anda tidak perlu
khawatir dengan konstruksi atap bangunan karena potensi kebocoran tidak
akan terjadi.
Namun ada penanganan lain jika ternyata struktur atap bangunan terbuat
dari rangka kayu. Selain tentunya Anda harus memasang penutup genteng
pada atap, Anda juga bisa memasang pengaman tambahan seperti
memasang lapisan triplek atau plastik tebal. Fungsinya adalah supaya air
yang merembes dari atap/ kebocoran yang terjadi tidak akan merembes
dan mengenai permukaan dari plafon gipsum. Selain memasang triplek

atau plastik tebal, langkah lain yang bisa dilakukan untuk memberikan
perlindungan tambahan adalah dengan cara melakukan proses pengecatan
pada material gipsum. Proses pengecatan dilakukan dengan menggunakan
cat

minyak.

Jadi,

inti

dari

cara

untuk

mencegah

kebocoran

dan

merembesnya air hujan ke permukaan plafon gipsum adalah dengan


memastikan konstruksi atap

bangunan yang dibuat dengan sebaik

mungkin.

G. PEKERJAAN INSTALASI AIR


Dalam pekerjaan instlasi air terdiri dari pekerjaan pemasangan pompa air,
pasangan reservoar air fiber dan pemasangan pipa. Dimana pemasangan
pompa air beserta pipa harus benar dikerjakan sesuai petunjuk direksi keet
dan sesuai gambar rencana. Instalasi air merupakan item pekerjaan yang
penting sebagai penyokong kebutuhan utama dalam suatu bangunan.
Pemasangan instalasi air yang baik memerlukan beberapa teknik yang
harus dipahami supaya kinerja yang dihasilkan setelah instalasi air
terpasang dapat berjalan dengan maksimal.
Selain dapat bekerja dengan maksimal pemasangan instalasi air baik akan
membuat semua alat alat instlasi air dapat lebih awet dan terbebas dari
gangguan. Adapun teknik tentang cara pemasangan instalasi air yang baik
secara umum adalah sebagai berikut :
1. Pemilihan lokasi penempatan pompa. Hal ini harus anda perhatikan
dalam hal pemasangan pompa, Anda harus menentukan tempat dimana
pompa air akan anda letakkan sehingga akan mendapatkan keakuratan
ukuran yang disesuaikan dengan kemamuan pompa itu sendiri.
misalnya gedung bertingkat tinggi sehingga letak pompa air sesuai
dengan lokasi yang direncanakan dan tidak mengganggu ruangan
lainya, untuk rumah tinggal cukup diletakan sepantasnya saja.
2. Buatlah pondasi pompa, Anda harus memperhatikan kelurusan dan rata
pondasi. agar pompa dapat awet dan tahan lama maka sebaiknya
dibuatkan sebuah pondasi terbuat dari beton karena kebanyakan
pompa air terbuat dari bahan besi yang mudah berkarat sehingga

memerlukan tindakan pencegahan untuk dapat memperpanjang umur


pemakaian.
3. Pasang instalasi pemipaan ruang pompa terlebih dahulu. pemasangan
pompa dipasang setelah instalasi pendukung seperti pipa plumbing dan
kabel listrik dipasang dengan benar.
4. Pasang Pompa dan katup-katupnya. baca buku petunjuk pemasangan
pompa air yang disertakan pada kemasan pembelian sehingga semua
bagian dapat terpasang dengan benar karena beda merk pompa
terkandang memberikan produk dengan bentuk dan ukuran yang
berlainan.
5. Sambung instalasi daya ke pompa.
6. Atur pressure switch pompa.
7. Lakukan running test pompa.
8. Jika ada kesulitan dapat bekerjasama dengan tukang plumbing atau
mekanikal elektrikal.

H. PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM


Untuk tahap pekerjaan besi dan alumunium adalah

Pembuatan Rangka

Tower Air. Dalam pembuatan rangka tower air haruslah menggunakan besi
yang bagus dan tidak berkarat. Sesuai dengan petunjuk direksi keet. Untuk
dimensi dan bentuk rangka tower air haruslah mengikuti gambar kerja. Besi
dipotong dan dilas sesuai bentuk yang sudah ditentukan, setelah tower air
terbentuk dan sesuai dengan gambar kerja tahap terakhir harus dicat anti
karat / cat besi, agar rangka tower tersebut tetap awet dan kokoh.

I.

PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK


Instalasi instalasi listrik bangunan yang baik umumnya mengikuti gambar
rencana

sehingga

pasokan

listrik

untuk

setiap

ruangan

dapat

didistribusikan lebih merata. Yang perlu dipelajari adalah rencana peletakan


setiap komponen listrik, misalnya penentuan jalur yang akan digunakan
sebagai saluran utama. Tentu saja, penentuan jalur termasuk penentuan

titik cabang yang terhubung dengan masing-masing komponen harus lebih


efektif, sehingga nantinya setiap trek sirkuit terpasang dengan rapi, efisien,
dan aman bagi penghuni bangunan.

J. PEKERJAAN PENGECATAN
Dalam mengecat tembok tak boleh sembarangan. Ada langkah-langkah
yang harus Anda ikuti. Ini demi menjaga agar hasil pengecatan bisa
maksimal, termasuk agar warna cat sesuai dengan warna di kemasan.
untuk itu ada beberapa tahap pengecatan di bawah ini:
-

Pastikan permukaan kering, bebas dari kotoran, debu, minyak, dll.

Jangan lakukan pengecatan lapis kedua sebelum lapisan pertama benarbenar kering karena akan menyebabkan kegagalan, dan sebagian dari
cat yang belum kering tersebut akan tertarik oleh roll atau kuasnya

Hindari melakukan pengecatan pada musim hujan atau cuaca lembab


karena pada kondisi tersebut proses pengeringan lapisan film cat tidak
dapat terbentuk secara maksimal. Dan hindari pengecatan tidak
dilakukan langsung dibawah terik matahari.

K. PEKERJAAN LAIN-LAIN
Dalam tahap terakhir ini merupakan tahap pekerjaan perapihan dan
pembersiahan lokasi dari sisa sisa material. Tujuan dari pekerjaan ini agar
kondisi lokasi pekerjaan bersih dan bangunan dapat digunakan secara
aman dan nyaman tanpa terganggu sisa material, karena sisa sisa
material dapat membahayakan para pengguna bangunan tersebut. Untuk
itu pekerjaan ini sangat dibutuhkan.

CV. ARFATIA

LAILA HANUMAH
Direktris