Anda di halaman 1dari 6

Penyuluhan PHBS

Dari hasil diskusi Tim KKN dengan warga dan perangkat desa Majasem
ternyata di desa Majasem masih terdapat permasalahan kesehatan yaitu masih
banyak terdapat warga yang belum punya jamban pribadi dan masih
menggunakan saluran irigasi dan sungai sebagai jamban.

Kemudian hasil

survey di Desa Majasem tentang perilaku hidup bersih dan sehat menunjukkan
angka 45% berperilaku sehat, 55% berperilaku tidak sehat. Salah satu intervensi
yang kami lakukan adalah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat
lewat ibu-ibu pkk dan ibu-ibu pengajian serta lewat anak sekolah yaitu di KBIT,
PAUD dan SD.
Tujuan penyuluhan secara umum, diharapkan masyarakat terutama anakanak dapat mengetahui masalah kesehatan masyarakat, dan secara khusus
diharapkan masyarakat dapat mengetahui tentang pentingnya kesehatan,
masyarakat melaksanakan upaya kesehatan, dan kesehatan masyarakat
meningkat.
Anak-anak memiliki kehidupan bermain yang sangat banyak, Mereka
sangat rentan terhadap berbagai penyakit karena masuknya bibit penyakit dari
lingkungan baik di dalam maupun di luar rumah karena aktivitas sekolah
maupun bermain mereka. Menanamkan budaya bersih dan sehat sejak dini
kepada anak-anak sangat bermanfaat untuk perkembangan pola hidup sehat
mereka.
Penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat berupa kegiatan
penyuluhan cara cuci tangan yang bersih dan sehat serta cara sikat gigi yang
baik dan benar, dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2012 di KBIT Majasem, 18
Juli 2012 di MI I Majasem, dan 25 Juli 2012 di PAUD Majasem. Sebelum

penyuluhan diadakan survey tentang bagaimana keadaan fisik dari anak-anak.


Ternyata dari hasil survey yang dilakukan oleh Tim KKN POSDAYA, banyak
anak-anak yang masih belum merawat tangan dan giginya dengan baik. Masih
banyak anak yang memiliki tangan yang kotor, berkuku hitam dan panjang.
Acara penyuluhan di SD diisi dengan penyuluhan oleh mahasiswa KKN
Posdaya Unsoed.
Penyuluhan di KBIT Majasem dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Juli
2012 dimulai pukul 08.30 - 11.00 WIB. Siswa yang mengikuti penyuluhan
adalah siswa siswi Kelompok Belajar Islam Terpadu desa Majasem. Bentuk
penyuluhan dilakukan dengan cara yang pertama adalah secara teori di dalam
kelas, menampilkan contoh berupa tayangan video peraga dan film yang
berhubungan dengan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan parktek langsung
cara cuci tangan dan gosok gigi yang benar.
Penyuluhan di MI I Majasem dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Juli 2012
dimulai pukul 09.00 11.00 WIB. Yang mengikuti penyuluhan adalah siswa
siswi MI Majasem. Bentuk penyuluhan dilakukan dengan cara yang pertama
adalah teori didalam kelas, menjelaskan dengan alat peraga kemudian
dilanjutkan dengan praktek langsung cuci tangan dan gosok gigi yang benar.
Penyuluhan di TK Pertiwi majasem dilksanakan hari Rabu, 25 Juli 2012
dimulai pukul 08.30 11.45 yang mengikuti penyuluhan adalah siswa siswi TK
Pertiwi Majasem. Bentuk penyuluhan dilakukan dengan cara yang pertama
adalah teori didalam kelas, dengan cara permainan, menjelaskan dengan alat
peraga kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung cuci tangan dan gosok
gigi yang benar. Di tempat lain pada hari itu juga diadakan penyuluhan tentang

rumah sehat di RT 13 dusun II Majasem dimulai pukul 08.00 11.00 yang


mengikuti adalah ibu-ibu pengajian RT 13. Bentuk penyuluhan dilakukan
dengan cara penyuluhan pemberian materi.

a. Faktor Pendorong
Adanya dukungan yang baik dari pihak sekolah dan antusiasme dari
anak-anak untuk menerima informasi tentang penyuluhan cuci tangan dan
sikat gigi yang disampaikan oleh tim KKN-Posdaya. Peralatan yang
mendukung berupa LCD Proyektor dll.
b. Faktor penghambat
Sulitnya menyampaikan informasi kepada anak-anak karena kurangnya
kesadaran anak-anak untuk disiplin. Selain itu fasilitas sarana kurang terutama
dalam hal penyediaan air bersih.

c. Rekomendasi
Penyuluhan tentang cuci tangan dan sikat gigi dilakukan dengan
memberikan informasi kepada anak-anak dengan penyampaian materi lugas dan
dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dicerna dan dimengerti. Sesekali
ditambahkan pula dengan adanya kuis yang berhadiah sehingga juga mendidik
anak-anak untuk berani dan percaya diri tampil di depan umum menyampaikan
pendapatnya. Dalam hal fasilitas yaitu penyediaan air dengan menampung air
ember karena kurangnya kran air di sekolah

Praktik

Penyuluhan Cuci Tangan dan Gosok Gigi

Dari hasil survey di Desa Majasem tentang perilaku hidup bersih dan sehat
menunjukkan angka 45% berperilaku sehat, 55% berperilaku tidak sehat. Dari uraian
diatas kesehatan lingkungan yang juga karena perilaku masyarakat merupakan
permasalahan yang didapatkan di setiap kadus-kadus yang ada. Salah satu intervensi
yang kami lakukan adalah dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat lewat
anak sekolah yaitu di KBIT, PAUD dan SD.

