Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

INFEKSI MENULAR SEKSUAL


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pokok Bahasan
: Infeksi Menular Seksual
Sasaran
: Pengunjung Puskesmas Manukan Kulon
Hari, tanggal
: Jumat, 19 Juni 2015
Waktu
: 15 menit
Tempat
: Puskesmas Manukan Kulon
Tujuan
: Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan ini, pengunjung Puskesmas Manukan Kulon mampu menjelaskan tentang

7. Materi
8. Kegiatan Penyuluhan
No
1.

Kegiatan
Pembukaan

penyakit menular seksual.


: Terlampir

Waktu
2 menit

1.
2.
3.
4.
5.

Kegiatan Penyuluh
Mengucapkan salam
Memperkenalkan diri
Memperkenalkan Pemateri
Menjelaskan tujuan penyuluhan
Menjelaskan gambaran materi dan

manfaat materi
6. Menggali pengetahuan peserta
2.

Penyuluhan

8 menit

penyuluhan tentang IMS


1. Menjelaskan tentang :
a. Pengertian IMS
b. Faktor Resiko IMS
c. Macam IMS
d. Pencegahan IMS
e. Informasi penting yang perlu diketahui

Kegiatan Sasaran
Menjawab salam,
Mendengarkan,
Memperhatikan

Metode
1. Tanya jawab
2. Ceramah

Media
1. Laptop
2. LCD

1. Tanya jawab
2. Ceramah

1. Laptop
2. LCD
3. leaflet

Menjelaskan pengetahuan
Memperhatikan

3.

Penutup

5 menit

2. Diskusi dan Tanya jawab


1. Memberikan pertanyaan kepada peserta
terkait materi yang telah disampaikan
2. Pemberian hadiah untuk peserta
penyuluhan yang aktif
3. Membacakan kesimpulan
4. Mengucapkan salam

Bertanya dan menjawab


Mendengarkan,
dan 1. Tanya jawab
2. Ceramah
menjawab
Memperhatikan
Menjawab salam

9. Pengorganisasian
Pembawa acara (MC) :
Pembicara
:
Fasilitator
:
Observer
:
Pendokumentasi
:
10. Kriteria Evaluasi
Evaluasi Struktur
1. Materi penyuluhan sudah siap
2. SAP sudah siap
3. Media penyuluhan (PPT, Leaflet, LCD, Proyektor,Laptop) sudah siap
4. Tempat diadakannya kegiatan sudah siap yaitu di Puskesmas Manukan Kulon
5. Pengorganisasian penyelenggaraan sudah dilakukan sebelumnya
Evaluasi Proses
1. Acara dimulai dan diakhiri sesuai dengan jadwal
2. Penyuluhan berjalan secara kondusif dengan peserta yang antusias
3. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan.
Evaluasi Hasil
1. Peserta penyuluhan dapat menguraikan kembali pengertian IMS
2. Peserta penyuluhan dapat menjelaskan faktor risiko IMS
3. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan macam IMS

1. Laptop
2. LCD

4. Peserta penyuluhan dapat menjelaskan cara pencegahan IMS


5. Peserta penyuluhan dapat menguraikan informasi penting yang perlu diketahui
11. Daftar Pustaka
Kemenkes. 2011. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual. Jakarta: Kemenkes
Ayu, Ida C dkk. 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita Edisi 2. Jakarta : EGC

Lampiran Materi Satuan Acara Penyuluhan


MATERI PENYULUHAN
A. Pengertian Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus,
parasit, atau jamur, yang penularannya terutama melalui hubungan seksual dari seseorang
yang terinfeksi kepada mitra seksualnya (Prawirohardjo, 2010).
B. Faktor Risiko Infeksi Menular Seksual (IMS)
Untuk menggali faktor risiko perlu ditanyakan beberapa hal tersebut di bawah ini.
Berdasarkan penelitian faktor risiko oleh WHO (World Health Organization) di beberapa
negara (di Indonesia masih belum diteliti), pasien akan dianggap berperilaku berisiko
tinggi bila terdapat jawaban ya untuk satu atau lebih pertanyaan di bawah ini:
1. Pasangan seksual > 1 dalam 1 bulan terakhir
2. Berhubungan seksual dengan penjaja seks dalam 1 bulan terakhir
3. Mengalami 1/ lebih episode IMS dalam 1 bulan terakhir.
4. Perilaku pasangan seksual berisiko tinggi.
(Kemenkes, 2011)
C. Macam-Macam IMS
1. Gonore
Penyakit ini disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae tergolong bakteri diplococus
berbentuk buah kopi. Masa inkubasi (waktu sebelum terjadi gejala) berkisar antara 3-5
hari setelah infeksi.
a. Infeksi gonore pada Pria
Bentuk yang paling sering adalah uretritis gonore anterior akuta yang disebut juga
kencing nanah. Gejala umum seperti rasa gatal dan panas diujung kemaluan, rasa
sakit saat kencing, dan banyak kencing, diikuti pengeluaran nanah diujung
kemaluan dan bercampur darah.
b. Infeksi Gonore pada Wanita
Dengan perbedaan anatomi alat kelamin luar wanita yang terkena infeksi pertama
adalah mulut rahim yang disebut servisitis yang bersamaan dengan infeksi vagina
(liang senggama) trikomonas.
Gejala klinis yang timbul : rasa nyeri pada daerah punggung, mengeluarkan
keputihan encer seperti nanah, pada serviks akan tampak berwarna merah,
membengkak, perlukaan, dan tertutup oleh lender bernanah. Lendir yang
dikeluarkan sangat infeksius sehingga dapat menyebarkan penyakit menuju liang
kencing

(uretritis).

