Anda di halaman 1dari 16

Imelda Trivintia

102012458

CEPHALOPELVIC
DISPROPORTION

Anamnesis

Alloanamnesis singkat kepada suami atau


wali pasien.
riwayat kehamilan
Riwayat persalinan
riwayat persalinan
riwayat penyakit pasien
riwayat penyakit keluarga
riwayat kehamilan kesalahan letak ,partus yang

lalu berlangsung lama, anak mati atau persalinan


ditolong dengan alat-alat (ekstraksi vakum atau
forsep) dan operasi

Pemeriksaan Fisik

Inspeksi
Tinggi Ibu
Kelainan bentuk tulang belakang

Palpasi
Leopold
Tanda OSBORN
Muller Monri Kerr

Pelvimetri Klinis
Pemeriksaan panggul luar: apakah ukurannya

kurang dari normal


Pemeriksaan dalam (V.T): apakah

promontorium teraba, lalu diukur C.D dan C.V:


linea innominata teraba seluruhnya atau tidak,
spina ischiadica dll

Pengukuran besar kepala janin dgn USG

Pemeriksaan Penunjang
Pelvimetri sinar X
CT Scanning
MRI

Anatomi Panggul

Panggul dikatakan sempit bila


1.

pintu atas panggul


(pelvic inlet)
Pembagian tingkatan

panggul sempit
Tingkat I : C.V = 9-10 cm =
borderline
Tingkat II : C.V = 8-9 cm =
relative
Tingkat III : C.V = 6-8 cm =
Ekstrim
Tingkat IV : C.V = 6 cm
=Mutlak (absolut)

Conjugata vera=
conjugata diagonalis1,5cm

2. Ruang tengah
panggul (midpelvis)
Diameter

interspinarum 9 cm,
atau

3. Dasar panggul
(pelvic outlet)
bila diameter

transversa dan
diameter sagitalis
posterior <15 cm

ETIOLOGI
Janin yang besar
Panggul yang
sempit
(bisa keduanya)

Epidemiologi
Data dari Reproductive Health Library
menyatakan terdapat 180 sampai 200 juta
kehamilan setiap tahun.Dari angka tersebut
terjadi 585.000 kematian maternal akibat
komplikasi kehamilan dan persalinan. Sebab
kematian tersebut adalah perdarahan 24,8%,
infeksi dan sepsis 14,9%, hipertensi dan
preeklampsi/eklampsi 12,9%, persalinan
macet (distosia) 6,9%, abortus 12,9%, dan
sebab langsung yang lain 7,9%. 4

Mekanisme Persalinan
Karena panggul sempit maka persalinan
berlangsung lama, karena ada obstruksi
pada:

KALA I : Kepala tidak masuk p.a.pketuban


pecah

KALA II: Menjadi lama karena diperlukan


waktu untuk turunnya kepala ;moulage.

Kesempitan PAP

konjugata vera kurang dari 10 cm


diameter transversa kurang dari 12 cm
Paanggul sempit -- kepala tertahan
tekananan serviks uteri kurang -inersia
uteri serta lambannya pendataran dan
pembukaan serviks.
ketuban bisa pecah-prolaps uteri

KESEMPITAN PANGGUL TENGAH

Distansia interspinarum kurang dari 9,5


cm
POP

Kesempitan panggul
bawah

arcus pubis <800


diameter sagitalis posterior <15cm

komplikasi
Persalinan

kehamilan
Pada kehamilan muda rahim yang
bertambah besar dapat
tertahan/terhalang keluar dari true
pelvic, jarang dijumpai kecuali pada
panggul sempit absolute
Pada kehamilan lanjut, inlet yang
sempit tidak dapat dimasuki oleh bagian
terbawah janin, menyebabkan fundus
uteri tetap tinggi dengan keluhan sesak,
sulit bernafas, terasa penuh diulu hati
dan perut besar
Bagian terbawah anak goyang dan tes
Osborn (+)
Perut seperti abdomen pendulus (perut
gantung)
Malposisi malpresentasi
Lightning tidak terjadi, fiksasi kepala
tidak ada, bahkan setelah persalinan
dimulai
Sering dijumpai tali pusat terkemuka
dan menumbung

berlangsung lama
Peregangan
SBR-rupture
uteri
Edema dan
hematoma jalan
lahir
Sering dijumpai
ketuban pecah dini

Pada anak
Infeksi intrapartal
Kematian janin

intrapartal (KJIP)
Prolaps funikuli
Perdarahan intracranial
Kaput suksedaneum
sefalo-hematoma yang
besar
Robekan pada
Pada panggul
tentorium serebri dan
sempit -inertia uteri perdarahan otak karena
primer
moulage yang hebat
simfisiolisis,
dan lama
infeksi intrapartal

Prognosis
Apabila persalinan dengan disproporsi
sefalopelvik dibiarkan berlangsung
sendiri tanpa pengambilan tindakan
yang tepat,timbul bahaya bagi ibu dan
janin. Tetapi jika dilakukan tindakan
yang pembedahan maupun secsio
secaria yang tepat maka akan
mendapatkan prognosis baik.

Penatalaksanaan

1.
2.

Seksio sesarea
kesempitan panggul berat dengan kehamilan
aterm, atau disproporsi sephalopelvik yang nyata.
kesempitan panggul ringan (komplikasi seperti
primigravida tua dan kelainan letak janin yang tak
dapat diperbaiki)
Jika persalinan terhenti karena kesempitan bidang
tengah panggul, baiknya dipergunakan ekstraktor
vakum

kesimpulan
Disproporsi cephalopelvic adalah keadaan yang
menggambarkan ketidaksesuaian antara
kepala janin dan panggul ibu sehingga janin
tidak dapat keluar melalui vagina. Disproporsi
cephalopelvic disebabkan oleh panggul
sempit, janin yang besar ataupun kombinasi
keduanya. Penatalaksanaan pada CPD
adalah dilakukan seksio sesarea. Evaluasi
pasca persalinan sebaiknya dilakukan untuk
menentukan prognosis persalinan berikutnya.