Tujuan penyuluhan secara umum, diharapkan masyarakat terutama anakanak dapat mengetahui masalah kesehatan masyarakat, dan secara khusus
diharapkan masyarakat dapat mengetahui tentang pentingnya kesehatan,
masyarakat melaksanakan upaya kesehatan, dan kesehatan masyarakat
meningkat.
Anak-anak memiliki kehidupan bermain yang sangat banyak, Mereka sangat
rentan terhadap berbagai penyakit karena masuknya bibit penyakit dari lingkungan baik
di dalam maupun di luar rumah karena aktivitas sekolah maupun bermain mereka.
Menanamkan budaya bersih dan sehat sejak dini kepada anak-anak sangat bermanfaat
untuk perkembangan pola hidup sehat mereka.

Penyuluhan tentang

perilaku hidup bersih dan sehat berupa kegiatan

penyuluhan cara cuci tangan yang bersih dan sehat serta cara sikat gigi yang baik dan
benar, dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2012 di KBIT Majasem, 18 Juli 2012 di MI I
Majasem, dan 25 Juli 2012 di PAUD Majasem. Sebelum penyuluhan diadakan survey
tentang bagaimana keadaan fisik dari anak-anak. Ternyata dari hasil survey yang
dilakukan oleh Tim KKN POSDAYA, banyak anak-anak yang masih belum merawat
tangan dan giginya dengan baik. Masih banyak anak yang memiliki tangan yang kotor,
berkuku hitam dan panjang. Acara penyuluhan di SD diisi dengan penyuluhan oleh
mahasiswa KKN Posdaya Unsoed.
Penyuluhan di KBIT Majasem dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Juli 2012
dimulai pukul 08.30 - 11.00 WIB. Siswa yang mengikuti penyuluhan adalah siswa
siswi Kelompok Belajar Islam Terpadu desa Majasem. Bentuk penyuluhan dilakukan
dengan cara yang pertama adalah secara teori di dalam kelas, menampilkan contoh
berupa tayangan video peraga dan film yang berhubungan dengan

kemudian

dilanjutkan dengan kegiatan parktek langsung cara cuci tangan dan gosok gigi yang
benar.
Penyuluhan di MI I Majasem dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Juli 2012
dimulai pukul 09.00 11.00 WIB. Yang mengikuti penyuluhan adalah siswa siswi MI
Majasem. Bentuk penyuluhan dilakukan dengan cara yang pertama adalah teori
didalam kelas, menjelaskan dengan alat peraga kemudian dilanjutkan dengan praktek
langsung cuci tangan dan gosok gigi yang benar.
Penyuluhan di TK Pertiwi majasem dilksanakan hari Rabu, 25 Juli 2012
dimulai pukul 08.30 11.45 yang mengikuti penyuluhan adalah siswa siswi TK Pertiwi
Majasem. Bentuk penyuluhan dilakukan dengan cara yang pertama adalah teori
didalam kelas, dengan cara permainan, menjelaskan dengan alat peraga kemudian
dilanjutkan dengan praktek langsung cuci tangan dan gosok gigi yang benar. Di tempat

lain pada hari itu juga diadakan penyuluhan tentang rumah sehat di RT 13 dusun II
Majasem dimulai pukul 08.00 11.00 yang mengikuti adalah ibu-ibu pengajian RT 13.
Bentuk penyuluhan dilakukan dengan cara penyuluhan pemberian materi.

d. Faktor Pendorong
Adanya dukungan yang baik dari pihak sekolah dan antusiasme dari
anak-anak untuk menerima informasi tentang penyuluhan cuci tangan dan
sikat gigi yang disampaikan oleh tim KKN-Posdaya. Peralatan yang
mendukung berupa LCD Proyektor dll.
e. Faktor penghambat
Sulitnya menyampaikan informasi kepada anak-anak karena kurangnya
kesadaran anak-anak untuk disiplin. Selain itu fasilitas sarana kurang terutama
dalam hal penyediaan air bersih.

f. Rekomendasi
Penyuluhan tentang cuci tangan dan sikat gigi dilakukan dengan
memberikan informasi kepada anak-anak dengan penyampaian materi lugas dan
dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dicerna dan dimengerti. Sesekali
ditambahkan pula dengan adanya kuis yang berhadiah sehingga juga mendidik
anak-anak untuk berani dan percaya diri tampil di depan umum menyampaikan
pendapatnya. Dalam hal fasilitas yaitu penyediaan air dengan menampung air
ember karena kurangnya kran air di sekolah