Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN STUDY LAPANGAN

Kata Pengantar

Daftar isi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia ( SDM) maka
pembinaan hubungan sosial dan budaya baik secara lokal dan bahkan antar negara
perlu dilakukan. Halmyang tak kalh penting ilah bagimana mengngetahui
perkembangan yang ada di luar dan harapan jauhnya ialah biasa diterapkan baik
pada individunya dan bahkan pada lingkunganya. Dalam rangka memenuhi salah
satu mata kuliah dalam program pasca sarjana pendidikan IPS STKIP Pasundan
Cimahi, studi perbadingan (study compartive) dengan tujuan Singapur dan
Malayasia. Sebagai bahan pertimbangan kedua negara tersebut merupakan negara
tetangga yang memiliki perubahan sosial yang cukup baik. Dalam kurun waktu
yang relatif singkat namun progam ini memiliki harapan yang tinggi atas hasil
dari pengalaman langsung setiap peserta.
B. Dasar Penulisan
Laporan ini disusun sebagai bahan pertanggung jawaban setelah pelaksanaa
study comparative di Singapur dan Malayasia. Dalam penulisan laporan penulis
menggunakan metode observasi langsung.
C. Tujuan

D. Peserta

Dalam melaksankan salah satu mata kulaih ini diikuti oleh dua kelas yaitu
kelas 8 B dan kelas 8 C. Selain itu disertai juga dengan bapak dan ibu dosen
pembimbing. Berikut ini penulis sajikan peserta study comparative kelas 8 C
dengan tujuan Singapur dan Malayasia.

E. Waktu dan Tempat


Waktu yang digunakan dalam study comparative ini selama 4 hari yaitu dari
tanggal 4 Sampai 8 April 2015. Adapun tempat yang menjadi tujuannya ialah
beberapa kota yang ada di singaapur dan malayasia.

BAB II
KUNJUNGAN KAMPUS
A. Kampus

BAB III
OBJEK WISATA
A. Pantai Parangtritis
Pantai yang berada kira-kira 25-27 km sebelah selatan kota
Yogyakarta di tepi Samudra Hindia ini memliki pemandangan alam
yang sangat menakjubkan. Pantai yang terkenal akan legenda Ratu
pantai selatan Nyi Roro Kidul memang mempunyai daya tarik
tersendiri bagi wisatawan. Pertama kali datang suasana yang tercipta
sejuk, tenang, dan kagum melihat pemandangan pantai yang sangat
menakjubkan. Dengan pantai yang memiliki luas yang cukup besar
Kita harus berjalan kaki melalui gundukan pasir yang luas, apabila
siang hari pasir akan terasa panas walaupun Kita sudah
menggunakan alas kaki. Dengan ditemani semilir angin dan bau khas
laut sudah tercium membuat para wisatawan ingin cepat-cepat
sampai di pantai dengan air yang cukup menyegarkan setelah Kita
melewati hamparan pasir sebelumnya. Walaupun kita tidak bisa
berenang dikarenakan ombak yang terlalu besar dan juga kita tidak
akan tau apakah ombak yang datang akan sekencang dan setinggi
apa.
Kita masih dapat menikmati berbagai wahana yang telah disipakan
oleh pengelola antara lain: ATV (All-Terrain Vechile) dengan harga 50
100 ribu per setengah jam bagi para penyuka adrenalin bisa
memacu ATV di bukit-bukit pasir atau sering disebut gumuk di
kawasan sekitar pantai yang sangat luas ini, tapi jangan kawatir
apabila Anda kurang mahir mengendarai ATV bisa menggunakan
pemandu. Selain itu untuk wisatawan yang suka menikmati
keindahan pantai dengan santai dapat menggunakan andong kecil
ataupun hanya dengan kudanya saja. Lebih murah lagi Anda dapat
berjalan-jalan saja di sekitar pantai sambil bermain layang-layang
ataupun hanya mengabadikan diri Anda dan teman-teman dengan