Penyebaran

kekelenjar

bartolin

menimbulkan

gejala

membengkak, sangat nyeri sehingga sukar berjalan, bila saluran kelenjar tersumbat
menimbulkan pernanahan yang disebut abses bartolin.

Gejala infeksi gonore menahun : rasa nyeri pada perut bagian bawah, terdapat
keputihan, sakit saat hubungan seksual, tidak bisa mendapat keturunan.
(Ayu, 2009)
2. Sifilis
Penyakit ini disebabkan oleh T.pallidum yang diserang oleh penyakit ini adalah
semua organ tubuh seperti sistem pembuluh darah dan jantung, otak dan susunan
saraf. Penjalaran menuju janin yang sedang berkembang dalam rahim dapat
menimbulkan kelainan bawaan janin dan infeksi dini saat persalinan. Pada penderita
penyakit ini biasanya akan timbul perlukaan di tempat infeksi masuk dengan cirri
permukaan berwarna merah, membengkak, dan bisa menjadi ulkus.
(Ayu, 2009)
3. Trikomoniasis
Penyakit ini disebabkan oleh trikomonas vaginalis. Trikomoniasis pada wanita :
pada infeksi ini terdapat gejala lender vagina banyak dan berbusa, bentuk puutih
bercampur nanah, terdapat perubahan warna (kekuningan, kehijauan), berbau khas..
penyebaran infeksi dapat terjadi dalam bentuk uretritis (infeksi saluran kencing),
skonitis (infeksi kelenjar sken), bartholinitis (kelenjar bartolin)
Trikomoniasis pada pria : pada penyakit ini dapat menimbulkan infeksi saluran kemih,
inffeksi kelenjar prostat, fesikaseminalis, dan saluran spermatozoa.
(Ayu, 2009)
4. Herpes Simpleks
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe II. Gejala klinisnya badan
panas, cepat lelah, nafsu makan berkurang. Gejala lokal pada genetalia terdapat fesikel
berkelompok diatas kulit, kulit tampak basah dan lebih merah, terdapat ulkus, rasa
nyeri yang hebat sehingga sukar untuk berjalan.
(Ayu, 2009)
5. AIDS
Penyakit ini disebabkan oleh syndrome yang merupakan kumpulan segala gangguan
dan menurunnya fungsi daya tubuh yang disebabkan oleh virus. Gejala yang timbul :
membesarnya kelenjar getah bening, panas badan sekitar 388 C selama 3 bulan tanpa
diketahui sebabnya terutama malam hari, berat badan menurun, keadaan umum
semakin melemah, nafsu makan berkurang dapat disertai diare. Adapun manifestasi
klinisnya penderita dapat tampak sakit berat dengan penampilan badan kurus,
pembengkakan kelenjar hampir seluruh tubuh, leher, lipatan paha dan yang tidak
tampak, infeksi jamur pada kulit, terdapat tumor ganas seperti sarcoma, timbul gejala
seperti sakit pada tenggorokan, sakit paru disertai batuk darah, diare yang tidak dapat
disembuhkan, infeksi jamur, dapat terkena sakit hati, ginjal dll.
(Ayu, 2009)
D. Pencegahan IMS

Cara ABCD
A. = Abstinence (tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu)
B. = Be faithful (setia pada pasangan)
C. = Condom
(gunakan kondom bila tidak mau melaksanakan A dan B, termasuk
menggunakan kondom sebelum IMS yang dideritanya sembuh)
D. = no Drugs (Tidak menggunakan obat psikotropik atau zat adiktif lainnya)
(Kemenkes, 2011)
E. Informasi yang perlu disampaikan
Beberapa pesan KIE IMS yang perlu disampaikan:
Mengobati sendiri cukup berbahaya
IMS umumnya ditularkan melalui hubungan seksual.
IMS adalah ko-faktor atau faktor risiko dalam penularan HIV.
IMS harus diobati secara paripurna dan tuntas.
Kondom dapat melindungi diri dari infeksi IMS dan HIV.
Tidak dikenal adanya pencegahan primer terhadap IMS dengan obat.
Komplikasi IMS dapat membahayakan pasien.
Pasangan pasien yang terbukti menderita infeksi karena penularan melalui hubungan
seks (IMS) juga harus diobati.
Jadwal poli IMS dan IVA di Puskesmas Manukan Kulon diadakan pada hari Senin dan
Jumat pukul 08.00-10.30
(Kemenkes,2011)