ditemani angin yang cukup kencang dan sejuk. Lokasi yang sangat
luas dan indah apalagi saat matahari terbenam memberi suasana
remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan sering
digunakan menjadi background pre-wedding.
Apabila Anda hanya memiliki waktu yang singkat atau hanya
beristirahat sebentar tidak perlu susah-susah mencari tempat makan,
oleh-oleh maupun tempat bilas sekalipun. Di sini sudah tersedia
fasilitas tersebut yang sebagian besar adalah milik warga yang tinggal
di dekat pantai bahkan mereka tidak keberatan sama sekali apabila
pelanggan masuk ke rumah dengan keadaan yang penuh dengan
pasir, untuk tempat bilas sendiri warga menyiapkan sejumlah kamar
mandi dengan harga Rp 1000,- untuk bilas atau buang air kecil dan
Rp 2000,- untuk mandi atau buang air besar. Selain itu mereka juga
menjual berbagai makanan, pakaian khas Yogyakarta maupun
kerajinan tangan yang terbuat dari kerang.
B.
Malioboro
Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Yogyakarta tanpa pergi ke
jalan yang satu ini yaitu Jl. Malioboro dengan panjang kurang lebih 2
km dari pintu perlintasan KA Stasiun Tugu sampai Kraton
Kasunanan Yogyakarta. Kata malioboro sendiri berasal dari bahasa
Sansekerta yang berarti Karangan Bunga kenapa disebut
demikian, karena dulu jalan ini merupakan salah satu rute dalam
setiap acara yang diadakan kraton dan jalan sepanjang 1 km ini akan
dipenuhi dengan karangan bunga. Gelaran yang berlangsung antara
lain Jogja Java Carnival bulan Oktober, Pekan Budaya Tionghoa tiap
Imlek, Festival Kesenian Yogyakarta Juni Juli, Karnaval Malioboro,
dsb.
Jalan yang sudah dikenal oleh wisatawan domestik maupun
wisatawan mancanegara ini mempunyai suasana khas Jogja, dimana
Kita bisa makan di warung atau rumah makan dengan Lesehan
ditemani suara motor berseliweran dan tidak kalah unik bisa
mendengarkan pengamen dengan lagu Yogyakarta milik Kla
Project. Produk yang dijual merupakan produk khas jogja seperti
baju, sandal, sepatu, sovenir-sovenir kecil, wayang, dsb. Dapat Kita
peroleh dengan kisaran harga Rp 10000,- sampai Rp 30000,- untuk
baju, sandal dan sepatu harga tersebut juga bisa kurang apabila Anda
pandai bernegosiasi dengan pedagang.
Untuk makanan khas Jojga sendiri Anda lebih baik membeli di pusat
oleh-oleh khas jogja agar makanan yang Anda beli terjamin tanggal
kadaluarsanya. Di tempat ini juga menyediakan andong maupun
becak untuk menemani Anda berkeliling di kota Gudeg dengan
kisaran harga minimal Rp 5000,-. Untuk pengunjung yang
menggunakan bus pariwisata sudah disediakan tempat khusus untuk

lapangan parkir bus dari berbagai daerah, dan Anda juga tidak perlu
kuatir akan terlambat masuk kedalam bus karena terlalu asyik
menawar berbagai barang karena pengelola menyediakan pos yang
berfungsi untuk memanggil para wisatawan dengan microphone agar
tidak ada yang tertingal bus.

BAB IV
KESIMPULAN dan SARAN
A. Kesimpulan
Dari beberapa objek yang telah dikunjungi bisa disimpukan bahwa :
1.
Siswa memperoleh pengetahuan baru dari perjalanan di Mina
Karya dalam pembudidayaan Koi dan Arwana
2.
Dengan bermodalkan keuletan dan jelih melihat peluang usaha
Kita bisa menjadi pengusaha yang berhasil seperti Bapak Santoso
3.
Siswa dapat mengetahui sejarah, proses, maupun alat yang
digunakan dalam perusahaan percetakan koran
4.
Perjalanan terasa nyaman dan tidak begitu membosankan.
B. Saran
Setelah pelaksanaan suatu kegiatan pasti mempunyai hal-hal yang
kurang menyenangkan, agar kegiatan lebih baik dikemudian hari
diperlukan adanya kritik dan saran. Berikut kritik dan saran yang
sikiranya bisa diperbaiki baik untuk siswa maupun sekolah:
1.
Siswa agaknya harus mematuhi jam perjalanan yang dibuat oleh
sekolah agar perjalanan berjalan sesuai jadwal dan selalu menjaga
nama baik sekolah.

2.
Guru pendamping diharapkan lebih tegas lagi dalam
memperingatkan siswa agar lebih mematuhi jadwal perjalanan dan
dapat mengontrol siswa.